Sandy Kurnia Fajar Hobi ngegame, jadi top player dan disayang mamah. Biar jadi orang yang berguna bagi banyak orang.

21+ Contoh Cerita Fabel Singkat: Hewan, Lucu, Lengkap

40 min read

contoh cerita fabel hewan

Contoh Cerita Fabel – Pengertian Fabel adalah bentuk cerita yang mengisahkan suatu kehidupan hewan namun memiliki perilaku layaknya seperti manusia. tabel sendiri merupakan cerita yang bersifat fiksi atau hanya khayalan penulis (cerita fantasi). sering juga di dalam cerita fabel diangkat karakter minoritas yaitu manusia.

Tidak jarang juga ada banyak orang yang menyebut cerita fabel sebagai cerita moral, hal tersebut di sebabkan karena di dalam cerita fabel umumnya terdapat pesan moral yang dapat diambil atau dipetik.

Tokoh dalam cerita fabel adalah binatang atau hewan yang diceritakan memiliki akal, bisa berbicara, dan bertingkah laku manusia. di dalam tokoh binatang tersebut juga sering tergambarkan watak serta budi seorang manusia. Umumnya cerita fabel dibuat dengan tujuan untuk memberikan ajaran dan pesan moral kepada para pembacanya melalui tokoh binatang yang ada di dalam cerita.

 

Berbagai Contoh Cerita Fabel Tentang Hewan, Lucu Singkat

Pada kesempatan kali ini Mastekno ingin berbagi artikel yang berkaitan dengan fabel seperti yang telah dijelaskan di atas tadi. Di artikel kali ini Mastekno ingin berbagi artikel yang berisi tentang berbagai macam contoh cerita fabel singkat, lengkap dan lucu. Oke, silakan teman – teman simak pembahasan artikel dari Mastekno di bawah ini dengan baik ya.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Singa Tua dan Rubah

Cerita Fabel Singa Tua dan Rubah

Seekor singa tua yang gigi dan cakarnya telah banyak yang rusak sehingga menyulitkan dia untuk mendapatkan makanan, berpura-pura sakit. Dia memberi tahu semua tetangga – tetangganya bahwa dia sekarang sakit keras. Sang Singa Tua itu lalu berbaring di sarangnya sambil menunggu pengunjung dan tamu yang akan menjenguknya.

contoh cerita fabel singa

Dan saat pengunjung datang untuk menjenguknya, dia akan menerkam dan memangsa mereka satu persatu.
Suatu saat, datanglah seekor rubah, tetapi rubah tersebut sangat hati – hati dan menjaga jarak dengan sang Singa Tua. Sang Rubah lalu menanyakan dengan sopan bagaimana kondisi kesehatan sang Singa.

Sang Singa lalu menjawab bahwa dia sangat sakit dan meminta agar sang Rubah mendekat untuk melihatnya. Tetapi sang Rubah dengan bijaksana tetap berdiri di tempatnya dan berterima kasih atas undangan sang Singa.

“Saya seharusnya senang diundang masuk oleh anda,” katanya lagi, “tetapi saya melihat banyak sekali jejak kaki yang mengarah masuk menuju sarang anda dan saya tidak melihat jejak kaki yang mengarah ke luar, coba jelaskan pada saya, apakah tamu yang masuk ke sarang anda bisa menemukan jalan keluar lagi?”

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Babi dan Domba

Cerita Fabel Babi dan Domba

Pada suatu desa yang cukup jauh dari kota, ada beberapa keluarga yang tinggal di dalamnya. Tepatnya ada di suatu lembah hijau disertai dengan pepohonan yang sangat rimbun. Keluarga yang tinggal tersebut mempunyai peliharaan babi dan juga domba yang snagat terkenal. Mereka mempekerjakan beberapa pekerja yang tinggal di sekitar lembah untuk memberi makan babi dan domba.

Selain memberi makan, mereka juga harus membersihkan keduanya. Jika bulu dombanya sudah lebat, maka para pekerja harus memotongnya dan menjual bulu tersebut ke pasar. Begitu pula dengan babi, jika beratnya sudah cukup para pekerja harus menjualnya ke kota. Jumlah dari domba dan babi di sana cukup banyak sehingga itu menarik minat para pembeli.

Dan konon katanya, pada masa itu binatang bisa berbicara satu sama lain yang tidak dimengerti oleh bahasa manusia. Kebetulan babi dan domba tersebut letak kandangnya berdekatan sehingga mereka bisa berbicara satu sama lain.

Sehari – hari, kadang suara babi dan domba ribut dan itu tidak diketahui oleh manusia bahwa mereka sedang berbicara. Saat hari jualan babi tiba, biasanya babi dengan ukuran yang besar ditimbang dan diserahkan kepada para pembeli.

Suatu hari, seekor babi yang masih muda dan ukurannya cukup besar akan dijual. Namun ia sulit saat hendak ditangkap. Namun, para pekerja akhirnya berhasil menangkap dan mengikat dua pasang kaki babi tersebut.

Babi muda tersebut berteriak dan meronta. Melihat hal itu, kawanan domba pun berteriak.

“Dasar penakut”

Kemudian salah satu dari kawanan domba menambahkan “mengapa kamu menangis dan teriak denga gaduh. Padahal temanmu yang lain jarang melakukan sesuatu yang sama. Mereka pasrah dengan nasib sekalipun harus disembelih”

Mendengar hal tersebut, salah satu babi dewasa berkata “Hai domba sok bijak, kamu bisa berkata begitu karena tidak mengalami apa yang kami alami. Kamu hanya dicukur bulunya tanpa harus disembelih. Namun lihat kami, kami diambil dan tak lama lagi nyawa kami hilang. Hidup kami tentulah tidak senikmat hidup kalian. Begitu tegakah engkau mengejek anak babi yang sedang diujung kematian?”

Sejak saat itu, kandang domba menjadi sunyi dan senyap. Mereka merenungkan apa yang sudah disampaikan oleh salah satu babi tersebut. Dan akhirnya merekapun sadar bahwa mereka lebih beruntung dari pada babi. Lalu merekapun meminta maaf kepada babi dewasa yang tadi.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Rubah dan Bangau

Cerita Fabel Rubah dan Bangau

Pada suatu hari ada seekor rubah tengah jalan – jalan di sekitar hutan. Ia kemudian berfikir bahwa hari ini cuaca cerah dan ia bisa pergi memancing. Kemudian, ia pun mempersiapkan alat untuk memancing dan segera bergegas menuju telaga yang ada di tengah hutan.

Saat tiba di telaga, ia mendapati ada burung bangau di sana sedang seberang. Ia pun menyapa sembari mengeluarkan pancingnya, “Hai bangau, apa yang sedang kau lakukan?” Rubahpun membayangkan bahwa ia akan memperoleh ikan yang banyak untuk makan malamnya.

Bangau pun menjawab, “Aku sedang berenang sambil menikmati air telaha yang sejuk membasahi buluku” Jawab bangau sembari menggepakkan sayapnya.

Rubah pun mulai memancing danj tak lapa kemudian pancingnya bergetar. Ia pun bergegas menarik pancingnya dan menyaksikan seekor ikan di sana. Dengan penuh suka cita ia berkata, “Asyik aku akan pesta besar nanti malam. Bangau, apakah kamu mau makan malam di tempatku?” Tanya rubah sambil membereskan alat memancingnya.

contoh cerita fabel rubah

Bangau pun mengiyakan ajakan rubah. Dan tepat di waktu makan malam, bangau datang ke rumah rubah, “Tok…tok…tok!!”

Sembari membuka pintu rumahnya, rubah berkata “Silahkan masuk!”. Mereka pun duduk di meja makan yang sudah tertata rapi. Bangau merasa amat lapar karena aroma masakan yang mengundang selera. “Baunya sangat harum, tentu saja rasanya enak”.

Akhirnya makanan dihidangkan. Tubah memasak sup ikan dan meletakkannya di mangkuk kecil. Menyaksikan hal tersebut, bangau sedih karena paruhnya yang panjang tentu saja ia tidak bisa memakan sup di mangkuk kecil tersebut.

Akhirnya, sang bangau hanya metatap dan berdiam. Melihat hal itu, rubah bertanya, “Bangau kenapa kamu tidak makan? Kamu tidak suka?”

“Paruhku panjang sehingga tidak bisa dipakai untuk memakan sup di mangkuk kecil tersebut” Jawab bangau.

Rubah pun menjawab, “Maafkan aku bangau, namun yang ku punya hanya mangkuk kecil ini. Tapi kamu tidak perlu bersedih karena aku sudah menemukan jalan keluar.”

Akhirnya, rubahpun mengambil sebuah rantang dan mengisinya dengan sup sampai penuh. “Ini bawalah rantangnya pulang dan kamu bisa menikmati makan malam di rumahmu.” Ujar rubah. Kemudian, bangau pun menjawab, “Terima kasih rubah, kamu baik sekali. Besok giliran aku yang akan mengundangmu makan malam di rumah”.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Rusa dan Kura – Kura

Cerita Fabel Rusa dan Kura – Kura

Pada zaman dahulu, hidup seekor rusa yang amat pemarah dan juga sombong. Ia bahkan kerap meremehkan kemampuan hewan yang lain. Suatu ketika sang rusa berjalan di pinggir danau. Ia tidak senjaga berjumpa dengan kura – kura yang tampak mondar mandir saja. Melihat hal itu, sang rusa pun bertanya, “Kura kura, apa yang tengah engkau lakukan?”

Mendengar itu, sang rusa tiba – tiba marah, “Kau jangan berlagak. Kau hanya mondar mandir dan berlagak mencari sumber kehidupan”.

Kura – kura pun berupaya untuk menjelaskan akan tetapi rusa tetap saja marah. Rusa juga mengancam akan menginjak tubuh kura-kura. Akhirnya, kura kura merasa jengkel dan menantang rusa untuk adu kekuatan dari betis kaki mereka.

Mendengar tantangan tersebut, tentu saja rusa amat marah. Akhirnya, ia minta kepada kura – kura untuk menendang betisnya terlebih dahulu. Namun, kura – kura tidak mau dan menjawab, “Apabila aku yang menendang betismu lebih dulu, tentu saja engkau akan jatuh dan tidak sanggup membalasku”.

Akhirnya, rusa semakin marah dan melakukan ancang – ancang untuk menendang kura kura. Namun, kura – kura segera memasukkan kaki-kakinya ke dalam tempurung. Akhirnya, rusa menginjak tempurung dengan kuat dan itu menyebabkan kura – kura tertimbun di tanah.

Kura – kura pun berusaha keluar. Dan sesudah seminggu berlalu, ia berhasil keluar dari tanag dan mencari rusa. “Bersiaplah rusa, kini aku yang saatnya menendang”. Mendengar itu,rusa hanya memandang remeh kemampuan yang dimiliki oleh kura – kura. “Kerahkan saja semua kemampuan yang engkau miliki untuk menendang betisku. Ayolah jangan ragu”.

Kura – kura pun bersiap dan mengambil ancang – ancang tempat tinggi. Kemudian, ia pun menggelindingkan tubuhnya. Dan ketika sudah hampir mendekati tubuh rusa, ia pun menaikkan tubuhnya sampai melaayng. Ternyata kura – kura mengincar hidung sang rusa. Dengan sangat keras, akhirnya tempurung kura ura berhasil menyebabkan hidung sang rusa putus. Dan akhirnya ia pun mati.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Semut dan Belalang

Cerita Fabel Semut dan Belalang

Di suatu tempat, tepatnya di tengah hutan hidup seekor semut yang rajin. Ia selalu mencari makanan dan menyimpan di lumbungnya. Ia sangat semangat sekalipun harus diguyur hujan dan disengat teriknya matahari.

Suatu hari saat ia tengah membawa makanan untuk disimpan pada lumbung, ia bertemu dengan seekor belalang yang bermalas – malasan sambil berjemur. Belalang itu bertanya, “Hai semut, apa yang sedang kau lakukan?”

“Aku tengah bersusah payah mengumpulkan makanan di lumbung” Jawab semut. Mendengar itu, belalang pun menimpal, “Buat apa susah payah mengumpulkan makanan, di hutan ini banyak makanan yang bisa disantap”.

contoh cerita fabel semut

Semut pun menjawab, “Ia benar lang, namun aku menyimpan makanan sebagai persiapan musim dingin nanti”. Belalangpun kembali menertawakan semut, “Musim dingin masih lama. Untuk apa susah payahnya sekarang. Lebih baik senang – senang dulu”.

Namun semut sama sekali tidak peduli dengan ejekan belakang yang malas. Ia tetap saja sibuk menyiapkan makanan di lumbungnya. Keesokan harinya saat hendak pergi mencari makanan, ia kembali melihat belalang yang malas dan menertawakannya kembali.

Sepanjang hari, semut selalu sibuk mengumpulkan makanan. Sedangkan belalang hanya asik bermain sambil bersenang – senang. Akhirnya lumbung makanan semut hampir penuh. Namun itu tidak membuatnya merasa puas dan ia tetap mencari makanan untuk disimpan.

Akhirnya, tibalah musim dingin. Semut dengan santai duduk di rumahnya sambil menikmati makanannya yang banyak. Sementara belalang hanya menyimpan makanan dalam jumlah sedikit karena ia fikir musim dingin akan segera berakhir.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Semut dan Merpati

Cerita Fabel Semut dan Merpati

Pada suatu ketika di musim panas, ada gerombolan semut yang berjalan dan membawa makanan di atas kepala meeka. Mereka terlihat sangatlah kompak. Pemimpin mereka memberkan aba – aba ketika harus melangkah dan berbelok. Semut tersebut selalu mengikuti petunjuk sang pemimpin hingga tibalah mereka di sarangnya.

Sesudah meletakkan hasil bawaaan, mereka berpisah untuk menjalankan tugas lain. Ada salah satu semut yang masih muda. Ia penasaran dengan dunia yang ada di luar sarangnya. Ia pun akhirnya izin kepada pemimpin untuk pergi dan melihat – lihat dunia luar. Pemimpin pun menjawab,

“Anakku, apabila engkau hendak pergi untuk jalan – jalan, boleh saja. Namun engkau harus hati – hati karena di luar sarang ini dunia amat luas dan juga kejam” Pesan pemimpin tersebut.

Sesudah menyiapkan bekal, semutpun pamit kepada pemimpin, “Pak pemimpin, aku akan pergi sekarang juga”. Pemimpin menjawab, “Hati – hati di jalan dan cepatlah pulang”.

Tak jauh dari sarang, ada sungai yang airnya sangat jernih. Karena ingin tahu, semut muda pun berjalan menelusuri lembah. Ia memanjat pohon dan juga rerumputan berkali – kali. Ia berjalan dengan tak kenal lelah. Ia pun melihat mata air jernih dan mendatanginya untuk minum.

Ketika dekat dengan mata air tersebut, ia bingung karena letak mata airnya lebih tinggi dibandingkan tanah tempat ia berpijak. Ia pun naik ke atas batang rumput. Saat hampir berhasil, ia terpeleset dan jatuh ke dalam mata air.

Ketika ia sedang kesulitan bangun, ada seekor merpati yang hendak menyelamatkannya. Merpati tersebut mengambil daun di pohon sampai jatuh di dekat semut muda. Dengan susah payah, semut muda segera naik ke atas daun. Ia pun berterima kasih kepada burung merpati.

“Hai burung merpati, aku berterima kasih karena engkau telah menyelamatkanku” Kata semut muda. Merpati pun menjawab, “Iya sama sama semut, apa yang sedang engkau lakukan di sini?”

“Aku tengah jalan – jalan untuk melihat dunia di luar sarang semutku” Jawa semut.

Ketika mereka sedang bercakap – cakap, tiba – tiba ada bahaya yang tengah mengintai. Ada seorang pemburu yang hendak menembak merpati. Merpati pun langsung bergegas terbang dan meninggalkan semut sendirian.

Menyaksikan kejadikan itu, akhirnya semutpun berlari kea rah pemburu dan menggigit kakinya. Akhirnya, penburu tersebut merintih kesakitan. Merpati berkata,”Terima kasih semut karena engkau sudah menyelamatkanku”.

“Sama – sama burung merpati, engkau tadi juga menyelamatkan nyawaku” jawab semut. Akhirnya mereka pun segera berpisah.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Ulat Yang Sombong

Cerita Fabel Ulat Yang Sombong

Di sebuah hutan yang lebat, hiduplah 2 ekor ulat. Yang satu bernama Fintu yang bersifat ramah, rendah hati dan baik. Sedangkan yang satunya bernama Tuvi yang bersifat angkuh dan suka meremehkan binatang lain.

Pada suatu hari, saat Fintu sedang mencari makanan, ia bertemu Tuvi.
“Hai Tuvi, bolehkah aku meminta sedikit makananmu?” pinta Fintu.
“Hey, Fintu! Ini makananku dan tetap makananku. Sana cari makanan yang lain!” tolak Tuvi.

“B baiklah…” Fintu menunduk dan berlalu.

Lain hari, akan ada pesta hutan. Semua binatang diundang. Putha si burung hantu dengan gesitnya membagikan undangan berupa daun itu dimalam hari dan menaruhnya di depan pintu rumah para binatang.

Esok harinya, terdengar sorakan dari para binatang.
“Asyik! Pasti di sana ada banyak makanan! Aku bisa makan sepuasnya!” sorak Cattya si anak kucing.
“Aku juga bisa makan biji – bijian, kan? Oh ya, bagi para ulat kalian tenang saja, aku tak akan memakan kalian, kok!” pekik Chacky si ayam jago.
Fintu hanya tersenyum mendengar pernyataan teman – temannya itu

Namun tiba – tiba…
“Ah, ini hanya pesta kecil! Lihat saja, suatu saat nanti, aku akan membuat pesta yang lebih besar!” Dengan angkuh Tuvi berkata.
“Tuvi! Kau tak boleh begitu!” seru Piku si beruang madu.
“Huh! Biarkan saja!” balas Tuvi sambil pergi.

Beberapa hari kemudian, Tuvi dan Fintu sudah menjadi kepompong. Mereka menjalani hidup sebagai kepompong biasa.

Beberapa minggu kemudian, mereka sudah keluar dari kepompongnya. Tak disangka, sayap Tuvi ternyata berwarna hitam! Sedangkan Fintu malah berwarna – warni.
Tuvi tahu, ini akibat keangkuhannya. Ia sangat menyesal.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Kelinci dan Anjing Petani

Cerita Fabel Kelinci dan Anjing Petani

Disebuah perkebunan jagung yang cukup luas terdapat seekor anjing petani sedang mencari kelinci yang berkeliaran untuk dimangsa. Anjing itu dilatih untuk mengejar hewan pengganggu perkebunan jagung ketika jagung masih muda.

Daun jagung itu sering dimakan oleh kelinci sehingga tanaman jagung itu tidak dapat tumbuh dengan baik dan jika tanaman itu tidak tumbuh dengan baik hasil panen jagung juga akan sangat berkurang, maka dari itu sang petani menempatkan seekor anjing terlatih di perkebunan itu. Setiap hari anjing itu berkeliaran memeriksa hewan pengganggu tanaman jagung di perkebunan petani.

Pada suatu pagi anjing itu bangun dari tidurnya kemudian dia berjalan mengitari perkebunan jagung itu sambil mengendus – ngendus bau hewan lain dengan hidung nya, penciuman anjing itu sangat tajam bahkan anjing itu mampu mencium bau kelinci dari jarak yang sangat jauh.

Ketika dia berjalan anjing itu mencium bau kelinci dari kejauhan anjing itu mengikuti arah bau itu sampai akhirnya dia melihat seekor kelinci sedang asik memakan pucuk jagung yang masih muda.

contoh cerita fabel anjing

Anjing itu berjalan perlahan mendekati kelinci tersebut ketika dia sudah sangat dekat dengan kelinci itu sang anjing langsung mengejarnya dengan sangat cepat, namun sang kelinci mendengar langkah anjing itu karena kelinci memiliki telinga yang panjang dan sangat peka terhadap suara. Kelinci itu menhindari sang anjing dengan cepat dia melompat dengan sangat cepat dan lompatan kelinci itu sangat jauh.

Sang anjing terus mengejarnya meskipun kelinci itu semakin menjauh dari jarak sang anjing namun sang anjing tidak menyerah begitu saja. Anjing itu memiliki kemampuan berlari tanpa henti sehingga dia mampu mengejar sang kelinci tanpa kelelahan.

Meskipun demikian sang kelinci yang sangat cepat melompat menghindari kejaran anjing itu membuat anjing itu kehilangan jejaknya, anjing itu mulai mengendus – ngendus bau sang kelinci dan tidak lama kemudian dia menemukan kelinci itu kini dia mengejarnya lebih cepat dari sebelumnya namun sang kelinci itu tidak dapat dia kejar hingga akhirnya anjing itu menyerah dan tidak melakukan pengejaran terhadap kelinci itu lagi.

Ternyata kejadian itu ditonton oleh seekor burung gagak yang sedang bertengger di sebuah pohon yang daunnya sedang gugur ketika anjing itu melewati pohon tersebut sang gagak bertanya kepadanya “Ternyata kelinci itu lebih kencang dibandingkan dengan dirimu”.

Kemudian sang anjing berkata dengan tenang “Apa kau tidak melihat perbedaan yang begitu mencolok antara aku dengan kelinci itu?” sang gagak menjawab “aku tidak melihat perbedaan itu, memang apa perbedaan yang kau maksudkan itu?” Sang anjing menjawab “Aku berlari untuk menangkap makanan sedangkan dia berlari mempertahankan hidupnya, sebuah keinginan akan menentukan kerasnya sebuah usaha”.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Anjing, Keledai dan Macan Tutul

Cerita Fabel Anjing, Keledai dan Macan Tutul

Pada suatu masa, hiduplah seekor keledai yang sedang pergi untuk mencari seekor anjing gunung. Ia pun pergi ke sebuah gunung yang amat tinggi, Dengan senjaga ia mencari anjing gunung untik diajak berburu bersama di hutan lebat.

Sesudah beberapa saat menaiki gunubg, akhirnya ia berhasil menemukan seekor anjing gunung yang tengah berjalan. Lalu iapun mengajak anjing tersebut untuk berburu dan kebetulan anjing gunungnya bersedia.

Akhirnya, keledai dan juga anjing tersebut pergi ke hutan lebat untuk berburu. Namun, ketika hendak memasuki hutan, mereka bertemu dengan seekor macan tutul yang tengah tiduran di bawah pohon besar. Akhirnya, keledai pun mengajak macan tutul untuk berburu bersama sekalian.;

Sesudah berhasil menemukan teman berburu, akhirnya keledai mengajak semua personilnya untuk memasuki hutan lebat. Alhasil mereka bisa menangkap hewan – hewan buruan bersama dan mendapatkan cukup banyak buruan sejak pagi sampai sore hari.

Mereka membawa hewan tangkapan ke tempat yang terbuka dan kemudian menumpuk hasil buruan bersama tersebut. Adapun hewan buruan yang mereka dapatkan adalah kelinci, rusa, kerbau, kijang, kambing dan juga uncai. Dan kini saatnya mereka berbagi hewan tangkapan satu sama lain.

“Kedelai, silahkan bagilah makanan itu” Pinta sang macan tutul. Kemudian macan tutulpun menghitung jumlah tangkapan yang didapat. Sesudah itu, sang kedelai membagi hewan tersebut menjadi tiga bagian yang banyaknya sama.

Melihat hal tersebut, sang macan tutul menjadi marah dan langsung menerkam kedelai hingga mati. Dengan demikian, bertambahlah tumpukan hewan tangkapannya. Lalu, macan tutul pun menoleh kepada anjing gunung dan berkata, “Sekarang kamu yang harus membagikan hewan tersebut”.

Akhirnya, anjing gunung pun mendekati hewan tangkapan tersebutdan membagi dua tumpukan yang sama besarnya. Sesudah itu, ia menggingit kelinci di mulutnya yang besarnya amat kecil dan tentu saja tidak berarti untuk sang macan tutul.

Macan tutul yang awalnya marah akhirnya reda ketika melihat anjing gunung berhasil membagikan hewan tangkapan dengan sangat adil. “Kau sangatlah pandai di dalam membuat suatu keputusan anjing gunung. Engkau membagikan makanan tersebut dengan sangat adil. Dari mana kamu belajar? Apakah kamu belajar dari keledai?” Tanya sang macan tutul.

“Ya aku belajar dari keledai” Jawab sang anjing gunung sambil pergi menjauh dari hadapan macan tersebut. “Aku tak mau mengulang nasib yang sama dengan keledai” Celetuk aning gunung yang sangat kecewa dengan keserakahan sang macan tutul. Akhirnya, ia pun berjanji pada diri sendiri bahwa di suatu hari tidak akan mau lagi bekerja sama dengannya.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Kadal dan Ular Air

Cerita Fabel Kadal dan Ular Air

Di salah satu kolam yang besar, hiduplah seekor kadal yang tengah berjalan di bagian pinggir kolam. Kadal tersebut rupanya sedang mencari kegiatan baru karena ia ingin mendapatkan sesuatu yang baru. Bahkan, ia ingin berpetualang saat ia berjalan di pinggiran kolam sembari mengeluarkan lidahnya.

Kemudian ia melihat sebuah kepala yang berlenggak lenggok seolah tengah mencari sesuatu. Kadal pun mendekatinya dan akhirnya dia sedikit kaget lantaran dia melihat seekor ular yang liar. Ular air tersebut ternyata juga menyadari adanya sang kadal lalu ia mendekatinya.

contoh cerita fabel ular

Sesudah sampai di dekat kadal, ular tersebut meninggikan bagian kepalanya dan berkata, “Apa yang sedang dilakukan seekor kadal gemuk di pinggir kolam?” Kadal pun agak menjauh lantaran takut dimangsa sang ular. “Aku hanya sedang mencari kegiatan dan juga petualangan baru” Tutur sang kadal.

“Kenapa engkau menjauh, Tenang aku sama sekali tidak ingin memakanmu karena aku sudah kenyang dengan ikan kecil yang ada di kolam. Jadi kamu ingin memperoleh petualangan yang seru. Apa engkau pernah lewat kolam ini sendirian?” Tanya sang ular.

“Aku tidak pernah melewatinya karena kolam satu ini terlampau luas untuk diseberangi. Aku memang bisa berenang walau tidak mahir. Tapi aku aku takut menyeberang kolam ini” Jawab sang kadal. Ular pun menjawab, “Jika kau ingin menyeberanginya, aku pasti akan membantumu”.

Karena sang kadal amat ingin menyeberangi kolam, akhirnya tanpa berfikir panjang ia menerima ajakan ular. Kemudian sang ular meminta kadal untuk mencari tali untuk diikatkan kepada ekornya. Tujuannya agar kadal tidak tenggelam saat berenang.

Akhirnya, kadal pun mencari tali di bagian pinggir kolam dan ia mendapatkannya. Kemudian kadal menalikan kaki depannya kepada ekor ular dengan sedikit kuat. Akhirnya ular dan kadal tersebut berenang di kolam yang luas bersama – sama. Namun, ketika sampai di bagian tengah kolam, ular berfikir untuk membuat kadal tenggelam.

Saat akan melakukan hal itu, tiba – tiba tubuh ular tersebut tertarik ke bagian atas dan dia tidak dapat melepaskan diri. Hal itu lantaran sang kadal disambar oleh alap – alap sehingga itu menyebabkan tubuh ular menjadi bergelantungan.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Buaya Yang Serakah

Cerita Fabel Buaya Yang Serakah

Pada pinggiran sebuah sungai, hidup seekor buaya yang tengah kelaparan. Ia tidak memakan apapun selama tiga hari. Dan kini perutnya sangat lapar dan jika ia tidak makan, maka bisa – bisa mati. Ia pun kemudian masuk ke dalam sungai dan berenang di dalamnya untuk menemukan makanan.

Akhirnya, sang buaya melihat ada seekor bebek yang tengah berenang. Ketika sang bebek tahu sedang diincar oleh buaya, ia pun akhirnya menepi. Melihat bebek yang hendak dimangsa tersebut kabur, akhirnya buaya pun mengejarnya dan alhasil bebek tertangkap olehnya.

Sembari menangis ketakutan sang bebek berkata, “Ampun buaya, lepaskanlah aku. Dagingku hanya sedikit. Mengapa engkau tidak memangsa kambing saja di hutan”. Sembari menunjukkan taring tajamnya, sang buaya berkata,”Baiklah kalau begitu antarkan aku ke tempat persembunyian kambing di hutan sekarang”.

Kemudian tidak jauh dari tempat itu, ada lapangan hijau dimana banyak kambing yang sedang mencari rumput untuk dimakan. “Pergi sana, aku akan memangsa kambing saja”. Akhirnya bebek merasa sangat senang dan berlari dengan kecepatan yang penuh.

Buaya pun akhirnya mendapati seekor anak kambing yang berhasil ia tangkap sesudah beberapa lama. Karena saking takutnya, anak kambing tersebut berkata,”Tolong jangan makan aku. Aku masih sangat kecil sehingga dagingku tidaklah banyak. Mengapa engkau tidak memakan gajah saja yang dagingnya lebih banyak dariku. Aku akan mengantarmu kesana”.

“Baiklah, antarkan aku kesana sekarang juga!” Pinta gajah. Akhirnya, buaya diajak ke tepian danau yang sangat luas oleh anak kambing tersebut. Dan benar saja, di sana sudah ada anak gajah yang besar. Akhirnya, buaya langsung mengejar dan kemudian menggigit kaki anak gajah tersebut. Namun, kulit gajah sangat tebal sehingga itu tidak dapat melukainya.

Anak gajah pun berteriak dan meminta tolong kepada sang ibu. Sedangkan buaya terus saja berusaha untuk menjatuhkan gajah tersebut. Namun sayangnya tidak bisa. Mendengar teriakan sang anak, sekumpulan gajahpun akhirnya mendatangi dan menginjak buaya hingga ia tidak bisa bernapas.

Akhirnya, sang buaya tetap saja tidak mampu melawan karena ukuran ibu gajah yang amat besar. Belum lagi ia dalam keadaan lemas karena belum makan. Setelah itu, buaya pun mati karena sudah kehabisan tenaga.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Gajah, Kerbau dan Harimau

Cerita Fabel Gajah, Kerbau dan Harimau

Suatu hari ada seekor kerbau mencari gajah didalam hutan. Kerbau tersebut mencari gajah untuk menemaninya mencari makanan dihutan. Setelah lama mencari akhirnya kerbau melihat gajah yang sedang berjalan.

Gajah tersebut mau menemani kerbau untuk mencari makanan, tetapi sebelum bertemu gajah sang kerbau menemui harimau terlebih dahulu. Sang kerbau juga meminta harimau untuk menemaninya mencari makanan dihutan dan harimau menerima ajakannya. Setelah kerbau mengumpulkan gajah dan harimau.

contoh cerita fabel gajah

Kemudian mereka berusaha melakukan perburuan makanan bersama. Mereka berusaha menangkap hewan hewan lain dan merebut makanan hewan lain juga. Ketiga hewan itu bekerja sama untuk memburu makanan dihutan.

Hewan hewan tersebut mulai dari pagi sampai sore mencari makanan. Mereka berhasil menangkap hewan lain dan merebut makanannya. Berbagai jenis makanan dikumpulkan mulai dari buah buahan sampai hewan hewan hidup.

Harimau menunjuk kerbau untuk membagi makanannya. Kerbau tersebut menghitung banyaknya makanan dan membagi tiga dengan adil. Sang harimau merasa tidak adil dan marah, akhirnya ia menerkam kerbau dan tumpukan makanannya menjadi bertambah. Setelah itu harimau menunjuk gajah untuk membagi makanannya.

Akhirnya karena harimau merasa masih kurang akhirnya ia juga menerkam gajah. Harimau tersebut serakah karena merasa kekurangan makanan dan menerkam kedua temannya tadi.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Kuda Yang Memakai Kulit Harimau

Cerita Fabel Kuda Yang Memakai Kulit Harimau

Seekor kuda sedang berjalan dari sebuah ladang gandum menuju sebuah hutan yang lebat, kuda itu telah puas memakan gandum yang ada di ladang itu dia terlihat gembira karena tidak ada petani gandum menjaga ladangnya.

Ketika dia menuju hutan lebat di tengah jalan sang kuda melihat sesuatu dengan heran seperti sebuah kulit harimau lalu kuda itu mendekatinya dan ternyata memang benar apa yang dia lihat adalah sebuah kulit harimau yang tidak sengaja ditinggalkan oleh para pemburu harimau. Kuda itu mencoba memakai kulit harimau itu dan ternyata pas ditubuhnya.

Lalu terlintas di benak kuda itu untuk menakuti hewan – hewan hutan yang melewati dirinya, kuda itu bergegas mencari tempat untuk bersembunyi. Tempat itu harus terlihat gelap dan sering dilalui oleh beberapa hewan hutan.

Akhirnya dia menemukan semak – semak yang cukup gelap untuk bersembunyi dan kuda itupun masuk ke semak – semak dengan menggunakan kulit harimaunya, di semak – semak kuda itu bersembunyi menunggu hewan hutan yang melewatinya dan tidak lama kemudian beberpa domba gunung berjalan ke arah dirinya kuda itu kini bersiap-siap untuk meloncat.

Ketika domba – domba itu melewati kuda yang sedang bersembunyi kuda itu meloncat ke arah domba – domba itu dan serentak domba – domba itu berlarian kesana kemari mereka ketakukan dengan kulit harimau yang di pakai oleh kuda itu. Sang kuda hanya tertawa setelah domba – domba itu berlarian dia amat senang sekali menjaili domba – domba itu.

Lalu sang kuda kembali bersembunyi kedalam semak-semak dia menunggu hewan lain datang melewati semak – semak itu dari kejauhan terlihat seekor tapir berjalan sambil mengunyah sesuatu dimulutnya, tapir itu berjalan dengan sangat lambat mendekati semak – semak namun ketika kuda itu meloncat ke arah tapir itu sang tapir terkejut dan lari sekencang – kencangnya menghindari menghindari kuda yang memakai kulit harimau itu.

Sang kuda kini semakin senang mengganggu hewan – hewan lainnya dan dia kembali ke semak – semak itu menunggu hewan lain untuk dia kagetkan.

Kini sang kuda menunggu lebih lama dari biasanya namun hal itu tidak membuatnya bosan tiba – tiba seekor kucing hutan berlari sambil membawa seekor tikus dimulutnya.

Kucing itu tidak melewati semak – semak kucing itu hanya duduk menyantap tikus yang ia tangkap di dekat pohon besar, melihat hal itu sang kuda berinisiatif untuk mengagetkannya dari arah belakang.

Kuda itu keluar dari semak – semak dan berjalan dengan hati hati agar lebih dekat dengan sang kucing ketika sudah sangat dekat dengan sang kucing, kuda itu mengaum seperti halnya seekor harimau namun kuda itu tidak sadar bahwa suara aumannya bukanlah suara harimau melainkan suara seekor kuda, mendengar hal itu sang kucing menoleh ke belakang dan dia melihat kuda itu dengan kulit harimau namun bersuara kuda.

Hal itu membuat sang kucing tertawa terbahak – bahak “Apabila aku melihatmu memakai kulit harimau itu aku akan lari ketakutan tapi auman suaramu itu tetap bukan suara harimau melainkan suara seekor kuda”.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Rusa dan Kura – Kura

Cerita Fabel Rusa dan Kura – Kura

Pada zaman dahulu, hidup seekor rusa yang amat pemarah dan juga sombong. Ia bahkan kerap meremehkan kemampuan hewan yang lain. Suatu ketika sang rusa berjalan di pinggir danau. Ia tidak senjaga berjumpa dengan kura – kura yang tampak mondar mandir saja. Melihat hal itu, sang rusa pun bertanya, “Kura kura, apa yang tengah engkau lakukan?”

contoh cerita fabel kura kura

Mendengar itu, sang rusa tiba – tiba marah, “Kau jangan berlagak. Kau hanya mondar mandir dan berlagak mencari sumber kehidupan”.

Kura – kura pun berupaya untuk menjelaskan akan tetapi rusa tetap saja marah. Rusa juga mengancam akan menginjak tubuh kura – kura. Akhirnya, kura kura merasa jengkel dan menantang rusa untuk adu kekuatan dari betis kaki mereka.

Mendengar tantangan tersebut, tentu saja rusa amat marah. Akhirnya, ia minta kepada kura – kura untuk menendang betisnya terlebih dahulu. Namun, kura – kura tidak mau dan menjawab, “Apabila aku yang menendang betismu lebih dulu, tentu saja engkau akan jatuh dan tidak sanggup membalasku”.

Akhirnya, rusa semakin marah dan melakukan ancang – ancang untuk menendang kura kura. Namun, kura – kura segera memasukkan kaki – kakinya ke dalam tempurung. Akhirnya, rusa menginjak tempurung dengan kuat dan itu menyebabkan kura – kura tertimbun di tanah.

Kura – kura pun berusaha keluar. Dan sesudah seminggu berlalu, ia berhasil keluar dari tanag dan mencari rusa. “Bersiaplah rusa, kini aku yang saatnya menendang”. Mendengar itu,rusa hanya memandang remeh kemampuan yang dimiliki oleh kura – kura. “Kerahkan saja semua kemampuan yang engkau miliki untuk menendang betisku. Ayolah jangan ragu”.

Kura – kura pun bersiap dan mengambil ancang – ancang tempat tinggi. Kemudian, ia pun menggelindingkan tubuhnya. Dan ketika sudah hampir mendekati tubuh rusa, ia pun menaikkan tubuhnya sampai melaayng. Ternyata kura – kura mengincar hidung sang rusa. Dengan sangat keras, akhirnya tempurung kura ura berhasil menyebabkan hidung sang rusa putus. Dan akhirnya ia pun mati.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Keharuan Seekor Anjing

Cerita Fabel Keharuan Seekor Anjing

Pagi yang begitu patah dengan rasa si Anjing dalam menanamkan hatinya pada kupu – kupu yang sedang menari – nari di taman saat si Anjing menjaga rumah majikannya yang bernama pak Bolot. Keharuan si Anjing datang di saat tarian kupu – kupu semakin indah dan semakin lucu. Si Anjing mencoba untuk menirukan tarian kupu – kupu, namun tidak dapat dicapainya. Anjing berkata.

“Kenapa aku tidak bisa seperti mereka., padahal kata pak Bolot aku cantik?” kata si Anjing kesal
“Percuma aku cantik kalau tidak dapat menari.” Si Anjing tetap mencoba menirukan kupu – kupu tetapi ia tetap tidak bisa.
Dengan keharuan itu si Anjing menangis. Si Kupu menangkap suara tangisan si Anjing, lalu mendekatinya.

“Anjing, kenapa kau menangis?” tanya si Kupu.
“Aku tidak bisa menari dan terbang sepertimu! Padahal kata majikanku aku sangat cantik.” Jawab si Anjing. Si Kupu mencoba menasehati si Anjing. Tidak lama kemudian turunlah hujan. Si Kupu bersama teman – temannya segera pergi mencari tempat berteduh.

Setelah beberapa hari. Si Anjing merusak taman di sekitar rumah pak Bolot, agar si Kupu bersama teman – temannya tidak lagi dapat menari – nari di taman. Setelah beberapa lama, datanglah si Kupu bersama teman – temannya. Si Kupu melihat si Anjing yang sedang merusak taman menjadi marah.

“Tunggu…, kenapa kamu merusak taman disini?” tanya si Kupu
“Memangnya kenapa? Ini kan tama milik majikanku? Bukan milikmu?”
“Memang ini bukan tamanku! Tapi kau telah merusak tanaman yang tidak bersalah!” pertengkaran semakin ramai, namun sedikit mereda ketika pak Bolot datang dengan wajah marah karena melihat tamannya yang indah menjadi berantakan.
“Siapa yang telah merusak tamanku ini?” tanya pak Bolot. Si Anjing kemudian mengaku kalau ia yang merusak taman. Ia juga memberikan alasannya.

Ternyata si Anjing telah menganggap kalau kupu – kupu telah mencuri madu yang ada pada bunga. Pak Bolot tersenyum, ia kemudian menjelaskan bahwa kupu – kupu tidak mencuri madu. Pandai menari, terbang dan menghisap madu adalah kodrat setiap kupu – kupu. Si Anjing kini sadar akan kesalahannya. Ia segera minta maaf pada si Kupu dan teman – temannya, maupun pada pak Bolot.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Kera Yang Banyak Akal

Cerita Fabel Kera Yang Banyak Akal

Dalam seminggu terakhir, musim hujan telah datang. Kawanan kera yang tinggal di lereng gunung tentu saja merasa bimbang. Mereka kebingungan akan mencari tempat berteduh yang aman dimana. Mereka tahu persis bahwa lereng gunung yang mereka tempati sudah gundul dan bisa-bisa longsor karena terus terguyur hujan.

Di dalam hutan lereng gunung tempat kera berada, hidup juga seekor ular piton yang cukup besar. Ia adalah seekor pemangsa yang sangat hebat. Ia pun membuat sebuah sarang di pohon yang suah ditebang. Ia hidup sepi menyendiri dan menanti sesuatu untuk kemudian dimangsa.

Ketika musim lapar, ular piton yang memiliki warna cokelat tersebut akhirnya keluar dari sarang. “Hari ini mendung bahkan mulai gerimis. Tentu saja sebentar lagi akan hujan lebat. Aku sangat suka karena di saat seperti ini akan banyak makanan yang bisa ku mangsa” Gumam si piton.

contoh cerita fabel kera

Ular piton mengetahui bahwa ketika hujan turun, hewan yang ada di lereng gunung akan mencari tempat untuk berteduh, kadangkala di bawah pohon, kadangkala di goa sebagai tempat mereka untuk bersembunyi. Selain berteduh dan menunggu hujan reda, tidak ada yang bisa mereka lakukan.

Piton pun mulai mengendus aroma daging dari mangsanya. Akhirnya, piton melihat ada seekor kera yang masih mungil sedang menggigil dan berteduh di bawah pohon aren. Ia bergumam, “Asik, ini bisa menjadi santapan siang”. Bahkan ia sudah membayangkan kelezatan tubuh kera yang pasti renyah itu.

Sesudah itu, ia mencoba mencari strategi untuk menyergap sang kera supaya bisa tepat sasaran. Ketika sudah dekat dengan sang kera, si piton mendapati bahwa kera tersebut sedang merintih seolah sedang kesakitan. Ular piton pun berubah fikiran. Dalam hati ia bertanya, “Ah sakit apa sih dia?”.

Piton pun kembali mendekati kera yang sedang merintih dan menggigil sendirian. “Hai kera, kenapa kamu menggigil? Apa kamu sedang sakit demam?” Tanya piton sembari menampakkan diri di hadapan kera mungil itu.

“Piton, kau benar – benar membuatku merasa kaget. Hujan – hujan begini kau mau kemana?” Tanya kera balik. “Aku Cuma mau lewat saja. Aku sangat suka dengan hujan karena aku bisa bermain air. Kau tadi belum menjawab pertanyaanku” Tambah piton.

“Kakiku sakit. Tadi aku terkena jebakan di hutan semacam jebakan tikut, untungnya aku berhasil melepaskan diri” Rintih sang kera.

“Lukamu lumayan parah. Darah di kakimu masih banyak. Jika tidak dibersihkan bisa membusuk” Tammabh piton.

“Benar sekali. Akan muncul banyak kuman. Dan sepertinya tubuhku dipenuhi dengan kuman. Sebentar lagi aku akan membusuk. Kenapa kau tidak memakanku saja. Makan aku saja. Cepat” Ujar kera.

Piton sangat bingung karena di satu sisi dia sedang dalam keadaan lapar dan di sisi yang lain ia merasa jijik dengan kuman yang ada di tubuh kera. Ia pun mengaku tidak tega jika harus memakan kera. Padahal sebenarnya dia tidak mau kuman yang ada di tubuh kera hinggap di tubuhnya.

“Baiklah aku akan membersihkan lukaku dan mencari air sungai terdekat” pamit kera.

“Baik, kamu teang saja. Sekalipun engkau sudah kembali sehat, aku tetap saja tidak akan memburumu” Tambah piton.

Akhirnya ular piton pun pergi lebih dulu meninggalkan sang kera yang mungil yang cerdik akalnya. Di dalam hati, sang kera tertawa berbahak – bahak karena ia bisa menyelamatkan diri dari ancaman sang ular dengan sangat mudah. Ia tidak menyangka sekalipun tampang sang ular menyeramkan, namun masih bisa berbyat baik juga. Pantas saja jenis ular ini sering diburu manusia dan dijadikan hewan peliaraan.

 

Baca Juga : Teks Cerita Sejarah: Pengertian, Struktur, Ciri, Jenis dan Kaidah

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Lebah dan Semut

Cerita Fabel Lebah dan Semut

Dahulu pada zaman Nabi Sulaiman, hidup banyak sekali lebah. Salah satu di antaranya adalah Dodo. Dodo adalah anak lebah yang telah ditinggal mati ibunya. Waktu itu ibunya meninggal digigit kalajengking. Kini ia hidup sebatang kara. Oleh karena itulah ia memutuskan untuk hidup mengembara. Hingga akhirnya ia tiba di gurun pasir yang luas. Di tengah gurun itu Dodo merasa haus dan lapar.

“Aku harus segera mencari makan dan air, tapi aku harus mencari di mana?” pikir Dodo. Tetapi Dodo tidak mau menyerah. Ia bersikeras mencari makanan dan air.

Setelah cukup lama terbang, dari kejauhan Dodo melihat air dan makanan. Namun setelah mendekat, ternyata yang dilihatnya hanyalah hamparan pasir yang luas. Maka dengan kekecewaan, Dodo kembali terbang menyelusuri gurun. Tidak berapa lama kemudian ia bertemu dengan seekor semut yang sedang kesusahan membawa telurnya. Dodo pun mendekati semut itu.

“Hai, semut. Siapakah namamu?”
“Namaku Didi. Namamu siapa?”
“Aku Dodo. Kamu mau jadi sahabatku?” Didi mengangguk senang.
“Baguslah! Kalau begitu mari kita mencari air dan makanan bersama?” Didi kembali mengangguk.

Mereka bergegas pergi untuk mencari makanan. Setelah cukup lama menyusuri gurun, mereka menemukan sebuah mata air yang berair bersih dan segar. Di samping mata air itu terdapat sebatang pohon kurma yang berbuah lebat dan sangat manis. Didi dan Dodo sangat gembira. Mereka segera minum dan makan sepuasnya.

Setelah mereka benar – benar kenyang, mereka segera mencari tempat tinggal. Dua hari kemudian mereka menemukan tempat tinggal yang menurut mereka tepat. Yaitu di sebuah padang rumput yang luas.

Mereka tidak akan kekurangan makanan karena di tepi padang rumput itu terdapat banyak pohon buah – buahan dan sebuah mata air yang sangat bersih. Didi dan Dodo hidup dengan rukun. Semakin hari persahabatan mereka semakin erat. Mereka pun hidup dengan aman, tenteram dan bahagia.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Iri Hati Sang Merpati

Cerita Fabel Iri Hati Sang Merpati

Seharian ini, Merpati iri hati pada Tekukur. Merpati merasa jatah jagungnya lebih sedikit dibandingkan dengan Tekukur. Merpati menganggap pemiliknya sudah tak menyayanginya lagi.

“Pemilikku lebih sayang Tekukur,” batin Merpati sambil memperhatikan sang pemilik yang lebih banyak memberikan jagung di tempat makan Tekukur. Merpati pun sedih.

Ingin rasanya ia kabur dari sangkar. Tapi ia tak mau melakukannya, karena esok ada perlombaan balap Merpati yang harus diikuti. Ia pun bertekad memenangi perlombaan agar bisa membanggakan pemiliknya.

Tiba – tiba, Merpati mendengar suara di kebun mentimun di belakang rumah. Ia melihat Kancil yang hendak mengambil buah mentimun.

“Kancil…” panggil Merpati.

Kancil terkejut dipergoki Merpati.

“Maaf, aku lapar. Nanti aku bawa bijinya sebgai ganti,” kata Kancil pelan.

“Bukan itu, aku butuh saranmu,” kata Merpati.

Kancil lalu mendekati sangkar Merpati. Merpati menceritakan kegundahan yang sedang dirasakannya. Dengan seksama Kancil mendengarkan keluh kesah Merpati.

Selesai Merpati bercerita, Kancil memberi saran.

“Jangan begitu Merpati, mungkin pemilikmu tak mau kamu terlalu gemuk.”

“Memangnya kenapa kalau aku jadi gemuk nanti?”

“Nanti terbangmu lambat.”

contoh cerita fabel merpati putih

Merpati menggeleng. “Itu tak mungkin. Aku malah bisa terbang lebih cepat,” kata Merpati dengan sombongnya.

Kancil hanya tersenyum lalu beranjak pergi. Namun, Merpati mencegahnya.

“Kancil, kamu hendak ke mana?”

“Kembali ke hutan. Aku kan sudah memberi saran seperti maumu.”

“Bukan itu saran yang kumau.”

“Lalu apa keinginanmu?”

“Aku mau makan lebih banyak jagung seperti Tekukur.”

Kancil berpikir sejenak. Lalu berkata, “Kamu makan di sangkarnya Tekukur.”

“Caranya?”

“Kamu bujuk Tekukur supaya ia mau bertukar sangkar saat makan jagung.”

Merpati mengangguk. Kancil pun pamit pergi.

***

Setelah Kancil pergi, Merpati membujuk Tekukur untuk bertukar tempat saat makan. Awalnya Tekukur tak bersedia. Tapi karena Merpati terus memaksanya, maka Tekukur pun terpaksa menuruti.

Esok harinya setelah sang pemilik pergi seusai memberi makan jagung. Merpati dan Terkukur bertukar sangkar. Di sangkar Tekukur, Merpati lahap memakan jagung yang berjumlah banyak. Merpati menjadi kekenyangan. Dengan susah payah, Merpati kembali ke sangkarnya.

Tak lama kemudian, sang pemilik mengeluarkan Merpati yang masih kekenyangan dari sangkar. Lalu membawanya ke perlombaan balap Merpati.

Sayang, di perlombaan Merpati yang masih kekenyangan tak bisa terbang cepat sehingga kalah. Sang pemilik kembali ke rumah dengan wajah sedih. Merpati dikembalikan ke sangkarnya.

Di dalam sangkarnya, Merpati tampak menyesal tak menuruti saran Kancil. Ia menceritakan kekalahannya pada Tekukur.

“Merpati, kamu seharusnya tak perlu iri hati. Pemilik kita sengaja memberimu sedikit jagung agar kamu bisa terbang cepat dan menang,” celethuk Tekukur dari dalam sangkarnya.

Merpati malu dan sedih mendengarnya. Ia pun menyesali sesuatu yang sudah tidak ada gunaya

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Gagak dan Elang

Cerita Fabel Gagak dan Elang

Pada suatu hari di hutan lereng gunung, ada seekor burung gagak yang sedang mencari makan. Burung gagak itu memiliki anak namanya Raga, seekor anak burung gagak yang sangat periang dan pantang menyerah. Kemanapun orang tuanya pergi, Raga selalu ikut dan membantu mencari makanan.

Ke esokan hari, Ibu Raga keluar ingin mencari makanan, Raga waktu itu yang masih tertidur tiba – tiba terbangun.
“Ibu mau kemana?” tanya Raga.
“Ibu mau mencari makanan untuk keluarga kita” jawab Ibu gagak.

“Raga ikut, bu. Raga ingin mencari cacing kesukaan Raga” pinta Raga.
“Iya nak, tapi kamu harus tetap waspada, jangan jauh – jauh dari ibu” ucap ibu gagak.
“baik bu” jawab Raga.

Padi itu mereka terbang ke arah timur, mereka turun dari sawah – kesawah untuk mencari tikus sawah. Raga dengan cerdiknya mendapatkan banyak cacing sawah. Namun tiba – tiba dari atas ada seekor elang yang juga mencari makan, elang itu memang terkenal sering merebut makanan gagak. Ketika gagak ingin menerkam seekor tikus, tiba – tiba elang menyahutnya dari atas.

“Hai elang, mengapa kamu suka merebut makananku?” bentak gagak.
“Kamu sangat lamban gagak, siapa cepat dia dapat” ejek elang.
“mengapa kamu tidak mencari makanan sendiri, dasar pengganggu” ucap gagak.

Sementara itu, Raga yang melihat ibunya sedang kesal sama elang, tiba – tiba terbang ke atas kemudian turun menyahut kembali seeokor tikus dari tangan di elang.
“Hey, anak gagak. Apa yang kamu lakukan?, kembalikan makananku” teriak elang.

“Aku hanya merebut kembali makanan ini dari ibuku, aku tidak mencuri dari kamu” ucap Raga.
“Dasar gagak kecil, cepat kembalikan” ucap elang tampak marah.
“Tidak, ini adalah milik kami, kamu yang mencarinya dan kamu telah mencurinya dari kamu” jawab Raga.

Ibu gagak hanya terdiam, ia sangat bangga sekali memiliki anak yang pemberani dan cerdik. Elang yang mulai tampak kesal, tampak sudang bersiap-siap menyerang gagak.
“Aku tidak takut sama kamu, selama kami benar” ucap Raga.

“Baiklah kalau itu mau mu, sekarang rasakan pembalasanku” teriak Raga.
Tiba – tiba ibu gagak menyela, tak ingin anaknya dalam masalah, ibu gagak langsung menghadang.

“Apa kamu tidak malu elang?, beraninya sama anak kecil” ejek ibu gagak.
“Kalau kamu pemberani, hadapi aku” tambah ibu gagak.
“Kalian berdua maju semuanya, aku tidak takut” ucap elang.

Disaat elang bersiap – siap menyerang Raga dan ibunya, tiba – tiba rombongan burung gagak terbang melewati mereka dan berhenti.
“Elang, kamu buat masalah lagi?” tanya salah satu gagak.
Elang hanya terdiam dan kabur karena ketakutan, Raga dan ibunya lega karna elang itu sudah pergi.

“Terima kasih atas bantuan kalian” ucap ibu gagak.
“Sama – sama, anakmu cukup berani melawan si elang. Aku salut padanya” jawab salah satu gagak.

“Terima kasih paman, Raga berani jika benar. Itu yang ibu ajarkan” ucap Raga.
Akhirnya rombongan gagak itu pamit ingin melanjutkan perjalanannya. Raga dan ibunya terbang pulang ke rumah mereka. Ibu bangga sekali Raga kini tumbuh menjadi anak yang berani dalam kebenaran dan cerdik.

 

Baca Juga : 10+ Contoh Teks Cerita Sejarah: Struktur + Singkat

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Katak dan Ular Piton

Cerita Fabel Katak dan Ular Piton

Disebuah danau hiduplah dua binatang bernama katak dan ular air. Katak tersebut melompat lompat disekitar danau karena ia termasuk hewan yang suka ingin tahu. Katak tersebut ingin mencari kegiatan baru dengan cara berpetualang disekitar danau. Dengan senangnya sang katak melompat lompat menjauhi danau. Iapun terkejut karena ada semak semak yang goyang.

Ternyata dibalik semak semak tersebut muncullah ular piton. Katakpun kaget dan berusaha menjauhi ular piton, kemudian ia berusaha kembali ke danau lagi. Sebelum katak menjauhi ular, ternyata si piton menyadari keberadaan katak. Ular tersebut berusaha mendekati katak dan merayap dengan cepat.

Setelah ular dekat dengan katak, ia segera mengangkat kepalanya dengan tinggi dan berkata, “ Hai katak gemuk apa yang kau lakukan dihutan ini?” Katak tersebut takut dengan ular dan berusaha untuk menjauh. Sang ular pun berkata bahwa ia tak akan memakan katak karena ia sudah memakan kelinci kecil. Kemudian sang kata berkata, “ Aku ingin berpetulang dan mencari kegiatan baru”.

Sang ular menawarkan petualangan yang seru dan katakpun mau. Apabila katak ingin mencoba petualangan baru, ia harus menjelajahi hutan sendirian. Katakpun belum pernah menelusuri sekitar hutan karena ia takut dimangsa hewan hewan buas lainnya.

Sang ular meawarkan bantuan untuk menemani katak menjelajahi hutan. Ia berkata,” Wahai ular carilah tali dan ikatkan pada ekorku.” Sang kata bertanya, “ Untuk apa tali itu?” Tali tersebut untuk menjaga agar katak tidak tertinggal jauh ketika dihutan, jadi ia tetap aman bersama ular. Katak tersebut tidak pikir panjang dan menerima tawaran ular.

Katakpun mencari tali dan mengikatkan perutnya dengan ekor sang ular. Setelah itu mereka berjalan menjelajahi hutan, sampai ditengah hutan sang ular memiliki niat buruk. Ia ingin berusaha membelit katak. Ular tesebut berusaha membelit katak namun tubuh katak disambar oleh elang dan digelantungkan di udara. Elang tadi menyadari bahwa ia juga menangkap piton karena ekornya terikat dengan katak.

 

Contoh Cerita Fabel Tentang Singa, Tikus, dan Kancil

Cerita Fabel Singa, Tikus, dan Kancil

Di daratan Eutopia, ada salah satu hewan yang dijuluki juga sebagai raja hutan selain Harimau. Dia adalah sang Singa. Namun singa lebih senang hidup di padang rumput dengan alam yang lebih terbuka. Dia selalu menjaga wilayahnya dari para hewan yang ingin berbuat onar di daerah kekuasaanya.

Sebagaimana si Harimau, singa juga memiliki sifat yang sombong sebagaimana seorang raja. Dia cukup angkuh dan merasa tidak terkalahkan. Bahkan dia sering memandang rendah hewan yang lebih lemah darinya. Si kancil pernah beberapa kali bertemu dengan singa, namun dia bisa bersembunyi untuk menghindar. Berbeda dengan harimau, sifat singa sedikit lebih tenang. Bahkan terkesan cukup malas. Hari – harinya selalu di isi dengan tidur. Dia hanya berburu ketika perutnya sedang lapar saja.

Pada suatu hari ketika si singa tengah tertidur nyenyak, ada seekor tikus yang tidak sengaja tersesat ke sarangnya. Tikus itu tanpa sengaja membangunkan singa yang sedang tertidur itu. Kontan saja singa yang merasa terusik itu sangat marah dan mengaum dengan keras. Auman singa cukup menakutkan bagi setiap yang mendengar. Bahkan aumanya dapat di dengar hingga jarak cukup jauh di seluruh penjuru hutan.

contoh cerita fabel semut

Melihat singa yang marah, tikus yang malang itu merasa sangat ketakutan. Dia merasa kini ajalnya mungkin akan datang karena di makan oleh singa. Namun tiba – tiba saja si kancil datang, dia mencoba menengahi untuk menenangkan singa tersebut.

“Eh.. singa.. tunggu dulu. Jika kau memakan tikus malang ini, maka martabat mu sebagai raja hutan akan tercoreng. Kau akan sangat rugi. Selain tidak kenyang.. kau juga akan di kenal sebagai hewan rakus yang bahkan memakan tikus yang kurang bergizi”. Kata kancil.
“Apa maksut mu cil..? Apa kau meledek ku?”. Kata singa masih geram.

“Bukan itu masalahnya.. aku hanya ingin menyelamatkan harga diri mu. Jika kau memakan tikus ini, maka kau tak lebih dari hewan berkuku dengan taring besar.. namun selera makan mu kacangan dan tak bermutu. Bayangkan saja jika seluruh penghuni hutan tahu, pasti mereka akan menertawakan mu”. Jelas kancil.

“Lalu.. apa yang harus aku lakukan? Tikus ini sudah mengganggu tidur ku”. Tanya singa lagi.
“Sebagai raja.. kau harus belajar untuk mengampuni. Biarkan dia pergi. Mungkin saja kelak dia justru bisa menolong mu ketika kau kesusahan”. Jawab kancil.
“Hahahahaha… aku? Kesusahan? Lalu ditolong tikus? Mana mungkin.?? Aku ini raja hutan yang paling kuat. Bahkan harimau saja tak sebanding. Tak ada yang berani macam – macam dengan ku. Itu mustahil.. hahahaha..”. Kata singa dengan sombongnya.

“Baiklah.. mau mustahil atau tidak, roda nasib tak ada yang tahu. Jadi bagaimana singa? Apa kau mau melepaskanya?”. Tanya kancil lagi.
“Baiklah.. kali ini dia aku lepaskan. Tapi bukan karena alasan yang kau sebutkan.. tapi memang karena aku masih kenyang.. jadi, cepat pergi sebelum aku berubah fikiran..”. Kata singa sambil kembali memejamkan mata untuk melanjutkan tidurnya. Sementara kancil dan tikus segera pergi dari tempat itu.

Beberapa bulan berlalu setelah kejadian itu. Hingga pada suatu hari, singa di timpa musibah. Ketika tengah mencari mangsa, singa terjerat oleh jaring yang di pasang pemburu.

contoh cerita fabel merpati tikus

Dia sudah berusaha lepas, tapi tak berhasil. Jaring itu dirajut dengan tali yang cukup kuat. Hingga dua hari lamanya singa terjebak. Tanpa makan dan minum, sehingga membuat singa lemas kehabisan tenaga. Bahkan untuk mengaum saja dia sudah tidak sanggup. Namun takdir sepertinya masih berpihak pada si singa. Tikus yang dulu dia lepaskan, tidak sengaja lewat tempat itu.

Melihat singa yang sekarat, tikus itu langsung berusaha menolongnya. Dia meng-gigit setiap tali jaring itu hingga putus. Setelah semua tali putus, singa itu akhirnya bisa bebas.

Melihat bahwa nyawanya diselamatkan oleh seekor tikus yang dulu dia remehkannya, membuat singa merasa malu. Kini dia belajar akan satu hal.. kemampuan itu tidak hanya dilihat dari penampilan luar saja. Singa merasa bersyukur, bahwa dulu dia mengambil keputusan yang benar dengan melepaskan si tikus. Andai saja dulu dia tidak melepaskan si tikus, niscaya nyawanya sudah tidak tertolong.

Singa mengucapkan terimakasih kepada tikus. Dia juga meminta maaf jika dahulu dia menghina si tikus. Tikus itu hanya tersenym, karena dia sudah lama mema’afkan singa dan merasa tidak terjadi masalah. Sejak saat itu, tikus dan singa menjadi sahabat. Singa berjanji akan dengan senang hati membantu tikus ketika tikus dalam kesulitan. Sebagai wujud balas budi di hari itu.

 

Baik seperti itulah artikel dari Pintarnesia kali ini mengenai berbagai macam contoh cerita fabel singkat, lengkap dan lucu. Mudah – mudahan artikel tersebut bisa bermanfaat untuk menambah wawasan kita semuanya mengenai cerita fabel.

Mohon maaf apabila ada salah kata dan kalimat pada artikel di atas, apabila ada sesuatu yang ingin teman – teman tanyakan bisa untuk disampaikan melalui kolom komentar yang tepat berada di bawah artikel ini ya. Terimakasih telah berkunjung di Pintarnesia, jangan lupa untuk membaca juga artikel menarik lainnya di Pintarnesia ya.

Sandy Kurnia Fajar Hobi ngegame, jadi top player dan disayang mamah. Biar jadi orang yang berguna bagi banyak orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight