Kalimat Majemuk: Pengertian, Contoh, Ciri, Jenis

Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak sekali jenis kalimat yang digunakan dalam berkomunikasi salah satunya adalah kalimat majemuk, mungkin kalian sudah pernah mendengar atau bahkan telah diajari materi ini pada saat pelajaran bahasa Indonesia di sekolah.

Bagi kalian yang belum paham mungkin akan berpikir mengenai hal yang lebih dari satu jika mendengar kata majemuk. Nah kalimat majemuk ini juga memiliki pengertian yang hampir demikian, untuk lebih jelasnya mengenai kalimat majemuk ini simak uraian dibawah.

 

  1. Pengertian Kalimat Majemuk
  2. Ciri-Ciri Kalimat Majemuk
  3. Jenis-Jenis Kalimat Majemuk
    1. 1. Kalimat Majemuk Setara
    2. 2. Kalimat Majemuk Bertingkat
    3. 3. Kalimat Majemuk Rapatan
    4. 4. Kalimat Majemuk Campuran

Pengertian Kalimat Majemuk

pengertian kalimat majemuk

Kalimat majemuk adalah kalimat yang tersusun atas lebih dari satu klausa sebagai induk kalimat dan anak kalimat. Klausa merupakan perpaduan antara satu subjek dengan satu predikat, objek, keterangan atau pelengkap lainnya.

Sehingga dapat diartikan kalimat majemuk merupakan kalimat yang terdiri atas lebih dari satu subjek yang dilengkapi predikat, objek, keterangan dan pelengkap lainnya yang tidak jarang antar klausanya dihubungkan dengan konjungsi atau kata penghubung khususnya kalimat majemuk penjelasan.

Baca Juga : Contoh Kalimat Majemuk

 

 

Ciri-Ciri Kalimat Majemuk

ciri - ciri kalimat majemuk

 

Setiap kalimat dalam bahasa Indonesia selalu memiliki ciri tersendiri termasuk kalimat majemuk antara lain sebagai berikut.

  • Terdiri atas lebih dari satu klausa
  • Biasanya antar klausanya akan menggunakan konjungsi atau kata hubung
  • Terdiri atas induk kalimat dan anak kalimat
  • Terdapat perluasan makna dengan penggabungan kalimat penyusunnya
  • Penggabungan yang dilakukan akan menghasilkan pola kalimat baru.

Baca Juga : Pengertian Kalimat Efektif

 

 

Jenis-Jenis Kalimat Majemuk

jenis - jenis kalimat majemuk

Kalimat majemuk dapat dibedakan menajadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut.

 

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat mejemuk setara merupakan kalimat majemuk yang memiliki klausa sederajat dan tidak memiliki anak kalimat, maksudnya jika kalimat majemuk jenis ini dipisahkan maka kalimat penyusunnya dapat tetap menjadi kalimat sendiri.

Ciri-ciri khusus dari kalimat majemuk setara ini yaitu

  • Setiap klausanya memiliki kedudukan sama
  • Jika dipisahkan masing-masing kalimat penyusunnya dapat menjadi kalimat sendiri
  • Menggunakan konjungsi atau kata hubung

Kalimat majemuk setara ini masih terbagi lagi kedalam beberapa macam antara lain sebagai berikut.

 

a. Majemuk Setara Sejalan

Kalimat majemuk setara sejalan ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan kalimat dengan sifat atau kedudukan yang sama.

Contoh

Klausa 1 : Adik sedang belajar kelompok

Klausa 2 : Kakak sedang les privat

Gabungan : Adik sedang belajar kelompok ketika kakak sedang les privat.

 

b. Majemuk Setara Berlawanan

Kalimat majemuk setara berlawanan ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan kalimat dengan keadaan yang berbeda.

Contoh

Klausa 1 : Rendi ingin memenangkan lomba lari

Klausa 2 : Rendi malas berlatih

Gabungan : Rendi ingin memenangkan lomba lari tetapi rendi malas berlatih.

 

c. Majemuk Setara Sebab Akibat

Kalimat majemuk setara sebab akibat ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan kalimat yang mengandung sebab akibat.

Contoh

Klausa 1 : Beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan

Klausa 2 : Musim kemarau berkepanjangan

Gabungan : Beberapa wilayah di Indonesia mengalami kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan.

 

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Kalimat majemuk bertingkat merupakan kalimat majemuk yang memiliki klausa tidak setara, maksudnya kedua klausa yang dipakai dalam kalimat ini memiliki tingkatan yang berbeda karena merupakan hasil perluasan dari salah satu klausanya.

Ciri-ciri khusus dari kalimat majemuk bertingkat ini yaitu

  • Klausa penyusunnya tidak memiliki kedudukan yang setara atau bertingkat
  • Jika dipisahkan klausa penyusunnya tidak akan bisa menjadi kalimat sendiri
  • Menggunakan konjungsi atau kata hubung

Kalimat majemuk bertingkat ini masih terbagi lagi kedalam beberapa macam antara lain sebagai berikut.

 

a. Majemuk Bertingkat Menyatakan Cara

Kalimat majemuk bertingkat menyatakan cara ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan kalimat yang berisi penjelasan cara untuk melakukan sesuatu.

Contoh

Klausa 1 : Restoran jadul itu tetap laris

Klausa 2 : Mempertahankan rasa makanan aslinya yang tidak berubah sejak 30 tahun lalu

Gabungan : Restoran jadul itu tetap laris dengan mempertahankan rasa makanan aslinya yang tidak berubah sejak 30 tahun lalu

 

b. Majemuk Bertingkat Menyatakan Akibat

Kalimat majemuk bertingkat menyatakan akibat ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan kalimat yang berisi suatu kejadian dari induk kalimat.

Contoh

Klausa 1 : Salah satu anggota DPR (Dewan Perwakilan Rakyat) terungkap melakukan kasus korupsi

Klausa 2 : Ia ditahan oleh KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)

Gabungan : Salah satu anggota DPR terungkap melakukan kasus korupsi sehingga ia ditahan oleh KPK

 

c. Majemuk Bertingkat Menyatakan Kenyataan

Kalimat mejemuk bertingkat menyatakan kenyatakan ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan kalimat yang berisi kenyataan sebenarnya ataupun sangkalan terhadap sesuatu tertentu.

Contoh

Klausa 1 : Gita tetap mengerjakan tugas kuliah

Klausa 2 : Sudah larut malam dan ia sudah mengantuk

Gabungan : Gita tetap mengerjakan tugas kuliah padahal sudah larut malam dan ia sudah mengantuk.

 

d. Majemuk Bertingkat Menyatakan Penjelasan

Kalimat majemuk bertingkat menyatakan penjelasan ini merupakan kalimat yang digunakan untuk menyatakan kalimat yang berisi penjelasan keadaan tertentu berkaitan dengan induk kalimat.

Contoh

Klausa 1 : Doni menghilangkan buku yang di pinjam dari perpustakaan

Klausa 2 : Doni anak yang ceroboh

Gabungan : Donik menghilangkan buku yang di pinjam dari perpustakaan, hal tersebut menunjukkan bahwa Doni anak yang ceroboh.

 

3. Kalimat Majemuk Rapatan

Kalimat majemuk rapatan merupakan kalimat majemuk yang dasarnya merupakan kalimat majemuk setara namun setiap bagiannya terdapat perapatan karena klausanya yang memiliki kedudukan sama dengan tujuan menghilangkan kalimat-kalimat yang sama didalamnya.

Ciri-ciri khusus dari kalimat majemuk rapatan ini yaitu

  • Klausa antar kalimat biasnya dipisahkan oleh tanda koma atau konjungsi
  • Jika dipisah klausa penyusunnya akan bisa menjadi kalimat sendiri

Contoh kalimat majemuk rapatan

Klausa 1 : Jeje sangat rajin belajar

Klausa 2 : Jeje minggu depan ujian nasional

Gabungan : Jeje sangat rajin belajar karena minggu depan ujian nasional.

 

4. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran merupakan kalimat majemuk yang merupakan gabungan dari kalimat majemuk rampatan dan kalimat majemuk bertingkat dimana dalam kalimat majemuk ini setidaknya terdapat tiga kalimat tunggal dalam satu kalimat majemuk campuran ini.

Ciri-ciri khusus dari kalimat majemuk campuran ini yaitu

  • Klausa penyusun antara satu dengan yang lainnya memiliki hubungan dan kedudukan setara
  • Menggunakan lebih dari satu konjungsi penghubung antar klausa
  • Terdapat setidaknya tiga klausa dimana satu sebagai induk kalimat dan lainnya menjadi anak kalimat

Contoh kalimat majemuk campuran

Klausa 1 : Ayah akan pergi ke luar negeri

Klausa 2 : Ayah tertinggal pesawat

Klausa 3 : Jalan menuju bandara macet

Klausa 4 : Ada kecelakaan di arah jalan menuju bandara

Gabungan : Ayah akan pergi ke luar negeri namun tertinggal pesawat karena macet akibat ada kecelakaan di arah jalan menuju bandara

 

Demikian sedikit informasi mengenai Kalimat Majemuk: Pengertian, Contoh, Ciri, Jenis. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.