Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Keanekaragaman Hayati: Pengertian, Tingkatan, Manfaat, Jenis, Macam

16 min read

Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman Hayati – Berbicara mengenai keanekaragaman hayati Indonesia, dikenal oleh masyarakat dunia sebagai salah satu negara megabiodiversity. Indonesia mendapat sebutan tersebut dikarenakan keadaan alam yang ada di Indonesia mempunyai iklim tropis.

Yang banyak di tumbuhi oleh flora serta banyak terdapat fauna yang membuat keanekaragaman hayati atau biodiversitas yang ada di Indonesia termasuk ke dalam tingkatan yang tinggi.

Peran dari keanekaragaman hayati sangat penting adanya bagi kehidupan. Keanekaragaman hayati dapat berperan sebagai indikator dari sistem ekologi dan sarana untuk dapat mengetahui adanya suatu perubahan spesies.

 

Pengertian Keanekaragaman Hayati

keaneka ragaman hayati

Keanekaragaman hayati merupakan keberagaman atau kekayaan makhluk hidup yang berasal dari berbagai sumber dalam ekosistem.

Pengertian keanekaragaman hayati menurut Peimak et Al dalam 1998 dalam Kuswanda adalah kekayaan atau untuk kehidupan yang ada di bumi, apa itu kehidupan tumbuhan, kehidupan hewan, kehidupan mikroorganisme, kehidupan genetika, ataupun ekosistem, contoh berbagai jenis proses ekologi yang dibangun menjadi suatu lingkungan hidup.

Istilah lain dari keanekaragaman hayati sering disebut pula dengan biodiversitas. Biodiversitas ini dapat ditemui di lingkungan sekitar kita, antara lain seperti berbagai makhluk hidup yang dapat kita temui dan memiliki banyak perbedaan antar makhluk hidup yang satu dengan makhluk hidup yang lainnya dan saling menyeimbangkan.

 

 

Tingkatan Keanekaragaman Hayati

keanekaragaman hayati

Keanekaragaman hayati atau secara istilah disebut dengan biodiversitas terjadi dengan berbagai tingkatan kehidupan, tingkatan tersebut dimulai dari organisme dengan tingkat yang terendah sampai organisme tingkat yang tinggi.

Biodiversitas atau keanekaragaman secara umum dapat dibagi menjadi tiga tingkat, ketika tingkat tersebut antara lain yaitu keanekaragaman gen, keanekaragaman spesies, dan keragaman ekosistem. Berikut ini merupakan penjelasan dari masing-masing tingkatan keanekaragaman hayati.

 

1. Keanekaragaman Gen

Keanekaragaman hayati atau biodiversitas pada tingkatan ini dapat menyebabkan terjadinya perbedaan antara masing-masing individu atau memiliki berbagai variasi yang ada di dalam suatu spesies.

Contoh dari keanekaragaman hayati pada tingkat gen misalnya yaitu pada perbedaan yang terjadi pada buah mangga yang mempunyai bermacam-macam jenis misalnya mangga manalagi, mangga arumanis, mangga gedong gincu data berbagai jenis atau tipe tumbuhan atau hewan yang lainnya.

Tanaman durian juga mempunyai keanekaragaman hayati atau biodiversitas gen yang cukup banyak diketahui oleh masyarakat, antara lain yaitu Durian Montong, Durian Petruk, Durian Mimang dan lain sebagainya.

Terjadinya biodiversitas atau perbedaan hal ini dapat terjadi dikarenakan adanya variasi gen yang yang berbeda yang ada pada setiap jenis individu makhluk hidup. Pengertian dari gen sendiri merupakan materi yang ada di dalam kromosom makhluk hidup yang berfungsi untuk dapat mengendalikan sifat dari organisme. Terjadinya gen akan dapat menyebabkan adanya suatu perbedaan atau variasi yang nampak atau fenotipe variasi yang tidak nampak atau genotipe.

Gen ini dapat tersusun dan berada pada setiap makhluk hidup yang kemudian saat mereka tumbuh akan bervariasi atau berbeda-beda karena gen merupakan hasil dari percampuran antara gen betina dan juga gen jantan.

 

2. Keanekaragaman Spesies

Keanekaragaman atau biodiversitas pada tingkat spesies cukup mudah apabila diamati hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan yang sangat terlihat atau perbedaan yang begitu mencolok. Seperti misalnya itu harimau, kucing, can macan yang mempunyai morfologi yang berbeda antara satu dengan yang lainnya. Akan tetapi diluar perbedaan tersebut sebenarnya hewan jenis ini merupakan kerabat dekat.

 

3. Keanekaragaman Ekosistem

Berbagai jenis makhluk hidup tentunya akan dapat bertahan hidup dengan cara berinteraksi dengan lingkungannya, kayak gitu tidurnya dengan adanya faktor biotik dan faktor abiotik.

Yang dimaksud dengan faktor abiotik adalah bagian-bagian yang ada di dalam ekosistem yang termasuk kedalam jenis makhluk hidup yaitu tumbuhan, hewan, sedangkan yang dimaksud dengan faktor abiotik merupakan bagian dalam yang ada di dalam ekosistem yang tidak hidup atau mati seperti misalnya air, tanah, cahaya, iklim, kandungan mineral yang di dalma tanah.

Faktor biotik ataupun faktor abiotik mempunyai banyak sekali beragam jenis, lingkaran yang tumbuhan ekosistem berdasarkan dari faktor biotik dan faktor abiotik akan mempunyai perbedaan yang mempunyai ciri khas dan dapat membedakan antara ekosistem satu dengan ekosistem lain.

 

 

Jenis-Jenis Ekosistem

keanekaragaman hayati

Ekosistem sendiri dapat dibagi menjadi berapa jam, berikut ini akan dijelaskan tentang jenis-jenis ekosistem yang dapat kamu pelajari serta dengan penjelasannya.

 

1. Ekosistem Hutan Berdaun Jarum

Ekosistem hutan berdaun jarum merupakan ekosistem yang pada umumnya terdapat di daerah atau wilayah yang mempunyai iklim subtropis. Biasanya ekosistem Hutan berdaun jarum dapat tumbuh umumnya pada tingkatan suhu yang rendah.

 

2. Ekosistem Padang Pasir

Biasanya ekosistem padang pasir yang paling diketahui oleh masyarakat adalah tumbuhan kaktus. Tumbuhan kaktus merupakan tumbuhan yang hidupnya hanya membutuhkan sedikit air untuk dapat bertahan hidup. Sedangkan untuk jenis hewan yang dapat tumbuh pada ekosistem padang pasir antara lain seperti berbagai jenis burung, mamalia kecil, reptil dan lain sebagainya.

 

3. Ekosistem Lumut

Pada ekosistem lumut secara umum kebanyakan pada daerah tersebut banyak ditumbuhi oleh tumbuhan lumut. Biasanya wilayah dengan ekosistem cenderung mempunyai temperatur suhu yang rendah, misalnya pada daerah pegunungan, perbukitan, serta berbagai daerah yang berdekatan dengan kutub. Biasanya jenis hewan yang berada di ekosistem merupakan hewan yang memiliki bulu tebal serta dapat bertahan diri dengan suhu yang dingin.

 

4. Ekosistem Padang Rumput

Pada ekosistem padang rumput biasanya berada pada wilayah yang mempunyai iklim dengan suhu yang tinggi dan cenderung kering. sebagai contoh ekosistem padang rumput atau terjadi atau berada di wilayah hutan-hutan yang ada di Afrika.

 

5. Ekosistem Pantai

Pada ekosistem pantai biasanya dihidupi oleh beberapa jenis hewan dan tumbuhan. Bentuk jenis hewan antara lain seperti jenis burung pemakan ikan, kepiting, ular jenis hewan yang lainnya.

 

6. Ekosistem Hutan Hujan Tropis

Secara umum ekosistem hutan hujan tropis yang mempunyai iklim tropis, ciri khas rumah yang paling utama adalah mempunyai tumbuhan yang beraneka ragam.

Biasanya suatu daerah yang mempunyai ekosistem hutan hujan tropis memiliki keanekaragaman hayati yang sangat besar. dan salah satu wilayah yang mempunyai ekosistem hujan tropis adalah negara Indonesia yang disebut dengan negara megabiodiversity karena negara Indonesia mempunyai beraneka ragam jenis makhluk hidup.

 

 

Keanekaragaman Hayati yang Ada di Indonesia

Untuk berbagai macam keanekaragaman yang dimiliki oleh Indonesia yang dikelompokkan atau dapat dibagi berdasarkan berdasarkan karakteristik suatu wilayah atau suatu tempat dan berdasarkan persebaran dari masing-masing jenis spesies yang ada. Berikut ini merupakan penjelasan pembagian keanekaragaman hayati di Indonesia.

 

1. Keanekaragaman Hayati Berdasarkan Karakteristik Wilayah

Dapat diketahui bahwa Indonesia mempunyai daerah yang beriklim tropis, hal tersebut dikarenakan hal tersebut dikarenakan wilayah Indonesia terletak atau berada pada 6° LU – 11° LS dan 95° BT – 141° BT. Untuk batasan bagi wilayah yang mempunyai iklim tropis yaitu 23,5° LU dan 23,5 LS. Lagi melayang lain yang berada diantara letak astronomis tersebut maka akan mendapatkan iklim tropis.

Sedangkan bagian wilayah yang letaknya apabila suatu wilayah berada di atas atau di bawah garis yang dituliskan di atas maka bukan termasuk wilayah yang beriklim tropis.

Daerah tropis sendiri mempunyai ciri-ciri itu suhu yang dimiliki oleh wilayah ini rata-rata mencapai 26° C – 28° C serta wilayah ini juga memiliki curah hujan yang cukup tinggi yaitu sekitar 700 – 7.000 mm/tahun Selain itu bagi mereka yang mempunyai iklim tropis salah satunya adalah Indonesia pengaruh yang lain yaitu aku mempunyai kondisi tanah yang cukup subur hal itu karena adanya pelapukan batuan induk yang cepat terjadi.

Bagi Indonesia sendiri wilayahnya terletak diantara dua pegunungan muda, dua rangkaian pegunungan muda tersebut yaitu sirkum pasifik dan sirkum mediterania. Karena wilayah Indonesia merupakan wilayah yang diapit oleh dua pegunungan sehingga negara Indonesia sering disebut sebagai negara dengan julukan ring of fire.

Tanah-tanah yang subur yang ada di Indonesia juga disebabkan salah satunya oleh banyaknya gunung berapi yang ada di Indonesia sehingga tanahnya dapat mudah subur, wilayah yang banyak terdapat gunung berapi yang paling banyak itu di pulau Jawa dan Sumatera.

Selain itu keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia berdasarkan karakteristik wilayahnya salah satunya adalah keadaan biotik yang sangat bervariasi sehingga hal ini membuat Negara Indonesia kaya akan berbagai jenis flora dan. Negara Indonesia sendiri mempunyai 10% jenis tanaman dari jenis spesies tanaman yang ada di dunia, Indonesia mempunyai 12% spesies mamalia dari seluruh spesies mamalia yang ada di dunia, mempunyai 17% spesies burung, 16% spesies herpetofauna yang ada di dunia.

Selain itu Indonesia juga mempunyai berbagai jenis flora dan fauna yang memang asalnya dari Indonesia sendiri apa flora dan fauna yang bersifat endemik yang tidak dapat ditemukan di wilayah lain.

Contoh flora endemik negara Indonesia antara lain yaitu:

  • Bunga bangkai (Amorphophalus titanum) di Sumatera
  • Anggrek hitam (Coelogyne pandurata) di Kalimantan
  • Matoa (Pometia pinnata) Kalimantan
  • Kayu Eboni (Diospyros sp) di Sulawesi
  • Bambu manggong (Gigantochloa manggong) di Jawa

Contoh fauna endemik di Indonesia antara lain yaitu:

  • Burung cenderawasih (Paradisea sp.) di Papua
  • Jalak bali putih (Leucopsar rothschild) di Bali
  • Komodo (Varanus komodoensis) di Nusa Tenggara Timur (P. Komodo)
  • Banteng (Bos javanicus) di Jawa
  • Anoa (Bubalus depressicornis) di Sulawesi
  • Macan tutul jawa (Panthera pardus) di Jawa

 

2. Keanekaragaman Hayati di Indonesia Berdasarkan Persebaran Organisme

Berdasarkan studi biogeography yang ada di dalam cabang ilmu biologi yang mempelajari tentang penyebaran berbagai spesies menunjukkan bahwa suatu spesies merupakan berasal dari satu tempat yang kemudian menyebar ke berbagai wilayah atau daerah sehingga terjadi diferensiasi pada spesies tersebut berdasarkan dengan keadaan atau kondisi lingkungan dan wilayah yang ditempati oleh suatu spesies.

Isolasi geografi adalah adanya pembatasan spesies untuk dapat menyebar dan berkompetisi sehingga hal tersebut menyebabkan adanya perbedaan susunan flora dan fauna di berbagai tempat. Isolasi geografi ini dapat disebabkan oleh adanya penghalang secara geografi misalnya seperti gurun pasir, sungai yang luas dan dalam, gunung-gunung yang tinggi dan yang lainnya.

Menurut Alfred Russel Wallace tentang persamaan fauna yang ada di berbagai wilayah di muka bumi dapat diklasifikasikan menjadi 6 daerah biogeografi, keenam klasifikasi tersebut antara lain sebagai berikut:

  • Neotropikal (Amerika Selatan bagian tengah)
  • Australia (Australia dan pulau-pulau sekitarnya)
  • Palearktik (daerah Asia sebelah utara pegunungan Himalaya, Eropa dan Afrika, serta Gurun Sahara sebelah Utara)
  • Ethiopia (Afrika)
  • Nearktik (Amerika bagian utara)
  • Oriental (Asia, Himalaya bagian selatan)

Berbagai jenis fauna yang ada di Indonesia sangat mencerminkan daerah biogeografi Australia dan juga geografi oriental. Di Indonesia sendiri biogeografi dapat terbagi menjadi 3, antara lain adalah biogeografi Australia, biogeografi oriental dan biogeografi peralihan.

Sedangkan untuk pembatas antara biogeografi oriental dengan biogeografi peralihan disebut dengan garis Wallace sedangkan batas antara biogeografi Australia dan biogeografi peralihan adalah batas Weber.

Untuk kepulauan Indonesia sendiri adalah pertemuan 2 yaitu biogeografi oriental dan biogeografi Australia. Bagi biogeografi oriental mempunyai ciri-ciri yang kaya akan berbagai jenis fauna dari tipe mamalia, Sedangkan untuk biogeografi Australia dengan jenis mamalia cukup sedikit.

 

Persebaran Fauna Indonesia Bagian Barat (Oriental)

Wilayah Indonesia bagian barat yang termasuk ke dalam paparan Sunda mempunyai jenis fauna dengan tipe oriental. Bagi pulau Sumatera mempunyai fauna yang menjadi ciri khas antara lain yaitu badak bercula dua, tapir, gajah, harimau, orang utan, dan siamang.

Dan untuk pulau Jawa sendiri mempunyai fauna yang menjadi ciri khas antara lain, banteng, badak bercula satu dan harimau. Pulau Kalimantan mempunyai fauna yang menjadi ciri khas antara lain yaitu beruang madu, bekantan, orang utan, badak bercula dua dan macan tutul.

 

Persebaran Fauna di Wilayah Indonesia Bagian Timur (Australia)

Untuk wilayah Indonesia yang terletak pada bagian timur banyak dihuni oleh jenis fauna dengan tipe australis. Berbagai fauna tersebut antara lain seperti burung cendrawasih, burung kasuari, burung Nuri, burung parkit, kanguru pohon, komodo, anoa, merpati berjambul, dan kanguru walabi.

 

Zona Peralihan Antara Oriental dan Australia

Bagi wilayah peralihan antara fauna oriental dan Australia mempunyai sifat atau jenis yang hampir mirip dengan fauna oriental dan Australia. Wilayah yang sangat dominan yang termasuk ke dalam zona peralihan ini adalah pulau Sulawesi.

 

 

Manfaat Serta Nilai Keanekaragaman Hayati

Di dalam kehidupan terutama adalah kehidupan sehari-hari adanya flora dan fauna sangat penting yang dapat dimanfaatkan bagi manusia untuk dapat memenuhi kehidupan sehari-hari kebutuhan secara sekunder ataupun kebutuhan primer.

Kebutuhan primer yang didapatkan berasal dari alam antara lain kebutuhan sandang seperti pakaian yang terbuat dari ulat sutra, buli domba, kapas dan lain-lain. Untuk pangan banyak yang memanfaatkan flora dan fauna antara lain yaitu biji-bijian, telur, daging, susu, sayur, buah dan umbi-umbian. Untuk papan yang memanfaatkan jenis flora antara lain pohon sengon, pohon jati, pohon mahoni dan pohon Meranti.

Sedangkan untuk kebutuhan sekunder manusia yang berasal dari adanya keanekaragaman hayati misalnya seperti transportasi yaitu sapi, kuda dan unta. Sebagai sarana rekreasi yang dapat dimanfaatkan adalah tanaman bunga, keindahan alam bawah laut, hutan, tdan lain sebagainya.

Berdasarkan dari manfaat dan juga biodiversitas dalam hal ini, maka keanekaragaman hayati mempunyai berbagai nilai yang sangat penting bagi kehidupan manusia, antara lain yaitu:

  • Nilai Biologi
  • Nilai Estetika
  • Nilai Pendidikan
  • Nilai Ekonomi
  • Nilai Religius
  • Nilai Budaya

 

 

Pengaruh Kegiatan Manusia Terhadap Keanekaragaman Hayati

Semakin majunya perkembangan teknologi yang sangat pesat apabila tidak diseimbangi oleh alam maka akan berdampak kepada keanekaragaman hayati yang ada di dunia. pentingnya segala aktivitas atau kegiatan yang dilakukan oleh manusia akan berdampak positif ataupun akan berdampak negatif bagi adanya kehidupan.

Dampak negatif dari adanya ulah atau perbuatan manusia seperti contohnya adalah kegiatan pertanian yang berpindah-pindah ladang, intensifikasi pertanian, penemuan bibit tanaman ataupun hewan baru yang unggul dan mendesak bibit lokal, adanya perburuan serta penangkapan liar dengan cara cara yang tidak tepat, adanya aktivitas penebangan liar serta kegiatan manusia yang lainnya yang dapat akan berdampak negatif bagi alam.

Terdapat pula berbagai aktivitas atau kegiatan yang akan berdampak positif bagi alam dan akan sangat berpengaruh terhadap keanekaragaman hayati diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Usaha untuk pemuliaan hewan dan juga tanaman yang dapat menghasilkan varietas tanaman serta hewan yang unggul.
  • Aktivitas penghijauan dan reboisasi
  • Adanya usaha untuk dapat melestarikan alam yang dilakukan dengan cara eksitu maupun insitu
  • Pengendalian hama secara biologis
  • Pemanfaatan hutan dengan cara menggunakan sistem reduce impact logging (RIL)

Baca Juga : Metamorfosis Sempurna dan Tidak Sempurna.

 

 

Usaha Perlindungan Alam

Usaha perlindungan alam atau yang lebih dikenal dengan nama konservasi sumber daya alam hayati. Adanya pelestarian biodiversitas ini mempunyai fungsi atau tujuan yaitu untuk dapat mengawetkan berbagai makhluk hidup atau menjaga kelestarian makhluk hidup supaya terhindar dari kepunahan dari suatu makhluk hidup.

Dalam melakukan perlindungan ini dapat dibagi menjadi dua yaitu perlindungan alam umum dan perlindungan alam dengan adanya maksud atau tujuan tertentu.

 

1. Perlindungan Alam Secara Umum

Tindakan perlindungan alam umum adalah tindakan untuk dapat melindungi flora dan fauna serta unsur tanah dari suatu ekosistem. Perlindungan alam umum dapat diklasifikasikan menjadi beberapa bidang antara lain yaitu:

  • Taman Nasional atau perlindungan terhadap alam yang mempunyai tujuan dengan sistem zonasi.
  • Perlindungan alam ketat hal ini berarti adanya perlindungan yang dilakukan secara ketat dan tidak diperbolehkan adanya campur tangan dari manusia lain seperti misalnya cagar alam Sancang yang ada di Garut.
  • Perlindungan alam terbimbing adalah perlindungan alam yang dibina dan dilakukan oleh para ahli konservasi misalnya adalah kebun Raya Bogor.

 

2. Perlindungan Alam Dengan Maksud dan Tujuan Tertentu

Tentunya melindungi alam mempunyai berbagai maksud dan tujuan salah satunya supaya ya kehidupan bagi makhluk hidup dapat terus terjaga. Dan terdapat pula maksud serta tujuan lain antaranya yaitu:

  • Perlindungan alam antropologi. Perlindungan ini bertujuan untuk dapat melindungi suku bangsa pada daerah remote, misalnya yaitu pada suku Asmat yang terletak di irian Jaya dan suku Baduy yang ada di Banten.
  • Perlindungan terhadap suaka margasatwa yang bertujuan untuk dapat melindungi keanekaragaman fauna yang hampir saja punah, seperti misalnya yaitu badak, gajah dan harimau.
  • Perlindungan terhadap monumen alam yang bertujuan untuk melindungi benda-benda dari alam jam mi soalnya yaitu stalaktit atau stalagmit yang ada di gua.
  • Perlindungan pemandangan alam yang bertujuan untuk dapat melindungi keindahan alam sekitar.
  • Perlindungan alam zoologi yang bertujuan untuk dapat melindungi fauna yang langka atau hewan-hewan yang hampir mengalami kepunahan.
  • Perlindungan alam botani yang bertujuan untuk melindungi komunitas tumbuhan tertentu.
  • Perlindungan geologi yang bertujuan untuk dapat melindungi formasi geologi tertentu.
  • perlindungan ikan hal ini tentunya bertujuan untuk dapat melindungi berbagai macam spesies ikan dari kepunahan.
  • Perlindungan hutan yang bertujuan untuk dapat memberi manfaat hidro-orologis bagi daerah sekitarnya.

 

 

Klasifikasi Keanekaragaman Hayati

peranan dari adanya klasifikasi keanekaragaman hayati sangatlah penting untuk dapat mengenali berbagai jenis atau spesies makhluk. Cabang ilmu biologi yang dapat mempelajari hal ini dia itu taksonomi. Tujuan dari dibuatnya klasifikasi ini yaitu untuk dapat mengetahui suatu makhluk hidup dan makhluk hidup tersebut mempunyai nama yang sama jika tersebar di berbagai daerah atau wilayah lain.

 

 

Tujuan dan Manfaat Adanya Klasifikasi

Manfaat dan tujuan an-naml ompo kan makhluk hidup supaya agar melakukan studi atau suatu makhluk hidup dijadikan sebagai objek pembelajaran akan menjadi lebih mudah. Adanya pengelompokan atau klasifikasi ini sebenarnya telah ada atau telah dilakukan sejak adanya kehidupan manusia.

Yang berbeda hanya pada zaman dahulu manusia hanya mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan dua jenis saja yaitu hewan dan binatang. Akan tetapi sekarang ini pengelompokan atau klasifikasi sudah pada tingkat yang lebih kompleks.

Adanya manfaat pengelompokan atau klasifikasi yang berpengaruh terhadap manusia antara lain yaitu:

  • Dapat mengetahui hubungan antara organisme satu dengan organisme yang lainnya.
  • Dapat lebih mempermudah melakukan penelitian serta pemberian nama pada spesies baru yang ditemukan.
  • Artinya klasifikasi yuk juga dapat bermanfaat untuk dipelajari supaya keanekaragaman hayati tetap terlindungi.

Baca Juga : Hutan Mangrove: Pengertian, Manfaat dan Fungsi bagi Kehidupan

 

 

Proses Klasifikasi atau Pengelompokan

Pengelompokan atau klasifikasi mempunyai proses yang disusun berdasarkan dari tingkat kekerabatan serta pada kesamaan dengan makhluk hidup yang lain.

Misalnya itu klasifikasi terhadap hewan kerbau dan sapi yang pada umumnya memiliki bentuk sama serta terdapat pula kesamaan yang lainnya sehingga mereka termasuk ke dalam jam klasifikasi makhluk hidup mamalia.

 

 

Pengelompokan Nama Makhluk Hidup

Pada sekitar abad ke-18 suatu spesies masih menggunakan nama-nama nama dengan bahasa Latin. Hal tersebut cukup mengganggu apabila akan dilakukannya pembelajaran terhadap suatu spesies karena namanya yang terlalu panjang.

Oleh karena itu Carolus Linnaeus mulai memperkenalkan adanya Sistem penamaan spesies yang baru, hal tersebut sangat bermanfaat atau berguna untuk menggantikan Sistem penamaan polinomial yang panjang. Sistem tersebut dinamakan sistem binomial.

Sistem yang dibuat oleh Carolus Linneaeus sampai sekarang banyak digunakan oleh para ahli taksonomi. Dan sistem tersebut mempunyai beberapa prinsip diantaranya yaitu:

  1. Menggunakan bahasa latin
  2. Menggunakan 2 kata
  3. Menggunakan kategori

Kategori yang digunakan oleh Carolus Linnaeus pada saat itu adalah kingdom, suku, genus, filum atau divisi, kelas dan spesies. Klasifikasi ini didasarkan pada ciri-ciri umum yang kemudian semakin rendah tingkatan takson maka suatu makhluk hidup diklasifikasikan berdasarkan dari ciri-ciri khusus yang dimiliki.

Berbagai macam jenis usaha telah dilakukan oleh para peneliti atau para ahli secara internasional sejak pada tahun 1867 untuk tumbuhan dan pada tahun 1898 untuk hewan. Dalam dunia biologi pada saat ini telah dikenal adanya kode internasional tata nama tumbuhan atau International Code Of Botanical Nomenclature Sedangkan untuk kode internasional tata nama hewan yaitu International Code Of Zoological Nomenclature.

 

 

Penamaan Tingkat Takson

Di bawah ini akandijelaskan mengenai ketentuan penulisan atau penamaan dari suatu spesies makhluk hidup antara lain sebagai berikut:

  • huruf pertama yang menunjukkan marga ditulis dengan menggunakan huruf kapital dan kata kedua yang menunjukkan spesies ditulis dengan menggunakan huruf kecil seperti contohnya “Macaca fasciularis”.
  • Apabila nama pada suatu spesies makhluk hidup lebih dari 1 kata maka menggunakan tanda hubung seperti “Hibiscus rosa-sinensis”
  • Dan apabila suatu nama spesies ditulis tangan makna kata pertama dan kata kedua diberi garis bawah seperti “(Paraserianthes falcataria)”. Dan apabila akan dicetak maka nama dari suatu spesies dicetak miring seperti “(Paraserianthes falcataria).
  • Sedangkan untuk nama dari suatu jenis hewan yang mempunyai lebih dari 3 kata maka tidak menggunakan tanda sambung dan untuk penulisan karya tas menggunakan huruf “var”. Sebelum nama varietasnya seperti “(Hibiscus sabdarifa var. alba)”.
  • Apabila kata petunjuk jenis merupakan kata dari nama penemu spesies maka ditambahkan dengan menggunakan huruf (i), seperti “Pinus merkusii” di mana tumbuhan tersebut penemunya adalah Merkus.

 

1. Nama Genus

Nama marga atau nama genus merupakan nama yang terdiri dari 1 kata tunggal. Nama tersebut biasanya terletak pada huruf pertama atau awal huruf dan dari kata yang menunjukkan marga akan ditulis dengan menggunakan huruf kapital.

 

2. Nama Suku

Nama genus akan diambil untuk dijadikan sebagai nama suku dan pada akhiranya ditambahkan tanda strip untuk jenis tumbuhan misalnya -aceae. Sedangkan untuk jenis hewan maka kata akhirannya ditambah misalnya -idae.

 

3. Nama Filum atau Divisi

Nama filum atau divisi biasanya terletak pada ada akhir suku kata misalnya pada tumbuhan yaitu -phyta. Sedangkan untuk hewan tidak ada aturan yang khusus dalam penamaan nama filum atau divisi.

Baca Juga : Pengertian Biologi: Manfaat dan Cabang Ilmu Biologi

 

4. Nama Kelas

Nama kelas biasanya diberikan pada nama tumbuhan dan terletak pada akhir kata misalnya -opsida. Dan dan untuk hewan tidak terdapat aturan yang khusus dalam penamaan nama kelas.

 

5. Nama Ordo

Nama ordo yang diberikan pada jenis tumbuhan anne-marie letakkan pada akhir kata seperti -ales. dan untuk hewan tidak terdapat aturan yang khusus dalam penamaan nama ordo.

 

Demikian yang dapat saya sampaikan tentang penjelasan secara lengkap keanekaragaman hayati dimulai dari pengertian, tingkatan, manfaat, serta jenis macam dari berbagai keanekaragaman hayati.

Hal yang dapat dipetik dalam pembelajaran kali ini yaitu mari sebagai makhluk hidup yang memiliki jiwa untuk menjaga kelestarian alam supaya ya anak cucu kita dapat menikmati keindahan alam yang tersedia. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Sekian, trima kasih.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight