√ Pengertian Batik: Motif, Jenis, dan Proses Pembuatan Batik (Lengkap)

Pengertian Batik: Motif, Jenis, dan Proses Pembuatan Batik

Pengertian Batik: Motif, Jenis, dan Proses Pembuatan Batik

Siapa yang disini tidak kenal dengan kain batik? yups, batik merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang kita yang harus kita jaga, supaya anak dan cucu kita bisa melihat keindahan dari kain batik. Kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan tentang batik, mulai dari pengertian batik, jenis-jenis batik, motif-motif batikl, serta proses pembuatan kain batik. Nah, sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita membahas dulu asal muasal kata batik. Berikut ini adalah pengertian dan asal muasal kata batik.

 

Pengertian Batik

Berdasarkan etimologi dan terminologi, istilah batik berasal dari bahasa Jawa, yang merupakan rangkaian dari kata “Mbat” yang memiliki arti melempar atau berkali-kali, dan kata “Tik” yang memiliki arti titik. Jadi, jika digabungkan membatik memiliki arti melempar titik berkali-kali pada kain.

Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa batik berasal dari kata “Amba” yang memiliki arti lebar, dan kata “Tik”. Jadi, jika digabungkan batik memiliki arti merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar, sehingga menghasilkan pola yang indah.

Pengertian Batik adalah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan menuliskan lilin (malam) pada kain tersebut, setelah itu pengolahannya diproses dengan cara-cara tertentu atau biasa juga dikenal dengan kain batik. Menurut Endik, batik adalah suatu seni dan cara menghias kain dengan penutup lilin (malam) untuk membentuk corak-corak hiasan yang indah, membentuk sebuah bidang pewarnaan, sedangkan warna itu sendiri dicelup atau menggunakan satu warna bisa.

 

 

Jenis-Jenis Batik

Berdasarkan teknik pembuatan batik yang ada, ada 4 (empat) jenis batik. Berikut ini adalah 4 (empat) jenis batik yang ada, diantaranya adalah:

a. Jenis Batik Tulis

Jenis yang pertama adalah jenis batik tulis, batik yang satu ini merupakan Batik yang dibuat secara manual menggunakan tangan dengan alat bantu berupa canting yang berguna untuk menerangkan atau menuliskan lilin (malam) pada corak batik. pembuatan jenis batik yang satu ini memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang sangat tinggi, karena setiap titik dalam motif batik tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhirnya.

Motif yang dihasilkan dari jenis ini atau dengan cara seperti ini tidak akan sama persis, karena dibuat secara manual. Hal itulah yang menyebabkan harga batik tulis sangat tinggi, batik ini umumnya dipakai oleh raja, pembesar keraton, serta bangsawan sebagai simbol kemewahan.

Ada beberapa alat alat yang diperlukan untuk membuat jenis batik yang satu ini, diantaranya adalah:

  • Canting
  • Gawangan
  • Anglo
  • Kipas / Tepat
  • Wajan

 

b. Batik Cap

Jenis batik yang kedua adalah batik cap, jenis batik yang satu ini merupakan Batik yang dibuat dengan menggunakan semacam stempel atau cap motif batik yang terbuat dari tembaga. Cat ini digunakan untuk menggantikan fungsi dari canting, sehingga bisa mempercepat atau mempersingkat waktu pembuatan batik. batik cap dihasilkan dari proses pencelupan semacam alat yang dibuat dari tembaga dan sudah dibentuk sedemikian rupa pada kain batik. Motif dari jenis batik yang satu ini dianggap kurang memiliki seni, karena semua motifnya sama persis. harga dari jenis batik yang satu ini juga tergolong murah, harga jenis batik yang satu ini bisa dibuat secara massal atau bersama-sama.

 

c. Batik Printing

Jenis batik yang ketiga adalah batik printing batik bisa juga disebut dengan batik sablon, karena proses pembatikan jenis yang satu ini sangat mirip dengan proses menyablon. Motif cari batik yang satu ini telah dibuat dan di desain serta diprint di atas alat sablon atau offset. sehingga pengerjaan dari batik yang satu ini bisa lebih mudah khususnya pewarnaan bisa langsung dilakukan dengan alat yang satu ini.

 

d. Batik Kombinasi Cap dan Tulis

Jenis batik yang terakhirnya adalah kombinasi antara jenis batik cap dan jenis batik tulis, jenis batik yang satu ini merupakan Batik yang dibuat dalam rangka mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada pada produk jenis batik cap. dalam proses pembuatan jenis batik yang satu ini memerlukan persiapan persiapan yang cukup rumit, terutama pada proses penggabungan motif yang ditulis dan motif yang dicap. Adapun beberapa proses pembuatan yang melalui beberapa tahapan, di antaranya adalah:

  • Persiapan
  • Pemulaan
  • Pembatikan
  • Pencapan
  • Pewarnaan
  • Pelodoran serta penyempurnaan

 

 

Jenis dan Makna Batik

Menurut Riyanto, ada beberapa jenis motif batik tulis yang cukup populer digunakan, diantaranya adalah:

  • Cuwiri, diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati.
  • Kawung, batik yang satu ini biasanya dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keadilan dan keperkasaan.
  • Pamiluto, produk yang satu ini memiliki arti perekat.
  • Truntum, memiliki arti diharapkan orangtua bisa menuntun calon pengantin, kata truntum juga memiliki arti yaitu menuntun.
  • Slobog, optik yang satu ini biasa dipakai untuk melayat.
  • Udan Liris, batik yang satu ini memiliki arti lambang kesuburan.

 

 

Dasar Motif Batik

Kain batik memiliki berbagai bentuk-bentuk, contohnya saja bentuk alam dan geometris. Asal pencipta motif batik berasal dari nenek moyang, setelah itu batik dikembangkan secara turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya oleh masyarakat. Sehingga, antara masyarakat di daerah satu dengan daerah yang lainnya perbedaan.

Ada 4 (empat) motif batik yang ada, diantaranya adalah:

  • Corak utama, merupakan ornamen atau unsur pokok yang sering digunakan menjadi nama batik yang dibuat. Corak utama juga merupakan penghayatan si pembatik terhadap falsafah yang dianutnya serta alam pikiran.
  • Isen-Isen, motif yang satu ini merupakan corak tambahan dari corak utama. Corak yang satu ini hanya sebagai pengisi latar kain, khususnya pada bidang yang kosong di sela-sela corak utama. biasanya iseng-iseng berukuran sangat kecil dan dibuat sesudah corak utama selesai dibuat. Corak yang satu ini memiliki nama tersendiri untuk setiap macam-macamnya.
  • Corak Pinggir, corak pinggir kain atau pinggiran umumnya dijumpai pada kain-kain batik yang panjang dan kain sarung. Pada kedua jenis kain ini pinggiran terletak pada sisi memanjang kain. Corak yang satu ini juga memiliki aneka ragam bentuk.
  • Corak-Corak Larangan, corak larangan merupakan corak yang terdapat pada taktik yang digunakan raja-raja dan kerabatnya saja. Masyarakat umum yang bukan keturunan ningrat, tidak diperkenankan menggunakan corak-corak yang satu ini.

 

 

Proses Pembuatan Kain Batik

Menurut Riyanto, proses pembuatan kain batik dilakukan melalui beberapa proses berikut ini, diantaranya adalah:

1. Pencucian Mori

Tahap yang pertama adalah pencucian kain mori, tahap ini berguna untuk menghilangkan kanji pada kain tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan pengloyoran, tahap ini merupakan tahap memasukkan kain ke minyak jarak atau minyak kacang dalam Abu londo atau abu merang agar kain tersebut menjadi lemas, serta daya serap terhadap zat warna lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Supaya susunan benang tetap baik, kain dikanji dijemur setelah itu dilakukan pengeplongan pengeboman merupakan proses dimana kain mori di palu untuk menghaluskan lapisan kain supaya mudah dibatik.

 

2. Nyorek atau Mola

Tahap yang kedua adalah nya orang atau mola, tahap yang satu ini merupakan tahap untuk membuat pola di atas kain dengan cara meniru pola yang sudah ada. Contoh pola biasanya dibuat di kertas dan kemudian dijiplak sesuai pola diatas kain batik. Proses yang satu ini bisa dilakukan dengan membuat pola di atas kain langsung menggunakan canting atau bisa juga menggunakan pensil. Supaya proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik dan bagus serta tidak pecah, kita perlu mengulang batik Andika in sebaliknya proses ini biasa juga disebut dengan proses gagangi.

 

3. Nyanting atau Membatik

Proses yang ketiga adalah membatik atau nyanting, proses yang satu ini menorehkan lilin batik ke kain mori yang dimulai dengan nglowong (menggambar garis luar polos dan isen-isen) di dalam proses isen-isen ada istilahnya cek istilah yang satu ini poonam membuat isian di dalam pola yang sudah dibuat, contohnya saja titik-titik. Ada juga istilah nruntum, istilah yang satu ini hampir sama dengan isen-isen, hanya saja yang satu ini lebih sulit dan rumit dibandingkan isen-isen. Setelah itu dilanjutkan dengan proses nembok atau mengeblok bagian pola yang tidak akan diwarnai.

 

4. Medel

Proses yang keempat adalah Medel, proses yang satu ini mencelupkan kain yang sudah di Pati ke cairan warna secara berulang-ulang hingga mendapatkan warna yang pas atau dikehendaki.

 

5. Nggirah atau Ngerok

Proses yang kelima adalah nggirah atau ngerok, proses yang satu ini adalah mengerok (melepaskan) malam atau lilin pada kain mori teman menggunakan lempengan logam serta dibilas dengan air bersih. Kemudian diangin-anginkan hingga kering.

 

6. Mbironi

Proses yang keenam adalah mbironi, proses yang satu ini merupakan proses untuk menutup warna biru dengan desain pola berupa tetap atau titik dengan lilin (malam)

 

7. Nyoga

Proses yang ketujuh adalah nyoga, proses winding mencelupkan kain untuk memberi warna coklat pada bagian-bagian yang tidak ditutup dengan lilin (malam).

 

8. Nglorot

Proses yang terakhir adalah Nglorot, proses ini melepaskan lilin (malam) dengan memasukkan kain batik ke dalam air mendidih yang sudah dicampuri bahan yang mempermudah lepasnya lilin atau malam tersebut. kemudian dibilas dengan air bersih setelah itu diangin-anginkan hingga kering.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang batik, mulai dari pengertian batik, motif batik, jenis-jenis batik, dan proses pembuatan batik. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang batik dan bisa menambah rasa kecintaan kita terhadap batik, serta terus menerus mewarisi dari generasi ke generasi selanjutnya. Jika ada kesalahan pada artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Seni Musik: Unsur, Fungsi dan Jenis-Jenis Seni Musik

Pengertian Seni Musik: Unsur, Fungsi dan Jenis-Jenis Seni Musik

Siapa yang disini tidak kenal dengan kain batik? yups, batik merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang kita yang harus kita jaga, supaya anak dan cucu kita bisa melihat keindahan dari kain batik. Kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan tentang batik, mulai dari pengertian batik, jenis-jenis batik, motif-motif batikl, serta proses pembuatan kain batik. Nah, sebelum kita membahas lebih jauh, ada baiknya kita membahas dulu asal muasal kata batik. Berikut ini adalah pengertian dan asal muasal kata batik.

 

Pengertian Batik

Berdasarkan etimologi dan terminologi, istilah batik berasal dari bahasa Jawa, yang merupakan rangkaian dari kata “Mbat” yang memiliki arti melempar atau berkali-kali, dan kata “Tik” yang memiliki arti titik. Jadi, jika digabungkan membatik memiliki arti melempar titik berkali-kali pada kain.

Ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa batik berasal dari kata “Amba” yang memiliki arti lebar, dan kata “Tik”. Jadi, jika digabungkan batik memiliki arti merupakan titik-titik yang digambar pada media kain yang lebar, sehingga menghasilkan pola yang indah.

Pengertian Batik adalah kain bergambar yang dibuat secara khusus dengan menuliskan lilin (malam) pada kain tersebut, setelah itu pengolahannya diproses dengan cara-cara tertentu atau biasa juga dikenal dengan kain batik. Menurut Endik, batik adalah suatu seni dan cara menghias kain dengan penutup lilin (malam) untuk membentuk corak-corak hiasan yang indah, membentuk sebuah bidang pewarnaan, sedangkan warna itu sendiri dicelup atau menggunakan satu warna bisa.

 

 

Jenis-Jenis Batik

Berdasarkan teknik pembuatan batik yang ada, ada 4 (empat) jenis batik. Berikut ini adalah 4 (empat) jenis batik yang ada, diantaranya adalah:

a. Jenis Batik Tulis

Jenis yang pertama adalah jenis batik tulis, batik yang satu ini merupakan Batik yang dibuat secara manual menggunakan tangan dengan alat bantu berupa canting yang berguna untuk menerangkan atau menuliskan lilin (malam) pada corak batik. pembuatan jenis batik yang satu ini memerlukan kesabaran dan ketelatenan yang sangat tinggi, karena setiap titik dalam motif batik tersebut sangat berpengaruh pada hasil akhirnya.

Motif yang dihasilkan dari jenis ini atau dengan cara seperti ini tidak akan sama persis, karena dibuat secara manual. Hal itulah yang menyebabkan harga batik tulis sangat tinggi, batik ini umumnya dipakai oleh raja, pembesar keraton, serta bangsawan sebagai simbol kemewahan.

Ada beberapa alat alat yang diperlukan untuk membuat jenis batik yang satu ini, diantaranya adalah:

  • Canting
  • Gawangan
  • Anglo
  • Kipas / Tepat
  • Wajan

 

b. Batik Cap

Jenis batik yang kedua adalah batik cap, jenis batik yang satu ini merupakan Batik yang dibuat dengan menggunakan semacam stempel atau cap motif batik yang terbuat dari tembaga. Cat ini digunakan untuk menggantikan fungsi dari canting, sehingga bisa mempercepat atau mempersingkat waktu pembuatan batik. batik cap dihasilkan dari proses pencelupan semacam alat yang dibuat dari tembaga dan sudah dibentuk sedemikian rupa pada kain batik. Motif dari jenis batik yang satu ini dianggap kurang memiliki seni, karena semua motifnya sama persis. harga dari jenis batik yang satu ini juga tergolong murah, harga jenis batik yang satu ini bisa dibuat secara massal atau bersama-sama.

 

c. Batik Printing

Jenis batik yang ketiga adalah batik printing batik bisa juga disebut dengan batik sablon, karena proses pembatikan jenis yang satu ini sangat mirip dengan proses menyablon. Motif cari batik yang satu ini telah dibuat dan di desain serta diprint di atas alat sablon atau offset. sehingga pengerjaan dari batik yang satu ini bisa lebih mudah khususnya pewarnaan bisa langsung dilakukan dengan alat yang satu ini.

 

d. Batik Kombinasi Cap dan Tulis

Jenis batik yang terakhirnya adalah kombinasi antara jenis batik cap dan jenis batik tulis, jenis batik yang satu ini merupakan Batik yang dibuat dalam rangka mengurangi kelemahan-kelemahan yang ada pada produk jenis batik cap. dalam proses pembuatan jenis batik yang satu ini memerlukan persiapan persiapan yang cukup rumit, terutama pada proses penggabungan motif yang ditulis dan motif yang dicap. Adapun beberapa proses pembuatan yang melalui beberapa tahapan, di antaranya adalah:

  • Persiapan
  • Pemulaan
  • Pembatikan
  • Pencapan
  • Pewarnaan
  • Pelodoran serta penyempurnaan

 

 

Jenis dan Makna Batik

Menurut Riyanto, ada beberapa jenis motif batik tulis yang cukup populer digunakan, diantaranya adalah:

  • Cuwiri, diharapkan pemakainya terlihat pantas dan dihormati.
  • Kawung, batik yang satu ini biasanya dipakai raja dan keluarganya sebagai lambang keadilan dan keperkasaan.
  • Pamiluto, produk yang satu ini memiliki arti perekat.
  • Truntum, memiliki arti diharapkan orangtua bisa menuntun calon pengantin, kata truntum juga memiliki arti yaitu menuntun.
  • Slobog, optik yang satu ini biasa dipakai untuk melayat.
  • Udan Liris, batik yang satu ini memiliki arti lambang kesuburan.

 

 

Dasar Motif Batik

Kain batik memiliki berbagai bentuk-bentuk, contohnya saja bentuk alam dan geometris. Asal pencipta motif batik berasal dari nenek moyang, setelah itu batik dikembangkan secara turun temurun dari generasi ke generasi selanjutnya oleh masyarakat. Sehingga, antara masyarakat di daerah satu dengan daerah yang lainnya perbedaan.

Ada 4 (empat) motif batik yang ada, diantaranya adalah:

  • Corak utama, merupakan ornamen atau unsur pokok yang sering digunakan menjadi nama batik yang dibuat. Corak utama juga merupakan penghayatan si pembatik terhadap falsafah yang dianutnya serta alam pikiran.
  • Isen-Isen, motif yang satu ini merupakan corak tambahan dari corak utama. Corak yang satu ini hanya sebagai pengisi latar kain, khususnya pada bidang yang kosong di sela-sela corak utama. biasanya iseng-iseng berukuran sangat kecil dan dibuat sesudah corak utama selesai dibuat. Corak yang satu ini memiliki nama tersendiri untuk setiap macam-macamnya.
  • Corak Pinggir, corak pinggir kain atau pinggiran umumnya dijumpai pada kain-kain batik yang panjang dan kain sarung. Pada kedua jenis kain ini pinggiran terletak pada sisi memanjang kain. Corak yang satu ini juga memiliki aneka ragam bentuk.
  • Corak-Corak Larangan, corak larangan merupakan corak yang terdapat pada taktik yang digunakan raja-raja dan kerabatnya saja. Masyarakat umum yang bukan keturunan ningrat, tidak diperkenankan menggunakan corak-corak yang satu ini.

 

 

Proses Pembuatan Kain Batik

Menurut Riyanto, proses pembuatan kain batik dilakukan melalui beberapa proses berikut ini, diantaranya adalah:

1. Pencucian Mori

Tahap yang pertama adalah pencucian kain mori, tahap ini berguna untuk menghilangkan kanji pada kain tersebut. Setelah itu dilanjutkan dengan pengloyoran, tahap ini merupakan tahap memasukkan kain ke minyak jarak atau minyak kacang dalam Abu londo atau abu merang agar kain tersebut menjadi lemas, serta daya serap terhadap zat warna lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Supaya susunan benang tetap baik, kain dikanji dijemur setelah itu dilakukan pengeplongan pengeboman merupakan proses dimana kain mori di palu untuk menghaluskan lapisan kain supaya mudah dibatik.

 

2. Nyorek atau Mola

Tahap yang kedua adalah nya orang atau mola, tahap yang satu ini merupakan tahap untuk membuat pola di atas kain dengan cara meniru pola yang sudah ada. Contoh pola biasanya dibuat di kertas dan kemudian dijiplak sesuai pola diatas kain batik. Proses yang satu ini bisa dilakukan dengan membuat pola di atas kain langsung menggunakan canting atau bisa juga menggunakan pensil. Supaya proses pewarnaan bisa berhasil dengan baik dan bagus serta tidak pecah, kita perlu mengulang batik Andika in sebaliknya proses ini biasa juga disebut dengan proses gagangi.

 

3. Nyanting atau Membatik

Proses yang ketiga adalah membatik atau nyanting, proses yang satu ini menorehkan lilin batik ke kain mori yang dimulai dengan nglowong (menggambar garis luar polos dan isen-isen) di dalam proses isen-isen ada istilahnya cek istilah yang satu ini poonam membuat isian di dalam pola yang sudah dibuat, contohnya saja titik-titik. Ada juga istilah nruntum, istilah yang satu ini hampir sama dengan isen-isen, hanya saja yang satu ini lebih sulit dan rumit dibandingkan isen-isen. Setelah itu dilanjutkan dengan proses nembok atau mengeblok bagian pola yang tidak akan diwarnai.

 

4. Medel

Proses yang keempat adalah Medel, proses yang satu ini mencelupkan kain yang sudah di Pati ke cairan warna secara berulang-ulang hingga mendapatkan warna yang pas atau dikehendaki.

 

5. Nggirah atau Ngerok

Proses yang kelima adalah nggirah atau ngerok, proses yang satu ini adalah mengerok (melepaskan) malam atau lilin pada kain mori teman menggunakan lempengan logam serta dibilas dengan air bersih. Kemudian diangin-anginkan hingga kering.

 

6. Mbironi

Proses yang keenam adalah mbironi, proses yang satu ini merupakan proses untuk menutup warna biru dengan desain pola berupa tetap atau titik dengan lilin (malam)

 

7. Nyoga

Proses yang ketujuh adalah nyoga, proses winding mencelupkan kain untuk memberi warna coklat pada bagian-bagian yang tidak ditutup dengan lilin (malam).

 

8. Nglorot

Proses yang terakhir adalah Nglorot, proses ini melepaskan lilin (malam) dengan memasukkan kain batik ke dalam air mendidih yang sudah dicampuri bahan yang mempermudah lepasnya lilin atau malam tersebut. kemudian dibilas dengan air bersih setelah itu diangin-anginkan hingga kering.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang batik, mulai dari pengertian batik, motif batik, jenis-jenis batik, dan proses pembuatan batik. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang batik dan bisa menambah rasa kecintaan kita terhadap batik, serta terus menerus mewarisi dari generasi ke generasi selanjutnya. Jika ada kesalahan pada artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.