√ 15 Alasan Resign Kerja: yang Tepat, Baik dan Professional

15 Alasan Resign Kerja: yang Tepat, Baik & Professional

15 Alasan Resign Kerja: yang Tepat, Baik & Professional

Memiliki keputusan untuk keluar dari pekerjaan yang telah lama dilakukan tentunya nya tidak semata-mata mudah. Hal tersebut dilakukan atas dasar adanya ketidak nyamanan seseorang pada saat sedang berada di perusahaan tempat dirinya bekerja. Atau mungkin alasan-alasan lain salah satunya mengenai masalah gaji. Dan terdapat pula masalah-masalah lain yang membuat seorang karyawan memutuskan untuk berhenti pekerja dari suatu perusahaan. Berikut ini terdapat alasan resign kerja tepat dan masuk akal dari suatu perusahaan secara baik dan juga profesional.

 

Alasan Resign Kerja yang Tepat

Berikut ini merupakan alasan-alasan kerja yang masuk akal yang dapat kamu gunakan untuk keluar dari suatu pekerjaan yang mungkin membuat kamu merasa tidak nyaman dalam melakukan pekerjaan tersebut.

 

1. Budaya Kerja Tidak Nyaman dan Sulit Diikuti

Dalam suatu perusahaan tentunya memiliki tata cara atau budaya dalam bekerja yang harus diikuti oleh para karyawan untuk membuat membuat kualitas perusahaan dan juga kualitas kerja dari karyawan menjadi semakin lebih baik. Budaya kerja ini meliputi peraturan peraturan yang harus ditaati oleh para karyawannya dan kepatuhan karyawan terhadap atasan. Mulai dari bagaimana cara seorang atasan mempekerjakan anak buahnya sampai dengan bagaimana pihak perusahaan melakukan hal-hal terkait dengan para karyawannya.

Dalam hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas kerja dari para karyawan dalam suatu seperti contohnya seorang atasan yang memberi semangat kepada para karyawannya sehingga karyawan dapat melakukan pekerjaan untuk lebih baik lagi kedepannya. Dan juga apabila seorang atasan memberikan kritik dari pekerjaan yang dihasilkan oleh karyawannya maka kritik tersebut akan menjadi pembelajaran baginya untuk tidak lagi melakukan kesalahan berikutnya. Dibandingkan dengan karyawan yang hanya bisa memerintah para karyawannya untuk melakukan berbagai hal tanpa adanya dorongan atau motivasi dari atasan.

Oleh karena itu salah satu alasan untuk resign dari suatu perusahaan adalah terkait dengan budaya pekerjaan yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap para karyawan. Karena budaya tersebut tidak diciptakan oleh karyawan melainkan oleh atasan atau perusahaan tersebut.jadi apabila alasan tersebut digunakan sebagai argumen maka kemungkinan besar akan diterima oleh perusahaan di mana kamu bekerja.

 

 

2. Perusahaan Tidak Memberi Jenjang Karir yang Jelas

Apabila seorang karyawan sudah lama bekerja di dalam suatu perusahaan serta memiliki prestasi yang baik dalam melakukan pekerjaan maka tidak selamanya seorang karyawan akan secara terus-menerus bekerja dalam posisi yang sama. Adakalanya seorang karyawan dapat diangkat dengan memiliki jabatan yang lebih tinggi atas prestasi yang ditorehkannya.namun hal tersebut dilakukan oleh suatu perusahaan dengan jenjang karir yang cukup lama.

Seperti contohnya dalam suatu pekerjaan yang bekerja di bidang media cetak. Tahap karir di bidang media cetak hanya sedikit mulai dari wartawan untuk menjadi pemimpin redaksi hanya membutuhkan beberapa langkah saja. Untuk menjadi seorang pemimpin redaksi dibutuhkan waktu yang sangat lama itupun juga kamu perlu untuk menyingkirkan beberapa wartawan lainnya yang menjadi saingan kamu.

Selain itu terdapat pula perusahaan yang memiliki tahap karir secara tidak terang antara lain yaitu seorang pemimpin yang memiliki rekan kemudian diangkat dalam suatu perusahaan dengan jenjang karir yang lebih tinggi dibandingkan karyawan padahal masih terdapat banyak karyawan yang telah bekerja lama di perusahaan tersebut namun belum juga diangkat oleh pimpinan perusahaan tersebut.

 

3. Akan Melanjutkan Pendidikan

Alasan untuk keluar dari suatu perusahaan secara bijaksana yang selanjutnya adalah melanjutkan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan banyak perusahaan yang tidak mungkin untuk melarang karyawannya meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Perusahaan tidak mungkin melarang karyawannya meneruskan pendidikan karena dengan bersekolah maka kualitas dari seseorang tersebut akan meningkat dan lebih baik juga untuk perusahaan.

Biasanya suatu perusahaan akan menjelaskan jika karyawan tersebut sudah menyelesaikan pendidikannya maka mereka dapat kembali untuk melamar ke perusahaan tersebut dengan posisi sesuai dari pendidikan yang telah diambilnya. Oleh karena itu alasan ini menjadi salah satu alasan yang kuat untuk dapat keluar dari suatu perusahaan.

 

4. Akan Menjalankan Usaha Sendiri / Wirausaha

Alasan ini dapat dikatakan menjadi alasan yang paling masuk akal agar kamu bisa keluar dari suatu perusahaan tempat kamu bekerja. Tujuan ini masih bisa dikatakan etis apabila disampaikan oleh seseorang yang sudah bekerja, dibandingkan dengan alasan untuk bekerja di perusahaan lain yang menawarkan upah lebih besar.

Hal yang perlu diperhatikan dari argumen tersebut yaitu apabila perusahaan masih memerlukan kamu terdapat peluang bagi kamu untuk ditawarkan kenaikan gaji yang mungkin dapat merubah pikiran kamu untuk keluar dari perusahaan tersebut. Yang kedua 12 dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha adalah suatu tantangan tersendiri.

 

5. Pindah Profesi Sesuai Dengan Minat dan Pendidikan

Argumen untuk keluar dari suatu perusahaan yang satu ini tidak dapat untuk langsung diterima dengan baik oleh pihak perusahaan. Hal tersebut dikarenakan mungkin pihak perusahaan dapat menilai kamu sebagai seseorang yang gegabah karena sudah mulai bosan dengan pekerjaan yang sedang kamu lakukan di perusahaan tersebut. Akan tetapi kembali lagi kepada hak masing-masing seseorang untuk dapat meningkatkan diri yang lebih baik.

Apalagi jika memang profesi yang sedang kamu lakukan di perusahaan tersebut tidak sesuai dengan minat dan juga bakat kamu. Paling tidak kamu sudah memiliki banyak ilmu mengenai suatu pekerjaan yang kamu lakukan di perusahaan tersebut untuk dapat pindah haluan ke pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kamu. Akan tetapi terdapat kendala yang mungkin kamu rasakan jika memilih pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya yaitu situasi kerja yang berbeda saat kamu beralih profesi.

 

6. Akan Pindah Rumah

Banyak pendapat mengenai argumen ini karena argumen ini juga telah banyak digunakan oleh orang yang ingin keluar dari suatu perusahaan. Dengan argumen ini kemungkinan besar peluang kamu untuk bisa keluar dari perusahaan akan didapatkan. Hal tersebut dikarenakan apabila jarak rumah dengan perusahaan jauh serta keluarga kamu jauh pula maka kamu akan kesusahan sendiri terutama pada saat sedang tidak memiliki biaya untuk mobilisasi dari tempat tinggal menuju ke tempat kerja ataupun sebaliknya.

Mungkin jika di kota-kota besar seperti Jakarta memiliki rumah yang jauh bukanlah menjadi suatu permasalahan yang utama. Hal semacam itu tidak menjadi permasalahan asalkan suatu perusahaan memberikan kompensasi yang besar atas usahanya yang besar pula seperti upah yang tinggi. Akan tetapi apabila tidak memiliki kompensasi yang besar maka karyawan lebih memilih untuk mundur dari perusahaan tersebut.

 

7. Besaran Upah yang Tidak Mencukupi Kebutuhan

tidak jarang banyak orang yang memilih alasan seperti ini untuk keluar dari suatu perusahaan dikarenakan upah yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan hidupnya. Upah menjadi permasalahan yang paling banyak dikeluhkan oleh para karyawan. Dalam pemilihan besaran upah dapat bergantung dari tempat pekerjaan, ketentuan pemerintah, berat dan kecilnya tanggung jawab bagi seseorang karyawan, dan lamanya dia bekerja, sampai reputasi dari perusahaan tersebut.

Mungkin terdapat pepatah yang mengatakan “besar atau kecilnya upah tidak akan pernah cukup” akan tetapi apabila terdapat perusahaan yang menawarkan gaji yang lebih besar dengan kriteria yang kurang lebih sama,tentu saja banyak orang yang lebih memilih untuk mengambil kesempatan tersebut.

 

8. Mencari Tantangan Baru

Mungkin apabila kamu menggunakan argumen ini sebagai alasan untuk kamu dapat keluar dari suatu perusahaan sepertinya agak tidak terang. Lantaran tantangan itu merupakan pandangan pada satu pekerjaan, sedangkan orang lain dapat mempunyai pandangan yang tidak sama pada suatu hal yang melihat dirinya itu. Terdapat orang yang ditantang untuk bekerja di lapangan karena memerlukan kekuatan fisik yang relatif lebih banyak.

Namun terdapat pula orang yang ditantang untuk bekerja sepanjang hari di kantor karena memerlukan konsentrasi serta mental yang lebih tinggi untuk menghindari diri dari kebosanan saat bekerja.

 

9. Memiliki dan Mengasuh Anak

Alasan yang selanjutnya untuk dapat keluar dari suatu perusahaan tempat dimana kamu bekerja adalah karena kamu memiliki dan mengasuh anak. Biasanya argumen ini diberikan oleh perempuan yang yang belum lama menikah. Jadi hal tersebut umumnya dapat dimaklumi oleh suatu perusahaan. Karena bekerja dalam keadaan hamil merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi seorang perempuan. Apalagi jika seorang perempuan tersebut bekerja di luar lapangan. Terlebih perempuan yang yang belum lama telah memiliki anak maka Ia akan lebih fokus untuk mengurus anak dan juga suaminya dibandingkan untuk bekerja.

Banyak orang tua yang ingin melihat tumbuh kembang dari anaknya sehingga tidak mau anaknya diasuh oleh orang lain. Umumnya menjadi seorang ibu mudah mengundurkan diri dari pekerjaan hanya beberapa saat saja sampai anaknya sudah mulai tumbuh besar dan dapat ditinggal serta diasuh oleh seorang pengasuh.

 

10. Gambaran Pekerjaan Tidak Sesuai Gaji atau Kontrak

Pada saat awal kamu masuk bekerja dalam suatu perusahaan pada umumnya kamu disuruh untuk menandatangani kontrak. Kontrak tersebutberisi konsekuensi untuk dapat menaati ketentuan sebagai karyawan dalam perusahaan, serta berisi mengenai gambaran pekerjaan yang yang akan kamu lakukan. Kontrak tersebut ditandatangani di atas selembar materai yang artinya pada kamu dan juga perusahaan sudah mempunyai hubungan hukum yang pasti.

Meskipun demikian kerap kali suatu perusahaan memberikan pekerjaan yang melebihi dari apa yang telah disetujui dalam kesepakatan. Hal tersebut tidak menjadi masalah apabila sebuah perusahaan memberikan kompensasi gaji yang lebih karena pekerjaan yang diberikan juga merupakan pekerjaan diluar kontrak.Namun apabila kompensasi gaji yang diberikan tidak sepadan maka selayaknya kamu memberikan argumen ini untuk dapat keluar dari suatu perusahaan tersebut.

 

11. Alasan Lain dengan Ketentuan yang Baik

alasan ini merupakan alasan yang menjadi Sisi paling susah karena beberapa calon yang ingin mengundurkan diri dari suatu perusahaan dihadapkan pada pilihan ingin damai atau ingin jujur terhadap perusahaan. Hal itu dikembalikan lagi kepada para calon resigner yang lebih memahami tindak-tanduk dari atasannya. Mungkin jika kamu mendapat atasan yang bijak kemudian kamu memberikan alasan keluar dari perusahaan tersebut dikarenakan sedang terjadi masalah antara kamu dengan karyawan yang lainnya maka kamu tidak diperbolehkan untuk keluar melainkan untuk damai dengan karyawan yang sedang terjadi masalah dengan kamu itu.

Pastikan untuk kamu memberikan alasan keluar dari perusahaan an8 baik tanpa adanya konfrontasi, termasuk juga pada saat argumen kita untuk keluar yang sebenarnya adalah lantaran terjadi adanya permasalahan antara kamu dengan karyawan yang lain. Kamu dapat memilih alasan yang lain seperti tidak diperbolehkan bekerja di perusahaan tersebut oleh orang tua, ikut suami, atau karena kamu ingin meningkatkan karir dalam hal yang lebih kamu senangi.

 

12. Berbicara dengan Baik (Speak First)

Jika kamu sudah mantap untuk mengundurkan diri dari suatu perusahaan tempat dimana kamu bekerja, maka secepatnya untuk kamu segera mengatur pertemuan dengan atasan untuk dapat membicarakan hal tersebut secara langsung. Hal ini menjadi salah satu cara yang bijak dan juga profesional untuk dapat kamu keluar dari suatu perusahaan tersebut. Berbicara dengan atasan menjadi prioritas yang utama namun jangan serta-merta kamu membawa surat resign terlebih dahulu. Bertemulah dengan atasan sembari mengemukakan maksud serta tujuan kamu berbicara dengan atasan tersebut.

Sepatutnya untuk kamu memperhatikan kondisi dari atasan tempat di mana kamu bekerja.jangan sampai kamu memberikan alasan untuk keluar dari pekerjaan pada saat kondisi atasan kamu sedang mengalami masalah. Jika dirasa untuk kamu bisa memberikan penjelasan mengenai mundurnya kamu dari pekerjaan itu maka berilah penjelasan secara bijak tanpa menghilangkan rasa hormat kepada atasan kamu.

 

13. Karena Orang Tua

Memang tidak dipungkiri jika orang tua bisa menjadi alasan kenapa resign, contohnya dimana kamu anak tunggal. Dan bekerja di luar kota yang jauh disana, maka orang tua biasanya akan cemas akan kondisi kamu sebagai anak. Maka ini bisa menjadi solusi dengan alasan resign karena orang tua, bagaimanapun juga ridho atau izin orang tua akan sangat berpengaruh pada kesuksesan kamu.

 

Langkah Mengajukan Pengunduran Diri yang Baik

Bagi kamu yang ingin mengundurkan diri dari suatu perusahaan selayaknya jika kamu mengundurkan diri secara baik-baik tanpa apa adanya keputusan yang gegabah. di bawah ini merupakan langkah untuk mengajukan pengunduran diri secara baik kepada perusahaan kamu bekerja.

 

Beritahukan Pengunduran Diri dari Jauh Hari

Langkah pertama untuk mengajukan pengunduran diri secara baik adalah memberitahukan pengunduran diri kamu dari jauh-jauh hari. Jangan sampai kamu memberikan alasan keluar dari perusahaan secara mendadak kepada atasan kamu. Hal tersebut dikarenakan pengunduran diri secara mendadak akan merepotkan beberapa orang. Jadi apabila kamu ingin keluar dari perusahaan beritahukan kepada atasan sekurang-kurangnya 1 bulan pada saat kamu mengajukan surat pengunduran diri sampai hari akhir kamu bekerja. Pada waktu itu dibutuhkan transisi pekerjaan yang akan menggantikan posisi kamu dalam perusahaan tersebut.

 

Berbicara Langsung dengan Atasan

Langkah yang selanjutnya adalah berbicara langsung dengan atasan. Yang mana seharusnya atasan kamu telah mengetahui terlebih dahulu mengenai alasan kamu mengundurkan diri. Jangan sampai ai terdapat gosip yang beredar mengenai pengunduran diri kamu dari perusahaan tersebut.

 

Berhati-Hati Dalam Berbicara

Mungkin apabila kamu ingin mengundurkan diri karena ketidakcocokan kamu terhadap harapkan kerja kamu, yang mana hal tersebut dapat memberikan emosi tersendiri. Namun tetap berhati-hatilah dalam berbicara sampai pada waktunya kamu mengundurkan diri baik berbicara secara langsung maupun di media sosial. Jangan sampai kamu menjelek-jelekkan atasan atau rekan kerja kamu sebagai alasan kamu mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Hal itu akan meninggalkan kesan yang negatif pada diri kamu.

 

Tetap Profesional Dalam Bekerja

Mmeskipun kamu sudah merencanakan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut bukan berarti kamu menjadi semena-mena dalam melakukan pekerjaan. Tetaplah melakukan pekerjaan dengan baik secara profesional. Paling tidak selesaikan pekerjaan kamu sebelum kamu sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga jika kamu meninggalkan perusahaan kamu akan memberi kesan yang positif terhadap kamu.

 

Cermati Etika Kerja dan Kontrak

meskipun kamu sudah tidak bekerja dalam perusahaan tersebut akan tetapi kamu juga perlu untuk melindungi kerahasiaan dari perusahaan tersebut.hal itu sangat perlu untuk diperhatikan apabila kamu sudah pernah menandatangani non disclosure agreement.

 

Kembalikan Semua Properti Perusahaan

Selama kamu bekerja dalam perusahaan tersebut mungkin diberikan fasilitas untuk menunjang pekerjaan kamu yang dapat berupa laptop, alat transportasi si atau yang lainnya. Jangan sampai hai kamu lupa untuk mengembalikan barang-barang tersebut pada saat kamu keluar dari perusahaan. Tidak jarang pula orang yang yang tidak mengembalikan barang-barang pinjaman dari perusahaan karena resign secara diam-diam.

 

Jagalah Hubungan dengan Rekan Kerja dan Atasan

Jika kamu sudah tidak bekerja lagi dalam perusahaan tersebut alangkah baiknya untuk kamu tetap menjaga hubungan kepada rekan kerja kamu semasa dulu ataupun atasan dalam perusahaan tersebut.hal itu dapat meningkatkan silaturahmi kamu kepada orang lain yang mana akan bermanfaat pula bagi kamu di masa depan.

 

Pamit

Pamit merupakan langkah yang terakhir jika kamu ingin keluar dari suatu perusahaan. Hal tersebut merupakan etika yang sangat perlu untuk kamu lakukan kepada rekan kerja ataupun atasan. Pamit dapat berupa ucapan terima kasih kepada rekan kerja kamu dan juga atasan kamu yang telah memberikan banyak ilmu dan juga hal baru pada saat kamu bekerja di perusahaan tersebut.

 

Demikian ulasan mengenai alasan resign pekerjaan yang tepat, beserta langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan untuk dapat keluar dari suatu perusahaan secara baik dan juga profesional. Semoga salah satu diantara ke-13 alasan yang kami berikan dapat menjadi argumen untuk kamu resign dari suatu pekerjaan. Semestinya jika kamu sudah tidak ingin bekerja dalam suatu perusahaan alangkah baiknya agar kamu tetap menjalin hubungan baik dengan rekan kerja kamu ataupun atasan kamu.



5 Cara Menentukan Ide Pokok di Paragraf dan Contohnya, Dengan Cepat!

5 Cara Menentukan Ide Pokok di Paragraf dan Contohnya, Dengan Cepat!

Memiliki keputusan untuk keluar dari pekerjaan yang telah lama dilakukan tentunya nya tidak semata-mata mudah. Hal tersebut dilakukan atas dasar adanya ketidak nyamanan seseorang pada saat sedang berada di perusahaan tempat dirinya bekerja. Atau mungkin alasan-alasan lain salah satunya mengenai masalah gaji. Dan terdapat pula masalah-masalah lain yang membuat seorang karyawan memutuskan untuk berhenti pekerja dari suatu perusahaan. Berikut ini terdapat alasan resign kerja tepat dan masuk akal dari suatu perusahaan secara baik dan juga profesional.

 

Alasan Resign Kerja yang Tepat

Berikut ini merupakan alasan-alasan kerja yang masuk akal yang dapat kamu gunakan untuk keluar dari suatu pekerjaan yang mungkin membuat kamu merasa tidak nyaman dalam melakukan pekerjaan tersebut.

 

1. Budaya Kerja Tidak Nyaman dan Sulit Diikuti

Dalam suatu perusahaan tentunya memiliki tata cara atau budaya dalam bekerja yang harus diikuti oleh para karyawan untuk membuat membuat kualitas perusahaan dan juga kualitas kerja dari karyawan menjadi semakin lebih baik. Budaya kerja ini meliputi peraturan peraturan yang harus ditaati oleh para karyawannya dan kepatuhan karyawan terhadap atasan. Mulai dari bagaimana cara seorang atasan mempekerjakan anak buahnya sampai dengan bagaimana pihak perusahaan melakukan hal-hal terkait dengan para karyawannya.

Dalam hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kualitas kerja dari para karyawan dalam suatu seperti contohnya seorang atasan yang memberi semangat kepada para karyawannya sehingga karyawan dapat melakukan pekerjaan untuk lebih baik lagi kedepannya. Dan juga apabila seorang atasan memberikan kritik dari pekerjaan yang dihasilkan oleh karyawannya maka kritik tersebut akan menjadi pembelajaran baginya untuk tidak lagi melakukan kesalahan berikutnya. Dibandingkan dengan karyawan yang hanya bisa memerintah para karyawannya untuk melakukan berbagai hal tanpa adanya dorongan atau motivasi dari atasan.

Oleh karena itu salah satu alasan untuk resign dari suatu perusahaan adalah terkait dengan budaya pekerjaan yang dilakukan oleh suatu perusahaan terhadap para karyawan. Karena budaya tersebut tidak diciptakan oleh karyawan melainkan oleh atasan atau perusahaan tersebut.jadi apabila alasan tersebut digunakan sebagai argumen maka kemungkinan besar akan diterima oleh perusahaan di mana kamu bekerja.

 

 

2. Perusahaan Tidak Memberi Jenjang Karir yang Jelas

Apabila seorang karyawan sudah lama bekerja di dalam suatu perusahaan serta memiliki prestasi yang baik dalam melakukan pekerjaan maka tidak selamanya seorang karyawan akan secara terus-menerus bekerja dalam posisi yang sama. Adakalanya seorang karyawan dapat diangkat dengan memiliki jabatan yang lebih tinggi atas prestasi yang ditorehkannya.namun hal tersebut dilakukan oleh suatu perusahaan dengan jenjang karir yang cukup lama.

Seperti contohnya dalam suatu pekerjaan yang bekerja di bidang media cetak. Tahap karir di bidang media cetak hanya sedikit mulai dari wartawan untuk menjadi pemimpin redaksi hanya membutuhkan beberapa langkah saja. Untuk menjadi seorang pemimpin redaksi dibutuhkan waktu yang sangat lama itupun juga kamu perlu untuk menyingkirkan beberapa wartawan lainnya yang menjadi saingan kamu.

Selain itu terdapat pula perusahaan yang memiliki tahap karir secara tidak terang antara lain yaitu seorang pemimpin yang memiliki rekan kemudian diangkat dalam suatu perusahaan dengan jenjang karir yang lebih tinggi dibandingkan karyawan padahal masih terdapat banyak karyawan yang telah bekerja lama di perusahaan tersebut namun belum juga diangkat oleh pimpinan perusahaan tersebut.

 

3. Akan Melanjutkan Pendidikan

Alasan untuk keluar dari suatu perusahaan secara bijaksana yang selanjutnya adalah melanjutkan pendidikan. Hal tersebut dikarenakan banyak perusahaan yang tidak mungkin untuk melarang karyawannya meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Perusahaan tidak mungkin melarang karyawannya meneruskan pendidikan karena dengan bersekolah maka kualitas dari seseorang tersebut akan meningkat dan lebih baik juga untuk perusahaan.

Biasanya suatu perusahaan akan menjelaskan jika karyawan tersebut sudah menyelesaikan pendidikannya maka mereka dapat kembali untuk melamar ke perusahaan tersebut dengan posisi sesuai dari pendidikan yang telah diambilnya. Oleh karena itu alasan ini menjadi salah satu alasan yang kuat untuk dapat keluar dari suatu perusahaan.

 

4. Akan Menjalankan Usaha Sendiri / Wirausaha

Alasan ini dapat dikatakan menjadi alasan yang paling masuk akal agar kamu bisa keluar dari suatu perusahaan tempat kamu bekerja. Tujuan ini masih bisa dikatakan etis apabila disampaikan oleh seseorang yang sudah bekerja, dibandingkan dengan alasan untuk bekerja di perusahaan lain yang menawarkan upah lebih besar.

Hal yang perlu diperhatikan dari argumen tersebut yaitu apabila perusahaan masih memerlukan kamu terdapat peluang bagi kamu untuk ditawarkan kenaikan gaji yang mungkin dapat merubah pikiran kamu untuk keluar dari perusahaan tersebut. Yang kedua 12 dari seorang karyawan menjadi seorang pengusaha adalah suatu tantangan tersendiri.

 

5. Pindah Profesi Sesuai Dengan Minat dan Pendidikan

Argumen untuk keluar dari suatu perusahaan yang satu ini tidak dapat untuk langsung diterima dengan baik oleh pihak perusahaan. Hal tersebut dikarenakan mungkin pihak perusahaan dapat menilai kamu sebagai seseorang yang gegabah karena sudah mulai bosan dengan pekerjaan yang sedang kamu lakukan di perusahaan tersebut. Akan tetapi kembali lagi kepada hak masing-masing seseorang untuk dapat meningkatkan diri yang lebih baik.

Apalagi jika memang profesi yang sedang kamu lakukan di perusahaan tersebut tidak sesuai dengan minat dan juga bakat kamu. Paling tidak kamu sudah memiliki banyak ilmu mengenai suatu pekerjaan yang kamu lakukan di perusahaan tersebut untuk dapat pindah haluan ke pekerjaan yang sesuai dengan minat dan bakat kamu. Akan tetapi terdapat kendala yang mungkin kamu rasakan jika memilih pekerjaan yang berbeda dari pekerjaan sebelumnya yaitu situasi kerja yang berbeda saat kamu beralih profesi.

 

6. Akan Pindah Rumah

Banyak pendapat mengenai argumen ini karena argumen ini juga telah banyak digunakan oleh orang yang ingin keluar dari suatu perusahaan. Dengan argumen ini kemungkinan besar peluang kamu untuk bisa keluar dari perusahaan akan didapatkan. Hal tersebut dikarenakan apabila jarak rumah dengan perusahaan jauh serta keluarga kamu jauh pula maka kamu akan kesusahan sendiri terutama pada saat sedang tidak memiliki biaya untuk mobilisasi dari tempat tinggal menuju ke tempat kerja ataupun sebaliknya.

Mungkin jika di kota-kota besar seperti Jakarta memiliki rumah yang jauh bukanlah menjadi suatu permasalahan yang utama. Hal semacam itu tidak menjadi permasalahan asalkan suatu perusahaan memberikan kompensasi yang besar atas usahanya yang besar pula seperti upah yang tinggi. Akan tetapi apabila tidak memiliki kompensasi yang besar maka karyawan lebih memilih untuk mundur dari perusahaan tersebut.

 

7. Besaran Upah yang Tidak Mencukupi Kebutuhan

tidak jarang banyak orang yang memilih alasan seperti ini untuk keluar dari suatu perusahaan dikarenakan upah yang diterima tidak sebanding dengan kebutuhan hidupnya. Upah menjadi permasalahan yang paling banyak dikeluhkan oleh para karyawan. Dalam pemilihan besaran upah dapat bergantung dari tempat pekerjaan, ketentuan pemerintah, berat dan kecilnya tanggung jawab bagi seseorang karyawan, dan lamanya dia bekerja, sampai reputasi dari perusahaan tersebut.

Mungkin terdapat pepatah yang mengatakan “besar atau kecilnya upah tidak akan pernah cukup” akan tetapi apabila terdapat perusahaan yang menawarkan gaji yang lebih besar dengan kriteria yang kurang lebih sama,tentu saja banyak orang yang lebih memilih untuk mengambil kesempatan tersebut.

 

8. Mencari Tantangan Baru

Mungkin apabila kamu menggunakan argumen ini sebagai alasan untuk kamu dapat keluar dari suatu perusahaan sepertinya agak tidak terang. Lantaran tantangan itu merupakan pandangan pada satu pekerjaan, sedangkan orang lain dapat mempunyai pandangan yang tidak sama pada suatu hal yang melihat dirinya itu. Terdapat orang yang ditantang untuk bekerja di lapangan karena memerlukan kekuatan fisik yang relatif lebih banyak.

Namun terdapat pula orang yang ditantang untuk bekerja sepanjang hari di kantor karena memerlukan konsentrasi serta mental yang lebih tinggi untuk menghindari diri dari kebosanan saat bekerja.

 

9. Memiliki dan Mengasuh Anak

Alasan yang selanjutnya untuk dapat keluar dari suatu perusahaan tempat dimana kamu bekerja adalah karena kamu memiliki dan mengasuh anak. Biasanya argumen ini diberikan oleh perempuan yang yang belum lama menikah. Jadi hal tersebut umumnya dapat dimaklumi oleh suatu perusahaan. Karena bekerja dalam keadaan hamil merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi seorang perempuan. Apalagi jika seorang perempuan tersebut bekerja di luar lapangan. Terlebih perempuan yang yang belum lama telah memiliki anak maka Ia akan lebih fokus untuk mengurus anak dan juga suaminya dibandingkan untuk bekerja.

Banyak orang tua yang ingin melihat tumbuh kembang dari anaknya sehingga tidak mau anaknya diasuh oleh orang lain. Umumnya menjadi seorang ibu mudah mengundurkan diri dari pekerjaan hanya beberapa saat saja sampai anaknya sudah mulai tumbuh besar dan dapat ditinggal serta diasuh oleh seorang pengasuh.

 

10. Gambaran Pekerjaan Tidak Sesuai Gaji atau Kontrak

Pada saat awal kamu masuk bekerja dalam suatu perusahaan pada umumnya kamu disuruh untuk menandatangani kontrak. Kontrak tersebutberisi konsekuensi untuk dapat menaati ketentuan sebagai karyawan dalam perusahaan, serta berisi mengenai gambaran pekerjaan yang yang akan kamu lakukan. Kontrak tersebut ditandatangani di atas selembar materai yang artinya pada kamu dan juga perusahaan sudah mempunyai hubungan hukum yang pasti.

Meskipun demikian kerap kali suatu perusahaan memberikan pekerjaan yang melebihi dari apa yang telah disetujui dalam kesepakatan. Hal tersebut tidak menjadi masalah apabila sebuah perusahaan memberikan kompensasi gaji yang lebih karena pekerjaan yang diberikan juga merupakan pekerjaan diluar kontrak.Namun apabila kompensasi gaji yang diberikan tidak sepadan maka selayaknya kamu memberikan argumen ini untuk dapat keluar dari suatu perusahaan tersebut.

 

11. Alasan Lain dengan Ketentuan yang Baik

alasan ini merupakan alasan yang menjadi Sisi paling susah karena beberapa calon yang ingin mengundurkan diri dari suatu perusahaan dihadapkan pada pilihan ingin damai atau ingin jujur terhadap perusahaan. Hal itu dikembalikan lagi kepada para calon resigner yang lebih memahami tindak-tanduk dari atasannya. Mungkin jika kamu mendapat atasan yang bijak kemudian kamu memberikan alasan keluar dari perusahaan tersebut dikarenakan sedang terjadi masalah antara kamu dengan karyawan yang lainnya maka kamu tidak diperbolehkan untuk keluar melainkan untuk damai dengan karyawan yang sedang terjadi masalah dengan kamu itu.

Pastikan untuk kamu memberikan alasan keluar dari perusahaan an8 baik tanpa adanya konfrontasi, termasuk juga pada saat argumen kita untuk keluar yang sebenarnya adalah lantaran terjadi adanya permasalahan antara kamu dengan karyawan yang lain. Kamu dapat memilih alasan yang lain seperti tidak diperbolehkan bekerja di perusahaan tersebut oleh orang tua, ikut suami, atau karena kamu ingin meningkatkan karir dalam hal yang lebih kamu senangi.

 

12. Berbicara dengan Baik (Speak First)

Jika kamu sudah mantap untuk mengundurkan diri dari suatu perusahaan tempat dimana kamu bekerja, maka secepatnya untuk kamu segera mengatur pertemuan dengan atasan untuk dapat membicarakan hal tersebut secara langsung. Hal ini menjadi salah satu cara yang bijak dan juga profesional untuk dapat kamu keluar dari suatu perusahaan tersebut. Berbicara dengan atasan menjadi prioritas yang utama namun jangan serta-merta kamu membawa surat resign terlebih dahulu. Bertemulah dengan atasan sembari mengemukakan maksud serta tujuan kamu berbicara dengan atasan tersebut.

Sepatutnya untuk kamu memperhatikan kondisi dari atasan tempat di mana kamu bekerja.jangan sampai kamu memberikan alasan untuk keluar dari pekerjaan pada saat kondisi atasan kamu sedang mengalami masalah. Jika dirasa untuk kamu bisa memberikan penjelasan mengenai mundurnya kamu dari pekerjaan itu maka berilah penjelasan secara bijak tanpa menghilangkan rasa hormat kepada atasan kamu.

 

13. Karena Orang Tua

Memang tidak dipungkiri jika orang tua bisa menjadi alasan kenapa resign, contohnya dimana kamu anak tunggal. Dan bekerja di luar kota yang jauh disana, maka orang tua biasanya akan cemas akan kondisi kamu sebagai anak. Maka ini bisa menjadi solusi dengan alasan resign karena orang tua, bagaimanapun juga ridho atau izin orang tua akan sangat berpengaruh pada kesuksesan kamu.

 

Langkah Mengajukan Pengunduran Diri yang Baik

Bagi kamu yang ingin mengundurkan diri dari suatu perusahaan selayaknya jika kamu mengundurkan diri secara baik-baik tanpa apa adanya keputusan yang gegabah. di bawah ini merupakan langkah untuk mengajukan pengunduran diri secara baik kepada perusahaan kamu bekerja.

 

Beritahukan Pengunduran Diri dari Jauh Hari

Langkah pertama untuk mengajukan pengunduran diri secara baik adalah memberitahukan pengunduran diri kamu dari jauh-jauh hari. Jangan sampai kamu memberikan alasan keluar dari perusahaan secara mendadak kepada atasan kamu. Hal tersebut dikarenakan pengunduran diri secara mendadak akan merepotkan beberapa orang. Jadi apabila kamu ingin keluar dari perusahaan beritahukan kepada atasan sekurang-kurangnya 1 bulan pada saat kamu mengajukan surat pengunduran diri sampai hari akhir kamu bekerja. Pada waktu itu dibutuhkan transisi pekerjaan yang akan menggantikan posisi kamu dalam perusahaan tersebut.

 

Berbicara Langsung dengan Atasan

Langkah yang selanjutnya adalah berbicara langsung dengan atasan. Yang mana seharusnya atasan kamu telah mengetahui terlebih dahulu mengenai alasan kamu mengundurkan diri. Jangan sampai ai terdapat gosip yang beredar mengenai pengunduran diri kamu dari perusahaan tersebut.

 

Berhati-Hati Dalam Berbicara

Mungkin apabila kamu ingin mengundurkan diri karena ketidakcocokan kamu terhadap harapkan kerja kamu, yang mana hal tersebut dapat memberikan emosi tersendiri. Namun tetap berhati-hatilah dalam berbicara sampai pada waktunya kamu mengundurkan diri baik berbicara secara langsung maupun di media sosial. Jangan sampai kamu menjelek-jelekkan atasan atau rekan kerja kamu sebagai alasan kamu mengundurkan diri dari perusahaan tersebut. Hal itu akan meninggalkan kesan yang negatif pada diri kamu.

 

Tetap Profesional Dalam Bekerja

Mmeskipun kamu sudah merencanakan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut bukan berarti kamu menjadi semena-mena dalam melakukan pekerjaan. Tetaplah melakukan pekerjaan dengan baik secara profesional. Paling tidak selesaikan pekerjaan kamu sebelum kamu sudah tidak bekerja di perusahaan tersebut. Sehingga jika kamu meninggalkan perusahaan kamu akan memberi kesan yang positif terhadap kamu.

 

Cermati Etika Kerja dan Kontrak

meskipun kamu sudah tidak bekerja dalam perusahaan tersebut akan tetapi kamu juga perlu untuk melindungi kerahasiaan dari perusahaan tersebut.hal itu sangat perlu untuk diperhatikan apabila kamu sudah pernah menandatangani non disclosure agreement.

 

Kembalikan Semua Properti Perusahaan

Selama kamu bekerja dalam perusahaan tersebut mungkin diberikan fasilitas untuk menunjang pekerjaan kamu yang dapat berupa laptop, alat transportasi si atau yang lainnya. Jangan sampai hai kamu lupa untuk mengembalikan barang-barang tersebut pada saat kamu keluar dari perusahaan. Tidak jarang pula orang yang yang tidak mengembalikan barang-barang pinjaman dari perusahaan karena resign secara diam-diam.

 

Jagalah Hubungan dengan Rekan Kerja dan Atasan

Jika kamu sudah tidak bekerja lagi dalam perusahaan tersebut alangkah baiknya untuk kamu tetap menjaga hubungan kepada rekan kerja kamu semasa dulu ataupun atasan dalam perusahaan tersebut.hal itu dapat meningkatkan silaturahmi kamu kepada orang lain yang mana akan bermanfaat pula bagi kamu di masa depan.

 

Pamit

Pamit merupakan langkah yang terakhir jika kamu ingin keluar dari suatu perusahaan. Hal tersebut merupakan etika yang sangat perlu untuk kamu lakukan kepada rekan kerja ataupun atasan. Pamit dapat berupa ucapan terima kasih kepada rekan kerja kamu dan juga atasan kamu yang telah memberikan banyak ilmu dan juga hal baru pada saat kamu bekerja di perusahaan tersebut.

 

Demikian ulasan mengenai alasan resign pekerjaan yang tepat, beserta langkah-langkah yang perlu kamu perhatikan untuk dapat keluar dari suatu perusahaan secara baik dan juga profesional. Semoga salah satu diantara ke-13 alasan yang kami berikan dapat menjadi argumen untuk kamu resign dari suatu pekerjaan. Semestinya jika kamu sudah tidak ingin bekerja dalam suatu perusahaan alangkah baiknya agar kamu tetap menjalin hubungan baik dengan rekan kerja kamu ataupun atasan kamu.