Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

15 Contoh Pertumbuhan Ekonomi Negara Maju dan Berkembang

11 min read

pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan Ekonomi – Pertumbuhan ekonomi dalam setiap negara tentunya sangat berpengaruh dalam perkembangan pada negara tersebut. Adanya pertumbuhan ekonomi yang meningkat maka dapat pula membuat masyarakat pada suatu negara menjadi lebih sejahtera.

Pertumbuhan ekonomi dapat terjadi pada negara maju dan negara berkembang. Berikut akan dijelaskan mengenai pertumbuhan ekonomi dan akan di berikan pula contoh pertumbuhan ekonomi negara maju dan berkembang. Simak uraian di bawah ini sebagai berikut.

 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi

Sudahkah kamu tahu apa yang dimaksud dengan pertumbuhan ekonomi? Pertumbuhan ekonomi adalah sebuah kondisi pada saat meningkatnya pendapatan dan hal tersebut dikarenakan terjadi peningkatan produksi barang yang dan jasa.

Peningkatan pendapatan tersebut tidak dikaitkan dengan adanya tingkat pertumbuhan dari jumlah penduduk, dan peningkatan pendapatan juga dapat kita lihat dari output yang meningkat dari sebelumnya, dari perkembangan teknologi itu juga berbagai inovasi kreativitas pada bidang sosial.

Pertumbuhan ekonomi juga dapat diartikan sebagai suatu proses perubahan perekonomian negara dalam jangka waktu tertentu untuk dapat menuju kepada arah kondisi ekonomi yang lebih baik.

Pertumbuhan ekonomi biasanya identik dengan kenaikan kapasitas produksi yang diwujudkan melalui kenaikan pendapatan nasional.

Suatu negara yang mengalami pertumbuhan ekonomi maka negara tersebut dapat dikatakan sebagai negara yang memiliki kehidupan masyarakatnya yang lebih baik.

Kemudian apakah apabila suatu negara yang mengalami gejala pertumbuhan ekonomi maka akan berpengaruh terhadap perkembangan suatu usaha? Ya, tentu saja hal tersebut berpengaruh, karena perubahan dari sektor perekonomian masyarakat akan mempengaruhi adanya permintaan persediaan barang dan atau jasa suatu usaha atau bisnis.

 

 

Pengertian Pertumbuhan Ekonomi Menurut Para Ahli

Terdapat beberapa ahli pada bidang ilmu ekonomi yang pernah memberikan pendapatnya mengenai penjelasan tentang pertumbuhan ekonomi. Penjelasan-penjelasan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut.

 

M.P. Todaro

M.P. Todaro mengungkapkan bahwa pengertian dari pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses yang mantap di mana kapasitas dari produksi suatu perekonomian  mengalami peningkatan Pada sepanjang waktu dan menghasilkan pula peningkatan pendapatan nasional.

 

Prof. Simon Kuznets

Pengertian yang selanjutnya dipaparkan oleh Prof. Simon Kuznets yang menjelaskan pengertian pertumbuhan ekonomi adalah kenaikan jangka panjang dalam kemampuan sebuah negara untuk menyediakan berbagai jenis barang ekonomi kepada semua masyarakatnya.

Adanya kemampuan tersebut tumbuh secara sendirinya dan perkembangan teknologi, ideologi, dan juga penyesuaian kelembagaan negara cara tersebut.

 

Adam Smith

Yang selanjutnya adalah pengertian pertumbuhan ekonomi menurut Adam Smith. Ia mengungkapkan bahwa wa ke pertumbuhan ekonomi adalah perubahan pada tingkat ekonomi yang terjadi di suatu negara yang bertumpu pada adanya pertambahan penduduk.

Dengan adanya pertambahan penduduk tersebut maka output atau hasil dari suatu negara juga akan ikut bertambah.

 

Sadono Sukimo (1985)

Kemudian untuk pengertian pertumbuhan ekonomi yang selanjutnya dijelaskan oleh Sadono Sukimo, yang mengungkapkan bahwa pengertian pertumbuhan ekonomi adalah perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlaku dari tahun ke tahun.

Untuk mengetahui tingkat pertumbuhannya, maka harus dilakukan suatu perbandingan terhadap pendapatan nasional negara dari tahun ke tahun, yang mana hal tersebut kita kenal dengan laju pertumbuhan ekonomi.

 

Budiono (1994)

Pengertian pertumbuhan ekonomi menurut para ahli kali ini dijelaskan oleh Budiono. Budiono menjelaskan bahwa pengertian dari pertumbuhan ekonomi adalah sebuah proses pertumbuhan output perkapita jangka panjang yang terjadi jika terdapat peningkatan output yang bersumber dari proses intern dari perekonomian itu sendiri yang mana hal tersebut sifatnya sementara.

Bersifat sementara artinya yaitu pertumbuhan tersebut memiliki sifat self generating yang artinya dapat menghasilkan suatu kekuatan atau momentum bagi kelangsungan pertumbuhan ekonomi pada periode yang selanjutnya.

 

Menurut Para Ekonom Klasik

Terdapat pula pengertian pertumbuhan ekonomi dari beberapa para ekonom klasik antara lain seperti; Adam Smith, David Ricardo, John Stuart Mill, dan Thomas Robert Malthus.

Terdapat pula para ekonom neoklasik antara lain seperti; Trevor Swan, Robert Sollow. Mereka berpendapat bahwa setidaknya terdapat empat faktor yang dapat mempengaruhi ekonomi dalam sebuah negara cara, antara lain yaitu:

  1. Kemajuan teknologi
  2. Luas tanah dan juga kekayaan alam yang dimiliki suatu negara
  3. Jumlah penduduk
  4. Jumlah stok barang modal

Baca Juga: Pengertian Laporan Laba Rugi.

 

Ciri Ciri Pertumbuhan Ekonomi

ciri ciri pertumbuhan ekonomi

Pertumbuhan ekonomi modern adalah adanya pertanda penting yang ada di dalam kehidupan perekonomian suatu negara.

Menurut Prof. Simon Kuznets memberitahu bahwa terdapat 6 ciri pertumbuhan ekonomi modern yang muncul dalam analisa yang telah didasarkan pada produk nasional dan komponennya, penduduk, tenaga kerja dan lain sebagainya.

Dari ciri-ciri yang yang diungkapkan menurut Prof. Simon Kuznets dua diantaranya yaitu kuantitatif yang mana hal tersebut berhubungan dengan pertumbuhan pertumbuhan nasional dan pertumbuhan penduduk, kemudian yang kedua berhubungan dengan peralihan struktural, kan 2 lainnya berhubungan dengan penyebaran internasional.

Berikut ini adalah ciri-ciri pertumbuhan ekonomi beserta penjelasannya.

 

1. Laju Pertumbuhan Penduduk dan Product Per Kapita

Pertumbuhan ekonomi yang modern, yang sebagaimana terungkap Berdasarkan pengalaman negara maju pada sejak akhir abad ke-18 atau pada awal abad ke-19, ditandai dengan laju kenaikan produk perkapita yang tinggi dan dibarengi juga dengan laju pertumbuhan ekonomi penduduk yang sangat cepat.

Baju kenaikan yang begitu cepat tersebut yang mana paling sedikit sebesar 5 kali untuk penduduk dan paling sedikit 10 kali untuk produksi.

Prof. Simon Kuznets menunjukkan bahwa laju pertumbuhan penduduk pada 13 negara pada masa modern yaitu lebih tinggi dari pada masa pra modern.

Kecuali negara Perancis yang mana pertumbuhan penduduknya sebesar 2,5% dasawarsa, pertumbuhan penduduk bergerak pada sekitar 6% sampai 7% untuk Inggris, Swedia, Jepang, Belanda, dan Jerman Barat, serta 19% sampai 24% untuk Kanada, Australia dan Amerika serikat.

 

2. Peningkatan Produktivitas

Pertumbuhan ekonomi modern bisa kita lihat dari semakin meningkatnya laju product per kapita, terutama akibat dari adanya perbaikan kualitas input yang meningkatkan suatu efisiensi atau produktifitas per unit input.

Hal tersebut dapat dilihat dari semakin meningkatnya masukkan sumber tenaga kerja dan modal atau semakin meningkatnya efisiensi atau bahkan dua-duanya.

Kenaikan efisiensi yaitu penggunaan output yang lebih besar untuk setiap unit input. Menurut Prof. Simon Kuznets, bahwa baju dari kenaikan produktivitas ternyata dapat menjelaskan hampir keseluruhan dari pertumbuhan produk perkapita pada suatu negara maju.

Bahkan apabila dengan beberapa penyesuaian untuk menampung biaya dan input yang tersembunyi, pertumbuhan produktivitas juga akan tetap dapat menjelaskan lebih dari separuh pertumbuhan dalam product per kapita.

 

3. Laju Pertumbuhan Struktural yang Tinggi

Adanya perubahan struktural yang ada dalam pertumbuhan ekonomi yang modern mencangkup peralihan dari kegiatan pertanian ke dalam kegiatan nonpertanian, perubahan dalam skala unit-unit produktif, dari industri ke jasa, dan peralihan dari perusahaan perseorangan menjadi perusahaan terhadap hukum serta adanya perubahan status kerja buruh.

 

4. Urbanisasi

Adanya pertumbuhan ekonomi yang modern dapat dibuat dengan semakin banyaknya penduduk negara maju yang berpindah dari daerah pedesaan menuju ke daerah perkotaan. Hal inilah yang dimaksud dengan urbanisasi.

Pada umumnya urbanisasi adalah produk industrialisasi. Skala ekonomi yang muncul dalam usaha non agraris sebagai hasil dari perubahan teknologi yang mengakibatkan terjadinya perpindahan tenaga kerja dan juga penduduk secara besar-besaran dari pedesaan ke daerah perkotaan.

Karena sarana teknis transportasi, komunikasi dan organisasi kemudian berkembang menjadi lebih efektif, maka terjadilah penyebaran unit-unit skala optimum.

Semua proses tersebut mempengaruhi pengelompokan penduduk berdasarkan dari status sosial dan juga status ekonomi serta dapat mengubah pola dasar dari perikehidupan.

 

5. Ekspansi Negara Maju

Pertumbuhan dari negara maju secara keseluruhan banyak memiliki perbedaan. Pada beberapa bangsa, pertumbuhan ekonomi modern umumnya terjadi lebih awal daripada bangsa yang lain.

Hal tersebut sebagian besar diakibatkan karena adanya perbedaan latar belakang sejarah dan juga masa lalu.  Pada saat ilmu dan juga pengetahuan modern mulai berkembang.

 

6. Arus Barang, Orang Antar Bangsa dan Modal

Arus barang, orang antar bangsa, dan modal yang kian meningkat sejak kuartal kedua pada abad ke-19 sampai perang Dunia I, akan tetapi mulai mundur pada perang dunia I dan berlanjut sampai akhir perang Dunia II. Namun sejak awal tahun 50-an terjadi peningkatan dalam arus barang, orang antar bangsa dan modal.

 

 

Faktor Faktor Penunjang Pertumbuhan Ekonomi

faktor pertumbuhan ekonomi

Setelah kamu memahami pengertian serta ciri-ciri dari pertumbuhan ekonomi mungkin kamu juga perlu untuk mengetahui faktor yang yang dapat menunjang pertumbuhan ekonomi. Berikut ini adalah faktor-faktor yang menunjang pertumbuhan ekonomi antara lain adalah sebagai berikut.

 

1. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah salah satu indikator yang menunjang pertumbuhan ekonomi pada suatu negara. Adanya faktor sumber daya manusia dapat mempercepat atau mungkin dapat pula memperlambat proses pertumbuhan ekonomi.

Sebagai contohnya pada saat suatu negara memiliki peningkatan jumlah pengangguran terhadap penduduknya maka negara tersebut dapat dikatakan sebagai negara yang sedang mengalami kemunduran.

Terjadinya penurunan kualitas sumber daya manusia akan dapat menyebabkan peningkatan jumlah pengangguran yang kemudian diperparah dengan semakin sedikitnya lapangan pekerjaan. Meningkatnya pengangguran dapat memicu semakin tingginya tingkat kemiskinan masyarakat suatu negara.

Hal itu tentunya sangat akan berpengaruh terhadap permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa dari suatu bisnis ataupun perusahaan. Gaya hidup masyarakat akan cenderung menghemat pendekatannya dan hanya berbelanja untuk kebutuhan primer saja.

 

2. Kemajuan IPTEK

Suatu negara dapat dikatakan maju dalam bidang ekonomi pada saat mengalami peningkatan dalam penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satunya apabila pada suatu perusahaan yang melibatkan teknologi untuk menghasilkan suatu barang dan jasa agar lebih efisien.

Adanya penggunaan teknologi yang telah maju dapat mengidentifikasikan perusahaan tersebut bisa menghasilkan produk yang lebih cepat dan lebih efisien.

Teknologi contohnya dalam hal peralatan produksi yang digunakan untuk dapat membantu meminimalisir serapan tenaga kerja sehingga anggaran untuk pegawai dapat digunakan untuk keperluan lain.

Akan tetapi, apabila bisnis yang dijalankan masih dalam perkembangan umumnya akan sulit untuk menerapkan teknologi dalam bisnisnya. Karena untuk membeli peralatan modern akan lebih mahal dan harus mengimpor dari luar negeri.

 

3. Sumber Daya Alam

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan sumber daya alamnya loh. Akan tetapi kekayaan sumber daya alam tersebut tidak secara bersamaan didukung oleh kualitas sumber daya manusia yang baik untuk dapat mengolahnya.

Sehingga Indonesia seringkali melakukan ekspor barang mentah dan kemudian mengimpornya kembali pada saat barangnya telah jadi dengan harga yang lebih mahal.

Dengan adanya keterbatasan dari pengelolaan sumber daya alam tersebut maka mengharuskan suatu bisnis atau usaha yang bergerak pada bidang pengelolaan bahan mentah seringkali mengimpor bahan dasar dari luar negeri sehingga mengakibatkan produk dari perusahaan akan jauh lebih mahal daripada apabila kita harus mendapatkannya dari dalam negeri.

Hal tersebutlah yang seringkali menjadi problema dalam masyarakat di negara Indonesia. Karena masih terdapat banyak sekali produk dalam negeri yang dinilai terlalu mahal dan membuat permintaannya menjadi menurun.

 

4. Tingkat Inflasi

Inflasi juga merupakan salah satu gejala yang dapat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi. Inflansi adalah kejadian di mana laju dari peredaran rupiah menjadi tidak terkendali.

Meningkatnya harga-harga akan berpengaruh terhadap produktivitas bahan baku, hal tersebut dikarenakan meningkatnya biaya operasi perusahaan untuk pemasukan bahan baku. Akan tetapi tidak hanya itu, adanya inflasi yang mempengaruhi gaji pegawai suatu perusahaan.

Terdapat 2 tipe inflasi yang dapat berpengaruh langsung terhadap suatu jenis perusahaan antara lain yaitu cost push inflation dan deman-pull inflation. Cos push inflation adalah harga produk naik dikarenakan naiknya permintaan dari masyarakat.

Sedangkan demam pull inflantion adalah naiknya permintaan masyarakat yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa.

 

5. Tingkat Suku Bunga

Adanya perkembangan ekonomi dapat mempengaruhi tingkat suku bangsa pada suatu negara. Pertumbuhan tersebut cenderung akan membuat tingkat suku bunga mengalami kenaikan, yang mana hal tersebut dikarenakan adanya peningkatan dari pendapatan masyarakat.

Adanya suku bunga yang lebih tinggi akan dapat berpengaruh buruk terhadap bisnis atau perusahaan yang umumnya menggunakan modal pinjaman untuk dapat meningkatkan kualitas perusahaan.

Selain itu, adanya suku bunga yang tinggi akan dapat pula mempengaruhi permintaan investasi yang rendah. Hal tersebut tentu akan berdampak buruk terhadap saham pada suatu perusahaan.

Alasannya adalah karena investor lebih menyukai tabungan konvensional daripada harus menginvestasikan uangnya ke dalam perusahaan.

Berkembangnya suatu bisnis sangat dipengaruhi secara langsung dari hasil pertumbuhan ekonomi pada suatu negara. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada saat pertumbuhan ke arah yang lebih baik maka permintaan masyarakat terhadap barang dan jasa juga akan naik dan begitu pula sebaliknya.

Baca Juga: Teori Pertumbuhan Ekonomi.

 

Contoh Pertumbuhan Ekonomi

Di bawah ini adalah beberapa contoh pertumbuhan ekonomi diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Adanya perkembangan teknologi, seperti software yang akan dapat membantu meringankan pekerjaan manusia serta waktu yang dibutuhkan menjadi lebih singkat dalam melakukan kegiatan ekonomi. Contohnya seperti adanya ojek online yang memanfaatkan teknologi sebagai modal utama dalam usahanya.
  • Penggunaan mesin untuk dapat memproduksi barang pada suatu industri. dengan digunakannya mesin pada suatu perusahaan maka produk yang dihasilkan akan lebih banyak dibandingkan dengan menggunakan produksi secara manual. Contohnya seperti pada industri kue kering, yang mana adonan kue pada zaman dahulu diaduk dengan menggunakan tangan manusia, namun saat ini adonan kue dapat diaduk dengan memanfaatkan teknologi contohnya mixer.
  • Mampu menekan barang-barang impor, contohnya seperti impor jagung.
  • Banyaknya pabrik-pabrik manufaktur yang dibuka dan beroperasi seperti perusahaan manufaktur pada alat berat dan lain-lain.
  • Tingginya tingkat ekspor barang dalam. Yang mana hal tersebut mengindikasikan bahwa produk-produk dalam negeri dapat diterima dengan baik di negara lain. katanya seperti produk mebel dari Jepara, Jawa Tengah yang kualitasnya telah diakui oleh negara lain.
  • Adanya perkembangan infrastruktur, contohnya seperti jalan tol yang mana hal tersebut dapat membantu memudahkan dalam pendistribusian barang.
  • Terbukanya lapangan pekerjaan, sehingga dapat mengatasi masalah pada pengangguran.
  • Adanya sumber daya alam yang melimpah, yang tentunya hal itu dapat dimanfaatkan untuk mencari pundi-pundi pendapatan yang ada di suatu negara. Namun harus tetap dijaga pula keamanan dan kebersihan lingkungannya. Contoh sumber daya alam dapat berasal dari laut, perkebunan, pertanian, bahan tambang dan lain sebagainya.
  • Adanya pelatihan terkait dengan kewirausahaan, hal tersebut dapat menunjukkan bahwa sumber daya manusia juga dapat mandiri untuk bisa menciptakan suatu usaha dan dapat pula menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang lain.
  • Adanya pelatihan pelatihan ketenagakerjaan, yang mana hal itu dapat berguna untuk meningkatkan keahlian, wawasan dan juga pengetahuan bagi sumber daya manusia. Dengan meningkatnya pengetahuan, kemampuan dan wawasan maka tingkat produktivitas dari pekerja juga akan dapat meningkat.
  • Adanya kesempatan di berbagai instrumen investasi serta didukung pula dengan adanya kenyamanan dan keamanan dalam lingkungan investasi.
  • Adanya kerjasama yang dijalin dengan baik pada bidang ekonomi oleh suatu negara dengan negara lain.
  • Indonesia bergabung dengan beberapa organisasi ekonomi dunia.
  • Terdapat pembangunan berbagai pabrik besar serta pembangunan pembangkit listrik.
  • beberapa produk yang berasal dari Indonesia menjadi produk unggulan di beberapa negara.

 

 

Demikian penjelasan mengenai pertumbuhan ekonomi serta diberikan pula contoh pertumbuhan ekonomi supaya kamu lebih memahami lebih mendalam maksud pertumbuhan ekonomi pada negara maju dan berkembang.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kamu dan menambah ilmu serta wawasan bagi para pembaca.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight