Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

4+ Fungsi Pajak: Pengertian, Jenis, Unsur, Ciri Pajak

6 min read

jenis jenis pajak

Pajak – Pajak atau pungutan adalah iuran atau pungutan wajib yang harus dibayar oleh Wajib Pajak (Orang yang bayar pajak) kepada pemerintah berdsarkan Undang-Undang (UU).

Serta hasil dari pungutan tersebut digunakan untuk membiayai berbagai pengeluaran umum pemerintah dengan tanpa adanya balas jasa yang ditunjukan secara langsung.

Sehingga bisa disimpulkan jika kita membayar pungutan maka kita akan merasakan berbagai manfaat dari pemerintah. Coba bayangkan jika kita tidak bayar pajak, pasti kebutuhan hidup kita akan semakin membesar dan pastinya daripada orang yang sudah membayar pajak.

Nah, untuk memperdalam wawasan kalian, kali ini pintarnesia juga memaparkan mengenai pengertian pajak dari beberapa para ahli. Berikut ini adalah beberapa ahli yang berpendapat, antara lain.

 

Pengertian Pajak Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah beberapa ahli yang berpendapat, antara lain.

 

1. Leroy Beaulieu

Menurutnya pajak adalah suatu bantuan, baik itu secara langsung atau pun yang bersifat paksaan paksaan dari kekuasaan publik untuk penduduk atau dari barang, untuk menutup belanja pemerintah.

 

2. P. J. A. Adriani

Pajak adalah iuran atau pungutan masyarakat kepada negara (yang bisa dipaksakan) yang terutang oleh yang wajib membayarnya menurut berbagai peraturan umum (undang-undang) dengan tidak mendapatkan prestasi kembali yang langsung bisa ditunjuk serta yang gunanya untuk membiayai berbagai pengeluaran umum terkait dengan tugas negara untuk menyelenggarakan pemerintahan.

 

3. Rifhi Siddiq

Menurutnya pajak adalah iuran atau pun pungutan yang dipaksakan pemerintahan dalam sebuah negara dalam periode atau pun masa tertentu terhadap wajib pungutan yang memiliki sifat wajib dan harus dibayarkan oleh wajib pajak terhadap negara serta wujud balas jasanya tidak langsung.

 

4. Undang – Undang No. 28 Tahun 20017 Tentang Perpajakan

Kontribusi wajib terhadap negara yang terutang oleh orang orang pribadi atau pun badan yang sifatnya memaksa berdasarkan dengan ketetapan Undang – Undang, dengan tidak memperoleh imbalan secara langsung dan dipakai untuk kebutuhan negara bagi sebesar-besarnya kemakmuran dan kesejahteraan rakyat.

 

 

Ciri Ciri Pajak

Berikut ini adalah beberapa ciri – ciri atau karakteristik dari pajak, diantaranya adalah sebagai berikut.

 

1. Pajak adalah Kontribusi Wajib Warga Negara

Setiap warga negara mempunyai kewajiban untuk membayar pajak, tetapi jika warga negara tersebut sudah memenuhi syarat subjektif dan syarat objektif.

 

2. Pajak Bersifat Memaksa

Jika seorang individu sengaja tidak membayar pajak padahal dia sudah memenuhi syarat, maka ada ancaman sanksi adminstratif dan hukuman yang menunggu secara pidana.

 

3. Warga Negara Tidak Mendapatkan Imbalan Secara Langsung

Pajak adalah usaha untuk meratakan pendapatan warga negara, timbal balik yang diterima oleh warga negara berupa fasilitas umum yang sudah disediakan negara.

 

4. Berdasarkan Undang – Undang (UU)

Ada beberapa Undang – Undang (UU) yang mengatur tentang mekanisme perhitungan, pembayaran, dan pelapiran pungutan.

Undang – Undang Tentang Perpajakan Negara

1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 mengenai Pajak Penghasilan
stdtd Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008
2. Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 mengenai Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah
stdtd Undang-Undang Nomor 42 Tahun 2009
3. Undang-Undang Nomor 10 tahun 1995 mengenai Kepabeanan
stdd Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2006
4. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 mengenai Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan
stdtd Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009
5. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 mengenai Cukai
stdd Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007

 

 

Kedudukan Hukum Pajak

Menurut Prof. Dr. Soemitra, SH. Hukum pajak mempunyai kedudukan atau pun tempatdiantara hukum – hukum sebagai berikut.

  1. Hukum Perdata, hukum untuk mengatur hubungan antara satu individu dengan individu yang lainnya.
  2. Hukum Publik, hukum untuk mengatur segala jenis hubungan antara pemerintah dengan masyarakatnya. Hukum ini bisa dirinci lagi sebagai berikut:
  • Hukum Tata Usaha (Hukum Administratif)
  • Hukum Pajak
  • Hukum Pidana
  • Hukum Tata Negara

Dengan seperti itu, maka kedudukan pajak adalah salah satu bagian dari hukum publik. Saat mempelajari tentang bidang hukum, belakulah istilah yang diisebut dengan Lex Specialis Derogot Lex Generalis.

Istilah tersebut mempunyai arti sebagai suatu peraturan khusus yang lebih diutamakan dibandingkan dengan peraturan umum jika sesuatu tidak atau belum pernah diatur pada peraturan khusus, maka akan berlaku ketentuan yang diatur di dalam peraturan umum.

Dalam kasus ini, peraturan khusus merupakan hukum pajak. Sedangkan peraturan umum merupakan hukum publik atau hukum yang lainnya yang sudah ada sebelumnya.

 

Jenis Jenis Pajak

pajak

Jenis-Jenis pajak dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu berdasarkan sifat, instansi pemungut, serta subjek dan objek. Berikut ini adalah masing-masing penjelasannya :

 

1. Pajak Menurut Sifat

Jika dilihat dari sifat, maka pajak bisa dibagi lagi menjadi 2 (dua), antara lain.

 

  • Pajak Tidak Langsung

Pajak yang diambil atau pun dipungut jika terjadi kejadian tertentu. Contohnya saja adalah Pungutan yang dikenakan pada pembelian barang – barang yang mewah.

 

  • Pajak Langsung

Pajak yang dibayarkan secara berkala atau pun rutin kepada warga negara yang sudah memenuhi syarat wajib untuk membayar pungutan.

 

2. Pajak Menurut Instansi Pemungut

Jika dilihat dari instansi pemungut, maka pajak bisa dibagi lagi menjadi 2 (dua), antara lain.

 

  • Pajak Negara (Pusat)

Adalah pajak yang diambil langsung oleh pemerintah pusat. Contohnya saja adalah pajak bumi dan bangunan, pajak penghasilan, dan pajak pertambahan nilai.

 

  • Pajak Daerah (Lokal)

Adalah pajak yang dikenakan dalam cakupan yang terbatas hanya dalam lingkup Pemda tingkat I atau pun Pemda tingkat II.

 

3. Pajak Berdasarkan Objek dan Subjek

Jika dilihat dari objek dan subjek, maka pajak bisa dibagi lagi menjadi 2 (dua), antara lain.

 

  • Pajak Objektif

Adalah pajak yang diambil berdasarkan objeknya. Contohnya saja adalah bea masuk, bea keluar, dan lain sebagainya.

 

  • Pajak Subjektif

Adalah pajak yang diambil berdasarkan subjeknya. Contohnya saja adalah pungutan pengasilan dan pungutan kekayaan.

Baca Juga: Jenis-Jenis SIM.

 

Unsur Pajak

Dari pengertian pajak yang sudah dijelaskan, bisa kita simpulkan jika unsur – unsur pungutan adalah sebagai berikut.

 

1. Pajak Dipungut Berdasarkan Undang – Undang

Keterangan aturan pelaksanannya.

  • Asas tersebut sama dengan perubahan ketiga pada UUD 1945 pasal 23A yang menyebutkan, “Pajak dan pungutan lain yang bersifat memaksa untuk keperluan negara diatur dalam undang-undang.”
  • Dimanfaatkan untuk membiayai kebutuhan negara. yaitu pengeluaran yang mempunyai manfaat untuk masyarakat luas.
  • Tanpa mendapatkan kontraprestasi atau jasa timbal bali dari negara yang secara langsung ditunjuk. Dalam pembayaran pungutan tidak bisa ditunjukkan terdapatnya kontrarestasi individual kepada pemerintah.

 

2. Tidak Mendapatkan Jasa Timbal Balik yang Bisa ditunjukkan Secara Langsung

Contohnya saja orang yang rajin membayar pungutan kendaraan bermotor akan melewati jalan yang sama kualitasnya serta keadaan dengan orang yang tidak membayar pajak kendaraan bermotor.

 

3. Pengembalian Pungutan Ditujukan uuntuk Keperluan Pembiayaan Umum

Pemerintah dalam tujuan untuk melancarkan fungsi pemerintah, baik itu rutin atau pun pembangunan.

 

4. Pemungutan Pajak Bisa Dipaksakan

Pajak bisa dipaksakan jika wajib pungutan tidak bisa memenuhi kewajiban pajak serta bisa diberi sanksi yang sesuai dengan peraturan perundang – undangan.

 

5. Mengisi Kas Negara atau Anggaran Negara

Kas tersebut digunakan untuk menutup segala pembiayaan penyelanggaraan pemerintahan.

Tidak hanya itu, pajak jua memiliki fungsi untuk mengatur atau pun melakukan kebijakan negara dalam lapangan ekonomi serta sosial.

 

 

Fungsi Pajak Untuk Masyarakat dan Negara

Berikut ini adalah beberapa fungsi pajak untuk masyarakat dan negara, antara lain.

 

1. Fungsi Anggaran

Fungsi yang pertama adalah sebagai sumber pendapatan untuk negara yang memiliki tujuan untuk menyeimbangkan pengeluaran negara dengan perolehan negara.

 

2. Fungsi Regulasi (Mengatur)

Pajak adalah suatu alat yang digunakan untuk melakukan atau pun mengatur kebijakan negara dalam lapangan sosial dan ekonomi.

  • Bisa digunakan untuk mengatur dan menarik investasi modal yang bsia membantu perekonomian negara supaya lebih produktif.
  • Bisa digunakan sebagai alat untuk mendorong aktivitas ekspor. Contohnya saja pungutan ekspor barang.
  • Bisa untuk memberikan proteksi atau pun perlindungan kepada barang produksi dari dalam negeri. Contohnya saja Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
  • Bisa digunakan untuk menghambat laju terjadinya inflasi.

Contoh Pajak untuk Fungsi Mengatur

  • Pajak tinggi yang dikenakan kepada berbagai barang – barang yang mewah, hal itu bertujuan untuk mengurangi gaya hidup yang konsumtif.
  • Pajak tinggi yang dikenakan pada minuman keras, hal itu bertujuan untuk mengurangi konsumsi dari minuman keras tersebut.
  • Tarif pungutan yang dikenakan dalam ekspor sebesar 0%, hal tersebut bertujuan untuk mendorong ekspor produk – produk negara Indonesia ke pasaran dunia.

 

3. Fungsi Distribusi (Pemerataan)

Fungsi pajak atau pungutan bisa digunakan untuk menyeimbangkan dan menyesuaikan antara pembagian pendapatan dengan kebahagiaan serta juga kesejahteraan dalam masyarakat.

 

4. Fungsi Stabilisasi

Dalam hal ini, pajak berfungsi untuk stabilisasi keadaan atau pun kondisi perekonomian. Contohnya saja adalah  untuk mengatasi inflasi dan juga deflasi.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai pajak. Semoga artikel ini bisa membantu artikel ini bisa membantu kalian, dan semoga artikel ini menambah wawasan kita dalam perpajakan. Jika ada yang kurang dalam penyampaian atau kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight