Wiwit Febriandari Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)

Adab Menjenguk Orang Sakit: Mendoakan dan Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

8 min read

menjenguk orang sakit

Sakit merupakan hal yang tidak banyak orang inginkan. Namun jika kita masih diberi sakit, itu tandanya Allah masih sayang dengan kita. Sakit dapat mengurangi dosa kita. Maka dari itu bersabarlah ketika kita mendapat sakit.

Berdoa saja untuk yang terbaik. Namun, pernahkah kalian menjenguk teman, keluarga, atau orang terdekat kalian saat mereka sakit? Menjenguk orang sakit tentu tidak sewaktu – waktu. Perlu kalian ketahui kapan waktu untuk mereka beristirahat.

Berikut Pintarnesia akan mengulas adab, doa untuk kesembuhan orang sakit, serta keutamaannya.

 

Adab Menjenguk Orang Sakit

Kita sepatutnya tahu adab ketika kita akan menjenguk orang yang sedang sakit. Karena yang namanya menjenguk orang sakit itu berbeda dengan bertamu, sebisa mungkin kita tidak mengganggu waktu istirahatnya.

Berikut merupakan adab – adab yang harus kita ketahui saat menjenguk orang sakit, di antaranya yaitu sebagai berikut.

 

1. Waktu Menjenguk

Yang pertama ialah waktu, sebenarnya kita bisa menjenguk kapan saja, asalkan tidak merepoti orang yang sedang sakit dan kelurganya. Di hadits tidak ditemukan keterangan dari Nabi Muhammad SAW. Mengenai waktu menjenguk.

Jadi silahkan menjenguk kapan saja tapi perhatikan kita menjenguk bukan di waktu istirahat, di waktu repot atau sedang banyak tamu.

 

2. Lama Kunjungan

Sebagai tamu atau orang yang menjenguk, kita juga harus memperhatikan lama waktu kita menjenguknya. Sebaiknya dipersingkat dan jangan terlalu lama agar kita tidak merepoti atau membebani orang yang sedang di jenguk.

Kecuali jika memang kita diminta oleh keluarga atau orang sedang sakit bahwa kehadiran kita membuatnya bahagia.

 

3. Posisi Orang yang Menjenguk

Posisi yang tepat untuk duduk adalah di sebelah kanan kepala orang yang sakit, ini adalah posisi yang di anjurkan dan ternyata membuat suasana menjadi lebih tenang dan akrab dengan orang yang sedang sakit.

Berdasarkan pada hadits yang diriayatkan oleh Imam Bukhori dalam Adabul Mufrad, bahwasanya Rasulullah SAW akan duduk di sisi kepala orang yang sedang sakit ketika beliau menjenguknya.

 

4. Bertanya Tentang Kondisi yang sedang Sakit

Pada saat kita sudah duduk pada posisi yang dianjurkan,sebaiknya kita juga bertanya tentang kondisinya. Adab ini secara tidak langsung memberikan dukungan bahwa kita juga berharap supaya ia lekas sembuh.

Dari hadist yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori, bahwasanya ada suatu cerita mengenai hal ini. Adalah Aisyah radliyallahu ‘anha juga melakukan hal ini ketika baginda Rasulullah SAW sampai di Madinah.

Pada waktu itu Abu Bakar serta Bilal tengah terkena demam, dan kemudian Aisyah radliyallahu ‘anha menemui beliau berdua seraya bertanya:

“Ayah, bagaimana keadaanmu? Bilal, bagaimana keadaanmu?”

 

5. Tidak Mengajak Berbicara Panjang Lebar

Sesungguhnya orang sedang sakit membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk beristirahat, oleh karena itu kita dianjurkan untuk tidak memberi pertanyaan yang membuat ia bercerita panjang lebar.

Bertanyalah seperlunya dan secukupnya saja karena jika kita memberikan pertanyaan yang terlalu banyak akan membebani orang yang sakit.

Ingat tujuan kita menjenguk adalah untuk meringankan penderitaannya walupun hanya sedikit jadi janganlah kita menambah beban orang yang sedang sakit atau keluarganya dengan pertanyaan atau pembicaraan yang panjang lebar.

 

6. Hiburlah dan Berikan Keyakinan Bahwa Ia Dapat Sembuh

Yang selanjutnya ialah dengan menghibur dan memberi keyakian bahwa ia akan lekas sembuh. Cara menghibur ini bisa dilakukan dengan cara menyampaikan pahala apa yang akan di peroleh sesuai haditz yang diriwayatkan oleh imam Muslim bahwasanya:

“Setiap orang Islam yang tertimpa musibah penyakit ataupun yang lainnya, maka Allah akan menghapuskan kesalahan-kesalahannya, layaknya sebuah pohon yang menggugurkan daun-daunnya.”

Selain menghibur, kita juga hendaknya memberikan dia keyakinan atau harapan bahwa dia bisa sembuh. Mimin kasih contoh untuk menghiburnya adalah: “Penyakit ini tidak berbahaya kok, jangan khawatir, insya Allah Anda akan segera sembuh”.

Baca Juga: 1000+ Kata-Kata Mutiara Islami.

 

7. Selalu Mengucapkan Perkataan yang Baik

Jika dalam kehidupan sehari hari kita sering ceplas ceplos, maka sebaiknya kita menahan diri ketika kita sedang menjenguk orang yang sedang sakit, kita harus menjaga dan memikirkan baik baik kalimat apa yang akan kita ucapkan.

Sebaiknya ucapkanlah kalimat-kalimat baik yang mengandung motivasi di dalamnya sehingga meringankan pendertaan orang yang sakit. Dan jagalah lisan supaya tidak menimbulkan rasa cemas atau takut dalam hati si penderita sakit maupun keluarga.

 

8. Memahami Kondisi yang sedang Sakit

Jika orang yang sakit mengeluh itu adalah kondisi yang wajar. Oleh karena itu kita harus memahami hal ini, misal jika ia mengucapkan kekesalan atau kejengkelan didalam hatinya maka sebaiknya kita mengingatkan bahwa keluhan seperti itu adalah keluhan yang dilarang oleh Allah SWT.

Nasehatilah ia (seseorang yang sedang sakit) dengan cara yang baik, tapi jika keluhannya adalah keluhan yang biasa, kita sebaiknya mendengarkannya lalu berikan motivasi dan keutamaan apa yang ia dapat dari sakit tersebut sesuai hadits.

 

9. Menampakan Kesedihan atau Menangis di Tempat Orang yang sedang Sakit

Untuk yang ini pasti kita bertanya tanya apakah Menampakan Kesedihan Atau Menangis Di Tempat Orang Yang Sedang Sakit itu di perbolehkan? Jawabannya adalah boleh, karena Nabi Muhammad SAW juga pernah melakukannya, dan di bawah ini adalah hadits yang menceritakan bahwasannya

“Saad bin Ubadah radliyallahu ‘anhu pernah mengeluh tentang sakit yang dideritanya, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang menjenguk bersama dengan sahabat Abdurrahman bi ‘Auf, Saad bin Abi Waqqash dan Abdullah bin Mas’ud. Ketika beliau menemuinya, beliau melihat Saad bin Ubadah ini tengah dikerumunioleh keluarganya, kemudian beliau bertanya: ‘Apakah dia sudah meninggal?’

Mereka menjawab: ‘Tidak ya Rasulullah’, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menangis dan tatkala orang-orang di sana melihat tangisan beliau, maka mereka juga menangis. Setelah itu beliau bersabda: ‘Tidakkah kalian mendengar, bahwa sesungguhnya Allah tidak mengadzab karena air mata ataupun kesedihan hati, tetapi mengadzab karena ini (lalu beliau menunjuk pada lidahnya).

Atau Dia berbelas kasih. Dan sesungguhnya mayit itu akan disiksa karena tangisan keluarganya yang meratapi (kepergian)nya.” Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori.

 

10. Mendoakan yang sedang Sakit

Yang terakhir adalah mendoakan orang yang sedang sakit supaya orang sedang sakit diberikan rahmat oleh Allah, ampunan, keselamatan serta kebebasan dari penyakit yang diderita.

Bagi kalian yang ingin tahu doa untuk kesembuhan orang sakit, berikut doa untuk kesembuhan orang sakit. Karena doa adalah obat yang paling manjur karena kita akan mengingat Allah SWT.

Doa untuk kesembuhan orang sakit

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ وَاشْفِهُ وأَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَآءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

ALLAHUMMA RABBANNAASI ADZHIBIL BA’SA WASY FIHU. WA ANTAS SYAAFI, LAA SYIFAA-A ILLA SYIFAAUKA, SYIFAA-AN LAA YUGHAADIRU SAQOMAA.

 

Artinya:

“Ya Allah, Dzat yang dipertuhankan manusia, semoga Engkau berkenan menghilangkan kesusahan dan menganugrahkahkan kesembuhan pada ia yang sedang dicoba sakit, karena Engkau adalah Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain” (HR Bukhari dan Muslim).

 

Kemudian kita juga sering bertanya apakah kita boleh menjenguk orang yang berbeda jenis dengan kita? Jawabannya adalah boleh, namun ada beberapa syarat yang harus kita penuhi. Yakni jangan tampakan aurat, jangan hanya berdua dengan si penderita sakit.

 

 

Keutamaan Menjenguk Orang Sakit

adab menjenguk orang sakit

Menjenguk orang yang sakit termasuk salah satu hak seorang muslim atas muslim yang lainnya yang telah disebutkan oleh Rosulullah SAW. Karenanya jika kita menunaikan hak orang sakit ini pasti adal pahala dan keutamaan di dalamnya.

Imam Muslim telah meriwayatkan dalam shahihnya, bahwasanya Tsauban maula Rasulullah SAW. bersabda: “Orang yang menjenguk orang sakit berada dalam taman buah di surga hingga dia pulang”.

Sungguh besar pahala orang yang menjenguk saudara sesame muslinnya yang sedang sakit. Hendaknya sejak awal kita sudah melandasi hal ini dengan niat yang tulus karena Allah SWT.

Ada juga hadits yang menjelaskan keutamaan menjenguk orang sakit yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ibnu Majah, dimana Ahmad Syakir menyatakan sebagai hadits yang shahih. Di bawah ini merupakan haditsnya

“Rasulullah SAW. bersabda: “Apabila seseorang berkunjung pada saudara muslimnya (yang sedang sakit), maka seolah-olah dia berjalan-jalan di surga hingga duduk. Apabila telah duduk, maka akan dituruni rahmat dengan deras.

Apabila dia berkunjung di pagi hari, maka sebanyak tujuh puluh ribu malaikat akan mendoakannya supaya diberi rahmat sampai sore hari.

Apabila dia berkunjung di sore hari, maka sebanyak tujuh puluh ribu malaikat mendoakannya supaya diberi rahmat sampai pagi hari.”

Berikut beberapa keutamaan menjenguk orang yang sedang sakit.

 

1. Menjenguk Orang Sakit Seperti ada di Dalam Kebun Buah di Surga

Maksudnya adalah orang yang sedang menjenguk orang yang sakit akan memperoleh pahala sebagaimana ia memanen buah-buahan di surga.

2. Memperoleh Doa Kebaikan dari Malaikat

Dalam hadits yang disebutkan sebelumnya, malaikat akan mendoakan kebaikan bagi orang yang menjenguk orang yang sedang sakit. Kemudian dalam riwayat Ibnu Majah juga disebutkan bahwasanya malaikat juga akan memohon ampunan kepada Allah bagi siapapun yang menjenguk orang sakit.

3. Ada Dalam Rahmat Allah SWT

Hal ini sesuai dengan yang disabdakan oleh Rosulullah SAW. bahwasanya: “Barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka dia akan masuk ke dalam rahmat Allah, sehingga jika dia duduk, dia akan ada di dalam rahmat tersebut”. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan telah dishahihkan oleh Al Albani.

Dalam hadits yang lain, disebutkan juga bahwasanya Rasulullah SAW juga bersabda: “Barang siapa yang menjenguk orang sakit, maka dia masuk ke dalam rahmat (Allah), jika dia duduk di sisinya, dia merasa puas dalam rahmat tersebut. Jika dia keluar darinya, dia senantiasa ada dalam rahmat itu sampai dia pulang ke rumahnya”.

4. Memperoleh Banyak Pahala dari Allah

Ada hadits qudsi yang menjelaskan bahwasannya Rasulullah SAW telah bersabda:

“Sesungguhnya Alla azza wa jalla berfirman di hari kiamat: Hai anak Adam, Aku sakit tapi Engkau tidak menjenguk-Ku. Ia berkata: Ya Rabb, bagaimana aku menjenguk-Mu, sementara Engkau adalah Tuhan alam semesta? Allah berfirman: Tidakkah engkau tahu bahwa hamba-Ku sakit, tapi engkau tidak menjenguknya, tidakkah engkau tahu, bila menjenguknya niscaya engkau akan mendapati-Ku di sisinya?”(HR Imam Muslim)

Para ulama menjelaskan bahwasannya kalimat Allah sakit di atas tidak bermakna bahwa Dia benar benar merasa sakit, tetapi ini lebih menunjukan betapa besarnya kemuliaan yang akan diterima oleh hamba yang menjenguk saudaranya yang sedang sakit.

5. Mendapat Tempat di Surga

Dan dalam hadits yang lain juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu bahwasanya: “Siapa saja yang menjenguk orang sakit, atau mengunjungi saudaranya karena Allah subhanahu wa ta’ala, maka malaikat berseru: ‘Engkau adalah orang yang baik, langkahmu adalah langkah yang baik dan engkau telah memperoleh satu posisi di surga.”

Bahkan Allah juga menjajikan surga bagi orang yang meluangkan waktunya untuk menjenguk saudaranya yang sedang sakit. Wallahu a’lam bish showab.

 

Itulah sedikit artikel yang bisa Pintarnesia bagikan mengenai doa untuk kesembuhan orang sakit, keutamaan dan adab-adab saat menjenguk orang sakit. Semoga dapat menambah wawasan kalian saat berkunjung menjenguk orang sakit. Bila terpadat salah kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.

Wiwit Febriandari Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight