Wiwit Febriandari Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)

33+ Alat Musik Tradisional dan Asal Daerahnya: Lengkap

11 min read

alat musik tradisional

Indonesia memiliki keanekaragaman yang berupa bahasa, lagu, senjata, dan lain sebagainya dari berbagai daerahnya masing – masing. Kita sepatutnya bangga dengan keanekaragaman yang terdapat di Indonesia.

Alat musik tradisional sangat beragam jenisnya. Dari masing-masing daerah memiliki ciri khasnya beda-beda. Mulai dari segi bentuk, suara, hingga cara memainkannya.

 

Alat Musik Tradisional

Agar dapat mempelajari alat musik tradisional indonesia dan asalnya. Berikut Pintarnesia akan membahas tentang alat musik dari 33 provinsi di Indonesia.

 

1. Alat Musik Tradisional Nanggroe Aceh Darussalam

 

 

Nanggroe Aceh Darussalam memiliki alat musik tradisional yang dinamakan sarune kale. Serune kale berasal dari dua kata, yaitu serune yang merupakan instrumen tradisional Aceh, sedangkan kale yang merupakan nama desa di Kabupaten Pidie. Alat tersebut memiliki jenis buni aerofon, yaitu bunyi yang berasal dari hembusan angin.

Cara memainkan serune kale yaitu dengan meniupnya dan untuk mengatur nadanya menggunakan jari pada lubang yang ada di serune kale. Serune kale memiliki kemiripan dengan beberapa instrumen dari negara lain, seperti Malaysia dan Thailand.

 

2. Alat Musik Tradisional Sumatera Utara

 

Sumatera Utara, tepatnya Pualu Nias memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Aramba. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon, yaitu bunyi yang berasal dari bahan dasarnya. Alat musik ini dibawakan oleh satu orang. Cara memainkan Aramba adalah dipukul dengan menggunakan pemukul seperti stik. Aramba adalah salah satu alat musik yang terbuat dari tembaga, kuningan, suasa dan nikel yang memiliki ukuran diameter antara 40 hingga 50 cm.

Baca Juga : Alat Musik Ritmis: Pengertian, Contoh, Jenis dan Cara Memainkannya

 

3. Alat Musik Tradisional Sumatera Barat

Sumatera Barat, tepatnya Minangkabau memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Saluang. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Aerofon, yaitu bunyi yang berasal dari hembusan angin. Cara memainkannya adalah ditiup dengan bantuan jari-jari tangan yang berfungsi untuk menutup lubang yang terdapat pada Saluang, dimana lubang tersebut digunakan untuk mengatur nada. Panjang saluang kira-kira 40 hingga 60 cm, dengan diameter 3 hingga 4 cm.

 

4. Alat Musik Tradisional Sumatera Selatan

 

Sumatera Selatan memiliki alat musik tradisonal yang dinamakan Accordion. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Aerofon, yaitu jenis bunyi yang berasal dari hembusan napas. Alat musik tradisional dari Sumatera Selatan ini merupakan hasil dari masuknya budaya luar.  Cara memainkannya adalah ditiup dengan bantuan kedua tangan untuk mengatur alunan nada. Accordion memiliki bentuk dua buah kotak kayu untuk bagian sisi kanan dan kiri menjadi satu.

 

5. Alat Musik Tradisional Riau

 

Riau memiliki alat musik yang dinamakan Gambus. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Kordofun, yaitu bunyi yang berasal dari dawai atau senar. Gambus Riau merupakan adopsi dari Gambus al’ Ud yang berasal dari Arab. Gambus semula berguna sebagai sarana hiburan yang lebih religius yang dimainkan oleh individu di rumah ataupun hiburan bagi nelayan saat di atas perahu.

Gambus Riau hanya menggunakan 7 dawai/senar, ukurannya lebih kecil, ramping dan memiliki bentuk yang sedikit membulat. Gambus biasanya diiringi dengan gendang ketika memainkannya.

 

6. Alat Musik Tradisional Jambi

 

Jambi memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Serangko. Alat musik tersebut terbuat dari tanduk kerbau yang dirajah dengan tulisan aksara incung dengan ukuran rata-rata antara 1 hingga 1,5 meter dan cara memainkannya adalah ditiup. Serangko biasanya digunakan sebagai media pemberitahuan jikalau ada musibah di lingkungan masyarakat Jambi.

Alat musik ini memiliki suara yang cukup keras, selain itu alat musik ini juga bisa untuk menghasilkan nada-nada melodis jika di mainkan dengan membuka tutup lubang.

 

7. Alat Musik Tradisional Bengkulu

 

Bengkulu memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Doll. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Membranofon, yaitu jenis bunyi yang dihasilkan dengan cara dipukul. Memainkan Doll diperlukan semacam alat pemukul. Alat musik ini selalu dimainkan dalam perayaan tabot di daerah Bengkulu. Alat musik ini juga sering digunakan sebagai musik pengiring dalam tari-tarian tradisional di Bengkulu.

Baca Juga : Seni Musik: Pengertian, Unsur, Fungsi dan Jenis-Jenis Seni Musik

 

8. Alat Musik Tradisional Lampung

Lampung memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Bende. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon, yaitu jenis bunyi yang berasal dari bahan dasarnya. Cara memainkannya adalah dipukul dengan menggunakan alat pukul khusus. Pada masa lalu, alat musik ini biasanya digunakan untuk memberikan penanda kepada masyarakat untuk berkumpul di alun-alun untuk mendengarkan informasi dari penguasa atau untuk menandai diadakannya pesta rakyat.

 

9. Alat Musik Tradisional Kepulauan Bangka Belitung

Kepulauan Bangka Belitung memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Gendang Melayu. Alat tersebut memiliki jenis bunyi membranofon, yaitu jenis bunyi yang dihasilkan dengan cara memukul di sekitar area lunak menggunakan telapak tangan. Alat tersebut terbuat dari kayu dan kulit binatang ternak seperti kerbau, kambing atau lembu yang sudah dibersihkan dan dikeringkan.

 

10. Alat Musik Tradisional Kepulauan Riau

Kepulauan Riau memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Gendang Panjang. Alat tersebut memiliki jenis bunyi membranofon, yaitu jenis bunyi yang dihasilkan dengan cara menepukkan telapak tangan pada area yang lunak. Gendang panjang selalu dimainkan 2 buah, yaitu induk untuk gendang dengan ukuran besar yang bermembran kulit kerbau dan anak untuk gendang yang berukuran lebih kecil dan bermembran kulit kambing ini.

Kedua membran dalam gendang tersebut diikat dengan tali yang terbuat dari rotan. Ukuran gendang panjang rata-rata sekitar 21 inchi dan terbuat dari kayu marbau yang keras dan tahan lama untuk alat musik ini.

 

11. Alat Musik Tradisional DKI Jakarta

Ibukota Jakarta memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Tehyan. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Kordofon, yaitu jenis bunyi yang dihasilkan dengan cara digesek dibagian dawai atau senarnya, hampir sama dengan permainan biola. Alat musik ini terbuat dari kayu jati dengan tabung resonansi yang terbuat dari batok kelapa, dan dilengkapi senar. Alat musik ini merupakan gabungan dari adat Betawi dan Tiongkok yang masuk ke Indonesia pada zaman kolonial Belanda.

 

12. Alat Musik Tradisional Jawa Barat

Jawa Barat memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Angklung. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon, yaitu jenis bunyi yang dihasilkan dari alat itu sendiri dimana cara memainkannya adalah menggunakan tangan kita. Angklung terbuat dari bambu dan cara membunyikannya dengan menggoyangkan alat tersebut.

Bunyi yang terdengar disebabkan oleh benturan badan pipa bambu sehingga menghasilkan bunyi yang bergetar dalam susunan nada 2, 3, sampai 4 nada dalam setiap ukuran, baik besar maupun kecil. Angklung merupakan kebanggaan Indonesia karena telah terdaftar sebagai Karya Agung Warisan Budaya Lisan dan Nonbendawi Manusia dari UNESCO sejak November 2010.

 

13. Alat Musik Tradisional Jawa Tengah

Jawa Tengah memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Gamelan. Kata Gamelan berasal dari bahasa Jawa yaitu Gamel yang berarti memukul atau menabuh, diikuti akhiran -an yang menjadikannya kata benda. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon yang cara memainkannya adalah dipukul-pukul dengan menggunakan alat pemukul. Gamelan pada umumnya dipakai untuk mengiringi pagelaran wayang atau pada acara resmi seperti upacara keraton, syukuran, dan lain sebagainya.

 

14. Alat Musik Tradisional Jawa Timur

Jawa Timur memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Bonang. Alat tersebut memiliki jenis bunyiIdeofon yang cara memainkannya sama dengan gamelan, yaitu dipukul dengan menggunakan alat pemukul. Bonang terbuat dari perunggu yang dipalsukan, dilas dan dingin-dipalu besi, atau kombinasi dari logam.

Baca Juga : 15+ Contoh Alat Musik Melodis: Pengertian dan Cara Menggunakan

 

15. Alat Musik Tradisional Daerah Istimewa Yogyakarta

Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Gendang. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon yang cara memainkannya adalah ditepuk menggunakan telapak tangan pada sekitar area lunak. Fungsi dari gendang ini yaitu untuk mengatur irama pada saat pertunjukan. Dalam pertunjukan, gendang dimainkan oleh satu orang saja karena apabila dimainkan lebih dari satu orang akan berbeda nuansanya.

 

16. Alat Musik Tradisional Banten

Banten juga memiliki alat musik tradisional Gendang. Alat musik ini termasuk kedalam jenis bunyi Ideofon. Cara memainkannya sama seperti gendang pada umumnya, yaitu ditepuk menggunakan telapak tangan pada sekitar area lunak. Terdapat macam-macam ukuran gendang, yaitu gendang kecil, sedang, dan besar.

Gendang yang berukuran kecil disebut dengan rebana. Gendang yang berukuran sedang dan besar disebut dengan redap. Gendang biasa digunakan untuk mengiringi gerakan silat dalam budaya Banten.

 

17. Alat Musik Tradisional Bali

Bali memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Gengceng. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon. Cara memainkannya adalah dengan diletakkan pada kedua telapak tangan kemudian ditepukkan. Alat musik tersebut merupakan bagian terpenting dari seperangkat gamelan Bali.

Di antara alat gamelan lain, gengceng memegang peranan penting. Alat ini juga sering disebut Ceng-Ceng Ricik. Alat musik ini dibuat dari kayu nangka dan tembaga. Alat ini terdiri atas enam buah logam bundar di bagian bawahnya dan dua buah logam bundar di bagian atasnya. Di bagian atas perunggu gengceng terdapat tali untuk memegang gengceng. Tali tersebut berwarna merah yang dibuat sedemikian rupa.

 

18. Alat Musik Tradisional NTB

Nusa Tenggara Barat memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Serunai. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Aerofon yang cara memainkannya adalah ditiup dengan bantuan jari tangan untuk mengatur nadanya. Bagian unik dari serunai adalah ujungnya yang mengembang. Bagian tersebut berfungsi untuk memperbesar volume suara. Bahan untuk membuat sebuah puput serunai terdiri dari batang padi, kayu/bambu, tanduk kerbau/daun kelapa.

 

19. Alat Musik Tradisional NTT

Nusa Tenggara Timur memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Sasando. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Chordofon yang cara memainkannya adalah dipetik. Bagian utama sasando berbentuk tabung panjang yang biasanya dibuat dari bambu. Lalu pada bagian tengahnya berbentuk melingkar dari atas ke bawah dengan diberi beberapa ganjalan di mana senar-senar yang direntangkan di tabung, dari atas ke bawah bertumpu.

Ganjalan-ganjalan tersebut memberikan nada yang berbeda pada setiap petikan senarnya. Kemudian tabung sasando ini ditaruh dalam sebuah wadah yang terbuat dari semacam anyaman daun lontar yang dibuat seperti kipas. Wadah ini merupakan tempat resonansi sasando.

 

20. Alat Musik Tradisional Kalimantan Tengah

Kalimantan Tengah memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Japen. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Kordofon yang cara memainkannya adalah dipetik. Nada yang dihasilkan japen juga mirip dengan nada-nada musik kecapi. Petikan dawai dimainkan akan menghasilkan bunyi yang akrab dengan budaya Tionghoa.

Baca Juga : Musik Tradisional: Pengertian, Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Musik Tradisional

 

21. Alat Musik Tradisional Kalimantan Timur

Kalimantan Timur memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Sampe. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Kordofon yang cara memainkannya adalah dipetik pada bagian senarnya. Alat musik ini berfungsi untuk menyatakan perasaan, baik perasaan gembira, rasa sayang, kerinduan, atau bahkan rasa duka nestapa. Pada zaman dahulu, memainkan sampe pada saat siang dan malam hari dapat menimbulkan perbedaan kesan.

Apabila dimainkan pada siang hari, irama yang dihasilkan menyatakan perasaan gembira dan suka ria. Sedangkan jika dimainkan pada malam hari akan menghasilkan irama yang bernada sedih.

 

22. Alat Musik Tradisional Kalimantan Barat

Kalimantan Barat memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Tuma. Alat tersebut memiliki jenis bunyi membranofon yang cara memainkannya adalah ditepuk menggunakan telapak tangan. Alat musik ini terbuat dari bahan dasar kayu yang berdiameter 25 cm dengan panjang 1 m sebagai rangkanya dan menggunakan kulit lembu sebagai membrannya. Alat musik ini seringkali dimainkan sebagai pengiring tarian tradisional bersamaan dengan alat musik tradisional lainnya.

 

23. Alat Musik Tradisional Kalimantan Selatan

Kalimantan Selatan memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Panting. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Kordofon, yang cara memainkannya adalah dipetik pada bagian senarnya. Pada abad ke-18, musik panting digunakan untuk mengiringi tarian Japen dan Gandut. Dalam periode tersebut, musik panting diiringi juga dengan istrumen lain seperti babun, gong, suling, dan rebab. Tapi setelah biola masuk ke dalam Kerajaan Banjar, maka kedudukan rebab tergantikan oleh biola.

 

24. Alat Musik Tradisional Kalimantan Utara

Sulawesi Utara memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Kolintang. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon yang cara memainkannya adalah dipukul. Alat musik tradisional ini terbuat dari kayu yang dipotong sesuai dengan ukuran dan disusun diatas alas kayu yang berfungsi sebagai resonator. Kayu yang digunakan biasanya merupakan kayu telur, bandaran, wenang, kakinik dan kayu sejenisnya.

 

25. Alat Musik Tradisional Sulawesi Tengah

Sulawesi Tengah memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Ganda. Alat tersebut memiliki jenis bunyi membranofon yang cara memainkannya adalah ditepuk dengan menggunakan telapak tangan. Seperti halnya Gendang, alat musik Ganda juga memiliki 2 buah sisi yang dilapisi kulit binatang.

 

26. Alat Musik Tradisional Sulawesi Selatan

Sulawesi Selatan memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Keso. Ada pula orang yang menyebutnya Kere-Kere Galang. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Chordofon yang cara memainkannya adalah digesek pada bagian senarnya. Tapi ada satu hal yang unik dari Keso-Keso, yaitu senar yang digunakan bukanlah senar sembarangan melainkan senar tersebut terbuat dari rambut ekor kuda.

 

27. Alat Musik Tradisional Sulawesi Tenggara

Sulawesi Tengggara memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Lado-lado. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Ideofon yang cara memainkannya adalah dipukul. Alat musik klasik ini terbuat dari kayu atau bambu yang dibentuk seperti gitar. Dan jika anda melihatnya secara langsung memang agak sulit karena bentuknya juga menyerupai Gambus.

 

28. Alat Musik Tradisional Sulawesi Barat

Sulawesi Barat memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Kecapi. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Kordofon yang cara memainkannya adalah dipetik pada bagian senarnya. Awal mulanya kecapi berasal dari negeri China yang memiliki nama lain yaitu Ghuzeng. Dan kecapi biasanya digunakan untuk mengiringi musik dengan alunan yang lembut dan mendayu.

 

29. Alat Musik Tradisional Gorontalo

Gorontalo rupanya memiliki alat musik tradisional yang bernama sama dengan alat musik dari Sulawesi Tengah yaitu Ganda. Alat tersebut memiliki jenis bunyi membranofon yang cara memainkannya adalah ditepuk menggunakan telapak tangan.

 

30. Alat Musik Tradisional Maluku

Maluku memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Nafiri. Alat tersebut memiliki jenis bunyi membranofon yang cara memainkannya adalah ditepuk menggunakan telapak tangan. Pemain Nafiri haruslah orang yang memiliki napas panjang,badan yang sehat, dan memiliki teknik khusus sehingga tidak putus suaranya pada saat meniup nafiri. Nafiri ditiup dengan tangan kanan sedangkan tangan kirinya memegang bagian bawahnya.

 

31. Alat Musik Tradisional Maluku Utara

Maluku Utara memiliki alat musik tradisional yang dinamakan FU atau Tahuri. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Aerofon yang cara memainkannya adalah ditiup. Bila dilihat keistimewaan yang paling dominan adalah bahan dasar pembuatan Alat musik FU sendiri, 100% dapat dikatakan berasal dari hasil alam. Asal alat musik ini adalah dulu ada sesesorang yang tersesat di hutan kemudian ia meniup Fu untuk meminta bantuan.

 

32. Alat Musik Tradisional Papua

 

Papua memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Tifa. Alat tersebut memiliki jenis bunyi membranofon yang cara memainkannya adalah dipukul dengan menggunakan telapak tangan. Alat musik Tifa di daerah Papua biasanya pada bagian tengah lebih melengkung dan memiliki pegangan pada bagian tengah. Alat musik Tifa juga dibagi menjadi beberapa jenis, diantara Tifa jekir, Tifa potong, Tifa dasar, dan Tifa bas. Jenis tifa tersebut biasanya dibedakan dari warna suaranya, sehingga saat dimainkan bersama harus disesuaikan dengan suara dan fungsinya masing-masing.

 

33. Alat Musik Tradisional Papua Barat

Papua Barat memiliki alat musik tradisional yang dinamakan Guoto. Alat tersebut memiliki jenis bunyi Kordofon yang cara memainkannya adalah dipetik pada bagian senarnya. Alat musik ini terbuat dari kayu dan kulit binatang, yaitu binatang Lembu.

 

Nah itulah 33 jenis alat musik dari masing-masing daerah di Indonesia. Semoga kita dapat menambah wawasan tentang kebergaraman Indonesia. Warisan seperti itu haruslah kita jaga sehingga anak cucu kita dapat mengenal berbagai alat musik daerah. Sekian yang dapat Pintarnesia sampaikan, bila ada kesalahan kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.

Wiwit Febriandari Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight