√ 8+ Kumpulan Lagu Daerah Jawa Tengah: Arti dan Makna

8+ Kumpulan Lagu Daerah Jawa Tengah: Arti, Makna dan Penjelasan

8+ Kumpulan Lagu Daerah Jawa Tengah: Arti, Makna dan Penjelasan

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari baraneka ragam suku bangsa yang terbentang luas dari Timur (Merauke di Provinsi Papua) sampai Barat (Sabang di Provinsi Aceh) dimana hal itu membuat bangsa Indonesia kaya akan budayanya mulai dari adat istiadat, bahasa, kesenian, sampai dengan lagu khas daerah.

Untuk itu, disini Pintarnesia akan membahas satu dari sekian banyak budaya Indonesia, yaitu lagu khas dari daerah padat penduduk yaitu Pulau Jawa. Pulau Jawa terbagi menjadi 3 yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kali ini akan saya paparkan tentang lagu-lagu khas daerah Jawa Tengah yang tampaknya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Dapatkah kalian menyebutkan salah satu contoh lagu khas daerah Jawa Tengah?. Di jaman sekarang, pemuda-pemudi Indonesia hampir melupakan keberadaan lagu khas tersebut dan memilih trend lagu-lagu hits modern untuk mereka nikmati. Tak jarang banyak yang kurang mengetahui lagu daerahnya sendiri sehingga menjadikannya hampir mengalami kepunahan.

Karenanya, berikut ini adalah penjelasan dari lagu-lagu daerah Jawa Tengah yang sudah selayaknya dilestarikan oleh anak bangsa Indonesia.

 

Lagu Daerah Jawa Tengah

Jawa Tengah terkenal akan tutur katanya yang halus meskipun adapula beberapa daerah yang tutur katanya sedikit kasar, atau biasa disebut ngapak. Namun masyarakat Jawa Tengah masih berpacu pada norma kesopanan dimana mereka akan menggunakan bahasa krama yang santun kepada orang-orang yang harus disegani, contohnya kepada orang yang lebih tua.

Tutur kata yang halus tersebut dapat dilihat dari lagu-lagu daerah yang diciptakan. Yang mana lagu-lagu tersebut memiliki alunan musik serta tempo yang lembut namun ada beberapa yang menggairahkan semangat.

Lagu daerah tidak hanya memiliki nada yang khas, melainkan juga lirik yang sesuai dengan bahasa daerah setempat juga makna yang mendalam pada setiap bait katanya.

Dan ketika kita menyanyikan lagu daerah, kita hendaknya tahu arti yang terkandung didalamnya agar dapat meresapi nilai-nilai atau pesan yang ingin disampaikan oleh si pencipta lagu. Karena sesungguhnya lagu daerah bukan lagu yang sembarangan diciptakan, melainkan memiliki filosofi penting dan tujuan tersendiri untuk masyarakatnya. Berikut beberapa contoh lagu yang berasal dari daerah Jawa Tengah.

 

1. Lagu Gambang Suling

Lagu Gambang Suling merupakan lagu yang sangat popular di kalangan anak-anak. Lagu ini seringkali dinyanyikan sebagai media permainan karena pelafalannya yang ringan dan mudah dihapal. Lagu ini menggambarkan tentang begitu syahdunya suara suling yang mengalun disertai suara kendang yang menggugah semangat.

 

Adapun lirik dari lagu gambang suling ciptaan Ki Narto Sabdo sebagai berikut :

Gambang suling ngumandang swarane..

Tulat-tulit kepenak unine..

u.. ..nine mung nrennyuh akhe..

Bhareng lan kentrung ketipung suling..

Shigrak kendhangane..

 

Arti Lagu :

Bunyi suling berkumandang swaranya..

Tulat-tulit enak bunyinya..

Bunyinya mengharukan..

Bersama kentrung ketipung suling (alat musik tradisional)….

Bunyi suara musik kendangnya mantab (enak didengar)..

 

Makna lagu :

Lagu ini memiliki makna sebagai suatu bentuk kekaguman pada alat musik suling yang mengalun merdu. Sehingga sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda melestarikan alat music tradisional ini sebagai warisan budaya bangsa yang berharga.

 

 

2. Lagu Gek Kepriye

Lagu ini menceritakan tentang anak miskin yang selalu diejek oleh teman-temannya. Makna yang terkandung dalam lagu ini ialah bagaimana cara kita memerlakukan orang lain tanpa harus memandang dari sisi materi. Mau kaya atau miskin, sudah sepatutnya kita bersikap baik kepada orang lain dan tidak menjadikan kekurangan yang ada dalam diri orang lain itu sebagai bahan hinaan.

Sementara bait berikutnya memiliki makna tentang seseorang yang bercita-cita untuk hidup lebih mulia dengan menjunjung derajat Bangsa Indonesia setinggi-tingginya meskipun seseorang itu tidak tahu bagaimana caranya.

Lirik lagu gek kepiye :

Duh kaya ngene rasane..

Anake wong ora duwe…

Ngalor ngidul tansah diece..

Karo kanhca kanhcane..

Piye piye piye piye ya ben rasakno..

Piye piye piye piye rasakna dewe..

Piye piye piye piye ya ben rasakno..

Piye piye piye piye rasakna dewe..

Besuk kapan aku biso..

Urip kang luwih mulyo..

Melu nyunjung drajating. bangso..

Indonesia kang mulyo….

Piye piye piye piye mbuh ra weruh…

Piye piye piye piye mbuh ra ngerti..

Piye piye piye piye mbuh ra weruh..

Piye piye piye piye mbuh ra ngerti..

 

Arti Lagu Gek Kepriye :

Seperti inilah rasanya..

Nasib anaknya orang yang nggak punya..

Jalan kemana-mana selalu diejek oleh teman-teman..

Gimana gimana gimana gimana ya udah dinikmati aja..

Gimana gimana gimana gimana nikmatin sendiri..

Gimana gimana gimana gimana ya udah dinikmati aja..

Gimana gimana gimana gimana nikmatin sendiri..

Hidup yang lebih mulia ikut andil untuk meninggikan nama bangsa..

Hidup bangsa Indonesia yang mulia..

Gimana gimana gimana gimana caranya entah nggak tau

Gimana gimana gimana gimana caranya entah nggak tau

 

Makna lagu Gek Kepriye :

Lagu ni menceritakan bahwa siapapun dan dari golongan manapun yang mau berusaha dan memiliki keyakinan suatu saat akan menjadi orang berpengaruh di dunia. Dari lagu ini kita harus melewati masa kecil yang sangat kekurangan, diejek, dikucilkan dan tindak bullying atau tidak boleh dihina dan lainnya.

 

3. Lagu Gundul Pacul

Lagu Gundhul Pacul merupakan lagu yang paling popular di kalangan masyarakat Jawa maupun non-Jawa.

Lagu hits ini diciptakan oleh R.C. Hardjosubroto, namun ada perbedaan pendapat dari para pakar sejarah yang mengatakan jika lagu ini dikarang oleh Sunan Kalijaga sebagai salah satu media dakwah pada masa penyebaran agama Islam di Indonesia.

 

Lirik Lagu Gundul Pacul :

Gundul gundul pacul cul gembelengan

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

 

Arti lagu :

Gundul gundul cangkul, tidak hati-hati

Membawa cangkul (di atas kepala), tidak hati-hati

Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman

Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman

 

Makna yang bisa dipetik dari Lagu Gundul Pacul :

Gundul gundul pacul cul gembelengan, makna kalimat ini adalah pemimpin sebenarnya bukan orang yang diberi mahkota, tetapi membawa cangkul untuk mencangkul (mengupayakan kesejahteraan rakyatnya) namun malah gembelengan (menjadi congkak atau tinggi hati).

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan, makna kalimat ini adalah akibat dari sikap congkak atau tinggi hati pemimpin, amanah rakyat jadi terjatuh (tidak berjalan dengan baik)

Wakul ngglimpang segane dadi sak rattan, makna kalimat ini adalah kegagalan sang pemimpin dalam mewujud kesejahteraan rakyatnya (sia-sia atau tidak bermanfaat)

 

 

4. Lagu Lir-Ilir

Sama halnya dengan lagu Gundul Pacul, Lir-Ilir tak kalah popular dan digunakan sebagai media dakwah oleh Sunan Kalijaga dalam upaya mengenalkan agama Islam melalui akulturasi budaya-budaya setempat masyarakat jaman dahulu.

Irama serta cengkok yang dihadirkan pada lagu ini mampu menimbulkan kesan syahdu bagi yang siapapun yang mendengarnya. Tak heran jika begitu banyak orang yang menyukai lagu ciptaan Sunan kalijaga yang satu ini.

 

Lirik lagu :

Lir-ilir, lir-ilir

tandure wis sumilir

Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar

Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir

Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane

Yo surako… surak hiyo…

 

Arti Lagu Lir-ilir :

Bangunlah, bangunlah

Tanaman sudah mulai bersemi

Dan sudah mulai menghijau bagaikan pengantin baru

Anak pengembala, anak pengembala panjatlah(pohon) belimbing itu

Walau pun licin dan susah tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaianmu

Pakaianmu, pakaianmu tersobek-sobek dibagian samping

Jahitlah, dan benahilah untuk menghadap nanti sore

Mumpung bulan masih bersinar terang,  mumpung banyak waktu luang

Ayo bersoraklah dengan sorakan iya

 

Makna Lagu Daerah Jawa Tengah Lir Ilir :

Sebagai manusia, khususnya umat muslim, kita diharuskan untuk selalu bangkit dari keterpurukan sehingga terhindar dari segala rasa malas untuk melanjutkan hidup dengan lebih baik.

Rasa malas itu sendiri dapat dicegah apabila kita mempererat keimanan dan memercayai jika tidak ada hasil yang mengkhianati usaha selama kita terus bertawakal dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Digambarkan dalam lirik lagu tersebut seperti tanaman yang mulai bersemi dan menghijau.

Ketika kita bisa mengusir rasa malas dan menggiatkan diri untuk berusaha, maka Allah akan memudahkan jalan kita untuk menggapai apa yang ingin kita capai. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Namun jika kita terpaku pada rasa malas tanpa mau bangun untuk bangkit, maka apa yang akan kita dapat? Kita ibarat hidup bagai tanaman yang layu, tidak berbunga apalagi menghasilkan buah.

Adapula kalimat perihal anak gembala yang memanjat pohon belimbing dimana buah itu memiliki lima gerigi, yang berarti Allah memerintahkan kita untuk menggembalakan hati agar senantiasa terjaga dari segala hal-hal buruk. Yaitu dengan mengimani lima rukun islam, tanpa peduli apapun halangannya.

Karena memanjat pohon belimbing membutuhkan usaha keras, mengimani sekaligus mengamalkan rukun islam pun dibutuhkan usaha keras disaat banyak godaan-godaan dunia hadir menggoyahkan iman.

Amalan-amalan tersebut kedepannya akan menjadi pembasuh pakaian. Karena sejatinya kita bagai pakaian yang seringkali kotor, penuh noda, serta butuh dibasuh agar kembali bersih dan kembali suci.

Tentu adakalanya kita lalai atau bahkan lupa. Iman terkadang naik dan turun. Namun dengan terus berusaha beramal baik, maka hati insyaAllah akan terbebas dari yang namanya dosa.

 

 

5. Lagu Daerah Jawa Tengah Jamuran

Lagu Jamuran merupakan lagu yang termasuk ke dalam tembang dolanan ciptaan Ki Hadi Sukatno. Lagu ini seringkali dinyanyikan oleh anak-anak sembari memainkan permainan yang biasanya dilakukan di tanah lapang.

Jaman sekarang jarang sekali ditemui anak-anak yang masih memainkan jamuran akibat adanya kemajuan teknologi seperti gadget. Bagi yang belum tahu apa itu permainan jamuran, berikut ini pemaparan singkatnya.

Jamuran adalah permainan yang dimainkan oleh 4-12 anak yang umumnya pada sore atau malam hari ketika padhang bulan (bulan bersinar terang). Tidak ada aturan khusus terkait gender karena permainan ini bisa dimainkan baik oleh laki-laki, perempuan, maupun campuran. Permainan ini tidak membutuhkan alat macam-macam, hanya membutuhkan lahan atau lapangan yang luas.

 

Lirik Lagu Jamuran :

Jamuran ya gégé thok

Jamur apa ya gégé thok

Jamur gajih mbejijih sa ara-ara

Sira mbadhé jamur apa

Arti Lagu Jamuran :

berjamur hanya Gege

Jamur apa hanya Gege

jamur beras Mbejijih di lapangan

Kamu mau Jamur apa

 

Makna lagu Jamuran :

Jamuran diambil dari kata Jamur, dimana hal itu diamsusikan sebagai manusia. Jamur dapat berfungsi sebagai gulma (pengganggu) atau justru sebagai bahan pokok sayuran dan obat-obatan yang bermanfaat. Sama dengan manusia yang memposisikan dirinya dalam pergaulan sosial, dimana ia akan menjadi seseorang yang mengganggu kehidupan pihak lain atau justru menjadi seseorang yang bermanfaat dalam kehidupan pihak lain.

Jamur seperti manusia, ia tumbuh di tempat yang lembab dan kotor kecuali jika dibudayakan. Sementara manusia akan tumbuh dengan baik tidaknya tergantung lingkungan seperti apa yang melingkupinya. Mau bagaimanapun tempat kita hidup, kita sebagai manusia harus bersyukur akan ketetapan Tuhan dan berusaha semaksimal mungkin untuk bermanfaat di kehidupan orang lain dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebab jamur saja bisa mati, begitupula manusia, sehingga kita harus banyak-banyak mawas diri.

Bermain jamuran memiliki efek yang bagus untuk anak-anak karena permainan ini secara tidak langsung mengajarkan kecerdasan berpikir cepat dan bertindak cekatan jika tidak ingin kalah. Sedangkan lagu jamuran sendiri memberi dorongan semangat ketika bermain sehingga anak-anak memiliki tekad kuat untuk memenangkan permainan.

 

6. Lagu Jangkrik Genggong

Lagu Jangkrik Genggong adalah lagu ciptaan Andjar Any. Lagu ini dinyanyikan oleh Waldjinah dan diproduksi oleh Pusaka Records.

Lirik lagu :

Kendal kaline wungu

Ajar kenal karo aku

Lelene mati digepuk

Gepuk nganggo walesane

Suwe ora petuk

ati sido remuk

Kepetuk mung suwarane

E..ya..e..ya..e..

E..ya..e..yae yae yae

Jangkrik genggong

Jangkrik genggong

Luwih becik omomg kosong

Semarang kaline banjir

Jo semelang rak dipikir

Jangkrik upo sobo ning tonggo

Melumpat ning tengah jogan

Wis watake prio

Jare ngaku setyo

Tekan ndalan selewengan

E..ya..e..ya..e..

E..ya..e..yae yae yae

Jangkrik genggong

Jangkrik genggong

Wani nglirik sepi uwong

Yen ngetan bali ngulon

Tiwas edan ora kelakon

Yen ngrujak rujako nanas

Ojo ditambahi kweni

Kene tiwas nggagas

Awak adem panas

Jebul ono sing nduweni

E..ya..e..ya..e..

E..ya..e..yae yae yae

Jangkrik genggong

Jangkrik genggong

Sampun cekap mongso borong

 

Makna lagu:

Menggambarkan tentang dua insan menusia yang saling mengenal, jatuh cinta, lalu belajar cara menyikapi hati yang sedang dijerat rindu.

 

7. Lagu Daerah Jawa Tengah Jaranan

Lagu ini diciptakan oleh Ki Hadi Sukatno. Biasanya ditampilkan dalam acara-acara tertentu seperti upacara adat, tari-tarian atau festival masyarakat. Dalam menyanyikannya pun menggunakan properti semacam kuda-kudaan untuk ditunggangi.

Lirik lagu:

Jaranan, jaranan jarane jaran tejhi.

Sing numpak Mas Ngabèhi, sing ngiring para abdi.

Jrhek jrhek nong, jrhek jrhek gung  jrhek jrhek turut lurung.

Gedebuk krincing gedebuk krincing phrok-phrok gedebuk jedhèr.

 

Jaranan, jaranan jarane jaran kepang.

Sing nunggang klambi abang, mlakune ndut ndutan

Jrhek jrhek nong, jrhek jrhek gung  jrhek jrhek turut lurung.

Gedebuk krincing gedebuk krin cing phrok-phrok gedebuk jedhèr.

Jaranan, jaranan jarane kore.

Ora ono kendaline, jarane mlayu dhewe.

Jrhek jrhek nong, jrhek jrhek gung  jrhek jrhek turut lurung.

Gedebuk krincing gedebuk krincing phrok-phrok gedebuk jedhèr.

 

Arti lagu jaranan :

Kuda-kudaan Kuda-kudaan

Kudanya kuda teji

Yang naikin ndoro Bei

Yang diikuti para abdi

Jrhek jrhek nong … jrhek jrhek gung

Kudanya dimasukkan ke jalan-jalan

Gedhebuk krinching … Gedhebuk krinching

Gedhebuk krinching … Prhok prhok

Gedhebuk jedher

Kuda-kudaan … Kuda-kudaan

Kudanya kuda kepang

Yang naik baju merah

Jalannya angguk-anggukan

Jrhek jrhek nong … jrhek jrhek gung

Kudanya dimasukkan di jalan-jalan

Gedhebuk krinching … Gedhebuk krinching

Gedhebuk krinching … Prhok prhok

Gedhebuk jedher

Kuda-kudaan … Kuda-kudaan

Kudanya kuda kore

Tidak ada kendalinya

Kudanya lari sendiri

Jrhek jrhek nong … jrhek jrhek gung

Kudanya dimasukkan di jalan-jalan

Gedhebuk krinching … Gedhebuk krinching

Gedhebuk krinching … Prhok prhok

Gedhebuk jedher

 

Makna lagu :

Lagu ini memiliki makna bahwa seorang anak harus menghormati orang yang lebih tua, harus tunduk dan patuh pada perintah selama itu untuk kebaikan. Jangan seperti kuda yang dibiarkan lepas lalu hilang kendali, anak harus hidup berdasarkan aturan agar jalan hidupnya benar dan terarah.

Baju abang (merah) seperti yang tertera pada lirik menggambarkan tentang keberanian seseorang dalam menempuh hidup agar tidak tersesat, tidak terjatuh pada hal-hal yang menyebabkan hidupnya hancur dan berantakan.

 

8. Lagu Daerah Jawa Tengah Jenang Gulo

Lagu ini merupakan salah satu karya Andjar Any. Dipopulerkan oleh Didi Kempot.

Lirik lagu :

Jenang gulo, kowe ojo lali marang aku iki yo kangmas

Nalikane nandang susah sopho sing ngancani,

Dhek semono aku tetep setyo serta tetep tresno yo kang mas.

Durung nate gawe ghelo lan gawe kuciwo

Ning saiki bareng mukti kowe kok njur malah lali marang aku

Sithik-sithik mesti nesu terus ngajak padu

Jo ngono… jo ngono…

Opo kowe pancen ra kelingan jamane dek biyan yo kang mas

Kowe janji bungah susah padha dilakoni

 

Makna lagu :

Makna yang terkandung dalam lagu ini menceritakan seputar pasangan hidup.

Orang yang mencintai dengan tulus akan selalu mendampingi pasangannya dalam keadaan dan situasi apapun, bukan hanya disaat suka saja, melainkan ketika duka menghampiri sebagai ujian hidup. Pasangan selayaknya saling mendukung satu sama lain dan saling menguatkan, bukan malah pergi dan saling meninggalkan.

Maka bagi kita yang sudah memiliki pasangan, sudah selayaknya saling menjaga perasaan satu sama lain, tidak bermain-main atau bahkan sampai mengkhianati.

 

Demikian yang dapat kami bahas tentang Lagu Daerah Jawa Tengah. Semoga kita dapat mengambil nilai-nilai positif serta memahami makna yang terkandung pada setiap lagunya dengan bijaksana. Mohon maaf jika terdapat salah kata, tulisan, atau penjelasan.



100+ Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif: Lengkap

100+ Contoh Kalimat Efektif & Tidak Efektif: Lengkap

Indonesia adalah negara kepulauan yang terdiri dari baraneka ragam suku bangsa yang terbentang luas dari Timur (Merauke di Provinsi Papua) sampai Barat (Sabang di Provinsi Aceh) dimana hal itu membuat bangsa Indonesia kaya akan budayanya mulai dari adat istiadat, bahasa, kesenian, sampai dengan lagu khas daerah.

Untuk itu, disini Pintarnesia akan membahas satu dari sekian banyak budaya Indonesia, yaitu lagu khas dari daerah padat penduduk yaitu Pulau Jawa. Pulau Jawa terbagi menjadi 3 yaitu Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Kali ini akan saya paparkan tentang lagu-lagu khas daerah Jawa Tengah yang tampaknya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat.

Dapatkah kalian menyebutkan salah satu contoh lagu khas daerah Jawa Tengah?. Di jaman sekarang, pemuda-pemudi Indonesia hampir melupakan keberadaan lagu khas tersebut dan memilih trend lagu-lagu hits modern untuk mereka nikmati. Tak jarang banyak yang kurang mengetahui lagu daerahnya sendiri sehingga menjadikannya hampir mengalami kepunahan.

Karenanya, berikut ini adalah penjelasan dari lagu-lagu daerah Jawa Tengah yang sudah selayaknya dilestarikan oleh anak bangsa Indonesia.

 

Lagu Daerah Jawa Tengah

Jawa Tengah terkenal akan tutur katanya yang halus meskipun adapula beberapa daerah yang tutur katanya sedikit kasar, atau biasa disebut ngapak. Namun masyarakat Jawa Tengah masih berpacu pada norma kesopanan dimana mereka akan menggunakan bahasa krama yang santun kepada orang-orang yang harus disegani, contohnya kepada orang yang lebih tua.

Tutur kata yang halus tersebut dapat dilihat dari lagu-lagu daerah yang diciptakan. Yang mana lagu-lagu tersebut memiliki alunan musik serta tempo yang lembut namun ada beberapa yang menggairahkan semangat.

Lagu daerah tidak hanya memiliki nada yang khas, melainkan juga lirik yang sesuai dengan bahasa daerah setempat juga makna yang mendalam pada setiap bait katanya.

Dan ketika kita menyanyikan lagu daerah, kita hendaknya tahu arti yang terkandung didalamnya agar dapat meresapi nilai-nilai atau pesan yang ingin disampaikan oleh si pencipta lagu. Karena sesungguhnya lagu daerah bukan lagu yang sembarangan diciptakan, melainkan memiliki filosofi penting dan tujuan tersendiri untuk masyarakatnya. Berikut beberapa contoh lagu yang berasal dari daerah Jawa Tengah.

 

1. Lagu Gambang Suling

Lagu Gambang Suling merupakan lagu yang sangat popular di kalangan anak-anak. Lagu ini seringkali dinyanyikan sebagai media permainan karena pelafalannya yang ringan dan mudah dihapal. Lagu ini menggambarkan tentang begitu syahdunya suara suling yang mengalun disertai suara kendang yang menggugah semangat.

 

Adapun lirik dari lagu gambang suling ciptaan Ki Narto Sabdo sebagai berikut :

Gambang suling ngumandang swarane..

Tulat-tulit kepenak unine..

u.. ..nine mung nrennyuh akhe..

Bhareng lan kentrung ketipung suling..

Shigrak kendhangane..

 

Arti Lagu :

Bunyi suling berkumandang swaranya..

Tulat-tulit enak bunyinya..

Bunyinya mengharukan..

Bersama kentrung ketipung suling (alat musik tradisional)….

Bunyi suara musik kendangnya mantab (enak didengar)..

 

Makna lagu :

Lagu ini memiliki makna sebagai suatu bentuk kekaguman pada alat musik suling yang mengalun merdu. Sehingga sudah sepantasnya kita sebagai generasi muda melestarikan alat music tradisional ini sebagai warisan budaya bangsa yang berharga.

 

 

2. Lagu Gek Kepriye

Lagu ini menceritakan tentang anak miskin yang selalu diejek oleh teman-temannya. Makna yang terkandung dalam lagu ini ialah bagaimana cara kita memerlakukan orang lain tanpa harus memandang dari sisi materi. Mau kaya atau miskin, sudah sepatutnya kita bersikap baik kepada orang lain dan tidak menjadikan kekurangan yang ada dalam diri orang lain itu sebagai bahan hinaan.

Sementara bait berikutnya memiliki makna tentang seseorang yang bercita-cita untuk hidup lebih mulia dengan menjunjung derajat Bangsa Indonesia setinggi-tingginya meskipun seseorang itu tidak tahu bagaimana caranya.

Lirik lagu gek kepiye :

Duh kaya ngene rasane..

Anake wong ora duwe…

Ngalor ngidul tansah diece..

Karo kanhca kanhcane..

Piye piye piye piye ya ben rasakno..

Piye piye piye piye rasakna dewe..

Piye piye piye piye ya ben rasakno..

Piye piye piye piye rasakna dewe..

Besuk kapan aku biso..

Urip kang luwih mulyo..

Melu nyunjung drajating. bangso..

Indonesia kang mulyo….

Piye piye piye piye mbuh ra weruh…

Piye piye piye piye mbuh ra ngerti..

Piye piye piye piye mbuh ra weruh..

Piye piye piye piye mbuh ra ngerti..

 

Arti Lagu Gek Kepriye :

Seperti inilah rasanya..

Nasib anaknya orang yang nggak punya..

Jalan kemana-mana selalu diejek oleh teman-teman..

Gimana gimana gimana gimana ya udah dinikmati aja..

Gimana gimana gimana gimana nikmatin sendiri..

Gimana gimana gimana gimana ya udah dinikmati aja..

Gimana gimana gimana gimana nikmatin sendiri..

Hidup yang lebih mulia ikut andil untuk meninggikan nama bangsa..

Hidup bangsa Indonesia yang mulia..

Gimana gimana gimana gimana caranya entah nggak tau

Gimana gimana gimana gimana caranya entah nggak tau

 

Makna lagu Gek Kepriye :

Lagu ni menceritakan bahwa siapapun dan dari golongan manapun yang mau berusaha dan memiliki keyakinan suatu saat akan menjadi orang berpengaruh di dunia. Dari lagu ini kita harus melewati masa kecil yang sangat kekurangan, diejek, dikucilkan dan tindak bullying atau tidak boleh dihina dan lainnya.

 

3. Lagu Gundul Pacul

Lagu Gundhul Pacul merupakan lagu yang paling popular di kalangan masyarakat Jawa maupun non-Jawa.

Lagu hits ini diciptakan oleh R.C. Hardjosubroto, namun ada perbedaan pendapat dari para pakar sejarah yang mengatakan jika lagu ini dikarang oleh Sunan Kalijaga sebagai salah satu media dakwah pada masa penyebaran agama Islam di Indonesia.

 

Lirik Lagu Gundul Pacul :

Gundul gundul pacul cul gembelengan

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

Wakul ngglimpang segane dadi sak ratan

 

Arti lagu :

Gundul gundul cangkul, tidak hati-hati

Membawa cangkul (di atas kepala), tidak hati-hati

Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman

Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman

 

Makna yang bisa dipetik dari Lagu Gundul Pacul :

Gundul gundul pacul cul gembelengan, makna kalimat ini adalah pemimpin sebenarnya bukan orang yang diberi mahkota, tetapi membawa cangkul untuk mencangkul (mengupayakan kesejahteraan rakyatnya) namun malah gembelengan (menjadi congkak atau tinggi hati).

Nyunggi nyunggi wakul kul gembelengan, makna kalimat ini adalah akibat dari sikap congkak atau tinggi hati pemimpin, amanah rakyat jadi terjatuh (tidak berjalan dengan baik)

Wakul ngglimpang segane dadi sak rattan, makna kalimat ini adalah kegagalan sang pemimpin dalam mewujud kesejahteraan rakyatnya (sia-sia atau tidak bermanfaat)

 

 

4. Lagu Lir-Ilir

Sama halnya dengan lagu Gundul Pacul, Lir-Ilir tak kalah popular dan digunakan sebagai media dakwah oleh Sunan Kalijaga dalam upaya mengenalkan agama Islam melalui akulturasi budaya-budaya setempat masyarakat jaman dahulu.

Irama serta cengkok yang dihadirkan pada lagu ini mampu menimbulkan kesan syahdu bagi yang siapapun yang mendengarnya. Tak heran jika begitu banyak orang yang menyukai lagu ciptaan Sunan kalijaga yang satu ini.

 

Lirik lagu :

Lir-ilir, lir-ilir

tandure wis sumilir

Tak ijo royo-royo tak senggo temanten anyar

Cah angon-cah angon penekno blimbing kuwi

Lunyu-lunyu yo penekno kanggo mbasuh dodotiro

Dodotiro-dodotiro kumitir bedhah ing pinggir

Dondomono jlumatono kanggo sebo mengko sore

Mumpung padhang rembulane mumpung jembar kalangane

Yo surako… surak hiyo…

 

Arti Lagu Lir-ilir :

Bangunlah, bangunlah

Tanaman sudah mulai bersemi

Dan sudah mulai menghijau bagaikan pengantin baru

Anak pengembala, anak pengembala panjatlah(pohon) belimbing itu

Walau pun licin dan susah tetaplah kau panjat untuk membasuh pakaianmu

Pakaianmu, pakaianmu tersobek-sobek dibagian samping

Jahitlah, dan benahilah untuk menghadap nanti sore

Mumpung bulan masih bersinar terang,  mumpung banyak waktu luang

Ayo bersoraklah dengan sorakan iya

 

Makna Lagu Daerah Jawa Tengah Lir Ilir :

Sebagai manusia, khususnya umat muslim, kita diharuskan untuk selalu bangkit dari keterpurukan sehingga terhindar dari segala rasa malas untuk melanjutkan hidup dengan lebih baik.

Rasa malas itu sendiri dapat dicegah apabila kita mempererat keimanan dan memercayai jika tidak ada hasil yang mengkhianati usaha selama kita terus bertawakal dan menyerahkan diri kepada Allah SWT.

Digambarkan dalam lirik lagu tersebut seperti tanaman yang mulai bersemi dan menghijau.

Ketika kita bisa mengusir rasa malas dan menggiatkan diri untuk berusaha, maka Allah akan memudahkan jalan kita untuk menggapai apa yang ingin kita capai. Tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya. Namun jika kita terpaku pada rasa malas tanpa mau bangun untuk bangkit, maka apa yang akan kita dapat? Kita ibarat hidup bagai tanaman yang layu, tidak berbunga apalagi menghasilkan buah.

Adapula kalimat perihal anak gembala yang memanjat pohon belimbing dimana buah itu memiliki lima gerigi, yang berarti Allah memerintahkan kita untuk menggembalakan hati agar senantiasa terjaga dari segala hal-hal buruk. Yaitu dengan mengimani lima rukun islam, tanpa peduli apapun halangannya.

Karena memanjat pohon belimbing membutuhkan usaha keras, mengimani sekaligus mengamalkan rukun islam pun dibutuhkan usaha keras disaat banyak godaan-godaan dunia hadir menggoyahkan iman.

Amalan-amalan tersebut kedepannya akan menjadi pembasuh pakaian. Karena sejatinya kita bagai pakaian yang seringkali kotor, penuh noda, serta butuh dibasuh agar kembali bersih dan kembali suci.

Tentu adakalanya kita lalai atau bahkan lupa. Iman terkadang naik dan turun. Namun dengan terus berusaha beramal baik, maka hati insyaAllah akan terbebas dari yang namanya dosa.

 

 

5. Lagu Daerah Jawa Tengah Jamuran

Lagu Jamuran merupakan lagu yang termasuk ke dalam tembang dolanan ciptaan Ki Hadi Sukatno. Lagu ini seringkali dinyanyikan oleh anak-anak sembari memainkan permainan yang biasanya dilakukan di tanah lapang.

Jaman sekarang jarang sekali ditemui anak-anak yang masih memainkan jamuran akibat adanya kemajuan teknologi seperti gadget. Bagi yang belum tahu apa itu permainan jamuran, berikut ini pemaparan singkatnya.

Jamuran adalah permainan yang dimainkan oleh 4-12 anak yang umumnya pada sore atau malam hari ketika padhang bulan (bulan bersinar terang). Tidak ada aturan khusus terkait gender karena permainan ini bisa dimainkan baik oleh laki-laki, perempuan, maupun campuran. Permainan ini tidak membutuhkan alat macam-macam, hanya membutuhkan lahan atau lapangan yang luas.

 

Lirik Lagu Jamuran :

Jamuran ya gégé thok

Jamur apa ya gégé thok

Jamur gajih mbejijih sa ara-ara

Sira mbadhé jamur apa

Arti Lagu Jamuran :

berjamur hanya Gege

Jamur apa hanya Gege

jamur beras Mbejijih di lapangan

Kamu mau Jamur apa

 

Makna lagu Jamuran :

Jamuran diambil dari kata Jamur, dimana hal itu diamsusikan sebagai manusia. Jamur dapat berfungsi sebagai gulma (pengganggu) atau justru sebagai bahan pokok sayuran dan obat-obatan yang bermanfaat. Sama dengan manusia yang memposisikan dirinya dalam pergaulan sosial, dimana ia akan menjadi seseorang yang mengganggu kehidupan pihak lain atau justru menjadi seseorang yang bermanfaat dalam kehidupan pihak lain.

Jamur seperti manusia, ia tumbuh di tempat yang lembab dan kotor kecuali jika dibudayakan. Sementara manusia akan tumbuh dengan baik tidaknya tergantung lingkungan seperti apa yang melingkupinya. Mau bagaimanapun tempat kita hidup, kita sebagai manusia harus bersyukur akan ketetapan Tuhan dan berusaha semaksimal mungkin untuk bermanfaat di kehidupan orang lain dimanapun dan kapanpun kita berada. Sebab jamur saja bisa mati, begitupula manusia, sehingga kita harus banyak-banyak mawas diri.

Bermain jamuran memiliki efek yang bagus untuk anak-anak karena permainan ini secara tidak langsung mengajarkan kecerdasan berpikir cepat dan bertindak cekatan jika tidak ingin kalah. Sedangkan lagu jamuran sendiri memberi dorongan semangat ketika bermain sehingga anak-anak memiliki tekad kuat untuk memenangkan permainan.

 

6. Lagu Jangkrik Genggong

Lagu Jangkrik Genggong adalah lagu ciptaan Andjar Any. Lagu ini dinyanyikan oleh Waldjinah dan diproduksi oleh Pusaka Records.

Lirik lagu :

Kendal kaline wungu

Ajar kenal karo aku

Lelene mati digepuk

Gepuk nganggo walesane

Suwe ora petuk

ati sido remuk

Kepetuk mung suwarane

E..ya..e..ya..e..

E..ya..e..yae yae yae

Jangkrik genggong

Jangkrik genggong

Luwih becik omomg kosong

Semarang kaline banjir

Jo semelang rak dipikir

Jangkrik upo sobo ning tonggo

Melumpat ning tengah jogan

Wis watake prio

Jare ngaku setyo

Tekan ndalan selewengan

E..ya..e..ya..e..

E..ya..e..yae yae yae

Jangkrik genggong

Jangkrik genggong

Wani nglirik sepi uwong

Yen ngetan bali ngulon

Tiwas edan ora kelakon

Yen ngrujak rujako nanas

Ojo ditambahi kweni

Kene tiwas nggagas

Awak adem panas

Jebul ono sing nduweni

E..ya..e..ya..e..

E..ya..e..yae yae yae

Jangkrik genggong

Jangkrik genggong

Sampun cekap mongso borong

 

Makna lagu:

Menggambarkan tentang dua insan menusia yang saling mengenal, jatuh cinta, lalu belajar cara menyikapi hati yang sedang dijerat rindu.

 

7. Lagu Daerah Jawa Tengah Jaranan

Lagu ini diciptakan oleh Ki Hadi Sukatno. Biasanya ditampilkan dalam acara-acara tertentu seperti upacara adat, tari-tarian atau festival masyarakat. Dalam menyanyikannya pun menggunakan properti semacam kuda-kudaan untuk ditunggangi.

Lirik lagu:

Jaranan, jaranan jarane jaran tejhi.

Sing numpak Mas Ngabèhi, sing ngiring para abdi.

Jrhek jrhek nong, jrhek jrhek gung  jrhek jrhek turut lurung.

Gedebuk krincing gedebuk krincing phrok-phrok gedebuk jedhèr.

 

Jaranan, jaranan jarane jaran kepang.

Sing nunggang klambi abang, mlakune ndut ndutan

Jrhek jrhek nong, jrhek jrhek gung  jrhek jrhek turut lurung.

Gedebuk krincing gedebuk krin cing phrok-phrok gedebuk jedhèr.

Jaranan, jaranan jarane kore.

Ora ono kendaline, jarane mlayu dhewe.

Jrhek jrhek nong, jrhek jrhek gung  jrhek jrhek turut lurung.

Gedebuk krincing gedebuk krincing phrok-phrok gedebuk jedhèr.

 

Arti lagu jaranan :

Kuda-kudaan Kuda-kudaan

Kudanya kuda teji

Yang naikin ndoro Bei

Yang diikuti para abdi

Jrhek jrhek nong … jrhek jrhek gung

Kudanya dimasukkan ke jalan-jalan

Gedhebuk krinching … Gedhebuk krinching

Gedhebuk krinching … Prhok prhok

Gedhebuk jedher

Kuda-kudaan … Kuda-kudaan

Kudanya kuda kepang

Yang naik baju merah

Jalannya angguk-anggukan

Jrhek jrhek nong … jrhek jrhek gung

Kudanya dimasukkan di jalan-jalan

Gedhebuk krinching … Gedhebuk krinching

Gedhebuk krinching … Prhok prhok

Gedhebuk jedher

Kuda-kudaan … Kuda-kudaan

Kudanya kuda kore

Tidak ada kendalinya

Kudanya lari sendiri

Jrhek jrhek nong … jrhek jrhek gung

Kudanya dimasukkan di jalan-jalan

Gedhebuk krinching … Gedhebuk krinching

Gedhebuk krinching … Prhok prhok

Gedhebuk jedher

 

Makna lagu :

Lagu ini memiliki makna bahwa seorang anak harus menghormati orang yang lebih tua, harus tunduk dan patuh pada perintah selama itu untuk kebaikan. Jangan seperti kuda yang dibiarkan lepas lalu hilang kendali, anak harus hidup berdasarkan aturan agar jalan hidupnya benar dan terarah.

Baju abang (merah) seperti yang tertera pada lirik menggambarkan tentang keberanian seseorang dalam menempuh hidup agar tidak tersesat, tidak terjatuh pada hal-hal yang menyebabkan hidupnya hancur dan berantakan.

 

8. Lagu Daerah Jawa Tengah Jenang Gulo

Lagu ini merupakan salah satu karya Andjar Any. Dipopulerkan oleh Didi Kempot.

Lirik lagu :

Jenang gulo, kowe ojo lali marang aku iki yo kangmas

Nalikane nandang susah sopho sing ngancani,

Dhek semono aku tetep setyo serta tetep tresno yo kang mas.

Durung nate gawe ghelo lan gawe kuciwo

Ning saiki bareng mukti kowe kok njur malah lali marang aku

Sithik-sithik mesti nesu terus ngajak padu

Jo ngono… jo ngono…

Opo kowe pancen ra kelingan jamane dek biyan yo kang mas

Kowe janji bungah susah padha dilakoni

 

Makna lagu :

Makna yang terkandung dalam lagu ini menceritakan seputar pasangan hidup.

Orang yang mencintai dengan tulus akan selalu mendampingi pasangannya dalam keadaan dan situasi apapun, bukan hanya disaat suka saja, melainkan ketika duka menghampiri sebagai ujian hidup. Pasangan selayaknya saling mendukung satu sama lain dan saling menguatkan, bukan malah pergi dan saling meninggalkan.

Maka bagi kita yang sudah memiliki pasangan, sudah selayaknya saling menjaga perasaan satu sama lain, tidak bermain-main atau bahkan sampai mengkhianati.

 

Demikian yang dapat kami bahas tentang Lagu Daerah Jawa Tengah. Semoga kita dapat mengambil nilai-nilai positif serta memahami makna yang terkandung pada setiap lagunya dengan bijaksana. Mohon maaf jika terdapat salah kata, tulisan, atau penjelasan.