Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka: Pengertian, Ciri, Makna, Nilai-Nilai

9 min read

Makna Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka – Pancasila merupakan ideologi bangsa Indonesia dan kita sering mendengar bahwa Pancasila adalah ideologi yang terbuka, namun apakah kamu mengetahui apa yang dimaksud dengan ideologi itu?.

Dan apakah Pancasila termasuk ke dalam Ideologi terbuka? Pancasila adalah ideologi bangsa Indonesia yang terangkum ke dalam lima sila. Mana dasar-dasar tersebut dirumuskan oleh Soekarno yang merupakan presiden pertama Indonesia dan pahlawan proklamator kemerdekaan Indonesia.

 

Pengertian Ideologi Terbuka

Ideologi terbuka adalah ideologi yang mampu mengikuti majunya perkembangan zaman serta memiliki sifat yang dinamis. Selain itu, ideologi terbuka juga merupakan buah dari pemikiran atau konsensus yang berasal dari suatu kelompok masyarakat.

Sebuah ideologi terbuka mendapatkan nilai dan juga cita-citanya yang berasal dari dalam bukan dari luar. Yang artinya adalah sebuah ideologi harus merangkum nilai-nilai pada bangsa tersebut, jangan sampai terjadi suatu bangsa harus berubah untuk dapat memenuhi ideologinya.

Berbeda dengan ideologi terbuka, pada ideologi tertutup memiliki sifat yang cenderung otoriter dan totaliter dalam mengatur segala aktivitas warganya. Dalam ideologi tertutup cenderung memiliki nilai-nilai yang dogmatis yang merupakan datang dari luar. Ideologi yang seperti ini akan memaksa masyarakatnya untuk agar tetap tunduk kepada nilai-nilai baru tersebut tanpa dapat untuk ditolak atau masyarakat tersebut memberikan pendapat.

 

 

Ciri-Ciri Ideologi Terbuka

Pengertian ideologi terbuka menurut Franz Magnis Suseno adalah suatu pemikiran yang terbuka yang memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Bersumber dari kekayaan budaya dari masyarakat itu sendiri. Yang artinya adalah yang terkandung didalamnya nilai nilai eksternal atau nilai yang datang dari luar. Ideologi terbuka tumbuh dan juga berkembang dari keseluruhan aktivitas, kebiasaan, dan buah pikiran dari masyarakat lokal, ideologi terbuka dapat mudah untuk diterima dengan baik.
  2. Bukan berdasarkan dari keyakinan ideologis sekelompok orang, ideologi terbuka adalah hasil dari musyawarah konsensus masyarakat tersebut.
  3. Nilai-nilai itu bersifat dasar dan hanya secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional atau teknis melainkan instruktif dan instrumental. Ideologi terbuka meliputi nilai-nilai yang operasionalnya (teknisinya) penjabaran nilai instrumental (fundamental/dasar).

Jadi terdapat kesimpulan bahwa sebelum Pancasila dapat dianggap sebagai sebuah ideologi yang terdapat ciri-ciri tersebut harus dipenuhi.

 

 

Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi bagi bangsa Indonesia, Pancasila menjadi acuan dan pedoman bagi bangsa Indonesia dalam melakukan berbagai aktivitasnya dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu ideologi ini harus memiliki sifat yang fleksibel serta dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa adanya nilai-nilai dasar yang hilang, atau dapat disebut jadi ideologi terbuka.

Pancasila pada mulanya adalah observasi dari Soekarno terhadap berbagai aktivitas kehidupan bangsa Indonesia. Soekarno menyadari bahwa secara umum terdapat lima karakteristik yang dimiliki oleh masyarakat Indonesia antara lain yaitu:

  1. Ketuhanan,
  2. Kemanusiaan,
  3. Persatuan,
  4. Musyawarah,
  5. Dan keadilan sosial

Oleh karena itu Pancasila secara fundamental sudah bersumber kau merasakan dari budaya dan juga pola pikir masyarakat Indonesia. Jadi dapat kita simpulkan bahwa dari kelima nilai yang terkandung dalam Pancasila adalah sikap dasar bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai suatu kondisi.

Pada nilai-nilai tersebut dalam pelaksanaannya tidak berubah, hanya saja dalam metode pelaksanaannya yang mungkin dapat berbeda, gantung dari situasi dan kondisi.

Berdasarkan kriteria yang yang ditetapkan oleh Franz Magnis Suseno, bahwa Pancasila dianggap dan termasuk sebagai ideologi terbuka. Pancasila selalu memberikan orientasi ke depan serta dapat untuk diadaptasikan ke berbagai masalah ataupun segala aktivitas tanpa kehilangan suatu nilai dasarnya.

 

 

Dimensi Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila sebagai ideologi terbuka memiliki 3 dimensi yang penting antara lain yaitu:

 

1. Dimensi Realita

Nilai-nilai dasar yang tercantum pada ideologi tersebut menjaminkan suatu kenyataan hidup yang terdapat di dalam masyarakat yang mana ideologi tersebut ada untuk pertama kali.

 

2. Dimensi Idealisme

Dimensi idealisme adalah suatu kualitas ideologi dalam nilai dasar agar bisa dapat memberikan harapan bagi berbagai kelompok atau golongan dan juga masyarakat mengenai masa depan yang lebih baik.

 

3. Dimensi Fleksibilitas

Dimensi idealisme adalah kemampuan ideologi dalam mempengaruhi dan juga menyesuaikan diri dengan perkembangan yang terjadi di dalam masyarakat.

 

4. Dimensi Normalitas

Dimensi normalitas adalah ideologi atau nilai-nilai yang memiliki sifat mengikat dengan norma-norma maupun aturan yang wajib ditaati dan juga dipatuhi yang memiliki sifat positif.

Baca Juga : Pancasila Sebagai Dasar Negara.

 

 

Bukti Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila dibuat atas dasar cita-cita dan pandangan hidup bangsa Indonesia yang kemudian disahkan oleh bangsa Indonesia tanpa adanya pengaruh atau campur tangan orang asing.

Apabila Pancasila bahwa Iya termasuk kedalam suatu ideologi yang terbuka maka harus ada bukti untuk dapat menguatkan hal tersebut. Karena sebuah pernyataan yang hanya didasari oleh kajian secara teori tanpa adanya bukti nyata maka tidak akan dapat diterima dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa bukti yang dapat menguatkan bahwa Pancasila termasuk kedalam sebuah ideologi yang terbuka, antara lain yaitu:

  1. Pancasila menghargai bahkan mengutamakan pluralitas, seperti halnya dalam slogan “Bhinneka Tunggal Ika”. Hal tersebut sangat penting bagi masyarakat Indonesia yang memiliki beragam suku bangsa.
  2. Pancasila berisikan landasan dari nilai dan sikap bukan petunjuk teknis seperti halnya dengan undang-undang sehingga lebih leluasa untuk dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman.
  3. Pancasila berisikan cita-cita, pandangan hidup serta tujuan dari bangsa Indonesia.
  4. Pancasila dibuat atas dasar dari pengalaman sejarah bangsa Indonesia, sehingga sangat relevan terhadap realitas bangsa yang ada.
  5. Pancasila tidak akan membatasi setiap pilihan dari masyarakat Indonesia, asalkan tidak bertentangan dengan hati nurani masyarakat tersebut dan nilai-nilai dalam Pancasila.
  6. Pancasila dibuat dan disahkan atas dasar dari keinginan bangsa Indonesia tanpa adanya campur tangan yang berasal dari orang asing atau negara asing.
  7. Pancasila memiliki sifat yang tidak memaksa, melainkan inspirasi masyarakat untuk melakukan aktivitas dan memandang sesuatu sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Dari bukti-bukti tersebut dapat memberikan kesimpulan bahwa Pancasila sebagai ideologi yang terbuka baik itu dari segi teoritis, maupun dari segi praktis.

 

 

Alasan Terbentuknya Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Moerdiono mengutarakan bahwa terdapat beberapa alasan yang menjadi dasar terbentuknya Pancasila sebagai ideologi yang terbuka. berikut ini adalah alasan yang dikemukakan oleh Moerdiono.

  • Tekad dari bangsa untuk menjadikan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
  • Dikarekan gagalnya ideologi tertutup seperti marxisme, fasisme, dan leninisme.
  • Dinamika perkembangan masyarakat Indonesia yang sangat cepat sehingga dikawatirkan apabila adanya ideologi yang kaku dan tertutup tidak bisa untuk di mengakomodasi masalah dan juga aktivitas sehari-hari di masa yang akan datang.
  • Pengalaman masyarakat Indonesia dalam bidang politik terhadap pengaruh adanya komunisme dan fasisme. Pada saat itu Pancasila bukan lagi digunakan sebagai dasar dalam melakukan pemilihan kebijakan dan panduan hidup melainkan sebagai senjata politik untuk dapat mengalahkan lawan. Pada masa ini perbedaan menjadi alasan untuk dapat mengajak seseorang sebagai anti Pancasila sehingga perlu untuk ‘diamankan’.

Berdasarkan sejarah gagasan Pancasila sebagai ideologi terbuka sudah dibicarakan sejak pada tahun 1985 namun secara implisit, sebelumnya Pancasila memang sudah direncanakan sebagai ideologi terbuka semenjak konsepsinya. Hal tersebut dibuktikan dari pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang berbunyi.

“Maka telah cukup jika hanya memuat garis-garis besar sebagai instruksi kepada pemerintah pusat dan lain-lain penyelenggara negara untuk menyelenggarakan kehidupan negara dan kesejahteraan sosial, terutama bagi negara baru dan negara muda, lebih baik hukum dasar yang tertulis itu hanya memuat aturan-aturan pokok, sedangkan aturan-aturan yang menyelenggarakan aturan pokok itu diserahkan kepada Undang-Undang yang lebih mudah cara membuat, mengubah, dan mencabutnya”.

Berdasarkan dari kutipan tersebut dapat disimpulkan bahwa secara fundamental, Pancasila memang benar dapat dikategorikan sebagai ideologi terbuka. Seiring dengan bertambah majunya perkembangan zaman, nilai-nilai Pancasila akan tetap sama, hanya saja peraturan serta kebijakan yang bersumber dari nilai tersebut yang berubah, menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Baca Juga : Makna Pancasila Sebagai Ideologi Negara Indonesia.

 

 

Nilai – Nilai Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

Pancasila memiliki 3 dimensi yang dapat menunjukkan bahwa Pancasila termasuk ke dalam sebuah ideologi yang terbuka. Tiga dimensi tersebut antara lain yaitu nilai dasar, nilai instrumen dan nilai praktis. Ketiganya akan dijelaskan secara rinci seperti berikut ini.

 

1. Nilai Dasar

Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka yang pertama adalah nilai dasar. Nilai dasar adalah asas yang diterima sebagai asas mutlak atau asas yang tidak dapat diganggu gugat. Di dalam Pancasila sendiri terdapat lima nilai dasar, kelima nilai dasar tersebut antara lain yaitu ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. nilai ini diterima sebagai suatu pedoman yang mutlak beserta berasal dari budaya bangsa itu sendiri.

 

2. Nilai Instrumen

Sangat pentingnya nilai-nilai dasar tersebut, masih belum proporsional, artinya yaitu kita masih belum dapat menjabarkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Penjelasan UUD 1945 sendiri merujuk pada adanya undang-undang sebagai pelaksanaan hukum dasar tertulis itu.

Nilai-nilai dasar yang terkandung dalam pembukaan UUD 1945 penjabaran yang lebih lanjut sebagai arahan untuk dapat diterapkan dalam kehidupan nyata. Penjabaran tersebut yang dinamakan dengan nilai instrumen.

Nilai instrumen harus tetap mengacu kepada nilai-nilai dasar yang telah dijabarkan. Penjabaran tersebut dapat dilakukan secara kreatif dan dinamis dalam bentuk yang baru untuk dapat mewujudkan semangat yang sama, dalam batas-batas yang dimungkinkan oleh nilai dasar itu.

Penjabaran tersebut jelas tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai dasar yang dijabarkan. dokumen konstitusional yang disediakan untuk penjabaran secara kreatif dari nilai-nilai dasar tersebut adalah ketetapan MPR, peraturan perundang-undangan, serta kebijakan pemerintah lainnya.

 

3. Nilai Praktis

Dan nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi terbuka yang ketiga adalah nilai praktis yang merupakan nilai-nilai yang tampak dalam segala aktivitas kehidupan sehari-hari suatu bangsa. Nilai inilah yang menjadi tolak ukur apakah nilai dasar dan nilai instrumen benar-benar diamalkan oleh masyarakat atau hanya sekedar teori.

Dalam perwujudan nilai praktis bersifat abstrak, contohnya seperti saling menghormati, menjaga kerukunan antar sesama, saling bekerja sama, dan masih banyak contoh lainnya.

Pancasila sebagai ideologi negara yang baik maka sudah sewajarnya jika dalam pengamalan Pancasila tidak hanya diambil dari nilai dasar dan instrumennya saja. Mainkan juga harus turun sampai nilai praktisnya. Apabila suatu ideologi memiliki ketiga nilai tersebut yang diterapkan dengan benar di dalam suatu negara, apakah dapat dikatakan bahwa ideologi tersebut adalah ideologi yang baik.

Baca Juga : Nilai-Nilai Pancasila: ke 1, 2, 3, 4, 5 Kehidupan Sehari-Hari

 

 

Pentingnya Ideologi Terbuka

Seiring dengan perkembangan zaman yang sangat cepat, ideologi yang ketat yang tidak memungkinkan untuk bisa fleksibel maka akan di hawatir kan ideologi tersebut akan hilang ditelan oleh majunya perkembangan zaman.

Begitu cepatnya pertumbuhan ekonomi mendorong terjadinya perubahan tempat tinggal yang awalnya berada di desa menjadi di kota serta perilaku dari masyarakat yang awalnya saling bekerjasama menjadi individualis serta apatis.

 

Adanya Perkembangan Zaman bagi Bangsa

Pertumbuhan tersebut juga mendorong terjadinya eksploitasi lingkungan dalam bentuk kawasan industri dan kawasan ekonomi khusus yang menghadirkan karena dapat merusak ekosistem dan juga pola kehidupan sosial ekonomi dari masyarakat sekitar. Bahkan seiring dengan majunya suatu negara terkadang komposisi penduduknya juga mulai berubah dari yang judulnya nasi anak muda menjadi tua secara perlahan.

Perdagangan internasional juga banyak membawa bahaya dari luar negeri, mulai dari adanya budaya asing yang masuk ke dalam negeri yang tidak sesuai dengan budaya lokal kemudian akhirnya menggeser keberadaan budaya lokal, serta permainan intrik ekonomi yang dapat merugikan bangsa serta adanya eksploitasi sumber daya alam lokal.

Meskipun dengan adanya perkembangan zaman yang modern dapat memberikan dampak yang membahayakan seperti yang telah dijelaskan, akan tetapi juga memberikan banyak keuntungan sehingga apabila suatu bangsa menutup diri dari adanya perkembangan zaman maka bangsa tersebut akan ketinggalan berbagai hal mulai dari teknologi, ataupun informasi.

Karena perkembangan zaman dapat memberikan manfaat bagi majunya suatu negara antara lain yaitu peningkatan standar kehidupan suatu negara, peningkatan aktivitas ekonomi lokal, dan masuknya ilmu dari berbagai negara lain yang merupakan bagian kecil dari sekian banyak manfaat adanya perkembangan zaman.

Oleh karena itu, Pancasila yang merupakan ideologi bagi bangsa Indonesia sudah seharusnya dapat beradaptasi serta dapat menyesuaikan diri terhadap adanya perubahan perkembangan zaman. Akan tetapi tetap tidak menghilangkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia. Tetap memegang teguh nilai-nilai Pancasila serta tetaplah menyeleksi adanya pengaruh globalisasi, maka Indonesia dapat bertransformasi menjadi negara maju yang diakui di Asia pakan Dunia.

 

 

Demikian penjelasan mengenai Pancasila sebagai ideologi terbuka. Semoga artikel ini dapat membantu kamu dalam belajar. Dan setelah kamu membacanya selain mendapatkan ilmu kamu juga dapat menerapkan nilai-nilai dasar dari Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight