√ Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Struktur dan Ciri-Cirinya (Lengkap)

Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Ciri-Ciri dan Struktur Karya Tulis Ilmiah

Karya Tulis Ilmiah: Pengertian, Ciri-Ciri dan Struktur Karya Tulis Ilmiah

Pembelajaran karya tulis ilmiah biasanya bisa kalian dapat dalam pelajaran bahasa Indonesia, biasanya karya tulis ilmiah ini berisikan fakta, data dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat dalam karya tulis ilmiah. Penulisan karya tulis ilmiah harus dilakukan secara runtut dan sistematis.

Karya ilmiah berkaitan erat dengan dunia penelitian dan pendidikan, kebanyakan karya tulis ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil dari berbagai hasil riset yang dilakukan oleh lembaga pendidikan maupun penelitian. Biasanya karya tulis ilmiah juga merupakan tugas akhir yang harus dikerjakan oleh mahasiswa guna menyelesaikan studinya. Ada beberapa ahli yang berpendapat mengenai Pengertian Karya Ilmiah, tapi kali ini Pintar Nesia akan menjelaskan Pengertian karya ilmiah secara umum, berikut adalah pengertian karya tulis ilmiah. Simak dengan baik!

 

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk menyelesaikan atau memecahkan suatu permasalahan dengan landasan metode-metode ilmiah dan teori. Biasanya karya tulis ilmiah berisikan fakta, data dan solusi mengenai suatu masalah yang sedang diangkat.

 

Struktur Karya Ilmiah

Dalam suatu karya ilmiah biasanya terdapat tiga bagian yang ada di dalamnya, berikut adalah 3 bagian struktur yang ada pada karya ilmiah. Simak dengan baik!

 

1. Pendahuluan

Bagian yang pertama adalah Pendahuluan, pada bagian ini biasanya berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah yang dilakukan, masalah yang diangkat dalam karya ilmiah dan mekanisme penyelesaian masalah tersebut.

 

2. Isi dan Pembahasan

Bagian Kedua adalah Isi dan Pembahasan, pada bagian ini biasanya terdiri lebih dari satu bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung pada seberapa pelik pembahasan dan pembedahan dari bahan penelitian yang diangkat. Jika bahan penelitian yang diangkat kompleks, maka pembahasan akan menjadi lebih panjang dan bab pada bagian ini semakin lebih banyak.

 

3. Kesimpulan

Bagian Ketiga adalah kesimpulan, pada bagian ini berisikan kesimpulan-kesimpulan dari hasil analisi pada bagian atau struktur sebelumnya yaitu Isi dan Pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan yang padat dan singkat mengenai hasil analisis dari bagian sebelumnya.. Biasanya pada bagian ini hanya memiliki satu bab.

 

Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah

Setiap teks pasti memiliki ciri-cirinya masing masing, begitu juga dengan karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah memiliki beberapa ciri-ciri, berikut ini adalah ciri-ciri karya tulis ilmiah. Simak dengan baik!

 

1. Reproduktif

Ciri yang pertama adalah Reproduktif, artinya karya ilmiah yang ditulis oleh penulis atau peneliti harus dimaknai dan diterima oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah tersebut.

 

2. Tidak Emotif

Ciri yang kedua adalah Tidak Emotif, artinya karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari si penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus menuliskan atau memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan si penulis.

 

3. Menggunakan Bahasa Baku

Ciri yang ketiga adalah menggunakan bahasa baku, tujuan menggunakan bahasa baku adalah agar karya ilmiah mudah dipahami oleh para pembacanya. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya, mulai dari penulisan teori, sumber dan penulisan simpulan. Jika pada karya ilmiah tidak menggunakan bahasa yang baku, bisa membuat para pembacanya bingung dengan apa yang ingin disampaikan oleh si penulis dalam karya tulis ilmiahnya.

 

4. Tidak Ambigu

Ciri yang keempat adalah tidak ambigu, ciri yang satu ini berkaitan dengan ciri reproduktif. Sebuah karya tulis ilmiah harus memberikan pemahaman secara detail dan tidak menggunakan bahasa yang membingungkan, dengan begitu maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh para pembaca teks karya tulis ilmiah tersebut.

 

5. Bersifat Dekoratif

Ciri yang kelima adalah bersifat dekoratif, artinya adalah karya ilmiah harus menggunakan kata atau istilah yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan kecermatan dan keruntutan pikiran yang logis. Kedua hal tersebut penting, karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan si pembaca karya ilmiah.

 

6. Terdapat Kohesi

Ciri yang kelima adalah kohesi, artinya karya tulis ilmiah harus memiliki hubungan antar bagian dan babnya serta tepat sasaran dan tidak bertele-tele. Karya tulis ilmiah setiap bagiannya harus mempunyai alur logika yang saling tersambung dan penyampaiannya harus tepat sasaran.

 

7. Menggunakan Kalimat Efektif

Ciri yang ketujuh adalah kalimat efektif, artinya karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat yang efektif dan tidak bertele-tele. Tujuannya adalah agar para pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar, penggunaan kalimat yang berputar-putar hanya membuat para pembaca karya tulis ilmiah bingung.

 

8. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Ciri yang kedelapan adalah kaidah keilmuan, artinya karya tulis ilmiah harus menggunakan istilah-istilah akedemik dari bidang penelitian penulis. Hal ini memiliki tujuan untuk menunjukan bahwa si penulis memiliki kapabilitas dalam bidang kajian yang sedang dibahas dalam karya ilmiah yang dibuat.

 

Nah, itulah pengertian, ciri-ciri dan struktur karya tulis ilmiah dari Pintar Nesia. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas baik itu tugas dari guru atau dosen.



Sejarah Pramuka Dunia dan Indonesia Lengkap dan Singkat

Sejarah Pramuka Dunia dan Indonesia Lengkap dan Singkat

Pembelajaran karya tulis ilmiah biasanya bisa kalian dapat dalam pelajaran bahasa Indonesia, biasanya karya tulis ilmiah ini berisikan fakta, data dan solusi mengenai suatu masalah yang diangkat dalam karya tulis ilmiah. Penulisan karya tulis ilmiah harus dilakukan secara runtut dan sistematis.

Karya ilmiah berkaitan erat dengan dunia penelitian dan pendidikan, kebanyakan karya tulis ilmiah yang diterbitkan merupakan hasil dari berbagai hasil riset yang dilakukan oleh lembaga pendidikan maupun penelitian. Biasanya karya tulis ilmiah juga merupakan tugas akhir yang harus dikerjakan oleh mahasiswa guna menyelesaikan studinya. Ada beberapa ahli yang berpendapat mengenai Pengertian Karya Ilmiah, tapi kali ini Pintar Nesia akan menjelaskan Pengertian karya ilmiah secara umum, berikut adalah pengertian karya tulis ilmiah. Simak dengan baik!

 

Pengertian Karya Tulis Ilmiah

Karya tulis ilmiah adalah karya tulis yang dibuat untuk menyelesaikan atau memecahkan suatu permasalahan dengan landasan metode-metode ilmiah dan teori. Biasanya karya tulis ilmiah berisikan fakta, data dan solusi mengenai suatu masalah yang sedang diangkat.

 

Struktur Karya Ilmiah

Dalam suatu karya ilmiah biasanya terdapat tiga bagian yang ada di dalamnya, berikut adalah 3 bagian struktur yang ada pada karya ilmiah. Simak dengan baik!

 

1. Pendahuluan

Bagian yang pertama adalah Pendahuluan, pada bagian ini biasanya berisikan dasar-dasar penelitian ilmiah yang dilakukan, masalah yang diangkat dalam karya ilmiah dan mekanisme penyelesaian masalah tersebut.

 

2. Isi dan Pembahasan

Bagian Kedua adalah Isi dan Pembahasan, pada bagian ini biasanya terdiri lebih dari satu bab. Jumlah bab pada bagian ini bergantung pada seberapa pelik pembahasan dan pembedahan dari bahan penelitian yang diangkat. Jika bahan penelitian yang diangkat kompleks, maka pembahasan akan menjadi lebih panjang dan bab pada bagian ini semakin lebih banyak.

 

3. Kesimpulan

Bagian Ketiga adalah kesimpulan, pada bagian ini berisikan kesimpulan-kesimpulan dari hasil analisi pada bagian atau struktur sebelumnya yaitu Isi dan Pembahasan. Kesimpulan yang disampaikan pada bagian ini berupa penjelasan yang padat dan singkat mengenai hasil analisis dari bagian sebelumnya.. Biasanya pada bagian ini hanya memiliki satu bab.

 

Ciri-Ciri Karya Tulis Ilmiah

Setiap teks pasti memiliki ciri-cirinya masing masing, begitu juga dengan karya tulis ilmiah. Karya tulis ilmiah memiliki beberapa ciri-ciri, berikut ini adalah ciri-ciri karya tulis ilmiah. Simak dengan baik!

 

1. Reproduktif

Ciri yang pertama adalah Reproduktif, artinya karya ilmiah yang ditulis oleh penulis atau peneliti harus dimaknai dan diterima oleh pembacanya sesuai dengan makna yang ingin disampaikan oleh penulis. Pembaca harus bisa langsung memahami konten dari karya ilmiah tersebut.

 

2. Tidak Emotif

Ciri yang kedua adalah Tidak Emotif, artinya karya ilmiah ditulis tidak melibatkan aspek perasaan dari si penulisnya. Sebab, karya ilmiah harus menuliskan atau memaparkan fakta yang didapatkan dari hasil analisis penelitian, bukan dari perasaan si penulis.

 

3. Menggunakan Bahasa Baku

Ciri yang ketiga adalah menggunakan bahasa baku, tujuan menggunakan bahasa baku adalah agar karya ilmiah mudah dipahami oleh para pembacanya. Penggunaan bahasa baku itu meliputi setiap aspek penulisannya, mulai dari penulisan teori, sumber dan penulisan simpulan. Jika pada karya ilmiah tidak menggunakan bahasa yang baku, bisa membuat para pembacanya bingung dengan apa yang ingin disampaikan oleh si penulis dalam karya tulis ilmiahnya.

 

4. Tidak Ambigu

Ciri yang keempat adalah tidak ambigu, ciri yang satu ini berkaitan dengan ciri reproduktif. Sebuah karya tulis ilmiah harus memberikan pemahaman secara detail dan tidak menggunakan bahasa yang membingungkan, dengan begitu maksud dari karya ilmiah itu bisa langsung diterima oleh para pembaca teks karya tulis ilmiah tersebut.

 

5. Bersifat Dekoratif

Ciri yang kelima adalah bersifat dekoratif, artinya adalah karya ilmiah harus menggunakan kata atau istilah yang memiliki satu makna. Rasional artinya penulis harus menonjolkan kecermatan dan keruntutan pikiran yang logis. Kedua hal tersebut penting, karena karya ilmiah harus bisa menyampaikan dari penelitian yang dilakukan oleh penulis tanpa membingungkan si pembaca karya ilmiah.

 

6. Terdapat Kohesi

Ciri yang kelima adalah kohesi, artinya karya tulis ilmiah harus memiliki hubungan antar bagian dan babnya serta tepat sasaran dan tidak bertele-tele. Karya tulis ilmiah setiap bagiannya harus mempunyai alur logika yang saling tersambung dan penyampaiannya harus tepat sasaran.

 

7. Menggunakan Kalimat Efektif

Ciri yang ketujuh adalah kalimat efektif, artinya karya tulis ilmiah harus menggunakan kalimat yang efektif dan tidak bertele-tele. Tujuannya adalah agar para pembaca tidak dipusingkan dengan penggunaan kalimat yang berputar-putar, penggunaan kalimat yang berputar-putar hanya membuat para pembaca karya tulis ilmiah bingung.

 

8. Menggunakan Kaidah Keilmuan

Ciri yang kedelapan adalah kaidah keilmuan, artinya karya tulis ilmiah harus menggunakan istilah-istilah akedemik dari bidang penelitian penulis. Hal ini memiliki tujuan untuk menunjukan bahwa si penulis memiliki kapabilitas dalam bidang kajian yang sedang dibahas dalam karya ilmiah yang dibuat.

 

Nah, itulah pengertian, ciri-ciri dan struktur karya tulis ilmiah dari Pintar Nesia. Semoga artikel ini bisa membantu kalian dalam mengerjakan tugas baik itu tugas dari guru atau dosen.