Jenis-Jenis Paragraf

By Mexi Prizkia -

Pasti kalian semua sudah tidak asing lagi dengan istilah paragraf dan jika mendengar istilah paragraf mungkin akan langsung terpikir mengenai kumpulan beberapa kalimat yang penulisan awal kalimatnya menjorok ke dalam.

Namun apa kalian tahu jika paragraf ini terbagi menjadi beberapa jenis? Penulisan paragraf sendiri ada cukup banyak macamnya. Bagi kalian yang belum mengetahuinya simak uraian yang ada dibawah ini.

Pengertian Paragraf

jenis-jenis paragraf

Paragraf merupakan karangan yang terdiri atas kumpulan beberapa kalimat dengan kalimat utama dan kalimat penjelas. Dimana kalimat utama menjadi pengendali dan kalimat penjelas menjadi pendukung dan pada penulisan awalnya menjorok kedalam.

Jenis-Jenis Paragraf

Dalam sebuah paragraf biasanya terdapat sebuah kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Namun perlu digarisbawahi bahwa letak kalimat utama ini tidak harus didepan kalimat melainkan dapat di tengah dan juga akhir paragraf.

Pembagian letak kalimat utama ini dapat dibedakan sesuai jenisnya yang antara lain sebagai berikut.

1. Jenis Paragraf Berdasarkan Letak Kalimat Utama

Jenis paragraf berdasarkan letak kalimat utamanya dapat dibagi menjadi empat macam yaitu sebagai berikut.

1.1. Paragraf Deduktif

Paragraf deduktif merupakan paragraf dengan letak kalimat utama atau gagasan pokoknya pada awal paragraf baru setelah itu diikuti oleh kalimat-kalimat penjelasnya. Paragraf ini memiliki sifat deduksi yaitu dikembangkan dari pernyataan umum ke pernyataan khusus.

Contoh Paragraf Deduktif :

Merk smartphone sekarang banyak sekali pilihannya seiring bertambahnya perusahaan teknologi yang berdiri. Ada beberapa merk smartphone yang terkenal di antara kita contohnya Apple, Samsung, Oppo dan Xiaomi. Meskipun begitu janganlah menghamburkan uang untuk membeli smartphone yang tidak kita butuhkan, belilah sesuai dengan kebutuhan.

1.2. Paragraf Induktif

Paragraf induktif merupakan paragraf dengan letak kalimat utama atau gagasan pokoknya pada akhir paragraf, dimana pada awal paragraf diisi dengan kalimat-kalimat penjelas setelah itu barulah diakhiri dengan kalimat utamanya. Paragraf ini memiliki sifat induksi yaitu dikembangkan dari penyataan khusus ke pernyataan umum.

Contoh Paragraf Induktif:

Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar. Informasi tersendat-sendat. Memang bahasa merupakan alat komunikasi yang paling efektif dan efisien.

1.3. Paragraf Campuran

Paragraf campuran merupakan gabungan paragraf deduktif dan paragraf induktif dengan susunan kalimat utama pada awal paragraf diikuti kalimat penjelas pada tengah paragraf dan diakhiri dengan kalimat utama lagi pada akhir paragraf.

Atau lebih singkatnya kalimat utamanya terletak pada awal dan akhir paragraf sedangkan kalimat penjelasnya terletak pada tengah paragraf.

Contoh Paragraf Campuran:

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apapun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

4. Paragraf Ineratif

Paragraf ineratif sama dengan paragraf campuran yaitu gabungan dari paragraf deduktif dan paragraf induktif, bedanya adalah letak kalimatnya. Dimana susunan kalimatnya adalah kalimat penjelas pada awal paragraf diikuti kalimat utama pada tengah paragraf dan diakhiri dengan kalimat penjelas lagi.

Singkatnya kalimat utama terletak pada tengah paragraf sedangkan kalimat penjelasnya terletak pada awal dan akhir paragraf. Sehingga dapat disimpulkan paragraf ini merupakan kebalikan paragraf campuran dengan letak kalimat utama pada tengah paragraf.

Baca Juga : Cara Menentukan Ide Pokok Paragraf

2. Jenis Paragraf Berdasarkan Isi

Jenis paragraf berdasarkan isinya dapat dibagi menjadi lima macam yaitu sebagai berikut.

2.1. Paragraf Narasi

Paragraf narasi merupakan paragraf yang isinya menceritakan tentang suatu kejadian berdasarkan kronologis sesuai urutan.

Paragraf narasi ini dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu paragraf narasi kejadian yaitu paragraf yang menceritakan kejadian dan paragraf narasi runtut cerita yaitu paragraf yang digunakan untuk mengembangkan urutan tindakan untuk menghasilkan sesuatu.

Contoh Paragraf Narasi:

Pak Haji adalah orang yang paling dihormati di kampungku dan dia adalah ayahku. Setiap pagi kami selalu melakukan olahraga jogging. Ketika lewat pasar, kami disapa oleh para penjual dan pembeli. Dan terakhir melewati pemukiman warga kami disapa bahkan dikasih minum. Meskipun begitu, Pak Haji tidak pernah sombong.

2.2. Paragraf Deskripsi

Paragraf deskripsi merupakan paragraf yang digunakan untuk mendeskripsikan atau menggambarkan suatu objek menggunakan kata-kata sehingga pembaca akan terangsang untuk mengira-ngira objek tersebut seolah-olah dapat melihat, mendengar dan merasakan objek yang dibaca.

Contoh Paragraf Deskripsi:

Perempuan itu tinggi semampai. Jilbab warna ungu yang menutupi kepalanya membuat kulit wajahnya yang kuning tampak semakin cantik. Matanya bulat bersinar disertai bulu mata yang tebal. Hidungnya mancung sekali mirip dengan para wanita palestina.

2.3. Paragraf Eksposisi

Paragraf eksposisi merupakan paragraf yang digunakan untuk menyampaikan, menjelaskan, menerangkan atau mengajarkan sesuatu kepada pembaca dengan tujuan memberi informasi yang dapat menambah pengetahuan pembaca.

Contoh Paragraf Eksposisi :

Handphone sudah berkelana kemana-mana. Mulai dari anak usia 7 tahun atau bahkan lebih kecil lagi hingga ke orang dewasa. Bahkan, handphone sudah menjadi pegangan di setiap harinya. Handphone sangat mempermudah kita ketika dalam kesulitan entah dalam translate paragraf atau cara memasak kita dapat akses di gadget dengan mudahnya.

Namun, selain memiliki dampak positif, ada pula dampak negatifnya. Banyak orang yang berkomentar jika dengan HP banyak orang yang lupa waktu. Tidak peduli dengan keadaan sekitarnya, sulit menyimak dengan baik, lama-lama memiliki sifat individual, lebih asyik bermain dengan gadget dan lain sebagainya.

Jadi kesimpulannya, bagaimana kita menyikapi perkembangan zaman ini. Seharusnya di usia dini anak sudah harus diajak bermain, berbicara, mengobrol dan lain sebagainya agar perkembangan anak bisa lebih optimal.

2.4. Paragraf Argumentasi

Paragraf argumentasi merupakan paragraf yang digunakan untuk menyampaikan argumen, pendapat, gagasan atau ide penulis kepada pembaca dengan diseritai bukti dan fakta yang benar dengan tujuan untuk meyakinkan pembaca mengenai argumennya tersebut terbukti benar.

Contoh Paragraf Argumentasi:

Bermain game merupakan salah satu kegiatan yang bermanfaat bagi kita. Dengan bermain game, segala stress dan galau kita akan terobati. Banyak game yang bisa kita mainkan, terutama hadirnya smartphone memudahkan kita untuk memilih permainan. Terlepas banyaknya yang kontra dari game, ternyata game memiliki banyak sekali manfaat untuk kita.

2.5. Paragraf Persuasi

Paragraf persuasi merupakan paragraf digunakan untuk mempengaruhi pembaca agar mau melakukan sesuatu yang disampaikan dalam paragraf tersebut, dengan melampirkan bukti dan fakta agar dapat mempengaruhi pembaca dengan kalimat persuasif.

Contoh Paragraf Persuasi :

Mari kita kembali jaga lingkungan kita dari berkembang biaknya nyamuk demam berdarah. Dengan selalu menjaga lingkungan tetap bersih dan melakukan 3P yaitu, pembuangan, pengurasan dan penyemprotan, kita akan senantiasa terjaga dari penyakit tersebut.

3. Jenis Paragraf Berdasarkan Fungsi dan Tujuannya

Jenis paragraf berdasarkan dungsi dan tujuannya dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu sebagai berikut.

3.1. Paragraf Pembuka

Paragraf pembuka merupakan paragraf yang letaknya berada pada awal tulisan yang berfungsi sebagai pengenalan dan pengantar isi karya tulis kepada pembacanya. Paragraf ini berisi pengantar bacaan yang terdapat dalam karya tulis tersebut.

3.2. Paragraf Penghubung

Paragraf penghubung merupakan paragraf yang letaknya berada pada tengah tulisan yang berfungsi sebagai penghubung antara paragraf pembuka dan paragraf penutup. Paragraf ini berisi inti dari karya tulis yang dibuat.

3.3. Paragraf Penutup

Paragraf penutup erupakan paragraf yang letaknya berada pada akhir tulisn yang berfungsi sebagai penutup karya tulis yang dibuat. Paragraf ini berisi kesimpulan, ringkasan, saran dan komentar penulis dari apa yang telah dijabarkan pada paragraf sebelumnya.

Demikian sedikit informais mengenai 13+ Jenis-Jenis Paragraf: Contoh, Pengertian. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Mexi Prizkia
Mexi Prizkia
Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.

Artikel Terkait

Contoh Pidato
Contoh Pidato
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Ciri-Ciri Puisi
Ciri-Ciri Puisi
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Resensi Buku Non Fiksi
Contoh Resensi Buku Non Fiksi
Oleh Mexi Prizkia
Contoh Proposal Kegiatan
Contoh Proposal Kegiatan
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Cerita Fabel
Contoh Cerita Fabel
Oleh Hasif Priyambudi
Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif
Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif
Oleh Arwina Nur Dyah Utami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *