Kingdom Plantae: Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Contoh, Jenis

5 min read


Bumi merupakan salah satu planet di dunia yang menjadi tempat tinggal makhluk hidup dengan berbagai spesiesnya mulai dari manusia, hewan, tumbuhan dan berbagai makhluk hidup lainnya.

Pada kesempatan kali ini kita bukan akan membahas mengenai bumi melainkan makhluk hidup yang tinggal didalamnya lebih tepatnya kita akan membahas menganai kingdom plantae.

Apa itu kingdom plantae? bagi kalian yang belum mengetahui menganai makhluk hidup yang satu ini simak uraiannya dibawah.

Pengertian Kingdom Plantae

pengertian kingdom plantae

Beberapa orang mungkin masih asing mendengar istilah kingdom plantae namun jika mendengar kata tumbuhan pasti kalian sudah pasti mengetahuinya.

Kingdom plantae adalah istilah lain dari tumbuhan yang merupakan suatu organisme eukariotik multiseluler atau uniseluler dengan dinding sel selulosa, inti sel, sel, autotrof fotosintetik dan mengandung klorofil didalamnya.

Kingdom plantae ini sudah ada sejak masa Ordovician hingga masa Silurian atau sekitar 1,2 milyar tahun yang lalu.

Kemudian menjelang masa Devonian atau sekitar 360 juta tahun yang lalu ditemukan berbagai varietas tumbuhan dengan berbagai bentuk dan ukuran.

Dan pada masa Triassic atau sekitar 200 juta tahun yang lalu ditemukan jenis kingdom plantae baru yaitu tumbuhan berbunga.

Ciri-ciri Kingdom Plantae

ciri-ciri kingdom plantae

Kingdom plantae atau tumbuhan memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan makhluk hidup lain yaitu sebagai berikut.

  1. Multiseluler
  2. Memiliki dinding sel yang terdiri atas selulosa.
  3. Memiliki klorofil yang berfungsi sebagai tempat fotosintesis.
  4. Memiliki sifat autotrof alias dapat membuat makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari.
  5. Memiliki sel eukariot yang membantu proses reproduksi.
  6. Memiliki kemampuan untuk menyimpan cadangan makanan dalam bentuk amilum (pati)
  7. Memiliki kemampuan untuk dapat mengalami pergiliran keturunan dalam siklus hidupnya.

Klasifikasi Kingdom Plantae

klasifikasi kingdom plantae

Kingdom plate dapat dilasifikasin menjadi beberapa jenis antara lain sebagai berikut.

1. Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut merupakan anggota kingdom plantae dengan ukuran kecil membentuk kumpulan tanpa akar, batang, daun sejati, dan xylem floem (pembuluh angkut) yang hidup pada darah lembab.

Tumbuhan ini merupakan tumbuhan peralihan dari tumbuhan bertalus (talofita) dengan tumbuhan berkomus (kormofita) dan mengalami pergiliran keturunan dalam kehidupannya.

Ciri-ciri Tumbuhan Lumut

  • Tidak memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  • Hidup pada daerah yang lembab.
  • Tidak terkena sinar matahari.
  • Memiliki ukuran kecil dengan hanya sekitar 1-2 cm.
  • Memiliki klorofil sehingga berwarna hijau.
  • Dapat melakukan proses fotosintesis sendiri atau membuat makanan sendiri (autotrof).
  • Bersifat multiseluler.
  • Hasil dari proses fotosintesis didistribusikan secara defusi, daya kapilaritas, dan aliran sitoplasma.
  • Tidak memiliki xylem dan floem (pembuluh angkut).
  • Air masuk kedalam tubuh lumut secara imbibisi.
  • Memiliki dinding sel yang terdiri atas selulosa.
  • Merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan bertalus (thallophyta) dan tumbuhan berkomus (cormophyta).
  • Mengalami pertumbuhan secara primer alias hanya memanjang dan tidak dapat melebar atau membesar.
  • Bereproduksi secara metagenesis atau mengalami pergiliran keturunan antara fase vegetatif (fase sporofit) dan fase generatif (fase gametofit).
  • Tumbuh berkembang secara berkoloni atau berkelompok.

Jenis-jenis Lumut

Tumbuhan lumut dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu sebagai berikut.

  1. Lumut Hati (Hepaticopsida), merupakan lumut berumah dua (deoceus) dengan bentuk seperti talus dan berlobus menyerupai bentuk hati pada manusia, reproduksinya secara aseksual dengan cara fragmentasi, reproduksi secara seksual dengan cara fertilisasi antara sperma dan ovum, memiliki gemmacup (kuncup) dan spora berbentuk seperti zigot. Contoh : Marchantia Polimorpha.
  2. Lumut Tanduk (Anthocerotopsida), merupakan lumut berumah dua (deoceus) dengan bentuk menyerupai tanduk hewan, reproduksinya secara aseksual dengan cara fragmentasi, reproduksi secara seksual dengan cara fertilisasi antara sperma dan ovum, memiliki gemmacup (kuncup) dan spora berbentuk seperti zigot. Contoh : Anthoceros Laevis.
  3. Lumut Daun (Byropsida), merupakan tumbuhan lumut sejati dengan akar rizoid, daun dan batang yang berbentuk seperti tumbuhan lain pada umumnya dengan hidup berkoli atau berkelompok. Contoh : Polytrihcum dan Spagnum.

2. Tumbuhan Paku (Pterydophyta)

Tumbuhan paku (pterydophyta) merupakan anggota kingdom plantae yang memiliki akar serabut, batang dan daun sejati dengan reproduksi menggunakan spora (komorfita spora), memiliki xylem dan floem (pembuluh angot) dan memiliki klorofil, yang juga mengalami pergiliran keturunan.

Ciri-Ciri Tumbuhan Paku (Pterydophyta)

  • Memiliki akar, batang, dan daun yang dapat dibedakan.
  • Memiliki sporil untuk menghasilkan spora yang berada pada bawah daun.
  • Memiliki daun muda yang tumbuh dengan cara menggulung.

Jenis-Jenis Tumbuhan Paku (Pterydophyta)

Tumbuhan paku (pterydophyta) dapat dibedakan menajdi empat jenis yaitu sebagai berikut

  1. Tumbuhan Paku Purba (Psilopsida), merupakan spesies tumbuhan paku purba yang hampir mengalami kepunahan dengan jumlah tersisa hanya sekitar 10 – 13 spesies, yang memiliki gametofit namun tidak memiliki klorofil dan hanya mampu menghasilkan satu jenis spora (homospora), dengan mengambil nutrisi hasil dari hubungan simbiosis dengan jamur. Contoh : Rynia dan Psilotum.
  2. Tumbuhan Paku Kawat (Lycopsida), merupakan spesies tumbuhan paku kawat yang hanya memiliki jumlah sekitar 1000 spesies, tumbuhan ini mampu menghasilkan dua jenis spora (heterospora) dan memiliki sporangium yang terdapat pada strobilus berbentuk kerucut, yang juga memiliki gametofit uniseksual dan biseksual namun tidak memiliki klorofil. Contoh : Selaginela dan Lycopodium.
  3. Tumbuhan Paku Ekor Kuda (Spenopsida), merupakan spesies tumbuhan paku ekor kuda hanya memiliki jumlah sekitar 15 spesies yang hidup pada daerah lembab pada wilayah subtropis dengan bentuk batang yang menyerupai ekor kuda, tumbuhan ini memiliki sporangium yang berupa strobilus dan hanya mampu menghasilkan satu jenis spora (homospora) dengan gametofit biseksual yang mengandung klorofil. Contoh : Equisetum.
  4. Tumbuhan Paku Sejati, merupakan spesies tumbuhan paku dengan jumlah sekitar 12.000 spesies yang memiliki akar, batang dan daun sejati dengan daun muda yang tumbuh dengan menggulung (Circinnatus). Contoh : Semanggi (Marsilea Crenata) dan Suplir (Adiantum Cuneatum).

3. Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Tumbuhan berbiji (spermatophyta) merupakan anggota kingdom plantae yang memiliki akar, batang, daun sejati tracheophyta, xylem dan floem (pembuluh angkut), klorofil, dan dapat menghasilkan makanan sendiri (autotrof) serta dapat menghasilkan biji.

Ciri-Ciri Tumbuhan Berbiji

  • Termasuk dalam jenis tumbuhan kormophyta.
  • Memiliki akar, batang, dan daun sejati.
  • Merupakan organisme dengan banyak sel (multiseluler).
  • Memiliki xylem dan floem (pembuluh angkut).
  • Memiliki dinding sel yang tersusun dari selulose, hemiselulose, dan lignin.
  • Mampu menghasilkan bunga.
  • Mempu menghasilkan biji.
  • Memiliki plastida yang mengandung klorofil A dan B.
  • Bersifat autotrof alias dapat menghasilkan makanan sendiri.
  • Memiliki sel eukariotik.

Jenis-Jenis Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta)

Tumbuhan berbiji dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sebagai berikut.

  1. Tumbuhan Berbiji Terbuka (Gymnaspermae), merupakan jenis tumbuhan yang bijinya tidak tertutupi oleh bakal buah, memiliki bentuk berupa pohon atau perdu dengan akar tunggang, daun yang sempit, tebal dan kaku, tulang daun yang tidak beranekaragam, tidak memiliki bunga sejati, alat reproduksinya berbentuk kerucut. Memiliki bakal biji yang tersusun dalam strobilus dengan alat kelamin yang terpisah dimana serbuk sari terdapat dalam strobilus jantan dan sel telur yang terdapat dalam dtrobilus betina. Tumbuhan ini memiliki bakal biji yang tidak dilindungi oleh daun buah. Contoh : Tumbuhan Melinjo, Jagung, dan Kelapa.
  2. Tumbuhan Berbiji Tertutup (Angiospermae), merupakan tumbuhan yang bijinya tertutup oleh bakal buah, memiliki bentuk berupa pohon atau perdu, dapat menghasilkan biji berkeping satu (monokotil) atau biji berkeping dua atau lebih (dikotil) dimana biji tersebut dilindungi oleh bakal buah, memiliki akar berbentuk serabut atau tunggang, daun yang berbentuk pipih melebar, tulang daun yang menyirip, menjari, melengkung atau sejajar dan bunga sejati yang memiliki mahkota bunga. Menggunakan putik sari dan benang sari sebagai alat perkembangbiakan. Contoh : Tumbuhan Buah Mangga, Durian, Jeruk, dan lain sebagainya.

Demikian sedikit informasi mengenai Kingdom Plantae: Pengertian, Ciri, Klasifikasi, Contoh, Jenis. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan. Mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam artikel ini. Terimakasih.

Mexi Kehidupan lebih berarti jika berguna bagi banyak orang, penyuka drama korea.
DarkLight