√ Pengertian Majas: Macam, Jenis-Jenis dan Contoh Majas (Lengkap)

Pengertian Majas: Jenis-Jenis, Macam Majas dan Contoh Majas

Pengertian Majas: Jenis-Jenis, Macam Majas dan Contoh Majas

Pembelajaran tentang majas bisa kamu temukan pada pelajaran Bahasa Indonesia, Umumnya kamu bisa menemukan pembelajaran ini pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat lainnya. Penggunaan majas memiliki tujuan untuk menyampaikan suatu pesan bermakna kiasan atau secara imajinatif, baik itu melalui lisan maupun tulisan untuk mewakili perasaan dan pikiran si penulis. Majas memiliki fungsi untuk membuat suatu karya sastra menjadi lebih indah pada aspek pemilihan katanya.

Nah, pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan mengenai majas mulai dari jenis dan contoh majas secara lengkap. Sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya jika kita membahas apa itu pengertian dari majas, berikut ini adalah pengertian majas.

 

Pengertian Majas

Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam suatu karya sastra, yang memiliki tujuan untuk memberikan efek tertentu, sehingga majas bisa membuat karya sastra tersebut menjadi lebih hidup dibandingkan sebelum karya sastra tersebut menggunakan majas.

Namun, ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa majas merupakan suatu gaya bahasa yang di dalamnya terdapat perbandingan, persamaan, serta kata kiasan untuk menguatkan kesan suatu kalimat lisan maupun tertulis dan menimbulkan nuansa atau suasana imajinatif bagi orang yang menyimaknya.

 

 

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

Seperti biasa di pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli, nah pada kali ini adalah beberapa pengertian majas menurut para ahli, di antaranya adalah :

1. Goris Keraf

Yang pertama menurut Goris Keraf, menurutnya majas merupakan suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara sopan santun, menarik dan jujur.

 

2. Aminuddin

Yang kedua menurut Aminuddin, menurutnya majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh si penulis dalam memaparkan atau menjelaskan gagasannya sesuai dengan tujuan atau efek tertentu yang dicapai si penulis.

 

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Sedangkan menurut KBBI, majas merupakan cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain atau dalam bentuk kiasan.

 

4. Luxemburg dkk

Yang ke empat menurut Luxemburg ddk, pengertian dari majas merupakan suatu gaya bahasa yang bisa memberikan ciri khas atau karakteristik pada sebuah teks. Dengan kata lain, pada saat tertentu suatu teks bisa diibaratkan seperti individu yang berbeda dengan individu yang lainnya.

 

 

Jenis Majas atau Macam-Macam Majas

Secara umum, majas bisa dikelompokan menjadi 4 (empat) macam, di antaranya adalah majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, serta majas penegasan. Nah, berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan dari 4 (empat) majas tersebut.

A. Majas Perbandingan

Sesuai dengan namanya, majas yang satu ini merupakan jenis majas yang dipakai untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek yang lainnya dengan cara penyamaan, atau penggantian. Jenis majas yang satu ini bisa dibagi menjadi beberapa majas lagi, di antarnya adalah:

  • Personifikasi, adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai pengganti fungsi benda mati yang bisa bersikap seperti manusia. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Daun kelapa itu melambai-lambai seolah-olah memanggilku”.
  • Metafora, adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan perbandingan atau persamaan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Wanita yang pandai itu dulu dianggap sebagai sampah masyarakat
  • Hiperbola, adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu hal secara berlebihan, atau bahkan terkesan tidak masuk akal. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Wanita itu mempunyai semangat yang keras seperti baja”.
  • Asosiasi, adalah gaya bahasa yang membandingkan dua objek yang berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung seperti, bagaikan atau bak. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Wajah ibu dan anak perempuan itu bagaikan pinang dibelah dua“.
  • Metonimia, adalah gaya bahasa yang menyandikan istilah sesuatu untuk merujuk kepada benda yang umum. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Jika kurang konsentrasi, minumlah aqua“, yang dimaksud disini adalah aqua berarti air dan merupakan merek air mineral.
  • Eufemisme, adalah gaya bahasa yang dimana kata dianggap kuran baik diganti dengan padanan kata yang lebih baik atau halus. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah kata kencing diganti menjadi buang air kecil.
  • Simile, adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu akticitas dengan suatu suatu ungkapan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Adik itu menangis bagaikan anak ayam kehilangan induknya
  • Alegori, adalah gaya bahasa atau majas yang menyandingkan suatu objek dengan kata kiasan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Mencari pria yang baik dan sempurna itu seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami
  • Simbolik, adalah gaya bahasa atau majas dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup yang lainnya seperti hewan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “pria itu selalu mencari kambing hitam untuk setiap masalah yang ada pada dirinya”
  • Sinekdok, khusus majas yang satu ini terbagi lagi menjadi 2 (dua), yakni sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro perte. Sinekdok par pro toto, merupakan gaya bahasa atau majas yang menyebutkan sebagian benda tersebut untuk menjelaskan keseluruhan benda tersebut. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Batang hidungnya tidak muncul juga sampai saat ini” dalam kalimat tersebut terdapat kata “Batang Hidung ” yang merujuk kepada individu secara keseluruhan. Sedangkan Sinekdok totem proparte merupakan gaya bahasa atau majas kebalikan dari Sinekdok par pro toto. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Indonesia mewakili asia untuk turnamen bulu tangkis” dalam kalimat tersebut terdapat kata Indonesia yang hanya merujuk kepada bulu tangkis.

 

B. Majas Pertentangan

Majas yang satu ini merupakan gaya bahasa dalam karya sastra yang menggunakan kata-kata kiasan yang maksudnya berlawanan dengan arti sebenarnya. Majas yang satu ini bisa memiliki beberapa majas lagi didalamnya, diantaranya adalah:

  • Litotes, adalah suatu ungkapan seperti merendahkan diri, tapi pada kenyataannya sebaliknya. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Silahkan mampir ke gubuk kamu yang sederhana ini” Rumah gedungan yang disebut gubuk.
  • Antitesis, merupakan gaya bahasa atau mahas yang emmadukan pasangan kata dimana artinya selalu saling bertentangan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Semua orang sama di mata hukum, tak peduli kaya-miskin
  • Kontradiksi Interminus, merupakan gaya bahasa atau majas yang menyangkal pernyataan yang disebut sebelumnya. Biasanya majas ini disertai dengan konjungsi, misalnya kecuali atau hanya saja. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Semua murid boleh istirahat, kecuali murid yang tidak mengerjakan tugas dan belum selesai”
  • Paradoks, merupakan gaya bahasa yang membandingkan situasi yang sebenarnya terjadi dengan situasi yang sebenarnya tidak terjadi atau kebalikannya. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Di pesta itu dia merasa kesepian“.

 

C. Majas Sindiran

Jenis majas yang satu ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan yang memiliki maksud untuk menyindir seseorang, suatu kondisi, maupun seseorang. Beberapa yang termasuk pada majas jenis yang satu ini adalah:

  • Sinisme, adalah gaya bahasa yang memberikan sindiran langsung kapada orang lain. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Badan kamu bau sekali, tapi kamu tidak mau mandi”.
  • Ironi, merupakan gaya bahasa yang memakai kata kiasan diaman artinya selalu berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Kamar mu sangat rapi, sampai-sampai baju itu ada di lantai”
  • Sarkasme, merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain dengan konotasi yang cukup kasar, gaya bahasa ini biasa digunakan saat orang marah. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Dasar Tolol!, kalau tidak bisa apa-apa, kau hanya menjadi sampah masyarakat!”.

 

D. Majas Penegasan

Jenis majas yang satu ini sering digunakan untuk menyatakan sesuatu secara tegas untuk meningkatkan pemahaman kesan kepada para pembaca atau pendengar. Berikut ini adalah beberapa jenis majas penegasan, di antaranya adalah:

  • Pleonasme, merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang memiliki makna sama dan terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu hal. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Adi ayo maju ke depan dan kerjakan soal matematika yang ada di papan tulis”
  • Repitisi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Pria itu malingnya, dia pelakunya, dia yang mengambil perhiasan saya dirumah”
  • Klimaks, merupakan gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari 2 (dua) hal secara berurutan dimana tingkatnya semakin lama semakin tinggi. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Semua manusia akan mengalami masa bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia jika mereka mempunyai umur yang panjang”
  • Tautologi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata yang bersinonim untuk menegaskan suatu maksud atau kondisi tertentu. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Sejarah masa lalu wanita itu sangat kelam, karena menjadi perampok”
  • Pararelisme, merupakan gaya bahasa atau majas yang mengulang – ulang kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam definisi yang berbeda, majas yang satu ini biasanya digunakan saat orang berpuisi. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Kasih pasti kemah lembut, kasih pasti memaafkan, kasih pasti murah hati….”
  • Retorik, meruapkan gaya bahasa atau majas yang di dalamnya berbentuk kalimat tanya, namun sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya digunakan sebagai penegas sekaligus sindiran, Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Apa kamu sholat jumat setiap hari apa pak?”
  • Antiklimaks, merupakan gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari 2 (dua) hal secara berurutan dimana tingkatanya dari tertinggi sampai terendah. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Setiap hari senin selalu melaksanakan upacara dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru, staf dan murid dengan hikmat”

 

Nah, itulah pemaparan dan penjelasan mengenai majas mulai dari pengertian majas, pengertian majas secara umum, jenis-jenis dan contoh majas. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dan menambah wawasan kita dalam pembelajaran majas, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Trigonometri: Rumus, Turunan, Tabel dan Contoh Soal Trigonometri

Trigonometri: Rumus, Turunan, Tabel dan Contoh Soal Trigonometri

Pembelajaran tentang majas bisa kamu temukan pada pelajaran Bahasa Indonesia, Umumnya kamu bisa menemukan pembelajaran ini pada jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) atau yang sederajat lainnya. Penggunaan majas memiliki tujuan untuk menyampaikan suatu pesan bermakna kiasan atau secara imajinatif, baik itu melalui lisan maupun tulisan untuk mewakili perasaan dan pikiran si penulis. Majas memiliki fungsi untuk membuat suatu karya sastra menjadi lebih indah pada aspek pemilihan katanya.

Nah, pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan mengenai majas mulai dari jenis dan contoh majas secara lengkap. Sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya jika kita membahas apa itu pengertian dari majas, berikut ini adalah pengertian majas.

 

Pengertian Majas

Majas merupakan gaya bahasa yang digunakan dalam suatu karya sastra, yang memiliki tujuan untuk memberikan efek tertentu, sehingga majas bisa membuat karya sastra tersebut menjadi lebih hidup dibandingkan sebelum karya sastra tersebut menggunakan majas.

Namun, ada juga pendapat lain yang mengatakan bahwa majas merupakan suatu gaya bahasa yang di dalamnya terdapat perbandingan, persamaan, serta kata kiasan untuk menguatkan kesan suatu kalimat lisan maupun tertulis dan menimbulkan nuansa atau suasana imajinatif bagi orang yang menyimaknya.

 

 

Pengertian Majas Menurut Para Ahli

Seperti biasa di pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli, nah pada kali ini adalah beberapa pengertian majas menurut para ahli, di antaranya adalah :

1. Goris Keraf

Yang pertama menurut Goris Keraf, menurutnya majas merupakan suatu gaya bahasa dalam karya sastra yang disampaikan secara sopan santun, menarik dan jujur.

 

2. Aminuddin

Yang kedua menurut Aminuddin, menurutnya majas adalah gaya bahasa yang digunakan oleh si penulis dalam memaparkan atau menjelaskan gagasannya sesuai dengan tujuan atau efek tertentu yang dicapai si penulis.

 

3. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Sedangkan menurut KBBI, majas merupakan cara melukiskan sesuatu dengan jalan menyamakan dengan sesuatu yang lain atau dalam bentuk kiasan.

 

4. Luxemburg dkk

Yang ke empat menurut Luxemburg ddk, pengertian dari majas merupakan suatu gaya bahasa yang bisa memberikan ciri khas atau karakteristik pada sebuah teks. Dengan kata lain, pada saat tertentu suatu teks bisa diibaratkan seperti individu yang berbeda dengan individu yang lainnya.

 

 

Jenis Majas atau Macam-Macam Majas

Secara umum, majas bisa dikelompokan menjadi 4 (empat) macam, di antaranya adalah majas perbandingan, majas pertentangan, majas sindiran, serta majas penegasan. Nah, berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan dari 4 (empat) majas tersebut.

A. Majas Perbandingan

Sesuai dengan namanya, majas yang satu ini merupakan jenis majas yang dipakai untuk menyandingkan atau membandingkan suatu objek dengan objek yang lainnya dengan cara penyamaan, atau penggantian. Jenis majas yang satu ini bisa dibagi menjadi beberapa majas lagi, di antarnya adalah:

  • Personifikasi, adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai pengganti fungsi benda mati yang bisa bersikap seperti manusia. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Daun kelapa itu melambai-lambai seolah-olah memanggilku”.
  • Metafora, adalah gaya bahasa yang digunakan sebagai kiasan yang secara eksplisit mewakili suatu maksud lain berdasarkan perbandingan atau persamaan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Wanita yang pandai itu dulu dianggap sebagai sampah masyarakat
  • Hiperbola, adalah gaya bahasa yang mengungkapkan sesuatu hal secara berlebihan, atau bahkan terkesan tidak masuk akal. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Wanita itu mempunyai semangat yang keras seperti baja”.
  • Asosiasi, adalah gaya bahasa yang membandingkan dua objek yang berbeda, namun disamakan dengan menambahkan kata sambung seperti, bagaikan atau bak. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Wajah ibu dan anak perempuan itu bagaikan pinang dibelah dua“.
  • Metonimia, adalah gaya bahasa yang menyandikan istilah sesuatu untuk merujuk kepada benda yang umum. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Jika kurang konsentrasi, minumlah aqua“, yang dimaksud disini adalah aqua berarti air dan merupakan merek air mineral.
  • Eufemisme, adalah gaya bahasa yang dimana kata dianggap kuran baik diganti dengan padanan kata yang lebih baik atau halus. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah kata kencing diganti menjadi buang air kecil.
  • Simile, adalah gaya bahasa yang menyandingkan suatu akticitas dengan suatu suatu ungkapan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Adik itu menangis bagaikan anak ayam kehilangan induknya
  • Alegori, adalah gaya bahasa atau majas yang menyandingkan suatu objek dengan kata kiasan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Mencari pria yang baik dan sempurna itu seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami
  • Simbolik, adalah gaya bahasa atau majas dengan ungkapan yang membandingkan antara manusia dengan sikap makhluk hidup yang lainnya seperti hewan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “pria itu selalu mencari kambing hitam untuk setiap masalah yang ada pada dirinya”
  • Sinekdok, khusus majas yang satu ini terbagi lagi menjadi 2 (dua), yakni sinekdok pars pro toto dan sinekdok totem pro perte. Sinekdok par pro toto, merupakan gaya bahasa atau majas yang menyebutkan sebagian benda tersebut untuk menjelaskan keseluruhan benda tersebut. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Batang hidungnya tidak muncul juga sampai saat ini” dalam kalimat tersebut terdapat kata “Batang Hidung ” yang merujuk kepada individu secara keseluruhan. Sedangkan Sinekdok totem proparte merupakan gaya bahasa atau majas kebalikan dari Sinekdok par pro toto. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Indonesia mewakili asia untuk turnamen bulu tangkis” dalam kalimat tersebut terdapat kata Indonesia yang hanya merujuk kepada bulu tangkis.

 

B. Majas Pertentangan

Majas yang satu ini merupakan gaya bahasa dalam karya sastra yang menggunakan kata-kata kiasan yang maksudnya berlawanan dengan arti sebenarnya. Majas yang satu ini bisa memiliki beberapa majas lagi didalamnya, diantaranya adalah:

  • Litotes, adalah suatu ungkapan seperti merendahkan diri, tapi pada kenyataannya sebaliknya. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Silahkan mampir ke gubuk kamu yang sederhana ini” Rumah gedungan yang disebut gubuk.
  • Antitesis, merupakan gaya bahasa atau mahas yang emmadukan pasangan kata dimana artinya selalu saling bertentangan. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Semua orang sama di mata hukum, tak peduli kaya-miskin
  • Kontradiksi Interminus, merupakan gaya bahasa atau majas yang menyangkal pernyataan yang disebut sebelumnya. Biasanya majas ini disertai dengan konjungsi, misalnya kecuali atau hanya saja. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Semua murid boleh istirahat, kecuali murid yang tidak mengerjakan tugas dan belum selesai”
  • Paradoks, merupakan gaya bahasa yang membandingkan situasi yang sebenarnya terjadi dengan situasi yang sebenarnya tidak terjadi atau kebalikannya. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Di pesta itu dia merasa kesepian“.

 

C. Majas Sindiran

Jenis majas yang satu ini merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata kiasan yang memiliki maksud untuk menyindir seseorang, suatu kondisi, maupun seseorang. Beberapa yang termasuk pada majas jenis yang satu ini adalah:

  • Sinisme, adalah gaya bahasa yang memberikan sindiran langsung kapada orang lain. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Badan kamu bau sekali, tapi kamu tidak mau mandi”.
  • Ironi, merupakan gaya bahasa yang memakai kata kiasan diaman artinya selalu berlawanan dengan fakta sebenarnya. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Kamar mu sangat rapi, sampai-sampai baju itu ada di lantai”
  • Sarkasme, merupakan gaya bahasa yang digunakan untuk menyindir orang lain dengan konotasi yang cukup kasar, gaya bahasa ini biasa digunakan saat orang marah. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Dasar Tolol!, kalau tidak bisa apa-apa, kau hanya menjadi sampah masyarakat!”.

 

D. Majas Penegasan

Jenis majas yang satu ini sering digunakan untuk menyatakan sesuatu secara tegas untuk meningkatkan pemahaman kesan kepada para pembaca atau pendengar. Berikut ini adalah beberapa jenis majas penegasan, di antaranya adalah:

  • Pleonasme, merupakan gaya bahasa yang menggunakan kata-kata yang memiliki makna sama dan terkesan tidak efektif tapi disengaja untuk menegaskan sesuatu hal. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Adi ayo maju ke depan dan kerjakan soal matematika yang ada di papan tulis”
  • Repitisi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata-kata dalam suatu kalimat. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Pria itu malingnya, dia pelakunya, dia yang mengambil perhiasan saya dirumah”
  • Klimaks, merupakan gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari 2 (dua) hal secara berurutan dimana tingkatnya semakin lama semakin tinggi. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Semua manusia akan mengalami masa bayi, anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia jika mereka mempunyai umur yang panjang”
  • Tautologi, merupakan gaya bahasa yang mengulang kata yang bersinonim untuk menegaskan suatu maksud atau kondisi tertentu. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Sejarah masa lalu wanita itu sangat kelam, karena menjadi perampok”
  • Pararelisme, merupakan gaya bahasa atau majas yang mengulang – ulang kata untuk menegaskan makna kata tersebut dalam definisi yang berbeda, majas yang satu ini biasanya digunakan saat orang berpuisi. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Kasih pasti kemah lembut, kasih pasti memaafkan, kasih pasti murah hati….”
  • Retorik, meruapkan gaya bahasa atau majas yang di dalamnya berbentuk kalimat tanya, namun sebenarnya tidak perlu dijawab. Majas ini biasanya digunakan sebagai penegas sekaligus sindiran, Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Apa kamu sholat jumat setiap hari apa pak?”
  • Antiklimaks, merupakan gaya bahasa yang menjelaskan lebih dari 2 (dua) hal secara berurutan dimana tingkatanya dari tertinggi sampai terendah. Contoh dari penggunaan majas yang satu ini adalah “Setiap hari senin selalu melaksanakan upacara dan dihadiri oleh Kepala Sekolah, guru, staf dan murid dengan hikmat”

 

Nah, itulah pemaparan dan penjelasan mengenai majas mulai dari pengertian majas, pengertian majas secara umum, jenis-jenis dan contoh majas. Semoga artikel ini bisa membantu kamu dan menambah wawasan kita dalam pembelajaran majas, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.