√ 15 Contoh Majas Metafora: Pengertian, Macam dan Ciri-Cirinya

15 Contoh Majas Metafora: Pengertian, Macam dan Ciri-Cirinya

15 Contoh Majas Metafora: Pengertian, Macam dan Ciri-Cirinya

Contoh Majas Metafora – Terdapat banyak macam jenis majas seperti contohnya majas metafora, majas personifikasi, majas hiperbola, majas simile, majas litotes, dan lain sebagainya. Majas biasanya digunakan kan dalam puisi cerpen atau novel yang mana fungsi dari majas sendiri yaitu berguna untuk menambah nilai seni yang terdapat di dalam kalimat suatu cerpen, puisi atau novel agar tidak terlihat membosankan supaya lebih menarik.

 

Pengertian Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang menggambarkan sesuatu suatu cara dengan membandingkan secara langsung serta tepat atas dasar sifat yang hampir sama atau bahkan memang memiliki sifat yang sama. Majas metafora dapat disebut juga sebagai majas persamaan atau perbandingan. Dalam kata lain majas metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata yang bukan dari arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan atau gambaran berdasarkan persamaan atau perbandingan.

 

Ciri-Ciri Majas Metafora

Ciri dari majas metafora adalah menggunakan kata kiasan yang merupakan kata ganti dari kata sesungguhnya dan terdapat pilihan kata yang menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dalam menyampaikan atau membandingkan sesuatu, majas metafora menggunakan perbandingan secara langsung tanpa diikuti dengan kata pembanding contohnya: seperti, bagai, atau laksana. Majas metafora sendiri masuk ke dalam kategori majas perbandingan. Adapun ciri-ciri lain yang dimiliki oleh majas metafora antara lain sebagai berikut:

  1. Menggunakan kata-kata atau frasa yang mempunyai arti arti atau makna kiasan yang berfungsi untuk menyamakan atau membandingkan suatu objek dengan objek lainnya.
  2. Membandingkan suatu objek atau suatu keadaan dengan menggunakan perbandingan secara langsung tanpa adanya kata pembanding.
  3. Dan yang terakhir adalah ah tidak menggunakan kata penghubung atau konjungsi yang terdapat di dalam kalimat kalimatnya.

 

Fungsi Majas

Dalam penggunaan majas atau gaya bahasa memiliki fungsi untuk memperjelas dan juga mempertegas kesan yang disampaikan. Terdapat banyak macam jenis majas yang diketahui berfungsi untuk membuat kalimat lebih menarik. Namun dalam artikel ini akan dijelaskan salah satu dari banyak macam jenis majas yaitu majas metafora.

Majas yang telah umum dikenal adalah majas metafora. Dalam karya sastra, majas ini sering digunakan dalam bentuk kata-kata kiasan yang berfungsi untuk melengkapi suatu unsur gaya bahasa yang terdapat dalam karya tersebut. Berbeda dengan majas yang lainnya, majas metafora memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh majas lainnya.hal tersebut sangat perlu untuk diketahui supaya dapat membedakan antara majas satu dengan majas lainnya.

 

Macam-Macam Majas Metafora

Majas metafora banyak dikenal oleh masyarakat dibandingkan dengan jenis majas yang lainnya. para pakar linguistik telah menempatkan majas metafora sebagai “Ratu” dari berbagai jenis majas. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan dikarenakan banyak majas yang awal dari pembentukannya berasal dari majas metafora. Majas metafora dibagi menjadi dua jenis berdasarkan dari Orrechioni yaitu metafora in Prasetia dan Metafora in Absentia. Penjelasan mengenai keduanya akan diuraikan di bawah ini sebagai berikut.

 

1. Metafora in Presentia

Gaya bahasa metafora praesentia adalah jenis majas yang mana objek yang ingin dibandingkan atau disampaikan secara bersamaan dengan pembandingnya sehingga makna yang terkandung memiliki sifat eksplisit.

Contoh: Amanda merupakan kembang desa  yang akhir-akhir ini telah banyak menyita perhatian dari para pria yang berada di desa Kedungwangi.

Dalam contoh kalimat yang disebutkan di atas terdapat kata ‘kembang desa’ yang memiliki arti atau makna bahwa Amanda adalah gadis yang sangat cantik. Kalimat sangat cantik tidak dituliskan secara langsung melainkan menggunakan kata penyampaian yaitu kembang desa.

 

2. Metafora in Absentia

Apabila metafora in Prasetya memiliki makna yang sangat eksplisit, hal tersebut berbeda dengan majas metafora in absentia yang yang mengungkapkan secara implisit. Jadi perbandingan tidak secara langsung tertuju pada objek yang dibicarakan, oleh karena itu di dalam metafora in absentia agak sedikit membingungkan untuk dapat memahami maksud dari pembicaraan yang dituliskan dalam suatu kalimat.

Contoh: Di suatu desa yang bernama kedungwangi terdapat seorang bunga desa yang mana menjadi incaran oleh para pemuda di desa tersebut.

Dalam kalimat tersebut terdapat kata bunga desa yang mana memiliki banyak makna dan juga arti yaitu dapat diartikan sebagai gadis, cantik wanita yang belum menikah dan lainnya.

 

 

Contoh Majas Metafora

Setelah kita mengetahui pengertian, macam macam majas metafora. Maka ada baiknya kita juga mengetahui contoh majas metafora  lengkap.

 

1. “Raja siang yang sudah mulai menampakan diri”

Makna: Raja siang memiliki arti yaitu matahari.

 

2. “Demi sang anak seorang ayah rela membanting tulang agar keinginan anaknya dapat terpenuhi”

Makna: Membanting tulang yang dijelaskan dalam kalimat tersebut memiliki arti yaitu kerja keras.

 

3. ” Raihan merupakan bintang kelas di sekolahannya”

Makna: Bintang kelas adalah murid yang pintar.

 

4. ” Sofa memiliki sifat kepala batu karena sudah berulang kali diperingatkan untuk tidak makan makanan yang pedas”

Makna: kepala batu atau keras kepala adalah orang yang sulit untuk dinasehati.

 

5. ” Sebagai manusia kita harus memiliki sifat lapang dada yang sangat perlu ditanamkan dalam diri kita”

Makna: lapang dada adalah sabar

 

6. ” Umi merupakan anak mas dari ibu Fatmawati yang merupakan seorang kepala desa di desa Susukan”

Makna: anak mas memiliki arti yaitu anak kesayangan.

 

7. ” Pasar yang berada di kecamatan kutawuluh dilahap si jago merah”

Makna: si jago merah mengandung arti yaitu api.

 

8. ” Di negara Indonesia masih banyak tikus kantor yang berkeliaran”

Makna: tikus kantor memiliki arti yaitu koruptor.

 

9. ” Minggu lalu aku dan keluargaku berkunjung ke rumah kakek dengan membawa sedikit buah tangan”

Makna: buah tangan tersebut berarti oleh-oleh

 

10. ” Putri selalu saja cari muka di depan guru”

Makna: cari muka adalah berbuat baik namun hanya ingin untuk dinilai baik karena memiliki tujuan atau maksud tertentu.

 

Demikian merupakan penjelasan mengenai conto majas metafora. Yang mana telah kita ketahui bahwa terdapat banyak jenis majas namun yang paling umum diketahui oleh banyak orang adalah majas metafora karena dalam majas lainnya pada umumnya menggunakan awalan yang berasal dari majas metafora.

Semoga penjelasan yang yang diberikan tentang majas metafora mulai dari pengertian, macam macam dan contoh majas metafora dapat menambah wawasan bagi kamu serta ilmu yang kamu peroleh dapat dibagikan kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Karena dengan berbagi itu indah.



Teks Eksplanasi: Pengertian, Struktur, Ciri Ciri, Kaidah dan Contoh Teks Eksplanasi

Teks Eksplanasi: Pengertian, Struktur, Ciri Ciri, Kaidah dan Contoh Teks Eksplanasi

Contoh Majas Metafora – Terdapat banyak macam jenis majas seperti contohnya majas metafora, majas personifikasi, majas hiperbola, majas simile, majas litotes, dan lain sebagainya. Majas biasanya digunakan kan dalam puisi cerpen atau novel yang mana fungsi dari majas sendiri yaitu berguna untuk menambah nilai seni yang terdapat di dalam kalimat suatu cerpen, puisi atau novel agar tidak terlihat membosankan supaya lebih menarik.

 

Pengertian Majas Metafora

Majas metafora adalah majas yang menggambarkan sesuatu suatu cara dengan membandingkan secara langsung serta tepat atas dasar sifat yang hampir sama atau bahkan memang memiliki sifat yang sama. Majas metafora dapat disebut juga sebagai majas persamaan atau perbandingan. Dalam kata lain majas metafora adalah pemakaian kata atau kelompok kata yang bukan dari arti sebenarnya, melainkan sebagai lukisan atau gambaran berdasarkan persamaan atau perbandingan.

 

Ciri-Ciri Majas Metafora

Ciri dari majas metafora adalah menggunakan kata kiasan yang merupakan kata ganti dari kata sesungguhnya dan terdapat pilihan kata yang menyamakan sesuatu dengan sesuatu yang lain. Dalam menyampaikan atau membandingkan sesuatu, majas metafora menggunakan perbandingan secara langsung tanpa diikuti dengan kata pembanding contohnya: seperti, bagai, atau laksana. Majas metafora sendiri masuk ke dalam kategori majas perbandingan. Adapun ciri-ciri lain yang dimiliki oleh majas metafora antara lain sebagai berikut:

  1. Menggunakan kata-kata atau frasa yang mempunyai arti arti atau makna kiasan yang berfungsi untuk menyamakan atau membandingkan suatu objek dengan objek lainnya.
  2. Membandingkan suatu objek atau suatu keadaan dengan menggunakan perbandingan secara langsung tanpa adanya kata pembanding.
  3. Dan yang terakhir adalah ah tidak menggunakan kata penghubung atau konjungsi yang terdapat di dalam kalimat kalimatnya.

 

Fungsi Majas

Dalam penggunaan majas atau gaya bahasa memiliki fungsi untuk memperjelas dan juga mempertegas kesan yang disampaikan. Terdapat banyak macam jenis majas yang diketahui berfungsi untuk membuat kalimat lebih menarik. Namun dalam artikel ini akan dijelaskan salah satu dari banyak macam jenis majas yaitu majas metafora.

Majas yang telah umum dikenal adalah majas metafora. Dalam karya sastra, majas ini sering digunakan dalam bentuk kata-kata kiasan yang berfungsi untuk melengkapi suatu unsur gaya bahasa yang terdapat dalam karya tersebut. Berbeda dengan majas yang lainnya, majas metafora memiliki ciri khusus yang tidak dimiliki oleh majas lainnya.hal tersebut sangat perlu untuk diketahui supaya dapat membedakan antara majas satu dengan majas lainnya.

 

Macam-Macam Majas Metafora

Majas metafora banyak dikenal oleh masyarakat dibandingkan dengan jenis majas yang lainnya. para pakar linguistik telah menempatkan majas metafora sebagai “Ratu” dari berbagai jenis majas. Hal tersebut bukanlah tanpa alasan dikarenakan banyak majas yang awal dari pembentukannya berasal dari majas metafora. Majas metafora dibagi menjadi dua jenis berdasarkan dari Orrechioni yaitu metafora in Prasetia dan Metafora in Absentia. Penjelasan mengenai keduanya akan diuraikan di bawah ini sebagai berikut.

 

1. Metafora in Presentia

Gaya bahasa metafora praesentia adalah jenis majas yang mana objek yang ingin dibandingkan atau disampaikan secara bersamaan dengan pembandingnya sehingga makna yang terkandung memiliki sifat eksplisit.

Contoh: Amanda merupakan kembang desa  yang akhir-akhir ini telah banyak menyita perhatian dari para pria yang berada di desa Kedungwangi.

Dalam contoh kalimat yang disebutkan di atas terdapat kata ‘kembang desa’ yang memiliki arti atau makna bahwa Amanda adalah gadis yang sangat cantik. Kalimat sangat cantik tidak dituliskan secara langsung melainkan menggunakan kata penyampaian yaitu kembang desa.

 

2. Metafora in Absentia

Apabila metafora in Prasetya memiliki makna yang sangat eksplisit, hal tersebut berbeda dengan majas metafora in absentia yang yang mengungkapkan secara implisit. Jadi perbandingan tidak secara langsung tertuju pada objek yang dibicarakan, oleh karena itu di dalam metafora in absentia agak sedikit membingungkan untuk dapat memahami maksud dari pembicaraan yang dituliskan dalam suatu kalimat.

Contoh: Di suatu desa yang bernama kedungwangi terdapat seorang bunga desa yang mana menjadi incaran oleh para pemuda di desa tersebut.

Dalam kalimat tersebut terdapat kata bunga desa yang mana memiliki banyak makna dan juga arti yaitu dapat diartikan sebagai gadis, cantik wanita yang belum menikah dan lainnya.

 

 

Contoh Majas Metafora

Setelah kita mengetahui pengertian, macam macam majas metafora. Maka ada baiknya kita juga mengetahui contoh majas metafora  lengkap.

 

1. “Raja siang yang sudah mulai menampakan diri”

Makna: Raja siang memiliki arti yaitu matahari.

 

2. “Demi sang anak seorang ayah rela membanting tulang agar keinginan anaknya dapat terpenuhi”

Makna: Membanting tulang yang dijelaskan dalam kalimat tersebut memiliki arti yaitu kerja keras.

 

3. ” Raihan merupakan bintang kelas di sekolahannya”

Makna: Bintang kelas adalah murid yang pintar.

 

4. ” Sofa memiliki sifat kepala batu karena sudah berulang kali diperingatkan untuk tidak makan makanan yang pedas”

Makna: kepala batu atau keras kepala adalah orang yang sulit untuk dinasehati.

 

5. ” Sebagai manusia kita harus memiliki sifat lapang dada yang sangat perlu ditanamkan dalam diri kita”

Makna: lapang dada adalah sabar

 

6. ” Umi merupakan anak mas dari ibu Fatmawati yang merupakan seorang kepala desa di desa Susukan”

Makna: anak mas memiliki arti yaitu anak kesayangan.

 

7. ” Pasar yang berada di kecamatan kutawuluh dilahap si jago merah”

Makna: si jago merah mengandung arti yaitu api.

 

8. ” Di negara Indonesia masih banyak tikus kantor yang berkeliaran”

Makna: tikus kantor memiliki arti yaitu koruptor.

 

9. ” Minggu lalu aku dan keluargaku berkunjung ke rumah kakek dengan membawa sedikit buah tangan”

Makna: buah tangan tersebut berarti oleh-oleh

 

10. ” Putri selalu saja cari muka di depan guru”

Makna: cari muka adalah berbuat baik namun hanya ingin untuk dinilai baik karena memiliki tujuan atau maksud tertentu.

 

Demikian merupakan penjelasan mengenai conto majas metafora. Yang mana telah kita ketahui bahwa terdapat banyak jenis majas namun yang paling umum diketahui oleh banyak orang adalah majas metafora karena dalam majas lainnya pada umumnya menggunakan awalan yang berasal dari majas metafora.

Semoga penjelasan yang yang diberikan tentang majas metafora mulai dari pengertian, macam macam dan contoh majas metafora dapat menambah wawasan bagi kamu serta ilmu yang kamu peroleh dapat dibagikan kepada orang-orang yang belum mengetahuinya. Karena dengan berbagi itu indah.