Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

By

Contoh Kalimat Langsung dan Tidak Langsung

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal berbagai macam jenis kalimat. Salah satunya adalah kalimat langsung dan tidak langsung. Apa ada dari kalian yang sudah pernah mendengarnya?

Kedua jenis kalian tersebut sebenarnya sudah seringkali kita temui atau bahkan gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Namun pasti banyak juga yang tak menyadarinya karena belum tahu definisi keduanya.

Coba kalian perhatikan contoh kalimat langsung dan tidak langsung di bawah ini :

“Aku sangat lapar.” kata Budi.

Diatas merupakan sebuah contoh kalimat langsung, lalu berikut ini adalah contoh kalimat tidak langsung :

Budi berkata bahwa ia sangat lapar.

Kedua kalimat diatas menyatakan suatu hal yang sama, yaitu “budi sangat lapar”. Namun apakah kalian menyadari perbedaan antara kedua bentuk kalimat diatas? Betul sekali, perbedaannya ada pada cara penyampaiannya.

Pada kalimat langsung terlihat kutipan tentang perkataan yang sama persis seperti yang disampaikan oleh orangnya tanpa ada perubahan. Sehingga kita seperti mendengar ucapan dari orangnya secara langsung.

Baca Juga: Contoh Kalimat Efektif dan Tidak Efektif.

Sedangkan pada kalimat tak langsung seperti disampaikan oleh orang ketiga yang menjadi perantara. Hal tersebut membuat susunan kalimatnya sedikit berubah namun tetap dengan isi yang sama. Bagaimana, sampai disini sudah sedikit paham?

Mungkin masih banyak yang belum terlalu mengerti, tapi jangan khawatir karena akan kita bahas lebih jauh lagi. Mulai dari ciri-ciri, aturan penggunaan, cara mengubah hingga contohnya.

Kalimat Langsung

Pengertian Kalimat Langsung

Pengertian Kalimat Langsung adalah sebuah kutipan yang berisi perkataan atau pernyataan dari seseorang secara langsung, tanpa adanya perubahan ataupun perantara. Sehingga apa yang dikutip sama persis seperti apa yang dikatakan oleh orang tersebut.

Bentuk informasinya masih asli dari sumber yang didapatkan. Apa yang kita baca adalah sama dengan apa yang orang tersebut ucapkan. Selain itu, kalimat langsung biasanya juga dilengkapi dengan tanda seperti titik, tanya atau seru.

Dari sini pembaca juga dapat mengetahui nada serta intonasi yang digunakan orang tersebut ketika mengucapkan perkataannya. Apakah orang tersebut mengatakannya sebagai sebuah berita, pertanyaan atau perintah.

Ciri-Ciri Kalimat Langsung

Ciri Kalimat Langsung

Kita bisa langsung mengenali apakah sebuah kalimat termasuk langsung atau bukan melalui ciri-ciri berikut :

  • Dalam kalimat langsung, perkataan akan diapit oleh tanda petik dua.
  • Huruf pertama setelah tanda petik dua harus kapital.
  • Antara kalimat kutipan dan pengiring dipisahkan oleh tanda koma (,)
  • Apabila sebuah kalimat langsung berupa dialog yang berurutan, maka diberi tanda titik dua (:) di depan kalimat kutipan.
  • Cara membaca kalimat kutipan dengan intonasi sedikit ditekan.

Aturan Penulisan Kalimat Langsung

Aturan Penulisan Kalimat Langsung

Dalam menulis bentuk kalimat langsung, ada banyak hal yang harus diperhatikan. Ia juga memiliki beberapa macam bentuk yang umum digunakan sebagai berikut :

1. Kalimat Kutipan – Pengiring

  • Apabila kalimat kutipan berada di depan, maka harus diawali dengan tanda petik dua kemudian dilanjutkan dengan huruf kapital.
  • Pada akhir kalimat kutipan, berikan tanda titik, tanya atau seru tergantung jenis pernyataan.
  • Berikan tanda petik dua penutup, lalu spasi.
  • Tambahkan pengiring tanpa menggunakan koma maupun huruf kapital.
  • Diakhir pengiring berikan tanda titik.

Contoh :

“Siapa yang membeli es krim ini?” tanya Susi.

2. Pengiring – Kalimat Kutipan

  • Apabila pengiring berada di depan, awali dengan huruf kapital.
  • Di belakang pengiring, berikan tanda koma kemudian spasi.
  • Tambahkan tanda petik 2 lalu tulis kalimat kutipan dengan awalan huruf kapital.
  • Di akhir kalimat kutipan, berikan tanda titik, tanya atau seru.
  • Kemudian berikan tanda kutip dua penutup

Contoh :

Ayah berkata kepada Andi, “Tolong jaga adikmu baik-baik.”

3. Kalimat Kutipan – Pengiring – Kalimat Kutipan

  • Apabila terdapat 2 buah kalimat kutipan, maka pertama awali dengan tanda petik dua pembuka.
  • Lalu tulis kalimat kutipan yang pertama diawali dengan huruf kapital, diikuti dengan tanda titik, tanya atau seru lalu petik dua penutup.
  • Kemudian berikan spasi dan tulis pengiringnya.
  • Dibelakang pengiring, tambahkan tanda koma (,) lalu spasi kemudian tanda petik dua lagi.
  • Selanjutnya tulis kalimat kutipan kedua, kalian tidak perlu mengawalinya dengan huruf kapital.
  • Akhiri dengan tanda titik, tanya atau seru lalu berikan kutip penutup.

Contoh :

“Selamat pagi!” sapa Susi, “mau kemana?”

Contoh Kalimat Langsung

Untuk memahami tentang kalimat langsung, maka perlu ketahui contoh kalimat langsung agar menambah wawasan dalam memahami kalimat langsung.

  • “Kontak batin antara ibu dan anak,” katanya, “ialah rahmat dari Allah yang tidak ternilai harganya.”
  • Dani berkata, ”Coba kamu bantu saya menyelesaikan tugas ini!”
  • Kata Abdi, “Coba kamu membantu saya untuk menyelesaikan tugas ini !”
  • Robi berkata, “Panas sekali cuaca hari ini”.
  • Budi berkata: “Aku ingin pergi Jepang suatu saat nanti.”
  • “Ikatan batin pada suatu hubungan ibu dan anak.” katanya, ”merupakan sebuah rahmat Tuhan yang tidak terhingga harganya.”
  • Ketua kelas berkata, ”Terima kasih atas sambutan kalian kepada kami pada acara kunjungan kami.”
  • Desmon berkata, ”Ani nanti pulangnya saya antar!”
  • Ibu menyuruh, “Belikan ibu garam di warung!”
  • Ayah berkata, “Besok ayah bersama ibu akan pergi ke rumah nenek dan menginap selama tiga hari sana.”
  • “Belikan saya baju baru !” Pinta Shinta.
  • ”Belikan saya mobil baru!“ pinta Tria.
  • ”Saya akan datang nanti malam,“ kata Hamid.
  • Indah berkata, “Kamu harus rajin belajar agar cita-citamu bisa tercapai.”
  • Kata Dika, ”Coba kamu tolong aku untuk mengangkat meja ini ke sana”
  • “Kak, kau dipanggil Bapak” kata Lilis, “ disuruh makan.” (kutipan/pengiring/kutipan).
  • Kata Webby, ”Saya nanti sore akan ke rumahmu.”
  • “Coba saja minta sama ayah,” kata ibu, “dia pasti akan memberikannya.”
  • Kata nenek, “Cepatlah pulang karena hujan lebat akan segera turun.”
  • Bu Guru bertanya, “Diantara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”
  • Kata ketua rombongan,”Terima kasih atas sambutan kalian semua pada kunjungan yang pertama ini”
  • Shadira berkata, “Aku bertemu dengan pemain idolaku, Wayne Rooney, ketika berkunjung ke Manchester United.”
  • “Siapakah yang belum membersihkan ruang kelas kelas ini?” Tanya bu guru sebelum memulai pelajaran.
  • “Jika kamu ingin menjadi orang yang selamat dunia dan akhirat, maka rajinlah beribadah, “kata pak ustadz.
  • “Aku sangat lelah hari ini setelah mencangkul diladang.” Kata bapak kepada ibu setelah pulang dari ladang.
  • “Kak, kau dipanggil ayah” kata ibu, “kamu disuruh makan olehnya.”
  • Tante berkata, “Pulanglah kalian secepatnya karena sebentar lagi akan turun hujan !”
  • “Kamu harus isitirahat yang cukup dan jangan dulu keluar rumah selama beberapa hari,”kata dokter kepadaku.
  • “Siapakah biang keladi bom Bali itu?” tanya wartawan kepada Kadispen Polri. (kutipan/pengiring).
  • “Kapan sepatuku kamu kembalikan ?” Tanya Abdi.
  • Paman berkata, ”Pulanglah kalian secepatnya karena sebentar lagi hujan turun.”
  • Lida berkata, ”Adikku berhasil memenangkan lomba badminton di kampung!.”
  • Budi mengatakan, “Sepatu yang kupakai sepatu mahal,” padahal kata Andre, “sepatu Budi murah”.
  • Ibu menyuruh, “Antarkan surat ini ke kantor Ayah!”
  • “Riana akan pulang nanti sore,” Desti memberi kabar
  • “Ayo, masuk satu-satu” gertak polisi kepada tiga orang pencuri yang baru saja tertangkap.
  • Ibu berkata, “Adek harus rajin belajar supaya pintar ya”
  • Bu Guru bertanya, “Diantara kalian, siapa yang bercita-cita ingin menjadi astronot?”
  • Andriana berkata, “Aku mungkin tidak akan pulang malam ini. Besok aku beri kabar lagi.”
  • ”Kapan bukuku kamu kembalikan?“ tanya Samid.
  • Pak guru menegaskan ,”Yang penting itu bukan kita maju, tetapi bagaimana cara kita untuk mencapai kemajuan tersebut!”
  • “Kapan buku sejarah ku akan kamu kembalikan?” tanya Galih kepada Ratna.
  • Kata Shafira, “Saya nanti sore akan kerumah nenek.”
  • “Belikan saya handphone baru!.”Pinta Randi kepada ayahnya.
  • “Jangan bergerak!” gertak polisi kepada pencuri.
  • ku benar-benar mencintaimu.” Kata Arya kepada Shafira.
  • “Tolong ambilkan obat!” kata Ibu kepada Rani.
  • Kakek berkata,”Mia jangan mainan hp terus ya, kamu juga harus belajar”
  • “Dimana topi merah milikku?” Tanya Intan kepada kakaknya.
  • “Aku akan kembali nanti malam.” Kata Eko.

Baca Juga : Kalimat Majemuk

Kalimat Tidak Langsung

Pengertian Kalimat Tidak Langsung

Pengertian kalimat tidak langsung adalah kalimat yang memberitahukan tentang perkataan atau ucapan seseorang dalam bentuk berita. Dengan kata lain, ada pihak yang menjadi perantara untuk menyampaikan perkataan seseorang kepada yang lainnya.

Tidak seperti kalimat langsung yang isi perkataannya masih sama seperti saat orang tersebut mengucapkannya. Pada kalimat tak langsung, akan terjadi perubahan kalimat dengan menggunakan bahasa si perantara namun tetap dengan maksud/isi perkataan yang sama.

Ciri-Ciri Kalimat Tidak Langsung

Ciri Kalimat Tdak Langsung

Jika dilihat dari bentuknya, ada cukup banyak perbedaan antara kalimat langsung dan tak langsung. Kita bisa mengenalinya dengan beberapa ciri sebagai berikut :

  • Kalimat tidak langsung berupa kalimat berita.
  • Kalimat tak langsung tidak menggunakan tanda petik dua.
  • Ada perubahan pada kata ganti orang, seperti aku menjadi dia/nama orang dan kami menjadi mereka.
  • Biasanya menggunakan kata penghubung (konjungsi).
  • Dibaca dengan intonasi datar.

Aturan Penulisan Kalimat Tidak Langsung

Jika dibandingkan dengan kalimat langsung, maka kalimat tak langsung memiliki cara penulisan yang sedikit lebih mudah. Karena ia merupakan bentuk kalimat berita yang menyampaikan perkataan orang lain. Berikut ini beberapa tipsnya :

  • Awali kalimat tak langsung dengan huruf kapital seperti biasa.
  • Biasanya diawali dengan subjek yang mengatakan ucapan tersebut, seperti ayah berkata, ibu bertanya dsb.
  • Lalu diikuti dengan kata konjungsi seperti bahwa.
  • Selanjutnya tulis perkataan yang ia ucapkan dengan sedikit perubahan bentuk pada kata gantinya.
  • Selalu akhiri kalimat tak langsung dengan tanda titik.

Contoh Kalimat Tidak Langsung

Setelah kita mengetahui pengertian dan aturannya, maka kita juga pelru memahami contoh kalimat tidak langsung dalam kehidupan sehari-hari.

  • Nia bertanya kepada ibunya bahwa dimanakah topi merah miliknya.
  • Indah mengatakan kepada Susan bahwa ia sedang jatuh cinta.
  • Ia menyuruh pengawalnya untuk membawa kedua wanita itu masuk.
  • Pak ustadz berkata bahwa jika saya ingin selamat dunia akhirat, maka aku harus rajin beribadah.
  • Ibu berkata kepadaku bahwa aku jangn main handphone saja, tetapi juga harus belajar karena hampir ujian.
  • Ibu mengatakan bahwa dia akan pergi sebentar ke rumah nenek.
  • Zainab mengatakan kepadaku bahwa ia sedang tidak enak badan.
  • Kakaknya mengatakan kepadaku bahwa adiknya lulus seleksi kejuaraan bulu tangkis.
  • Yusep berkata bahwa ia sangat menyukai bunga mawar dan bunga anggrek..
  • Dani mengatakan kepadaku bahwa nanti malam akan belajar bersama.
  • Pak Hasan Menanyakan apakah aku mengerti tentang tugas yang diberikan olehnya atau tidak.
  • Ibu mengatakan bahwa malam ini aku harus belajar dengan rajin.
  • Akbar mengatakan bahwa ia mencintai Leni.
  • Bapak mengatakan padaku bahwa aku harus rajin belajar.
  • Kaker Ridho berkata bahwa dia ingin memiliki kebun buah pribadi.
  • Dokter berkata bahwa aku harus mengkonsumsi obat dan harus istirahat yang cukup.
  • Irman mengatakan bahwa aku dipanggil oleh ibuku untuk ikut pergi ke rumah kakek.
  • Ibu berkata kepadaku, bahwakontak batin orang tua dengan anak merupakan anugerah Tuhan yang tidak ternilai harganya.
  • Desta mengatakan bahwa dia berjanji akan mengantarkan Anisa pulang ke rumah.
  • Ketua kelompok mengucapkan terima kasih karena kalian sudah datang pada acara kunjungan.
  • Sari minta dibelikan handphone baru.
  • Paman berkata bahwa aku harus rajin belajar agar cita-citaku bisa tercapai.
  • Nenek mengatakan bahwa aku harus pulang lebih cepat karena hujan akan turun nanti sore.
  • Pak Dibyo menanyakan apakah aku mengerti tentang rumus matematika yang tadi dijelaskan atau tidak.
  • Ayah menanyakan apakah aku masih merasakan sakit pada badanku atau tidak.
  • Rio menanyakan dimana aku tinggal sekarang
  • Wartawan bertanya kepada pak hakim siapa yang menjadi tersangka.
  • Rana menanyakan kapan uangnya saya kembalikan.
  • Bapak menyuruhku untuk membelikan rokok diwarung.
  • Bu guru bertanya kepada kami apakah kami sudah mengerti apa yang telah diajarkannya.
  • Nina meminta ku untuk datang ke rumahnya di Jakarta
  • Indra berkata bahwa dia akan berangkat ke Surabaya besok pagi.
  • Penasehat ratu menyuruh pengawal itu untuk menunggu dan menyarankan agar mereka menanyakan dulu sebabnya.
  • Paman berkata kepadaku bahwa aku harus rajin belajar.
  • Bapak presiden berkata bahwa bencana kabut asap ini tidak lain dan tidak bukan akibat ulah manusia.
  • Bibi bertanya kapan aku akan berkunjung ke Solo
  • Ayah mengatakan bahwa dia akan pergi kerumah kakek untuk beberapa saat.
  • Ayah berkata bahwa dia bersama ibu akan pergi ke luar kota dan menginap selama tiga hari disana.
  • Novi mengatakan kepadaku bahwa aku cantic.
  • Adik pamit kepada ayah, bahwa dia akan pergi mengaji bersama teman-teman.
  • Laras mengatakan bahwa dia akan main kerumahku nanti sore.
  • Kharaz mengatakan kepadaku bahwa aku mempunyai kulit yang mulus.
  • Alni berkata bahwa ia akan menjadi seorang pramugari.
  • Polisi berhasil menangkap basah ke lima perampok dan membawanya ke kantor polisi menggunakan mobil polisi.
  • Siti mengatakan bahwa dia masih belum siap dan meminta untuk ditunggu sebentar
  • Rian mengatakan bahwa setelah lulus kuliah ia akan bekerja menjadi seorang ahli geologi batubara di Kalimantan.
  • Andi mengatakan kepada Alfi bahwa nanti sore akan pulang bersama.
  • Tika mengatakan bahwa adiknya juara satu badminton didesanya.
  • Lisa berkata kepada pamanya bahwa dia dipanggil oleh kakek untuk makan siang.
  • Pak guru mengatakan bahwa yang penting itu dalam hifdup itu bukan hasilnya, melainkan proses yang dilalui untuk mendapatkan hasilnya.

Baca Juga : Contoh Kalimat Persuasif

Cara Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Tidak Langsung

Cara Mengubah Kalimat Langsung Menjadi Tidak Langsung

Untuk bisa mengubah bentuk antara kedua jenis kalimat tersebut bukanlah sesuatu yang sulit. Hal yang perlu kita perhatikan adalah perubahan pada kata gantinya saja. Selanjutnya tinggal menyesuaikannya menjadi bentuk kalimat berita.

Berikut ini beberapa tips cara untuk mengubah kalimat langsung menjadi tak langsung :

1. Kata ganti orang pertama (aku, saya) menjadi orang ketiga (ia, dia, nama orang).

Contoh :

Aku akan berangkat sekolah” kata Ani. (Kalimat Langsung)

Ani berkata bahwa ia akan berangkat sekolah. (Kalimat Tak Langsung)

2. Kata ganti orang kedua (kamu) menjadi orang pertama (aku, saya).

Contoh :

“Saya ingin mengajakmu pergi ke pasar” kata Susi. (Kalimat Langsung)

Susi mengatakan bahwa ia ingin mengajaku ke pasar. (Kalimat Tak Langsung)

3. Kata ganti orang kedua jamak (kita, kalian) menjadi kami atau mereka.

Contoh :

Ayah bertanya, “Apa yang sedang kalian lakukan?” (Kalimat Langsung)

Ayah bertanya tentang apa yang sedang kami lakukan. (Kalimat Tak Langsung)

Cara Mengubah Kalimat Tidak Langsung Menjadi Kalimat Langsung

Cara Mengubah Kalimat Tidak Langsung Menjadi Kalimat Langsung

Jika kalian sudah bisa mengubah kalimat langsung menjadi tak langsung, maka hal ini seharusnya juga cukup mudah untuk dilakukan. Kali ini kita hanya perlu memahami tentang isi perkataan seseorang yang ada pada kalimat tak langsung.

Kemudian menerka-nerka kira-kira bagaimana ucapan orang tersebut ketika sedang mengatakannya. Untuk lebih jelasnya silahkan lihat contoh di bawah ini :

Contoh 1 :

Andika bercerita bahwa ia baru saja menjenguk Budi di rumah sakit. (Kalimat Tak Langsung)

Andika bercerita, “Aku baru saja menjenguk Budi di rumah sakit. (Kalimat Langsung)

Contoh 2 :

Aku mengingatkan adik supaya ia tidak lupa mengerjakan PR. (Kalimat Tak Langsung)

“Jangan lupa untuk mengerjakan PR mu ya” kataku mengingatkan adik. (Kalimat Langsung)

Demikian pembahasan tentang contoh kalimat langsung dan tidak langsung. Setelah memahami tentang ciri dan aturan penulisannya, kalian dapat mengubah bentuk antara kedua jenis kalimat tersebut dengan mudah.


Danang Febriyandra Seorang yang suka dunia anime yang sangat akut, suka belajar hal baru.


Baca Lainya Tastynesia:
  1. Opor Ayam Kuning
  2. Dalgona Coffee
  3. Tongseng Sapi
  4. Rawon Daging Sapi
  5. Rendang Daging Sapi
  6. Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *