Hukum Gravitasi Newton: Pengertian, Sejarah, Bunyi, Rumus, Contoh

By

hukum gravitasi newton

Hukum Gravitasi Newton merupakan salah satu materi penting yang dikaji dalam ilmu fisika dengan ruang lingkup pembahasan berupa interaksi gravitasi antara dua benda pada kedudukan jarak tertentu.

Gravitasi bukan hanya berperan menjaga setiap objek di bumi tidak terlempar ke luar angkasa meski Bumi mengalami rotasi pada sumbu putarnya.

Gravitasi jugalah yang membuat Bumi dan seluruh benda di sistem tata surya kita bergerak dengan sangat indah dan teratur menurut garis edarnya dalam mengelilingi matahari.

Gaya gravitasi pula yang menjaga kedudukan Bumi dan benda lainnya sehingga tidak jatuh ke permukaan Matahari. Hukum-hukum gravitasi mengatur pergerakan dan peredaran objek-objek antariksa dalam tata surya sehingga tidak saling bertabrakan antara satu dan yang lainnya.

 

Pengertian Hukum Gravitasi Newton

Hukum Gravitasi Newton adalah hukum dalam Fisika yang membahas tentang interaksi tarik-menarik antara dua buah benda yang bermassa. Dua buah benda yang bermassa akan mengalami gaya saling tarik menarik antar keduanya.

Gaya tarik antar kedua benda yang memiliki massa inilah yang dikenal dengan sebutan gaya gravitasi antara dua buah benda.

Ketika Anda memiliki dua buah jeruk yang terpisah pada jarak tertentu, sejatinya mereka pun mengalami gaya gravitasi yang saling menarik antar keduanya.

Jika kedua jeruk itu memiliki gaya gravitasi antara satu dan yang lainnya, mengapa lama-lama tidak menyatu? Jawabnya sederhana, karena gaya tarik gravitasi antar kedua jeruk itu relatif sangat kecil sehingga pengaruhnya tidak akan terlalu signifikan sama sekali.

Penjelasan lebih lengkapnya akan diulas pada bagian pembahasan tentang Rumus Hukum Gravitasi di bawah ya. Hukum Gravitasi Newton nyatanya tidak hanya bisa diterapkan untuk memahami sejumlah fenomena yang ada di Bumi.

Hukum Gravitasi ini pun bisa juga bisa digunakan untuk memahami interaksi antar dua benda antariksa yang bermassa. Contohnya seperti untuk menentukan peredaran planet ataupun satelit (misalnya Bulan yang merupakan satelit alamiah Bumi) dan lain sebagainya.

Baca Juga: Hukum Newton 1 2 3.

 

 

Sejarah Penemuan Hukum Newton

sejarah hukum gravitasi newton

Pembahasan tentang Hukum Gravitasi Newton memiliki sejarah yang cukup menarik. Menurut sejumlah sumber, Newton tidak serta merta menurunkan atau menemukan hukum gravitasi yang fenomenal dan bertahan cukup lama dalam kajian ilmu fisika ini.

Sir Issac Newton yang merupakan seorang Filosof, Teolog, Matematikawan dan juga Fisikawan ini mendapatkan inspirasi mengenai teori gravitasi ketika tak sengaja ia kejatuhan buah apel tatkala sedang duduk-duduk di bawah pohon Apel.

Didorong oleh rasa ingin tahu, ia pun mengembangkan sejumlah pertanyaan dan berupaya untuk mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Newton pun meyakini bahwa ada sesuatu di dalam Bumi yang tidak banyak diketahui oleh orang-orang yang membuat buah Apel yang awalnya diam tergelantung di pohon itu menjadi jatuh dan bergerak menuju ke Bumi.

Bukan hanya itu saja, ia pun mengembangkan ranah pemikirannya ke dalam cakupan yang lebih luas.
Dan ia pun menyadari bahwa sesuatu inilah yang seharunya juga membuat Bulan berada di tempatnya yang sekarang dan tidak jatuh ke Bumi.

 

 

Bunyi Hukum Gravitasi Newton

Sama seperti dengan hukum-hukum Fisika lainnya, Hukum Gravitasi Newton pun memiliki rumusan bunyi yang penting untuk dipahami. Hukum Gravitasi Newton dapat diungkapkan sebagai:

Setiap benda bermassa menarik massa yang lainnya dengan gaya segaris yang saling menghubungkan antara kedua inti benda bermassa tersebut dengan besarnya gaya tarik yang terjadi akan berbanding lurus dengan perkalian dari kedua massa dan berbanding terbalik dengaan kuadrat jarak kedua titik massa tersebut.

 

Jadi, selain bergantung pada massa kedua benda yang berinteraksi maka besarnya gaya gravitasi juga bergantung pada besar kecilnya jarak yang memisahkan antara kedua benda.

Idealnya, semakin dekat jarak antara kedua benda bermassa tersebut maka gaya gravitasi yang bekerja padanya haruslah semakin besar. Gaya gravitasi merupakan besaran vektor.

Secara sederhana, besaran verktor adalah besaran dalam fisika yang memiliki nilai dan juga arah. Secara matematis, persamaan hukum gravitasi Newton pada dua buah benda bermasa dan yang terpisah pada jarak sebesar adalah:

Dengan keterangan berupa:

F : gaya gravitasi.

G : Konstanta Gravitasi Newton yang besarnya

M 1 : massa benda pertama.

M 2 : massa benda kedua.

r : jarak pisah antara kedua benda.

 

Tanda negatif (-) pada persamaan hukum gravitasi Newton di atas menunjukkan bahwa gaya gravitasi yang terjadi adalah saling tarik menarik. Pada dua benda berada pada satu garis lurus, maka arah kerja gaya gravitasi adalah sepanjang garis luruh penghubung antar kedua titik masa.

Baca Juga: Rumus Kecepatan.

 

 

Rumus Hukum Newton

rumus hukum gravitasi newton

Berangkat dari rumus Hukum Gravitasi Newton tersebut maka kita dapat menghitung gaya gravitasi antar dua benda bermassa yang diketaui jarak pisah antar keduanya.

F = G x (m1.m2/r kuadrat)

 

Hukum Gravitasi Newton merupakan materi yang sangat penting karena hukum gravitasi ini bisa diperluas dan diterapkan ke ranah bidang antariksa seperti untuk memprediksi peredaran atau periode revolusi suatu benda langit terhadap Matahari.

 

 

Contoh Soal Hukum Gravitasi Newton

Pada bagian ini akan diulas sedikit contoh penerapan dari rumus Hukum Gravitasi Newton agar semakin menambah wawasan dan penerapan dari Hukum Newton tentang gravitasi ini.

 

Contoh Penerapan 1

Dua buah Jeruk yan masing-masing bermasa 200 gram berada di atas meja. Keduanya terpisahkan pada jarak 5 cm antara satu dan yang lainnya. Dengan mengabaikan keberadaan gravitasi Bumi, maka hitunglah besarnya gaya gravitasi antar dua buah jeruk tersebut!.

Penyelesaian:

Untuk menyelesaikan masalah ini, pertama kita data dulu besaran-besaran apa yang telah diketahui.

M 1 =M 2 = 200 gram = 0.2 Kg.
r = 5 cm = 0.05 m.

hukum gravitasi newton

Maka jawabanya adalah

jawaban hukum newton

Jadi besarnya gaya gravitasi Newton antara dua buah Jeruk tersebut adalah sebesar . Nilai ini relatif sangat kecil untuk bias kita rasakan. Dua buah jeruk yang terpisah dekat tersebut tidak akan saling menempel karena gaya tarik gravitasi yang sangat kecil antara keduanya.

 

Contoh Penerapan 2

Matahari adalah sebuah bola gas yang berada di pusat tata surya kita. Bumi, bulan dan juga planet- planet lainnya bergerak mengelilingi Matahari menurut garis edar mereka masing-masing.

Matahari memiliki massa sekitar Sementara itu, planet Bumi yang kita tempati ini memiliki massa sekitar Bumi dan Matahari terpisah pada jarak rata-rata sekitar, Berdasarkan data-data tersebut di atas, hitunglah besarnya Gaya gravitasi antara Bumi dan Matahari.

Penyelesaian:

contoh soal hukum newton

 

Itulah besarnya gaya gravitasi yang bekerja antara Bumi dan Matahari. Gaya gravitasi ini tentu sangat besar bila dibandingkan dengan gaya gravitasi antara dua buah jeruk di atas Meja.

 

Demikianlah pembahasan mengenai Hukum Gravitasi Newton. Materi ini termasuk salah satu materi yang sangat penting dalam ilmu fisika dan juga ilmu terapan lainnya.

Beberapa penerapan seperti penempatan satelit, pelucuran satelit juga menerapkan peninjaun terhadap hukum-hukum Newton. Oleh karenanya materi cukup penting untuk dipahami dan dipelajari. Semoga bermanfaat.

Nama Penulis: Subagiyo.

https://www.facebook.com/subagiyo.alhambra

Spesial dari Teman Pintarnesia.

Hanif Pramono Saya suka menulis seputar pelajaran di sekolah, dengan menulis saya merasa senang dan dapat memberikan informasi ke banyak orang, selamat membaca.
Baca Lainya Tastynesia:
  1. Opor Ayam Kuning
  2. Dalgona Coffee
  3. Tongseng Sapi
  4. Rawon Daging Sapi
  5. Rendang Daging Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *