√ Pengertian Wayang: Fungsi, Kandungan dan Jenis Wayang (Lengkap)

Pengertian Wayang: Fungsi, Kandungan dan Jenis-Jenis Wayang

Pengertian Wayang: Fungsi, Kandungan dan Jenis-Jenis Wayang

Wayang merupakan salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol diantara karya budaya yang lainnya. Dalam budaya wayang bisa meliputi seni suara, seni peran, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, seni musik, serta seni perlambang. Selain menjadi seni, wayang juga merupakan salah satu media penerangan, pendidikan, dakwah, pemahaman filsafat, serta hiburan bagi yang menonton wayang.

Pada artikel kali ini pintarnesia akan memaparkan mengenai wayang mulai dari pengertian wayang, fungsi wayang, kandungan wayang, serta jenis – jenis wayang yang ada di Indonesia. Sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya kita membahas dulu apa itu pengertian wayang. Berikut ini adalah pengertian wayang secara umum.

 

Pengertian Wayang

Wayang merupakan boneka tiruan orang yang dibuat dari kayu atau pahatan kulit dan lain sebagainya, wayang bisa bisa dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional, wayang dimainkan oleh sesorang yang disebut dengan dalang wayang.

Sedangkan pengertian wayang secara filosofis adalah bayangan, lukisan atau gambaran mengenai kehidupan di alam semesta. Di dalam kesenian wayang digambarkan bukan hanya kehidupan mengenai manusia, namun di dalam wayang juga menggambarkan kehidupan manusia dalam kaitannya dengan alam, manusia lain serta Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut merupakan satu kesatuan yang serasi, serta tidak lepas satu dengan yang lainnya dan senantiasa berhubungan.

Kata atau istilah wayang juga berasal dari Bahasa Jawa yang memeliki arti “Bayangan”, dan jika dilihat dari filsafatnya kata wayang bisa diartikan merupakan pencerminan dari sifat – sifat yang ada di dalam jiwa manusia, seperti kebajikan, serakah, murka dan lain sebagainya.

 

 

Fungsi Wayang

Wayang juga memiliki fungsi yakni sebagai penggambaran alam pikiran orang yang dualistik. Maksud dualistik disini adalah ada 2 (dua) pihak yang saling bertentangan, contohnya saja adalah baik dan buruk, halus dan kasar, serta lahir dan batin. Kedua hal tersebut bersatu dalam diri manusia guna mendapatkan keseimbangan.

Selain itu, wayang juga merupakan sarana pengendalian sosial, contohnya saja adalah dengan cara kritik sosial yang disampaikan secara humor. Fungsi lain dari wayang merupakan sebagai sarana pengukuhan sarana sosial, karena orang yang bisa menanggap (mengadakan acara) wayang merupakan orang terpandang, serta bisa membayar biaya yang cukup besar. Di dalam seni wayang juga menanamkan solidaritas sosial, pendidikan, serta sarana hiburan.

 

 

Kandungan-Kandungan dalam Seni Wayang

Wayang memiliki beberapa kandungan yang ada di dalamnya, ada 3 (tiga) kandungan dalam wayang yakni adalah wayang bersifat momot kamot, wayang merupakan teater total, wayang mengandung tatanan, tuntunan, serta tontonan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai 3 (tiga) hal tersebut, di antaranya adalah:

 

1. Wayang bersifat “Momot Kamot”

Kandungan yang pertama adalah wayang bersifat “Momot Kamot”, maksudnya adalah wayang merupakan media pertunjukan yang memuat semua aspek kehidupan yang ada pada manusia atau disebut dengan Momot Kamot. Contoh kandungan wayang yang ada pada pemikiran manusia baik itu terkait dengan ideologi politik, sosial, budaya, ekonomi, hukum maupun pertahanan keamanana bisa termuat dalam wayang.

 

2. Wayang Mengandung Tatanan, Tuntunan, serta Tontonan

Dalam kesenian wayang terkandung tatanan, yakni suatu konvensi atau norma yang mengandung etika (filsafat moral). Konvensi atau norma tersebut disepakati dan dijadikan pedoman bagi para seniman wayang yakni Dalang. Di dalam pertunjukan wayang dikandung beberapa aturan main beserta tata cara mendalang dan bagaimana memainkan wayang dengan baik dan benar, secara turun temurun dan mentradisi, lama kelamaan bisa menjadi sesuatu yang disepakati sebagai konvensi (pedoman).

 

3. Wayang Merupakan Teater Lokal

Pertunjukan wayang bisa juga dipandang sebagai pertunjukan teater lokal, artinya wayang menyajikan aspek-apek seni secara total, mulai dari seni drama, seni musik, seni sastra, seni rupa dan seni gerak tari. Dialog antar toko (antawecana), ekspresi narasi (Carita, Janturan, Pocopan, Carita), suluk, dhodogan, kepyak, kombangan, merupakan unsur – unsur yang sangat penting dalam pendramaan.

 

 

Jenis-Jenis Wayang

Wayang juga memiliki jenis – jenisnya sendiri, berikut ini adalah jenis – jenis wayang yang ada di Indonesia, di antarnya adalah:

1. Wayang Kulit

Jenis yang pertama adalah wayang kulit, jenis wayang yang satu ini merupakan wayang yang terbuat dari kulit hewan dan pertunjukannya diiringi oleh gendhing jawa serta suara sinden yang melengking.

 

2. Wayang Bambu

Jenis wayang yang ke dua adalah wayang bambu, jenis wayang yang satu ini merupakan kesenian langka yang ada di nusantara yang berasal dari tanah kasundaan. Kesenian ini berkembang di kampung Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat. Kesenian ini diciptakan serta dikembangkan olej Ki Drajat dan sekaligus sebagai penemunya. Seperti namanya wayang ini terbuat dari bambu, lebih tepatnya terbuat dari batang bambu bagian dalam.

 

3. Wayang Kayu

Jenis wayang yang ketiga adalah wayang kayu atau yang biasa disebut dengan wayang golek, wayang yang satu ini tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Barat. Wayang ini merupakan salah satu seni tradisional sunda pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu.

 

4. Wayang Orang

Jenis wayang yang ke empat adalah wayang orang, wayang yang satu ini sedikit berbeda dengan jenis wayang yang lainnya. Wayang yang satu ini dimainkan dengan menggunakan orang sebagai tokoh dalam wayang tersebut.

 

5. Wayang Motekar

Jenis wayang ke lima adalah wayang motekar, wayang yang satu ini merupakan sejenis pertunjukan teater bayang – bayang. Di dalam kebudayaan Jawa, Sunda, dan Indonesia umumnya dikenal dengan sebutan wayang kulit. Hal yang membedakan wayang kulit dan wayang motekar adalah jika wayang motekar hal yang disajikan berupa bayangan dari wayang itu sendiri.

 

6. Wayang Rumput atau Suket

Jenis wayang yang ke enam adalah wayang rumput, jenis wayang yang satu ini merupakan bentuk tiruan dari berbagai figur yang ada pada jenis wayang kulit yang terbuat dari rumput. Jenis wayang yang satu ini biasanya dibuat sebagai alat penyampaian atau permainan cerita perwayangan pada anak – anak di desa.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai wayang mulai dari pengertian wayang, jenis wayang, dan kandungan yang ada pada wayang. Semoga artikel ini bisa menumbuhkan rasa kesadaran untuk menjaga warisan budaya, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.



4 Tugas PPKI: Hasil Sidang dan Daftar Anggota PPKI

4 Tugas PPKI: Hasil Sidang dan Daftar Anggota PPKI

Wayang merupakan salah satu puncak seni budaya bangsa Indonesia yang paling menonjol diantara karya budaya yang lainnya. Dalam budaya wayang bisa meliputi seni suara, seni peran, seni tutur, seni sastra, seni lukis, seni pahat, seni musik, serta seni perlambang. Selain menjadi seni, wayang juga merupakan salah satu media penerangan, pendidikan, dakwah, pemahaman filsafat, serta hiburan bagi yang menonton wayang.

Pada artikel kali ini pintarnesia akan memaparkan mengenai wayang mulai dari pengertian wayang, fungsi wayang, kandungan wayang, serta jenis – jenis wayang yang ada di Indonesia. Sebelum kita membahas lebih dalam, ada baiknya kita membahas dulu apa itu pengertian wayang. Berikut ini adalah pengertian wayang secara umum.

 

Pengertian Wayang

Wayang merupakan boneka tiruan orang yang dibuat dari kayu atau pahatan kulit dan lain sebagainya, wayang bisa bisa dimanfaatkan untuk memerankan tokoh dalam pertunjukan drama tradisional, wayang dimainkan oleh sesorang yang disebut dengan dalang wayang.

Sedangkan pengertian wayang secara filosofis adalah bayangan, lukisan atau gambaran mengenai kehidupan di alam semesta. Di dalam kesenian wayang digambarkan bukan hanya kehidupan mengenai manusia, namun di dalam wayang juga menggambarkan kehidupan manusia dalam kaitannya dengan alam, manusia lain serta Tuhan Yang Maha Esa. Hal tersebut merupakan satu kesatuan yang serasi, serta tidak lepas satu dengan yang lainnya dan senantiasa berhubungan.

Kata atau istilah wayang juga berasal dari Bahasa Jawa yang memeliki arti “Bayangan”, dan jika dilihat dari filsafatnya kata wayang bisa diartikan merupakan pencerminan dari sifat – sifat yang ada di dalam jiwa manusia, seperti kebajikan, serakah, murka dan lain sebagainya.

 

 

Fungsi Wayang

Wayang juga memiliki fungsi yakni sebagai penggambaran alam pikiran orang yang dualistik. Maksud dualistik disini adalah ada 2 (dua) pihak yang saling bertentangan, contohnya saja adalah baik dan buruk, halus dan kasar, serta lahir dan batin. Kedua hal tersebut bersatu dalam diri manusia guna mendapatkan keseimbangan.

Selain itu, wayang juga merupakan sarana pengendalian sosial, contohnya saja adalah dengan cara kritik sosial yang disampaikan secara humor. Fungsi lain dari wayang merupakan sebagai sarana pengukuhan sarana sosial, karena orang yang bisa menanggap (mengadakan acara) wayang merupakan orang terpandang, serta bisa membayar biaya yang cukup besar. Di dalam seni wayang juga menanamkan solidaritas sosial, pendidikan, serta sarana hiburan.

 

 

Kandungan-Kandungan dalam Seni Wayang

Wayang memiliki beberapa kandungan yang ada di dalamnya, ada 3 (tiga) kandungan dalam wayang yakni adalah wayang bersifat momot kamot, wayang merupakan teater total, wayang mengandung tatanan, tuntunan, serta tontonan. Berikut ini adalah penjelasan mengenai 3 (tiga) hal tersebut, di antaranya adalah:

 

1. Wayang bersifat “Momot Kamot”

Kandungan yang pertama adalah wayang bersifat “Momot Kamot”, maksudnya adalah wayang merupakan media pertunjukan yang memuat semua aspek kehidupan yang ada pada manusia atau disebut dengan Momot Kamot. Contoh kandungan wayang yang ada pada pemikiran manusia baik itu terkait dengan ideologi politik, sosial, budaya, ekonomi, hukum maupun pertahanan keamanana bisa termuat dalam wayang.

 

2. Wayang Mengandung Tatanan, Tuntunan, serta Tontonan

Dalam kesenian wayang terkandung tatanan, yakni suatu konvensi atau norma yang mengandung etika (filsafat moral). Konvensi atau norma tersebut disepakati dan dijadikan pedoman bagi para seniman wayang yakni Dalang. Di dalam pertunjukan wayang dikandung beberapa aturan main beserta tata cara mendalang dan bagaimana memainkan wayang dengan baik dan benar, secara turun temurun dan mentradisi, lama kelamaan bisa menjadi sesuatu yang disepakati sebagai konvensi (pedoman).

 

3. Wayang Merupakan Teater Lokal

Pertunjukan wayang bisa juga dipandang sebagai pertunjukan teater lokal, artinya wayang menyajikan aspek-apek seni secara total, mulai dari seni drama, seni musik, seni sastra, seni rupa dan seni gerak tari. Dialog antar toko (antawecana), ekspresi narasi (Carita, Janturan, Pocopan, Carita), suluk, dhodogan, kepyak, kombangan, merupakan unsur – unsur yang sangat penting dalam pendramaan.

 

 

Jenis-Jenis Wayang

Wayang juga memiliki jenis – jenisnya sendiri, berikut ini adalah jenis – jenis wayang yang ada di Indonesia, di antarnya adalah:

1. Wayang Kulit

Jenis yang pertama adalah wayang kulit, jenis wayang yang satu ini merupakan wayang yang terbuat dari kulit hewan dan pertunjukannya diiringi oleh gendhing jawa serta suara sinden yang melengking.

 

2. Wayang Bambu

Jenis wayang yang ke dua adalah wayang bambu, jenis wayang yang satu ini merupakan kesenian langka yang ada di nusantara yang berasal dari tanah kasundaan. Kesenian ini berkembang di kampung Cijahe, Kelurahan Curug Mekar, Kecamatan Bogor Barat. Kesenian ini diciptakan serta dikembangkan olej Ki Drajat dan sekaligus sebagai penemunya. Seperti namanya wayang ini terbuat dari bambu, lebih tepatnya terbuat dari batang bambu bagian dalam.

 

3. Wayang Kayu

Jenis wayang yang ketiga adalah wayang kayu atau yang biasa disebut dengan wayang golek, wayang yang satu ini tumbuh dan berkembang di daerah Jawa Barat. Wayang ini merupakan salah satu seni tradisional sunda pertunjukan wayang yang terbuat dari boneka kayu.

 

4. Wayang Orang

Jenis wayang yang ke empat adalah wayang orang, wayang yang satu ini sedikit berbeda dengan jenis wayang yang lainnya. Wayang yang satu ini dimainkan dengan menggunakan orang sebagai tokoh dalam wayang tersebut.

 

5. Wayang Motekar

Jenis wayang ke lima adalah wayang motekar, wayang yang satu ini merupakan sejenis pertunjukan teater bayang – bayang. Di dalam kebudayaan Jawa, Sunda, dan Indonesia umumnya dikenal dengan sebutan wayang kulit. Hal yang membedakan wayang kulit dan wayang motekar adalah jika wayang motekar hal yang disajikan berupa bayangan dari wayang itu sendiri.

 

6. Wayang Rumput atau Suket

Jenis wayang yang ke enam adalah wayang rumput, jenis wayang yang satu ini merupakan bentuk tiruan dari berbagai figur yang ada pada jenis wayang kulit yang terbuat dari rumput. Jenis wayang yang satu ini biasanya dibuat sebagai alat penyampaian atau permainan cerita perwayangan pada anak – anak di desa.

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai wayang mulai dari pengertian wayang, jenis wayang, dan kandungan yang ada pada wayang. Semoga artikel ini bisa menumbuhkan rasa kesadaran untuk menjaga warisan budaya, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.