√ Pengertian Saham: Risiko, Manfaat dan Jenis Saham (Lengkap)

Pengertian Saham: Risiko, Manfaat dan Jenis-Jenis Saham

Pengertian Saham: Risiko, Manfaat dan Jenis-Jenis Saham

Menurut teori Kiyosaki, yang merupakan seorang ahli keuangan yang cukup terkemuka, dalam bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad, dia membagi pekerjaan dalam 4 hal atau bagian, yaitu Employee, Self Employee, Business, serta Investor. Buku yang dibuat oleh kiyosaki ini sudah menginspirasi banyak orang untuk mencapai level tertinggi dari pekerjaan, yakni sebagai seseorang investor.

Banyak orang yang beranggapan dan berpendapat, bahwa untuk menjadi seorang investor harus menjadi orang yang sukses dulu, mempunyai banyak uang, serta menjadi investor maka kita harus menjadi kaya terlebih dahulu. Padahal sebaliknya, ada beberapa ahli investasi terkemuka di dunia yang menyatakan Berinvestasilah dan Anda akan menjadi kaya, bukan sebaliknya. Maka dari itu kita harus bisa berinvestasi dalam bentuk saham, sehingga kita bisa menjadi orang yang sukses di masa yang akan datang.

Nah, pada pembahasan kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan tentang saham, mulai dari pengertian saham, risiko saham, manfaat saham, serta jenis saham. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian saham.

 

Pengertian Saham

Pengertian Saham merupakan dokumen berharga yang menunjukan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Bisa juga dikatakan, ketika seseorang membeli saham perusahaan, maka orang tersebut telah membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut. Stock (dalam Bahasa Inggris) bisa juga didefinisikan sebagai dengan pembukaan atau satuan nilai berbagai instrumen finansial yang mengacu kepada bagian kepemilikan perusahaan tersebut.

Dari pemaparan diatas bisa disimpulkan bahwa ketika seseorang membeli saham dari suatu perusahaan, maka orang tersebut telah mempunyai hak atas pendapatan perusahaan tersebut dengan porsi sebesar sama dengan saham yang dibeli dan hak atas aset perusahaan tersebut. Secara sederhana, saham merupakan alat bukti kepemilikan atas sebuah badan usaha atau perusahaan. Wujud saham biasanya berbentuk selembar kertas, dimana dalam kertas tersebut berisi bahwa pemilik surat tersebut merupakan pemilik perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

 

 

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Seperti biasa pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli, berikut ini adalah beberapa ahli yang ikut berpendapat tentang pengertian saham, di antarnya adalah:

 

1. Swadidji Widoatmodjo

Menurutnya pengertian dari saham merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk PT (Perusahaan Terbatas) atau yang disebut dengan emiten.

 

2. Nofie Iman

Sedangkan Nofie Iman, pengertian dari sahan adalah surat berharga yang memberikan peluang keuntungan yang cukup tinggi, namun juga memiliki potensi risiko yang sangat tinggi.

 

3. Hendy M. Fakhrudin dan Tjiptono Darmaji

Menurut Hendy M. Fakhrudin dan Tjiptono Darmaji. pengertian dari saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atau instansi kepada suatu PT maupun perusahaan tersebut. Saham berupa selembar surat, yang berisi bahwa pemilik surat tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

 

 

Jenis-Jenis Saham

Berdasarkan dari segi kemampuan dalam hak klaim dan tagih, jenis saham bisa dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, di antarnya adalah:

1. Saham Biasa (Common Stock)

Definisi dari saham yang satu ini adalah saham yang bisa dapat diklaim berdasarkan loss dan profit yang terjadi pada suatu perusahaan atau PT. Jika dilakukan likuidasi, maka pemegang dari jenis saham yang satu ini saya akan menjadi prioritas terakhir dalam pembagian dividen dari penjualan aset perusahaan tersebut.

Pada jenis saham yang satu ini, para pemegang saham ini memiliki kewajiban yang terbatas. Bisa juga disebut ketika perusahaan dinyatakan bangkrut atau gulung tikar maka kerugian maksimum yang ditanggung dari pemegang saham jenis yang satu ini adalah sebesar investasi pada saham yang dibeli.

Saham ini memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri tersendiri, berikut ini adalah karakteristik dari jenis saham biasa, di antaranya adalah:

  • Pemegang saham dari jenis yang satu ini memiliki hak suara dalam memilih dewan komisaris.
  • Hak pemegang saham sejenis ini didahulukan ketika perusahaan menerbitkan saham baru.
  • Tanggung jawab dari pemegang saham yang satu ini terbatas, yaitu sebesar saham yang dimiliki oleh orang tersebut.

 

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Definisi dari saham ini merupakan dimana pembagian labanya tetap, serta saat perusahaan mengalami kerugian maka pemegang dari jenis saham yang satu ini diberikan prioritas lebih atau utama dalam hal bagi hasil penjualan aset perusahaan.

Jenis saham yang satu ini memiliki kesamaan dengan obligasi, yakni adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham serta memiliki hak debus dan bisa ditukar dengan saham biasa.

Saham yang satu ini memiliki karakteristik atau ciri khas tersendiri, berikut ini adalah ciri khas atau karakteristik dari saham preferen, diantaranya adalah:

  • ada beberapa tingkatan yang bisa diterbitkan dengan ciri atau karakteristik yang berbeda-beda.
  • Ada tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, serta bisa mendapatkan prioritas tinggi dalam pembagian dividen.
  • jenis saham yang satu ini bisa ditukar menjadi saham biasa melalui kesepakatan antara perusahaan atau PT dengan pemegang saham.

 

Nah, tadi itu adalah daftar jenis saham yang dibedakan berdasarkan segi kemampuan dalam hak tagih dan klaim. Berikut ini adalah jenis saham jika dibedakan dari segi kinerja perdagangannya, ada 5 (lima) jenis diantaranya adalah:

  • BlueChip Stock, adalah saham biasa dari perusahaan dengan reputasi yang tinggi, menjadi market leader di industri sejenis, konsisten dalam membayar deviden, serta memiliki penghasilan yang stabil.
  • Income Stocks, adalah jenis saham dari suatu emiten dengan kemampuan membayar dividen di atas rata-rata pembayaran dividen pada tahun sebelumnya. jenis pohon yang satu ini biasanya bisa memberikan pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis saham bluechip stock, serta rutin dalam membayar dividen tunai.
  • Growth Stocks, jenis saham yang satu ini terdiri dari lesser-known Dan well-known. Well-known merupakan saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatannya yang cukup tinggi, reputasi yang tinggi, serta market leader di industri sejenis. Sedangkan Lesser – Known adalah jenis saham dari emiten yang bukan market leader dalam industrinya, akan tetapi Lesser – known memiliki ciri growth stocks.
  • Speculative stock, jenis saham yang satu ini adalah saham dari perusahaan yang belum bisa memiliki pendapatan rutin setiap tahunnya. Akan tetapi, perusahaan tersebut berpotensi memiliki pendapatan yang tinggi di masa yang akan datang atau masa depan, meskipun belum pasti.
  • Counter Cyclical Stock, jenis saham yang satu ini adalah saham yang tidak terlalu terpengaruh dengan adanya kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Nilai saham dari jenis yang satu ini bisa tetap tinggi pada saat resesi ekonomi, dikarenakan emitennya mampu mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi sehingga mampu memberikan dividen yang cukup tinggi juga.

 

 

Manfaat dan Keuntungan dari Saham

Ada beberapa keuntungan dan manfaat dari saham salah satunya adalah bisa digunakan sebagai instrumen investasi, baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Orang-orang yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka tender umumnya hanya menginginkan capital gain dari selisih harga beli dan harga jual. Sedangkan mereka yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka panjang, mereka rutin untuk membeli saham atau menabung saham.

Berdasarkan pemaparan di atas, ada dua keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi saham, di antaranya adalah:

  1. Capital gain, adalah keuntungan yang bisa diperoleh dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga beli saham tersebut. Setiap investor saham mendapatkan keuntungan sesuai dengan besarnya saham yang dimilikinya.
  2. Dividen, adalah keuntungan yang bisa diperoleh dari pembagian dividen tunai suatu emiten. hal ini merupakan pendapatan tambahan yang bisa diperoleh oleh Para investor bila membeli saham dari emiten yang mempunyai kinerja pendapatan yang sangat bagus maupun cukup bagus.

 

 

Risiko Berinvestasi Saham

Selain memiliki keuntungan yang sangat menggiurkan, berinvestasi saham juga tidak terlepas dari risiko yang bisa dialami. Adapun beberapa risiko investasi saham, berikut ini adalah beberapa risiko investasi saham, diantaranya adalah:

1. Investor Bisa Kehilangan Modal

Risiko yang pertama adalah investor kehilangan modal, risiko ini bisa terjadi ketika harga beli saham ternyata lebih besar ketimbang harga jual dari saham tersebut, sehingga pemegang saham mengalami capital loss atau bisa juga disebut dengan kehilangan modal.

 

2. Saham Mengalami Delisting dari Bursa

Yang kedua adalah saham delisting bursa, ada beberapa alasan tersendiri yang menyebabkan saham dihapus dari pencatatan bursa. Sehingga, saham tersebut tidak bisa diperdagangkan lagi, tentu saja hal itu akan membuat emiten dan para pemegang saham menjadi merugi.

 

3. Risiko Likuidasi

Yang ketiga adalah risiko likuidasi, risiko yang satu ini bisa terjadi jika emiten likuidasi atau bangkrut Di mana para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan tersebut setelah kewajiban emiten dibayar. Bahkan para pemegang saham bisa saja tidak mendapatkan apapun ketika aktiva tidak tersisa setelah membayar kewajiban.

 

4. Tidak Ada Pembagian Dividen

Risiko yang terakhir adalah tidak ada pembagian dari deviden, risiko yang satu ini bisa terjadi ketika emiten menggunakan keuntungan dari perusahaan tersebut untuk melakukan ekspansi usahanya. Sehingga memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham lainnya.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang saham mulai dari pengertian saham, risiko saham, manfaat saham, serta jenis-jenis saham. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita seputar saham dan bisa menambah semangat kita untuk berinvestasi dalam bentuk saham, karena investasi dalam bentuk saham itu sangat menggiurkan keuntungannya. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



200+ Contoh Majas Personifikasi: Pengertian dan Ciri-Cirinya

200+ Contoh Majas Personifikasi: Pengertian dan Ciri-Cirinya

Menurut teori Kiyosaki, yang merupakan seorang ahli keuangan yang cukup terkemuka, dalam bukunya yang berjudul Rich Dad Poor Dad, dia membagi pekerjaan dalam 4 hal atau bagian, yaitu Employee, Self Employee, Business, serta Investor. Buku yang dibuat oleh kiyosaki ini sudah menginspirasi banyak orang untuk mencapai level tertinggi dari pekerjaan, yakni sebagai seseorang investor.

Banyak orang yang beranggapan dan berpendapat, bahwa untuk menjadi seorang investor harus menjadi orang yang sukses dulu, mempunyai banyak uang, serta menjadi investor maka kita harus menjadi kaya terlebih dahulu. Padahal sebaliknya, ada beberapa ahli investasi terkemuka di dunia yang menyatakan Berinvestasilah dan Anda akan menjadi kaya, bukan sebaliknya. Maka dari itu kita harus bisa berinvestasi dalam bentuk saham, sehingga kita bisa menjadi orang yang sukses di masa yang akan datang.

Nah, pada pembahasan kali ini pintarnesia akan memaparkan dan menjelaskan tentang saham, mulai dari pengertian saham, risiko saham, manfaat saham, serta jenis saham. Berikut ini adalah penjelasan mengenai pengertian saham.

 

Pengertian Saham

Pengertian Saham merupakan dokumen berharga yang menunjukan bagian kepemilikan atas suatu perusahaan. Bisa juga dikatakan, ketika seseorang membeli saham perusahaan, maka orang tersebut telah membeli sebagian kepemilikan atas perusahaan tersebut. Stock (dalam Bahasa Inggris) bisa juga didefinisikan sebagai dengan pembukaan atau satuan nilai berbagai instrumen finansial yang mengacu kepada bagian kepemilikan perusahaan tersebut.

Dari pemaparan diatas bisa disimpulkan bahwa ketika seseorang membeli saham dari suatu perusahaan, maka orang tersebut telah mempunyai hak atas pendapatan perusahaan tersebut dengan porsi sebesar sama dengan saham yang dibeli dan hak atas aset perusahaan tersebut. Secara sederhana, saham merupakan alat bukti kepemilikan atas sebuah badan usaha atau perusahaan. Wujud saham biasanya berbentuk selembar kertas, dimana dalam kertas tersebut berisi bahwa pemilik surat tersebut merupakan pemilik perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

 

 

Pengertian Saham Menurut Para Ahli

Seperti biasa pintarnesia juga akan memaparkan pendapat para ahli, berikut ini adalah beberapa ahli yang ikut berpendapat tentang pengertian saham, di antarnya adalah:

 

1. Swadidji Widoatmodjo

Menurutnya pengertian dari saham merupakan surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk PT (Perusahaan Terbatas) atau yang disebut dengan emiten.

 

2. Nofie Iman

Sedangkan Nofie Iman, pengertian dari sahan adalah surat berharga yang memberikan peluang keuntungan yang cukup tinggi, namun juga memiliki potensi risiko yang sangat tinggi.

 

3. Hendy M. Fakhrudin dan Tjiptono Darmaji

Menurut Hendy M. Fakhrudin dan Tjiptono Darmaji. pengertian dari saham merupakan bukti kepemilikan seseorang atau instansi kepada suatu PT maupun perusahaan tersebut. Saham berupa selembar surat, yang berisi bahwa pemilik surat tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat tersebut.

 

 

Jenis-Jenis Saham

Berdasarkan dari segi kemampuan dalam hak klaim dan tagih, jenis saham bisa dibedakan menjadi 2 (dua) jenis, di antarnya adalah:

1. Saham Biasa (Common Stock)

Definisi dari saham yang satu ini adalah saham yang bisa dapat diklaim berdasarkan loss dan profit yang terjadi pada suatu perusahaan atau PT. Jika dilakukan likuidasi, maka pemegang dari jenis saham yang satu ini saya akan menjadi prioritas terakhir dalam pembagian dividen dari penjualan aset perusahaan tersebut.

Pada jenis saham yang satu ini, para pemegang saham ini memiliki kewajiban yang terbatas. Bisa juga disebut ketika perusahaan dinyatakan bangkrut atau gulung tikar maka kerugian maksimum yang ditanggung dari pemegang saham jenis yang satu ini adalah sebesar investasi pada saham yang dibeli.

Saham ini memiliki beberapa karakteristik atau ciri-ciri tersendiri, berikut ini adalah karakteristik dari jenis saham biasa, di antaranya adalah:

  • Pemegang saham dari jenis yang satu ini memiliki hak suara dalam memilih dewan komisaris.
  • Hak pemegang saham sejenis ini didahulukan ketika perusahaan menerbitkan saham baru.
  • Tanggung jawab dari pemegang saham yang satu ini terbatas, yaitu sebesar saham yang dimiliki oleh orang tersebut.

 

2. Saham Preferen (Preferred Stock)

Definisi dari saham ini merupakan dimana pembagian labanya tetap, serta saat perusahaan mengalami kerugian maka pemegang dari jenis saham yang satu ini diberikan prioritas lebih atau utama dalam hal bagi hasil penjualan aset perusahaan.

Jenis saham yang satu ini memiliki kesamaan dengan obligasi, yakni adanya klaim atas laba dan aktiva sebelumnya, dividen tetap selama masa berlaku dari saham serta memiliki hak debus dan bisa ditukar dengan saham biasa.

Saham yang satu ini memiliki karakteristik atau ciri khas tersendiri, berikut ini adalah ciri khas atau karakteristik dari saham preferen, diantaranya adalah:

  • ada beberapa tingkatan yang bisa diterbitkan dengan ciri atau karakteristik yang berbeda-beda.
  • Ada tagihan terhadap aktiva dan pendapatan, serta bisa mendapatkan prioritas tinggi dalam pembagian dividen.
  • jenis saham yang satu ini bisa ditukar menjadi saham biasa melalui kesepakatan antara perusahaan atau PT dengan pemegang saham.

 

Nah, tadi itu adalah daftar jenis saham yang dibedakan berdasarkan segi kemampuan dalam hak tagih dan klaim. Berikut ini adalah jenis saham jika dibedakan dari segi kinerja perdagangannya, ada 5 (lima) jenis diantaranya adalah:

  • BlueChip Stock, adalah saham biasa dari perusahaan dengan reputasi yang tinggi, menjadi market leader di industri sejenis, konsisten dalam membayar deviden, serta memiliki penghasilan yang stabil.
  • Income Stocks, adalah jenis saham dari suatu emiten dengan kemampuan membayar dividen di atas rata-rata pembayaran dividen pada tahun sebelumnya. jenis pohon yang satu ini biasanya bisa memberikan pendapatan yang lebih besar dibandingkan dengan jenis saham bluechip stock, serta rutin dalam membayar dividen tunai.
  • Growth Stocks, jenis saham yang satu ini terdiri dari lesser-known Dan well-known. Well-known merupakan saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatannya yang cukup tinggi, reputasi yang tinggi, serta market leader di industri sejenis. Sedangkan Lesser – Known adalah jenis saham dari emiten yang bukan market leader dalam industrinya, akan tetapi Lesser – known memiliki ciri growth stocks.
  • Speculative stock, jenis saham yang satu ini adalah saham dari perusahaan yang belum bisa memiliki pendapatan rutin setiap tahunnya. Akan tetapi, perusahaan tersebut berpotensi memiliki pendapatan yang tinggi di masa yang akan datang atau masa depan, meskipun belum pasti.
  • Counter Cyclical Stock, jenis saham yang satu ini adalah saham yang tidak terlalu terpengaruh dengan adanya kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Nilai saham dari jenis yang satu ini bisa tetap tinggi pada saat resesi ekonomi, dikarenakan emitennya mampu mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi sehingga mampu memberikan dividen yang cukup tinggi juga.

 

 

Manfaat dan Keuntungan dari Saham

Ada beberapa keuntungan dan manfaat dari saham salah satunya adalah bisa digunakan sebagai instrumen investasi, baik itu untuk jangka pendek maupun jangka panjang. Orang-orang yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka tender umumnya hanya menginginkan capital gain dari selisih harga beli dan harga jual. Sedangkan mereka yang memanfaatkan saham sebagai investasi jangka panjang, mereka rutin untuk membeli saham atau menabung saham.

Berdasarkan pemaparan di atas, ada dua keuntungan yang bisa diperoleh dari investasi saham, di antaranya adalah:

  1. Capital gain, adalah keuntungan yang bisa diperoleh dari selisih harga jual saham yang lebih tinggi dari harga beli saham tersebut. Setiap investor saham mendapatkan keuntungan sesuai dengan besarnya saham yang dimilikinya.
  2. Dividen, adalah keuntungan yang bisa diperoleh dari pembagian dividen tunai suatu emiten. hal ini merupakan pendapatan tambahan yang bisa diperoleh oleh Para investor bila membeli saham dari emiten yang mempunyai kinerja pendapatan yang sangat bagus maupun cukup bagus.

 

 

Risiko Berinvestasi Saham

Selain memiliki keuntungan yang sangat menggiurkan, berinvestasi saham juga tidak terlepas dari risiko yang bisa dialami. Adapun beberapa risiko investasi saham, berikut ini adalah beberapa risiko investasi saham, diantaranya adalah:

1. Investor Bisa Kehilangan Modal

Risiko yang pertama adalah investor kehilangan modal, risiko ini bisa terjadi ketika harga beli saham ternyata lebih besar ketimbang harga jual dari saham tersebut, sehingga pemegang saham mengalami capital loss atau bisa juga disebut dengan kehilangan modal.

 

2. Saham Mengalami Delisting dari Bursa

Yang kedua adalah saham delisting bursa, ada beberapa alasan tersendiri yang menyebabkan saham dihapus dari pencatatan bursa. Sehingga, saham tersebut tidak bisa diperdagangkan lagi, tentu saja hal itu akan membuat emiten dan para pemegang saham menjadi merugi.

 

3. Risiko Likuidasi

Yang ketiga adalah risiko likuidasi, risiko yang satu ini bisa terjadi jika emiten likuidasi atau bangkrut Di mana para pemegang saham memiliki hak klaim terakhir terhadap aktiva perusahaan tersebut setelah kewajiban emiten dibayar. Bahkan para pemegang saham bisa saja tidak mendapatkan apapun ketika aktiva tidak tersisa setelah membayar kewajiban.

 

4. Tidak Ada Pembagian Dividen

Risiko yang terakhir adalah tidak ada pembagian dari deviden, risiko yang satu ini bisa terjadi ketika emiten menggunakan keuntungan dari perusahaan tersebut untuk melakukan ekspansi usahanya. Sehingga memutuskan tidak membagikan dividen kepada pemegang saham lainnya.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan tentang saham mulai dari pengertian saham, risiko saham, manfaat saham, serta jenis-jenis saham. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita seputar saham dan bisa menambah semangat kita untuk berinvestasi dalam bentuk saham, karena investasi dalam bentuk saham itu sangat menggiurkan keuntungannya. Jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.