√ Letak Astronomis dan Geografis Asean: Pengaruh (Lengkap)

Letak Astronomis dan Geografis Asean: Pengaruh, Dampaknya

Letak Astronomis dan Geografis Asean: Pengaruh, Dampaknya

Perlu kalian ketahui bahwa Indonesia termasuk dalam benua Asia, lebih spesifiknya adalah Asia Tenggara atau Asean. Banyak pula negara yang berada di Aisa Tenggara. Kali ini, Pintarnesia akan mengulas tentang letak benua Asia.

Association of Southeast Asian Nations atau yang biasa disebut dengan ASEAN merupakan sebuah organisasi antar negara di kawasan Asia Tenggara. Menurut sejarahnya, organisasi ini dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di kota Bangkok, Thailand. Pada awalnya organisasi ini hanya beranggotakan negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand saja.

Asia Tenggara merupakan sebuah kawasan regional di Benua Asia yang luas wilayahnya mencapai 4.479.200,5 km2. Saat ini, anggota Asean berjumlah 11. Anggota yang bergabung yaitu negara Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Timor Leste dan Vietnam. Total jumlah populasi penduduk di negara – negara kawasan ASEAN yaitu sebanyak 656.773.258 jiwa (per 30 Agustus 2018).

 

Letak Geografis Asia Tenggara

Berikut penjelasan tentang letak geografis asean. Secara geografis, letak Asia Tenggara diapit oleh 2 samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Dan juga diapit oleh 2 benua yaitu benua Asia dan benua Australia.

ASEAN tentu memiliki batas – batas wilayah, baik dari barat, timur, utara, dan selatan. Berikut batas – batas wilayahnya :

  1. Bagian Barat : berbatasan dengan negara India dan Bangladesh yang masuk dalam kawasan Asia Selatan. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Teluk Benggala, Laut Andaman, dan Samudera Hindia.
  2. Bagian Timur : berbatasan dengan negara Papua Nugini yang masuk dalam benua Australia. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Samudera Pasifik.
  3. Bagian Utara : berbatasan dengan negara China yang masuk dalam kawasan Asia Timur. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Laut China Timur.
  4. Bagian Selatan : berbatasan dengan negara Australia dan benua Australia secara keseluruhan. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Samudera Hindia.

Dilihat dari posisi geografisnya, kawasan Asia Tenggara sangat strategis dibandingkan kawasan lain di Benua Asia, seperti Asia Timur, Selatan, Barat dan Timur Tengah.

 

Letak Astronomis Asia Tenggara

Untuk letak astronomis asean berada di titik koordinat 28°LU – 11°LS dan 93°BT–141°BT.

Dengan keterangan :

  • LU adalah Lintang Utara
  • LS adalah Lintang Selatan
  • BT adalah Bujur Timur

Keseluruhan wilayah ASEAN berada di wilayah bumi bagian timur, namun secara vertikal ASEAN berada di wilayah bumi bagian utara dan bagian selatan, sehingga wilayahnya membentang dari lintang utara (LU) hingga lintang selatan (LS).

Dari 10 negara ASEAN, 9 negara di antaranya terletak di bagian utara. Hanya Indonesia yang wilayahnya terletak di bagian utara dan selatan. Dengan asumsi Timor Leste tidak termasuk anggota resmi ASEAN, karena wilayahnya terletak di bagian selatan.

Berdasarkan letak astronomis tersebut, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara masuk dalam jalur khatulistiwa. Salah satunya adalah Indonesia. Kota di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa salah satunya adalah kota Pontianak yang terkenal dengan Tugu Khatulistiwa.

 

Pengaruh Letak Astronomis Asia Tenggara

Berkaitan dengan letak astronomis ASEAN, terdapat beberapa dampak dan pengaruh yang dapat dilihat dari posisi garis lintang dan garis bujur. Berikut dampak dan pengaruh beserta penjelasannya.

  1. Iklim Kebanyakan negara di Asia Tenggara berdekatan dengan garis khatulistiwa, jadi negara ASEAN mayoritas memiliki iklim tropis. Wilayah Asia Tenggara akan mendapatkan sinar matahari di sepanjang tahun karena beriklim tropis.
  2. Cuaca Karena negara ASEAN kebanyakan memiliki iklim tropis, akibatnya negara – negara di wilayah Asia Tenggara hanya memiliki 2 musim saja, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
  3. Curah Hujan Letak astronomis ASEAN-pun berdampak pada curah hujan yang turun. Wilayah Asia Tenggara akan memiliki curah hujan tinggi di sebagian besar wilayahnya, sehingga banyak terbentuknya wilayah hutan hujan tropis.
  4. Kelembaban Udara Kelembaban udara yang dimiliki ASEAN cenderung tinggi. Hal ini disebabkan karena penguapan yang tinggi yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global.
  5. Ekonomi Bidang ekonomi juga dapat terdampak dari letak geografis di ASEAN. ASEAN yang memiliki iklim tropis, maka sinar matahari akan terus menyinari negara-negara ASEAN. Hal ini dimanfaatkan penduduk Asia Tenggara untuk bertani dan bercocok tanam, sehingga sektor ekonomi negara ASEAN banyak berfokus di bidang pertanian.
  6. Pembagian Waktu Di wilayah Asia Tenggara pembagian waktu dibagi menjadi tiga, yakni GMT+7, GMT+8 dan GMT+9. Di Indonesia , pembagian waktu ini disebut dengan waktu Indonesia Barat (WIB), waktu Indonesia Tengah (WITA ), dan waktu Indonesia Timur (WIT).

 

Beberapa latar belakang dibentuknya kerjasama regional di kawasan Asia Tenggara yaitu karena kesamaan sejarah, ras, keadaan alam, kondisi ekonomi, dan geografis. Selain itu, salah satu masalah yang timbul sehingga perlu diadakannya kerjasama yakni mengenai batas-batas wilayah yang masih menjadi perdebatan antar negara di Asia Tenggara.

Dengan diadakannya kerjasama, diharapkan negara-negara di kawasan ini dapat berkembang dan maju secara bersama-sama baik dibidang ekonomi, infrastruktur maupun sosial budayanya. Setiap negara saling membantu satu sama lain di segala bidang.

Seperti yang kita ketahui, mayoritas negara di kawasan Asia Tenggara merupakan negara berkembang. Hanya terdapat dua negara saja yang dikategorikan sebagai negara maju, yakni Singapura dan Brunei Darussalam. Jumlah penduduk terbanyak berasal dari Indonesia (lebih dari 200 juta) dan paling sedikit Brunei Darusalam (kurang dari 1 juta).

Pada perkembangan saat ini, perluasan keanggotaan ASEAN terus diupayakan. Beberapa tahun belakangan, ASEAN telah menjajaki perluasan anggota kepada negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Contohnya terhadap Bangladesh, Papua Nugini, Taiwan dan Palau.

Sekian yang dapat kami sampaikan mengenai letak Asia Tenggara. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian. Bila ada kesalah kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Warga Negara: Landasan Hukum, Syarat, dan Asas Warga Negara

Pengertian Warga Negara: Landasan Hukum, Syarat, dan Asas Warga Negara

Perlu kalian ketahui bahwa Indonesia termasuk dalam benua Asia, lebih spesifiknya adalah Asia Tenggara atau Asean. Banyak pula negara yang berada di Aisa Tenggara. Kali ini, Pintarnesia akan mengulas tentang letak benua Asia.

Association of Southeast Asian Nations atau yang biasa disebut dengan ASEAN merupakan sebuah organisasi antar negara di kawasan Asia Tenggara. Menurut sejarahnya, organisasi ini dibentuk pada tanggal 8 Agustus 1967 di kota Bangkok, Thailand. Pada awalnya organisasi ini hanya beranggotakan negara Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand saja.

Asia Tenggara merupakan sebuah kawasan regional di Benua Asia yang luas wilayahnya mencapai 4.479.200,5 km2. Saat ini, anggota Asean berjumlah 11. Anggota yang bergabung yaitu negara Brunei Darussalam, Kamboja, Laos, Timor Leste dan Vietnam. Total jumlah populasi penduduk di negara – negara kawasan ASEAN yaitu sebanyak 656.773.258 jiwa (per 30 Agustus 2018).

 

Letak Geografis Asia Tenggara

Berikut penjelasan tentang letak geografis asean. Secara geografis, letak Asia Tenggara diapit oleh 2 samudera yaitu Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Dan juga diapit oleh 2 benua yaitu benua Asia dan benua Australia.

ASEAN tentu memiliki batas – batas wilayah, baik dari barat, timur, utara, dan selatan. Berikut batas – batas wilayahnya :

  1. Bagian Barat : berbatasan dengan negara India dan Bangladesh yang masuk dalam kawasan Asia Selatan. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Teluk Benggala, Laut Andaman, dan Samudera Hindia.
  2. Bagian Timur : berbatasan dengan negara Papua Nugini yang masuk dalam benua Australia. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Samudera Pasifik.
  3. Bagian Utara : berbatasan dengan negara China yang masuk dalam kawasan Asia Timur. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Laut China Timur.
  4. Bagian Selatan : berbatasan dengan negara Australia dan benua Australia secara keseluruhan. Selain itu, untuk wilayah perairan berbatasan dengan Samudera Hindia.

Dilihat dari posisi geografisnya, kawasan Asia Tenggara sangat strategis dibandingkan kawasan lain di Benua Asia, seperti Asia Timur, Selatan, Barat dan Timur Tengah.

 

Letak Astronomis Asia Tenggara

Untuk letak astronomis asean berada di titik koordinat 28°LU – 11°LS dan 93°BT–141°BT.

Dengan keterangan :

  • LU adalah Lintang Utara
  • LS adalah Lintang Selatan
  • BT adalah Bujur Timur

Keseluruhan wilayah ASEAN berada di wilayah bumi bagian timur, namun secara vertikal ASEAN berada di wilayah bumi bagian utara dan bagian selatan, sehingga wilayahnya membentang dari lintang utara (LU) hingga lintang selatan (LS).

Dari 10 negara ASEAN, 9 negara di antaranya terletak di bagian utara. Hanya Indonesia yang wilayahnya terletak di bagian utara dan selatan. Dengan asumsi Timor Leste tidak termasuk anggota resmi ASEAN, karena wilayahnya terletak di bagian selatan.

Berdasarkan letak astronomis tersebut, beberapa negara di kawasan Asia Tenggara masuk dalam jalur khatulistiwa. Salah satunya adalah Indonesia. Kota di Indonesia yang dilalui oleh garis khatulistiwa salah satunya adalah kota Pontianak yang terkenal dengan Tugu Khatulistiwa.

 

Pengaruh Letak Astronomis Asia Tenggara

Berkaitan dengan letak astronomis ASEAN, terdapat beberapa dampak dan pengaruh yang dapat dilihat dari posisi garis lintang dan garis bujur. Berikut dampak dan pengaruh beserta penjelasannya.

  1. Iklim Kebanyakan negara di Asia Tenggara berdekatan dengan garis khatulistiwa, jadi negara ASEAN mayoritas memiliki iklim tropis. Wilayah Asia Tenggara akan mendapatkan sinar matahari di sepanjang tahun karena beriklim tropis.
  2. Cuaca Karena negara ASEAN kebanyakan memiliki iklim tropis, akibatnya negara – negara di wilayah Asia Tenggara hanya memiliki 2 musim saja, yaitu musim kemarau dan musim penghujan.
  3. Curah Hujan Letak astronomis ASEAN-pun berdampak pada curah hujan yang turun. Wilayah Asia Tenggara akan memiliki curah hujan tinggi di sebagian besar wilayahnya, sehingga banyak terbentuknya wilayah hutan hujan tropis.
  4. Kelembaban Udara Kelembaban udara yang dimiliki ASEAN cenderung tinggi. Hal ini disebabkan karena penguapan yang tinggi yang pada akhirnya dapat menyebabkan terjadinya pemanasan global.
  5. Ekonomi Bidang ekonomi juga dapat terdampak dari letak geografis di ASEAN. ASEAN yang memiliki iklim tropis, maka sinar matahari akan terus menyinari negara-negara ASEAN. Hal ini dimanfaatkan penduduk Asia Tenggara untuk bertani dan bercocok tanam, sehingga sektor ekonomi negara ASEAN banyak berfokus di bidang pertanian.
  6. Pembagian Waktu Di wilayah Asia Tenggara pembagian waktu dibagi menjadi tiga, yakni GMT+7, GMT+8 dan GMT+9. Di Indonesia , pembagian waktu ini disebut dengan waktu Indonesia Barat (WIB), waktu Indonesia Tengah (WITA ), dan waktu Indonesia Timur (WIT).

 

Beberapa latar belakang dibentuknya kerjasama regional di kawasan Asia Tenggara yaitu karena kesamaan sejarah, ras, keadaan alam, kondisi ekonomi, dan geografis. Selain itu, salah satu masalah yang timbul sehingga perlu diadakannya kerjasama yakni mengenai batas-batas wilayah yang masih menjadi perdebatan antar negara di Asia Tenggara.

Dengan diadakannya kerjasama, diharapkan negara-negara di kawasan ini dapat berkembang dan maju secara bersama-sama baik dibidang ekonomi, infrastruktur maupun sosial budayanya. Setiap negara saling membantu satu sama lain di segala bidang.

Seperti yang kita ketahui, mayoritas negara di kawasan Asia Tenggara merupakan negara berkembang. Hanya terdapat dua negara saja yang dikategorikan sebagai negara maju, yakni Singapura dan Brunei Darussalam. Jumlah penduduk terbanyak berasal dari Indonesia (lebih dari 200 juta) dan paling sedikit Brunei Darusalam (kurang dari 1 juta).

Pada perkembangan saat ini, perluasan keanggotaan ASEAN terus diupayakan. Beberapa tahun belakangan, ASEAN telah menjajaki perluasan anggota kepada negara-negara tetangga di kawasan Asia Tenggara. Contohnya terhadap Bangladesh, Papua Nugini, Taiwan dan Palau.

Sekian yang dapat kami sampaikan mengenai letak Asia Tenggara. Semoga dapat bermanfaat untuk kalian. Bila ada kesalah kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.