Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Kerajaan Kalingga: Sejarah, Silsilah, Peninggalan

7 min read

sejarah kerajaan kalingga

Kerajaan Kalingga –  Kerajaan Kalingga memiliki sebutan lain yaitu Ho Ling yang merupakan berdasarkan catatan yang berasal dari negara Cina. Kerajaan Kalingga atau Holing diperkirakan sudah berdiri pada abad ke-6 Masehi. Wilayah kekuasaan dari Kerajaan Kalingga keseluruhan berada di Jawa Tengah, lebih tepatnya berada di antara Jepara dan juga Pekalongan. Kerajaan Kalingga juga dianggap sebagai nenek moyang dari Kerajaan Mataram Kuno. Untuk penjelasan yang lebih jelas mengenai sejarah dari kerajaan Kalingga simak penjelasan di bawah ini.

 

Sejarah Berdirinya Kerajaan Kalingga

Sejarah dari kerajaan Kalingga bersumber dari Catatan sejarah manuskrip, cerita rakyat lokal, kronik sejarah Tiongkok dan juga prasasti. Ratu Shima dikenal merupakan Ratu yang memimpin di Kerajaan Kalingga pada sarapan Tiongkok dijelaskan bahwa dari tahun 674 masehi hingga tahun 732 Masehi rakyat Kalingga dipimpin oleh Ratu Shima.

Ratu Sima banyak dikenal orang dengan sifatnya yang sangat adil dan juga bijaksana. Oleh karena itu kondisi dari Kerajaan Kalingga begitu sangat tentram serta aman. Pemerintahan dilakukan secara adil dan juga hukum yang ada ditegakkan tanpa adanya pandang bulu. Hukuman hukuman yang berlaku pada masa Ratu Sima antara lain, seseorang akan dipotong tangannya apabila telah terbukti sudah mencuri.

Masyarakat kerajaan Kalingga juga dikenal pandai dalam membuat bunga kelapa dan juga minuman keras. Komoditas yang dihasilkan oleh masyarakatnya adalah gading gajah, cula badak, kulit penyu, emas dan juga perak.

 

 

Letak dan Wilayah Kekuasaan Kerajaan Kalingga

Berdasarkan dari catatan Tiongkok diungkapkan bahwa letak dari wilayah kekuasaan Kerajaan Kalingga kemungkinan berada antara kawasan Pekalongan dan Jepara saat ini. Ibukota dari Kerajaan Kalingga dikelilingi dengan tembok yang dibangun dari tonggak kayu. Sedangkan untuk Tempat tinggal dari Raja adalah bangunan besar bertingkat yang tinggi. Atap yang digunakan sebagai tempat tinggal sang raja terbuat dari Palem. Sedangkan untuk Singgasana sang raja dibuat dari gading.

Disebutkan bahwa Jepara merupakan pusat pemerintahan dari Kerajaan Kalingga, karena terdapat tempat yang bernama Keling. Sedangkan di kawasan Pekalongan dianggap sebagai wilayah kekuasaan Kalingga, sebab Kerajaan Kalingga dibangun di Pekalongan yang merupakan tempat pelabuhan kuno. Nama dari Kalingga juga berkaitan dengan Pekalongan yaitu Pe-Kaling-an.

 

 

Silsilah Kerajaan Kalingga

Ratu Shima sebagai pemimpin dari Kerajaan Kalingga merupakan sosok yang berkaitan erat dengan kerajaan Galuh. Maharani Shima memiliki putri yang bernama Parwati yang kemudian menikah dengan Mandiminyak, yang merupakan putra mahkota dari kerajaan Galuh. Pangeran Mandiminyak naik tahta sebagai raja kedua dari kerajaan Galuh.

Kemudian Parwati dan juga pangeran Mandiminyak memiliki anak yang dikenal sebagai Sanaha. Singkat cerita lucu dari Maharani Shima kemudian menikah dengan Bratasena, yang merupakan raja ketiga dari kerajaan Galuh.

Bratasena dan juga Sanaha memiliki anak yang diberi nama Sanjaya. Telah ditetapkan Bahwa kelak Sanjaya akan menjadi raja kerajaan Galuh dan juga kerajaan Sunda. Ketika Ratu Sima meninggal dunia pada tahun 732 Masehi, kemudian Ratu Sanjaya diangkat sebagai pengganti Ratu Shima tahun 723 sampai 732 Masehi.

Kemudian Ratu Sanjaya memerintah di Kerajaan Kalingga Utara. Kelak kerajaan ini dikenal dengan nama Bumi Mataram. Lalu selanjutnya terbentuklah dinasti atau Wangsa Sanjaya yang berada di kawasan Kerajaan Mataram Kuno.

Kerajaan Kalingga atau Ho Ling pada akhirnya ditaklukan oleh kerajaan Sriwijaya pada tahun 752 Masehi. Kerajaan Kalingga dianggap sebagai salah satu bagian jaringan dari perdagangan Hindu. Sama seperti dengan Tarumanegara dan juga Melayu yang terlebih dahulu dikuasai oleh Sriwijaya. Kerajaan yang ditaklukan oleh Sriwijaya memang dianggap sebagai pesaing berat dalam jaringan perdagangan Sriwijaya.

 

 

Masa Kejayaan Kerajaan Kalingga

sejarah kerajaan kalingga

Kerajaan Kalingga mengalami masa kejayaan pada saat kepemimpinan dari Ratu Sima yang berkisar pada tahun 674 masehi hingga 732 Masehi. Dalam memimpin Kerajaan Kalingga Ratu Sima memiliki sifat dengan kejujuran dan juga keadilan yang sangat dijunjung tinggi oleh Nya. Ratu Sima menerapkan hukuman yang sangat tegas bagi para pelanggar aturan yang telah ditetapkan. Seperti contohnya akan memotong tangan siapa saja yang tidak pandang bulu apabila telah terbukti mencuri.

Ibukota dari Kerajaan Kalingga adalah Kaling yang berada di Jepara. Kawasan Kaling di Jepara memang dikenal sangat subur sehingga rakyatnya banyak yang mengandalkan dunia pertanian sebagai mata pencahariannya. Bahkan mata pencaharian dari masyarakat Kalingga sebagian besar perdagangan hasil bumi nya sampai ke negeri Tiongkok.

 

 

Masa Keruntuhan Kerajaan Kalingga

Masa kejayaan Kerajaan Kalingga sayangnya tidak berlangsung dengan waktu yang lama. Sejak saat pimpinan tidak lagi di Ratu Shima dan juga pada saat Ratu Shima meninggal dunia, pada saat itulah tahtanya diwariskan kepada keturunannya.  mulai dari kepemimpinan Kerajaan Kalingga setelah Ratu Shima mulailah terjadi tanda-tanda akan keruntuhan Kerajaan Kalingga.

Puncak dari keruntuhan Kerajaan Kalingga terjadi pada saat adanya serangan dari kerajaan Sriwijaya. Serangan tersebut menyebabkan jalur perdagangan dari Kerajaan Kalingga direbut oleh Sriwijaya, serta para masyarakat kerajaan Kalingga harus mengungsi ke pedalaman Pulau Jawa.

Baca Juga : Kerajaan Gowa Tallo: Sejarah, Ekonomi, Sosial Budaya, Politik

 

 

Peninggalan Kerajaan Kalingga

peninggalan kerajaan kalingga

Dapat dikatakan bahwa Catatan sejarah yang berhubungan dengan kerajaan Kalingga sangatlah terbatas. Catatan sejarah pengembara dari zaman Dinasti Tang dan I-Tsing merupakan menjadi rujukan utama. Selain hal tersebut para ahli juga mengungkapkan adanya keberadaan dari Kerajaan Kalingga berdasarkan dari berbagai peninggalan seperti Arca dan candi serta juga prasasti.

Di bawah ini merupakan beberapa peninggalan yang bersejarah dan juga merupakan  bukti adanya kerajaan Kalingga.

 

1. Prasasti Tukmas

Peninggalan yang dipercayai adalah merupakan benda bersejarah kerajaan Kalingga yang pertama adalah prasasti tukmas. Prasasti tukmas ditemukan keberadaannya di kecamatan Grabak,  Kabupaten Magelang, provinsi Jawa Tengah. di dalam prasasti tersebut terdapat huruf Pallawa yang berbahasa Sansekerta.

Pahatan gambar juga terlihat pada prasasti tersebut. Prasasti ini mengungkapkan bahwa terdapat sungai yang berair jernih dan berlokasi di Lereng Merapi. Aliran sungai yang disebutkan dalam prasasti tersebut begitu mirip dengan Sungai Gangga yang berada di India.

Beberapa gambar yang terdapat pada prasasti tersebut antara lain ialah bunga teratai, chakra, kendi, kelasangka, kapak dan juga Trisula. Berdasarkan dari Prasasti ini dapat disimpulkan bahwa kerajaan Kalingga ada hubungannya dengan kebudayaan dari agama Hindu yang merupakan berasal dari India.

Memang penemuan dari Prasasti ini terletak relatif jauh dari ibukota Kalingga yang berada di Jepara. Akan tetapi hal tersebut dianggap juga sebagai wilayah dari kekuasaan Kerajaan Kalingga yang sangat luas.

 

2.  Candi Angin

Candi angin merupakan peninggalan dari Kerajaan Kalingga yang merupakan bangunan berupa candi. Salah satu peninggalan kerajaan Kalingga adalah candi angin. Jadi angin adalah bangunan kuno yang berada di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara. Dinamakan dengan Candi angin karena terletak pada daerah yang tinggi. Akan tetapi Meski terpaan angin sangatlah kencang setiap harinya namun bangunan candi tersebut tetap kokoh, kuat dan juga tidak roboh.

Para ahli mengungkapkan bahwa kemungkinan Candi angin dibangun terlebih dahulu ketimbang dari Candi Borobudur. Hal tersebut disimpulkan berdasarkan dari analisa karbon. Candi Angin diprediksi dibangun pada saat Sebelum masuknya kebudayaan Hindu dan Budha yang melebur dengan kebudayaan pada masyarakat Jawa. Hal tersebut disimpulkan karena tidak adanya ornamen Budha dan Hindu yang terdapat pada candi tersebut.

 

3. Prasasti Upit

Prasasti Upit ditemukan berada di wilayah Desa Ngawen, Kecamatan Ngawen, kabupaten Klaten Jawa Tengah. Penemuan dari Prasasti Upit dijelaskan dengan adanya Kampung Upit, yang dibebaskan dari pajak atau daerah perdikan. Kebijakan tersebut berdasarkan perintah dari Ratu Shima yang merupakan pemimpin Kerajaan Kalingga.

Prasasti Upit adalah peninggalan bersejarah yang berkaitan erat dengan kerajaan Kalingga oleh karena itu benda ini sangat perlu untuk dirawat dan dijaga. untuk menjaga benda ini maka di tempatkan lah prasasti Upit di dalam museum purbakala yang berada di Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

 

4. Prasasti Sojomerto

Prasasti sojomerto ditemukan berada di wilayah kabupaten Batang Jawa Tengah. Sojomerto merupakan nama dusun di mana ditemukannya prasasti ini. Pada peninggalan prasasti sojomerto menggunakan huruf Kawi, akan tetapi dengan menggunakan bahasa Melayu kuno. Oleh karena itu diprediksi prasasti ini dibuat pada abad 7 masehi.

Prasasti ini berisi tentang keadaan dari keluarga Kerajaan Kalingga. Dalam prasasti sojomerto dituliskan bahwa Dapunta Sailendra adalah pendiri dari Kerajaan Kalingga. Dari tulisan prasasti sojomerto dapat disimpulkan bahwa pendiri dari Kerajaan Kalingga merupakan keturunan dari Dinasti Sailendra yang mana merupakan penguasa dari Kerajaan Mataram Kuno.

 

5. Candi Bubrah

Candi Bubrah adalah peninggalan kerajaan Kalingga selanjutnya. Candi Bubrah ditemukan berada di lokasi yang tidak jauh dengan penemuan Candi Angin. Dinamai dengan nama Candi Bubrah karena pada saat ditemukan keadaan bangunan ini sudah hampir hancur.

Yang mana dalam bahasa Jawa kata Bubrah memiliki arti hancur lebur. Dilihat dari gaya bangunan dan juga arsitekturnya diperkirakan Candi Bubrah dibangun pada sekitar abad ke-9 Masehi. Karena Candi tersebut menampilkan Corak kebudayaan Budha.

Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pembangunan Candi ini berupa batu andesit. Ukuran dari Candi Bubrah berkisar antara 12×12 meter persegi. Akan tetapi pada saat bangunan ini ditemukan Hanya menyisakan runtuhan dan juga tingginya hanya berkisar 2 meteran saja.

Baca Juga : Kerajaan Majapahit: Sejarah, Masa Kejayaan, Raja Raja, Peninggalan, Sistem Pemerintahan

 

Berikut merupakan penjelasan tentang kerajaan Kalingga mulai dari sejarahnya masa keruntuhan Kerajaan Kalingga serta peninggalan-peninggalan kerajaan Kalingga yang ada hingga sampai saat ini. Semoga penjelasan di atas dapat menambah wawasan bagi kamu mengenai sejarah dan juga kamu dapat belajar untuk melestarikan benda-benda peninggalan dari zaman terdahulu. Semoga kamu dapat belajar banyak dari adanya sejarah sebelum lahirnya menjadi masa yang modern saat ini.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight