√ Pengertian Joint Venture: Ciri, Jenis, Manfaat dan Contoh JV

Pengertian Joint Venture: Ciri-Ciri, Jenis, Manfaat dan Contoh Joint Venture

Pengertian Joint Venture: Ciri-Ciri, Jenis, Manfaat dan Contoh Joint Venture

Biasanya perusahaan yang baru berdiri akan mengadakan kerja sama dengan perusahaan lain, hal itu dilakukan supaya bisnis yang bari mereka bangun menjadi luas dan besar. Bukan hanya itu saja alasan perusahaan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain, ada juga yang bekerja sama dengan alasan kurangnya pengetahuan teknologi atau kekurangan dana. Hal itu lah yang membuat perusahaan akan bekerja sama dengan perusahaan yang lain.

Joint venture bisa menjadi solusi yang sangat tepat dalam mengatasi hal – hal yang ada di atas tadi. Sebelum kita memahami apa fungsi dari joint venture, ada baiknya kita bahas dulu pengertian joint venture. Berikut ini adalah pengertian joint venture secara sederhana.

 

Pengertian Joint Venture

Joint Venture adalah bentuk gabungan dari dua atau lebih perusahaan dari berbagai negara yang ada, untuk saling bekerja sama dan menjadi satu perusahaan agar mencapai kekuatan ekonomi tanpa melihat besar kecilnya modal yang dikeluarkan. Para pemegang saham akan memilih kepengurusan joint venture yang disebut dengan Dewan Direktur, dan pendirinya harus memiliki bentuk hukum Perseroan Terbatas (PT).

Pihak yang terlibat dalam sistem ini diatur oleh perjanjian kontrak yang mereka buat sebelumnya. Perjanjian tersebut berisi hal – hal seperti kewajiban setiap pihak atau mereka, tingkat mereka berbagi keuntungan maupun kerugian, hak dan kewajiban yang harus mereka jalankan satu sama lain.

 

Pengertian Joint Venture Menurut para Ahli

Seperti biasa Pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli. Nah, berikut ini adalah pengertian joint venture menurut beberapa para ahli, di antaranya adalah:

 

1. Peter Mahmud

Menurut Peter Mahmud, Joint Venture adalah sebuah ikatan antara kedua perusahaan untuk membentuk perusahaan yang baru. Nah perusahaan baru tersebut lah yang disebut dengan perusahaan joint venture.

 

2. Erman Rajagukguk

Sedangkan menurut Erman Rajagukguk, joint venture adalah bentuk kerja sama antara pemilik modal nasional dengan asing berdasarkan sebuah perjanjian.

 

Pengertian Joint Venture Agreement

Joint Venture Contract adalah istilah lain untuk Joint Venture Agreement. Hal ini sudah diatur dalam undang – undang No. 9 tahun 1995 oleh pemerintah, yaitu tentang sebuah usaha kecil yang disebut dengan perjanjian kemitraan. Maksud dari perjanjian tersebut adalah kerja sama antara pengusaha menengah besar dan perusahaan kecil, bentuk nyata dari kerja sama ini bisa meliputi tentang permodalan ataupun skill.

 

 

Ciri-Ciri Joint Venture

Berikut ini adalah ciri – ciri atau karakteristik dari joint venture atau gabungan perusahaan, di antaranya adalah:

  1. Di negara Indonesia, Joint venture merupakan kerja sama antara perusahaan domestik dan perusahaan asing.
  2. Kekuasaan dan hak suara didasarkan pada banyaknya saham masing – masing perusahaan pendiri.
  3. Risiko ditanggung secara bersama.
  4. Perusahaan pendiri dari Joint venture tetap memiliki kebebasan dan eksistensi masing – masing.
  5. Adalah perusahaan baru yang didirikan oleh beberapa perusahaan secara bersama – sama.
  6. Hak suara dan kekuasaan didasarkan oleh banyaknya saham masing – masing perusahaan pendiri.
  7. Modal berupa saham yang disediakan atau diperoleh oleh perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu.

 

Ada dua jenis kontrak joint venture, di antaranya adalah:

  1. Joint Venture Internasional
  2. Joint Venture Domestic

 

 

Manfaat Joint Venture

Berikut ini adalah beberapa manfaat joint venture menurut Raaymakers, di antaranya adalah:

  1. Pembiayaan
  2. Menghemat tenaga
  3. Rentabilitas
  4. Pembetasan Risiko
  5. Kemungkinan optimasi know-how
  6. Kemungkinan pembetasan kongkurensi atau saling ketergantungan.

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Joint Venture

Joint venture juga memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari joint venture, di antaranya adalah:

 

I. Kelebihan Joint Venture

  • Akses kepasar modal negara tuan rumah bisa dipertinggi oleh reputasi dan hubungan sekutu lokal.
  • Sekutu lokal mungkin mempunyai teknologi yang cocok untuk lingkungan sekitar.
  • Sekutu lebih memahami tentang keadaan lingkungan dimana perusahaan Joint Venture didirikan. Contohnya saja adat istiadat, lembaga kemasyarakatan dilingkungan sekitarnya.

 

II. Kekurangan Joint Venture

  • Dapat terjadi perbedaan pandangan antara sekutu lokal dengan perusahaan.
  • Jika salah dalam memilih sekutu maka akan meningkatkan risiko politik yang mungkin bisa dihadapi.
  • Adanya harga transfer komponen atau produk bisa menimbulkan konflik kepentingan antara kedua belah pihak.

 

 

Pengaturan yang Mengatur Joint Venture

Berikut adalah peraturan yang mengatur pemerintah Indonesia yang mengatur tentang regulasi Joint Venture, di antaranya adalah:

  1. PP Nomor 20 Tahun 1994 tentang Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang Didirikan dalam Rangka Penanaman Modal Asing.
  2. Pasal 23 UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.
  3. SK Menteri Negara Penggerak Dana Investasi / Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 15/SK/1994 tentang Ketentuan Pelaksanaan Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang Didirikan dalam Rangka Penanaman Modal asing.
  4. PP Nomor 17 Tahun 1992 jo. PP Nomor 7 Tahun 1993 tentang Pemilik Saham Perusahaan Penanaman Modal Asing.

 

 

Bentuk dan Substansi Kontrak Joint Venture

Berikut ini adalah unsur – unsur pokok yang perlu termuat di dalam kontrak joint venture, di antaranya adalah:

  1. Waktu
  2. Uraian tentang tujuan.
  3. Konsiderans atau pertimbangan.
  4. Ketentuan perselisihan.
  5. Pembiayaan.
  6. Dasar penilaian.
  7. Pemasukan oleh partner.
  8. Organisasi dari kerja sama.
  9. Pilihan hukum dan bentuk hukum.
  10. Perusahaan Joint Venture dan hubungan khusus antara partner.
  11. Peralihan saham.
  12. Uraian tentang pihak – pihak di dalam kontrak.
  13. Para Objek dan Pihak dalam kontrak Joint Venture :

Faktor PMA wajib mengadakan Joint Venture dengan perusahaan domestic dikarenakan usaha ini tergolong sangat penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Tapi disisi lain, ada bidang – bidang yang dilarang untuk melakukan penanaman modal asing, yaitu berkaitan dengan pertahanan negara. Contohnya saja, produksi mesiu, senjata, alat peledak dan peralatan perang.

 

 

Contoh Perusahaan yang Melakukan Joint Venture

Berikut ini adalah beberapa perusahaan besar yang melakukan joint venture, di antaranya adalah:

1. Sony dan Sharp

SONY Cotporation dan SHARP corporation mengumumkan bahwa mereka sudah menandatangani memorandum yang tidak mengikat untuk melakukan sistem kerja sama dalam hal memproduksi dan menjual modul dan panel LCD berukuran besar dari panel LCD SHARP.

 

2. PT. Pusri dengan National Petrochemical Compony of Iran (NPCI)

Di negara Indonesia sendiri ada PT Pusri bekerja yang melakukan kerja sama dengan NPCI, kerja sama ini adalah membangun pabrik pupuk berkapasitas 1.14 juta ton per tahun

 

 

Nah, itulah sedikit pemaparan tentang Joint Venture, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, manfaat dan contoh joint venture. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang joint venture, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Sumber Daya Alam: Pengertian, Contoh, Jenis-Jenis, dan Manfaat

Sumber Daya Alam: Pengertian, Contoh, Jenis-Jenis, dan Manfaat

Biasanya perusahaan yang baru berdiri akan mengadakan kerja sama dengan perusahaan lain, hal itu dilakukan supaya bisnis yang bari mereka bangun menjadi luas dan besar. Bukan hanya itu saja alasan perusahaan untuk bekerja sama dengan perusahaan lain, ada juga yang bekerja sama dengan alasan kurangnya pengetahuan teknologi atau kekurangan dana. Hal itu lah yang membuat perusahaan akan bekerja sama dengan perusahaan yang lain.

Joint venture bisa menjadi solusi yang sangat tepat dalam mengatasi hal – hal yang ada di atas tadi. Sebelum kita memahami apa fungsi dari joint venture, ada baiknya kita bahas dulu pengertian joint venture. Berikut ini adalah pengertian joint venture secara sederhana.

 

Pengertian Joint Venture

Joint Venture adalah bentuk gabungan dari dua atau lebih perusahaan dari berbagai negara yang ada, untuk saling bekerja sama dan menjadi satu perusahaan agar mencapai kekuatan ekonomi tanpa melihat besar kecilnya modal yang dikeluarkan. Para pemegang saham akan memilih kepengurusan joint venture yang disebut dengan Dewan Direktur, dan pendirinya harus memiliki bentuk hukum Perseroan Terbatas (PT).

Pihak yang terlibat dalam sistem ini diatur oleh perjanjian kontrak yang mereka buat sebelumnya. Perjanjian tersebut berisi hal – hal seperti kewajiban setiap pihak atau mereka, tingkat mereka berbagi keuntungan maupun kerugian, hak dan kewajiban yang harus mereka jalankan satu sama lain.

 

Pengertian Joint Venture Menurut para Ahli

Seperti biasa Pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli. Nah, berikut ini adalah pengertian joint venture menurut beberapa para ahli, di antaranya adalah:

 

1. Peter Mahmud

Menurut Peter Mahmud, Joint Venture adalah sebuah ikatan antara kedua perusahaan untuk membentuk perusahaan yang baru. Nah perusahaan baru tersebut lah yang disebut dengan perusahaan joint venture.

 

2. Erman Rajagukguk

Sedangkan menurut Erman Rajagukguk, joint venture adalah bentuk kerja sama antara pemilik modal nasional dengan asing berdasarkan sebuah perjanjian.

 

Pengertian Joint Venture Agreement

Joint Venture Contract adalah istilah lain untuk Joint Venture Agreement. Hal ini sudah diatur dalam undang – undang No. 9 tahun 1995 oleh pemerintah, yaitu tentang sebuah usaha kecil yang disebut dengan perjanjian kemitraan. Maksud dari perjanjian tersebut adalah kerja sama antara pengusaha menengah besar dan perusahaan kecil, bentuk nyata dari kerja sama ini bisa meliputi tentang permodalan ataupun skill.

 

 

Ciri-Ciri Joint Venture

Berikut ini adalah ciri – ciri atau karakteristik dari joint venture atau gabungan perusahaan, di antaranya adalah:

  1. Di negara Indonesia, Joint venture merupakan kerja sama antara perusahaan domestik dan perusahaan asing.
  2. Kekuasaan dan hak suara didasarkan pada banyaknya saham masing – masing perusahaan pendiri.
  3. Risiko ditanggung secara bersama.
  4. Perusahaan pendiri dari Joint venture tetap memiliki kebebasan dan eksistensi masing – masing.
  5. Adalah perusahaan baru yang didirikan oleh beberapa perusahaan secara bersama – sama.
  6. Hak suara dan kekuasaan didasarkan oleh banyaknya saham masing – masing perusahaan pendiri.
  7. Modal berupa saham yang disediakan atau diperoleh oleh perusahaan pendiri dengan perbandingan tertentu.

 

Ada dua jenis kontrak joint venture, di antaranya adalah:

  1. Joint Venture Internasional
  2. Joint Venture Domestic

 

 

Manfaat Joint Venture

Berikut ini adalah beberapa manfaat joint venture menurut Raaymakers, di antaranya adalah:

  1. Pembiayaan
  2. Menghemat tenaga
  3. Rentabilitas
  4. Pembetasan Risiko
  5. Kemungkinan optimasi know-how
  6. Kemungkinan pembetasan kongkurensi atau saling ketergantungan.

 

 

Kelebihan dan Kekurangan Joint Venture

Joint venture juga memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari joint venture, di antaranya adalah:

 

I. Kelebihan Joint Venture

  • Akses kepasar modal negara tuan rumah bisa dipertinggi oleh reputasi dan hubungan sekutu lokal.
  • Sekutu lokal mungkin mempunyai teknologi yang cocok untuk lingkungan sekitar.
  • Sekutu lebih memahami tentang keadaan lingkungan dimana perusahaan Joint Venture didirikan. Contohnya saja adat istiadat, lembaga kemasyarakatan dilingkungan sekitarnya.

 

II. Kekurangan Joint Venture

  • Dapat terjadi perbedaan pandangan antara sekutu lokal dengan perusahaan.
  • Jika salah dalam memilih sekutu maka akan meningkatkan risiko politik yang mungkin bisa dihadapi.
  • Adanya harga transfer komponen atau produk bisa menimbulkan konflik kepentingan antara kedua belah pihak.

 

 

Pengaturan yang Mengatur Joint Venture

Berikut adalah peraturan yang mengatur pemerintah Indonesia yang mengatur tentang regulasi Joint Venture, di antaranya adalah:

  1. PP Nomor 20 Tahun 1994 tentang Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang Didirikan dalam Rangka Penanaman Modal Asing.
  2. Pasal 23 UU Nomor 1 Tahun 1967 tentang Penanaman Modal Asing.
  3. SK Menteri Negara Penggerak Dana Investasi / Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal Nomor: 15/SK/1994 tentang Ketentuan Pelaksanaan Pemilikan Saham dalam Perusahaan yang Didirikan dalam Rangka Penanaman Modal asing.
  4. PP Nomor 17 Tahun 1992 jo. PP Nomor 7 Tahun 1993 tentang Pemilik Saham Perusahaan Penanaman Modal Asing.

 

 

Bentuk dan Substansi Kontrak Joint Venture

Berikut ini adalah unsur – unsur pokok yang perlu termuat di dalam kontrak joint venture, di antaranya adalah:

  1. Waktu
  2. Uraian tentang tujuan.
  3. Konsiderans atau pertimbangan.
  4. Ketentuan perselisihan.
  5. Pembiayaan.
  6. Dasar penilaian.
  7. Pemasukan oleh partner.
  8. Organisasi dari kerja sama.
  9. Pilihan hukum dan bentuk hukum.
  10. Perusahaan Joint Venture dan hubungan khusus antara partner.
  11. Peralihan saham.
  12. Uraian tentang pihak – pihak di dalam kontrak.
  13. Para Objek dan Pihak dalam kontrak Joint Venture :

Faktor PMA wajib mengadakan Joint Venture dengan perusahaan domestic dikarenakan usaha ini tergolong sangat penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang banyak. Tapi disisi lain, ada bidang – bidang yang dilarang untuk melakukan penanaman modal asing, yaitu berkaitan dengan pertahanan negara. Contohnya saja, produksi mesiu, senjata, alat peledak dan peralatan perang.

 

 

Contoh Perusahaan yang Melakukan Joint Venture

Berikut ini adalah beberapa perusahaan besar yang melakukan joint venture, di antaranya adalah:

1. Sony dan Sharp

SONY Cotporation dan SHARP corporation mengumumkan bahwa mereka sudah menandatangani memorandum yang tidak mengikat untuk melakukan sistem kerja sama dalam hal memproduksi dan menjual modul dan panel LCD berukuran besar dari panel LCD SHARP.

 

2. PT. Pusri dengan National Petrochemical Compony of Iran (NPCI)

Di negara Indonesia sendiri ada PT Pusri bekerja yang melakukan kerja sama dengan NPCI, kerja sama ini adalah membangun pabrik pupuk berkapasitas 1.14 juta ton per tahun

 

 

Nah, itulah sedikit pemaparan tentang Joint Venture, mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, manfaat dan contoh joint venture. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang joint venture, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.