Contoh Teks Debat

Bagi anak sekolah pasti sudah tidak asing lagi dengan teks debat. Bukan hanya sekedar argumentasi saja. Lalu, apa saja si isi dari teks debat itu? berikut ini adalah sedikit penjelasan mengenai teks debat.

  1. Pengertian Teks Debat
    1. 1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)
    2. 2. Menurut Hendri Guntur Tarigan
    3. 3. Menurut G. Sukadi
  2. Tujuan Debat
  3. Ciri - Ciri Debat
  4. Struktur Debat
    1. 1. Pengenalan
    2. 2. Penyampaian Argumentasi
    3. 3. Debat
    4. 4. Simpulan
  5. Contoh - Contoh Teks Debat
    1. 1. Contoh Debat Pengaruh Media Sosial pada Lingkungan Sekolah
    2. 2. Contoh Teks Debat Pendidikan, Masih Efektifkah Ujian Nasional?
    3. 3. Contoh Teks Debat: Masih Perlukah Perpustakaan?
    4. 4. Contoh Teks Debat, Generasi Nunduk
    5. 5. Contoh Teks Debat: Anak Menonton Sinetron
    6. 6. Contoh Teks Debat: Hutan Menjerit, Manusia Menangis

Pengertian Teks Debat

pengertian teks debat

Sebelum kita membahas lebih dalam mengenai teks debat, ada baiknya jika kalian mengetahui terlebih dahulu pengertian Teks Debat.

1. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Menurut KBBI, rotor adalah suatu pembahasan ataupun pertukaran pendapat mengenai suatu hal dengan cara saling memberi alasan guna mempertahankan pendapatnya masing-masing.

2. Menurut Hendri Guntur Tarigan

Menurut Hendri Guntur Tarigan, debat adalah saling beradu argumen antar kelompok ataupun pribadi yang memiliki tujuan untuk mencapai kemenangan pada satu pihak.

3. Menurut G. Sukadi

Menurut G. Sukadi, tato salib berargumentasi antar kelompok ataupun pribadi yang memiliki tujuan mencapai kemenangan.

Jadi, bisa disembuhkan jika teks debat adalah suatu teks yang berisi argumentasi ataupun pendapat dari tim oposisi dan afirmasi yang saling beradu untuk mencapai kemenangan.

Tujuan Debat

Adanya debat bukan untuk memproduksi suatu permasalahan. Tetapi banyak hal positif yang menjadi tujuan debat, diantaranya.

  • Melatih keberanian untuk menyampaikan pendapat di depan umum.
  • Melatih kemampuan merespons suatu permasalahan.
  • Melatih sikap serta pemikiran yang kritis dalam memahami konsep dari materi diperdebatkan.
  • Melatih Gunawan bisa mematahkan argumentasi dari lawan debat.

Ciri – Ciri Debat

Debat memiliki ciri-ciri umum yang mudah dikenali antara lain adalah sebagai berikut.

  • Mempunyai dua kelompok yang mempresentasikan dua sudut pandang yang berbeda, yakni adalah kelompok oposisi atau yang biasa disebut sebagai pihak yang tidak menyetujui topik debat dan kelompok afirmatif atau yang biasa di sebut menyetujui topik debat.
  • Adanya pihak yang berperan sebagai penengah atau yang biasa disebut dengan moderator.
  • Depot didapatkan dari voting atau bisa juga dari keputusan juri.
  • kedua belah pihak baik afirmatif dan oposisi berusaha saling mempertahankan pendapat masing-masing.
  • Tanggung jawab yang memiliki sifat bertujuan untuk menjatuhkan lawan.

Baca Juga : Pengertian Debat

Struktur Debat

struktur teks debat

Melakukan debat yang baik dan benar harus memperhatikan struktur debat yang ada di bawah ini, antara lain.

1. Pengenalan

Pada bagian ini setiap kelompok, yakni kelompok oposisi, kelompok afirmasi dan kelompok netral harus memperkenalkan diri sendiri terlebih dahulu.

2. Penyampaian Argumentasi

Setiap kelompok berhak menyampaikan argumentasi terhadap topik atau mosi yang diberikan, mulai dari kelompok afirmasi, lalu disanggah oleh kelompok oposisi dan diakhiri oleh kelompok netral.

3. Debat

Pada sesi debat, setiap kelompok mengomentari serta menyanggah setiap argumen dari lawan.

4. Simpulan

Simpulan adalah bagian terakhir, dimana pada bagian ini setiap kelompok memberikan ungakapan penutup terhadap topik yang sesuai dengan posisinya.

Baca Juga : Contoh Teks Diskusi

Contoh – Contoh Teks Debat

contoh teks debat

Berikut ini adalah beberapa contoh dari teks debat, antara lain.

1. Contoh Debat Pengaruh Media Sosial pada Lingkungan Sekolah

Moderator

Terima kasih atas kehadiran rekan-rekan pada siang ini. Hari ini, kita akan membahas pengaruh penggunaan media sosial di lingkungan sekolah. Grup A adalah tim yang mendukung penggunaan media sosial bagi pelajar dan grup B yang menolak hal tersebut.

Tim Afirmasi

Seperti yang kita ketahui bersama, di era yang serba digital ini, jarak dan waktu bukanlah sebuah halangan. Media sosial telah menjembatani perbedaan tersebut. Melalui media sosial, siswa dapat membangun komunitas belajar dengan mudah.

Hal ini tentunya dapat meningkatkan keterampilan dan kemampuan siswa tanpa khawatir akan perbedaan jarak dan waktu.

Tim Oposisi

Saya kurang setuju dengan pendapat tim afirmasi. Pada kenyataannya, siswa akan dengan mudah teralih pada hal yang lain selain belajar. Contohnya saja menggunakan media sosial tersebut untuk berkomunikasi secara pribadi alih-alih belajar.

Selain itu, media sosial akan melemahkan interaksi sosial para pelajar di dunia nyata. Mereka akan sibuk dengan gawai dan media sosial masing-masing, serta tidak memperhatikan lingkungan sekitar.

Tim Afirmasi

Saya kurang setuju dengan pendapat tim oposisi yang menyatakan bahwa media sosial melemahkan interaksi sosial para pelajar di dunia nyata. Justru media sosial dapat membangun kepercayaan diri para pelajar yang mungkin tidak mereka miliki di dunia nyata.

Melalui media sosial, para pelajar tersebut bebas berargumentasi dan terlibat dalam kegiatan pembelajaran yang berlangsung pada media sosial. Hal tersebut tentu akan menambah kepercayaan diri mereka.

Tim Oposisi

Saya ingin menanggapi pernyataan dari tim afirmasi.

Memang benar para pelajar yang cenderung kurang berani dalam mengemukakan pendapat akan dapat membangun kepercayaan diri di media sosial. Akan tetapi, hanya dalam lingkup media sosial. Sedangkan kita hidup di dunia nyata. Lalu, buat apa itu semua?

Terlebih lagi jika pelajar tersebut menjadi bergantung pada media sosial yang pada akhirnya akan berimbas pada kecanduan terhadap media sosial. Hal ini tentu akan mengganggu pola interaksi antarindividu di dunia nyata.

Tim Afirmasi

Kecanduan terhadap media sosial dapat diatasi dengan menerapkan aturan yang tegas tentang waktu untuk mengakses media sosial.

Bukan hanya media sosial yang berpotensi untuk membuat candu, banyak hal lain juga dapat membuat seseorang bisa kecanduan. Akan tetapi, hal tersebut dapat diminimalisasi.

Singkatnya, tim kami percaya bahwa penggunaan media sosial memiliki banyak dampak positif jika digunakan secara tepat, seperti menumbuhkan rasa percaya diri seseorang, menambah pertemanan, dan membentuk suatu komunitas belajar.

Hal ini dapat terwujud jika diimbangi dengan pengawasan dari orang tua dan guru secara bersinergi.

Tim Oposisi

Memang kecanduan terhadap media sosial dapat diatasi dengan penerapan aturan yang tegas. Akan tetapi, apakah Anda yakin aturan tersebut benar-benar akan berjalan sesuai harapan?

Pada akhirnya, tim kami, yaitu tim oposisi tetap beranggapan bahwa penggunaan media sosial di lingkungan sekolah tidak membawa dampak yang baik karena para pelajar tersebut akan fokus pada dunia maya dan melupakan tujuan awal mereka menggunakan media sosial.

Selain itu, media sosial juga dapat menimbulkan rasa candu. Para siswa akan merasa gelisah ketika tidak mengakses media sosial. Pada akhirnya, mereka akan sibuk dengan media sosial dan mulai lupa waktu, sehingga mereka melupakan tugas utama, yaitu belajar.

Terima kasih.

2. Contoh Teks Debat Pendidikan, Masih Efektifkah Ujian Nasional?

Tim Afirmasi

Ujian Nasional sudah sejak lama dijadikan standar kelulusan dari satu jenjang pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Namun, tampaknya hal ini tidak lagi efektif. Alih-alih memberikan dampak yang baik, siswa jadi lebih merasakan dampak buruknya.

Salah satu dampak buruk Ujian Nasional adalah menambah beban siswa. Maka dari itu, dengan dihapuskannya Ujian Nasional, beban psikologis siswa juga akan berkurang.

Jadi, Ujian Nasional yang tidak efektif ini seharusnya dihapuskan saja.

Tim Oposisi:

Saya kurang setuju dengan pendapat tim afirmasi. Menurut saya, Ujian Nasional masih tetap efektif. Dengan adanya Ujian Nasional, siswa akan termotivasi dalam belajar. Ada target yang ingin mereka capai, sehingga mereka akan berusaha dengan keras.

Apalagi beberapa sekolah menjadikan nilai Ujian Nasional sebagai penentu Penerimaan Peserta Didik Baru. Hal ini tentu akan semakin memotivasi siswa untuk belajar lebih giat demi mendapatkan nilai Ujian Nasional yang tinggi.

Dengan dihapusnya Ujian Nasional, siswa akan menjadi kurang termotivasi dan pada akhirnya menjadi malas belajar.

Tim Afirmasi

Menurut saya, kemampuan seseorang tidak hanya ditentukan dari nilai Ujian Nasional saja. Bahkan, obsesi mendapatkan nilai Ujian Nasional yang tinggi demi masuk ke sekolah favorit telah menuntun para siswa untuk berbuat curang.

Hal ini tentu sudah bukan rahasia lagi. Beberapa siswa giat mengikuti bimbingan belajar di lembaga-lembaga tertentu untuk mendapatkan kunci jawaban dari Ujian Nasional. Tak jarang mereka rela untuk membayar mahal demi kunci jawaban tersebut.

Bukan hanya itu saja, ketika Ujian Nasional berlangsung, tak jarang para siswa bekerja sama dengan saling menyontek. Bahkan, beberapa oknum guru juga membantu para siswa dengan memberikan jawaban.

Kalau sudah begini, apakah Anda masih yakin bahwa Ujian Nasional masih efektif untuk menentukan kelulusan seorang siswa?

Tim Oposisi

Saya masih menganggap Ujian Nasional menjadi penentu kelulusan yang efektif terlepas dari kecurangan yang terjadi. Apabila bicara tentang kecurangan, menurut saya, di mana-mana pasti ada kecurangan. Akan tetapi, bukan berarti hal tersebut tidak dapat diminimalisasi.

Pemerintah telah menggunakan Ujian Nasional berbasis komputer yang dapat menekan angka kecurangan tersebut.

Selain itu, Ujian Nasional juga masih tetap dibutuhkan. Hal ini diperlukan agar siswa tetap mau belajar dan berusaha, serta tidak bersikap acuh tak acuh terhadap pelajaran di sekolah.

Melalui Ujian Nasional, siswa juga dapat mengetahui potensi dirinya.

Tim Afirmasi

Memang benar siswa akan semakin giat belajar dengan adanya Ujian Nasional. Akan tetapi, hal tersebut akan membimbing siswa kepada suatu konsep belajar yang keliru. Siswa hanya akan fokus kepada hasilnya, yaitu berupa nilai yang tinggi, bukan kepada proses belajarnya.

Siswa akan beranggapan bahwa tujuan utama belajar di sekolah adalah untuk mendapatkan nilai yang tinggi, bukan untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari. Hal ini yang akan menuntun siswa kepada kecurangan.

Dapat saya simpulkan bahwa Ujian Nasional tidak dapat dijadikan acuan kelulusan yang efekstif karena dapat membimbing siswa kepada tujuan belajar yang salah serta menambah tingkat kecurangan yang terjadi.

Tim Oposisi

Seperti yang telah tim kami paparkan sebelumnya, Ujian Nasional masih sangat penting terutama di Indonesia karena Ujian Nasional dapat menjadi standar yang seragam antara satu sekolah dengan sekolah lainnya.

Selain itu, Ujian nasional akan memotivasi siswa untuk lebih giat belajar demi mencapai cita-citanya, yaitu masuk ke sekolah favorit yang diidamkan.

Terima kasih.

3. Contoh Teks Debat: Masih Perlukah Perpustakaan?

Tim Afirmasi

Perpustakaan adalah gudangnya ilmu. Hal ini tidak dapat kita lupakan. Mungkin ada beberapa dari Anda yang beranggapan bahwa perpustakaan sudah ketinggalan zaman.

Mungkin fungsi perpustakaan telah banyak digantikan oleh internet terutama dalam hal keterbukaan informasi. Akan tetapi, Anda perlu mengingat bahwa satu-satunya tempat yang menyediakan sumber informasi yang kredibel adalah perpustakaan.

Sumber-sumber yang ditemukan di internet memang bermanfaat, tetapi belum terbukti apakah sumber tersebut valid atau tidak. Sedangkan sumber-sumber yang Anda temukan di perpustakaan sudah melalui berbagai macam suntingan sehingga terjamin validitasnya.

Tim Oposisi

Saya mewakili tim oposisi berpendapat bahwa melimpahnya sumber yang terdapat di internet telah menggeser fungsi dari perpustakaan, sehingga mencari sumber informasi di perpustakaan sudah tidak efektif lagi.

Ketika mencari sumber informasi di perpustakaan, Anda harus meluangkan waktu khusus untuk mengunjungi perpustakaan dan mencari literatur terkait di antara ratusan bahkan ribuan buku lainnya. Hal ini tentu akan membuang waktu Anda yang berharga.

Selain itu, literatur yang dimiliki oleh sebuah perpustakaan, terutama perpustakaan sekolah, tidak selengkap informasi yang disediakan oleh internet. Terlebih lagi lokasi perpustakaan yang tidak kondusif, sehingga membuat kegiatan membaca menjadi tidak efektif.

Tim Netral

Buku merupakan jendela ilmu. Maka dari itu, para pelajar juga akan tetap membutuhkan buku yang mana artinya perpustakaan masih dibutuhkan di setiap sekolah.

Akan tetapi, sekolah juga perlu meningkatkan sarana dan prasarana yang terdapat di perpustakaan agar tercipta suatu kondisi yang nyaman ketika para siswa sedang membaca.

Sekolah juga sebaiknya melengkapi buku-buku yang terdapat di perpustakaan agar para siswa dapat menemukan literatur yang mereka cari dengan mudah.

Menggunakan internet untuk mencari sumber informasi boleh saja untuk dilakukan. Akan tetapi, carilah informasi yang kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.

Nah, sekarang Anda telah mengetahui pengertian debat, struktur, ciri-ciri, etika, dan contoh teks debat. Semoga dengan artikel ini, Anda dapat menjadi lebih terampil dalam menyusun teks debat.

4. Contoh Teks Debat, Generasi Nunduk

Moderator: Saat ini Gadget sudah tidak dapat dilepaskan dari kehidupan. Bagaimana pendapat kalian?

Kontra: Tentu saja gadget itu penting tapi ada baiknya itu lebih dibatasi, sehingga tidak akan menimbulkan hal yang tidak diinginkan.

Dimana saat ini banyak sekali kecelakaan terjadi karena berkendara dengan menggunakan gadget ataupun berjalan sambil fokus di gadget.

Pro: Itu sebenarnya kembali kepada individu apakah mampu mengendalikan diri untuk menggunakan gadget. Seperti yang kita ketahui gadget memang tidak dapat dilepaskan dari kehidupan saat ini.

Kontra: Memang benar kehidupan saat ini tidak dapat lepas dari gadget dan gadget memang memberi banyak hal positif namun tidak dapat dipungkiri gadget juga memiliki begitu banyak dampak negatif.

Pro: Makannya tadi saya bilang, kembali kepada orangnya. Apakah dapat mengendalikan diri dan tidak dikendalikan gadget. Gadget itu yang alat bukan kita jadi kembali apakah kita mampu membuat alat tersebut terkendali.

Baca Juga : Contoh Teks Eksposisi Singkat

5. Contoh Teks Debat: Anak Menonton Sinetron

Moderator: Sinetron yang menjamur memang merupakan sebuah hal baik di industri perfilman dan merupakan bukti berkembangnya perfilman Indonesia. Namun anak-anak saat ini menjadikan sinetron sebagai cermin. Bagaimana tanggapan kalian:

Pro: Semua ya kembali kepada orang tua yang dapat mendampingi dan membatu memilah sinetron yang ditonton anak, baik atau tidak.

Kontra: Bukan masalah orang tua namun saat ini sinetron hanya didominasi kekerasan geng dan percintaan. Bagaimana memilahnya lebih baik melarang anak menonton.

Pro: Tidak semua, masih banyak sinetron yang bertemakan agama, pengetahuan dan humor yang tentu baik untuk anak. Melarang anak menonton tentu saja bukan jalan keluarnya itu justru akan menjadi kekangan dan membuat mereka semakin ingin menonton.

Kontra: Ada baiknya sinetron yang tidak mendidik dibuang dan jangan ditanyakan.

Pro: Tidak bisa begitu, itu namanya membatasi kekreatifan produksi film yang banyak anak muda generasi bangsa di dalamnya. Mereka yang membuat sinetron sudah mengikuti minat masyarakat yang memang menyukai tema sinetron seperti itu.

Moderator: Mohon tenang dan jangan mulai meninggikan suara. Untuk itu ada baiknya kita ambil dulu jeda beberapa menit sebelum debat ini kembali dimulai.

Sebaiknya setelah istirahat mohon jangan menggunakan debat ini sebagai ajang menjatuhkan. Berargumen tidak apa asal diberikan bukti dan bahasa yang baik. Terima kasih, kita istirahat 5 menit.

Itulah beberapa contoh teks debat dengan berbagai tema yang dapat dijadikan referensi mencari tugas. Dengan mengetahui berbagai contoh debat tentunya akan sangat membantu sebelum melakukan debat baik secara formal atau informal.

Sehingga saat berdebat tidak hanya asal bicara namun harus tetap sopan, isi adalah fakta ataupun opini yang dapat dipertanggung jawabkan. Teks debat akan membantu memberikan gambaran sebelum nantinya debat terjadi.

Dengan mengetahui debat yang baik tentunya berdebat tidak akan menimbulkan konflik berlanjut namun justru akan dirasa asik.

6. Contoh Teks Debat: Hutan Menjerit, Manusia Menangis

Moderator: Saat ini semakin banyak hutan yang menjadi lahan pembuatan Mall ataupun gedung modern lainnya. Semua ini dilakukan untuk kepentingan moderenisasi negara, bagaimana membuat masyarakat yakin dengan tujuan kalian.

Silakan dari tim pembangunan gedung untuk berbicara baru setelah itu dilanjutkan oleh tim peduli lingkungan.

Tim Pembangunan: Negara Indonesia merupakan negara berkembang yang dimana jika tidak mengikuti perkembangan jaman tentu saja akan membuat Indonesia semakin tertinggal. Satu-satunya jalan adalah ikut berusaha maju dan menyesuaikan jaman.

Tim Peduli Lingkungan: Namun tidak berarti kehidupan manusia di massa yang akan datang tidak dipikirkan. Jika hutan terus ditebang, hutan akan menjerit dan manusia akan menangis akhirnya.

Tim Pembangunan: Seperti yang kami bilang di surat perjanjian bahwa tidak semua lahan hutan akan dibuat Mall, hanya sebagian saja.

Tim Peduli Lingkungan: Itu selalu janji yang kalian ucapkan tetapi nyatanya setelah beberapa tahun kalian perluas lagi pembangunan. Contohnya hari ini, dulu pun bicaranya hanya sebagian akhirnya mau ambil semua hutan.

Tim Pembangunan: Ini untuk kebaikan negara. Jika anda tidak peduli dengan negara anda tidak berhak tinggal di sini

Tim Peduli Lingkungan: Tetapi tidak seperti itu caranya. Lagian bukan tugas kalian menentukan saya berhak atau tidak tinggal di sini.

Moderator: Semua harap tenang dan tetap berpegang dengan peraturan bahwa tidak ada pembahasan di luar tema dan menyudutkan masing-masing pihak.

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai debat dan contoh teks debat. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita, dan semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas.

Originally posted 2020-07-03 20:21:53.