√ Pengertian Novel: Ciri-Ciri, Struktur dan Unsur Novel (Lengkap)

Pengertian Novel: Ciri-Ciri, Struktur, dan Unsur-Unsur Novel

Pengertian Novel: Ciri-Ciri, Struktur, dan Unsur-Unsur Novel

Siapa si yang disini tidak suka dengan novel? kebanyakan orang pasti menyukai novel. Pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai novel, mulai dari pengertian novel, ciri – ciri novel, struktur novel dan unsur – unsur yang ada pada novel. Nah, sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya kamu mengerti dulu apa itu pengertian dari novel. Berikut ini adalah pengertian novel secara umum.

 

Pengertian Novel

Novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang memiliki bentuk prosa dan memiliki unsur ekstrinsik dan intrinsik. Kata atau istilah novel berasal dari bahasa Italia, yakni “Novella” yang memiliki arti sebuah kisah atau cerita. Novelis adalah julukan untuk orang yang menulis novel, isi dari novel lebih kompleks dan lebih panjang dari pada cerpen. Serta tidak memiliki batasan struktural serta sajak.

Novel umumnya menceritakan atau menggambarkan mengenai kehidupan manusia yang berinteraksi dengan lingkungan dan juga sesamanya. Dalam sebuah cerita novel, biasanya pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan arahan kepada para pembaca untuk mengetahui persan tersembunyi, contohnya saja adalah gambaran realita kehidupan melalui cerita yang ada di dalam novel tersebut.

 

 

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Seperti biasa di pintarnesia juga akan memaparkan dan menjelaskan pendapat para ahli, pada kali ini ada beberapa para ahli yang ikut berpendapat mengenai pengertian dari novel, di antaranya adalah :

1. Drs. Rostamaji, M.Pd

Yang pertama Drs. Rostamaji, M.Pd, menurut Drs. Rostamaji, M.Pd novel merupakan sebuah karya sastra yang memiliki 2 (dua) unsur, yakni unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik yang mana kedua unsur tersebut saling berkaitan, karena unsur tersebut saling berpengaruh dalam suatu karya sastra.

 

2. Dr. Nurhadi

Sedangkan menurut Dr. Nurhadi, novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang di dalamnya ada nilai – nilai sosial, pendidikan, budaya, serta moral.

 

3. Drs. Jakob Sumardjo

Yang ketiga menurut Drs. Jakob Sumardjo, menurutnya novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang sangat populer di dunia, bentuk sastra ini paling banyak beredar dan dicetak. Karena daya komunitasnya sangat luas di dalam masyarakat.

 

4. Paulus Tukam, S.Pd

Yang terakhir menurut Paulus Tukam, S.Pd, novel merupakan karya sastra yang berbentuk prosa dan memiliki unsur intrinsik di dalam ceritanya.

 

 

Ciri – Ciri Novel

Ciri – ciri novel bisa dibagi menjadi beberapa bagian utama, yakni ciri – ciri umum, ciri – ciri novel angkatan 20 dan 30 – an, serta ciri – ciri novel remaja. Berikut ini adalah ketiga ciri-ciri novel tersebut:

1. Ciri – Ciri Umum dalam Novel

Berikut ini adalah ciri – ciri umum novel, di antaranya adalah :

  • Novel terdiri dari setidaknya 100 halaman.
  • Novel mempunyai jumlah kata lebih dari 35.000 kata.
  • Seleksi cerita dalam cerita novel lebih luas.
  • Durasi untuk membaca novel setidaknya 2 jam atau 120 menit.
  • Ceritanya lebih dari satu efek, impresi, dan emosi.
  • Novel ditulis dengan narasi, kemudian di dukung dengan adanya deskripsi untuk menggambarkan situasi dan kondisi yang ada dalam cerita.
  • Alur cerita dalam novel kompleks.
  • Cerita dalam cerita novel lebih panjang, namun banyak kalimat yang di ulang-ulang.

 

2. Ciri – Ciri Novel Angkatan 20 dan 30 – an

Berikut ini adalah ciri – ciri novel angkatan 20 dan 30-an, di antaranya adalah :

  • Memiliki bahasa yang statis dan kaku.
  • Memiliki konflik disebabkan oleh perselisihan dalam memilih nilai kehidupan.
  • Tokoh yang diceritakan dari muda sampai meninggal dunia.
  • Bahasanya santun.
  • Menggunakan kata – kata yang berlebihan.
  • Biasanya berisi kritikan terhadap adat tempo dulu.
  • Memiliki tema masalah kawin paksa dan adat.

 

3. Ciri – Ciri Novel Remaja

Berikut ini adalah ciri – ciri novel remaja, di antaranya adalah :

  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari – hari yang digunakan remaja.
  • Kebanyakan novel bertemakan tentang pertemanan atau persahabatan serta percintaan.
  • Ciri – ciri yang selanjutnya adalah sama dengan novel umum.

 

 

Struktur Novel

Sama dengan teks cerita lain, novel juga memiliki struktur tersendiri. Berikut ini adalah struktur yang ada pada cerita novel, di antaranya adalah:

  • Abstrak, merupakan bagian ringkasan isi cerita yang biasanya bisa ditemukan pada bagian awal cerita novel.
  • Orientasi, merupakan bagian penjelasan mengenai suasana dan latar waktu. Seperti terjadinya cerita, kadang juga berupa perwatakan atau pembahasan penokohan.
  • Komplikasi, merupakan urutan kejadian yang dihubungkan oleh sebab akibat, dimana setiap peristiwa yang terjadi di dalam novel karena adanya sebab dan mengakibatkan munculnya peristiwa yang lainnya dalam novel tersebut.
  • Evaluasi, merupakan bagian dimana konflik yang terjadi pada tahap komplikasi terarah menuju suatu titik tertentu dalam cerita novel.
  • Resolusi, merupakan bagian dalam novel yang memunculkan solusi atas konflik yang sedang terjadi.
  • Koda, merupakan bagian akhir atau penutup cerita dalam novel tersebut.

 

 

Jenis – Jenis Novel

Novel memiliki 3 (tiga) jenis utama, yakni novel berdasarkan nyata atau tidaknya kejadian, novel berdasarkan genre, serta novel berdasarkan isi dan tokoh. Berikut ini adalah pemaparan dari ketiga jenis tersebut.

1. Jenis – Jenis Novel Berdasarkan Genre Cerita

Berdasarkan genre cerita novel bisa dibagi menjadi beberapa novel, di antaranya adalah:

  • Novel Romantis, merupakan novel yang menceritakan cerita atau kisah tentang cinta atau kasih sayang.
  • Novel Horror, merupakan novel yang menceritakan cerita atau kisah mengenai hal yang sangat menakutkan dan menyeramkan.
  • Novel Komedi, merupakan novel yang menceritakan cerita atau kisah mengenai hal – hal yang lucu.
  • Novel Inspiratif, merupakan sebuah novel yang menceritakan cerita atau kisah yang sangat inspiratif.

 

2. Jenis – Jenis Novel Berdasarkan Nyata atau Tidaknya Kejadian

Berdasarkan nyata atau tidaknya kejadian cerita novel bisa dibagi menjadi beberapa novel, di antaranya adalah:

  • Novel Non Fiksi, merupakan novel yang pernah terjadi dalam kehidupan nyata.
  • Novel Fiksi, merupakan novel yang tidak terjadi atau tidak nyata dalam kehidupan nyata.

 

3. Jenis – Jenis Novel Berdasarkan Tokoh dan isi

Berdasarkan tokoh dan isi novel bisa dibagi menjadi beberapa novel, di antaranya adalah:

  • Novel Chicklit, merupakan novel yang di dalamnya berisi perempuan muda.
  • Novel Teenlit, merupakan novel yang berisi mengenai remaja.
  • Novel Dewasa, merupakan novel yang di dalamnya berisi tentang cerita orang dewasa.
  • Novel Songlit, merupakan novel yang diambil dari sebuah lagu.

 

 

Unsur – Unsur Yang ada Pada Cerita Novel

Ada dua unsur utama yang ada pada cerita novel, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik novel. Berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan mengenai kedua unsur utama tersebut.

A. Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik merupakan unsur yang ada pada dalam novel tersebut, di antaranya adalah:

1. Tema

Merupakan pokok permasalahan yang ada dalam sebuah cerita novel yang telah dibuat oleh pengarang novel tersebut.

 

2. Penokohan

Merupakan pemberian karakter atau watak kepada setiap perilaku yang ada dalam sebuah cerita. Para tokoh dalam novel bisa diketahui karakternya secara fisik, lingkungan tempat tinggal dan cara bertindaknya karakter tersebut dalam novel.

 

3. Alur

Merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya suatu cerita dalam novel. Alur bisa dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yakni alur maju dan alur mundur, alur maju merupakan peristiwa yang bergerak atau menceritakan secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi karena ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.

Tahapan alur bisa meliputi pengenalan, penampilan masalah, konflik, puncak ketegangan atau konflik. peleraian, dan penyelesaian.

 

4, Gaya Bahasa

Merupakan alat utama si pengarang novel untuk menggambarkan atau menjelaskan serta menghidupkan cerita secara estetika. Ada beberapa jenis – jenis gaya bahasanya di antaranya adalah:

  • Hiperbola : Merupakan gaya bahasa yang mendeskripsikan sesuatu dengan cara cara yang berlebihan, dengan memiliki maksud memberikan efek yang berlebihan.
  • Simile (Perumpamaan) : Merupakan suatu gaya bahasa yang mendeskripsikan sesuatu dengan cara perumpamaan atau pengibaratan.
  • Personafikasi : Merupakan gaya bahasa yang mendeskripsikan benda mati dengan cara memberikan berbagai macam sifat seperti manusia.

 

5. Setting atau Latar

Merupakan penggambaran terjadinya suatu kejadian atau peristiwa yang ada dalam sebuah cerita, meliputi tempat, waktu dan suasananya.

 

6. Sudut Pandang

Merupakan penempatan diri si pengarang dan juga cara si pengarang dalam melihat berbagai macam peristiwa atau kejadian dalam cerita yang di paparkan si pengarang kepada para pembaca.

 

7. Amanat

Merupakan pesan yang ingini disampaikan si pengarang kepada para pembaca yang ada dalam cerita novel.

 

B. Unsur Ekstrinsik Novel

Selain unsur intrinsik, novel juga memiliki unsur ekstrinsik. Berikut ini adalah unsur ekstrinsik yang ada pada novel, di antaranya adalah:

1. Biografi atau Sejarah si Pengarang

Umumnya biografi atau sejarah si pengarah sangat berpengaruh terhadap jalannya cerita yang ada pada novel.

 

2. Nilai – Nilai dalam Cerita

Dalam sebuah karya sastra pasti mengandung nilai – nilai yang bisa disisipkan oleh pengarang, di antaranya adalah:

  • Nilai moral, adalah nilai yang berkaitan dengan kepribadian atau akhlak seseorang, entah itu buruk ataupun baik.
  • Nilai sosial, adalah nilai yang berkaitan dengan norma – norma yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Nilai estetika, adalah nilai yang berkaitan erat dengan estetika dan seni dalam sebuah karya sastra.
  • Nilai budaya, adalah konsep masalah dasar yang cukup penting serta memiliki nilai – nilai dalam kehidupan manusia.

 

3. Kondisi dan Situasi

Kondisi dan situasi secara tidak langsung atau langsung bisa memengaruhi hasil karya novel si pengarang.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai novel mulai dari pengertian novel, ciri-ciri, struktur novel, dan unsur – unsur novel. Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan kita mengenai novel. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



Pengertian Sistem: Unsur, Jenis-Jenis dan Elemen Sistem

Pengertian Sistem: Unsur, Jenis-Jenis dan Elemen Sistem

Siapa si yang disini tidak suka dengan novel? kebanyakan orang pasti menyukai novel. Pada artikel ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan mengenai novel, mulai dari pengertian novel, ciri – ciri novel, struktur novel dan unsur – unsur yang ada pada novel. Nah, sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya kamu mengerti dulu apa itu pengertian dari novel. Berikut ini adalah pengertian novel secara umum.

 

Pengertian Novel

Novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang memiliki bentuk prosa dan memiliki unsur ekstrinsik dan intrinsik. Kata atau istilah novel berasal dari bahasa Italia, yakni “Novella” yang memiliki arti sebuah kisah atau cerita. Novelis adalah julukan untuk orang yang menulis novel, isi dari novel lebih kompleks dan lebih panjang dari pada cerpen. Serta tidak memiliki batasan struktural serta sajak.

Novel umumnya menceritakan atau menggambarkan mengenai kehidupan manusia yang berinteraksi dengan lingkungan dan juga sesamanya. Dalam sebuah cerita novel, biasanya pengarang berusaha semaksimal mungkin untuk memberikan arahan kepada para pembaca untuk mengetahui persan tersembunyi, contohnya saja adalah gambaran realita kehidupan melalui cerita yang ada di dalam novel tersebut.

 

 

Pengertian Novel Menurut Para Ahli

Seperti biasa di pintarnesia juga akan memaparkan dan menjelaskan pendapat para ahli, pada kali ini ada beberapa para ahli yang ikut berpendapat mengenai pengertian dari novel, di antaranya adalah :

1. Drs. Rostamaji, M.Pd

Yang pertama Drs. Rostamaji, M.Pd, menurut Drs. Rostamaji, M.Pd novel merupakan sebuah karya sastra yang memiliki 2 (dua) unsur, yakni unsur ekstrinsik dan unsur intrinsik yang mana kedua unsur tersebut saling berkaitan, karena unsur tersebut saling berpengaruh dalam suatu karya sastra.

 

2. Dr. Nurhadi

Sedangkan menurut Dr. Nurhadi, novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang di dalamnya ada nilai – nilai sosial, pendidikan, budaya, serta moral.

 

3. Drs. Jakob Sumardjo

Yang ketiga menurut Drs. Jakob Sumardjo, menurutnya novel merupakan suatu bentuk karya sastra yang sangat populer di dunia, bentuk sastra ini paling banyak beredar dan dicetak. Karena daya komunitasnya sangat luas di dalam masyarakat.

 

4. Paulus Tukam, S.Pd

Yang terakhir menurut Paulus Tukam, S.Pd, novel merupakan karya sastra yang berbentuk prosa dan memiliki unsur intrinsik di dalam ceritanya.

 

 

Ciri – Ciri Novel

Ciri – ciri novel bisa dibagi menjadi beberapa bagian utama, yakni ciri – ciri umum, ciri – ciri novel angkatan 20 dan 30 – an, serta ciri – ciri novel remaja. Berikut ini adalah ketiga ciri-ciri novel tersebut:

1. Ciri – Ciri Umum dalam Novel

Berikut ini adalah ciri – ciri umum novel, di antaranya adalah :

  • Novel terdiri dari setidaknya 100 halaman.
  • Novel mempunyai jumlah kata lebih dari 35.000 kata.
  • Seleksi cerita dalam cerita novel lebih luas.
  • Durasi untuk membaca novel setidaknya 2 jam atau 120 menit.
  • Ceritanya lebih dari satu efek, impresi, dan emosi.
  • Novel ditulis dengan narasi, kemudian di dukung dengan adanya deskripsi untuk menggambarkan situasi dan kondisi yang ada dalam cerita.
  • Alur cerita dalam novel kompleks.
  • Cerita dalam cerita novel lebih panjang, namun banyak kalimat yang di ulang-ulang.

 

2. Ciri – Ciri Novel Angkatan 20 dan 30 – an

Berikut ini adalah ciri – ciri novel angkatan 20 dan 30-an, di antaranya adalah :

  • Memiliki bahasa yang statis dan kaku.
  • Memiliki konflik disebabkan oleh perselisihan dalam memilih nilai kehidupan.
  • Tokoh yang diceritakan dari muda sampai meninggal dunia.
  • Bahasanya santun.
  • Menggunakan kata – kata yang berlebihan.
  • Biasanya berisi kritikan terhadap adat tempo dulu.
  • Memiliki tema masalah kawin paksa dan adat.

 

3. Ciri – Ciri Novel Remaja

Berikut ini adalah ciri – ciri novel remaja, di antaranya adalah :

  • Bahasa yang digunakan adalah bahasa sehari – hari yang digunakan remaja.
  • Kebanyakan novel bertemakan tentang pertemanan atau persahabatan serta percintaan.
  • Ciri – ciri yang selanjutnya adalah sama dengan novel umum.

 

 

Struktur Novel

Sama dengan teks cerita lain, novel juga memiliki struktur tersendiri. Berikut ini adalah struktur yang ada pada cerita novel, di antaranya adalah:

  • Abstrak, merupakan bagian ringkasan isi cerita yang biasanya bisa ditemukan pada bagian awal cerita novel.
  • Orientasi, merupakan bagian penjelasan mengenai suasana dan latar waktu. Seperti terjadinya cerita, kadang juga berupa perwatakan atau pembahasan penokohan.
  • Komplikasi, merupakan urutan kejadian yang dihubungkan oleh sebab akibat, dimana setiap peristiwa yang terjadi di dalam novel karena adanya sebab dan mengakibatkan munculnya peristiwa yang lainnya dalam novel tersebut.
  • Evaluasi, merupakan bagian dimana konflik yang terjadi pada tahap komplikasi terarah menuju suatu titik tertentu dalam cerita novel.
  • Resolusi, merupakan bagian dalam novel yang memunculkan solusi atas konflik yang sedang terjadi.
  • Koda, merupakan bagian akhir atau penutup cerita dalam novel tersebut.

 

 

Jenis – Jenis Novel

Novel memiliki 3 (tiga) jenis utama, yakni novel berdasarkan nyata atau tidaknya kejadian, novel berdasarkan genre, serta novel berdasarkan isi dan tokoh. Berikut ini adalah pemaparan dari ketiga jenis tersebut.

1. Jenis – Jenis Novel Berdasarkan Genre Cerita

Berdasarkan genre cerita novel bisa dibagi menjadi beberapa novel, di antaranya adalah:

  • Novel Romantis, merupakan novel yang menceritakan cerita atau kisah tentang cinta atau kasih sayang.
  • Novel Horror, merupakan novel yang menceritakan cerita atau kisah mengenai hal yang sangat menakutkan dan menyeramkan.
  • Novel Komedi, merupakan novel yang menceritakan cerita atau kisah mengenai hal – hal yang lucu.
  • Novel Inspiratif, merupakan sebuah novel yang menceritakan cerita atau kisah yang sangat inspiratif.

 

2. Jenis – Jenis Novel Berdasarkan Nyata atau Tidaknya Kejadian

Berdasarkan nyata atau tidaknya kejadian cerita novel bisa dibagi menjadi beberapa novel, di antaranya adalah:

  • Novel Non Fiksi, merupakan novel yang pernah terjadi dalam kehidupan nyata.
  • Novel Fiksi, merupakan novel yang tidak terjadi atau tidak nyata dalam kehidupan nyata.

 

3. Jenis – Jenis Novel Berdasarkan Tokoh dan isi

Berdasarkan tokoh dan isi novel bisa dibagi menjadi beberapa novel, di antaranya adalah:

  • Novel Chicklit, merupakan novel yang di dalamnya berisi perempuan muda.
  • Novel Teenlit, merupakan novel yang berisi mengenai remaja.
  • Novel Dewasa, merupakan novel yang di dalamnya berisi tentang cerita orang dewasa.
  • Novel Songlit, merupakan novel yang diambil dari sebuah lagu.

 

 

Unsur – Unsur Yang ada Pada Cerita Novel

Ada dua unsur utama yang ada pada cerita novel, yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik novel. Berikut ini adalah pemaparan dan penjelasan mengenai kedua unsur utama tersebut.

A. Unsur Intrinsik Novel

Unsur intrinsik merupakan unsur yang ada pada dalam novel tersebut, di antaranya adalah:

1. Tema

Merupakan pokok permasalahan yang ada dalam sebuah cerita novel yang telah dibuat oleh pengarang novel tersebut.

 

2. Penokohan

Merupakan pemberian karakter atau watak kepada setiap perilaku yang ada dalam sebuah cerita. Para tokoh dalam novel bisa diketahui karakternya secara fisik, lingkungan tempat tinggal dan cara bertindaknya karakter tersebut dalam novel.

 

3. Alur

Merupakan rangkaian peristiwa yang membentuk jalannya suatu cerita dalam novel. Alur bisa dibedakan menjadi 2 (dua) bagian, yakni alur maju dan alur mundur, alur maju merupakan peristiwa yang bergerak atau menceritakan secara bertahap berdasarkan urutan kronologis menuju alur cerita. Sedangkan alur mundur merupakan rangkaian peristiwa yang terjadi karena ada kaitannya dengan peristiwa yang sedang berlangsung.

Tahapan alur bisa meliputi pengenalan, penampilan masalah, konflik, puncak ketegangan atau konflik. peleraian, dan penyelesaian.

 

4, Gaya Bahasa

Merupakan alat utama si pengarang novel untuk menggambarkan atau menjelaskan serta menghidupkan cerita secara estetika. Ada beberapa jenis – jenis gaya bahasanya di antaranya adalah:

  • Hiperbola : Merupakan gaya bahasa yang mendeskripsikan sesuatu dengan cara cara yang berlebihan, dengan memiliki maksud memberikan efek yang berlebihan.
  • Simile (Perumpamaan) : Merupakan suatu gaya bahasa yang mendeskripsikan sesuatu dengan cara perumpamaan atau pengibaratan.
  • Personafikasi : Merupakan gaya bahasa yang mendeskripsikan benda mati dengan cara memberikan berbagai macam sifat seperti manusia.

 

5. Setting atau Latar

Merupakan penggambaran terjadinya suatu kejadian atau peristiwa yang ada dalam sebuah cerita, meliputi tempat, waktu dan suasananya.

 

6. Sudut Pandang

Merupakan penempatan diri si pengarang dan juga cara si pengarang dalam melihat berbagai macam peristiwa atau kejadian dalam cerita yang di paparkan si pengarang kepada para pembaca.

 

7. Amanat

Merupakan pesan yang ingini disampaikan si pengarang kepada para pembaca yang ada dalam cerita novel.

 

B. Unsur Ekstrinsik Novel

Selain unsur intrinsik, novel juga memiliki unsur ekstrinsik. Berikut ini adalah unsur ekstrinsik yang ada pada novel, di antaranya adalah:

1. Biografi atau Sejarah si Pengarang

Umumnya biografi atau sejarah si pengarah sangat berpengaruh terhadap jalannya cerita yang ada pada novel.

 

2. Nilai – Nilai dalam Cerita

Dalam sebuah karya sastra pasti mengandung nilai – nilai yang bisa disisipkan oleh pengarang, di antaranya adalah:

  • Nilai moral, adalah nilai yang berkaitan dengan kepribadian atau akhlak seseorang, entah itu buruk ataupun baik.
  • Nilai sosial, adalah nilai yang berkaitan dengan norma – norma yang ada dalam kehidupan bermasyarakat.
  • Nilai estetika, adalah nilai yang berkaitan erat dengan estetika dan seni dalam sebuah karya sastra.
  • Nilai budaya, adalah konsep masalah dasar yang cukup penting serta memiliki nilai – nilai dalam kehidupan manusia.

 

3. Kondisi dan Situasi

Kondisi dan situasi secara tidak langsung atau langsung bisa memengaruhi hasil karya novel si pengarang.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai novel mulai dari pengertian novel, ciri-ciri, struktur novel, dan unsur – unsur novel. Semoga artikel ini bisa membantu dan menambah wawasan kita mengenai novel. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.