Jangka Sorong: Rumus, Contoh Soal, Cara Menghitung, Membaca

7 min read

jangka sorong

Dalam dunia ini ada banyak sekali jenis alat ukur, salah satu alat ukur yang populer dan sering digunakan adalah jangka sorong. Namun apakah kalian tahu apa yang dimaksud dengan jangka sorong ini dan bedanya dengan alat ukuran yang lain?

Jangka sorong adalah sebuah alat ukur yang digunakan untuk mengukur ketebalan atau panjang suatu benda dengan tingkat ketelitian sampai dengan 0,1 mm. Nah dengan tingkat ketelitian tersebut jangka sorong digunakan untuk mengukur benda yang ukurannya sangat kecil.

Namun bagaimana cara membaca ukuran pada jangka sorong? Untuk membacanya tentu diperlukan cara tertentu tidak seperti saat membaca ukuran pada penggaris biasa atau alat ukur mistar.

Ini karena jangka sorong digunakan untuk menguur ketebalan benda dan besaran panjang ketebalan suatu benda, mengukur besaran panjang dan juga ketebalan benda. Nah kali ini Pintarnesia akan membahas cara membaca jangka sorong.

Namun sebelum itu sebaiknya kita tahu sejarah singkat tentang jangka sorong ini beserta jenis-jenisnya, dan bagian-bagian kerangka yang menyusun jangka sorong tersebut. Langsung saja berikut adalah pembahasannya lengkap.

Sejarah Jangka Sorong

sejarah jangka sorong

Jangka sorong yang kita ketahui sekarang ini mempunyai nama lain, yaitu Calliper Vernier yang ditemukan pada oleh Joseph R. Brown pada tahun 1851. Alat ini adalah alat pertama di dunia yang dapat mengukur ukuran sebuah benda dengan sangat tepat.

Dulunya alat ini dijual kepada para masinis biasa dengan harga yang dapat dijangkau. Jangka sorong ini mempunyai skala utama yang dilengkapi rahang. Rahang pada jangka sorong tersebut berada di salah satu ujungnya.

Sedangkan rahang yang lain mengandung skala vernier yang bergerak di atas skala yang utama. Nah, jika kedua rahang saling bersentuhan maka angka nol pada skala vernier dan angka nol di skala utama harus bersamaan.

Jika kedua nol tersebut tidak bisa bersama atau bertepatan maka, maka akan terjadi kesalahan nol positif atau negatif.

Fungsi Jangka Sorong

Berikut ini adalah beberapa fungsi jangka sorong atau vernier caloper untuk pengukuran suatu benda, yaitu:

  • Untuk mengukur tinggi benda yang bertingkat.
  • Untuk mengukur ketebalan benda, benda yang diukur dapat berbentuk kubus, bulat, balok, bujur sangkar, persegi, dan sebagainya.
  • Untuk mengukur bagian dalam suatu benda atau inner ring.
  • Untuk mengukur kedalaman suatu benda.
  • Untuk mengukur bagian luar suatu benda atau outer ring.

Jenis-Jenis Jangka Sorong

Jangka sorong dapat dibedakan menjadi dua jika dilihat dari pembacaan skalanya. Nah berikut ini adalah kedua jenis jangka sorong beserta penjelasannya:

Jangka Sorong Analog

jangka sorong analog

Jenis jangka sorong yang pertama adalah jangka sorong analog, jangka sorong jenis ini sering kalian lihat pada saat guru memberikan contoh dan penjelasan di sekolah. Jangka sorong jenis analog tidak dilengkapi dengan ukuran digital yang fungsinya untuk mengukur sebuah benda.

Cara pengukuran jangka sorong ini juga masih menggunakan cara manual, karena itulah jangka sorong jenis ini lebih dikenal dengan jangka sorong manual.

Jangka Sorong Digital

jangka sorong digital

Jenis yang kedua adalah jangka sorong ditigal. Tentunya untuk jangka sorong jenis ini adalah jangka sorong yang modern karena cara menghitungnya sudah memakai cara yang modern pula. Dibandingkan dengan jangka sorong manual, jangka sorong digital ini jarang ada di sekolah.

Jangka sorong digital dilengkapi dengan alat ukur digital yang fungsinya untuk mengukur benda. Penggunaan jangka sorong digital ini juga lebih mudah dan lebih praktis karena dapat mengukur benda secara otomatis.

Jadi nantinya akan muncul angka yang menunjukkan panjang dari benda tersebut secara digital.

Bagian-Bagian Jangka Sorong

bagian bagian jangka sorong

Setelah kalian mengetahui jenis-jenis jangka sorong, selanjutnya kalian juga harus tahu apa saja bagian-bagian kerangka yang menyusun jangka sorong.

Supaya bisa menjalankan fungsinya dengan baik, jangka sorong dilengkapi dengan beberapa bagian yang mempunyai fungsi berbeda-beda. Jangka sorong biasanya terdiri dari enam bagian penting. Berikut adalah bagian-bagian jangka sorong dan fungsinya.

Pengunci

Bagian yang pertama adalah pengunci, bagian ini fungsinya adalah untuk menahan beberapa bagian yang bergerak saat proses pengukuran sedang dilakukan. Contohnya Depth Probe dan juga rahang. Dengan adanya bagian pengunci ini, penghitungan yang dilakukan menjadi lebih tepat.

Rahang Luar

Bagian yang selanjutnya yang ada pada jangka sorong adalah rahang luar. Rahang luar ini ternyata terdiri dari dua bagian, yaitu rahang luar geser dan rahang luar tetap. Terus apa fungsi dari rahang luar tersebut?

Fungsi rahang luar adalah untuk mengukur diameter dalam atau sisi bagian dalam dari sebuah benda. Contohnya adalah untuk mengukur diameter sebuah lubang atau diameter hasil dari pengeboran dan lain sebagainya.

Dengan adanya rahang luar ini pengukuran yang dilakukan dengan menggunakan jangka sorong menjadi lebih mudah.

Rahang Dalam

Bagian selanjutnya adalah rahang dalam. Rahang dalam ini juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam penggunaan jangka sorong supaya bisa berfungsi semestinya. Sama seperti rahang luar, rahang dalam ini juga terdiri dari rahang tetap dan rahang geser.

Bagian rahang luar ini digunakan untuk mengukur diameter maupun sisi luar yang dimiliki oleh sebuah benda. Contohnya adalah untuk menghitung tebal, lebar dari sebuah benda atau diameter luar yang dimiliki oleh botol, kaleng, dan sebagainya.

Skala Utama (Cm dan Inchi)

Skala utama yang dimiliki oleh jangka sorong adalah dalam bentuk inchi dan cm (centimeter). Yang mana satuan cm (centimeter) ini digunakan untuk menyatakan ukuran utama yaitu bentuk cm dan biasanya disebut metric scale.

Sedangkan untuk satuan inchi digunakan untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk inchi. Pengukuran dengan satuan inchi ini biasa disebut impereal scale.

Skala Nonius (Vernier)

Selain skala yang utama, dalam jangka sorong juga ada skala nonius (vernier). Skala nonius ini dalam bentuk milimeter dan biasanya digunakan untuk alat pengukur fraksi dalam bentuk mm atau milimeter.

Nama skala nonius adalah vernier. Nama ini digunakan untuk memberi penghormatan Piere Vernier yang merupakan seorang ahli teknik berkebangsaan Perancis yang berhasil menemukan skala nonius ini.

Panjang yang dimiliki oleh 10 skala nonius sama dengan 9 mm. Jadi dapat disimpulkan bahwa 1 bagian skala nonius berukuran 0,9 mm. Sedangkan ukuran inchinya, garis skala dapat ditemukan di atasnya.

Depth Probe (Pengukur Kedalaman)

Bagian atau struktur penyusun jangka sorong yang terakhir adalah depth probe atau yang juga disebut dengan pengukur kedalaman. Letak dari depth probe ini ada di ujung jangka sorong. Fungsi dari depth probe adalah untuk mengukur kedalaman dari sebuah benda.

Cara Menggunakan Jangka Sorong

cara menggunakan jangka sorong

Ada beberapa hal yang perlu kalian lakukan saat menggunakan jangka sorong, berikut adalah langkah-langkah atau cara menggunakan jangka sorong:

  1. Kendurkan baut pengunci dan geser bagian rahangnya. Kemudian pastikan bahwa rahang geser bisa bekerja dengan normal. Pastikan juga rahang tertutup harus menunjukkan angka 0 (nol).
  2. Bersihkan permukaan benda dan permukaan rahangnya agar tidak ada benda yang menempel dan membuat pengukuran menjadi kurang tepat dan tidak stabil.
  3. Tutup rahang geser sampai mengapit benda yang akan diukur. Kalian bisa mengetahui hasilnya dengan cara membaca nilai di skala utama dan skala nonius.
  4. Jika kalian ingin mengukur diameter di bagian dalam sebuah benda, kalian harus mengukur dengan menggunakan rahang atas jangka sorong. Caranya adalah dengan merapatkan rahang atas kemudian taruhlah benda yang mau diukur tersebut. Kemudian tarik rahang geser sampai kedua rahang saling menempel dan menekan bagian dalam benda tersebut. Pastikan juga dinding bagian dalam benda tegak lurus dengan skala (jangan sampai benda miring).

Cara Membaca Jangka Sorong

cara membaca jangka sorong

Membaca jangka sorong tentunya berbeda dengan membaca alat ukur lainnya seperti mistar dan sebagainya. Dalam membaca jangka sorong ada dua skala yang harus dilihat, yaitu skala utama dan skala nonius.

Skala utama terdiri dari beberapa deret angka dimulai dari angka 0,1,2,3,4,5 cm dan seterusnya. Sedangkan skala untuk skala utama satuan inchi berada di atasnya (seperti penggaris mistar). Sedangkan untuk bagian yang bisa digeser adalah skala nonius yang menunjuk satuan 0,1 mm.

Contoh Soal Jangka Sorong

Supaya kalian lebih paham bagaimana cara membaca jangka sorong yang benar, berikut ini akan saya berikan contoh cara membaca jangka sorong. Berikut ini adalah beberapa contoh cara menghitung ukuran benda dengan menggunakan jangka sorong.

Contoh 1

Silahkan lihat contoh gambar berikut ini:

contoh cara membaca jangka sorong

Berdasarkan gambar di atas, benda (yang berwarna merah) diukur ketebalannya dengan memakai jangka sorong. Untuk membaca ketebalan benda merah tersebut caranya adalah dengan melihat angka yang ada di skala utama.

Setelah itu, lihat juga di bagian garis yang ada di skala utama dan dekat angka pada skala nonius.

Bisa kalian lihat bahwa ternyata bagian tersebut menunjukkan ukuran 1,1 cm atau 1 cm lebih 1 mm atau bisa juga dikatakan 11 mm. Setelah itu, lihat dua garis skala yang ada di skala utama dan skala vernier yang sejajar, berimpitan atau paling lurus.

Di kedua garis skala tersebut terletak angka 6 dan juga 7. Maksudnya adalah ukuran yang ditunjukan skala adalah 0,65 mm. Sekarang kalian sudah bisa menemukan dua angka yang ada pada skala berbeda. Terus bagaimana cara mengetahui ukuran dari benda merah tersebut?

Caranya adalah dengan menjumlahkan dua angka yang kalian dapat tadi, yaitu 11 mm yang didapat dari skala utama dan 0,65 mm yang didapat dari skala vernier.

11 mm + 0,65 mm = 11,65 mm.

Jadi benda merah yang diukur tersebut berukuran 1,165 cm atau 11,65 mm.

Contoh 2

contoh soal jangka sorong-2

Setelah kalian membaca mengenai jangka sorong dan cara membacanya di atas tadi, sekarang kalian bisa mengetahui bahwa alat ukur ini mempunyai banyak manfaat untuk mengukur banyak benda yang tidak dapat diukur dengan alat ukur penggaris mistar yang biasa digunakan.

Selain itu cara membaca jangka sorong juga tidak boleh dilakukan dengan asal-asalan atau sembarangan. Karena di atas sudah dijelaskan langkah-langkah yang harus kalian lakukan ketika menggunakan alat ukur jangka sorong.

Demikian apa yang bisa saya sampaikan tentang jangka sorong, semoga bermanfaat dan menambah pengetahuan kalian. Jika masih bingung dengan penjelasan di atas silahkan komen, terima kasih.

Baca Lainya PantaiNesia:
  1. Pantai Legian
  2. Pantai Srau
  3. Pantai Watu Karung
  4. Pantai Watu Bale
  5. Pantai Teleng Ria

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight