Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Berpikir Kritis: Pengertian, Teknik, Unsur dan Contoh Berpikir Kritis

5 min read

berpikir kritis

Berpikir Kritis – Berpikir biasanya sering disambung-sambungkan dengan proses menentukan suatu ide pikiran atau gagasan seseorang. Sebagai suatu makhluk hidup berpikir merupakan kegiatan rutinitas dalam menjalankan kehidupan. Pada umumnya pengertian berpikir kritis adalah proses dimana seseorang melakukan kegiatan untuk mencari suatu tujuan ataupun keputusan pada suatu masalah atau suatu perkara.

 

Pengertian Berpikir

Sebelum membahas apa yang dinamakan dengan berpikir kritis, terlebih dahulu kamu mengetahui apa itu yang dinamakan dengan berpikir. Berpikir adalah kegiatan yang dilakukan guna mencari ide atau gagasan yang muncul pada diri kita karena karena suatu kesimpulan atau ringkasan satu atau beberapa kejadian atau masalah secara masuk akal.

 

 

Pengertian Berpikir Kritis Menurut Para Ahli

Setelah mengetahui tentang pengertian “berpikir” sekarang waktunya untuk baca baca referensi nih pengertian berpikir kritis menurut para ahlinya, simak baik baik berikut ini.

 

Beyer (1985)

Menurut Bayer, berpikir kritis merupakan kemampuan menetapkan kreditibilitas suatu sumber, membedakan yang mana yang relevan dan yang mana yang tidak relevan, dapat membedakan fakta dari penilaian, Mengidentifikasi serta mengevaluasi asumsi yang tersirat, mengidentifikasi bias, mengevaluasi bukti yang ditawarkan guna mendukung pengakuan, dan meneliti sudut pandang.

 

Ennis (1962)

Ennis mengungkapkan bawa Berpikir kritis adalah pola berpikir dengan alasan yang reflektif dengan mempertimbangkan atau menekanan pada si pembuat keputusan tentang apa-apa yang harus dilakukan dan juga tentang apa yang harus yang percayai.

 

Mustaji (2012)

Menurut Mustaji Berpikir Kritis ialah Berpikir dengan suatu alasan yang menekakan pada pembuatan keputusan tentang apa yang perlu dilakukan dan apa yang perlu dipercayai.  Contoh kemampuan dalam berpikir kritis yaitu : membandingkan dan membedakan, membuat suatu kategori, meneliti bagian-bagian secara detail dan keseluruhan, menjelaskan sebab, membuat urutan, menentukan sumber-sumber yang dapat dipercayai, dan membuat ramalan.

 

 

Teknik Berpikir

Dalam melakukan suatu kegiatan atau proses pasti terdapat tata cara atau teknik. Dalam mencari suatu ide atau gagasan juga memiliki teknik-teknik tertentu yang harus kalian pahami. Berikut ini merupakan teknik dalam berpikir : Berpikir Austik, Berpikir Realistic, Berpikir Kreatif, dan Berpikir Evaluatif.

 

  • Berpikir Austik

Berpikir austik biasanya dicontohkan dengan yang namanya berkhayal atau membayangkan sesuatu yang tidak sesuai dengan realita atau kenyataan. Tentunya semua orang pernah mengalami hal ini. Nah teknik berpikir austik juga sering dicontohkan dengan melamun.

 

  • Berpikir Realistik

Teknik berpikir realistik ini dilakukan oleh seseorang karena mempertimbangkan keadaan nyata atau realita. Pada teknik berpikir realistik dapat dibedakan menjadi dua yaitu realistik induktif dan realistik deduktif. Dibawah ini merupakan penjelasan dari perbedaan berpikir realistik induktif dan deduktif.

Realistik Induktif – Pada Teknik berpikir realistik induktif realistik ini seseorang membuat suatu kesimpulan atau ringkasan dari suatu masalah yang nyata berdasar pegalaman.

Realistik Deduktif – Pada Teknik berpikir realistik Deduktif contohnya seseorang menarik suatu kesimpulan dari suatu masalah yang dialaminya dan berpikir supaya al yang dialaminya bisa untuk diatasi.

 

  • Berpikir Kreatif

Teknik berpikir kreatif yaitu seseorang diharuskan untuk membuat ide atau gagasan yang baru dan dan unik serta beda dari gagasan atau ide-ide yang lain. Dalam berpikir kreatif seseorang diharuskan memiliki kreatifitas yang tinggi untuk dapat mencitkan sesuatu yang baru.

Berpikir Kreatif juga dilakukan untuk mendapatkan sesuatu yang bermanfaat untuk mendapatkan suatu tujuan yang pasti dalam bentuk suatu ide baru.

 

 

Model Berpikir Kritis

Model untuk  Berpikir kritis dikembangkan oleh Kataoka – Yahiro dan Saylor untuk penilaian keperawatan. Model yang satu ini mendefinisikan hasil akhir dari pikiran yang kritis sebagai tolak ukur nilai kebidanan yang bisa dibilang relevan atau sesuai dengan masalah kebidanan di dalam kondisi yang bermacam-macam.

Model yang satu ini dirancang sebagai penilai kebidanan ditingkat pengelolaan, pelayanan, dan pendidikan. Saat seorang perawat berada di pelayanan, model ini menunjukan lima komponen berpikir kritis yang menuntun bidan agar membuat rencana tindakan supaya asuhan kebidanan efektif dan aman.

Baca Juga: Pengertian Ide Pokok.

 

Dasar Pengetahuan Khusus

Komponen yang penting dalam berpikir kritis adalah dasar pengetahuan khusus perawat di dalam keperawatan. Dasar dalam pengetahuan ini ada banyak dan sesuai dengan program pendidikan dasar dalam keperawatan mulai dari jenjang perawat yang akan diluluskan, kelanjutan pendidikan setelah itu, setiap gelar tingkat lanjutan yang didapat perawat itu.

Dasar-dasar pengetahuan perawat terdiri atas informasi dan teori dari ilmu pengetahuan alam, humaniora, serta keperawatan yang dibutuhkan untuk menentukan masalah keperawatan. Informasi yang diberikan itu memberi data yang dipakai dalam suatu proses berpikir kritis. Kesimpulan yang didapatkan yaitu dasar pengetahuan ini mencangkup pendekatan yang menguatkan kemampuan perawat untuk berpikir secara kritis tentang suatu masalah pada kebidanan.

 

 

Pengalaman

Komponen yang kedua dari  berpikir kritis ialah pengalaman dalam kebidanan. Terkecuali bidan memiliki kesempatan untuk mempraktekan didalam lingkungan klinik dan memberikan keputusan tentang perawat klien, kemudian bepikir kritis tidak akan pernah terbentuk.

Disaat bidan harus  menangani klien, informasi yang berkaitan dengan kesehatan dapat dikenali dengan cara mengamati, merasakan, berkomunikasi dengan klien, dan merefleksikan dengan cara aktif pada pengalaman.

 

 

Sikap untuk Berpikir Kritis

Menurut Paul (1993) telah menyimpulkan bahwa sikap-sikap yang merupakan aspek utama dari berpikir kritis. Sikap tersebut yaitu nilai yang perlu ditunjukan keberhasilanya oleh para pemikir kritis. Setiap pribadi harus menunjukan kekreatifitas kognitif guna berpikir secara kritis, namun juga perlu diingat bahwa penting untuk memastikan bahwa kekreatifan ini digunakan dengan cara adil dan bertanggungjawab.

 

Berpikir Mandiri

Semakin tumbuhnya seseorang menjadi lebih dewasa dan memperoleh pengetahuan baru, mereka akan belajar untuk mempertimbangkan ide-ide serta konsep dengan jarak yang luas lalu membuat penilaian mereka sendiri.

Untuk dapat berpikir secara mandiri, seseorang menggunakan cara tradisional dalam berpikir serta mencari rasional dan jawaban yang logis untuk masalah yang sedang dihadapi.

 

Mengambil Risiko

Dalam hal mengambil risiko perlu dibutuhkanya niat dan kemauan perawat untuk mengambil risiko dan mengenali keyakinan apa yang tidak benar kemudian untuk melakukan suatu tindakan yang didasarkan pada keyakinan yang didukung oleh fakta serta bukti yang kuat.

 

Kreativitas

Dalam Kreatifitas mencangkup berpikir secara original. Itu dapat memiliki arti menemukan suatu solusi diluar apa yang sedang dilakukan dengan cara yang tradisional. Tidak jarang klien menghadapi suatu masalah yang memerlukan pendekatan secara unik.

 

 

Unsur Unsur Dasar Berpikir Kritis

Menurut Enis (1996 :364) ada 6 unsur berpikir kritis yang dapat disingkat FRISCO.

F (Focus) Untuk membuat suatu keputusan tentang apa yang dipercayai maka harus bisa memperjelas suatu pertanyaan atau pendapat yang ada, dan diputuskan itu mengenai apa.

R (Reason) Tahu tentang alasan-alasan yang mendukung atau berentangan  dengan putusan-putusan yang dibuat berdasarkan situasi serta fakta yang relevan.

I (Inference) Membuat suatu kesimpulan yamg berdasarkan dari menyuguhkan. Bagian yang penting dari langkah penyimpulan yang satu ini ialah mengidentifikasi asumsi dan mencari pemecahan, pertimbangan dari interpretasi dari situasi dan bukti.

S (Situation) Memahami situasi serta juga menjaga situasi dalam berpikir dapat membantu memperjelas pertanyaan (yang ada di F) dan mengetahui makna istilah-istilah kunci, bagian-bagian relevan yang digunakan sebagai pendukung.

C (Clarity) Menerangkan arti atau istilah-istilah yang dipakai.

O (Overview) Melangkah kembali serta meneliti secara keseluruhan keputusan yang telah diambil.

 

Demikian penjelasan dari berpikir kritis mulai dari pengertian, Teknik dan unsur dalam berpikir kritis. Berpikir kritis dilakukan untuk mencari suatu tujuan dan sebelum tujuan itu didapatkan perlu adanya ide atau gagasan bagaimana cara mendapatkanya.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.
DarkLight