√ Pengertian Dongeng: Ciri, Struktur, Contoh dan Jenis Dongeng

Pengertian Dongeng: Ciri-Ciri, Struktur dan Jenis Dongeng

Pengertian Dongeng: Ciri-Ciri, Struktur dan Jenis Dongeng

Pembelajaran tentang dongeng bisa kita temukan pada pelajaran Bahasa Indonesia. Secara singkat, pengertian dongeng adalah bentuk sastra lama yang menceritakan tentang suatu hal yang tidak nyata atau yang biasa disebut dengan fiksi. Nah, pada kesempatan ini, Pintarnesia akan memaparkan tentang dongeng mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur dan jenis dongeng.

Kebanyakan orang akan menyukai yang namanya cerita, baik itu orang muda, anak – anak maupun orang tua. Berikut ini adalah pengertian dongeng secara umum.

 

Pengertian Dongeng

Dongeng adalah wujud sastra lama yang bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh dengan khayalan (fiksi) dan menakjubkan, dongeng sendiri dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar – benar terjadi. Dongeng yakni wujud cerita tradisional atau bisa juga cerita yang disampaikan secara turun temurun dari nenek moyang.

 

 

Pengertian Dongeng Menurut para Ahli

Seperti biasa Pintarnesia juga akan memaparkan pengertian dongeng menurut beberapa para ahli, berikut ini adalah pengertian dongeng menurut para ahli.

 

1. Pengertian Dongeng Menurut Nurgiantoro, 2005:198

Menurutnya dongeng adalah cerita yang tidak benar – benar terjadi/nyata dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal. Pendapat lain tentang dongeng adalah cerita yang tidak benar – benar terjadi atau bisa juga disebut dengan fiksi, terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh. (KBBI, 2007 : 274).

 

2. Pengertian Dongeng Menurut Kamisa, 1997 : 144

Sedangkan menurutnya dongeng adalah sebuah cerita yang dituliskan atau dibicarakan hanya sebagai hiburan dan biasanya tidak benar – benar terjadi atau tidak nyata dalam kehidupan. Dongeng adalah suatu wujud karya sastra yang ceritanya bersifat fiktif dan juga menghibur, serta terdapat ajaran moral yang terkandung dalam cerita dongeng tersebut.

 

3. Pengertian Dongen Meurut James Danandjaja

Dongeng termasuk cerita rakyat lisan yang dianggap tidak benar – benar terjadi adanya oleh yang punya cerita. Cerita dongeng juga tidak terikat dengan tempat maupun waktu, karena dongeng diceritakan untuk menghibur.

 

4. Pengertian Dongeng Menurut Agus Triyanto : 46

Menurutnya dongeng merupakan cerita fantasi sederhana yang tidak benar – benar terjadi dan bertujuan untuk menyampaikan ajaran moral serta menghibur. Jadi, dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya bersifat fiktif/tidak nyata.

 

 

Ciri – Ciri Dongeng

Seperti cerita atau teks lain, dongeng juga memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan bentuk cerita yang lain. Berikut ini adalah beberapa ciri – ciri dongeng, di antaranya adalah:

  1. Alur cerita bersifat cepat dan singkat.
  2. Tokoh tidak diceritakan secara mendetail.
  3. Lebih Menekankan pada bagian isi cerita atau peristiwa.
  4. Diceritakan dengan alur yang sederhana.
  5. Cerita yang ada dalam teks dongeng kebanyakan bersifat fiktif / khayalan / tidak nyata.
  6. Ditulis dengan gaya pencitraan secara tidak tertulis atau lisan.
  7. Kadang tema atau pesan dituliskan dalam cerita.
  8. Pendahuluan singkat.

 

 

Struktur Dongeng

Sebuah teks dongeng dibangun oleh tiga bagian yang sangat penting, di antaranya adalah pendahuluan, isi atau peristiwa dan penutup. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga struktur dongeng tersebut.

  1. Pendahuluan, pada bagian ini berisi kalimat pengantar untuk memulai cerita dari dongeng.
  2. Isi atau Peristiwa, pada bagian ini berisi mengenai urutan kejadian dari suatu peristiwa dalam dongeng yang sedang diceritakan, bagian ini merupakan bagian yang sangat penting dalam dongeng.
  3. Penutup, pada bagian ini merupakan bagian akhir cerita yang dibuat dengan tujuan untuk mengakhiri cerita dari dongeng tersebut.

 

Unsur – Unsur Intrinsik pada Teks Dongeng

Ada 6 (enam) intrinsik pembentuk teks cerita dongeng, di antaranya adalah:

  1. Tema
  2. Tokoh dan Penokohan
  3. Latar atau Setting
  4. Alur atau Plot
  5. Sudut Pandang
  6. Amanat

 

 

Jenis – Jenis Dongeng dan Contohnya

Dalam teks cerita dongeng, bisa dipecahkan lagi menjadi beberapa jenis lagi. Berikut ini adalah pembagian jenis – jenis dongeng, di antaranya adalah:

  1. Sage, adalah cerita dongeng yang menceritakan tentang keperkasaan, kesaktian dan kepahlawanan dari seseorang tokoh dalam dongeng tersebut. Contohnya saka cerita tentang Si Buta dari Gua Hantu, Ramayana dan Jaka Tingkir.
  2. Legenda, adalah cerita dongeng yang menceritakan tentang peristiwa atau asal – usul dari suatu tempat atau benda itu terbentuk. Contohnya saja cerita tentang Danau Toba.
  3. Mite / Mitos, adalah salah satu bentuk dongeng yang menceritakan mengenai hal – hal yang berbau gaib seperti hantu, peri, dewa dan masih banyak lagi lainnya.
  4. Fabel, adalah salah satu bentuk dongeng yang tokoh utamanya adalah hewan yang memiliki perilaku seperti manusia. Contohnya saja cerita dongeng Si Kancil, Buaya dan Kerbau.
  5. Cerita Perumpamaan, adalah bentuk dongeng yang mengandung banyak kiasan atau yang biasa kita sebut dengan ibarat.
  6. Parabel, adalah salah satu bentuk dongeng yang mengandung nilai – nilai pendidikan, jenis yang satu ini bisa berupa cerita pendek dan sederhana yang mengandung hikmah atau pedoman hidup. Contohnya saja cerita tentang Maling Kundang.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang dongeng, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur dan jenis dongeng. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam mengerjakan tugas dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang dongeng. Jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



60 Motif Batik Modern Nusantara: Gambar, Contoh & Bagus

60 Motif Batik Modern Nusantara: Gambar, Contoh & Bagus

Pembelajaran tentang dongeng bisa kita temukan pada pelajaran Bahasa Indonesia. Secara singkat, pengertian dongeng adalah bentuk sastra lama yang menceritakan tentang suatu hal yang tidak nyata atau yang biasa disebut dengan fiksi. Nah, pada kesempatan ini, Pintarnesia akan memaparkan tentang dongeng mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur dan jenis dongeng.

Kebanyakan orang akan menyukai yang namanya cerita, baik itu orang muda, anak – anak maupun orang tua. Berikut ini adalah pengertian dongeng secara umum.

 

Pengertian Dongeng

Dongeng adalah wujud sastra lama yang bercerita tentang sebuah peristiwa yang penuh dengan khayalan (fiksi) dan menakjubkan, dongeng sendiri dianggap oleh masyarakat suatu hal yang tidak benar – benar terjadi. Dongeng yakni wujud cerita tradisional atau bisa juga cerita yang disampaikan secara turun temurun dari nenek moyang.

 

 

Pengertian Dongeng Menurut para Ahli

Seperti biasa Pintarnesia juga akan memaparkan pengertian dongeng menurut beberapa para ahli, berikut ini adalah pengertian dongeng menurut para ahli.

 

1. Pengertian Dongeng Menurut Nurgiantoro, 2005:198

Menurutnya dongeng adalah cerita yang tidak benar – benar terjadi/nyata dan dalam banyak hal sering tidak masuk akal. Pendapat lain tentang dongeng adalah cerita yang tidak benar – benar terjadi atau bisa juga disebut dengan fiksi, terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh. (KBBI, 2007 : 274).

 

2. Pengertian Dongeng Menurut Kamisa, 1997 : 144

Sedangkan menurutnya dongeng adalah sebuah cerita yang dituliskan atau dibicarakan hanya sebagai hiburan dan biasanya tidak benar – benar terjadi atau tidak nyata dalam kehidupan. Dongeng adalah suatu wujud karya sastra yang ceritanya bersifat fiktif dan juga menghibur, serta terdapat ajaran moral yang terkandung dalam cerita dongeng tersebut.

 

3. Pengertian Dongen Meurut James Danandjaja

Dongeng termasuk cerita rakyat lisan yang dianggap tidak benar – benar terjadi adanya oleh yang punya cerita. Cerita dongeng juga tidak terikat dengan tempat maupun waktu, karena dongeng diceritakan untuk menghibur.

 

4. Pengertian Dongeng Menurut Agus Triyanto : 46

Menurutnya dongeng merupakan cerita fantasi sederhana yang tidak benar – benar terjadi dan bertujuan untuk menyampaikan ajaran moral serta menghibur. Jadi, dongeng merupakan salah satu bentuk karya sastra yang ceritanya bersifat fiktif/tidak nyata.

 

 

Ciri – Ciri Dongeng

Seperti cerita atau teks lain, dongeng juga memiliki beberapa ciri yang membedakannya dengan bentuk cerita yang lain. Berikut ini adalah beberapa ciri – ciri dongeng, di antaranya adalah:

  1. Alur cerita bersifat cepat dan singkat.
  2. Tokoh tidak diceritakan secara mendetail.
  3. Lebih Menekankan pada bagian isi cerita atau peristiwa.
  4. Diceritakan dengan alur yang sederhana.
  5. Cerita yang ada dalam teks dongeng kebanyakan bersifat fiktif / khayalan / tidak nyata.
  6. Ditulis dengan gaya pencitraan secara tidak tertulis atau lisan.
  7. Kadang tema atau pesan dituliskan dalam cerita.
  8. Pendahuluan singkat.

 

 

Struktur Dongeng

Sebuah teks dongeng dibangun oleh tiga bagian yang sangat penting, di antaranya adalah pendahuluan, isi atau peristiwa dan penutup. Berikut ini adalah penjelasan dari ketiga struktur dongeng tersebut.

  1. Pendahuluan, pada bagian ini berisi kalimat pengantar untuk memulai cerita dari dongeng.
  2. Isi atau Peristiwa, pada bagian ini berisi mengenai urutan kejadian dari suatu peristiwa dalam dongeng yang sedang diceritakan, bagian ini merupakan bagian yang sangat penting dalam dongeng.
  3. Penutup, pada bagian ini merupakan bagian akhir cerita yang dibuat dengan tujuan untuk mengakhiri cerita dari dongeng tersebut.

 

Unsur – Unsur Intrinsik pada Teks Dongeng

Ada 6 (enam) intrinsik pembentuk teks cerita dongeng, di antaranya adalah:

  1. Tema
  2. Tokoh dan Penokohan
  3. Latar atau Setting
  4. Alur atau Plot
  5. Sudut Pandang
  6. Amanat

 

 

Jenis – Jenis Dongeng dan Contohnya

Dalam teks cerita dongeng, bisa dipecahkan lagi menjadi beberapa jenis lagi. Berikut ini adalah pembagian jenis – jenis dongeng, di antaranya adalah:

  1. Sage, adalah cerita dongeng yang menceritakan tentang keperkasaan, kesaktian dan kepahlawanan dari seseorang tokoh dalam dongeng tersebut. Contohnya saka cerita tentang Si Buta dari Gua Hantu, Ramayana dan Jaka Tingkir.
  2. Legenda, adalah cerita dongeng yang menceritakan tentang peristiwa atau asal – usul dari suatu tempat atau benda itu terbentuk. Contohnya saja cerita tentang Danau Toba.
  3. Mite / Mitos, adalah salah satu bentuk dongeng yang menceritakan mengenai hal – hal yang berbau gaib seperti hantu, peri, dewa dan masih banyak lagi lainnya.
  4. Fabel, adalah salah satu bentuk dongeng yang tokoh utamanya adalah hewan yang memiliki perilaku seperti manusia. Contohnya saja cerita dongeng Si Kancil, Buaya dan Kerbau.
  5. Cerita Perumpamaan, adalah bentuk dongeng yang mengandung banyak kiasan atau yang biasa kita sebut dengan ibarat.
  6. Parabel, adalah salah satu bentuk dongeng yang mengandung nilai – nilai pendidikan, jenis yang satu ini bisa berupa cerita pendek dan sederhana yang mengandung hikmah atau pedoman hidup. Contohnya saja cerita tentang Maling Kundang.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang dongeng, mulai dari pengertian, ciri-ciri, struktur dan jenis dongeng. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dalam mengerjakan tugas dan semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang dongeng. Jika ada kesalahan dalam penulisan artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.