Wiwit Febriandari Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)

Bagian Sel: Pengertian, Fungsi, Bagian-Bagian dan Contoh Sel

11 min read

bagian sel

Bagian Sel – Dikesempatan kali ini Pintarnesia akan membahas tentang pengertian bagian-bagian dari sel beserta fungsi dan contohnya secara lengkap, sel merupakan bagian terkecil yang menyusun setiap makhluk hidup. Langsung saja tanpa basa basi lagi mimin sudah buatkan pengertian lengkapnya dan sangat mudah untuk dipahami berikut ini. Simak baik baik penjelasannya supaya kamu makin pintar.

 

Pengertian Sel

Apa itu sel? Sel adalah unit paling kecil yang menyusun setiap organisme dan dapat melaksanakan fungsi hidup sendiri dan berkembang biak dengan cara bereplikasi atau sering disebut dengan membelah diri. Sel itu bagian yang paling penting yang merupakan penyusun tubuh organisme, berdasarkan jumlah sel yang dimiliki setiap makhluk hidup, organismenya telah dibedakan menjadi 2 tingkatan yaitu unisel dan multisel.

Pada organisme unisel, tubuhnya terdiri atas sel yang membuat kegiatan hidupnya dilaksanakan oleh sel itu sendiri. Contohnya pada, Paramecium Bakteri, Amoeba, Virus, dll. Sedangkan organisme multisel, tubuhnya tersusun atas banyak sel yang mempunyai fungsinya masing – masing.

 

 

Sejarah Sel

Istilah sel pertama kali digunakan oleh Robert Hooke di kisaran 300 tahun yang lalu, yang digunakan untuk ruang ruang kecil seperti kotak yang dilihatnya pada saat ia sedang mengamati sebuah gabus dan bahan tumbuhan lain di bawah mikroskop.

Kemudian pada 1839, fisiologiwan Purkinye memperkenalkan istilah yaitu protoplasma bagi zat hidup dari sel tersebut. Istilah dari protoplasma Purkinye tidak terlalu memberi pengertian fisik dan kimiawi yang begitu jelas, akan tetapi dapat digunakan untuk menyebut semua zat yang terorganisasi dalam sel.

Pada tahun yang sama seorang botaniwan Matthias Schleiden dan zoologiwan Theodor Schwann yang berasal dari Jerman, telah membuktikan bahwa sel hidup berisi cairan sitoplasma untuk segala aktivitas dasar pada setiap makhluk hidup. Lalu pembuktian tersebut berkembang menjadi teori sel yang menyatakan bahwa semua tubuh tumbuhan serta hewan terdiri atas sel-sel, yakni unit dasar dari kehidupan.

Namun ada juga beberapa makhluk hidup yang tubuhnya haya terdiri dari satu sel. Meskipun terdiri dari satu sel, makhluk hidup tersebut dapat melaksanakan semua fungsi kehidupan. Organisme ini jug memiliki ciri – ciri sebagai makhluk hidup contohnya makan, respons terhadap rangsangan, tumbuh dll.

Selain makhluk hidup bersel satu, begitu banyak makhluk hidup yang tubuhnya memiliki banyak sel. Masing – masing sel memiliki bentuk serta fungsi yang berbeda beda. Hal seperti ini menunjukan bahwa sel merupakan unit fungsional struktural dari kehidupan.
Sel terdiri dari tiga bagian, yaitu selaput plasma, sitoplasma dan organel – organel kecil lainnya. Antar bagian bagian sel tersebut terdapat sebuah koorginasi sehingga keseluruhannya secara bersama-sama dapat menyusun sistem yang kompak.

Pada tubuh makhluk hidup yang terdiri dari banyak sel, sel – sel yang mempunyai bentuk sama berkelompok untuk melakukan fungsi tertentu, yang bisa disebut dengan fungsi jaringan. Satu kelompok jaringan haya dapat bisa di gabungkan menjadi satu organ, organ organ ini akan membentuk sebuah system organ contohnya system saraf maupun pencernaan, system organ akan bekerja sama membentuk sebuah individu.

Baca Juga: Pengertian Biologi.

 

Bagian-Bagian Sel dan Fungsinya

Sel hewan dan juga sel tumbuhan mempunyai persamaan serta perbedaan struktur sel dan fungsinya. Persamaan dari kedua sel tersebut adalah mempunyai bagian bagian sel seperti membran sel, sitoplasma, nukleus, mitokondria, ribosom, retikulum endoplasma (RE), aparatus golgi, lisosom, dan peroksisom. Berikut merupakan bagian – bagian sel beserta fungsinya.

Membran Sel

Membran sel ialah permukaan luar setiap sel yang dibatasi oleh selaput halus dan juga elastis. Membran sel sangatlah penting dalam pengaturan isi sel, dikarenakan semua bahan yang masuk harus melewati membran sel. Hal ini berarti, membran sel dapat mencegah masuknya zat zat yang mungkin atau dapat merugikan sel dan memudahkan masuknya zat zat yang berguna bagi sel. Selain dapat membatasi sel, membran plasma juga dapat membatasi berbagai organel-organel dalam sel, seperti kloroplas, vakuola, dan mitokondria.

Membran plasma bersifat diferensial permeable dan memiliki pori – pori ultramikroskopik yang dilalui oleh zat-zat tertentu. Ukuran pori – pori tersebut menentukan besar maksimal molekul yang dapat melalui membran. Selain dengan besarnya molekul, faktor lain yang dapat mempengaruhi masuknya suatu zat ke dalam sebuah sel adalah muatan listrik, daya larut partikel di dalam air serta jumlah molekul air.

Membran sel terdiri dari dua lapis molekul fosfolipid atau lemak yang bersenyawa fosfat. Bagian ekor dengan asam lemak yang mempunyai sifat hidrofobik , kedua lapis molekul tersebut saling berorientasi ke dalam. Sedangkan untuk bagian kepalanya bersifat hidrofilik (polar) mengarah ke lingkungan yang berair. Selain fosfolipid terdapat juga glikolipid atau lemak yang bersenyawa dengan sterol atau lemak alkohol terutama kolesterol dan juga karbohudrat.

Sedangkan untuk komponen protein terletak pada membran dengan posisi yang jelas berbeda beda. Beberapa protein terletak di periferal, sedangkan untuk yang lain tertanam pada integral dalam lapis ganda fosfolipid.

Beberapa protein membran ialah enzim, sedangkan yang lain ialah reseptor bagi hormone atau senyawa tertentu. Komposisi protein penyusun membran dan lipid sangatlah bervariasi, tergantung pada fungsi dan jenis membran. Namun membran memiliki ciri ciri yang sama, yaitu bersifat permeable selektif terhadap molekul-molekul. Sehingga, membran sel dapat mempertahankan bentuk serta ukuran selnya.

Sitoplasma

Sitoplasma adalah material yang di dalamnya terdapat berbagai organel sel. Sebagian besar bahannya adalah air. Di dalam sitoplasma terlarut molekul molekul kecil seperti asam amino, asam lemak, gula, garam, vitamin, nukleotida dan gas gas tertentu serta ion dan beberapa protein. Bahan sitoplasma disebut dengan sitosol. Sejumlah enzim yang diperlukan untuk metabolisme sel juga ada di dalam sitoplasma.

Selain berfungsi sebagai tempat penyimpanan bahan kimia vital, bahan dasar ini juga adalah tempat lintasan metabolisme tertentu misalnya glukosa. Selain itu sitoplasma juga memiliki fungsi yaitu sebagai tempat pergerakan organel organel dalam aliran sitoplasma.

Nukleus

Nukleus adalah organel terbesar dalam sel, terdapat di semua sel eukariotik, kecuali pada sel-sel sel darah merah mamalia dewasa dan pembuluh floem dewasa. Bentuk inti ini lonjong hingga bulat dengan garis tengah ± 10 µm dan memiliki panjang ± 20 µm.

Umumnya tiap sel mempunyai satu inti, tetapi ada juga yang mempunyai lebih dari satu inti. Misalnya Paramecium yang mempunyai dua inti, yakni mikronukleus dan makronukleus. Nukleus memiliki peran penting bagi kehidupan sel, dikarenakan berfungsi untuk mengendalikan seluruh kegiatan sel, hal ini di karenakan inti sel mengandung beberapa informasi genetika dalam bentuk DNA.

DNA dapat merreplikasi atau membuat tiruan diri sendiri yang diikuti pembelahan inti. Sehingga, inti duplikasi mengandung DNA yang sama dengan induknya. Nukleus terbungkus oleh selaput inti dan mengandung kromatin, satu atau dua nucleus serta nukleoplasma.

Selaput init terdiri dari dua lapis membran. Selaput luar berhubungan langsung dengan reticulum endoplasma, retikulum endoplasma tertutup oleh beberapa ribosom dan juga terlibat dalam sintesis protein.

Dalam selaput yang satu ini terdapat pori – pori yang memungkinkan pertukaran zat antara sitoplasma dan juga nukleus, contohnya keluarnya ribonucleic acid duta (RNAD), masuknya protein nukleotida, ribosom dan molekul yang mengatur kegiatan DNA. Di dalam inti terdapat getah inti atau nukleoplasma yang dapat membentuk sel. Nukleoplasma mengandung beberapa substansi kimia seperti enzim, nukleotid, protein dan ion-ion.

Kromatin tersusun atas beberapa untaian DNA yang terikat pada protein dasar. Kromatin artinya materi berwarna, karena sifatnya yang mudah menyerap warna agar bis dilihat dibawah mikroskop. Saat proses pembelahan sel, kromatin dapat menyerap zat pewarna secara intensif sehingga lebih mudah dilihat. Benang kromatin mengerut yang dapat menyerupai benang terpilin yang disebut kromosom.

Nukleolus memilik bentuk yaitu bulat, terdapat di dalam nukleoplasma yang memiliki fungsi dalam pembuatan RNA. Selain itu, nukleolus juga mengandung banyak DNA yang juga dapat bertindak sebagai organisator nuckeolus dan mengandung salinan gen yang dapat memberi kode RNA ribosom. Nukleolus akan larut dan tidak tampak lagi dalam profase dan juga akan dibuat lagi oleh organisator pada akhir pembelahan.

Mitokondria

Mitokondria ialah benda benda bulat atau juga batang yang memiliki ukuran dikisaran 0,2 µm sampai 5 µm. jumlahnya biasanya beberapa buah bahkan bisa sampai 1000 buah/sel. Sel sel aktif atau yang memerlukan energi yang besar mempunyai mitokondria yang lebih banyak dari biasanya, contohnya pada sel hati yang mengandung lebih dari 1000 mitokondria. Setiap mitokondria dibungkus oleh membran ganda.

Membran luar maupun membran dalam terdiri dari suatu lapisan ganda. Membran luar memiliki sifat yang sangat licin, sedangkan membran dalam akan melipat berulang ulang menjadi lipatan lipatan yang akan masuk ke dalam ruang mitokondria yang mengakibatkan membran dalam akan menjadi luas. Lipatan dalam ini disebut sebagai krista. Di dalam krista ini terdapat suatu enzim untuk system transmite electron yang sangat berguna untuk mengubah energi potensial dari bahan makanan menjadi energi potensial yang dapat disimpan di dalam ATP. Energi ATP ini juga dapat dipakai oleh sel untuk melakukan berbagai kegiatan.

Oleh karena itu mitokondria cenderung lebih suka berkumpul di daerah sel yang paling aktif, contohnya pada sel otot dan juga sel saraf. Kedua sel itu banyak mengandung mitokondria, dikarenakan paling aktif terlibat dalam transmisi implus listrik, sekresi dan kontraksi.

Ribosom

Ribosom ialah struktur yang paling kecil dengan ukuran garis tengah lebih 20 cm, berbentuk bulat serta tersuspensi dalam sitoplasma. Ribosom memiliki kandungan RNA serta protein dengan perbandingan yang sama. Ribosom berfungsi sebagai tempat untuk pembuatan protein. Ribosom terikat pada membran reticulum endoplasma dapat bebas dalam matriks sitoplasma. Pada umumnya ribosom yang menempel pada retikulum endoplasma berfungsi untuk mensitetis protein agar di bawa keluar sel melalui retikulum endoplasma dan golgi kompleks.

Sedangkan ribosom yang ada dalam sitoplasma, mensintetis protein untuk keperluan sel itu sendiri. Didalam sel juga ada beberapa kelompok, terdiri atas lima sampai enam ribosom yang sering disebut dengan polisom yang merupakan unit fungsional yang efektif dalam sintetis protein.

Retikulum endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan system membran yang luas dan berada di dalam sel. Retikulum endoplasma jika dilihat di bawah mikroskop elektron seperti halnya rongga atau tabung pipih yang saling berhubungan dan menutupi sebagian besar sitoplasma. Membran retikulum endoplasma ini memiliki struktur lipid protein yang sama dengan membran lain dalam sel. Setiap membran reticulum endoplasma mempunyai satu permukaan yang menghadap sitosol dan yang lain menghadap bagian dalam rongga.

Retikulum endoplasma dibagi menjadi dua, yaitu Retikulum endoplasma kasar yang banyak mengikat ribosom, dan Retikulum endoplasma halus yang terdiri atas membran saja. Keduanya dapat ditemukan di dalam satu sel yang sama. Retikulum endoplasma halus memiliki peran dalam proses sekresi sel dan juga sintetis lemak,steroid dan fosfolipid. Sedangkan Retikulum endoplasma kasar berfungsi sebagai tempat sintetis protein.

 

Badan Golgi

Badan golgi terdapat di semua sel, kecuali pada sel darah merah dan sperma dewasa. Badan golgi terdiri atas anyaman saluran yang tak teratur yang terlihat seperti susunan membran yang sejajar tanpa granula. Bagian bagian tertentunya dapat membesar membentuk suatu kantung atau vesikula yang berisi zat. Bdan golgi paling penting dalam sel yang aktif terlibat dalam sekresi.

Badan golgi digunakan sebagai tempat penimbunan sementara protein dan zat zat lain yang dibuat oleh reticulum endoplasma. Zat zat ini dalam badan golgi dibungkus kembali dalam vesikula atau kantung kantung besar. Kemudian vesikula tersebut bergerak ke permukaan sel, lalu membran vesikula membuka dan mengeluarkan isinya ke luar.

Badan golgi adalah tempat sintesis polisakarida, contohnya saja pada mucus, Selulosa yang disekresikan oleh sel tumbuhan untuk membentuk dinding sel, disintesis pada badan golgi.

 

Lisosom

Lisosom adalah struktur yang agak bulat atau lonjong dan juga dibatasi oleh membran tunggal. Ukuran diameternya adalah dikisaran kurang lebih 1,5 µm. Lisosom dihasilkan oleh badan golgi yang penuh protein. Lisosom ini mengandung berbagai jenis macam enzim yang dapat melakukan hidrolisis makromolekul-makromolekul, seperti polisakarida, lipid, asam nukleat, fosfolipid, , dan juga protein di dalam sel.

Enzim-enzim hidrolitik terkurung di dalam lisosom sehingga dapat menghalangi untu mencerna komponen – komponen didalam sel. Jika enzim hidrolitik ini dapat keluar dari lisosom, maka isi sel dapat terhidrolisis. Oleh sebab itu, lisosom sendiri sering dinamakan sebagai kantung pembunuh diri, apabila bahan didalam sel harus dicerna, pertama tama bahan tersebut dapat digabungkan dengan lisosom, kemudian dihidrolisis. Bahan-bahan tersebut adalah struktur subseluler lain, contohnya pada mitokondria yang telah berhenti berfungsi, bakteri yang merugikan atau partikel-partikel makanan.

Lisosom juga berperan penting untuk menghancurkan sel yang sudah tidak berfungsi. Bila sel luka atau mati, lisosom akan membantu dalam proses menghancurkannya. Contohnya, ekor kecebong yang lama kelamaan akan dihancurkan oleh lisosom.

 

Periksisom

Periksisom memiliki besar hamper sama dengan lisosom yanitu di kisaran 0,3 – 15 µm dan dibatasi oleh membrane tunggal. Peroksisom dihasilkan oleh retikulum endoplasma. Peroksisom penuh berisi enzim dan yang paling khas adalah katalase.

Enzim ini mengkatalis perombakan hidrogen peroksida , yakni produk yang memiliki potensi yaitu dapat membahayakan metabolisme sel. Peroksisom berperan dalam proses perubahan lemak menjadi karbohidrat,serta dalam perubahan purin dalam sel.

Pada hewan, peroksisom terdapat pada sel-sel ginjal serta hati. Sedangkan, untuk tumbuhan, terdapat berbagai tipe dari sel tersebut. Peroksisom sel-sel tumbuhan sering mengandung bahan-bahan yang terkristalisasi.

 

Mikrotubulus

Mikrotubulus adalah silinder protein yang terdapat pada sebagian besar sel hewan dan juga sel tumbuhan. Ukuran diameter luarnya kira kira 25 nm dan diameter lumennya kurang lebih 15 nm. Protein yang membentuk mikrotubulin sering disebut sebagai tubulin.

Tubulin di bedakan menjadi dua macam, yaitu α tubulin dan β tubulin. Kedua tubulin tersebut mempunyai susunan asam amino yang berbeda. Dua molekul tersebut bergabung membentuk suatu dimer. Dimer adalah blok bangunan yang membentuk mikrotubulus. Dimeri dapat membentuk dinding silinder dalam bentuk heliks.

Mikrotubulus mempunyai sifat kaku sehingga sangat penting untuk dapat mempertahankan atau mengontrol bentuk sel Mikrotubulus yang berperan dalam pembelahan sel, dikarenakan setiap kromosom bergerak ke kutub pembelahan yang terikat pada gelendong mitotik yang dibentuk oleh sebuah mikrotubul. Selain itu sebuah sel mikrotubul juga berguna sebagai tempat saluran bagi arus zat sitoplasma di dalam sel dan merupakan komponen stuktural yang sangat penting dari flagella serta silia.

 

Mikrofilamen

Yang terakhir adalah Mikrofilamen, Mikrofilamen adalah serat tipis panjang yang memiliki diameter 5 – 6 nm, terdiri atas protein yang sering disebut dengan aktin. Begitu banyak mikrofilamen yang membentuk sebuah jaringan atau juga kumpulan pada berbagai tempat yang ada didalam sel, contohnya terbentuknya mikrofilamen yang dapat memisahkan kedua sel anak yang akan membelah. Selain itu, mikrofilamen memiliki peran yang sangat penting dalam gerakan atau aliran sitoplasma. Mikrofilamen ialah ciri-ciri penting dalam sel yang berubah-ubah bentuknya.

 

Mungkin itulah yang bisa kami sampaikan tentang bagian bagian sel baik pengertian, fungsi, dan contoh selnya. Semoga dapat menambah wawasan kalian tentang bagian-bagian dari sel. Bila terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan dimaklumi.

Wiwit Febriandari Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)
DarkLight