√ Pengertian Bilangan Bulat: Jenis dan Contoh Soal Bilangan Bulat

Pengertian Bilangan Bulat: Jenis – Jenis dan Contoh Soal Bilangan Bulat

Pengertian Bilangan Bulat: Jenis – Jenis dan Contoh Soal Bilangan Bulat

Di sekolah pasti kamu mempelajari mengenai bilangan beserta dengan sifat – sifat bilangan tersebut. Nah, sekarang kita akan mempelajari mengenai pengertian bilangan bulat, jenis – jenis bilangan serta contoh soal bilangan bulat. Tapi sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu mengenai pengertian bilangan bulat, karena materi pelajaran matematika tidak akan terlepas dari bilangan. Maka dari itu penguasaan materi bilangan bulat, merupakan salah satu dasar yang wajib dikuasai dalam pembelajaran matematika. Terkadang kita sering lupa seperti apa saja sih himpunan dari bilangan bulat itu sendiri.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai bilangan bulat, kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai bilangan bulat. Berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan mengenai bilangan bulat.

 

Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat merupakan suatu bilangan yang terdiri atas bilangan cacah dan bilangan negatifnya, sedangkan untuk bilangan cacah adalah bilangan yang diawali dari angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, ,6, …… (Sampai tak hingga). Negatif dari bilangan cacah itu sendiri adalah -1, -2, -3, -4, -5, -6, -7 …… (sampai tak hingga). Jika kamu bertanya kenapa -0 tidak ada, itu dikarenakan -0 = 0, jadi tidak dituliskan sebagai  negatif dari bilangan cacah.

Jadi bisa kita simpulkan jika komponen dari bilangan bulat adalah …. -7, -6, -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 …. dari pengertian tersebut, bisa kita simpulkan jika bilangan bulat merupakan semua bilangan baik itu positif atau negatif dan termasuk 0 (nol) juga, serta bilangan semakin ke kanan maka bilangan tersebut semakin besar dan sebaliknya jika semakin ke kiri maka semakin kecil bilangan tersebut, Tapi perlu di ingat, jika pecahan tidak termasuk dalam bilangan bulat. Bilangan bulat dilambangkan dengan menggunakan huruf “Z” yang berasal dari bahasa Jerman Zahlen yang memiliki arti Bilangan.

 

 

Anggota Bilangan Bulat

Bilangan bulat terdiri dari 3 (tiga) jenis anggota, yakni bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif dan 0 (nol). Berikut ini adalah penjelasan dan pemaparan mengenai ketiga jenis bilangan bulat tersebut, di antaranya adalah:

 

1. Bilangan Bulat Negatif

Merupakan bilangan bulat yang letaknya berada di daerah sebelah kiri dari 0 (nol) pada garis bilangan bulat. Contoh dari bilangan bulat negatif adalah …. -7, -6, -5, -4, -3, -2, -1, termasuk dalam bilangan bulat negatif.

 

2. Bilangan Bulat Positif

Merupakan bilangan bulat yang letaknya berada pada daerah sebelah kanan dari 0 (nol) pada garis bilangan bulat, Contoh dari bilangan bulat positif adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 … merupakan contoh dari bilangan bulat positif.

 

3. 0 (nol)

Nol tak termasuk dalam anggota bilangan bulat positif ataupun bilangan bulat negatif. 0 (nol) berdiri sendiri, sehingga anggota bilangan bulat yaitu bilangan bulat positif, 0 (nol) dan bilangan bulat negatif. Bisa dibilang bilangan 0 (nol) merupakan bilangan pembatas antara bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif.

 

 

Membandingkan Bilangan Bulat

Kali ini kita akan belajar mengenai cara membandingkan bilangan bulat. Jika kita ingin membandingkan bilangan bulat, kita bisa melihat dari garis bilangannya, semakin ke kanan bilangan tersebut maka semakin besar, dan begitu pula dengan sebaliknya jika semakin ke kiri maka bilangan tersebut semakin kecil. Kita bisa membandingkan 2 (dua) bilangan bulat menggunakan simbol, berikut ini adalah beberapa simbol yang digunakan untuk membandingkan 2 (dua) bilangan bulat, di antaranya adalah:

 

1. Simbol > (Memiliki Arti Lebih Dari)

Simbol yang satu ini sering dibaca “Lebih dari”, simbol ini menyatakan angka yang ada pada sebalah kiri simbol “>” lebih besar dibandingkan dengan angka yang ada pada sebelah kanan simbol “>”. Contohnya saja adalah 8 > 6 maka bisa dibaca 8 lebih dari 6.

 

2. Simbol < (Memiliki Arti Kurang Dari)

Simbol yang satu ini merupakan kebalikan dari simbol di atas, simbol ini dibaca “Kurang dari”, simbol ini menyatakan angka ada pada sebelah kiri simbol “<” nilainya lebih kecil dibandingkan dengan angka yang di sebelah akanan simbol “<“. Contohnya saja adalah 6 < 20, maka bisa dibaca 6 kurang dari 20.

 

3. Simbol = (Memiliki Arti Sama Dengan)

Simbol yang satu ini dibaca “sama dengan”, simbol yang satu ini menyatkan nilai angka yang ada pada sebelah kiri simbol “=” nilainya sama dengan angka yang ada pada sebelah kanan simbol “=”. Contohnya saja adalah 20 = 20, maka bisa dibaca 20 sama dengan 20.

 

Membandingkan dua bilangan bulat yang memiliki nilai yang besar cukup merepotkan jika kita harus membuat garis bilangan. Contohnya saja jika kita ingin membandingkan mana yang lebih besar antara 11.219 dan 11,315 jika dibuat garis bilangan akan sangat penjang sekali. Untuk mempermudah dalam mencarinya, makak dibuatlah tabel seperti berikut ini:

Dengan menggunakan tabel di atas, kita bisa membandingkan dua bilangan bulat bernilai besar berdasarkan posisi dan nilai angkanya. Jadi dengan begitu kita tidak perlu membuat garis bilangan yang sangat panjang untuk membandingkan antara bilangan bulat tersebut.

Baca Juga: Pengertian Bilangan Prima.

 

Contoh Soal Bilangan Bulat

Manakah yang lebih besar antara 6585467 dengan 6536588? jelaskan!! Untuk menjawab soal yang satu ini, kita harus melakukan:

Menentukan posisi dari masing – masing angka. Mudahnya seperti ini, buat angka – angka tersebut menjadi urutan nilai mata uang. Nilai 6585467 menjadi 6.585.467 dibaca enam juta lima ratus delapan puluh lima ribu empat ratus enam puluh tujuh, dan disini kita menyebut dengan variabel A. Sedangkan nilai 6536588 menjadi 6.536.588 dibaca enam juta lima ratus tiga puluh enam ribu lima ratus delapan puluh delapan, lihat lah tabel di bawah ini.

Setelah diurutkan pada gambar di atas, ternyata nilai dari A dan B sama – sama bernilai jutaan. Setelah itu yang kita lakukan adalah menjaci dimana posisi angka yang berbeda pertama kali dari kiri ke kanan. Berikut ini adalah penjelasannya,

  • Posisi jutaan sama – sama memiliki nilai 6 (enam)
  • posisi ratusan ribu sama – sama mempunyai nilai 5 (lima)
  • Posisi puluhan ribu berbeda.

Setelah dicari dari kiri ke kanan, ternyata angka yang berbeda pertama kali adalah angka 8 (delapan) di posisi puluhan ribu pada variabel A dan angka 3 (tiga) di posisi puluhan ribu pada variabel B. Jadi yang berbeda adalah angka 8 (Delapan) dan angka 3 (tiga). Setelah itu tinggal melihat garis bilangan manakah yang lebih besar antara angka 8 dan 3, menurut garis bilangan angka 8 lebih besar dibandingkan angka 3. Maka jawaban yang benar adalah A > B.

Baca Juga: Rumus Persegi Panjang.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai bilangan bulat, mulai dari pengertian bilangan bulat, jenis – jenis bilangan bulat dan contoh bilangan bulat. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas, dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai bilangan bulat. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Bilangan Bulat: Jenis – Jenis dan Contoh Soal Bilangan Bulat

Pengertian Bilangan Bulat: Jenis – Jenis dan Contoh Soal Bilangan Bulat

Di sekolah pasti kamu mempelajari mengenai bilangan beserta dengan sifat – sifat bilangan tersebut. Nah, sekarang kita akan mempelajari mengenai pengertian bilangan bulat, jenis – jenis bilangan serta contoh soal bilangan bulat. Tapi sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu mengenai pengertian bilangan bulat, karena materi pelajaran matematika tidak akan terlepas dari bilangan. Maka dari itu penguasaan materi bilangan bulat, merupakan salah satu dasar yang wajib dikuasai dalam pembelajaran matematika. Terkadang kita sering lupa seperti apa saja sih himpunan dari bilangan bulat itu sendiri.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai bilangan bulat, kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai bilangan bulat. Berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan mengenai bilangan bulat.

 

Pengertian Bilangan Bulat

Bilangan bulat merupakan suatu bilangan yang terdiri atas bilangan cacah dan bilangan negatifnya, sedangkan untuk bilangan cacah adalah bilangan yang diawali dari angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, ,6, …… (Sampai tak hingga). Negatif dari bilangan cacah itu sendiri adalah -1, -2, -3, -4, -5, -6, -7 …… (sampai tak hingga). Jika kamu bertanya kenapa -0 tidak ada, itu dikarenakan -0 = 0, jadi tidak dituliskan sebagai  negatif dari bilangan cacah.

Jadi bisa kita simpulkan jika komponen dari bilangan bulat adalah …. -7, -6, -5, -4, -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7 …. dari pengertian tersebut, bisa kita simpulkan jika bilangan bulat merupakan semua bilangan baik itu positif atau negatif dan termasuk 0 (nol) juga, serta bilangan semakin ke kanan maka bilangan tersebut semakin besar dan sebaliknya jika semakin ke kiri maka semakin kecil bilangan tersebut, Tapi perlu di ingat, jika pecahan tidak termasuk dalam bilangan bulat. Bilangan bulat dilambangkan dengan menggunakan huruf “Z” yang berasal dari bahasa Jerman Zahlen yang memiliki arti Bilangan.

 

 

Anggota Bilangan Bulat

Bilangan bulat terdiri dari 3 (tiga) jenis anggota, yakni bilangan bulat positif, bilangan bulat negatif dan 0 (nol). Berikut ini adalah penjelasan dan pemaparan mengenai ketiga jenis bilangan bulat tersebut, di antaranya adalah:

 

1. Bilangan Bulat Negatif

Merupakan bilangan bulat yang letaknya berada di daerah sebelah kiri dari 0 (nol) pada garis bilangan bulat. Contoh dari bilangan bulat negatif adalah …. -7, -6, -5, -4, -3, -2, -1, termasuk dalam bilangan bulat negatif.

 

2. Bilangan Bulat Positif

Merupakan bilangan bulat yang letaknya berada pada daerah sebelah kanan dari 0 (nol) pada garis bilangan bulat, Contoh dari bilangan bulat positif adalah 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 … merupakan contoh dari bilangan bulat positif.

 

3. 0 (nol)

Nol tak termasuk dalam anggota bilangan bulat positif ataupun bilangan bulat negatif. 0 (nol) berdiri sendiri, sehingga anggota bilangan bulat yaitu bilangan bulat positif, 0 (nol) dan bilangan bulat negatif. Bisa dibilang bilangan 0 (nol) merupakan bilangan pembatas antara bilangan bulat positif dan bilangan bulat negatif.

 

 

Membandingkan Bilangan Bulat

Kali ini kita akan belajar mengenai cara membandingkan bilangan bulat. Jika kita ingin membandingkan bilangan bulat, kita bisa melihat dari garis bilangannya, semakin ke kanan bilangan tersebut maka semakin besar, dan begitu pula dengan sebaliknya jika semakin ke kiri maka bilangan tersebut semakin kecil. Kita bisa membandingkan 2 (dua) bilangan bulat menggunakan simbol, berikut ini adalah beberapa simbol yang digunakan untuk membandingkan 2 (dua) bilangan bulat, di antaranya adalah:

 

1. Simbol > (Memiliki Arti Lebih Dari)

Simbol yang satu ini sering dibaca “Lebih dari”, simbol ini menyatakan angka yang ada pada sebalah kiri simbol “>” lebih besar dibandingkan dengan angka yang ada pada sebelah kanan simbol “>”. Contohnya saja adalah 8 > 6 maka bisa dibaca 8 lebih dari 6.

 

2. Simbol < (Memiliki Arti Kurang Dari)

Simbol yang satu ini merupakan kebalikan dari simbol di atas, simbol ini dibaca “Kurang dari”, simbol ini menyatakan angka ada pada sebelah kiri simbol “<” nilainya lebih kecil dibandingkan dengan angka yang di sebelah akanan simbol “<“. Contohnya saja adalah 6 < 20, maka bisa dibaca 6 kurang dari 20.

 

3. Simbol = (Memiliki Arti Sama Dengan)

Simbol yang satu ini dibaca “sama dengan”, simbol yang satu ini menyatkan nilai angka yang ada pada sebelah kiri simbol “=” nilainya sama dengan angka yang ada pada sebelah kanan simbol “=”. Contohnya saja adalah 20 = 20, maka bisa dibaca 20 sama dengan 20.

 

Membandingkan dua bilangan bulat yang memiliki nilai yang besar cukup merepotkan jika kita harus membuat garis bilangan. Contohnya saja jika kita ingin membandingkan mana yang lebih besar antara 11.219 dan 11,315 jika dibuat garis bilangan akan sangat penjang sekali. Untuk mempermudah dalam mencarinya, makak dibuatlah tabel seperti berikut ini:

Dengan menggunakan tabel di atas, kita bisa membandingkan dua bilangan bulat bernilai besar berdasarkan posisi dan nilai angkanya. Jadi dengan begitu kita tidak perlu membuat garis bilangan yang sangat panjang untuk membandingkan antara bilangan bulat tersebut.

Baca Juga: Pengertian Bilangan Prima.

 

Contoh Soal Bilangan Bulat

Manakah yang lebih besar antara 6585467 dengan 6536588? jelaskan!! Untuk menjawab soal yang satu ini, kita harus melakukan:

Menentukan posisi dari masing – masing angka. Mudahnya seperti ini, buat angka – angka tersebut menjadi urutan nilai mata uang. Nilai 6585467 menjadi 6.585.467 dibaca enam juta lima ratus delapan puluh lima ribu empat ratus enam puluh tujuh, dan disini kita menyebut dengan variabel A. Sedangkan nilai 6536588 menjadi 6.536.588 dibaca enam juta lima ratus tiga puluh enam ribu lima ratus delapan puluh delapan, lihat lah tabel di bawah ini.

Setelah diurutkan pada gambar di atas, ternyata nilai dari A dan B sama – sama bernilai jutaan. Setelah itu yang kita lakukan adalah menjaci dimana posisi angka yang berbeda pertama kali dari kiri ke kanan. Berikut ini adalah penjelasannya,

  • Posisi jutaan sama – sama memiliki nilai 6 (enam)
  • posisi ratusan ribu sama – sama mempunyai nilai 5 (lima)
  • Posisi puluhan ribu berbeda.

Setelah dicari dari kiri ke kanan, ternyata angka yang berbeda pertama kali adalah angka 8 (delapan) di posisi puluhan ribu pada variabel A dan angka 3 (tiga) di posisi puluhan ribu pada variabel B. Jadi yang berbeda adalah angka 8 (Delapan) dan angka 3 (tiga). Setelah itu tinggal melihat garis bilangan manakah yang lebih besar antara angka 8 dan 3, menurut garis bilangan angka 8 lebih besar dibandingkan angka 3. Maka jawaban yang benar adalah A > B.

Baca Juga: Rumus Persegi Panjang.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai bilangan bulat, mulai dari pengertian bilangan bulat, jenis – jenis bilangan bulat dan contoh bilangan bulat. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas, dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita mengenai bilangan bulat. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.