Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Weton Jawa: Cara Menghitung Weton, Pernikahan dan Penjelasan

5 min read

weton jawa

Weton Jawa – Masyarakat Jawa pada zaman dahulu mempercayai hitungan weton jawa untuk menentukan hari baik dan hari buruk dalam memulai sesuatu hajat besar, contohnya saja seperti pernikahan, usaha, khitanan, dan lain sebagainya.

Hitungan weton jawa untuk pernikahan juga sering digunakan untuk menentukan nasib dan kecocokan kehidupan rumah tangga kedua calon pasangan mempelai.

Dalam hitungan weton jawa, istilah neptu sering menjadi pertimbangan dalam menentukan nasib dan watak seseorang. Umumnya jika hasil hitungan weton dari hari pasaran jawa tidak bertemu yang cocok, maka untuk meminimalisir kemungkinan yang buruk yang mungkin terjadi, maka dilakukan ruwatan atau memilih hari pernikahan khusus yang diyakini bisa menolak kesialan.

Nah, pada kesempatan kali ini pintarnesia akan memaparkan mengenai hitungan weton Jawa untuk pernikahan. Tapi hal ini hanya sebagai pengetahuan kita mengenai kebudayaan atau tradisi masyarakat jawa dahulu dalam menentukan nasib rumah tangganya.

 

Hitungan Weton Jawa untuk Pernikahan

weton jawa pernikahan

Keberuntungan dan Kecocokan pasangan bisa dihitung dari weton kelahiran kedua calon mempelai karena weton mengandung nasib dan watak. Bagi sebagian orang jawa, mengetahui weton itu penting, karena nantinya akan berhubungan dengan kegiatan – kegiatan atau peristiwa yang terjadi dalam hidupnya.

 

Hitungan Weton dengan Neptu

Bagi orang Jawa, istilah kata Neptu tidak asing lagi. Neptu merupakan sebuah besaran nilai hari pasaran jawa atau besaran nilai hari lahir seseorang yang bisa dijumpai serta dihitung. Guna menghitung weton jodoh umumnya menggunakan perdoman neptu tersebut.

Hari lahir seseorang sama dengan istilah hari yang biasanya kita pakai didalam kehidupan sehari – hari, contohnya saja adalah Senin, Selasa, Rabu, Kamis dan seterusnya sampai dengan hari Sabtu. Sedangkan hari pasaran dalam jawa dalam masyarakat jawa, contohnya saja seperti pon, kliwon, legi, pahing, dan wage.

Penjumlahan antara hari lahir dan hari pasaran Jawa ini yang sering disebut dengan weton jawa. Untuk lebih jelasnya mari kita bahas mengenai hitungan weton jawa untuk pernikahan, perhatikan table dibawah ini.

 

Neptu Berdasarkan Hari Lahir

HariNilai
Minggu5
Senin4
Selasa3
Rabu7
Kamis8
Jumat6
Sabtu9

 

Neptu Berdasarkan Nama Hari Pasaran Jawa

Hari PasaranNilai
Wage4
Kliwon8
Legi5
Pahing9
Pon7

 

Langkah Menghitung Weton dengan Jumlah Neptu

Berikut ini adalah contoh cara menghitung weton dengan jumlah neptu.

 

1. Tentukan Nilai Neptu Hari Kelahiran dan hari Pasaran Jawa Kedua Calon Mempelai

Contohnya saja jika mempelai wanita lahir dihari Selasa dengan pasaran pon, hal itu disebut memiliki weton Selasa Pon. Maka nilai hari lahir Sabtu yakni (9) dengan nilai pasaran pon yakni (7), nah dari penjumlahan tersebut diperoleh neptu weton jawa sebesar 12.

Sedangkan calon mempelai pria lahir pada hari Jum’at dengan pasaran Pon, hal itu disebut memiliki weton Jum’at Pon. Maka nilai lahir hari Sabtu yakni (6) dengan nilai pasaran Pon yakni (7), bao dari penjumlahan tersebut diperoleh neptu weton jawa sebesar 13.

 

2. Jumlahkan Neptu Kedua Calon Mempelai

Weton Selasa Pon = 12
Weton Sabtu Pon = 13
Berarti Jumlah Weton = 25

 

3. Hasil dari Penjumlahan Weton

1PEGAT19JODOH
2RATU20TOPO
3JODOH21TINARI
4TOPO22PADU
5TINARI23SUJANAN
6PADU24PESTHI
7SUJANAN25PEGAT
8PESTHI26RATU
9PEGAT27JODOH
10RATU28TOPO
11JODOH29TINARI
12TOPO30PADU
13TINARI31SUJANAN
14PADU32PESTHI
15SUJANAN33PEGAT
16PESTHI34RATU
17PEGAT35JODOH
18RATU36TOPO

Berarti hasil penjumlahan weton = 25 adalah Pegat. Nah, berikut ini adalah penjelasan masing-masing dari penjumlahan weton diatas.

 

1. Pegat

Pegat atau yang biasa disebut denan pegatan, dalam bahasa jawa berarti bercerai. Pasangan ini memiliki kemungkinana akan sering menghadapi masalah dikemudian hari, masalah tersebut bisa berupa masalah perselingkuhan, ekonomi, kekuasaan yang bisa menyebabkan perceraian.

 

2. Ratu

Ratu identik dengan sosok yang dihormati oleh banyak orang. Jika hasil penjumlahannya adalah ratu, pasang ini bisa dikatakan cocok dan juga berjodoh. Pasangan ini akan sangat dihargai dan diseggani oleh tetangga ataupun lingkungan sekitar. Bahkan tak sedikir orang sekitar yang iri dengan keharmonisannya pasangan tersebut dalam membina rumah tangga.

 

3. Jodoh

Namanya saja juga sudah jodoh. Jika hasilnya jodoh, pasangan tersebut memang ditakdirkan berjodoh. Pasangan tersebut bisa saling menerima segala kekurangan dan kelebihan dari masing-masing individu. Nasib rumah tangga dari pasangan ini bisa harmonis sampai tua.

 

4. Topo

Topo dalam bahasa jawa memiliki arti bertirakat. Pasang ini akan sering mengalami kesusahan saat awal-awal membina rumah tangga, tapi pada akhirnya akan bahagia. Persoalan rumah tangga yang dihadapi bisa dari segi ekonomu dan lain sebagainya. Tapi setelah memiliki anak serta cukup lama berumah tangga, hidupnya akan sukses serta bahagia.

 

5. Tinari

Pasangan yang memiliki jumlah TInari akan mendapatkan kebahagiaan, kemudahan dalam mencari rezeki dan tidak akan hidup berkekurangan. Hidup dari pasangan ini akan diliputi dengan keberuntungan.

 

6. Padu

Padu dalam bahasa jawa memiliki arti cekcok atau pertengkaran. Rumah tangga dari pasangan ini sering mengalami pertengkaran atau pertikaian. Walaupun sering terjadi pertengkaran, nasib rumah tangga dari pasangan ini tidak sampai bercerai. Pertengkaran tersebut bahkan bisa dipicu dari hal hal yang sepele.

 

7. Sujanan

Pasangan yang memiliki hasil Sukanan akan sering mengalami percekcokan serta masalah perselingkuhan. Entah dari sang suami ataupun istri mulai membuat hubungan perselingkuhan.

 

8. Pesthi

Pasangan yang memiliki hasil pesthi akan berjalan dengan sangat harmonis, adem, ayem, tenteram, rukun serta sejahtera sampai tua. Pasangan ini akan mengalami sedikit masalah tapi tidak mengganggu keharmonisan.

 

Langkah Menghitung Weton dengan Sisa Neptu

Langkah-langkah yang digunakan untuk menghitung sisa neptu adalah.

  • Tentukan nilai hari kelahiran serta nilai hari pasaran dari kedua calon mempelai.
  • Jumlahkan kedua neptu calon mempelai.
  • Membagi jumlah neptu dengan angka 7 (tujuh), sisanya dijadikan acuan primbon jodoh.

Contohnya sebagai berikut ini,

Weton rabu pon = 10
Weton Sabtu Kliwon = 17
Berarti jumlah weton = 27

Setelah itu jumlahkan weton dibagi 7 (tujuh), berarti 27 : 7 = 3 sisa 6 (enam). Maka sisanya adalah 6 (enam). Berikut ini adalah penjelasan mengenai weton sisa neptu,

Sisa 1 = Wasesasegara

Wasesasegara mempunyai watak yang sabar, pemaaf, berbudi luhur, dan berwibawa.

 

Sisa 2 = Tunggaksemi

Tunggaksemi memiliki arti rezeki dimudahkan serta dilancarkan.

 

Sisa 3 = Satriya wibawa

Satriya wibawa memiliki arti memperoleh kemuliaan serta keluhuran yang tinggi.

 

Sisa 4 = Sumur sinaba

Sumur sinaba memiliki arti banyak orang yang datang berguru serta meminta ilmu.

 

Sisa 5 = Satriya wirang

Satriya wirang memiliki arti sering mendapatkan duka cita. Kesusahan, sering merasa malu karena tindakannya sendiri. Dalam kitab primbon jawa, untuk menolak hal tersebut kamu bisa memotong ayam saat pelaksanaan ijab Kabul.

 

Sisa 6 = Bumikepetak

Bumikepetak memiliki arti hatinya lapang, serta banyak mengalami cobaan dan rintangan hidup, serta memiliki sifat pekerja keras. Biasanya untuk menolak hal tersebut bisa memendam atau mengubur tanah saat akan ijab Kabul.

 

Sisa 7 = Lebu ketiup angin

Lebu ketiup angin memiliki arti sulit untuk mencapai cita – cita, sering mendapatkan kesusahan, serta sering pindah rumah. Dalam primbon jawa biasanya dilakukan menabur debu saat akan dilaksanakannya ijab qabul guna untuk menolak bala hal tersebut.

 

 

Neptu Bulan dan Tahun Jawa

Orang jawa dahulu selain sering memperhatikan hitungan weton dari hari lahir ataupun pasaran jawa, mereka juga sangat memperhatikan neptu hitungan bulan dan tahun. Tapi sekarang ini hitungan bulan ataupun tahun sudah jarang sekali digunakan untuk menentukan jodoh ataupun nasib.

Umumnya sebagian orang jawa masih menggunakan neptu bulan serta tahun untuk alat perhitungan waktu musim tanam, musim hujan, musim kemarau ataupun banyaknya ikan yang diperoleh oleh nelayan. Berikut ini adalah nilai neptu atau bulan dan tahun jawa,

BulanNilaiTahunNilai
Sura7Alip1
Sapar2Ehe5
Mulud3Jimawal3
Bada Mulud5Je7
Jumadil Awal6Dal4
Jumadil Akhir1Be2
Rejeb2Wawu6
Ruwah4Jimakhir3
Pasa5
Sawal7
Sela1
Besar3

 

Nah, itulah cara menghitung weton Jawa untuk pernikahan beserta dengan penjelasannya, semoga artikel ini bisa membantu kalian. Dan perlu diingat apapun hasil dari penjumlahan neptu tersebut, kamu harus percaya dengan pasangan kalian jika pasangan kamu itu adalah pasangan yang terbaik untuk diri kamu. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight