Isi Tritura: Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, Dampak, Makna

By

tritura

Apa kalian pernah mendengar istilah tritura? tritura merupakan salah satu peristiwa bersejarah yang terjadi pada saat Indonesia telah merdeka yang mengakibatkan banyak pihak marah. Nah bagi kalian yang belum tahu mengenai peristiwa tritura ini simak penjelasannya dibawah.

 

Isi Tritura

isi tritura

Dalam membuat tritura terdapat beberapa isi tritura yang terbagi menjadi tiga berikut ini.

  1. Pembubaran PKI (Partai Komunis Indonesia)
  2. Perombakan Kabinet
  3. Penurunan harga atau perbaikan ekonomi.

Isi pertama dan kedua sebelumnya telah diserukan oleh KAP-Gestapu (Kesatuan Aksi Pengganyangan Gerakan 30 September). Dan isi ketiga baru diserukan pada saat peristiwa tersebut terjadi karena dianggap penting demi orang banyak.

 

 

Latar Belakang Tritura

latar belakang tritura

Pada saat hebohnya demonstrasi menuntut pembubaran PKI semakin keras pemerintah justru tidak mengambil tindakan apapun.

Padahal keadaan negara Indonesia pada saat itu sudah sangat parah, baik dari segi ekonomi maupun politik. Dimana harga-harga naik sangat tinggi terlebih BBM (Bahan bakar minyak). Sehingga KAMI dan KAPPI mengambil tindakan untuk memelopori kesatuan aksi yang tergabung dalam Front Pancasila pada tanggal 12 Januari 1966 mendatangi DPR-GR untuk menuntut Tritura.

21 Februari 1966 Presiden Sokarno mengumunkan resuffle kabinet yang didalamnya juga diduduki oleh para simpatisan PKI, hal tersebut membuat para mahasiswa mengetahuinya dan meningkatkan aksi demonstrasi.

Keadaan politik dan keamanan negara menjadi kacau, bukan hanya itu namun keadaan perekonomian juga ikut memburuk karena terjadi inflasi hingga 600% dan upaya pemerintah melakukan devaluasi rupiah dengan menaikkannya membuat masyarakat tidak setuju.

Pada tanggal 24 Februari 1966 para mahasiswa tersebuk menolak dan memboikot pelantikan para menteri baru, insiden tersebut terjadi dengan Resimen Tjakrabirawa, Pasukan Pengawal Presiden Soekarno dan seorang mahasiswa bernama Arif Rahman Hakim yang meninggal akibat insiden tersebut.

Sehingga pada tanggal 25 Februari 1966 KAMI pun akhirnya dibubarkan, meskipun demikian namun gerakan-gerakan mahasiswa untuk melanjutkan Tritura ( Tri Tuntutan Rakyat) tidak berhenti begitu saja.

Banyak sekali deretan aksi demonstrasi yang menyuarakan Tritura ini hingga pada akhirnya Presiden Soekarno mengeluarkan surat perintah Supersemar pada tanggal 11 Maret 1966 untuk memulihkan kondisi kemanan dan ketertiban melalui Letnan Jendral Soeharto selaku Panglima Angkatan Darat pada saat itu.

Kemudian Letnan Jenderal Soeharto diangkat menjadi presiden dengan adanya peristiwa Gerakan 30 September 1965 atau G 30 S PKI. Hal tersebut merupakan titik berakhirnya kekuasaan Presiden Soekarno dan hilangnya kekuatan politik PKI dari politik Indonesia yang telah menyulut kemarahan rakyat.

 

 

Tujuan Tritura

Adanya penuntutan terhadap Tritura ini tentu saja memiliki tujuan tritura tertentu antara lain sebagai berikut.

  • KAMI dan KAPPI menuntut agar Tritura segera direralisasikan
  • Menuntut kewibawaan, kepemimpinan, atau kebijakan Presiden
  • Mempertimbangkan Nekolim dan proyek British Malaysia
  • Membuat Ir. Soekarno selaku presiden pada saat itu mengeluarkan perintah harian untuk waspada terhadap segala bentuk pemberontakan.

 

 

Tokoh Tritura

Karena merupakan salah satu peristiwa bersejarah besar dalam aksi Tritura ini terdapat beberapa tokoh didalamnya antara lain sebagai berikut.

 

Chaerul Saleh

Chaerul Saleh merupakan salah satu pejuang dan pemuda yang menculik Soekarno dan Hatta dalam peristiwa Rengasdengklok serta salah satu tokoh politik Indonesia yang pernah menjabat sebagai menteri, wakil perdana menteri, dan ketua MPRS pada tahun 1957 hingga 1966 yang meninggal sebagai tahanan pada tahun 1967.

 

D.N. Aidit

D.N. Aidit merupakan ketua PKI yang meninggal karena dibunuh pada tahun 1965.

 

Lettu Doel Arif

Lettu Doel Arif merupakan tokoh utama dalam penculikan para jenderal Angkatan Darat yang diduga akan membentuk Dewan Jenderal dengan PKI dalam peristiwa Gerakan 30 September 1965 yang tokohnya hilang dan tidak ditemukan.

 

Lukman Njoto

Lukman Njoto merupakan menteri negara pada masa pemerintahan Soekarno dan juga wakil Ketua CC PKI serta sangat dekat dengan D.N. Aidit yang ditangkap pada tahun 1966 namun kemudian hilang dan tidak ditemukan.

 

Ibnu Parna

Ibnu Parna merupakan salah seorang politisi fraksi PKI, pemimpin Partai Acoma, dan juga aktivis buruh yang akhirnya meninggal karena dibunuh.

 

Muhammad Arief

Muhammad Arief merupakan seorang pencipta lagu terkenal yaitu lagu Genjer-genjer yang meninggal akibat dibunuh.

 

M.H. Lukman

M.H. Lukman merupakan wakil ketua CC PKI yang meninggal karena dihukum mati pada tahun 1965.

 

Ir. Sakirman

Ir. Sakirman merupakan petinggi politbiro CC PKI sekaligus kakak kandung dari Siswondo Parman yang merupakan salah seorang korban diculik yang diduga meninggal dalam peristiwa G30S karena tidak dapat ditemukan.

 

Brigjen Soepardjo

Brigjen Soepardjo merupakan komandan TNI divisi Kalimantan Barat yang berperan penting dalam peristiwa Gerakan 30 September namun harus meninggal karena dihukum mati.

 

Sudisman

Sudisman merupakan salah seorang anggota Politbiro CC PKI yang meninggal akibat dihukum mati.

 

Syam Kamaruzzaman

Syam Kamaruzzaman merupakan tokoh utama dalam G30S karena merupakan orang nomor satu dalam politbiro PKI yang bertugas membina simpatisan PKI dari kalangan TNI dan PNS yang meninggal akibat dijatuhi hukuman mati pada tahun 1968 dan dieksekusi pada tahun 1986.

 

Letkol Untung Syamsuri

Letkol Untung Syamsuri merupakan Komandan Batalyon I Tjakrabirawa yang merupakan pemimpin Gerakan 30 September pada tahun 1965 namun harus meninggal karena dihukum mati pada tahun 1969.

 

Trubus Soedarsono

Trubus Soedarsono merupakan seorang seniman lebih tepatnya pematung dan pelukis naturalis asli Indonesia yang meninggal karena dibunuh.

 

Wikana

Wikana merupakan seorang pejuang kemerdekaan Indonesia yang berjuang bersama Chaerul Saleh dan Sukarni, ia juga merupakan pemuda yang ikut serta dalam penculikan Soekarno dan Hatta dalam Peristiwa Rengasdengklok namun hilang dan tidak ditemukan.

 

 

Dampak Tritura

dampak tritura

Terjadinya peristiwa Tritura tentu saja memberika dampak terhadap kehidupan baik dampak positif maupun dampak negatif antara lain sebagai berikut.

 

Dampak Positif

  • Dibubarkannya PKI (Partai Komunis Indonesia) yang meresahkan dan mengancam ideologi bangsa Indonesia
  • Dibersihkannya kabinet pemerintahan Dwikora
  • Segera direlisasikannya isi Tritura

Dampak Negatif

  • Adanya pelanggaran HAM pada masa orde baru
  • Dikecamnya aksi-aksi kabinet dan lainnya oleh para aktivis HAM

 

 

Aksi Tuntutan Tritura

Seperti yang telah disebutkan diatas bahwa KAMI dan KAPPI mempelopori aksi Front Pancasila yang mendatangi DPR-GR pada tanggal 12 Januari 1966 untuk mengajukan tuntutan, tuntutan tersebut antara lain sebagai berikut

  1. Pembubaran PKI
  2. Pembersihan kabinet dari adanya unsur-unsur G30S PKI
  3. Penurunan harga serta perbaikan ekonomi

 

Meskipun peristiwa Tritura ini telah terjadi bertahun-tahun lalu dan kini Indonesia telah kembali seperti semula namun peristiwa ini patut dikenang dan dipelajari sebagai catatan sejarah perjalanan Indonesia untuk mengetahui bagaimana kerasnya masyarakat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan dan kedaulatan NKRI.

Untuk itu kita sebagai generasi muda dapat melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan ikut menjaga kedamaian negara serta belajar dengan tekun.

 

Demikian sedikit informasi mengenai Isi Tritura: Latar Belakang, Tujuan, Tokoh, Dampak. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Mexi Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.
Baca Lainya Tastynesia:
  1. Opor Ayam Kuning
  2. Dalgona Coffee
  3. Tongseng Sapi
  4. Rawon Daging Sapi
  5. Rendang Daging Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *