Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Pencak Silat: Pengertian, Sejarah, Teknik dan Jurus Pencak Silat

18 min read

pencak silat

Pencak Silat – Pencak silat merupakan salah satu cabang oleh raga dalam bentuk kesenian bela diri yang berasal dari Asia Tenggara, atau yang lebih tepatnya berasal dari Indonesia.

Dan serang pencak silat juga sudah diakui oleh UNESCO bagai sebuah tradisi warisan kebudayaan, dan peresmian dari penghargaan tersebut terjadi di Bagota, Kolombia, pada hari Kamis tanggal 12 Desember 2019.

Nah, bagi kamu yang penasaran dengan pencak silat yang telah di akui sebagai warisan budaya tersebut, mulai dari pengertian, sejarah, teknik, jurus, hingga ke peraturannya, berikut ini akan kami berikan kalian ulasan tentang pencak silat. Jadi langsung saja kita simak ulasan di bawah ini.

 

Pengertian Pencak Silat

pengertian pencak silat

Silat merupakan seni bela diri yang telah dikenal secara luas oleh negara-negara di kawasan Asia Tenggara. Tidak hanya itu, silat juga merupakan sebuah seni bela diri yang telah di akui oleh dunia dan juga telah dijadikan sebagai salah satu warisan dunia.

Jika di Indonesia seni bela diri yang satu ini di kenal dengan pencak silat, berbeda dengan negara-negara yang ada di Asia Tengara, mereka menyebut seni bela diri ini dengan logat dari dari daerah-daerahnya masing-masing.

Di Malaysia dan Singapura seni bela diri ini dinamai gayam atau cekak, lalu di Thailand disebut dengan nama bersilat, dan untuk Filipina diberi nama pesilat.

Pencak silat sendiri terdiri dari dua kata, yakni kata pencak dan kata silat. Sedangkan untuk pengertian dari pencak adalah sebuah gerakan dasar dari sebuah bela diri yang di dalamnya terikat oleh sebuah peraturan.

Sedangkan untuk pengertian dari silat adalah sebuah gerak bela diri yang sempurna dan gerakan tersebut tercipta dari sebuah keharmonian.

Berdasarkan dengan perkembangan dari seni bela diri yang satu ini, silat lebih mengutamakan pada unsur seni di dalam gerakannya dan inilah yang kemudian dinamakan dengan pencak silat.

Sedangkan untuk liat lebih mengutamakan inti dan juga ajaran dari ajaran bela diri yang berguna untuk melakukan pertarungan.

Adapun pengertian dari pencak silat menurut IPSI yakni sebagai berikut :

“Pencak silat ialah hasil budaya manusia di Indonesia untuk membela, lalu mempertahankan eksistensi (kemandiriannya) serta integritasnya (manunggal) untuk lingkungan hidup sekitarnya guna mencapai keselarasan hidup dalam meningkatkan iman & takwa terhadap Tuhan YME”.

Sedangkan menurut KBBI, pencak silat merupakan sebuah permainan (keahlian) dalam mempertahankan diri dengan cara menangkis, menyerang dan juga membela diri baik itu menggunakan ataupun tanpa menggunakan senjata.

Tidak hanya negara-negara lain saja yang memiliki istilah lain untuk seni bela diri pencak silat, beberapa daerah yang ada di Indonesia juga ada yang memiliki istilah tersendiri untuk seni bela diri yang satu ini. Berikut ini adalah beberapa istilah lain dari pencak silat di beberapa daerah yang ada di Indonesia:

  • Sumatra Barat menyebut pencak silat dengan istilah Gayuang & Sliek.
  • Pesisir timur Sumatra Barat menyebut pencak silat dengan istilah Bersilat.
  • Jawa Barat menyebut pencak silat dengan istilah Maempok & Penca.
  • Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur menyebut pencak silat dengan istilah Pencak.
  • Madura dan Pulau Bawean menyebut pencak silat dengan istilah Mencak.
  • Bali menyebut pencak silat dengan istilah Mancak & Encak.
  • NTB dan Dompu menyebut pencak silat dengan istilah Mpaa Sila.

 

 

Sejarah Pencak Silat

sejarah pencak silat

Sejarah dari terbentuknya pencak silat sudah ada pada masa perkembangan kerjaan di Indonesia dan bahkan hingga sampai saat ini pencak silat masih sering kita temui, tak jarang sekolah-sekolah juga terdapat ekstra kurikuler pencak silat, dan bahkan pencak silat juga diperlombakan di sea Games.

Hal tersebut karena fungsi dari pencak silat adalah sebagai bentuk pertahanan diri dan juga sebagai sebuah seni di dalam bidang bela diri, terlebih lagi sekarang pencak silat sudah dijadikan sebagai salah satu warisan budaya yang harus kita lestarikan.

Tak hanya di ketahui dan juga berkembang di Indonesia saja, akan tetapi pencak silat juga sudah menyebar dan juga berkembang di negara-negara lain, terutama di daerah Asia Tenggara seperti Brunei Darusalam, Singapura, Malaysia, dan juga negara-negara lainnya.

Agar kamu lebih paham tentang sejarah dari pencak silat, berikut ini adalah perkembangan pencak silat dari jaman Ke jaman, sebagai berikut.

 

1. Perkembangan Pencak Silat pada Jaman Kerajaan

Pada masa kerajaan, bela diri merupakan sebuah keterampilan yang pada saat itu juga masyarakat hanya mengenalnya sebagai sebuah pertahanan keamanan, dan tak jarang bela diri tersebut juga digunakan untuk melakukan perlawanan terhadap kerajaan yang lainnya.

Pada masa itu sudah banyak kerajaan-kerajaan yang menggunakan ilmu bela diri di kerajaannya, seperti kerajaan Kutai, kerajaan Tarumanegara, kerajaan Kediri, Kerajaan Majapahit, kerajaan Singasari, dan bahkan kerajaan Sriwijaya juga menggunakan para pasukan yang telah dibekali oleh ilmu bala diri yang berguna untuk melakukan pertahanan terhadap kerajaan dan juga wilayahnya.

Akan tetapi pada masa itu, istilah dari pencak silat belum di kenal oleh masyarakat maupun kerajaan. Hingga pada tahun 1019-1041 atau yang lebih tepatnya pada masa kerajaan Kahuripan, yang pada saat itu di pimpin oleh Prabu Erlangga yang berasal dari Sidoarjo, telah mengetahui sebuah ilmu bela diri uang diberi nama dengan “Eh Hok Hik” atau yang berarti “Maju Selangkah Memukul”

 

2. Perkembangan Pencak Silat pada Jaman Penjajahan Belanda

Pada masa penjajahan Belanda, para pribumi dilarang melakukan kegiatan yang berhubungan dengan pencak silat, hal tersebut dilakukan karena adanya rasa takut yang dirasakan oleh para penjajah Belanda karena pencak silat sendiri dipandang berbahaya bagi keberlangsungan penjajahan.

Hal tersebut membuat pencak silat dilakukan dengan cara sembunyi-sembunyi dan juga hal tersebut hanya dilakukan oleh sebuah kelompok masyarakat yang kecil saja.

Tidak hanya itu, karena adanya larangan melakukan pencak silat oleh Belanda, menyebabkan kesenian yang satu ini hanya dapat berkembang di beberapa daerah tertentu saja dan itupun hanya dalam bentuk sebuah pertunjukan atau upacara adat.

 

3. Perkembangan Pencak Silat pada Jaman Kependudukan Jepang

Berbeda dengan masa penjajahan Belanda yang menentang adanya pencak silat di daerah jajahannya termasuk Indonesia, pada masa kependudukan Jepang keberadaan dari pencak silat justru malah mendapatkan dukungan dalam melakukan pengembangannya.

Hal tersebut dilakukan oleh Jepang untuk sebagai kepentingan pribadi Jepang, yakni agar semangat dari para pribumi semakin berkobar dalam melakukan pertahanan pada saat terjadi penyerangan yang dilakukan oleh para sekutu.

Perkembangan pencak silat di Indonesia juga menjadi semakin pesat setelah Shimitsu memberikan sebuah anjuran untuk mengadakan sebuah pemusatan tenaga terhadap aliran seni pencak silat yang telah ada.

Pada saat itu juga, seluruh wilayah yang ada di Jawa mendirikan sebuah padepokan atau perkumpulan pencak silat di telah di atur oleh pemerintah dengan cara serentak.

Meskipun tujuan utama bangsa Jepang memberikan dukungan untuk mengembangkan seni bela diri pencak silat kepada bangsa Indonesia adalah untuk meningkatkan semangat para kaum pribumi demi kepentingan pribadi Jepang dan bukan untuk kepentingan nasional.

Akan tetapi dengan adanya kesempatan yang diberikan oleh Jepang kepada Indonesia untuk menghidupkan kembali unsur-unsur warisan dari kebesaran bangsa, membuat Indonesia mendapatkan sebuah keuntungan, yakni masyarakat bangsa Indonesia menjadi kembali sadar demi kembalinya ilmu bela diri tersebut ke tempanya seperti semula.

Tak hanya Mengembalikan seni bela diri pencak silat ke tempatnya seperti semula, para masyarakat justru juga melakukan penataan kembali ilmu bela diri pencak silat dan pada akhirnya mereka mengaplikasikan nilai-nilai yang terkandung di dalam seni bela diri tersebut ke dalam kehidupannya sehari-hari.

 

4. Perkembangan Pencak Silat pada Jaman Kemerdekaan

Perkembangan dari pencak silat juga terus berlanjut hingga ke jaman dimana Indonesia sudah mendapatkan kemerdekaannya.

Dan pada periode ini, perintisan untuk mendirikan sebuah organisasi pencak silat mulai terbentuk dengan tujuan untuk menampung semua perguruan-perguruan ilmu seni bela diri yang ada di Indonesia.

Dan kemudian, pada tanggal 18 Mei 1948 di Surakarta, muncullah beberapa pendekar yang kemudian berkumpul dan mendirikan sebuah organisasi yang diberi nama dengan Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia atau yang di biasa disingkat dengan IPSSI.

Organisasi tersebut dipimpin oleh Mr. Wongsonegoro yang kemudian mengubah nama organisasi tersebut menjadi Ikatan Pencak Silat Indonesia yang disingkat menjadi IPSI, yang bertujuan untuk membakar kembali semangat juang dari para rakyat Indonesia pada masa itu.

Tak hanya itu, organisasi yang satu ini juga memiliki tujuan untuk menjalin sebuah ikatan persaudaraan dan juga kesatuan sesama bangsa Indonesia agar tidak mudah terpengaruh bangsa lain dan kemudian terpecah belah.

Dan hingga sampai saat ini, organisasi Ikatan Pencak Silat Indonesia tercatat sebagai organisasi yang paling tua yang ada di dunia.

Lalu pada tanggal 11 Maret 1980, didirikan kembali sebuah organisasi pencak silat dengan nama Persatuan Pencak Silat Antarbangsa yang kemudian di singkat menjadi pesilat.

Organisasi tersebut didirikan oleh orang yang berasal dari Indonesia yakni Eddie M. Nalapraya yang pada saat itu juga sedang menjabat menjadi ketua dari IPSI.

Dengan adanya organisasi antar bangsa tersebut, kemudian diadakan sebuah acara pencak silat yang mana acara tersebut di hadiri oleh bayak orang yang mewakili negaranya masing-masing, seperti Malaysia, Singapura, dan bahkan hingga Brunei Darussalam juga berpartisipasi di dalam acara tersebut.

Dan kemudian keempat negara tersebut termasuk Indonesia yang menghadiri acara silat tersebut di kenal sebagai negara pendiri bela diri silat. Berikut ini adalah beberapa organisasi silat yang antara lain sebagai berikut :

  • IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) di Indonesia
  • PESAKA (Persekutuan Silat Kebangsaan Malaysia) di Malaysia
  • PERSIS (Persekutuan Silat Singapore) di Singapura
  • PERSIB (Persekutuan Silat Brunei Darussalam) di Brunei Darussalam.

Dan salah satu hal yang paling membanggakan di dunia persilatan adalah, berpatisipasinya negara yang ada di Eropa seperti Amerika yang ikut serta dalam melakukan perkembangan terhadap ilmu bela diri pencak silat dengan mendirikan sebuah perguruan silat.

Yang pada akhirnya, pada saat ini bela diri pencak silat dijadikan sebagai sebuah cabang olah raga resmi yang tak jarang di pertandingkan dengan skala internasional, salah satunya adalah adanya cabang pencak silat di di pertandingan SEA Games.

 

 

Teknik Pencak Silat

teknik dasar pencak silat

Jika kamu ingin mempelajari pencak silat kamu harus harus tahu terlebih dahulu tentang teknik-teknik dasar dari pencak silat terlebih dahulu. Berikut ini kami akan memberikan materi tentang teknik dasar dari pencak silat yang dapat kamu pelajari dan juga kamu praktekkan jika kamu ingin belajar pencak silat.

 

1. Sikap Dasar Pencak Silat

Jika kamu ingin bisa pencak silat, hal pertama yang harus kamu pelajari dan juga kuasai adalah sikap dasar pencak silat. Sikap dasar dari pencak silat berisikan sikap-sikap yang statis. Tujuan dari melakukan sikap dasar adalah sebelum melakukan pencak silat adalah untuk melati kekuatan otot-otot yang ada pada tungkai.

Tak hanya itu, sikap dasar dalam pencak silat juga berfungsi sebagai sebuah fondasi dalam melakukan pembentukan gerakan dari teknik persilatan yang selanjutnya, hal tersebut meliputi sikap jasmaniah dan juga sikap rohaniah.

Berikut ini adalah beberapa sikap dasar dari pencak silat yang dapat kamu pelajari dan juga kamu coba.

 

Sikap Hormat

Sikap dasar yang pertama adalah dengan melakukan sikap hormat atau sikap tegak. Sikap hormat digunakan oleh seorang pesilat untuk menghormati musuh ataupun lawan.

Posisi dalam melakukan sikap hormat adalah dengan badan yang tegap dan kemudian di ikuti oleh kaki yang rapat dan kemudian posisi tangan berada di depan. Dengan posisi dada yang terbuka yang rapat dan kemudian jari-jari tangan serta pandangan menghadap ke arah atas.

 

Sikap Tegak

Sikap dasar yang kedua adalah sikap tegak. Sikap tegap merupakan sebuah sikap dasar dimana posisi dalam keadaan siap dan berdiri dengan tegak. Posisi dari sikap tegak juga terbagi menjadi 4 jenis, seperti sikap tegak 1, sikap tegak 2, sikap tegak 3, sikap tegak 4.

 

Sikap Duduk

Sikap duduk adalah salah satu bagian dari sikap dasar, fungsi sikap duduk adalah sebagai sebuah dasar uruk melakukan permainan bawah. Siap duduk sendiri juga terbagi menjadi 4 macam yakni, sikap sila, sikap duduk, sikap sipu, dan sikap sempok atau dempok.

 

Sikap Pasang

Sikap dasar yang selanjutnya adalah sikap pasang, sikap pasang merupakan sikap awal yang dilakukan dengan tujuan untuk melakukan serangan maupun untuk melakukan pembelaan. Adapun sikap pasang terbagi menjadi 4 sikap antara lain sikap pasang 1, sikap pasang 2, sikap pasang 3, sikap pasang 4.

 

2. Kuda-Kuda

Kuda-kuda dalam pencak silat merupakan sebuah gerakan di mana posisi kaki seperti sedang menunggangi kuda. Dalam seni bela diri terutama silat, kuda-kuda diartikan sebagai sebuah posisi digunakan sebagai tumpuan pada saat akan melakukan sikap pasang.

Dan kemudian dengan melakukan kuda-kuda kamu juga dapat melakukan teknik pertahanan yang kokoh dan juga teknik untuk melakukan serangan.

Bentuk dari kuda-kuda dalam pencak silat sendiri terdiri dari lima bentuk, berikut adalah bentuk-bentuk kuda-kuda dalam pencak silat :

  • Posisi Kuda-Kuda Tengah.
  • Posisi Kuda-Kuda Samping.
  • Posisi Kuda-Kuda Depan.
  • Posisi Kuda-Kuda Belakang.
  • Posisi Kuda-Kuda Silang.

Baca Juga: Manfaat Olahraga Bagi Tubuh.

 

3. Pembentukan Gerakan

Langkah yang selanjutnya adalah, kamu dapat melakukan sebuah pembentukan gerakan yang merupakan sebuah dasar bagi kamu yang ingin melakukan serangan ataupun pertahanan kepada pihak musuh atau lawan.

Ada beberapa unsur yang ada di dalam pembentukan gerakan pencak silat, antara lain sebagai berikut.

 

Pembentukan Arah

Pembentukan adalah salah satu hal yang sangat diperlukan dalam melakukan pembentukan gerakan, akan tetapi untuk melakukan pembentukan arah kamu harus mengetahui beberapa arah yang ada di dalam seni bela diri pencak silat.

Arah tersebut terdiri dari 8 arah penjuru atau yang biasa disebut dengan arah mata angin. 8 penjuru mata angin tersebut merupakan sebuah sikap yang digunakan untuk membentuk sebuah pola langkah yang membentuk 8 buah penjuru ke dalam satu titik tumpu yang berada pada bagian tengah.

Ke-8 penjuru mata angin tersebut meliputi:

  • Arah kebelakang
  • Arah serong kiri belakang
  • Arah samping kiri
  • Arah serong kiri depan
  • Arah depan
  • Arah serong kanan depan
  • Arah samping kanan
  • Arah serong kanan belakang.

 

 

Jurus Pencak Silat

jurus pencak silat

Terdapat beberapa jurus yang terdapat dalam seni bela diri pencak silat jika kamu berhasil menguasai teknik-teknik dasar yang telah dijelaskan di atas.

Salah satu jurus yang terdapat di dalam sebuah seni bela diri pencak silat adalah jurus 5, dinamakan seperti itu karena urus pencak silat yang satu ini melambangkan sebuah kemajuan kepribadian bangsa Indonesia.

Lalu, pasti kamu penasarankan seperti apa jurus 5 dan bagai mana cara melakukan jurus tersebut? dalam melakukan jurus 5, terdapat 2 buah pola yang dapat kamu pakai, pola tersebut adalah pola lantai lurus dan pola lantai berputar.

Berikut ini adalah cara yang harus kamu lakukan jika ingin melakukan jurus seni bela diri pencak silat yang satu ini:

  • Langkah yang pertama adalah melangkahkan kaki kanan di depan dan silangkan kedua tangan berada di depan dada tetapi posisi tangan berada di atas.
  • Jika sudah, lakukanlah sebuah gerakan siluman ke sebelah kiri dan posisi kaki berubah menjadi kuda-kuda tengah.
  • Lakukan tandangan depan menggunakan tangan kanan dengan tangan kanan memukul bagian paha terlebih dahulu. Dan untuk tangan kiri disilangkan di depan kuda-kuda.
  • Gunakan pasang di bawah dengan menggunakan posisi duduk yang bertumpu pada kaki kanan dan Dean tangan kanan terbuka pada bagian belakang badan. Dan pada bagian lain, tangan sebelah kanan juga disilangkan pada bagian depan dada.
  • Setelah itu, lakukanlah sebuah tendangan samping pada bagian bawah kiri dengan posisi sedang terbaring. Dan di sisi lain tangan kanan berada di depan kepala dan menggunakan tangan kanan sebagai tumpuannya.
  • Lalu posisikan kaki kiri ke depan sempok dan dengan posisi tangan kanan menjunjung tinggi ke arah atas. Junjungan dari tangan kanan tersebut memiliki arti sebagai sebuah wakil dari menjunjung kebenaran.
  • Dan diakhiri dengan putaran searah jarum jam dan kemudian melakukan tangkisan ke arah samping kanan. Kuda-kuda yang digunakan dalam gerakan jurus yang satu ini adalah kuda-kuda depan kanan.

 

 

Peraturan dalam Pertandingan Pencak Silat

peraturan pencak silat

Ada banyak sekali peraturan dan juga ketentuan yang terdapat dalam pertandingan pencak silat yang ada di Indonesia. Peraturan dan juga ketentuan tersebut meliputi ketentuan kemenangan, ketentuan hukum pesilat dan juga ketentuan penilaian.

Nah, agar kamu lebih paham lagi tentang ketentuan yang ada di dalam pertandingan pencak silat, langsung saja kita simak ulasan berikut ini:

 

1. Ketentuan Bertanding

a. Pencak silat dilakukan oleh dua orang pesilat yang bertujuan untuk memenangkan pertandingan agar sehingga bisa mendapatkan sebuah prestasi.

  • Boleh melakukan pertahanan baik itu dalam bentuk hindaran, elakan, dan juga tangkisan.
  • Dapat melakukan serangan kepada lawan menggunakan kaki dan juga tangan.
  • Boleh menjatuhkan lawan.
  • Boleh melakukan kuncian terhadap lawan.

b. Pencak silat dilakukan dalam 3 babak, dan di setiap babaknya para peserta diberikan waktu selama 2 menit untuk saling berhadapan. Dan untuk setiap babaknya akan diberikan waktu selam 1 menit.

c. Ketentuan pertandingan

  • Saat akan melakukan pertahanan dan juga serangan pesilat harus berpola dengan mulai dari sikap awal, melakukan sikap pasang, melakukan langkah dan kemudian pada saat pesilat telah melakukan pertahanan ataupun serangan maka ia harus kembali ke sikap awal mereka ataupun kembali ke posisi awal.
  • Apa bila akan melakukan serangan beruntun, maka hal tersebut harus dilakukan dengan cara yang tersusun dengan cara yang teratur dan juga berangkai dengan berbagai macam cara untuk melakukannya agar mengenai sasaran dan kemudian melakukan hal tersebut sebanyak-banyaknya, dan terdapat 4 jenis serangan.
  • Harus memahami ketentuan yang ada dengan skema mengenai sasaran, larangan-larangan yang ada, serta dengan kaidah-kaidah dari pencak silat dan ketentuan-ketentuan perwasitan secara umum.

d. Dan pertandingan pencak silat akan dipimpin oleh satu orang wasit dan terdapat 5 orang yang menjadi juri.

 

2. Ketentuan-Ketentuan Kemenangan

Adapun beberapa peraturan yang terdapat di dalam pertandingan pencak silat, peraturan tersebut meliputi ketentuan kemenangan sebagai berikut :

a. Kemenangan angka, apabila terdapat sebuah pertandingan yang selesai dalam 3 babak tanpa adanya peserta atau pesilat yang yang KO, maka juri akan menetapkan satu pemenang berdasarkan dengan jumlah angka yang diperoleh oleh para pesilat, dan yang jumlahnya paling banyak, maka ialah yang akan menjadi pemenangnya.

b. Menang teknik apabila dari salah satu pihak sudah tidak dapat lagi melanjutkan ke pertandingan yang selanjutnya dengan sebab sebagai berikut :

  • Menyatakan diri bahwa sudah tidak mampu lagi untuk melanjutkan pertandingan atau dengan kata lain menyerah.
  • Adanya keputusan dari dokter yang menyatakan bahwa pesilat tidak dapat mengikuti pertandingan karena adanya hal yang dapat membahayakan pesilat tersebut.
  • Atas permintaan atau perintah dari pelatih.

c. Kemenangan mutlak dapat diperoleh oleh salah satu pihak jika pihak yang lainnya terjatuh akibat serangan yang diterima yang kemudian menyebabkannya tidak sadar setelah sang wasit melakukan hitungan ke-10 atau dalam jangka waktu 10 detik.

d. Kemenangan diskualifikasi dapat terjadi apabila:

  • Lawan yang mendapatkan posisi ke-3 setelah mendapatkan kemenangan diskualifikasi, maka ia akan menjadi juara ke-2.
  • Akan mendapatkan diskualifikasi apabila melakukan pelanggaran yang dikategorikan sebagai pelanggaran berat.
  • Lawan yang mengalami pelanggaran tahap pertama dan lawan yang mengalami cidera dan kemudian tidak dapat melanjutkan pertandingan atas perintah dari dokter.

e. Terjadinya klenengan akibat pertandingan yang tidak seimbang.

f. Karena lawan tidak hadir dalam pertandingan tersebut dan atau mengundurkan diri dari pertandingan.

 

3. Ketentuan Hukum Kepada Pesilat

Peraturan dalam pertandingan pencak silat terdapat banyak sekali ketentuan hukum, yang matra lain sebagai berikut:

a. Teguran, apabila pesilat melakukan sebuah pelanggaran ringan.

  • Teguran I, pengurangan nilai satu poin.
  • Teguran II, pengurangan nilai dua poin.

b. Mendapatkan Peringatan I, apabila seorang pesilat telah mendapatkan teguran ke-3, dalam satu babak dikenakan sebuah pelanggaran ringan. Dan apabila peringatan yang satu ini terjadi maka pesilat tersebut akan diberikan hukuman berupa pengurangan 5 poin.

c. Peringatan II, diberikan apabila si pesilat mendapatkan peringatan I, dan peringan II ini akan diberikan hukuman kepada pesilat tersebut berupa pengurangan 10 poin.

d. Diskualifikasi akan diberikan kepada pesilat apabila:

  • Memperoleh peringatan setelah mendapatkan peringatan II.
  • Melakukan sebuah pelanggaran yang sangat berat dan hal tersebut dilakukan dengan disengaja dan juga bertentangan dengan norma-norma keolahragaan.
  • Melakukan sebuah pelanggaran tingkat pertama yang menyebabkan lawan cidera dan tidak tidak dapat melakukan pertandingan kembali berdasarkan keputusan yang diberikan oleh dokter.

 

4. Ketentuan Penilaian

Berikut ini adalah ketentuan dalam hal memberikan nilai kepada pesilat yang dilakukan oleh para juri.

a. Nilai 1

  • Berhasil dalam melakukan elakan atau tangkisan yang kemudian diteruskan dengan sebuah serangan yang asuh ke dalam sasaran, atau menggunakan sebuah teknik jatuhan yang bagus.
  • Serangan yang menggunakan tangan masuk ke dalam sasaran.

b. Nilai 2

  • Serangan menggunakan kaki yang masuk mengenai sasaran.

c. Nilai 3

  • Dapat menjatuhkan lawan.

d. Nilai 4

  • Melakukan penguncian terhadap lawan.

e. Tak hanya hal seperti di atas yang di nilai, akan tetapi kerapian dari sebuah teknik juga mendapatkan nilai tersendiri. Mali tersebut diberikan berdasarkan dengan kaidah-kaidah dalam permainan pencak silat dengan nilai terindah 2 dan tertinggi 5 di setiap babaknya.

 

5. Sasaran yang Boleh Diserang

Ada beberapa bagian tubuh tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran sebagai berikut:

  • Dada
  • Perut
  • Pinggang kanan dan juga kiri
  • Punggung
  • Tungkai dan tangan dapat dijadikan sebagai sebuah sasaran pada saat akan melakukan kuncian, akan tetapi tangan dan juga tungkai tidak olah dijadikan sasaran pada saat melakukan serangan berupa tendangan atau pukulan.

Adapun bagian yang tidak boleh di serang atau dijadikan sebagai sebuah sasaran adalah leher ke atas, dan kemaluan.

 

 

Tujuan Pencak Silat

tujuan pencak silat

Terdapat 5 yang aspek penting yang terdapat di dalam pencak silat dan aspek tersebut juga merupakan tujuan dari pencak silat . berikut ini adalah aspek dan tujuan penting dari pencak silat:

 

1. Sebagai Pengembangan Pendidikan Mental-Spiritual

Tujuan pertama dari pencak silat adalah untuk memberikan pengembangan pendidikan mental dan juga spiritual seseorang, salah satunya adalah untuk mewujudkan budi pekerti luhur kepada setiap orang. Selain itu pencak silat juga mengajarkan para pengikutnya untuk lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari dari pencak silat berdasarkan pendidikan mental dan juga spiritual dapat disimpulkan sebagai berikut:

  • Untuk meningkatkan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa para pengikutnya.
  • Menciptakan sebuah tenggang rasa, kepercayaan diri, dan juga kedisiplinan yang tinggi.
  • Meningkatkan rasa cinta terhadap tanah air.
  • Meningkatkan rasa persaudaraan, tanggung jawab, dan juga pengendalian sosial yang tinggi.
  • Menciptakan rasa solidaritas yang tinggi, keinginan untuk menjadi lebih maju, kejujuran, kebenaran, dan juga keadilan bagi semua para pengikutnya.

 

2. Pengembangan Aspek Bela Diri

Untuk menguasai ilmu bela diri maka seseorang haruslah mengembangkan berbagai hal seperti keterampilan, sikap, kepribadian, dan juga rasa kebangsaan. Dan hal tersebutlah yang menjadi tujuan dalam ilmu seni bela diri.

Berikut ini adalah beberapa tujuan dari perkembangan aspek bela diri pencak silat:

  • Untuk meningkatkan efektivitas dan juga keterampilan dalam hal bela diri.
  • Untuk meningkatkan sikap tanggap, cermat, dan juga peka dalam mengacapi permasalahan.
  • Untuk meningkatkan keuletan dan juga ketangguhan untuk meningkatkan kemampuan dasar setiap individu.

 

3. Pengembangan Seni

Salah satu tujuan dari seni bela diri pencak silat adalah untuk melakukan pengembangan seni dan juga kebudayaan. Hal tersebut karena pencak silat sendiri terdiri dari wiraga, wirasa, dan juga irama yang menjadi sebuah satu kesatuan yang utuh.

Berikut ini adalah tujuan seni bela diri pencak silat berdasarkan pengembangan seni:

  • Berguna untuk mengurangi pengaruh dari budaya asing yang bersifat negatif dan berguna untuk membangun budaya bangsa.
  • Pengembangan nilai-nilai pencak silat yang sesuai dengan nilai-nilai kepribadian yang ada di dalam Pancasila.
  • Memperkuat kepribadian bangsa Indonesia.

 

4. Pengembangan Olahraga

Pencak silat juga memiliki tujuan untuk melakukan pengembangan olahraga, hal tersebut karena adanya gerakan-gerakan dalam pencak silat yang dapat mengembangkan kesehatan jasmani dan juga rohani.

Berikut ini tujuan dari seni bela diri pencak silat dalam pengembangan olahraga:

  • Meningkatkan rasa sportivitas dari setiap individu.
  • Meningkatkan prestasi di berbagai pertandingan pertandingan pencak silat.
  • Dapat meningkatkan kebiasaan hidup yang sehat melalui sebuah olahraga pencak silat.

 

5. Pengembangan Pendidikan

Seni bela diri pencak silat juga memiliki tujuan dalam perkembangan pendidikan, sebagai berikut:

  • Meningkatkan ilmu pengetahuan yang lebih dalam.
  • Membentuk sebuah sikap yang lebih positif dan juga efektif, serta menjadi lebih mudah dalam melakukan penyesuaian terhadap lingkungan sekitar.
  • Meningkatkan keterampilan.
  • Meningkatkan fungsi organ tubuh.

 

Jadi itulah penjelasan tentang seni bela diri pencak silat, mulai dari pengertian, sejarah, teknik dasar, jurus, hingga ke peraturan yang semoga dapat menambah wawasan dan juga ilmu pengetahuan kamu.

Hasif Priyambudi Penyuka pemrograman dan nonton film, apapun suka asal positif dan bisa bermanfaat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight