7+ Fungsi Lambung Manusia: Jaringan + Struktur

By

fungsi lambung dan strukturnya

Lambung adalah salah satu organ dalam manusia yang sangat penting yang ada di tubuh manusia. Lambung adalah bagian sistem pencernaan manusia yang terdapat di bagian atas rongga perut di sebelah kiri atau tepatnya di bawah diafragma.

Lambung memiliki bentuk yang menyerupai huruf J, dan mempunyai dinding yang tebal. Panjang lambung setiap orang berbeda-beda, merupakan saluran panjang yang menghubungkan mulut sampai dengan anus.

Secara umum, lambung ini digunakan sebagai tempat makanan dicerna, tempat dimana sari-sari makanan dan juga minuman dicerna. Jadi fungsi lambung dalam sistem pencernaan manusia itu sangat penting.

Terutama untuk menyimpan dan mencerna makanan sebelum akhirnya bisa diserap dan oleh sel-sel tubuh manusia sebagai sumber energi. Jadi dapat dibilang lambung ini sebagai tempat penyimpanan makanan sementara tubuh manusia.

Proses penyimpanan dan pencernaan makanan ada dua cara yang dilakukan, yaitu cara mekanik dan cara kimiawi. Proses pencernaan mekanik dilakukan lambung dengan melakukan gerak peristaltik yang dibantu oleh otot-otot lambung.

Sedangkan untuk cara kimiawi adalah makanan akan dicerna oleh lambung dengan bantu enzim-enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar dinding yang ada di dalam lambung. Namun sebenarnya seperti apa sih lambung itu dan seberapa pentingnya?

Nah pada kesempatan kali ini mastekno akan menjelaskan tentang bagian-bagian lambung beserta fungsi lambung, struktur dan cara kerjanya.

 

Bagian-Bagian Lambung

bagian bagian lambung

Sebelum kita ke pembahasan tentang fungsi lambung, terlebih dahulu kalian harus mengetahui struktur atau bagian-bagian pada lambung. Sebagai sistem pencernaan manusia, lambung ini berada di tengah-tengah, diantara usus dua belas jari dan esofagus.

Bagian lambung mempunyai banyak lipatan yang disebut dengan rugae. Inilah yang membuat lambung bisa meregang pada saat ada makanan yang masuk ke sistem pencernaan lambung.

Berdasarkan bentuknya, lambung ini memiliki 5 bagian, yaitu:

  1. Kardia, yaitu tempat masuknya makanan yang berasal dari kerongkongan, ini merupakan bagian pertama dari lambung. Kardia ini berisi sphincter jantung, yang merupakan sebuah cincin tipis otot yang akan membantu mencegah isi lambung untuk naik kembali ke kerongkongan.
  2. Fundus, yaitu area bundar yang berada di sebelah kiri kardia atau dibawah diafragma. Fundus ini berada di lambung bagian tengah dan merupakan tempat berkumpulnya gas-gas. Tempat ini merupakan tempat makanan disimpan dan tidak akan dicerna kurang lebih satu jam.
  3. Tubuh lambung, yaitu bagian terbesar dan paling utama dalam lambung. Di sinilah tempat makanan dicampur dan mengalami perusakan.
  4. Antrum, yaitu bagian bawah perut yang tugasnya mengolah makanan (memecah-mecah) sampai siap untuk dikirimkan ke usus kecil, antrum ini juga kadang disebut dengan nama antrum pilorus.
  5. Pilorus, yaitu bagian lambung yang terhubung ke usus kecil, bagian ini berada di paling bawah dalam lambung. Pilorus termasuk sfinter pilorik yang merupakan sebuah cincin tebal otot yang bertugas sebagai katup untuk mengontrol pengosongan lambung ke dalam doudenum yang merupakan bagian pertama dari usus kecil. Sfinter piloris ini juga mencegah isi duodenum untuk masuk kembali ke lambung.

 

Sedangkan berdasarkan lapisannya, lambung ini terdiri dari empat bagian, yaitu:

  • Mukosa, yaitu lapisan lambung yang paling dalam. Pada lapisan ini terdapat sebuah sel yang memproduksi enzim pencernaan dan juga zat-zat lain yang diperlukan untuk proses pencernaan.
  • Submukosa, yaitu lapisan yang mengelilingi mukosa. Lapisan submukosa ini terdiri dari pembuluh darah, jaringan ikat, dan saraf. Jaringan ikat pada submukosa fungsinya adalah untuk mengaitkan dengan lapisan yang ada di atasnya. Sedangkan pembuluh darah berfungsi memberikan nutrisi ke dinding lambung. Untuk saraf, fungsinya adalah mengawasi kerja lambung dan juga mengontrol kontraksi otot polos dan juga sekresi ketika pencernaan sedang dilakukan.
  • Muskularis, yaitu lapisan yang paling berat karena lapisan ini terdiri dari tiga buah lapisan yang berbeda. Muskularis ini adalah lapisan yang terdiri atas otot dan akan memberikan kemampuan kontraksi ke lambung, serta untuk menggerakkan makanan yang telah dicerna ke organ pencernaan yang lain.
  • Serosa, yaitu lapisan lambung yang paling luar, yang merupakan lapisan licin dan tipis yang fungsinya untuk melindungi lambung dari gesekan pada saat lambung membesarkan diri ketika proses pencernaan sedang dilakukan di lambung.

Baca Juga : Pengertian Senam Aerobik

 

 

Fungsi Lambung Manusia

fungsi lambung

Fungsi lambung dimulai pada saat makanan melewati esofagus. Esofagus merupakan organ yang bentuknya seperti selang dan terbuat dari otot. Pada saat makanan ada makanan yang perlu diolah lambung, esofagus ini akan terbuka dan makanan bisa masuk ke lambung.

Jika tidak diperlukan maka esofagus akan menutup kembali. Nah berikut ini akan pintarnesia jelaskan fungsi dari lambung dalam tubuh manusia, yaitu:

 

1. Penyimpanan Makanan

Fungsi lambung yang pertama adalah sebagai tempat untuk menyimpan makanan sebelum masuk ke proses pencernaan yang dilakukan lambung. Lambung ini mempunyai bentuk yang fleksibel jadi bisa menyimpan makanan sampai dengan volume 4 liter.

Padahal jika dalam keadaan kosong, volume internal lambung cuma 50 ml saja. Total waktu makanan yang disimpan di lambung adalah sekitar 2 jam. Namun sebenarnya waktu makanan di lambung bisa berbeda-beda tergantung dari jenis makanan yang diproses tersebut.

Contohnya jika komposisi makannya banyak mengandung karbohidrat, maka akan lebih singkat berada di lambungnya. Sebaliknya, jika makanan yang disimpan banyak mengandung protein tinggi dan lemak maka akan berada di lambung lebih lama.

 

2. Mencerna Makanan

Setelah makanan dicerna lewat mulut, makan tersebut akan masuk ke esofagus yang kemudian dilanjutkan menuju lambung. Dalam lambung ini kemudian akan dilakukan proses pencernaan tahap yang kedua. Proses pencernaan ini menggunakan proses mekanik dan kimiawi.

Proses pencernaan mekanik bukan cuma terjadi di mulut saja dengan bantuan gigi namun juga terjadi di lambung. Proses pencernaan mekanik yang terjadi di lambung adalah penghancuran makanan dengan bantuan otot-otot dinding lambung yang bergerak peristaltik.

Proses ini untuk mencampur dan mengaduk makanan dengan getah lambung selama kurang lebih 3 jam. Kemudian makanan akan berubah bentuk seperti bubur yang disebut degan kimus (chyme). Setelah itu kimus ini masuk ke usus halus lewat sfingter pilorus yang berkontraksi dan mendekat.

Dikarenakan ukuran sfingter pilorus yang sempit, kimus akan didorong masuk ke usus halus.

Proses kimiawi berbeda dengan mekanik, dalam pencernaan kimiawi ini proses pencernaan makanan dilakukan dengan menggunakan enzim-enzim yang dikeluarkan oleh kelenjar dinding pada lambung.

Ada beberapa jenis enzim yang ada di lambung, seperti enzim pepsin yang digunakan untuk memecah  protein menjadi pepton, kemudian enzim lipase untuk memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.

Dan asam klorida yang digunakan untuk mengubah pepsinogen menjadi pepsin dan untuk membunuh mikroorganisme patogen dan renin yang fungsinya mengendapkan protein susu berubah menjadi kasein.

Semua enzim yang ada di lambung tersebut digunakan untuk memecah protein, karbohidrat, dan lemak yang besar dan kompleks menjadi molekul yang lebih kecil. Nah, molekul inilah yang nantinya akan diserap usus dan masuk ke darah dan setiap sel dalam tubuh kita.

 

3. Membunuh Mikroorganisme Berbahaya

Seperti yang kita tahu bahwa lambung memproduksi asam klorida yang fungsinya sangat penting. Salah satunya adalah untuk membunuh mikroorganisme yang masuk ke lambung bersama makanan secara tidak disengaja.

Supaya tidak menyebabkan tubuh sakit, mikroorganisme ini harus dibunuh, nah asam lambung inilah yang membunuhnya. Asam klorida ini dihasilkan dari sel-sel pariental yang proses pembuatannya diawali dari reaksi pembentukan asam karbonat dari CO2 dan air dengan enzim karbon anhidrase.

 

4. Membantu Penyerapan Vitamin B12

Sel pariental yang ada pada fundus lambung menghasilkan dua keluaran penting, salah satunya adalah faktor intrinsik. Faktor intrinsik adalah glikoprotein yang berfungsi dalam penyerapan vitamin B12 dalam usus. Jadi fungsi lambung yang lain adalah untuk menyerap vitamin B12.

Apa sih manfaat dari vitamin B12? Manfaatnya adalah membentuk sel darah merah, memelihara sistem saraf, dan membantu proses pembentukan DNA. Jika tubuh kekurangan vitamin B12 maka bisa menyebabkan berbagai masalah tubuh.

 

5. Mengontrol Hormon

Selain digunakan untuk membuat enzim, lambung juga digunakan untuk membuat horman-horman yang berperan penting pada sistem pencernaan manusia, contohnya hormon ghrelin dan gastrin. Hormon gastrin dibuat oleh lambung secara terus menerus.

Sedangkan ghrelin dibuat dalam kelenjar oksintik mukosa yang ada dan tersebar di dalam lambung. Pada saat tubuh  kekurangan energi atau sedang lapar, hormon ghrelin ini yang bertanggung jawab memberikan sinyal ke hiportalamus.

 

6. Meredam Bahaya Asam Lambung

Dalam lambung bagian mukosa, ada sel yang disebut sel goblet. Sel inilah yang akan mengeluarkan bikarbonat yang sifatnya basa ke lapisan terluar lambung supaya tidak rusak karena aktivitas dari asam lambung dan enzim pepsin.

Fungsi lambung dalam tubuh manusia memang sangat penting, karena gangguan yang terjadi pada lambung bisa menyebabkan banyak sekali penyakit yang dapat membahayakan tubuh.

Apabila mengalami gangguan, biasanya orang tersebut akan merasa beberapa gejala seperti nyeri di lambung, mual, muntah dan gejala-gejala lainnya. Kondisi ini akan sangat mengganggu aktivitas dan kegiatan sehari-hari kita.

Baca Juga : Kumpulan Contoh Surat Izin Sakit

 

 

Contoh Penyakit Pada Lambung

contoh penyakit lambung

Berikut ini adalah beberapa contoh penyakit yang bisa mengganggu fungsi dalam lambung, diantaranya adalah:

 

1. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

GERD atau yang sering disebut penyakit refluks asam lambung merupakan kondisi dimana asam lambung beserta dengan isinya anak ke kerongkongan atau esofagus dan membuat iritasi di dinding kerongkongan dan nyeri di ulu hati.

Kondisi ini akan membuat penderitanya sulit dalam menelan makanan, akan terasa asam di kerongkongan karena asam lambung yang naik tadi, juga akan mengalami nyeri di dada dan tenggorokan rasanya tersumbat, akan bersendawa, cegukan, dan bisa mengalami batuk kering.

Masalah lambung ini bisa terjadi dikarenakan lingkaran otot bawah kerongkongan tidak berfungsi dengan semestinya. Hal ini mengakibatkan isi lambung naik ke esofagus.

Faktor yang bisa meningkatkan terjadinya GERD ini adalah konsumsi minuman alkohol, kopi, susu, tidur setelah makan, suka merokok, dan kelebihan berat badan.

 

2. Gastritis

Gastritis adalah gangguan fungsi lambung yang bisa terjadi karena adanya peradangan di dinding lambung. Peradangan terjadi karena asam lambung yang merusak lapisan pelindung dinding pada lambung.

Gastritis bisa menjadi gastritis erosif apabila lapisan lambung telah terkikis habis karena asam lambung. Hal ini kemudian bisa menyebabkan tukak lambung, pendarahan, dan lambung menjadi terasa sakit.

Penyebab gastritis ini terjadi adalah karena konsumsi minuman yang beralkohol atau kafein yang berlebihan, mengonsumsi aspirin atau ibuprofen, mengalami stres, gangguan autoimun, dan infeksi.

 

3. Dispepsia

Gangguan lambung yang selanjutnya ini adalah kumpulan dari gejala yang muncul di perut bagian atas. Gejalanya adalah seperti mudah kenyang sehabis makan, nyeri di ulu hati, rasa tidak nyaman di perut.

Orang yang mengalami dispepsia juga bisa merasakan mual, perut terasa panas, dan kembung. Kondisi ini karena dinding pada saluran pencernaan terlalu sensitif dengan asam lambung. Atau bisa juga karena makan terlalu banyak sehingga terjadi peregangan berlebihan pada dinding lambung.

Dalam kondisi dinding seperti ini, asam lambung bisa mengakibatkan iritasi.

 

 

Cara Menjaga Lambung Tetap Sehat

cara menjaga lambung

Seperti yang kita ketahui bahwa fungsi lambung sangat penting bagi manusia. Karena gangguan yang terjadi pada lambung bisa menyebabkan banyak masalah tubuh. Jadi kita harus menjaga lambung kita supaya tetap sehat. Nah kalian bisa menggunakan beberapa tips berikut ini:

 

1. Menjaga Diet Tinggi Serat

Mengonsumsi makanan yang tinggi akan serat dan juga kaya akan biji-bijian, kacang-kacangan, sayur-sayuran, serta buah-buahan bisa meningkatkan kesehatan pencernaan kita dan menurunkan risiko terkena sembelit.

Dengan makanan yang tinggi akan serat bisa membantu kita mencegah dan mengobati berbagai macam masalah pencernaan seperti wasir, diverticulosis, iritasi usus besar (IBS). Bukan cuma itu saja, dengan ini kalian juga bisa mempertahankan berat badan yang ideal dan sehat.

 

2. Batasi Makanan Tinggi Lemak

Makanan yang mengandung banyak lemak cenderung memperlambat proses pencernaan dalam lambung, hal ini mungkin bisa membuat kalian mengalami sembelit. Namun jangan salah, lemak juga berperan penting dalam menjaga kestabilan tubuh.

Karena itulah kalian harus memasangkan makanan yang banyak lemak dengan makanan yang memiliki serat tinggi. Jadi lemak bisa terserap lebih mudah oleh sistem pencernaan.

 

3. Pilih Daging Rendah Lemak

Protein yang terkandung dalam daging memang memiliki peranan yang sangat penting dalam tubuh. Namun lemak yang ada di dalam daging dapat menumpuk di tubuh dan menyebabkan sistem pencernaan tidak bekerja normal. Jika mau makan daging, pilihlah potongan yang tidak ada lemaknya

 

4. Konsumsi Probiotik

Probiotik merupakan sejenis bakteri sehat yang ada di saluran pencernaan kita. Probiotik ini membantu kita untuk menjaga tubuh tetap sehat dengan memerangi efek diet yang buruk, stres, dan antibiotik.

Probiotik juga bisa meningkatkan penyerapan nutrisi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, membantu memecah laktosa, bahkan bisa membantu mengobati IBS. Probiotik bisa kalian dapat dari yogurt dengan lemak rendah atau dari kefir.

 

5. Makan Sesuai Jadwal

Mengonsumsi makanan dan juga cemilan secara teratur bisa membantu kalian menjaga sistem pencernaan supaya tetap sehat. Sesuai jadwal maksudnya adalah sesuai waktu yang telah ditentukan.

Contohnya waktu sarapan di pagi hari, siang hari, dan makan malam jangan terlambat. Jadi maksudnya adalah waktu makan setiap harinya tepat waktu dan aturan, bukan asal makan ketika lapar.

 

6. Tetap Terhidrasi

Minum air yang banyak sangat baik untuk kesehatan pencernaan tubuh kita. Serat akan menarik air ke usus besar untuk dibuat menjadi tinja yang lebih besar dan lebih lunak yang membuat tinja lebih muda untuk lewat.

 

7. Hindari Kebiasaan Buruk

Kebiasaan buruk disini adalah kebiasaan buruk yang dilakukan sehari-hari, seperti merokok, mengonsumsi alkohol dan kafein secara berlebihan. Karena kebiasaan-kebiasaan buruk tersebut bisa mengganggu sistem pencernaan tubuh dan menyebabkan mules.

 

8. Olahraga Secara Teratur

Olahraga dengan teratur bisa membantu kita dalam menjaga makanan bergerak lewat sistem pencernaan dan bisa mengurangi sembelit. Selain itu olahraga juga bisa membantu mempertahankan tubuh supaya tetap sehat dan bagus untuk kesehatan pencernaan tubuh.

 

9. Kelola Stres

Kalian harus sebisa mungkin menghindari stres, karena terlalu banyak stres atau kecemasan bisa menyebabkan sistem pencernaan tubuh menjadi overdrive atau bekerja berlebihan. Temukan sebuah kegiatan yang dapat mengurangi stres kalian dan nikmati hidup dengan rileks.

 

Itulah beberapa fungsi lambung dalam tubuh manusia, sekarang kita tahu bahwa lambung ini memiliki fungsi yang vital dalam tubuh. Jadi kita harus benar-benar menjaga lambung kita dengan baik, caranya kalian bisa ikuti tips-tips yang sudah pintarnesia jelaskan di atas tadi.

Sekian penjelasan tentang fungsi lambung yang bisa saya sampaikan, jika kalian masih bingung dengan penjelasan fungsi lambung di atas, silahkan komen.

Baca Lainya Tastynesia:
  1. Opor Ayam Kuning
  2. Dalgona Coffee
  3. Tongseng Sapi
  4. Rawon Daging Sapi
  5. Rendang Daging Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *