√ Sejarah Candi Prambanan: Legenda, Asal Usul dan Mitos

Candi Prambanan: Sejarah, Legenda, Asal Usul dan Mitos

Candi Prambanan: Sejarah, Legenda, Asal Usul dan Mitos

Sejarah Candi Prambanan – Indonesia memiliki banyak sekali keindahan alamnya yang patut kita syukuri. Mulai dari kebudayaan di setiap daerahnya, rumah adat masing – masing daerah, keindahan alam yang begitu memukau disepanjang mata memandang yang sehingga banyak turis mancanegara tertarik dengan keindahan yang Indonesia miliki.

Pesona alam Indonesia begitu banyak, bahkan setiap daerah memilikinya. Salah satunya candi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tepatnya di kabupaten Sleman. Yap benar! Yatu candi Prambanan. Candi Prambanan memiliki segudang sejarah dan mitos.

Candi kisah Roro Jonggrang ini pastinya sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pasalnya candi Prambanan ini berpengaruh besar bagi hidupnya hindu di Indonesia, selain itu asal mula terjadinya candi ini yang mengisahkan tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso juga sudah bukan cerita baru bagi warga Indonesia. Kisahnya sudah melekat kuat di benak warga Indonesia karena ceritanya unik dan sudah melegenda.

Candi Prambanan ini bertempat di kompleks candi hindu sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang mana tempat ini merupakan kompleks percandian hindu yang terbesar di Indonesia. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas perihal candi prambanan dibawah ini. Pada kesempatan kali ini, Pintarnesia akan membahas tentang candi Prambanan. Yuk simak baik – baik.

 

Cerita Candi Prambanan & Asal Mula

Cerita legenda mengenai candi ini tentunya sudah sangat diketahui oleh banyak kalangan baik tua ataupun muda karena memang ceritanya yang unik dan juga mendidik. Wilayah candi ini dekat dengan candi Borobudur yang juga merupakan candi hindu terbesar di dunia. Awalnya, pada abad ke–9 Masehi atau kurang lebih bertepatan pada tahun 850 Masehi menurut Prasasti Siwagha. Candi prambanan ini dibuat atas dasar Dewa Brahma, Dewa Wishnu, dan Dewa Siwa yang merupakan tiga dewa besar dalam kepercayaan hindu atau trimurni.

Candi prambanan ini dibangun oleh Rakai Pikatan, dan pada masa Kerajaan Medang Mataram, Belitung Saha Sambu melakukan pengembangan pembangunan candi ini. Hal lain yang menopang pembangunan pembagunan candi Prambanan ialah dengan merubahnya tata udara di kawasan kompleks candi hindu itu oleh masyarakat pekerja umum yang kala itu ikut serta dalam pembangunan candi ini.

Berhubung daerah yang akan dibangun candi ini merupakan tempat yang dekat dengan sungai, maka resiko erosi tidak bisa mereka hindarkan. Oleh karena itu, para pekerja umum memindahkan sungai tersebut menjauh dari kawasan yang akan dibangun candi Prambanan dengan tujuan supaya tidak terjadinya erosi dan juga supaya kegiatan konstruksi ini tidak tergangu. Tidak hanya pada masa pemerintahan Belitung Saha Sambu, candi ini dibangun hingga pada waktu kerajaan Medang Mataram berubah kepemimpinan yang saat itu dipegang oleh raja Daksa dan raja Tulodong.

Pada masa setelah raja Belitung Saha Sambu, pembangunan dan pengembangan candi ini merambah ke candi – candi hindu kecil di sekitar candi utama Prambanan. Pada masa terbentuknya candi ini, Prambanan merupakan candi agung yang mana pada masa kejayaannya sering digunakan untuk upacara – upacara besar kaum kepercayaan hindu. Selain itu, kegiatan pembacaan kitab wedha dan juga ritual – ritual lain juga digelar di candi Prambanan oleh para pendeta dan murid – muridnya.

 

Penemuan dan Pemeliharaan Candi Prambanan

Setelah selesai pembangunan dan melewati masa kejayaan yang mana menjadi tempat suci terbesar untuk mengadakan upacara besar, namun setelah beberapa tahun candi Prambanan mengalami keterlantaran, sudah tidak ada lagi upacara – upacara keagamaan yang digelar dicandi ini dan candi ini benar – benar menjadi tempat yang tidak terawat. Hal ini dilatar belakangi karena pemimpin Kerajaan Medang Mataram kala itu Mpu Sindok menerima perjanjian pemindahan ibukota yang menyebabkan kepemimpinannya berpindah ke Jawa Timur pada tahun 930 Masehi. Karena hal itu, candi Prambanan mengalami kerusaka parah dan banyak bangunan yang mengalami keruntuhan.

Penyebab lain kerusakan candi Prambanan ialah karena terjadinya bencana gempa bumi pada abad ke–16 yang membuat bangunan kokoh ini benar – benar mengalami kerusakan hebat. Setelah hilangnya sementara candi ini karena ditinggalkan, akhirnya pada tahun 1733 CA. Lons, salah seorang warga Belanda menemukan candi ini.

Pada saat penemuan ini candi prambanan menjadi perhatian khusus bagi semua kalangan masyarakat karena memang dilihat dari segi uniknya bangunan ini kala itu saat Jawa Tengah sedang berada di bawah pemerintahan Britania Raya. Berkat ditemukannya candi ini, salah seorang Gubernur – Letnan yang bernama Sir Thomas Stamford Raffles sangat gencar mencari informasi mengenai sejarah dan budaya dari candi yang ditemukan oleh anak buahnya ini, Colin Mackenzie.

Satu hal yang disayangkan, meskipun Sir Thomas Stamford Raffles sudah meminta bantuan untuk merenovasi candi ini, buktinya reruntuhan candi ini tetap terlantar. Justru yang ada prambanan ini menjadi praktik pencurian artefak sama halnya seperti yang terjadi di borobudur. Akhirnya, para tokoh – tokoh besar lah yang berani angkat tangan untuk melakukan renovasi dan pembangunan
ulang candi yang sudah mengalami runtuh parah ini.

Saat pembongkaran dilakukan, ternyata hal diluar dugaan terjadi, batu – batu candi yang terbongkar ataupun runtuh sementara dipindahkan ke sungai opak, dan tenryata batu – batu tersebut diambil sembarangan tanpa ijin oleh warga setempat. Tidak hanya pribumi yang mengambil sembarangan batu – batu tersebut, tetapi juga diambil oleh warga – warga Belanda yang kala itu bertempat di daerah sekitar candi pambanan. Mereka menggunakannya untuk hiasan – hiasan dekorasi yang mereka letakkan di taman rumahnya. Lain hal dengan pribumi, mereka menggunakannya untuk dijadikan bahan pondasi pembangunan rumah mereka.

Akhirnya candi yang menjadi tempat sakral keagamaan ini dipugar pada 1918. Setelah pemugaran itu, renovasi dan pembangunan ulang candi ini pun terus dijalankan hingga selesai pada tahun 1953 yang kemudian disahkan secara resmi oleh Presiden Soekarno. Pada saat perenovasian, ternyata candi Prambanan mengalami kehilangan banyak batu asli yang menyebabkan penggunaan batu baru pun dilakukan.

Candi – candi kecil di sekitar juga dibangun ulang karena guna menyesuaikan batu – batu candi asli yang masih tersisa. Hingga saat ini, candi Prambanan masih kerap digunakan untuk acara – acara keagamaan dan juga dijadikan tempat objek wisata yang tentunya tidak pernah sepi baik itu pengunung lokal ataupun pengunjung domestik. Selain itu, candi prambanan sekarang sudah dinobatkan sebagai salah satu situs yang dilinduni UNESCO karena dianggap sebagai situs yang bersejarah.

 

Relief Candi Prambanan

Relief naratif yaitu relief yang dimiliki candi prambanan ini sangat khas dan dominan berisikan karya sastra kepercayaan hindu yang mana menceritakan tentang ramayana dan juga kisah tentang Krishnayana. Relief ini dapat dibaca dengan jelas dengan cara kita membawa diawali dari sisi kanan candi dan setelah itu memutari candi searah dengan jarum jam. Hal ini didasari karena tradisi adat ritual pembangunan bangunan yang ditujukan untuk para peziarah atau biasa disebut dengan aturan pradaksina.

Candi Prambanan menceritakan kisah Krishnayana dan Ramayana secara lengkap mulai dari penculikan Shinta oleh Rahwana, datangnya Hanuman ke Alengka, dan isah yang lainnya. Shinta dapat dibawa pulang kembali tidak hanya karena bantuan Ramayana dan Krishnayana, tetapi juga karena dibanyu oleh Lokapala, Brahmana dan juga Dewata. Bagi kepercayaan hindu, Lokapala adalah dewa surgawi yang menjaga seluruh titik mata angin yang secara tidak diketahui ia sedang melihat kita jika kita berkunjung ke candi siwa. Sedangkan arca Dewata berada di candi Wishnu, dan candi Brahma berisikan arca – arca para brahmana.

 

Kompleks Candi Prambanan

Kenapa candi prambanan disebut kompleks, karena disini terdapat banyak candi dan juga arca yang menjadi satu kesatuan Prambanan. Kompleks candi Prambanan memiliki 3 candi wahana yang dibagi menjadi candi Nandi, candi Angsa, dan candi Garuda. Ada juga candi Trimurti yang memiliki 3 candi yang dipersembahkan atau ditujukan untuk Siwa, Brahma, dan juga Wishnu. Terdapat juga 224 candi perwara, 2 candi apit, dan juga 4 candi patok. Candi prambanan ini memiliki total 240 candi di dalam kompleksnya.

 

Candi Sekitar Kompleks Candi Prambanan

Kompleks candi Prambanan merupakan suatu daerah yang amat luas yang berisikan banyak candi, tidak hanya yang sudah disebutkan diatas, namun masih banyak juga candi – candi yang berdekatan dengan situs Prambanan yang jaraknya juga tidak terlalu jauh atau dapat ditemukan dengan waktu yang singkat. Disini kami akan menjelaskan beberapa candi tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Candi Boko

Candi Boko kemungkinan dipakai oleh warga – warga berkepercayaan hindu pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Hindu atau Kerajaan Medang.

 

2. Candi Bubrah

Dalam bahasa Jawa, bubrah berarti bubar atau rusak, dan itu juga menjadi latar belakang kenapa candi ini dinamai dengan candi bubrah karena memang kondisinya yang sudah rusak dan juga tidak membentuk suatu candi yang berdiri kokoh. Candi ini diperkirakan dibuat pada abad ke-9 yang waktunya berdekatan dengan candi Prambanan.

 

3. Candi Barong

Kompleks Candi Barong termasuk besar namun candinya berukuran kecil-kecil. Letaknya juga berada di arah selatan Prambanan, naik bukit. Candi Barong adalah salah satu candi hindu. Candi ini berupa bangunan punden berundak dengan teras bersusun tiga.

 

4. Candi Sewu

Candi Sewu terletak di dalam kompleks Candi Prambanan, namun sering terlupakan. Letak candi ini di bagian belakang candi Prambanan, terlihat langsung dari pintu belakang. Jaraknya tidak terlalu jauh karena bisa ditempuh hanya dengan bersepeda beberapa menit.

 

Legenda Candi Prambanan

Cerita ini dilatar belakangi oleh tokoh Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Awal kisah terdapat kerajaan prambanan yang dipimpin oleh raja bernama Baka dan warga nya hidup tentram karena pemimpinya yang sangat mengayomi. Pada suatu waktu, tiba – tiba negeri Pengging menyerang hebat kerajaan Prambanan, penyerangan tersebut dipimpin oleh pemimpin kerajaan Pengging yang sangat kuat dan juga sakti bernama Bandung Bondowoso dan dibantu oleh para pasukan – pasukan jin bawahan Bandung Bondowoso. Karena penyerangan secara mendadak yang dilakukan Kerjaan Pengging membuat Kerajaan Prambanan tak bisa berkutik karena tidak ada persiapan sebelumnya akhirnya kerajaan Prambanan ini kalah, dan wilayah Kerajaan Prambanan
pun menjadi dikuasai oleh Kerajaan Pengging.

Roro Jonggrang, putri kerajaan yang ayahnya tewas dalam pertempuran ini tetunya sangat sedih dan menjadi sangat benci kepada Bandung Bondowoso karena perbuatanya itu yang menyebabkan ia harus kehilangan ayahnya. Parasnya yang cantik, wataknya yang budiman, dan perilakunya yang sopan ini mejadikan Roro Jonggrang sebagai wanita pujaan banyak lelaki di daerah Kerajaan Prambanan.

Seiring berjalannya waktu, Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang, karena keberanian Bandung Bondowoso, ia menyatakan cinta kepada Roro Jonggrang, ia bertujuan ingin mempersunting Roro Jonggrang, namun karena Roro Jonggrang mengetahui akan Bandung Bondowoso lah yang membuat ayahnya meninggal, Roro Jonggrang pun dalam hati menolak Bandung Bondowoso, namun takut akan membuat Bandung Bondowoso marah besar akhirnya  Roro Jonggrang memberi syarat kepada Bandung Bondowoso, jika ia berhasil membuat 1000 candi dalam semalam, maka ia bersedia dipersunting oleh Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun dengan sigap menerima tawaran syarat tersebut.

Tiba waktu malam Bandung Bondowoso membuat 1000 candi tersebut, ia dibantu oleh pasukannya dari kaum jin. Saat Roro Jonggrang melihat, ia panik kenapa secepat itu ia membuat candi tersebut. Akhirnya Roro Jonggrang mempunyai ide untuk menggagalkan misi Bandung Bondowoso tersebut dengan cara ia bersama dengan wanita – wanita desa lain membunyikan lumbung padi, yang membuat ayam berkokok dan dikira waktu sudah pagi. Pasukan jin bawahan Bandung Bondowoso pun bergegas pergi karena bunyi ayam sudah berkokok padahal masih kurang 1 candi yang belom terbuat.

Melihat hal tersebut, Roro Jonggrang senang karena ia tidak jadi disunting oleh Bandung Bondowoso, akan tetapi di sisi lain, Bandung Bondowoso marah besar karena Roro Jonggrang sudah bertingkah licik dan jumlah cadi yang terbangun baru 999, akhirnya Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung, yang akhirnya genap sudah 1000 candi dengan patung Roro Jongrang.

 

Mitos Kawasan Kompleks Candi Prambanan

Berkisah karena Bandung Bondowoso yang pupus mempersunting Roro Jonggrang, ini menyebabkan adanya mitos asmara di candi Prambanan yang berkaitan dengan kisah asmara para pengunjung jika berkundung berdua. Selain itu, terdapat juga mitos tentang cahaya Dewi Durga. Konon katanya, siapa yang melihat cahaya pada arca Dewi Durga maka bagi mereka yang belom memiliki pasangan akan didekatkan dengan jodohnya. Hal lain berkaitan dengan tata krama, di candi Prambanan ini dilarang keras membuang sampah sembarangan, karena jika melakukan hal tak wajar, maka akan ada kejadian – kejadian aneh oleh orang tersebut contohnya seperti kesurupan. Maka dari itu tetap jaga perilaku lah saat berkunjung.

 

Nah, itulah sedikit materi tentang Sejarah Candi Prambanan, candi yang sangat terkenal di Indonesia. Kita sebagai warga Indonesia sepatutnya bangga dengan adanya Candi Prambanan ini. Karena candi ini sudah terkenal di belahan dunia lain. Untuk itu, saat kita mengunjunginya, haraplah untuk menjaga kelestariannya dengan tidak membuang sampah, mencoret-coret candi, dan hal lain yang merugikan.

Sekian yang dapat Pintarnesia sampaikan kepada kalian. Semoga dapat menambah wawasan kalian tentang candi Prambanan. Bila terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan dimaklumi.



Kata Baku dan Kata Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya Lengkap

Kata Baku dan Kata Tidak Baku: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contohnya Lengkap

Sejarah Candi Prambanan – Indonesia memiliki banyak sekali keindahan alamnya yang patut kita syukuri. Mulai dari kebudayaan di setiap daerahnya, rumah adat masing – masing daerah, keindahan alam yang begitu memukau disepanjang mata memandang yang sehingga banyak turis mancanegara tertarik dengan keindahan yang Indonesia miliki.

Pesona alam Indonesia begitu banyak, bahkan setiap daerah memilikinya. Salah satunya candi yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta yang tepatnya di kabupaten Sleman. Yap benar! Yatu candi Prambanan. Candi Prambanan memiliki segudang sejarah dan mitos.

Candi kisah Roro Jonggrang ini pastinya sudah tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Pasalnya candi Prambanan ini berpengaruh besar bagi hidupnya hindu di Indonesia, selain itu asal mula terjadinya candi ini yang mengisahkan tentang Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso juga sudah bukan cerita baru bagi warga Indonesia. Kisahnya sudah melekat kuat di benak warga Indonesia karena ceritanya unik dan sudah melegenda.

Candi Prambanan ini bertempat di kompleks candi hindu sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta yang mana tempat ini merupakan kompleks percandian hindu yang terbesar di Indonesia. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas perihal candi prambanan dibawah ini. Pada kesempatan kali ini, Pintarnesia akan membahas tentang candi Prambanan. Yuk simak baik – baik.

 

Cerita Candi Prambanan & Asal Mula

Cerita legenda mengenai candi ini tentunya sudah sangat diketahui oleh banyak kalangan baik tua ataupun muda karena memang ceritanya yang unik dan juga mendidik. Wilayah candi ini dekat dengan candi Borobudur yang juga merupakan candi hindu terbesar di dunia. Awalnya, pada abad ke–9 Masehi atau kurang lebih bertepatan pada tahun 850 Masehi menurut Prasasti Siwagha. Candi prambanan ini dibuat atas dasar Dewa Brahma, Dewa Wishnu, dan Dewa Siwa yang merupakan tiga dewa besar dalam kepercayaan hindu atau trimurni.

Candi prambanan ini dibangun oleh Rakai Pikatan, dan pada masa Kerajaan Medang Mataram, Belitung Saha Sambu melakukan pengembangan pembangunan candi ini. Hal lain yang menopang pembangunan pembagunan candi Prambanan ialah dengan merubahnya tata udara di kawasan kompleks candi hindu itu oleh masyarakat pekerja umum yang kala itu ikut serta dalam pembangunan candi ini.

Berhubung daerah yang akan dibangun candi ini merupakan tempat yang dekat dengan sungai, maka resiko erosi tidak bisa mereka hindarkan. Oleh karena itu, para pekerja umum memindahkan sungai tersebut menjauh dari kawasan yang akan dibangun candi Prambanan dengan tujuan supaya tidak terjadinya erosi dan juga supaya kegiatan konstruksi ini tidak tergangu. Tidak hanya pada masa pemerintahan Belitung Saha Sambu, candi ini dibangun hingga pada waktu kerajaan Medang Mataram berubah kepemimpinan yang saat itu dipegang oleh raja Daksa dan raja Tulodong.

Pada masa setelah raja Belitung Saha Sambu, pembangunan dan pengembangan candi ini merambah ke candi – candi hindu kecil di sekitar candi utama Prambanan. Pada masa terbentuknya candi ini, Prambanan merupakan candi agung yang mana pada masa kejayaannya sering digunakan untuk upacara – upacara besar kaum kepercayaan hindu. Selain itu, kegiatan pembacaan kitab wedha dan juga ritual – ritual lain juga digelar di candi Prambanan oleh para pendeta dan murid – muridnya.

 

Penemuan dan Pemeliharaan Candi Prambanan

Setelah selesai pembangunan dan melewati masa kejayaan yang mana menjadi tempat suci terbesar untuk mengadakan upacara besar, namun setelah beberapa tahun candi Prambanan mengalami keterlantaran, sudah tidak ada lagi upacara – upacara keagamaan yang digelar dicandi ini dan candi ini benar – benar menjadi tempat yang tidak terawat. Hal ini dilatar belakangi karena pemimpin Kerajaan Medang Mataram kala itu Mpu Sindok menerima perjanjian pemindahan ibukota yang menyebabkan kepemimpinannya berpindah ke Jawa Timur pada tahun 930 Masehi. Karena hal itu, candi Prambanan mengalami kerusaka parah dan banyak bangunan yang mengalami keruntuhan.

Penyebab lain kerusakan candi Prambanan ialah karena terjadinya bencana gempa bumi pada abad ke–16 yang membuat bangunan kokoh ini benar – benar mengalami kerusakan hebat. Setelah hilangnya sementara candi ini karena ditinggalkan, akhirnya pada tahun 1733 CA. Lons, salah seorang warga Belanda menemukan candi ini.

Pada saat penemuan ini candi prambanan menjadi perhatian khusus bagi semua kalangan masyarakat karena memang dilihat dari segi uniknya bangunan ini kala itu saat Jawa Tengah sedang berada di bawah pemerintahan Britania Raya. Berkat ditemukannya candi ini, salah seorang Gubernur – Letnan yang bernama Sir Thomas Stamford Raffles sangat gencar mencari informasi mengenai sejarah dan budaya dari candi yang ditemukan oleh anak buahnya ini, Colin Mackenzie.

Satu hal yang disayangkan, meskipun Sir Thomas Stamford Raffles sudah meminta bantuan untuk merenovasi candi ini, buktinya reruntuhan candi ini tetap terlantar. Justru yang ada prambanan ini menjadi praktik pencurian artefak sama halnya seperti yang terjadi di borobudur. Akhirnya, para tokoh – tokoh besar lah yang berani angkat tangan untuk melakukan renovasi dan pembangunan
ulang candi yang sudah mengalami runtuh parah ini.

Saat pembongkaran dilakukan, ternyata hal diluar dugaan terjadi, batu – batu candi yang terbongkar ataupun runtuh sementara dipindahkan ke sungai opak, dan tenryata batu – batu tersebut diambil sembarangan tanpa ijin oleh warga setempat. Tidak hanya pribumi yang mengambil sembarangan batu – batu tersebut, tetapi juga diambil oleh warga – warga Belanda yang kala itu bertempat di daerah sekitar candi pambanan. Mereka menggunakannya untuk hiasan – hiasan dekorasi yang mereka letakkan di taman rumahnya. Lain hal dengan pribumi, mereka menggunakannya untuk dijadikan bahan pondasi pembangunan rumah mereka.

Akhirnya candi yang menjadi tempat sakral keagamaan ini dipugar pada 1918. Setelah pemugaran itu, renovasi dan pembangunan ulang candi ini pun terus dijalankan hingga selesai pada tahun 1953 yang kemudian disahkan secara resmi oleh Presiden Soekarno. Pada saat perenovasian, ternyata candi Prambanan mengalami kehilangan banyak batu asli yang menyebabkan penggunaan batu baru pun dilakukan.

Candi – candi kecil di sekitar juga dibangun ulang karena guna menyesuaikan batu – batu candi asli yang masih tersisa. Hingga saat ini, candi Prambanan masih kerap digunakan untuk acara – acara keagamaan dan juga dijadikan tempat objek wisata yang tentunya tidak pernah sepi baik itu pengunung lokal ataupun pengunjung domestik. Selain itu, candi prambanan sekarang sudah dinobatkan sebagai salah satu situs yang dilinduni UNESCO karena dianggap sebagai situs yang bersejarah.

 

Relief Candi Prambanan

Relief naratif yaitu relief yang dimiliki candi prambanan ini sangat khas dan dominan berisikan karya sastra kepercayaan hindu yang mana menceritakan tentang ramayana dan juga kisah tentang Krishnayana. Relief ini dapat dibaca dengan jelas dengan cara kita membawa diawali dari sisi kanan candi dan setelah itu memutari candi searah dengan jarum jam. Hal ini didasari karena tradisi adat ritual pembangunan bangunan yang ditujukan untuk para peziarah atau biasa disebut dengan aturan pradaksina.

Candi Prambanan menceritakan kisah Krishnayana dan Ramayana secara lengkap mulai dari penculikan Shinta oleh Rahwana, datangnya Hanuman ke Alengka, dan isah yang lainnya. Shinta dapat dibawa pulang kembali tidak hanya karena bantuan Ramayana dan Krishnayana, tetapi juga karena dibanyu oleh Lokapala, Brahmana dan juga Dewata. Bagi kepercayaan hindu, Lokapala adalah dewa surgawi yang menjaga seluruh titik mata angin yang secara tidak diketahui ia sedang melihat kita jika kita berkunjung ke candi siwa. Sedangkan arca Dewata berada di candi Wishnu, dan candi Brahma berisikan arca – arca para brahmana.

 

Kompleks Candi Prambanan

Kenapa candi prambanan disebut kompleks, karena disini terdapat banyak candi dan juga arca yang menjadi satu kesatuan Prambanan. Kompleks candi Prambanan memiliki 3 candi wahana yang dibagi menjadi candi Nandi, candi Angsa, dan candi Garuda. Ada juga candi Trimurti yang memiliki 3 candi yang dipersembahkan atau ditujukan untuk Siwa, Brahma, dan juga Wishnu. Terdapat juga 224 candi perwara, 2 candi apit, dan juga 4 candi patok. Candi prambanan ini memiliki total 240 candi di dalam kompleksnya.

 

Candi Sekitar Kompleks Candi Prambanan

Kompleks candi Prambanan merupakan suatu daerah yang amat luas yang berisikan banyak candi, tidak hanya yang sudah disebutkan diatas, namun masih banyak juga candi – candi yang berdekatan dengan situs Prambanan yang jaraknya juga tidak terlalu jauh atau dapat ditemukan dengan waktu yang singkat. Disini kami akan menjelaskan beberapa candi tersebut. Diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Candi Boko

Candi Boko kemungkinan dipakai oleh warga – warga berkepercayaan hindu pada masa pemerintahan Kerajaan Mataram Hindu atau Kerajaan Medang.

 

2. Candi Bubrah

Dalam bahasa Jawa, bubrah berarti bubar atau rusak, dan itu juga menjadi latar belakang kenapa candi ini dinamai dengan candi bubrah karena memang kondisinya yang sudah rusak dan juga tidak membentuk suatu candi yang berdiri kokoh. Candi ini diperkirakan dibuat pada abad ke-9 yang waktunya berdekatan dengan candi Prambanan.

 

3. Candi Barong

Kompleks Candi Barong termasuk besar namun candinya berukuran kecil-kecil. Letaknya juga berada di arah selatan Prambanan, naik bukit. Candi Barong adalah salah satu candi hindu. Candi ini berupa bangunan punden berundak dengan teras bersusun tiga.

 

4. Candi Sewu

Candi Sewu terletak di dalam kompleks Candi Prambanan, namun sering terlupakan. Letak candi ini di bagian belakang candi Prambanan, terlihat langsung dari pintu belakang. Jaraknya tidak terlalu jauh karena bisa ditempuh hanya dengan bersepeda beberapa menit.

 

Legenda Candi Prambanan

Cerita ini dilatar belakangi oleh tokoh Roro Jonggrang dan Bandung Bondowoso. Awal kisah terdapat kerajaan prambanan yang dipimpin oleh raja bernama Baka dan warga nya hidup tentram karena pemimpinya yang sangat mengayomi. Pada suatu waktu, tiba – tiba negeri Pengging menyerang hebat kerajaan Prambanan, penyerangan tersebut dipimpin oleh pemimpin kerajaan Pengging yang sangat kuat dan juga sakti bernama Bandung Bondowoso dan dibantu oleh para pasukan – pasukan jin bawahan Bandung Bondowoso. Karena penyerangan secara mendadak yang dilakukan Kerjaan Pengging membuat Kerajaan Prambanan tak bisa berkutik karena tidak ada persiapan sebelumnya akhirnya kerajaan Prambanan ini kalah, dan wilayah Kerajaan Prambanan
pun menjadi dikuasai oleh Kerajaan Pengging.

Roro Jonggrang, putri kerajaan yang ayahnya tewas dalam pertempuran ini tetunya sangat sedih dan menjadi sangat benci kepada Bandung Bondowoso karena perbuatanya itu yang menyebabkan ia harus kehilangan ayahnya. Parasnya yang cantik, wataknya yang budiman, dan perilakunya yang sopan ini mejadikan Roro Jonggrang sebagai wanita pujaan banyak lelaki di daerah Kerajaan Prambanan.

Seiring berjalannya waktu, Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang, karena keberanian Bandung Bondowoso, ia menyatakan cinta kepada Roro Jonggrang, ia bertujuan ingin mempersunting Roro Jonggrang, namun karena Roro Jonggrang mengetahui akan Bandung Bondowoso lah yang membuat ayahnya meninggal, Roro Jonggrang pun dalam hati menolak Bandung Bondowoso, namun takut akan membuat Bandung Bondowoso marah besar akhirnya  Roro Jonggrang memberi syarat kepada Bandung Bondowoso, jika ia berhasil membuat 1000 candi dalam semalam, maka ia bersedia dipersunting oleh Bandung Bondowoso. Bandung Bondowoso pun dengan sigap menerima tawaran syarat tersebut.

Tiba waktu malam Bandung Bondowoso membuat 1000 candi tersebut, ia dibantu oleh pasukannya dari kaum jin. Saat Roro Jonggrang melihat, ia panik kenapa secepat itu ia membuat candi tersebut. Akhirnya Roro Jonggrang mempunyai ide untuk menggagalkan misi Bandung Bondowoso tersebut dengan cara ia bersama dengan wanita – wanita desa lain membunyikan lumbung padi, yang membuat ayam berkokok dan dikira waktu sudah pagi. Pasukan jin bawahan Bandung Bondowoso pun bergegas pergi karena bunyi ayam sudah berkokok padahal masih kurang 1 candi yang belom terbuat.

Melihat hal tersebut, Roro Jonggrang senang karena ia tidak jadi disunting oleh Bandung Bondowoso, akan tetapi di sisi lain, Bandung Bondowoso marah besar karena Roro Jonggrang sudah bertingkah licik dan jumlah cadi yang terbangun baru 999, akhirnya Bandung Bondowoso mengutuk Roro Jonggrang menjadi patung, yang akhirnya genap sudah 1000 candi dengan patung Roro Jongrang.

 

Mitos Kawasan Kompleks Candi Prambanan

Berkisah karena Bandung Bondowoso yang pupus mempersunting Roro Jonggrang, ini menyebabkan adanya mitos asmara di candi Prambanan yang berkaitan dengan kisah asmara para pengunjung jika berkundung berdua. Selain itu, terdapat juga mitos tentang cahaya Dewi Durga. Konon katanya, siapa yang melihat cahaya pada arca Dewi Durga maka bagi mereka yang belom memiliki pasangan akan didekatkan dengan jodohnya. Hal lain berkaitan dengan tata krama, di candi Prambanan ini dilarang keras membuang sampah sembarangan, karena jika melakukan hal tak wajar, maka akan ada kejadian – kejadian aneh oleh orang tersebut contohnya seperti kesurupan. Maka dari itu tetap jaga perilaku lah saat berkunjung.

 

Nah, itulah sedikit materi tentang Sejarah Candi Prambanan, candi yang sangat terkenal di Indonesia. Kita sebagai warga Indonesia sepatutnya bangga dengan adanya Candi Prambanan ini. Karena candi ini sudah terkenal di belahan dunia lain. Untuk itu, saat kita mengunjunginya, haraplah untuk menjaga kelestariannya dengan tidak membuang sampah, mencoret-coret candi, dan hal lain yang merugikan.

Sekian yang dapat Pintarnesia sampaikan kepada kalian. Semoga dapat menambah wawasan kalian tentang candi Prambanan. Bila terdapat kesalahan mohon dimaafkan dan dimaklumi.