Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Norma Agama: Pengertian, Tujuan, Ciri, Contoh, dan Sanksi

10 min read

norma agama

Norma Agama – Norma agama merupakan salah satu jenis dari norma sosial. label agama yang berada di belakang istilah ‘norma’ mengindikasikan bahwa sumber dari norma tersebut berasal dari kepercayaan atau keyakinan masyarakat.

Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa norma merupakan seperangkat aturan yang mengatur kehidupan sosial dalam lingkungan masyarakat. Dengan norma agama menyiratkan bahwa agama sangat penting dalam mengatur kehidupan sosial di dalam masyarakat tertentu.

Pada artikel kali ini kita akan membahas tentang norma agama secara lengkap. Perlu kamu ketahui bahwa di dalam lingkungan masyarakat yang religius, norma agama sangat berperan penting dan lebih signifikan, dibandingkan misalnya pada masyarakat yang sekuler.

 

Pengertian Norma Agama

Pengertian Norma agama adalah salah satu aturan atau kaidah, yang berperan penting sebagai petunjuk, pedoman serta lampu penerang bagi manusia dalam menjalankan roda kehidupannya.

Definisi yang paling sederhana yang dapat kita ketahui adalah norma sosial yang diturunkan dari ajaran ajaran agama atau bersumber dari keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dapat diartikan pula bahwa norma agama mengambil inspirasi dari ajaran-ajaran agama melalui ayat-ayat Tuhan yang tertulis di dalam kitab suci.

Aturan ataupun petunjuk hidup di dalam norma agama memiliki sifat yang tentunya tidak perlu dilakukan lagi oleh masyarakat. Karena hal tersebut berasal dari Tuhan Yang Maha Esa secara langsung, atau dapat dikatakan pula sebagai bentuk kasih sayang Tuhan kepada manusia.

Seperangkat aturan yang terkandung di dalam norma agama meliputi perintah dan juga larangan. Yang mana norma agama ini diberlakukan pada kehidupan supaya setiap manusia dapat selamat di dalam menjalani aktivitas kehidupannya, bagi kehidupan di dunia ataupun kehidupan di akhirat nanti.

Aturan tersebut menjadi panduan hidup bagi masyarakat. Sebenarnya, sumber inspirasi dari norma agama hanya berlaku bagi mereka yang yang meyakininya saja. Akan tetapi pada saat telah terinstal menjadi norma sosial, maka akan berlaku juga bagi masyarakat umum yang lebih luas.

 

 

Sumber Norma Agama

Norma agama salah satu jenis norma yang paling utama di mana dapat memperkuat norma-norma yang lainnya, hal tersebut dikarenakan norma agama berasal atau bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa.

Sehingga keberadaan dari norma agama sangat kuat serta dapat mempengaruhi seseorang di dalam bertingkah laku. Bagi setiap orang yang memiliki agama atau orang yang beragama, penciptanya atau Tuhan Yang Maha Esa adalah sesuatu yang harus didahulukan melebihi apapun juga.

Dalam norma agama terdapat perintah yang wajib dilakukan oleh seluruh umat manusia, serta terdapat pula larangan yang tidak boleh untuk dilakukan. Ada pula anjuran yang merupakan sunnah untuk dilakukan oleh manusia yang artinya bahwa aturan tersebut dianjurkan pula untuk dilakukan.

Norma agama bisa menuntut ketaatan secara mutlak kepada setiap penganut agama, norma ini juga mengharuskan kepada setiap pemeluk agamanya untuk selalu menaati segala perintah dari Tuhan Yang Maha Esa.

Serta tidak melakukan segala sesuatu yang dilarang oleh Tuhan. Hal tersebut bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat atau ditawar-tawar lagi oleh para pemeluk agama, jatah tidak dapat diubah-ubah.

 

 

Tujuan Norma Agama

Tujuan utama dari norma agama adalah untuk dapat menyempurnakan manusia serta menjadikan manusia utuh, di mana seseorang yang baik dan dapat pula untuk menjauhi segala hal yang memiliki sifat buruk.

Norma agama ini tentunya sangat berbeda dengan norma-norma yang lain, tersebut dikarenakan norma agama lebih mengarah kepada batin seorang manusia, setel lebih mengutamakan rasa tanggung jawab dari diri sendiri, dan juga kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Orang-orang yang menaati norma agama dengan baik yang sesuai dengan keyakinan atau agamanya masing-masing, biasanya memiliki perilaku atau sifat yang baik. Orang itu pun juga pasti memiliki dan menjalani hidup dengan tenang.

Norma agama yang bersumber dari Tuhan Yang Maha Esa telah dimuat di dalam kitab suci pada setiap kepercayaan di dalam agama masing-masing. Di dalam norma agama ini, tersirat pula perintah untuk dapat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan juga keimanan di mana hal tersebut terdapat di dalam kehidupan sehari-hari, dan hal tersebut harus sesuai dengan segala perintah-Nya.

Di samping harus menjalankan segala perintah Tuhan Yang Maha Esa serta diharuskan pula untuk menjauhi segala larangan-Nya, maka hidup kita pastinya akan menjadi semakin lebih bahagia baik kehidupan di akhirat ataupun kehidupan di akhirat nantinya.

Apabila seseorang telah melanggar aturan dari norma agama, maka orang tersebut akan mendapatkan sanksi serta hukuman yang mana sanksi tersebut dapat berupa hukuman di akhirat nantinya.

 

 

Ciri Ciri Norma Agama

Dibawah ini adalah ciri-ciri dari norma agama yang dapat membedakan norma ini dengan norma yang lainnya dan menjadi karakteristik dari norma agama. Ciri-ciri dari norma agama antara lain adalah sebagai berikut.

  1. Norma agama bersumber bersumber langsung dari Tuhan Yang Maha Esa.
  2. norma agama memiliki sifat yang luas serta berlaku untuk seluruh umat manusia yang ada di muka bumi.
  3. Norma agama memiliki sifat yang universal ataupun abadi.
  4. Saat norma agama dilakukan maka akan mendapatkan pahala, sedangkan apabila norma agama tersebut dilanggar maka akan mendapatkan dosa dan sanksi yang berupa hukuman di akhirat nantinya.

 

 

Fungsi Norma Agama

Terdapat beberapa fungsi di dalam norma agama, yang mana fungsi-fungsi tersebut telah dikemukakan oleh beberapa orang yang ahli agama. Fungsi-fungsi tersebut antara lain adalah sebagai berikut:

 

Fungsi Pendidikan atau Edukatif

Baik secara hukum atau punah yuridis ajaran agama memiliki fungsi terhadap kita untuk menyuruh serta mengajak kepada hal-hal yang bersifat baik. Hal tersebut bertujuan untuk agar seseorang tersebut menjadi pribadi yang lebih baik lagi, yang terbiasa berperilaku dengan baik sesuai dengan ajaran agama masing-masing.

 

Fungsi Kreatif

Fungsi kreatif dalam hal ini itu akan mendorong fungsi pembaharuan, dalam mengajak setiap umat beragama untuk dapat bekerja dengan cara yang produktif serta memiliki pemikiran yang inovatif. Tentunya hal ini tidak hanya dilakukan untuk diri sendiri akan tetapi juga untuk orang lain.

 

Fungsi Penyelamat

Dimanapun dan kapanpun kamu berada tentunya kamu sangat menginginkan keadaan untuk dapat selamat dari berbagai hal buruk. Keselamatan yang ada dalam ajaran suatu agama diyakini akan dapat menolong baik di dalam kehidupan dunia ataupun di akhirat tergantung dari konteks ajaran dan juga kepercayaan dari masing-masing pemeluk agama.

 

Fungsi Perdamaian

Dengan adanya tuntutan agama maka seseorang ataupun suatu kelompok, akan memiliki perasaan yang bersalah ataupun berdoa pada saat ia telah melakukan suatu kesalahan.

Akan tetapi dengan adanya agama, maka orang tersebut akan mendapatkan sebuah kedamaian batin, kan juga perdamaian yang ada di dalam dirinya sendiri, semesta, antar sesama manusia, dan Tuhan Yang Maha Esa. Tentunya ia harus mengubah pola hidup dan cara hidup serta bertaubat.

 

Fungsi Sublimatif

Ajaran agama kebanyakan memiliki tujuan untuk dapat mensucikan umat manusia dari segala perbuatan yang menyimpang atau salah yang dapat mengakibatkan dosa, akan tetapi bukan hanya yang bersifat agamawi tentu juga untuk yang yang sifatnya duniawi.

Selama usaha untuk dapat mensucikan diri manusia tersebut, dilakukan dengan cara yang baik dan sesuai dengan perintah serta aturan yang ada, di mana hal tersebut tidak bertentangan terhadap norma agama, dan dilakukan dengan niat yang tulus karena Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk ibadah.

 

Fungsi Kontrol Sosial

Ajaran setiap agama juga dapat membentuk para penganutnya, supaya semakin lebih peka terhadap setiap permasalahan sosial yang terjadi dalam lingkungan hidup. Misalnya seperti kemaksiatan, kemiskinan, ketidakadilan, serta kesejahteraan ataupun kemanusiaan.

Kepekaan dalam hal ini akan mendorong setiap manusia supaya tidak diam saja, serta melihat kebatilan yang kini mungkin telah banyak merusak sistem kehidupan yang ada di dalamnya.

 

Fungsi Pemupuk Solidaritas

Saat ini fungsi pemupukan solidaritas akan dibangun dengan tulus serta serius maka persaudaraan ini akan menjadi berdiri lebih tegak. Sehingga dapat menjadi Pilar di dalam kehidupan masyarakat yang lebih baik.

 

Fungsi Pembaruan

Suatu ajaran agama dapat mengubah kehidupan pribadi dari seseorang, atau dari suatu kelompok dalam memilih kehidupan yang semakin maju dan lebih baru.

Dengan adanya fungsi pembaruan ini, maka seharusnya agama dapat menjadi agen pembaharuan yang berbasis nilai dan juga moral bagi kehidupan berbangsa, bermasyarakat dan juga bernegara.

 

 

Contoh Norma Agama

Untuk dapat lebih memahami secara lebih jelas mengenai norma agama maka simaklah contoh-contoh oh dari norma agama yang sering terjadi pada kehidupan sehari-hari. Contoh tersebut antara lain yaitu:

  1. Rajin beribadah seperti mengerjakan salat lima waktu bagi para pemeluk agama Islam, tergantung dari konteks ibadah masing-masing agama.
  2. Selalu mendoakan orang lain.
  3. Tidak berbohong baik secara perkataan ataupun dalam bentuk sikap.
  4. Tidak mencuri sesuatu yang bukan hak milik.
  5. membaca kitab suci serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Berbakti kepada kedua orang tua.
  7. Mudah memaafkan kesalahan orang lain.
  8. Saling menyayangi sesama manusia.
  9. Selalu berbuat baik kepada sesama manusia.
  10. Mencintai alam dan seluruh makhluk hidup ciptaan Tuhan, seperti binatang dan tumbuhan.

Baca Juga: Macam-Macam Norma.

 

Hal yang Dilarang Agama

Terdapat pula hal-hal yang biasanya sering terjadi di dalam lingkungan sekitar kita, yang mana hal tersebut termasuk ke dalam kegiatan yang menyimpang dari norma agama. Antara lain adalah sebagai berikut.

 

1. Mencuri

Kegiatan mencuri tentunya dilarang dalam setiap agama yang ada di dunia, mencuri dalam hal ini artinya mengambil sesuatu yang bukan hak miliknya tanpa adanya izin dari pemiliknya secara sah. Bahkan aturan mencuri ini dimasukkan ke dalam norma hukumagak sanksi yang diberikan langsung.

Beberapa kegiatan yang termasuk pencurian yang sering terjadi antara lain adalah perampokan, korupsi harta dan waktu, penyelewengan jabatan, dan masih banyak lagi.

Di dalam beberapa agama memiliki sanksi tersendiri terhadap kegiatan pencurian, misalnya seperti di dalam agama Islam pencuri dipotong tangannya agar dia memiliki efek jera untuk tidak melakukan kegiatan mencuri lagi, akan tetapi biasanya aturan sanksi yang diikuti adalah sanksi yang berdasarkan dari norma hukum

 

2. Tidak Melaksanakan Ibadah Wajib

Ibadah wajib yang dimaksud adalah shalat dalam agama islam atau sembahyang dalam agama lain yang menyebut nama dari ibadah. Salat dan sembahyang  diyakini sebagai sarana yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, yang mana hal tersebut merupakan wujud rasa syukur, doa dengan segala kondisi yang ada.

Orang yang tidak pernah melaksanakan ibadah seperti shalat atau sembahyang dengan telah melakukan dosa, meskipun tidak terdapat sanksi yang tegas yang langsung dapat diterima oleh pelanggar norma agama. Masyarakat menganggap bahwa shalat dan sembahyang adalah hubungan pribadi antara seseorang dengan Tuhannya.

 

3. Berzina

Zina adalah melakukan hubungan intim dengan orang yang bukan pasangannya secara hukum negara dan juga secara agama. Kegiatan bersinar tentunya dilarang oleh semua agama, karena perbuatan ini dapat memberikan banyak sekali dampak yang negatif. beberapa dampak negatifnya antara lain adalah sebagai berikut:

  • Tidak diketahuinya lagi asal usul yang pasti dari seorang anak dari garis ayah, menurunnya.
  • Tersebarnya penyakit yang dapat menular karena hubungan seksual yang sering berganti pasangan.
  • Menurunnya moralitas dari suatu masyarakat, dan lain sebagainya.

Meskipun di beberapa negara di dunia melakukan zina dianggap sebagai hal yang biasa, atas nama pergaulan bebas, akan tetapi pemeluk agama yakin bahwa zina adalah perbuatan yang dosa. Secara norma hukum sendiri belum terdapat hukuman yang jelas mengenai perizinaan.

 

4. Konsumsi Minuman Keras atau Alkohol

Minuman yang mengandung alkohol memiliki banyak sekali bahaya dari zat-zat racun yang dikandung dalam minuman tersebut. upaya tersebut terutama menyerang dan merusak otak bagi para pengguna atau orang yang mengkonsumsi alkohol secara rutin dan terus-menerus.

Di beberapa negara, memiliki aturan yang ketat terkait dengan konsumsi narkoba yang diatur dalam norma hukum. Contoh dari pelanggaran norma agama jenis ini termasuk terdapat banyak orang yang melakukannya dengan berbagai alasan.

 

5. Melakukan Perjudian

Seperti halnya dengan meminum minuman alkohol dan juga berzina, melakukan kegiatan perjudian juga dilarang oleh semua agama. Hal tersebut dikarenakan pada dasarnya lebih banyak manusia atau individu yang mengalami banyak kerugian pada saat melakukan kegiatan perjudian.

Dan hal itu sama saja dengan menggantungkan nasib pada hal-hal yang belum pasti juga termasuk salah satu hal yang dilarang dalam agama.

 

6. Memfitnah

Memfitnah artinya adalah menyebarkan keburukan dari orang lain yang tidak benar adanya. Hal tersebut biasanya dilakukan karena orang tersebut merasa iri dan dengki terhadap keberhasilan dari seseorang.

Dalam semua agama, Memfitnah adalah hal yang termasuk kedalam kategori perbuatan yang dilarang, karena hal tersebut dapat menghancurkan nama baik dari seseorang dan merusak hubungan sosial yang terjadi dalam masyarakat.

Di beberapa negara, memfitnah tiket pulang dengan norma hukum dan dengan kekuatan fisik berupa pidana kurungan atau denda. Di Indonesia sendiri, seseorang yang memfitnah orang lain akan mendapatkan sanksi yang berkaitan dengan pasal pencemaran nama baik.

 

7. Tidak Menghormati Orang Tua

Setiap agama tentunya memerintahkan pemeluknya untuk selalu menghormati orang yang lebih tua, terutama orang tua yang telah melahirkan kita. Meskipun tidak terdapat sanksi atau hukuman yang jelas, akan tetapi apabila tidak mematuhi orang tua pada umumnya akan menghasilkan penyesalan yang dalam pada si pelaku.

 

8. Berbuat Jahat Kepada Sesama Manusia

Terdapat banyak sekali kategori dalam melakukan perbuatan jahat. Mulai dari perbuatan jahat secara fisik, verbal, ataupun nasi kalau gusi yang dapat membuat orang lain merasa tidak nyaman.

Seperti contohnya adalah pemukulan, perkataan yang dapat menyakiti hati orang lain, mendoakan orang lain secara psychologis atau mengancam, dan lain sebagainya. Meskipun tidak semua tindakan yang jahat diatur di dalam norma hukum, akan tetapi secara norma agama tindakan ini adalah tindakan yang akan menghasilkan dosa.

 

9. Membunuh

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berhak terhadap nyawa dari seseorang selain Tuhan Yang Maha Esa. Maka tindakan untuk dapat mengambil nyawa dari seseorang atau membunuh termasuk kedalam pelanggaran norma agama.

Semua agama menyetujui hal ini. Di dalam norma-norma hukum, membunuh memiliki undang-undang yang jelas dan sanksi fisik serta denda sebagai hukuman dari pelanggaran.

 

Demikian penjelasan tentang norma agama, mulai dari pengertian, tujuan dari norma agama, ciri-ciri norma agama, contoh norma agama, sanksi yang diberikan kepada para pelanggar norma agama.

Semoga kita termasuk orang-orang yang selalu taat terhadap norma-norma yang berlaku salah satunya adalah norma agama, yang mana hal tersebut sangat berhubungan antara pribadi manusia terhadap Tuhan Yang Maha Esa.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight