Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Norma Kesopanan: Pengertian, Tujuan, Ciri dan Contoh Norma Kesopanan

9 min read

norma kesopanan

Norma Kesopanan – Norma kesopanan adalah seperangkat aturan yang memandu tingkah laku manusia supaya sejalan sesuai dengan kaidah sopan santun dalam lingkungan masyarakat. Norma kesopanan hubungan dengan tingkah laku untuk dapat menghormati, menghargai dan respect dengan kultur di dalam suatu masyarakat.

Seseorang yang melanggar norma kesopanan sering terefleksikan pada argumen bahwa orang tersebut tidak memiliki sopan santun atau tidak menghargai keberadaan dari budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat. Tahun baru sosial manusia dituntut untuk tetap pandai dalam memahami apa yang dianggap sopan oleh orang-orang kebanyakan dalam suatu lingkungan masyarakat tertentu.

 

Pengertian Norma Kesopanan

Norma kesopanan adalah serangkaian aturan yang mengatur tentang tingkah laku di mana norma tersebut berasal atau bersumber dari budaya, adat istiadat, serta tradisi yang ada pada suatu wilayah tertentu yang berkembang dalam pergaulan anggota masyarakat di mana hal itu dianggap sebagai tuntunan dalam berinteraksi antar sesama manusia.

Secara umum norma kesopanan adalah seperangkat aturan yang menjadi panduan suatu tindakan sosial agar dipandang baik, tertib, dan penuh respect. Tindakan sosial antara lain seperti cara berpakaian, cara berbicara, gestur tubuh, sampai dengan berbagai hal yang berhubungan dengan interaksi antar sesama manusia.

Tingkah laku yang sesuai dengan standar dari norma kesopanan di dalam lingkungan masyarakat maka akan diterima dengan respon yang positif. Sedangkan, bagi para pelanggar norma kesopanan apakah akan dikenai sanksi, sanksi tersebut dapat berupa sindiran atau teguran.

Norma kesopanan atau yang lebih dikenal dengan sopan santun memiliki sifat yang relatif karena pada setiap tempat, lingkungan, dan juga waktu memiliki kategori norma kesopanannya tersendiri. Berdasarkan dari pengertian norma kesopanan yang telah dijelaskan, maka norma ini wajib untuk diimplementasikan supaya mendapatkan keteraturan di dalam hidup bermasyarakat.

Sopan santun sangat penting untuk menjadi budaya yang wajib dan harus dimiliki oleh setiap orang, baik di tengah masyarakat ataupun organisasi. Tanpa adanya sopan santun atau biasa kita sebut dengan etika kerja, maka hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya perselisihan antar sesama manusia ataupun anggota di dalam organisasi.

 

 

Fungsi Norma Kesopanan

Selain itu fungsi dari norma kesopanan sangatlah penting untuk mengatur setiap tingkah laku dari masyarakat. Berikut ini adalah fungsi dari norma kesopanan antara lain adalah:

  • Mengatur tingkah laku manusia untuk tetap senantiasa berada pada batas-batas kesopanan yang baik.
  • Norma kesopanan berfungsi sebagai pedoman untuk dapat memberikan sanksi kepada pihak yang telah melanggar norma ini.
  • Norma kesopanan berfungsi sebagai aturan, pedoman dan juga tata cara dalam berperilaku pada suatu kelompok masyarakat tertentu.
  • Norma kesopanan memiliki fungsi untuk dapat menciptakan sebuah kelompok masyarakat yang selaras, sehingga dapat memunculkan rasa nyaman serta tentram pada masyarakat tersebut.
  • Dapat untuk mempertahankan budaya luhur yang baik di dalam masyarakat.
  • Menjaga hubungan antara sesama, misalnya seperti saling menghormati, menghargai serta respek terhadap sesama manusia yang saling membutuhkan.
  • Norma kesopanan Sebagai panduan untuk melakukan berbagai tindakan sosial yang sejalan terhadap sistem sosial yang mapan.

Dari beberapa fungsi yang telah disebutkan di atas, dapat kita simpulkan bahwa norma kesopanan berperan sangat signifikan bagi hubungan dan juga interaksi sosial. Norma kesopanan juga menjadi evaluator apakah budaya luhur dalam suatu masyarakat terkait kesopanan telah luntur atau masih berada kuat.

Dalam kehidupan sehari-hari faktanya penjaga norma ini biasanya adalah orang-orang tua dan orang-orang yang berpendidikan. Sering muncul anggapan bahwa anak muda pada zaman sekarang ini tidak mengerti tentang sopan santun. Hal itu dikarenakan mungkin standar norma kesopanan yang digunakan oleh orang pada zaman dulu yang tidak relevan dengan anak pada zaman sekarang. Dengan demikian, norma kesopanan yang berlaku memiliki sifat yang sangat dinamis sehingga dapat lekang oleh zaman.

 

 

Manfaat Norma Kesopanan

Di dalam norma kesopanan terdapat banyak manfaat yang dapat diambil dan dibedakan menjadi 2 antara lain adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Norma Kesopanan Bagi Diri Sendiri

  • Orang lain memiliki pandangan terhadap kita, bahwa kita termasuk orang yang memiliki perilaku baik dan memiliki sopan santun.
  • Dengan bersikap sopan santun, kita dapat terhindar dari berbagai bahaya ataupun gangguan dari orang lain. Hal itu dikarenakan kita tidak menentang atau menghina orang lain karena kita memiliki norma kesopanan.
  • Apabila kita memiliki norma kesopanan dan diterapkan dalam kehidupan di lingkungan masyarakat maka kita akan disenangi, akan dihargai oleh seluruh orang yang ada di dalam lingkungan kehidupan kita.

 

2. Manfaat Norma Kesopanan Bagi Orang Lain

  • Dapat menjadi salah satu contoh di dalam pembelajaran dengan baik untuk keperluan orang banyak.
  • Dengan begitu maka orang lain akan merasa nyaman apabila berada di dekat kita.

 

 

Ciri Ciri Norma Kesopanan

Terdapat pula ciri-ciri dari norma kesopanan yang yang berfungsi untuk membedakan norma kesopanan dengan norma yang lainnya, berikut ini adalah ciri-ciri dari norma kesopanan.

  1. Norma kesopanan bersumber atau berasal dari pergaulan ataupun hubungan antar anggota masyarakat.
  2. Norma kesopanan memiliki sifat yang lokal ataupun kedaerahan, yang mana norma kesopanan pada suatu daerah biasanya tidak berlaku pada daerah lain.
  3. Para pelanggar norma kesopanan akan diberikan sanksi, sanksi tersebut dapat berupa celaan, kritikan dan bahkan dapat dikecilkan dari lingkungan masyarakat sekitar.

 

 

Contoh Norma Kesopanan Dalam Masyarakat Umum

Berikut ini adalah beberapa contoh dari norma kesopanan atau yang biasa disebut dengan norma sopan santun, antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menghormati orang yang lebih tua.
  • Tidak berkata kasar, dan takabur.
  • Biasakan menerima segala sesuatu dengan menggunakan tangan kanan.
  • Tidak menyela pembicaraan orang lain.
  • Menggunakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan tempat.
  • Membuang sampah pada tempatnya.
  • Bertingkah laku yang baik dan bertutur kata yang sopan.
  • Permintaan kepada orang tua terlebih dahulu apabila kita hendak keluar rumah, seperti berangkat sekolah, kerja ataupun yang lainnya.
  • Tidak berbicara ketika sedang makan.

 

Contoh Norma Kesopanan Si Rumah

  • Tidak memerintah orang tua untuk menjalankan sesuatu yang diinginkan.
  • Tidak berbicara dengan keras atau kasar kepada orang tua atau orang yang lebih tua, seperti ayah, ibu, nenek, kakek, kakak dan lainnya.
  • Tidak membantah apabila diperintahkan oleh orang tua.
  • Mendengarkan pada saat orang tua sedang berbicara.
  • sebelum pergi meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua dan mencium tangan mereka.

 

Contoh Norma Kesopanan Di Masyarakat

  • Menghargai serta menghormati setiap orang tanpa membeda-bedakan status sosial, yang terutama adalah orang yang berusia lebih tua.
  • Menghargai pendapat orang lain.
  • Menutup mulut pada saat sedang menguap di tempat umum.
  • Tidak memotong pembicaraan orang lain.
  • Tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma, seperti yang menyakiti atau menghina orang lain.
  • Apabila bertemu dengan orang yang dikenal maka sebaiknya menyapa.
  • Tidak meludah di depan orang.

 

Contoh Norma Kesopanan Di Sekolah

  • Menghormati bapak, ibu guru hai juga karyawan sekolah.
  • Berbicara dengan ramah dan sopan kepada sesama teman, guru ataupun warga sekolah.
  • Tidak mencela atau mengejek sesama teman.
  • Tidak mengobrol pada saat guru sedang menjelaskan materi pelajaran.
  • Tidak meludah di dalam kelas.
  • Tidak merusak fasilitas sekolah.
  • Memakai pakaian yang rapi dan sesuai aturan pada saat mengikuti pelajaran disekolah.

 

 

Contoh Norma Kesopanan Di Lingkungan Kerja

Selain dapat diimplementasikan di dalam lingkungan masyarakat secara umum, di lingkungan rumah, sekolah, norma kesopanan juga dapat diimplementasikan secara sederhana khususnya di dalam lingkungan kerja. Berikut ini adalah contoh norma kesopanan di lingkungan kerja antara lain sebagai berikut.

Tidak Berbicara Terlalu Keras

Kantor adalah tempat untuk bekerja dan di dalam bekerja dibutuhkan konsentrasi yang tinggi supaya pekerjaan dapat terselesaikan. Oleh karena itu, seorang manajer sebaiknya memberikan arahan dan aturan kepada para pekerja supaya tidak berbicara ataupun tertawa terlalu keras, karena hal itu dapat mengganggu sesama rekan kerja yang berada di dalam kantor.

Apalagi jika hal ini dilakukan oleh karyawan yang memiliki umur lebih muda kepada pekerja yang lebih tua, sehingga hal tersebut sangat terlihat bahwa orang itu tidak memiliki norma kesopanan. Meskipun hal tersebut terlihat sepele, akan tetapi apabila hal ini dibiarkan maka akan membuat image yang buruk terhadap perusahaan jika sewaktu-waktu mendapatkan kunjungan dari client ataupun konsumen.

 

Tidak Membicarakan Kejelekan Orang Lain

Seorang manajer berhak untuk membuat suatu aturan yang melarang karyawan untuk membahas hal-hal yang berkaitan terhadap pekerjaan atau bergunjing. Hal tersebut bertujuan untuk menghindari pekerjaan yang tidak terselesaikan, akibat dari karyawan tersebut sering membicarakan kejelekan dari orang lain. Untuk dapat mengatasi hal tersebut seorang manajer dapat meminta karyawan untuk terbuka apabila terdapat suatu permasalahan diantara karyawan lain.

 

Sopan Santun Saat Bersikap

Selalu sopan dan santun saat bersikap memiliki cakupan yang luas. Sopan santun dalam hal ini sebenarnya sulit untuk dapat dituliskan pada kertas karena sebenarnya nya hanya perlu kesadaran dari setiap individu dan dari pihak yang bersangkutan.

Contohnya pada saat sedang dilaksanakannya rapat kerja, biasakanlah Untuk tidak saling memotong pembicaraan orang lain apabila orang tersebut belum selesai berbicara di dalam rapat. Selain itu dapat ditunjukkan dengan sikap untuk tidak mengambil hal apapun yang terdapat pada meja dari rekan kerja tanpa sepengetahuan atau izin mereka.

 

Sikap Saling Menghormati

Apabila kamu menjadi seorang manajer yang mana usia kamu masih muda serta memiliki bawahan dengan kategori yang usianya lebih tua dari kamu, maka alangkah baiknya untuk kamu tetap menjaga sikap yang sopan dan santun saat berinteraksi terhadap orang tersebut meskipun Ia adalah bawahan kamu.

Misalnya dalam hal kecil seperti pada saat kamu tidak sengaja bertemu, maka sedikitlah membungkukan badan sebagai sebuah bentuk dari penghormatan meskipun jabatan kamu lebih tinggi dibandingkan dengan mereka. Karena dalam norma kesopanan tidak mengenal status sosial dan jabatan.

 

Menjaga Kebersihan

Apabila di dalam perusahaan pada umumnya tersedia pegawai khusus untuk membersihkan seluruh bagian pada ada lingkungan kantor, akan tetapi alangkah baiknya untuk kamu tetap memiliki kesadaran agar bersama-sama menjaga kebersihan disekitar lingkungan kerja. Dimulai dengan hal yang paling kecil seperti membiasakan untuk membuang sampah pada tempatnya.

 

 

Sanksi Norma Kesopanan

Sanksi norma kesopanan biasanya bersifat lebih ringan. Orang yang telah melanggar norma kesopanan maka akan dipandang sinis, dan dipandang tidak memiliki sopan santun, serta tidak menghargai budaya setempat, dan tidak respek terhadap orang-orang yang berada di lingkungan sekitar, dan masih banyak lagi. Pemegang otoritas yang menerapkan sanksi adalah berasal dari masyarakat itu sendiri. Tindakan yang dilakukan oleh masyarakat dalam memberikan sanksi biasanya berupa teguran.

Contohnya apabila terdapat seorang anak yang memanggil orang tuanya dengan panggilan nama aslinya. Maka dapat dikatakan bahwa anak tersebut tidak memiliki norma kesopanan, terutama di negara Indonesia yang kaya akan ramah serta sopan nya masyarakat Indonesia. Tentunya apabila kita melihat atau mengetahui kejadian tersebut maka kita akan menegur anak itu.

Contoh lainnya mungkin dalam lingkungan sekolah yang mana terdapat seorang siswa yang memanggil gurunya dengan sebutan “bro” pada saat sedang belajar di kelas. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang seperti ini tidak menunjukkan respek terhadap sesamanya. berbeda apabila hal tersebut terjadi di luar lingkungan sekolah karena statusnya sudah tidak lagi guru dan murid. Karena konteks pergaulan di luar lingkungan sekolah sudah berbeda dengan konteks belajar di sekolah.

Sampai di sini kita telah mendapat gambaran bahwa norma kesopanan ini sangat bergantung pada ruang, waktu dan konteksnya. Bisa saja apa yang kita anggap sopan justru malah dianggap tidak sopan oleh orang lain. Oleh karena itu, untuk dapat lebih memahami norma kesopanan ini maka sangat penting untuk dilakukan terutama pada saat kita sedang berada di wilayah atau tempat yang baru. Memahami norma kesopanan adalah salah satu upaya kita untuk dapat “membaca” kondisi sosial dan masyarakatnya.

 

Demikian penjelasan tentang norma kesopanan mulai dari pengertian norma kesopanan, pengertian norma kesopanan, tujuan norma kesopanan, ciri-ciri norma kesopanan, contoh norma kesopanan yang dapat diterapkan pada lingkungan hidup bermasyarakat. Semoga penjelasan ini dapat bermanfaat bagi kamu. Dan kamu dapat pula menerapkan norma kesopanan mulai dari hal-hal yang kecil.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight