Pakaian Adat Papua: Penjelasan, Gambar, Lengkap

4 min read

pakaian adat papua

Pakaian Adat Papua – Indonesia terbentang dari Sabang hingga Merauke yang terdiri dari begitu banyaknya gugusan pulau – pulaunya. Sehingga Indonesia memiliki berjuta – juta masyarakat di dalamnya. Dari pulau satu ke pulau lain tentu saja beragam jenis budayanya.

Bukan hanya masyarakat antarpulau saja yang memiliki perbedaan budaya, bahkan antar provinsi pun sudah terlihat perbedaannya. Kita memiliki banyak sekali perbedaan,  oleh karena itu alangkah baiknya kita menghargai satu sama lain.

Budaya apa saja yang harus kita jaga dan hargai? Tentu semua budaya yang berasal dari daerah masing – masing. Sehingga semua masyarakat dapat bersatu dan hidup rukun. Seperti semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berarti walau berbeda tetap satu jua. Budaya daerah dapat meliputi bahasa daerah, pakaian adat, daerah, lagu daerah, makanan khas daerah, dan lain sebagainya.

Nah pada kesempatan kali ini, saya akan mengajak kalian untuk belajar tentang budaya dari salah satu pulau di Indonesia yaitu pulau Papua. Siapa yang tidak tahu pulau yang satu ini? Di pulau Papua terdapat 2 provinsi, yaitu Papua Barat dan Papua.

Pulau merupakan pulau terluas di Indonesia loh! Papua memiliki luas wilayah sebesar 786.000 km2 yang dinobatkan sebagai pulau terluas di Indonesia sekaligus pulau terluas kedua di dunia setelah Australia.

Budaya yang akan dibahas kali ini yaitu pakaian adat Papua. Papua merupakan salah satu daerah dengan budaya yang sangat unik lhoo!

Pakaian Adat Papua

Terdapat 6 pakaian adat yang akan dijelaskan dibawah ini. Apa saja? Yuk, simak beberapa pakaian adat dari Papua!

Pakaian Yokal

pakaian yokal

Pakaian adat Papua pertama yaitu pakaian yokal. Pakaian ini hanya terdapat di daerah Papua Barat dan sekitarnya saja. Dan hanya dapat dijumpai pada suku pedalaman di Papua Barat. Hanya wanita yang sudah menikah atau sudah memiliki keluarga saja yang boleh menggunakan pakaian tersebut.

Pakaian ini memliki warna coklat yang agak kemerahan. Uniknya, pakaian ini tidak untuk dijual dan dibeli dikarenakan pakaian ini sebagai simbolis masyarakat Papua yang memiliki kedekatan dengan alam.

Baca Juga: Rumah Adat Indonesia.

Pakaian Sali

pakaian sali

Pakaian adat yang selanjutnya yaitu pakaian Sali. Jika dibandingkan dengan pakaian yokal yang sudah kita bahas sebelumnya, pakaian adat yang satu ini justru merupakan kebalikan dari pakaian yokal.

Perbedaannya yaitu pakaian Sali digunakan oleh wanita yang belum menikah atau berstatus lajang. Pakaian ini berwarna coklat yang berasal dari kulit pohon. Unik bukan?

Pakaian Holim

pakaian holim

Jika kedua pakaian diatas merupakan pakaian yang digunakan oleh kaum wanita, maka pakaian holim hanya digunakan untuk kaum pria. Pakaian holim memiliki nama lain yang biasa disebut  dengan koteka. Nama koteka sudah banyak dikenal masyarakat di Indonesia yang berfungsi sebagai penutup kemaluan.

Pakaian ini biasanya digunakan dalam kehidupan sehari – hari mereka. Bahan dasar pembuatan koteka ini yaitu dari kulit labu air yang dikeringkan. Setiap suku di Papua memiliki ciri khasnya sendiri dalam pembuatan pakaian ini. Contohnya pada suku Tion yang memakai dua kulit labu air secara bersamaan dalam pembuatannya, berbeda dengan suku lain yang hanya menggunakan satu kulit labu air saja.

Baju Kurung

baju kurung

Baju kurung merupakan baju modern dari Papua yang mendapat pengaruh dari budaya luar. Baju ini digunakan oleh masyarakat yang tinggal disekitar Manokwari.

Baju kurung digunakan sebagai atasan dari rok rumbai. Pakaian ini menggunakan kain beludru sebagai bahan dasarnya dan rumbai sebagai hiasannya yang ada di bagaian leher, lengan, dan lain sebagainya.

Penggunaan pakaian ini dapat ditambahkan dengan berbagai perhiasan seperti kalung dan gelang yang terbuat dari biji – bijian yang disusun dengan benang. Tak lupa pula menggunakan penutup kepala yang terbuat dari bulu burung kasuari.

Baju Kain Rumput

baju kain rumput

Sesuai namanya, baju ini tentu saja terbuat dari tanaman yaitu daun sagu yang sudah dikeringkan. Daun yang digunakan adalah daun bagian pucuk atau yang masih mudah dan diambil ketika air laut dengan pasang.

Setelah daun dikeringkan, kemudian dipilin dengan cara dianyam menggunakan kayu sepanjang 1 meter untuk mengaitkan ujung – ujung talinya.  Dalam membuat talinya, digunakan rumput yang sudah kering yang dipilin pula.

Rok Rumbai

rok rumbai

Pakaian adat Papua yang terakhir adalah rok rumbai. Mungkin kalian sudah banyak mengetahuinya bukan? Memang terdengar sangat khas dengan wilayah Papua. Pakaian ini digunakan oleh kaum wanita maupun pria.

Rok rumbai terbuat dari daun sagu yang sudah dikeringkan. Rok ini berfungsi menutup bagian tertentu saja seperti bagian bawah badan. Ketika pria menggunakan koteka (holim) dan wanita memakai rok rumbai, maka mereka tidak menggunakan atasan. Mereka biasanya menyamarkan bentuk tubuh menggunakan tato atau lukisan di badannya.

Selesai sudah kita membahas tentang pakaian adat Papua. Pakaian yang dibuat oleh mereka kebanyakan berasal dari tumbuhan yang ada di sekitarnya. Memanfaatkan potensi alam yang sudah dianugerahkan kepada kita semua.

Berbanggalah kita sebagai warga negara Indonesia, kita dapat mempelajari keanekaragaman yang unik di setiap daerah. Oleh karena itu, kita harus sama – sama melestarikan kebudayaan di Indonesia agar tidak hilang di masa yang akan datang. Dan saling menghargai antar budaya.

Bagaimana dengan pembahasan kita kali ini? Terimakasih kalian sudah belajar bersama Pintarnesia. Bila terdapat kesalahan kata mohon dimaafkan dan dimaklumi. Sampai jumpa di kesempatan berikutnya.

Tanya Jawab

Apa perbedaan pakaian yokal dengan sali?

Pakaian yokal digunakan oleh wanita yang sudah menikah, sedangkan pakaian sali digunakan oleh wanita yang belum menikah.

Terbuat dari apakah pakaian holim Papua?

Pakaian holim terbuat dari kulit labu air.

Pakaian apakah yang digunakan sehari-hari oleh kaum pria di Papua?

Dalam kegiatan sehari-hari, kaum pria menggunakan pakaian holim atau yang biasa disebut koteka.

Wiwit Febriandari Penyuka desain dan kreasi visual, selamat membaca artikel saya ya :)
DarkLight