√ 50+ Contoh Besaran Turunan dan Satuannya, Pengertian (Lengkap)

50+ Contoh Besaran Turunan dan Satuannya, serta Penjelasannya

50+ Contoh Besaran Turunan dan Satuannya, serta Penjelasannya

Setelah pada artikel sebelumnya pintarnesia sudah membahas tentang persegi panjang, pada kesempatan ini pintarnesia akan membahas tentang besaran turunan. Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan besaran turunan, atau palah kamu belum tahu apa itu besaran turunan?, bagi kamu yang belum tahu apa itu besaran turunan, beruntung sekali kamu menemukan artikel ini. Karena pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan pengertian besaran turunan dan 50 (lima puluh) lebih besaran turunan.

Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya dari satu atau bahkan lebih dari besaran pokok. Ada banyak sekali contoh besaran turunan mulai dari luas, volume, massa jenis, percepatan, kecepatan, gaya, tekanan, serta masih banyak lagi lainnya. Dari semua besaran turunan yang ada, besaran turunan yang paling sering dipakai adalah besaran turunan yang sudah disebutkan tadi.

 

Besaran Turunan Paling Sering Dipakai

Seperti yang sudah pintarnesia sebutkan di atas bahwa ada besaran turunan yang paling umum dipakai. Berikut ini adalah pemaparan tentang besaran turunan yang paling sering dipakai, di antaranya adalah:

1. Luas (m2)

Contoh besaran turunan yang pertama adalah Luas, luas merupakan hasil dari perkalian antara 2 besaran panjang dan lebar sehingga menghasilkan satuan m2. Selain m2, luas juga memiliki satuan yang lainnya seperti hektare, km2, cm2, dan masih banyak lagi lainnya. Cara mengetahui luas adalah dengan cara mengkalikan panjang dan lebar, oleh karena itu sebelum kita mengetahui luas dari suatu bidang, diperlukan pengukuran panjang dan lebah dari suatu bidang atau wilayah dahulu. Dimensi luas adalah L2.

 

2. Volume (m3)

Contoh besaran turunan yang kedua adalah volume, volume merupakan contoh besaran turunan yang merupakan hasil kali antara 3 (tiga) besaran panjang (panjang x lebar x tinggi), sehingga hasilnya menjadi meter kubik atau yang biasa disimbolkan dengan m3. Volume berbeda dengan luas, volume dinyatakan dengan dimensi L3.

 

3. Kecepatan (m/s)

Besaran turunan yang ketiga adalah kecepatan, besaran turunan kecepatan merupakan besaran yang menyatakan jarak per satuan waktu dan dinyatakan dalam satuan m/detik atau bisa juga dinyatakan dengan km/jam. Kecepatan bisa diukur menggunakan alat yang bernama speedometer. Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah speedometer, hampir semua kendaraan atau bahkan semua kendaraan bermotor sudah dilengkapi dengan speedometer. Kecepatan bisa dinyatakan dengan dimensi L.T-1.

 

4. Massa Jenis (Kg/m3)

Besaran turunan yang keempat adalah massa jenis, besaran turunan yang satu ini merupakan besaran massa suatu benda dalam per satuan volume. Besaran Massa Jenis dinyatakan dalam satuan kg/m3 atau yang bisa juga dengan satuan g/cm3. Besaran turunan yang satu ini memiliki satuan yang diturunkan dari besaran massa dan volume, sehingga besaran massa jenis bisa dinyatakan dengan dimensi M.L-2.

 

5. Gaya (N atau kg.m/s2)

Besaran turunan yang ke lima adalah besaran gaya, besaran yang satu ini merupakan hasil kali massa benda yang bergerak dengan percepatan gerakannya. Besaran yang satu ini memiliki satuan Newton (N) atau bisa juga dengan satuan kg.m/s2. Besaran gaya merupakan hasil kali antara massa (besaran pokok) dengan percepatan (besaran turunan, percepatan akan dibahas di bawahnya), maka dari itu gaya merupakan contoh besaran turunan. Gaya bisa dinyatakan dengan dimensi M. L.T-2.

 

6. Percepatan (m/s2)

Contoh besaran turunan yang ke enam adalah besaran percepatan, besaran yang satu ini merupakan besaran yang menyatakan penambahan kecepatan dalam satu satuan waktu. Suatu benda yang memiliki kecepatan tetap atau konstan akan mempunyai percepatan sebesar 0 km/jam2 atau 0 m/s2. Sementara jika benda tersebut bergerak melambat, maka akan memiliki percepatan < 0 m/s, dan jika benda itu bergerak semakin cepat, maka akan memiliki percepatan > 0 m/s2.

 

7. Tekanan (Pa atau N/m2)

Besaran turunan yang ke tujuh adalah besaran tekanan, besaran yang satu ini merupakan gaya yang bekerja pada satuan luas, dengan kata lain besaran ini merupakan hasil pembagian antara gaya dengan luas penampang yang dikenai dengan gaya. Besaran yang satu ini termasuk contoh dari besaran turunan dan memiliki satuan pascal (Pa) atau N/m2. Tekanan bisa dinyatakan dengan dimensi M. L.T-2. L-2.

 

Nah, itu lah contoh besaran turunan yang sering dipakai. Setelah ini pintarnesia akan memaparkan tentang contoh – contoh dari besaran turunan yang ada, tapi pada contoh besaran turunan yang ada dibawah ini pintarnesia tidak akan menjelaskan secara detail melainkan hanya memberikan contoh – contoh besaran yang termasuk dalam besaran turunan.

 

 

Contoh Besaran Turunan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pintarnesia hanya akan memberikan contoh besaran turunan dan tidak akan menjelaskan secara detail. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh dari besaran yang termasuk ke dalam besaran turunan, di antaranya adalah:

  1. Gaya berat (w) = N = kgm/s2
  2. Gaya coulomb (Fc) = N = kgm/s2
  3. impuls (I) = Ns
  4. Ggl baterai (ε) = Volt
  5. Momentum (p) = Kgm/s
  6. Usaha (W) = Nm = kgm2/s2
  7. Daya (P) = watt = J/s = kgm2/s3
  8. Tekanan (P) = Pa = N/m2
  9. Tekanan hidrostatis (Phid) = Pa = N/m2
  10. Frekuensi (f) = 1/s = Hz
  11. Muatan listrik (Q) = C
  12. Kalor laten (L) = J/kg
  13. Hambatan listrik (R) = Ω
  14. Kekuatan lensa (P) = 1/m = dioptri
  15. Tegangan listrik (V) = volt
  16. Momen kopel (M) = Nm
  17. Momentum sudut (L) = kg.m2/s
  18. Kalor (Q) = J = kgm2/s2
  19. Kapasitas kalor (C) = (J/K
  20. Kuat medan listrik (E) = N/C
  21. Kalor jenis (c) = J/kgK
  22. Gaya sentripetal (Fs) = N
  23. Cepat rambat cahaya (c) = m/s
  24. Hambatan jenis kawat penghantar (ρ) = Ω.m
  25. Percepatan sudut (α) = rad/s2
  26. Modulus Young (Y) = N/m2
  27. Kecepatan sudut (ω) = rad/s
  28. Percepatan gravitasi (g) = m/s2
  29. Tegangan atau stres (σ) = N/m2
  30. Modulus elastis (E) = N/m2
  31. Konstanta pegas (k) = N/m
  32. Momen gaya (τ) = N.m
  33. Tetapan Gravitasi bumi (G) = N.m2/kg2
  34. Momen inersia (I) = Kg.m2
  35. Intensitas bunyi (I) = watt/m2
  36. Debit aliran (Q) = m3/s
  37. Koefisisen viskositas (η) = N.s/m2
  38. Induktansi diri (L) = Hendry = H
  39. Koefisien konduktivitas termal (k) = W/m.K
  40. Medan listrik (E) = (N/C)
  41. Fluks medan listrik (ΦE) = Nm2/C = Weber (Wb)
  42. Kapasitas kapasitor (C) = farad = C/V
  43. Kuat Medan magnet (B) = tesla = Wb/m2
  44. Konduktivitas listrik bahan penghantar (σ) = Ω/m
  45. Resistivitas listrik bahan penghantar (ρ) = Ω.m
  46. Koefisien konveksi (h) = W/m2K
  47. Laju kalor konveksi (I) = watt = J/s
  48. Energi potensial (Ep) = J = kgm2/s2
  49. Energi kinetik (Ek) = J = kgm2/s2

 

Nah, itulah penjelasan mengenai contoh-contoh besaran turunan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita, serta bisa membantu kamu dalam mengerjakan tugas maupun soal. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Musik Tradisional: Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Musik Tradisional

Pengertian Musik Tradisional: Ciri-Ciri, Fungsi dan Contoh Musik Tradisional

Setelah pada artikel sebelumnya pintarnesia sudah membahas tentang persegi panjang, pada kesempatan ini pintarnesia akan membahas tentang besaran turunan. Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan besaran turunan, atau palah kamu belum tahu apa itu besaran turunan?, bagi kamu yang belum tahu apa itu besaran turunan, beruntung sekali kamu menemukan artikel ini. Karena pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan pengertian besaran turunan dan 50 (lima puluh) lebih besaran turunan.

Besaran turunan merupakan besaran yang satuannya dari satu atau bahkan lebih dari besaran pokok. Ada banyak sekali contoh besaran turunan mulai dari luas, volume, massa jenis, percepatan, kecepatan, gaya, tekanan, serta masih banyak lagi lainnya. Dari semua besaran turunan yang ada, besaran turunan yang paling sering dipakai adalah besaran turunan yang sudah disebutkan tadi.

 

Besaran Turunan Paling Sering Dipakai

Seperti yang sudah pintarnesia sebutkan di atas bahwa ada besaran turunan yang paling umum dipakai. Berikut ini adalah pemaparan tentang besaran turunan yang paling sering dipakai, di antaranya adalah:

1. Luas (m2)

Contoh besaran turunan yang pertama adalah Luas, luas merupakan hasil dari perkalian antara 2 besaran panjang dan lebar sehingga menghasilkan satuan m2. Selain m2, luas juga memiliki satuan yang lainnya seperti hektare, km2, cm2, dan masih banyak lagi lainnya. Cara mengetahui luas adalah dengan cara mengkalikan panjang dan lebar, oleh karena itu sebelum kita mengetahui luas dari suatu bidang, diperlukan pengukuran panjang dan lebah dari suatu bidang atau wilayah dahulu. Dimensi luas adalah L2.

 

2. Volume (m3)

Contoh besaran turunan yang kedua adalah volume, volume merupakan contoh besaran turunan yang merupakan hasil kali antara 3 (tiga) besaran panjang (panjang x lebar x tinggi), sehingga hasilnya menjadi meter kubik atau yang biasa disimbolkan dengan m3. Volume berbeda dengan luas, volume dinyatakan dengan dimensi L3.

 

3. Kecepatan (m/s)

Besaran turunan yang ketiga adalah kecepatan, besaran turunan kecepatan merupakan besaran yang menyatakan jarak per satuan waktu dan dinyatakan dalam satuan m/detik atau bisa juga dinyatakan dengan km/jam. Kecepatan bisa diukur menggunakan alat yang bernama speedometer. Pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan istilah speedometer, hampir semua kendaraan atau bahkan semua kendaraan bermotor sudah dilengkapi dengan speedometer. Kecepatan bisa dinyatakan dengan dimensi L.T-1.

 

4. Massa Jenis (Kg/m3)

Besaran turunan yang keempat adalah massa jenis, besaran turunan yang satu ini merupakan besaran massa suatu benda dalam per satuan volume. Besaran Massa Jenis dinyatakan dalam satuan kg/m3 atau yang bisa juga dengan satuan g/cm3. Besaran turunan yang satu ini memiliki satuan yang diturunkan dari besaran massa dan volume, sehingga besaran massa jenis bisa dinyatakan dengan dimensi M.L-2.

 

5. Gaya (N atau kg.m/s2)

Besaran turunan yang ke lima adalah besaran gaya, besaran yang satu ini merupakan hasil kali massa benda yang bergerak dengan percepatan gerakannya. Besaran yang satu ini memiliki satuan Newton (N) atau bisa juga dengan satuan kg.m/s2. Besaran gaya merupakan hasil kali antara massa (besaran pokok) dengan percepatan (besaran turunan, percepatan akan dibahas di bawahnya), maka dari itu gaya merupakan contoh besaran turunan. Gaya bisa dinyatakan dengan dimensi M. L.T-2.

 

6. Percepatan (m/s2)

Contoh besaran turunan yang ke enam adalah besaran percepatan, besaran yang satu ini merupakan besaran yang menyatakan penambahan kecepatan dalam satu satuan waktu. Suatu benda yang memiliki kecepatan tetap atau konstan akan mempunyai percepatan sebesar 0 km/jam2 atau 0 m/s2. Sementara jika benda tersebut bergerak melambat, maka akan memiliki percepatan < 0 m/s, dan jika benda itu bergerak semakin cepat, maka akan memiliki percepatan > 0 m/s2.

 

7. Tekanan (Pa atau N/m2)

Besaran turunan yang ke tujuh adalah besaran tekanan, besaran yang satu ini merupakan gaya yang bekerja pada satuan luas, dengan kata lain besaran ini merupakan hasil pembagian antara gaya dengan luas penampang yang dikenai dengan gaya. Besaran yang satu ini termasuk contoh dari besaran turunan dan memiliki satuan pascal (Pa) atau N/m2. Tekanan bisa dinyatakan dengan dimensi M. L.T-2. L-2.

 

Nah, itu lah contoh besaran turunan yang sering dipakai. Setelah ini pintarnesia akan memaparkan tentang contoh – contoh dari besaran turunan yang ada, tapi pada contoh besaran turunan yang ada dibawah ini pintarnesia tidak akan menjelaskan secara detail melainkan hanya memberikan contoh – contoh besaran yang termasuk dalam besaran turunan.

 

 

Contoh Besaran Turunan

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, pintarnesia hanya akan memberikan contoh besaran turunan dan tidak akan menjelaskan secara detail. Nah, berikut ini adalah contoh – contoh dari besaran yang termasuk ke dalam besaran turunan, di antaranya adalah:

  1. Gaya berat (w) = N = kgm/s2
  2. Gaya coulomb (Fc) = N = kgm/s2
  3. impuls (I) = Ns
  4. Ggl baterai (ε) = Volt
  5. Momentum (p) = Kgm/s
  6. Usaha (W) = Nm = kgm2/s2
  7. Daya (P) = watt = J/s = kgm2/s3
  8. Tekanan (P) = Pa = N/m2
  9. Tekanan hidrostatis (Phid) = Pa = N/m2
  10. Frekuensi (f) = 1/s = Hz
  11. Muatan listrik (Q) = C
  12. Kalor laten (L) = J/kg
  13. Hambatan listrik (R) = Ω
  14. Kekuatan lensa (P) = 1/m = dioptri
  15. Tegangan listrik (V) = volt
  16. Momen kopel (M) = Nm
  17. Momentum sudut (L) = kg.m2/s
  18. Kalor (Q) = J = kgm2/s2
  19. Kapasitas kalor (C) = (J/K
  20. Kuat medan listrik (E) = N/C
  21. Kalor jenis (c) = J/kgK
  22. Gaya sentripetal (Fs) = N
  23. Cepat rambat cahaya (c) = m/s
  24. Hambatan jenis kawat penghantar (ρ) = Ω.m
  25. Percepatan sudut (α) = rad/s2
  26. Modulus Young (Y) = N/m2
  27. Kecepatan sudut (ω) = rad/s
  28. Percepatan gravitasi (g) = m/s2
  29. Tegangan atau stres (σ) = N/m2
  30. Modulus elastis (E) = N/m2
  31. Konstanta pegas (k) = N/m
  32. Momen gaya (τ) = N.m
  33. Tetapan Gravitasi bumi (G) = N.m2/kg2
  34. Momen inersia (I) = Kg.m2
  35. Intensitas bunyi (I) = watt/m2
  36. Debit aliran (Q) = m3/s
  37. Koefisisen viskositas (η) = N.s/m2
  38. Induktansi diri (L) = Hendry = H
  39. Koefisien konduktivitas termal (k) = W/m.K
  40. Medan listrik (E) = (N/C)
  41. Fluks medan listrik (ΦE) = Nm2/C = Weber (Wb)
  42. Kapasitas kapasitor (C) = farad = C/V
  43. Kuat Medan magnet (B) = tesla = Wb/m2
  44. Konduktivitas listrik bahan penghantar (σ) = Ω/m
  45. Resistivitas listrik bahan penghantar (ρ) = Ω.m
  46. Koefisien konveksi (h) = W/m2K
  47. Laju kalor konveksi (I) = watt = J/s
  48. Energi potensial (Ep) = J = kgm2/s2
  49. Energi kinetik (Ek) = J = kgm2/s2

 

Nah, itulah penjelasan mengenai contoh-contoh besaran turunan. Semoga artikel ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan kita, serta bisa membantu kamu dalam mengerjakan tugas maupun soal. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.