√ 4 Cara Menetapkan Harga Jual Produk dengan Benar (Menguntungkan)

4 Cara Menetapkan Harga Jual Produk Yang Baik dan Benar, Untung Kok!

4 Cara Menetapkan Harga Jual Produk Yang Baik dan Benar, Untung Kok!

Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis kita berjalan lancar atau tidaknya adalah dari faktor kualitas dan harga jual, selain dengan memberikan kualitas yang baik, entah itu dari segi produk hingga dari segi pelayanan terhadap para calon customer atau target pasar kita, dengan begitu mereka tentunya juga akan loyal terhadap produk yang kita jual ataupun jasa yang kita tawarkan.

Namun tidak hanya kualitas saja, faktor lainnya yang sangat penting adalah dari masalah segi harga, meskipun kita memberikan pelayanan atau produk terbaik, kita tidak bisa mematok harga semaunya kita. Karena target pasar kita tentunya juga akan mempertimbangkan lagi dari segi harga jual, sebagus apapun penawaran dari kita namun jika harga yang di berikan tidak masuk akal pasti target pasar kita akan berpikir lagi.

 

Cara Menetapkan Harga Jual

Nahh berikut ini Pintar Nesia akan membagikan artikel yang berkaitan dengan Cara Untuk Menentukan Harga Jual Yang Benar dan Baik, oke langsung simak saja dengan baik dan cermat 4 Cara Menentukan Harga Jual Yang Benar dan Baik ya teman teman!

 

1. Menetapkan Harga Berdasarkan Modal (BEP)

Metode yang satu ini Break Event Point, atau perhitungan hingga titik balik modal biasanya dilakukan oleh orang ataupun perusahaan yang baru saja terjun ke pasar tersebut dan belum memiliki nama, sehingga mereka harus mencari pelanggan untuk menaikkan nama mereka dengan cara menjual produk barang ataupun menawarkan jasa yang mereka sediakan dengan hanya mengacu kepada Balik Modal, tidak terlalu mementingkan keuntungan yang mereka dapat meskipun kecil yang penting bisa untuk menutup modal mereka dan biaya sehari hari mereka.

Namun ada faktor faktor yang perlu diperhatikan dalam menerapkan metode ini agar kita terhindar dari kerugian, beberapa faktor yang perlu diperhatikan misalnya adalah yakin produk akan terjual dan biaya produksinya yang tetap stabil sehingga mudah untuk diperhitungkan titik break event nya.

 

2. Menentukan Harga Jual Harga Mark-Up

Cara Penetapan Harga Jual Dengan Mark UP ini biasanya dilakukan oleh para pedagang pedagang retail atau eceran, menentukan harga jual dengan mark-up ini cukup mudah kita tinggal menjumlahkan Harga Beli Produk + Margin Keuntungan Yang Diinginkan, misalnya saja saya adalah seorang pedagang HP tertentu, dan ingin mendapatkan keuntungan Rp120.000, sedangkan harga beli HP tersebut adalah Rp1.000.000, maka harga jual HP tersebut adalah Rp1.000.000+Rp120.000=Rp1.120.000, jadi harga jual HP tersebut adalah Rp1.120.000.

 

3. Menentukan Harga Jual Berdasarkan Harga Pasar

Pada metode yang ketiga ini kita menggunakan metode penetapan harga berdasarkan harga umum pasar, untuk menggunakan metode ini tentunya kamu harus melakukan survei terlebih dahulu kepada calon pesaing kamu dalam berbisnis nantinya. Metode ini mungkin lebih cocok untuk orang yang bergerak dibidang jasa.

Misalnya kamu ingin membuka usaha pijat urut, kamu harus mengetahui dulu tarif pijat urut di tempat lain, setidaknya minimal 3 tempat yang harus kamu survei untuk harga pasarnya, misal di tempat A Rp45.000, di tempat B Rp55.000, di tempat C Rp60.000. Maka untuk menetapkan harga jual kamu tidak boleh terpaut jauh dari mereka kamu bisa menetapkan harga di kisaran 40-60ribuan. Namun itu juga tergantung pilihan kamu, karena metode yang satu ini tidak ada ketetapan pasti.

 

4. Menetapkan Harga Jual Dengan Biaya Plus

Menentukan harga jual dengan Biaya Plus ini sebenarnya hampir sama dengan metode Mark Up, hanya saja biasanya markup dilakukan oleh reseller atau orang yang hanya menjual ulang produk yang ada, sedangkan metode penetapan harga biaya plus ini biasanya lebih sering digunakan oleh para produs langsung, penggunaan metode ini juga cukup mudah cukup menghitung Biaya Produksi 1 Unit + Margin Keuntungan Yang Diinginkan.

Misalnya kamu ingin berjualan Es Krim, dengan menghitung biaya produksi 1 Es Krim adalah Rp3.500 dan kamu ingin mendapatkan keuntungan RP1.500 dalam setiap penjualan 1 Es Krim, maka harga jual Es Krim tersebut adalah Rp3.500+Rp1.500=Rp5.000, jadi harga jual untuk satu es krim adalah Rp5.000.

 

Baik itulah 4 Cara Menetapkan Harga Jual Yang Benar dan Baik Untuk Usahakita dari Pintar Nesia, Pintar Nesia berharap dengan adanya artikel ini usaha teman teman semua bisa berjalan dengan baik dan lancar, jika ada masukan bisa teman teman sampaikan melalui kolom komentar yang ada di bawah.



Pengertian Otonomi Daerah: Tujuan, Asas-Asas, Dasar Hukum dan Hakikat Otonomi Daerah

Pengertian Otonomi Daerah: Tujuan, Asas-Asas, Dasar Hukum dan Hakikat Otonomi Daerah

Salah satu faktor yang mempengaruhi bisnis kita berjalan lancar atau tidaknya adalah dari faktor kualitas dan harga jual, selain dengan memberikan kualitas yang baik, entah itu dari segi produk hingga dari segi pelayanan terhadap para calon customer atau target pasar kita, dengan begitu mereka tentunya juga akan loyal terhadap produk yang kita jual ataupun jasa yang kita tawarkan.

Namun tidak hanya kualitas saja, faktor lainnya yang sangat penting adalah dari masalah segi harga, meskipun kita memberikan pelayanan atau produk terbaik, kita tidak bisa mematok harga semaunya kita. Karena target pasar kita tentunya juga akan mempertimbangkan lagi dari segi harga jual, sebagus apapun penawaran dari kita namun jika harga yang di berikan tidak masuk akal pasti target pasar kita akan berpikir lagi.

 

Cara Menetapkan Harga Jual

Nahh berikut ini Pintar Nesia akan membagikan artikel yang berkaitan dengan Cara Untuk Menentukan Harga Jual Yang Benar dan Baik, oke langsung simak saja dengan baik dan cermat 4 Cara Menentukan Harga Jual Yang Benar dan Baik ya teman teman!

 

1. Menetapkan Harga Berdasarkan Modal (BEP)

Metode yang satu ini Break Event Point, atau perhitungan hingga titik balik modal biasanya dilakukan oleh orang ataupun perusahaan yang baru saja terjun ke pasar tersebut dan belum memiliki nama, sehingga mereka harus mencari pelanggan untuk menaikkan nama mereka dengan cara menjual produk barang ataupun menawarkan jasa yang mereka sediakan dengan hanya mengacu kepada Balik Modal, tidak terlalu mementingkan keuntungan yang mereka dapat meskipun kecil yang penting bisa untuk menutup modal mereka dan biaya sehari hari mereka.

Namun ada faktor faktor yang perlu diperhatikan dalam menerapkan metode ini agar kita terhindar dari kerugian, beberapa faktor yang perlu diperhatikan misalnya adalah yakin produk akan terjual dan biaya produksinya yang tetap stabil sehingga mudah untuk diperhitungkan titik break event nya.

 

2. Menentukan Harga Jual Harga Mark-Up

Cara Penetapan Harga Jual Dengan Mark UP ini biasanya dilakukan oleh para pedagang pedagang retail atau eceran, menentukan harga jual dengan mark-up ini cukup mudah kita tinggal menjumlahkan Harga Beli Produk + Margin Keuntungan Yang Diinginkan, misalnya saja saya adalah seorang pedagang HP tertentu, dan ingin mendapatkan keuntungan Rp120.000, sedangkan harga beli HP tersebut adalah Rp1.000.000, maka harga jual HP tersebut adalah Rp1.000.000+Rp120.000=Rp1.120.000, jadi harga jual HP tersebut adalah Rp1.120.000.

 

3. Menentukan Harga Jual Berdasarkan Harga Pasar

Pada metode yang ketiga ini kita menggunakan metode penetapan harga berdasarkan harga umum pasar, untuk menggunakan metode ini tentunya kamu harus melakukan survei terlebih dahulu kepada calon pesaing kamu dalam berbisnis nantinya. Metode ini mungkin lebih cocok untuk orang yang bergerak dibidang jasa.

Misalnya kamu ingin membuka usaha pijat urut, kamu harus mengetahui dulu tarif pijat urut di tempat lain, setidaknya minimal 3 tempat yang harus kamu survei untuk harga pasarnya, misal di tempat A Rp45.000, di tempat B Rp55.000, di tempat C Rp60.000. Maka untuk menetapkan harga jual kamu tidak boleh terpaut jauh dari mereka kamu bisa menetapkan harga di kisaran 40-60ribuan. Namun itu juga tergantung pilihan kamu, karena metode yang satu ini tidak ada ketetapan pasti.

 

4. Menetapkan Harga Jual Dengan Biaya Plus

Menentukan harga jual dengan Biaya Plus ini sebenarnya hampir sama dengan metode Mark Up, hanya saja biasanya markup dilakukan oleh reseller atau orang yang hanya menjual ulang produk yang ada, sedangkan metode penetapan harga biaya plus ini biasanya lebih sering digunakan oleh para produs langsung, penggunaan metode ini juga cukup mudah cukup menghitung Biaya Produksi 1 Unit + Margin Keuntungan Yang Diinginkan.

Misalnya kamu ingin berjualan Es Krim, dengan menghitung biaya produksi 1 Es Krim adalah Rp3.500 dan kamu ingin mendapatkan keuntungan RP1.500 dalam setiap penjualan 1 Es Krim, maka harga jual Es Krim tersebut adalah Rp3.500+Rp1.500=Rp5.000, jadi harga jual untuk satu es krim adalah Rp5.000.

 

Baik itulah 4 Cara Menetapkan Harga Jual Yang Benar dan Baik Untuk Usahakita dari Pintar Nesia, Pintar Nesia berharap dengan adanya artikel ini usaha teman teman semua bisa berjalan dengan baik dan lancar, jika ada masukan bisa teman teman sampaikan melalui kolom komentar yang ada di bawah.