Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Norma Kesusilaan: Pengertian, Tujuan, Ciri dan Contoh Norma Kesusilaan

10 min read

norma kesusilaan

Norma Kesusilaan – Pernahkah kamu mendengar norma kesusilaan? Pasti banyak diantara kalian yang sudah pernah mendengar istilah tersebut dalam kehidupan sehari-hari. seperti contohnya kamu mendengar istilah norma kesusilaan dalam suatu kasus pelanggaran yang terjadi di di lingkungan sekitar kamu. Misalnya seperti pergaulan bebas.

Tahukah kamu bahwa tanpa disadari setiap norma kesusilaan ternyata telah tertanam di dalam diri manusia, atau dapat dikatakan bahwa norma kesusilaan tumbuh dari dalam hati sanubari setiap manusia, norma kesusilaan sangat penting perannya karena nantinya akan berhubungan dengan setiap aktivitas dalam kehidupan manusia. Akan tetapi apa sih sebenarnya pengertian norma kesusilaan? Serta bagaimana ciri-ciri dan contoh dari norma kesusilaan? Berikut ini adalah penjelasan tentang norma kesusilaan.

 

Pengertian Norma Kesusilaan

Norma kesusilaan adalah aturan sosial di mana hal tersebut mengatur tentang bagaimana cara manusia berperilaku yang secara umum dan bersumber dari dalam hati nurani manusia itu sendiri. Pada norma kesusilaan ini tidak tersirat sanksi yang tegas seperti misalnya dengan norma hukum. Selain itu, mereka yang kedapatan melanggar norma kesusilaan akan tetapi mendapat sanksi di mana bersifat secara individual, seperti misalnya rasa malu yang timbul dari diri sendiri.

Terdapat pengertian norma kesusilaan yang terdiri dari 2 kata yaitu: “Norma” yang artinya adalah sebuah aturan ataupun pedoman untuk dapat mengatur. Sedangkan kan “Kesusilaan” artinya adalah suatu sikap ataupun peraturan hidup.

Definisi dari norma kesusilaan dapat diartikan juga sebagai peraturan sosial yang di mana hal tersebut bersumber dari dalam hati nurani manusia yang membentuk akhlak dari setiap individu manusia.

Karena norma kesusilaan berasal dan bersumber dari dalam hati nurani manusia, maka di dalam norma kesusilaan tidak tertulis dan juga pelaksanaannya dilaksanakan manusia atas dasar dari dalam hati nuraninya sendiri. Norma kesusilaan disebut juga dengan sebutan yaitu norma moral, oleh karena itu siapapun yang yang melanggar norma kesusilaan akan dijuluki sebagai orang yang tidak memiliki moral ataupun asusila.

Ketaatan pada norma kesusilaan ini terefleksikan pada akhlak yang bersumber dari dalam hati nurani setiap manusia, jadi tidak heran apabila norma kesusilaan dianggap berlaku secara universal. Karena setiap manusia memiliki hati nurani yang mengedepankan perilaku manusiawi kepada antar sesama. Dalam kehidupan, norma kesusilaan dapat menjadi pembeda dalam hubungan sosial antara kita sebagai manusia dengan makhluk hidup yang lainnya.

 

 

Tujuan Norma Kesusilaan

Berdasarkan teori pengertian norma kesusilaan di atas dapat disimpulkan bahwa tujuan dari norma kesusilaan adalah supaya ya setiap individu memiliki nilai-nilai kemanusiaan dan juga sifat kesusilaan dengan baik sehingga dapat terbentuk atau au terciptanya keharmonisan dalam suatu ikatan hubungan antar manusia dapat segera terwujud. Dan dapat pula menjadi petunjuk bagi manusia tentang bagaimana cara bersikap serta bertingkah laku di dalam lingkungan masyarakat yang baik.

 

 

Manfaat Norma Kesusilaan

seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa tujuan dari norma kesusilaan yaitu supaya terciptanya kehidupan dalam lingkungan masyarakat yang harmonis dan perlakuan manusiawi antar sesama manusia. Contohnya seperti, menghilangkan nyawa orang lain secara terencana atau disengaja merupakan perbuatan yang tidak manusiawi. Dapat dikatakan bahwa manfaat dari norma kesusilaan yaitu mencegah adanya perbuatan yang keji seperti itu.

Terdapat pula manfaat lain dari adanya norma kesusilaan, antara lain seperti sebagai alat pengendalian sosial atau alat kontrol sosial. Masyarakat dapat mengontrol agar setiap perlakuan atau tingkah laku dari seseorang yang tidak menyimpang dari kesusilaan. Biasanya bersumber dari masyarakat dan dapat berupa teguran atau dapat pula seperti hukuman. Perlu diketahui bahwa norma kesusilaan dapat berkesinambungan dengan norma-norma yang lainnya, seperti norma agama, norma kesopanan, dan norma hukum.

 

 

Ciri Ciri Norma Kesusilaan

Sama halnya dengan penjelasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa norma kesusilaan berasal dari dalam hati nurani setiap manusia. Berdasarkan dari pengertian diatas maka untuk lebih memahami secara jelas tentang norma kesusilaan kamu dapat mengetahui ciri-cirinya sebagai berikut.

 

1. Lokal

Norma kesusilaan bersifat lokal atau tidak universal, Sama halnya dengan norma agama. Di setiap wilayah serta di dalam masyarakatnya juga memiliki beberapa norma kesusilaan tersendiri yang ada di dalamnya. Khususnya di Indonesia, Indonesia dikenal dengan sifat kesusilaan nya yang tinggi, misalnya seperti jika kita berteriak kepada orang tua merupakan hal yang tidak baik. Akan tetapi sebaliknya bawa masyarakat luar negeri seperti Eropa dikenal akan kebebasannya, boleh bahkan tidak masalah untuk berteriak kepada orang tua.

 

2. Tidak Abadi

Ciri-ciri dari norma kesusilaan itu tidak memiliki sifat yang abadi serta tidak bersifat secara universal, tersebut dikarenakan norma kesusilaan bergantung kepada ruang dan juga waktu. Di samping dari sifatnya yang berbeda dalam tiap wilayah serta dalam setiap masyarakat, berbeda pula diikuti sesuai dengan waktunya.

Sekarang ini manusia sudah lebih memiliki moral yang lebih tinggi, seperti pakaian yang digunakan sekarang ini lebih menutup aurat dibandingkan dengan zaman dahulu, pada zaman purba yang mana orang terdahulu tidak mengenakan sebuah pakaian. Dalam hal ini waktu juga berperan untuk menentukan norma kesusilaan dalam berpakaian.

 

3. Hati Nurani

Norma kesusilaan bersumber dari dalam hati nurani manusia itu sendiri. Hal ini dapat memungkinkan bahwa hati nurani dapat saja terkalahkan oleh berbagai hal yang berhubungan dengan suatu kepentingan. Sehingga dalam setiap pelaksanaan kehidupan manusia hati nurani terkadang tidak terlalu diperhatikan.

 

4. Rasa Malu

Rasa mau adalah sanksi yang diberikan kepada diri sendiri ataupun masyarakat apabila masyarakat tersebut tidak melaksanakan norma kesusilaan. Misalnya seperti malu apabila salah kostum ataupun salah dalam berpakaian pada suatu acara, malu apabila berteriak di ruangan pada saat sedang dilaksanakan rapat, dan lain sebagainya yang dapat menyebabkan diri seseorang menjadi malu akibat dari tingkah lakunya.

 

5. Penyesalan

Penyesalan dapat dikatakan sebagai sanksi dimana hal tersebut dapat dirasakan oleh diri sendiri. Beberapa orang lain mungkin tidak mengetahui, jika dirinya telah melanggar norma kesusilaan itu. penyesalan adalah salah satu yang menjadi dampak dari adanya pelanggaran norma kesusilaan yang akan datang suatu saat nanti. Tidak hanya itu, bahkan penyesalan juga dapat mencari sanksi yang dirasakan sampai seumur hidup.

 

 

Contoh Norma Kesusilaan

Untuk lebih memahami lagi mengenai norma kesusilaan, kamu dapat melihat contoh dari norma kesusilaan seperti dibawah ini.

 

1. Jujur Dalam Bersikap dan Bertingkah Laku

Perlu kamu ketahui bahwa jujur dalam norma kesusilaan, bukan hanya sebatas pada saat berbicara saja. Akan tetapi yang dimaksud dengan bersikap jujur di sini termasuk juga jujur dalam bersikap dan juga jujur dalam berperilaku. Misalnya seperti pada saat kamu menemukan dompet atau barang milik orang lain yang terjatuh atau au tertinggal di suatu tempat, maka kamu segera untuk mengembalikannya.

Apabila kamu bersikap jujur maka tentunya kamu akan mengembalikan barang tersebut langsung kepada si pemilik, apabila secara kebetulan kamu mengetahui siapa pemilik dari barang tersebut. Apabila kamu tidak mengetahui pemilik dari barang tersebut maka kamu dapat melaporkan hal itu kepada pihak yang berwajib supaya dapat ditangani oleh pihak yang berwajib.

 

2. Berpakaian Sesuai Tempat dan Situasi

Cara kita berpakaian di tempat umum juga dapat menjadi salah satu contoh dari norma kesusilaan. Pada umumnya seseorang tapinya akan merencanakan akan memakai pakaian apa apa dengan setiap kegiatannya yang disesuaikan dengan kondisi, dan juga acara tertentu. Seperti contohnya pada saat Kamu menghadiri suatu acara resmi, yang mana diharuskan kamu untuk memakai jenis pakaian yang formal.

Sebaliknya apabila Kamu menghadiri suatu acara yang santai, kamu dapat mengenakan pakaian yang casual. dengan cara berpakaian tersebut akan dapat memperlihatkan kepribadian seseorang.

 

3. Dapat Menghargai dan Menghormati Orang Lain

Biasanya pada norma kesusilaan dapat pula untuk mengatur cara seseorang untuk bergaul antar sesama. Pada umumnya orang yang memiliki usia lebih tua, maka orang tersebut akan lebih dihormati dan juga dihargai oleh orang yang lebih muda. Bukan hanya itu, cara bicara serta penyampaian pendapat kepada orang lain juga harus dijaga.

Kamu harus menyesuaikan cara bicara kepada orang yang lebih tua secara lebih sopan, dibandingkan dengan orang yang yang sebaya karena kamu kamu dapat berbicara lebih santai. Dan sangat penting untuk kamu menjaga lisan supaya ya kamu tidak berkata kasar atau mengeluarkan kata-kata yang kurang berkenan kepada orang lain.

 

4. Ringan Dalam Meminta Maaf

Biasanya seseorang yang sadar telah melakukan kesalahan maka orang tersebut secara reflek langsung meminta maaf, hal inilah yang dimaksud dengan salah satu bentuk dari norma kesusilaan dalam lingkungan masyarakat.

Dengan bersikap meminta maaf atas kesalahannya, maka seseorang telah menyadari bahwa yang dilakukannya adalah salah dan mempunyai sikap yang dewasa dalam bertindak untuk meminta maaf. Orang yang berani untuk meminta maaf adalah orang yang memiliki kepribadian bertanggung jawab serta dapat untuk diandalkan.

 

5. Tidak Mengambil Hak Milik Orang Lain

Kemudian contoh yang selanjutnya dari norma kesusilaan adalah tidak mengambil hak milik orang lain. Seorang manusia adalah makhluk sosial yang pastinya di dalam hidupnya membutuhkan bantuan dari orang lain. Dalam kehidupan bersama, video tentunya harus dapat menghormati dan menghargai orang lain. Peserta memiliki sikap untuk tidak mengambil hak milik orang lain.

Dalam kata lain tidak boleh untuk merugikan pihak lain atas apa apa yang dilakukan olehnya, karena hal tersebut dapat berdampak pada diri sendiri. Segala hal yang dapat merugikan diri sendiri, misalnya yaitu mengambil hak milik orang lain akan merusak keseimbangan dalam hidup bermasyarakat. Sehingga akan tercipta kesenjangan an-nahl tersebut dapat berpotensi untuk menimbulkan suatu pertengkaran.

 

6. Membicarakan Hal-Hal yang Baik

Bagi sebagian orang cara bicara adalah hal ya mungkin tidak terlalu diperhatikan, sehingga terdapat banyak orang yang tidak memperhatikan cara bicara mereka pada saat sedang berhadapan dengan orang lain. Padahal dalam kenyataannya cara seseorang dalam berbicara dan topik yang dibicarakan oleh seseorang akan berdampak besar pada orang lain dan juga diri sendiri.

Cara akan hal yang baik atau hal yang buruk juga kan pertama kepada diri sendiri. Hantu yang membuat bahwa kamu harus memperhatikan cara bicara pada saat sedang berbicara dengan orang lain. Misalnya seperti tidak berbicara tentang hal-hal yang buruk tentang seseorang, dan tidak membuat lawan bicara tersinggung atas apa yang kamu ucapkan.

 

7. Tolong Menolong

Tolong-menolong antar sesama manusia ada juga terhadap sesama makhluk hidup merupakan bagian dari norma kesusilaan. Setiap hati nurani manusia pasti akan merasa terdorong untuk dapat menolong orang lain yang membutuhkan, baik hal tersebut terlaksana ataupun tidak untuk dapat menolong yang mungkin berhalangan dengan kepentingan lain. Akan tetapi pasti terdapat penyesalan yang muncul jika apabila terdapat seseorang yang harusnya di tolong ternyata malah mendapatkan sesuatu yang lebih buruk dari pada itu.

 

8. Berterima Kasih

Sama halnya dengan meminta maaf, terima kasih juga termasuk ke dalam norma kesusilaan yang penting akan tetapi seringkali diabaikan oleh manusia karena tingginya ego yang dimiliki oleh manusia tersebut.

Padahal apabila keduanya dilakukan tanpa lagi di sepelekan oleh orang maka akan terdapat banyak masalah yang dapat dengan mudah terselesaikan. Segala prasangka juga akan hilang karena dengan berterima kasih dan juga minta maaf, dapat diketahui pula suatu masalah dari suatu perselisihan yang mungkin saja hal tersebut seharusnya tidak perlu terjadi.

 

9. Tidak Memfitnah

Perilaku orang yang sering memfitnah termasuk kedalam orang yang tidak memiliki moral. Karena fitnah adalah sifat kebalikan dari kejujuran, secara hati nurani ataupun berdasarkan dari norma kesusilaan magrib mah tidak boleh dilakukan atau dilaksanakan.

 

10. Tidak Berzina

Tingkah laku terhadap persidangan adalah perilaku yang tentunya ditolak oleh hati nurani setiap manusia, hal ini juga sesuai dengan norma agama. Dimana semua agama pasti memiliki aturan yang sama terhadap hal ini.

 

11. Tidak Mencuri

Perilaku untuk tidak mencuri Sama halnya dengan perilaku mengambil hak milik orang lain, yang mana apabila hal ini dilakukan maka akan melanggar norma agama, nama kesusilaan dan norma hukum.

 

 

Sanksi Norma Kesusilaan

Dalam setiap diri manusia hati nurani yang paling dalam yang mana hati nurani tersebut akan mengarahkan setiap manusia ke dalam tindakan yang bersifat baik yang sesuai dengan aturan norma kesusilaan. Akan tetapi banyak dari sebagian manusia yang mengabaikan hati nurani, dan justru malah melakukan hal-hal yang dapat melanggar norma kesusilaan.

Apabila terdapat seseorang yang melakukan pelanggaran terhadap norma kesusilaan, maka orang tersebut akan mendapatkan sanksi baik itu sanksi yang terjadi di dalam diri sendiri ataupun sanksi yang berupa hukuman. Berikut ini adalah beberapa bentuk sanksi dari norma kesusilaan antara lain adalah sebagai berikut:

  • Menyesal terhadap segala perbuatan yang telah dilakukan karena telah sadar bahwa hal tersebut adalah hal yang tidak benar.
  • perasaan gelisah yang akan muncul pada diri seseorang apabila seseorang tersebut melakukan kesalahan  sehingga selalu dibayangi dengan perasaan bersalah.
  • Malu terhadap diri sendiri karena tidak dapat melakukan hal yang sesuai dengan norma.
  • Perasaan tidak tentram dalam menjalani hidup karena terdapat perasaan yang selalu mengganjal.
  • Mendapatkan cibiran dari masyarakat akibat adanya perbuatan yang telah dilakukan, masyarakat sekitar akan mulai membicarakan kesalahan dan juga keburukan dari seseorang yang melanggar norma kesusilaan.
  • Mendapatkan cemoohan dari masyarakat.
  • Diasingkan dari lingkungan masyarakat, biasanya dengan perlakuan ketidakpedulian dari masyarakat sekitar terhadap pelaku dari norma kesusilaan.

 

Demikian penjelasan secara ringkas mengenai norma kesusilaan mulai dari pengertian, tujuan norma kesusilaan, manfaat norma kesusilaan, ciri-ciri norma kesusilaan, serta contoh dari norma kesusilaan yang dapat diterapkan dalam lingkungan masyarakat. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan bagi kamu.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight