Konjungsi Temporal

By Hanif Pramono -

Pada dasarnya adalah sebuah kata hubung atau konjungsi yang bisa menjelaskan tentang hubungan antara dua peristiwa yang berbeda. Dimana kata ini mengandung sebuah hubungan dengan keterkaitan waktu dan mengatur sebuah kondisi atau situasi peristiwa secara detail atau kronologis supaya pada bagian kalimat tersebut dapat dimengerti.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai konjungsi temporal yang akan kita bahas dalam kesempatan kali ini. Simak dengan baik-baik supaya kalian bisa mengerti apa yang dimaksud dengan konjungsi temporal itu.

Pengertian Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal adalah kata hubung atau konjungsi yang menjelaskan tentang hubungan waktu dari dua hal peristiwa yang berbeda – beda. Dalam hal ini konjungsi temporal berhubungan dengan waktu dan konjungsi ini berfungsi untuk menjelaskan tentang suatu peristiwa secara detail atau kronologis.

Baca Juga : Konjungsi Kausalitas

Ciri – Ciri Konjungsi Temporal

  • Berfungsi untuk menegaskan suatu objektif dalam kalimat, pada kalimat tersebut bisa memiliki sebuah makna yang lengkap, koheren dan mudah dimengerti.
  • Dalam konjungsi temporal ditempatkan pada bagian awal atau di tengah kalimat.
  • Dapat berguna untuk tautan antara klausa dan kalimat induk.
  • Adanya suatu hubungan yang berkaitan dengan waktu.

Fungsi Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal berfungsi untuk menggambarkan suatu kondisi, keadaan, situasi atau peristiwa secara detail atau kronologis. Dalam hal ini berguna untuk membuat kalimat tersebut mudah dipahami dan dimengerti arti dari kalimat – kalimat tersebut.

Macam – Macam Konjungsi Temporal

Konjungsi temporal memiliki 2 macam, yaitu sederajat dan tidak sederajat. Berikut penjelasan dan contoh konjungsi temporal sederajat dan tidak sederajat :

1. Konjungsi Temporal Sederajat

Konjungsi temporal sederajat merupakan kata hubung dalam waktu sederajat, kata sambung yang memiliki sifat derajat yang sama. Biasanya kata hubung ini menggunakan kalimat majemuk yang bersifat setara dan tidak boleh ditempatkan pada bagian awal kalimat atau akhir kalimat, karena kalimat ini harus berada di bagian tengah kalimat.

Contoh Konjungsi Temporal Sederajat :

  • Sebelumnya : Andi berangkat ke sekolah menggunakan kereta, sebelumnya Adit berpamitan dulu kepada kedua orang tuanya.
  • Sesudahnya : Yanto menggunakan alat jahit untuk menjahit jas hujan, sesudahnya jas hujan tersebut gagal total dan rusak.
  • Selanjutnya : Sholeh menaiki gunung yang lumayan tinggi, selanjutnya Sholeh merasa capek dan turun karena tidak kuat.
  • Setelahnya : Faisal memegang hp baru dan ia pamer kepada teman – temanya, setelahnya salah satu teman tersebut tidak terima dan membuang hp tersebut.
  • Kemudian : Suatu hari ada seorang anak yang menaiki sepeda, kemudian tanpa kasat mata ia melaju secepat kilat layaknya pembalap F1
  • Lalu : Saya berjalan kaki dengan riang sambil bernyanyi, lalu saya tersandung polisi tidur dan saya nangis sambil memarahi polisi tersebut.

Baca Juga : Konjungsi Kronologis

2. Konjungsi Temporal Tidak Sederajat

Konjungsi temporal tidak sederajat merupakan kata sambung yang menghubungkan beberapa kalimat bertingkat atau tidak sederajat dan kata hubung ini bisa digunakan untuk kalimat majemuk. Pada penempatan konjungsi ini terletak di awal kalimat, tengah kalimat dan di akhir kalimat.

Contoh Konjungsi Temporal Tidak Sederajat :

  • Sebagainya : Saya bingung memilih sebuah baju, karena baju tersebut sangat indah untuk dikenakan. Beragam jenis baju tersebut seperti gamis, kaos dan sebagainya.
  • Sementara : Sementara itu Yanto menggiring bola sampai keluar lapangan, karena begitu gigih dan bersemangat.
  • Semenjak : Semenjak itu saya sudah bersamanya lagi, karena rasa sakit yang saya dapat dari ia amat menyakitkan hati saya.
  • Sebelum : Baju tidur yang ia kenakan sudah usang dan bau sekali, sebelum itu ia memang bermain bersama sapi dan berpelukan layaknya sahabat terbaik.
  • Sejak : Teringat mantan membuat saya ingin bunuh diri dan sangat depresi, karena sejak ia menginggalkan hidup saya seperti hancur lebur bagaikan jatuh dari seribu lantai.

Baca Juga : Contoh Konjungsi Temporal

Nah kurang lebih itu penjelasan tentang Konjungsi Temporal. Semoga dapat memberikan manfaat bagi kalian dan jangan lupa mensupport Pintarnesia agar senantiasa memberikan info – info terupdate yang dapat membantu kalian, sekian dan terima kasih.

Hanif Pramono
Hanif Pramono
Mahasiswa S1 Teknik Informatika di Universitas Amikom Purwokerto, suka menulis berbagai hal menarik seperti bahasa, sastra dan matematika.

Artikel Terkait

Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif
Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Kalimat Ajakan
Contoh Kalimat Ajakan
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Kata Kerja Transitif & Intransitif
Kata Kerja Transitif & Intransitif
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Kalimat Persuasif
Contoh Kalimat Persuasif
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Contoh Kata Baku dan Tidak Baku
Oleh Hasif Priyambudi
Teks Eksplanasi
Teks Eksplanasi
Oleh Hasif Priyambudi

Baca Lainya Tastynesia:
  1. Rujak Buah
  2. Jus Jeruk
  3. Kue Balok
  4. Kue Lumpur
  5. Kue Pancong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *