√ Pengertian Asuransi: Tujuan, Jenis dan Fungsi Asuransi (Lengkap)

Pengertian Asuransi: Tujuan, Jenis-Jenis, dan Fungsi Asuransi

Pengertian Asuransi: Tujuan, Jenis-Jenis, dan Fungsi Asuransi

Apa sih sebenarnya yang dinamakan asuransi? Asuransi adalah suatu bentuk pengendalian resiko yang dimana satu pihak dapat mengalihkan resiko yang akan terjadi kepada pihak lain, dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Kata asuransi berasal dari bahaya inggris yaitu “insurance” yang memiliki arti pertanggungan.

Sehingga ada beberapa pihak yang mengatak asuransi adalah sebuah perjanjian antara nasabah (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung), dimana pihak penanggung bersedia mengganti rugi yang mungkin di alami oleh nasabah.

Agar Nasabah mendapatkan jaminan asuransi atas resiko yang terjadi, maka nasabah wajib membayar premi kepada penanggung (perusahaan asuransi) dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Berikut adalah pengertian asuransi, fungsi, tujuan dan jenis-jenis asuransi.

 

Pengertian Asuransi

Pengertian asuransi adalah perjanjian antara dua belah pihak untuk membayar kewajiban iuran/premi untuk mendapatkan timbal balik dari suatu perjanjian tersebut antara nasabah dan pihak asuransi.

 

Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Untuk memperdalam wawasan kamu tentang asuransi, Pintar Nesia juga akan memaparkan pendapat para ahli mengenai pengertian asuransi.

 

1. Subekti

Menurut pendapat yang dikumukakan oleh subekti(2001), asuransi adalah sebuah perjanjian yang bisa dikatakan perjanjian untung untungan dikarenakan perjanjian ini didasarkan atas kejadian yang belum tentu terjadi di masa mendatang, dimana kejadian yang akan menentukan untung ruginya salah satu pihak yang terkait.

 

2. Emmy Pangaribuan

Namun menurut Emmi Pangaribuan (1992) Pengertian Asuransi adalah sebuah perjanjian dimana penanggung dapat menikmati premi yang mengikat dirinya kepada penanggung untuk membebaskan diri dari kerugian karena kehilangan, kerugian yang diharapkan akan dapat diderita oleh nasabah karena suatu kejadian yang belum tentu terjadi.

 

3. Abbas Salim

Sedangkan menurut Abbas Salim Asuransi suatu kemauan yang menetapkan kerugian kecil atau sedikit yang sudah pasti digunakan sebagai pengganti (substitusi) kerugian kerugian besar yang belum tentu terjadi di masa depan. Sehingga dapat disimpulkan orang bersedia membayar kerugian kecil untuk masa sekarang agar dapat menghadapi sebuah kerugian besar.

 

4. KUHD Pasal 246

Menurut KUHD pasal 246, Pengertian asuransi adalah sebuah perjanjian dengan seorang penanggung yang mengikat diri kepada tertanggung(nasabah), dengan menerima suatu premi, sebagai pengganti kepadanya karena terjadi kerusakan atau kehilangan keuntungan yang mungkin akan dideritanya karena peristiwa yang tidak pasti.

 

 

Tujuan Asuransi

Seperti yang telah Pintar Nesia jelaskan yang ada diatas, tujuan utama asuransi adalah sebagai jaminan pengganti kerugian atas resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa tujuan dari asuransi, simak dengan baik!

  1. Mengalihkan sejumlah resiko yang dari nasabah kepada pihak perusahaan asuransi.
  2. Sebagai jaminan bagi suatu pihak untuk mendapat perlindungan dari segala resiko yang merugikan dimasa mendatang.
  3. Untuk memperkecil potensi kerugian yang lebih besar bila mengeluarkan biaya sendiri saat terjadinya resiko.
  4. Khusus untuk asuransi jiwa tertentu, asuransi dapat dijadikan tabungan dikarenakan sebagian biaya premi akan dikembalikan kepada tertanggung (nasabah).
  5. Sebagai efisiensi bagi sebuah perusahaan dikarenakan mengurangi biaya pengawasan , perlindungan dan pengamanan yang memakan banyak waktu dan juga biaya.
  6. Untuk mendapatkan ganti rugi kepada pihak tertanggung (nasabah) sesuai dengan nilai premi asuransi.
  7. Untuk menutup loss of earning power seseorang atau suatu badan usaha/perusahaan yang sudah tidak berfungsi atau tidak bekerja.
  8. Sebagai dasar pihak bank dalam memberikan kredit kepada ban usaha/perusahaan atau seseorang dikarenakan bank membutuhkan perlindungan atas dana yang dipinjamkan kepada nasabah

 

 

Fungsi Asuransi

Lalu sebenarnya fungsi asuransi itu apa sih? Selain digunakan sebagai manajemen resiko, asuransi juga memiliki beberapa fungi lainnya, dan dibawah ini adalah beberapa fungsi asuransi.

 

1. Penghimpunan Dana

Dalam kasus ini, perusahaan asuransi dapat berperan sebagai penghimpunan dana masyarakat. Dana yang dihimpun tersebut kemudian akan di investasikan kepada bidang bidang usah lain supaya lebih produktif.

 

2. Suatu Pebisnis Fokus pada Usaha

Setiap bidang usaha pasti mengandung resiko. Bagi para pengusaha, Asuransi bisnis adalah sesuatu yang sangat penting dikarenakan akan membantu mengatasi rasa cemas jika terjadi sebuah resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Dengan adanya asuransi ini pada perusahaan, maka para pengusaha dapat focus mengembangkan bisnisnya dan juga dapat focus dalam operasional.

 

3. Mengurangi Potensi Resiko

Setiap Perusahaan asuransi pasti selalu merekomendasi kepana nasabahnya (tertanggung) terkait resiko yang akan terjadi di kemudian hari. Dengan begitu, maka seseorang dapat mencegah atau meminimalisir resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

 

4. Membagi Resiko Kerugian

Dengan adanya asuransi, maka potensi terjadinya kerugian dapat dibagi kepada pihak penanggung. Dengan kata lain, pemberian premi yang dilakukan nasabah adalah seimbang dengan resiko yang dialihkan kepana penanggung (perusahan asuransi)

 

 

Jenis-Jenis Asuransi

Ada beberapa pula jenis jenis asuransi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang diinginkan. Dan dibawah ini merupakan jenis – jenis asuransi, simak dengan baik!

 

a. Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan untuk masalah kesehatan yang mungkin diakibatkan penyakit atau kecelakaan.

 

b. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan jika terjadi kematian seorang nasabah yang memiliki nilai keuangan.

 

c. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan pendidikan kepada seorang nasabah(penanggung).

 

d. Asuransi Bisnis

Asuransi bisnis adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan kepada perusahaan jika terjadi sebuah resiko yang dapat menyebabkan kerugian, kerusakan, kehilangan dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

e. Asuransi Kepemilikan Rumah Dan Properti

Asuransi Kepemilikan Rumah Dan Properti adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan kepada pemilik property atau rumah apabila terjadi sebuah kerusakan.

 

f. Asuransi Kendaraan

Asuransi kendaraan adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan kepada kendaraan jika terjadi resiko misalnya kerusakan dikarenakan kecelakaan, kehilangan dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Nah, itulah sedikit ilmu tentang asuransi mulai dari pengertian, tujuan, jenis dan fungsi dari asuransi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu dan juga bisa bermanfaat untuk Pintar Nesia sendiri. Jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon untuk dimaklumi dan dimaafkan.



6 Contoh Jurnal Ilmiah, Akuntansi, Umum dan Cara Membuat Jurnal

6 Contoh Jurnal Ilmiah, Akuntansi, Umum dan Cara Membuat Jurnal

Apa sih sebenarnya yang dinamakan asuransi? Asuransi adalah suatu bentuk pengendalian resiko yang dimana satu pihak dapat mengalihkan resiko yang akan terjadi kepada pihak lain, dalam hal ini adalah perusahaan asuransi. Kata asuransi berasal dari bahaya inggris yaitu “insurance” yang memiliki arti pertanggungan.

Sehingga ada beberapa pihak yang mengatak asuransi adalah sebuah perjanjian antara nasabah (tertanggung) dengan perusahaan asuransi (penanggung), dimana pihak penanggung bersedia mengganti rugi yang mungkin di alami oleh nasabah.

Agar Nasabah mendapatkan jaminan asuransi atas resiko yang terjadi, maka nasabah wajib membayar premi kepada penanggung (perusahaan asuransi) dalam jangka waktu yang telah ditetapkan. Berikut adalah pengertian asuransi, fungsi, tujuan dan jenis-jenis asuransi.

 

Pengertian Asuransi

Pengertian asuransi adalah perjanjian antara dua belah pihak untuk membayar kewajiban iuran/premi untuk mendapatkan timbal balik dari suatu perjanjian tersebut antara nasabah dan pihak asuransi.

 

Pengertian Asuransi Menurut Para Ahli

Untuk memperdalam wawasan kamu tentang asuransi, Pintar Nesia juga akan memaparkan pendapat para ahli mengenai pengertian asuransi.

 

1. Subekti

Menurut pendapat yang dikumukakan oleh subekti(2001), asuransi adalah sebuah perjanjian yang bisa dikatakan perjanjian untung untungan dikarenakan perjanjian ini didasarkan atas kejadian yang belum tentu terjadi di masa mendatang, dimana kejadian yang akan menentukan untung ruginya salah satu pihak yang terkait.

 

2. Emmy Pangaribuan

Namun menurut Emmi Pangaribuan (1992) Pengertian Asuransi adalah sebuah perjanjian dimana penanggung dapat menikmati premi yang mengikat dirinya kepada penanggung untuk membebaskan diri dari kerugian karena kehilangan, kerugian yang diharapkan akan dapat diderita oleh nasabah karena suatu kejadian yang belum tentu terjadi.

 

3. Abbas Salim

Sedangkan menurut Abbas Salim Asuransi suatu kemauan yang menetapkan kerugian kecil atau sedikit yang sudah pasti digunakan sebagai pengganti (substitusi) kerugian kerugian besar yang belum tentu terjadi di masa depan. Sehingga dapat disimpulkan orang bersedia membayar kerugian kecil untuk masa sekarang agar dapat menghadapi sebuah kerugian besar.

 

4. KUHD Pasal 246

Menurut KUHD pasal 246, Pengertian asuransi adalah sebuah perjanjian dengan seorang penanggung yang mengikat diri kepada tertanggung(nasabah), dengan menerima suatu premi, sebagai pengganti kepadanya karena terjadi kerusakan atau kehilangan keuntungan yang mungkin akan dideritanya karena peristiwa yang tidak pasti.

 

 

Tujuan Asuransi

Seperti yang telah Pintar Nesia jelaskan yang ada diatas, tujuan utama asuransi adalah sebagai jaminan pengganti kerugian atas resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Berikut ini adalah beberapa tujuan dari asuransi, simak dengan baik!

  1. Mengalihkan sejumlah resiko yang dari nasabah kepada pihak perusahaan asuransi.
  2. Sebagai jaminan bagi suatu pihak untuk mendapat perlindungan dari segala resiko yang merugikan dimasa mendatang.
  3. Untuk memperkecil potensi kerugian yang lebih besar bila mengeluarkan biaya sendiri saat terjadinya resiko.
  4. Khusus untuk asuransi jiwa tertentu, asuransi dapat dijadikan tabungan dikarenakan sebagian biaya premi akan dikembalikan kepada tertanggung (nasabah).
  5. Sebagai efisiensi bagi sebuah perusahaan dikarenakan mengurangi biaya pengawasan , perlindungan dan pengamanan yang memakan banyak waktu dan juga biaya.
  6. Untuk mendapatkan ganti rugi kepada pihak tertanggung (nasabah) sesuai dengan nilai premi asuransi.
  7. Untuk menutup loss of earning power seseorang atau suatu badan usaha/perusahaan yang sudah tidak berfungsi atau tidak bekerja.
  8. Sebagai dasar pihak bank dalam memberikan kredit kepada ban usaha/perusahaan atau seseorang dikarenakan bank membutuhkan perlindungan atas dana yang dipinjamkan kepada nasabah

 

 

Fungsi Asuransi

Lalu sebenarnya fungsi asuransi itu apa sih? Selain digunakan sebagai manajemen resiko, asuransi juga memiliki beberapa fungi lainnya, dan dibawah ini adalah beberapa fungsi asuransi.

 

1. Penghimpunan Dana

Dalam kasus ini, perusahaan asuransi dapat berperan sebagai penghimpunan dana masyarakat. Dana yang dihimpun tersebut kemudian akan di investasikan kepada bidang bidang usah lain supaya lebih produktif.

 

2. Suatu Pebisnis Fokus pada Usaha

Setiap bidang usaha pasti mengandung resiko. Bagi para pengusaha, Asuransi bisnis adalah sesuatu yang sangat penting dikarenakan akan membantu mengatasi rasa cemas jika terjadi sebuah resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang. Dengan adanya asuransi ini pada perusahaan, maka para pengusaha dapat focus mengembangkan bisnisnya dan juga dapat focus dalam operasional.

 

3. Mengurangi Potensi Resiko

Setiap Perusahaan asuransi pasti selalu merekomendasi kepana nasabahnya (tertanggung) terkait resiko yang akan terjadi di kemudian hari. Dengan begitu, maka seseorang dapat mencegah atau meminimalisir resiko yang mungkin terjadi di masa mendatang.

 

4. Membagi Resiko Kerugian

Dengan adanya asuransi, maka potensi terjadinya kerugian dapat dibagi kepada pihak penanggung. Dengan kata lain, pemberian premi yang dilakukan nasabah adalah seimbang dengan resiko yang dialihkan kepana penanggung (perusahan asuransi)

 

 

Jenis-Jenis Asuransi

Ada beberapa pula jenis jenis asuransi yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan yang diinginkan. Dan dibawah ini merupakan jenis – jenis asuransi, simak dengan baik!

 

a. Asuransi Kesehatan

Asuransi Kesehatan adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan untuk masalah kesehatan yang mungkin diakibatkan penyakit atau kecelakaan.

 

b. Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan jika terjadi kematian seorang nasabah yang memiliki nilai keuangan.

 

c. Asuransi Pendidikan

Asuransi pendidikan adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan pendidikan kepada seorang nasabah(penanggung).

 

d. Asuransi Bisnis

Asuransi bisnis adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan kepada perusahaan jika terjadi sebuah resiko yang dapat menyebabkan kerugian, kerusakan, kehilangan dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

e. Asuransi Kepemilikan Rumah Dan Properti

Asuransi Kepemilikan Rumah Dan Properti adalah jenis asuransi yang memberikan jaminan kepada pemilik property atau rumah apabila terjadi sebuah kerusakan.

 

f. Asuransi Kendaraan

Asuransi kendaraan adalah jenis asuransi yang memberikan pertanggungan kepada kendaraan jika terjadi resiko misalnya kerusakan dikarenakan kecelakaan, kehilangan dan masih banyak lagi yang lainnya.

 

Nah, itulah sedikit ilmu tentang asuransi mulai dari pengertian, tujuan, jenis dan fungsi dari asuransi. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kamu dan juga bisa bermanfaat untuk Pintar Nesia sendiri. Jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon untuk dimaklumi dan dimaafkan.