Jaringan Epitel: Pengertian, Struktur, Gambar, Jenis dan Ciri

By Hanif Pramono -

Jaringan epitel dahulu sering disebut sebagai selaput jernih. Namun, sampai kini orang –  orang menyebutnya jaringan epitel dan istilah ini digunakan untuk semua jaringan yang melapisi struktur dan saluran. Jaringan epitel sendiri melapisi permukaan tubuh, baik permukaan bagian luar atau permukaan bagian dalam.

Layaknya jaringan epidermis yang ada pada tumbuhan, jaringan epitel mempunyai peran sebagai pelapis organ dan rongga tubuh bagian luar. Jaringan ini terdapat di luar permukaan tubuh dan biasa disebut sebagai jaringan epitelum. Jika ingin mengetahui lebih lanjut simak pembahasan berikutnya.

 

Pengertian Jaringan Epitel

Jaringan epitel adalah jaringan yang melapisi strukur dan saluran bagian luar maupun bagian dalam pada tubuh. Jaringan epitel sama halnya dengan jaringan epidermis pada tumbuhan yang berperan sebagai pelapis organ dan rongga tubuh bagian luar.

Jaringan epitel dibagi menjadi 3 yaitu epitelum, endothelum, dan mesothelum. Epitelum merupakan jaringan yang melapisi permukaan bagian luar tubuh. Endothelum merupakan jaringan yang membatasi organ dalam pada tubuh. Mesothelum merupakan jaringan epitelum yang melapisi rongga pada tubuh.

Jaringan epitel berfungsi sebagai lapisan pelindung yang melindungi jaringan yang berada dibawah jaringan epitel. Jaringan epitel juga memiliki sifat uniselur dan multiselur yang tidak memiliki ruang antar sel, namun tersusun rapi. Jaringan epitel terletak pada saluran pencernaan yang berfungsi untuk menyerap nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

Baca Juga: Jaringan Meristem.

 

 

Struktur Jaringan Epitel

Jaringan berasal dari mesoderm atau yang membatasi bagian rongga tubuh, endoderm atau yang membatasi organ dalam tubuh, dan ektoderm atau yang melapisi bagian luar pada tubuh. Sel – Sel jaringan epitel hampir tidak memiliki ruang antar sel karena tersusun sangat rapat dan rapi.

Jaringan epitel mempunyai 3 struktur yaitu jaringan epitel pipih, jaringan epitel batang, dan jaringan epitel kubus. Pada perbedaan tersebut dapat dibedakan melalui ciri masing – masing :

  • Jaringan epitel pipih memiliki ciri selnya berbentuk pipih dan memiliki nukleus bulat yang terletak di tengah.
  • Jaringan epitel batang memiliki ciri selnya berbentuk batang dan memiliki nukleus bulat yang terletak di dasar sel.
  • Jaringan epitel kubus memiliki ciri selnya berbentuk kubus dan memiliki nukleus bulat besar yang terletak di tengah.

 

 

Jenis Jaringan Epitel & Gambar

Setelah mengetahui strukturnya, untuk lebih jelasnya berikut gambar dan jenis dari jaringan epitel :

 

1. Jaringan Epitel Pipih Selapis

Jaringan ini memiiki sitoplasma sangat jernih, inti selnya tersusun sangat rapat dan berbentuk bulat di tengah. Jaringan ini memiliki fungsi sebagai proses filtrasi, sekresi, dan difusi osmosis. Jaringan epitel pipih selapis terletak di organ-organ seperti pembuluh darah, pembuluh limfa, paru-paru, alveoli, dan selaput perut.

 

2. Jaringan Epitel Pipih Berlapis Banyak

Jaringan epitel pipih berlapis banyak memiliki fungsi sebagai pelindung dan penghasil mukus. Jaringan ini juga terletak di Rongga mulut, esofagus, laring, vagina, saluran anus, dan rongga hidung.

 

3. Jaringan Epitel Batang Selapis

Jaringan ini memiliki sitoplasma yang jernih, inti selnya bulat dan berada di dekat dasar. Jaringan Epitel Batang Selapis memiliki fungsi sebagai proses sekresi, penyerapan (absorpsi), penghasil mukus, dan pelicin/pelumas permukaan saluran. Jaringan ini terletak di usus, dinding lambung, kantong empedu, saluran rahim, saluran pencernaan, dan saluran pernafasan bagian atas.

 

4. Jaringan Epitel Batang Berlapis Banyak

Bentuk dari jaringan ini batang dan berlapis banyak. Jaringan ini memiliki berfungsi sebagai penghasil mukus, dan ekskresi, misalnya kelenjar ludah dan kelenjar susu. Jaringan ini juga terletak di organ tubuh seperti bagian mata yang berwarna putih, faring, laring, dan uretra.

 

5. Jaringan Epitel Kubus Selapis

Jaringan yang satu ini memiliki bentuk kubus selapis dan terletak di permukaan ovarium, nefron, ginjal, dan lensa mata.

 

6. Jaringan Epitel Kubus Berlapis Banyak

Jaringan yang satu ini memiliki bentuk seperti kubus selapis namun memiliki lapisan yang banyak. Jaringan epitel kubus berlapis banyak memiliki fungsi sebagai pelindung dari gesekan dan penghasil mukus. Jaringan ini terletak di folikel ovarium, testis, kelenjar keringat, dan kelenjar ludah.

 

7. Jaringan Epitel Silindris Selapis

Jaringan epitel silindris selapis disusun oleh selapis sel yang memiliki bentuk silindris. Jaringan ini memiliki fungsi sebagai penyerapan nutrisi di usus dan sekresi. Jaringan epitel silindris selapis terletak di epitelium kelenjar pencernaan, jonjot usus, kantung empedu, lambung (ventrikulus), dan usus (intestinum).

 

8. Jaringan Epitel Silindris Berlapis Banyak

Jaringan epitel silindris berlapis banyak yang disusun oleh banyak lapis sel berbentuk silindria. Jaringan ini memiliki fungsi sebagai sekresi dan sebagai pelindung. Jaringan epitel silindris berlapis banyak terletak pada jaringan epitelium laring, faring, trakea, dan kelenjar ludah.

 

9. Jaringan Epitel Transisi

Jaringan ini tersusun dari sel – sel yang banyak. Jaringan ini tidak dapat dikelompokkan berdasarkan bentuknya karena bentuk dari jaringan ini dapat berubah – ubah.

 

10. Jaringan Epitel Kelenjar

Jaringan ini sangat khusus dari jaringan epitel lainya, karena berperan sebagai sekresi senyawa untuk membantu proses fisiologis. Senyawa yang disekresinya disimpan di dalam sel yang berbentuk granula sekresi.

 

 

Ciri Jaringan Epitel

Agar dapat memahami lebih dalam tentang ciri jaringan epitel, berikut ini akan dijabarkan secara lengkap Jaringan epitel juga memiliki ciri sebagai berikut :

  1. Dapat ditemukan diseluruh bagian tubuh.
  2. Memiliki bentuk pipih, batang, dan kubus.
  3. Bentuk selnya beragam, namun tergantung dari bentuk dan letaknya.
  4. Tak memiliki material – material di antara sel – sel penunyusunya.
  5. Sebagai kelenjar dan penutup.
  6. Tersusun dari sel dan molekul ekstraseluler yang berbentuk matriks. Berguna untuk mengikat jaringan dengan bagian bawahnya.
  7. Memiliki permukaan yang tidak berhubungan dengan jaringan lain, sedangkan jaringan lain berhubungan dengan jaringan bawahnya.
  8. Jenis – jenis jaringan epitel menunjukkan bagian khusus yaitu berupa tonjolan jaringan untuk memperluas permukaan dan memindahkan partikel asing atau untuk pergerakan.

 

Nah kurang lebih itu dari pembahasa tentang jaringan epitel. Terima kasih karena telah mampir dan semoga pembahasan kali ini dapat memberi manfaat bagi kalian semua. Jangan lupa untuk terus mensupport Pintarnesia agar senantiasa memberikan banyak informasi bagi kalian semua.

Hanif Pramono
Hanif Pramono
Mahasiswa S1 Teknik Informatika di Universitas Amikom Purwokerto, suka menulis berbagai hal menarik seperti bahasa, sastra dan matematika.

Artikel Terkait

Organel Sel
Organel Sel
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Proses Spermatogenesis
Proses Spermatogenesis
Oleh Mexi Prizkia
Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
Perbedaan Spermatogenesis dan Oogenesis
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Sistem Pencernaan Manusia
Sistem Pencernaan Manusia
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna
Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna
Oleh Hasif Priyambudi
Tumbuhan Dikotil dan Monokotil: Pengertian dan Perbedaan Dikotil & Monokotil
Tumbuhan Dikotil dan Monokotil: Pengertian dan Perbedaan Dikotil & Monokotil
Oleh Arwina Nur Dyah Utami

Baca Lainya Tastynesia:
  1. Nastar Nanas
  2. Nastar Keju
  3. Opor Ayam Tanpa Santan
  4. Opor Ayam Putih
  5. Singkong Thailand

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *