Penjajahan Belanda: Sejarah, Tujuan, Latar Belakang, Penyebab

By

penjajahan belanda

Penjajahan Belanda – Sebagai bangsa Indonesia tentunya kita tidak akan pernah lupa akan perjuangan nenek moyang kita untuk melawan kekejaman dan ketidakadilan dari para penjajah. Negara yang dahulu kala pernah menjajah Indonesia adalah Belanda.

Seperti yang telah kita tahu bahwa penjajahan Belanda di Indonesia berlangsung selama 350 tahun. Kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia tentunya bukanlah tanpa alasan, negara Indonesia yang kita cintai ini merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah. Selain itu wilayah Indonesia juga merupakan wilayah yang cukup strategis karena jalur perdagangan yang dekat dengan negara lain.

Dalam pembahasan kali ini pintarnesia akan menjelaskan tentang sejarah penjajahan Belanda, tujuan bangsa Belanda datang ke negara Indonesia, latar belakang dan penyebab penjajahan Belanda. Untuk itu, marilah simak ulasan selengkapnya di bawah ini.

Sejarah Penjajahan Belanda

penjajahan belanda

Pada tahun 1956 terdapat empat kapal yang dipimpin oleh seorang kapten yang bernama Dieter Keyzer dan juga Cornelis de Houtman sampai ke pelabuhan Banten setelah melakukan perjalanan selama 1 tahun lamanya. Tujuan dari datangnya kapal Belanda tersebut adalah untuk mencari rempah-rempah, akan tetapi bangsa Indonesia tidak menerima kedatangan dari bangsa Belanda tersebut karena Belanda bersikap angkuh, sehingga Belanda di usir oleh warga Banten.

Kemudian pada tahun 1598 bangsa Belanda datang lagi ke Indonesia dengan tujuan untuk menguasai dan menjajah Indonesia yang pada saat itu Indonesia merupakan penghasil rempah-rempah. Pada saat itu Belanda yang dipimpin oleh Jacob Van Neck diterima dengan baik oleh penguasa Banten.

Bangsa Belanda berhasil menjajah Indonesia dengan membentuk VOC di Indonesia pada tahun 1602. Masa penjajahan Belanda cukup keras, karena Belanda saat itu menerapkan kerja rodi atau kerja tanpa upah dan tanpa adanya istirahat, malangnya lagi bangsa Indonesia tidak boleh membantah perintah bangsa Belanda.

Setelah berjalannya waktu kurang lebih 200 tahun saat Belanda berkuasa di Indonesia akhirnya VOC pun bangkrut. Kemudian pada tahun 1799 VOC akhirnya dibubarkan. Dan akhir kekuasaan Belanda di Indonesia di ambil alih oleh Jepang karena Belanda kalah dengan Jepang, dan Indonesia jatuh ke tangan Jepang.

Baca Juga: Penjajahan Jepang.

Penjelasan tentang penjajahan jepang di indonesia.

Tujuan Penjajahan Belanda

penjajahan belanda

Meskipun pada awalnya, bangsa Belanda datang ke Indonesia adalah untuk mencari rempah-rempah. Sejak masa kerajaan baik itu Hindu-Buddha ataupun Islam, negara Indonesia sudah terkenal sebagai wilayah yang kaya akan rempah-rempah.

Rempah-rempah yang dihasilkan di bumi Nusantara antara lain seperti lada, cengkeh, kunyit, pala dan masih banyak lagi. Hasil rempah-rempah merupakan komoditas bangsa Indonesia yang sangat dibutuhkan oleh bangsa barat, tak terkecuali bangsa Belanda.

Selain itu, kedatangan bangsa Belanda ke Indonesia adalah untuk mencari misi 3G yaitu Gold, Glory, dan Gospel. Gold artinya adalah emas, dimana dalam hal ini bangsa Belanda datang ke Indonesia adalah untuk mencari kekayaan.

Kemudian Glory yang artinya adalah kejayaan, tujuanya yaitu setelah Belanda merampas hasil kekayaan yang dimiliki oleh Indonesia, bangsa Belanda akan mendapatkan kejayaan. Dan Gospel artinya adalah bangsa Belanda datang ke Indonesia juga untuk melakukan penyebaran agama terutama agama Nasrani.

Latar Belakang Penjajahan Belanda

Wilayah Belanda saat itu merupakan hasil jajahan dari orang orang-orang bangsa Spanyol. Yang mana pada saat itu kota Rotterdam merupakan kota yang menjadi pusat tempat perdagangan di Belanda, dan Belanda harus membeli hasil rempah-rempah yang diperjual belikan di kota Lisbon pada bagian negara Portugis.

Mungkin akhirnya pemerintah Belanda dapat membebaskan diri dari jajahan bangsa Spanyol. Mulai dari kejadian itulah bangsa Belanda memiliki inisiatif dan semangat yang tinggi untuk dapat mendirikan pasukan dan langsung mendatangi wilayah-wilayah Asia yang memang digunakan oleh bangsa Spanyol untuk bisa mendapatkan hasil rempah-rempah untuk diperjual belikan.

Pada saat itu bangsa Belanda memiliki keinginan yang sangat tinggi untuk bisa mendapatkan rempah-rempah secara langsung sama halnya seperti yang dilakukan oleh bangsa Spanyol.

Hal itu juga dikarenakan bangsa Spanyol yang bersatu dengan bangsa Portugis melakukan sebuah gebrakan baru pada tahun 1580 yang menyebabkan bangsa Belanda tidak boleh lagi membeli hasil rempah-rempah yang diperjual belikan di kota Lisbon yang merupakan wilayah Spanyol yang kala itu adalah musuh dari Belanda.

Karena itulah bangsa Belanda melakukan pelayaran menuju menghampiri negara-negara yang menjadi sumber penghasil rempah-rempah terbanyak, dan salah satunya adalah negara Indonesia.

Baca Juga: Pahlawan Nasional Indonesia.

Berdirinya Pemerintahan Hindia-Belanda di Indonesia

penjajahan belanda

Herman Willem Daendels adalah seorang gubernur bagian Belanda yang mendapatkan tugas untuk dapat memerintah di wilayah Indonesia. Herman Willem Daendels ditugaskan oleh raja Belanda untuk dapat memerintah di Indonesia, untuk ikut membela Indonesia dari berbagai serangan yang berasal dari Kerajaan Inggris serta juga untuk mengatur monarki.

Herman Willem Daendels dikenal juga sebagai labu bersenjata besi. Hal itu dikarenakan saat kepemimpinan Daendels rakyat Indonesia sangatlah menderita. Daendels ditarik posisinya karena ternyata dia telah melanggar undang-undang yang mengatur mengenai penjualan ilegal tanah negara.

Setelah periode Daendels berakhir untuk memerintah Indonesia, kemudian Janssens digantikan dengan pemerintah Indonesia yang pada akhirnya jatuh ke tangan Van Den Bosch, yang memperkenalkan adanya sebuah sistem untun melakukan penanaman paksa yang mana hal itu semakin menambah tingkat kemiskinan, dan kelaparan serta semakin sengsaranya rakyat Indonesia.

Di samping itu, Belanda mendapatkan keuntungan yang tinggi karena adanya sistem tanam paksa tersebut dan membawa kemakmuran bagi bangsa Belanda. Pada saat sistem budidaya paksa atau kita lebih mengenalnya dnegan nama sistem kerja rodi telah dihentikan, dalam pihak lain adalah bisa menginvestasikan biaya awal atau modal sangan menggunakan sistem pintu terbuka.

Hal ini tidak jauh berbeda dengan adanya kerja rodi atau kerja paksa, karena justru hak ini memberikan orang Indonesia pengaruh yang lebih menyakitkan, dan hal itu menjadikan bangsa Indonesia tidak terima akan semua hal yang telah bangsa Belanda lakukan kepada rakyat Indonesia.

Seperti contohnya adalah perlawanan paada Perang Bali, Perang Banjar, Perang Aceh, Perang Padri, Perang Diponegoro, gerakan protes petani dan lain sebagainya.

Penyebab Runtuhnya Hindia Belanda

Pada tanggal 7 Desember 1941, pasukan Jepang secara tiba-tiba meluncurkan sebuah serangan yang tertuju ke pangkalan Angkatan Laut AS di Pearl Harbor, Hawaii. Setelah mengetahui kabar tersebut, tepatnya setelah lima jam kejadian tersebut kemudian pemerintah Hindia Belanda Jepang menyatakan perang kepada Jepang.

Untuk dapat mengantisipasi serangan yang dilakukan oleh pemerintah Belanda, kemudian negara-negara sekutu membentuk komando bersama di Asia Tenggara yang diberi nama yaitu Abdacom yang mencangkup berbagai negara seperti Amerika, Inggris, Belanda, Australia, Komando.

Abdacom memiliki kantor pusat yang letaknya berada di wilayah Lembang, Jawa Barat. Selain itu juga memiliki kantor pusat untuk Angkatan Laui yang letaknya berada di wilayah Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu juga terdapat beberapa faktor lainnya yang menyebabkan runtuhnya Hindia Belanda pada masa penjajahan Belanda. Berikut ini adalah beberapa faktor penyebab runtuhnya Hindia Belanda:

1. Karena Perundingan yang Gagal

Sebelum invasi Jepang yang dilakukan pada Februari 1940, kedutaan besar Jepang untuk Den Haag mengajukan gugatan kepada Belanda. Gerakan tersebut mencangkup tentang perluasan perdagangan yang dilakukan dengan Jepang dan Belanda.

Jepang juga menginginkan kerja sama dengan berbagai eksplorasi pertambangan, namun sebelumnya pemerintah Jepang belum pernah bertemu dengan para pengusaha eksplorasi pertambangan sehjnggak klaim Jepang yang lainya ditolak.

Meskipun begitu, usaha Jepang tidak berhenti sampai disitu saja. Dan Jepang melakukan perundingan yang cukup banyak memakan waktu yang lama.

2. Perang Hindia Belanda dan Jepang

Tujuan utama dari adanya invasi Jepang di wilayah Hindia Belanda adalah untuk melakukan pengeboran minyak di balikpaoay, Palembang dan Tarakan.

Kemajuan tersebut yang dapat memungkinkan setelah pertahanan Hindia Belanda di bagian Utara Pulau Sulawesi dapat dilumpuhkan pada tanggal 26 Desember 1941.

Penghancuran agen pengeboran minyak di Tarakan menjadi salah satu masalah besar bagi Jepang. Untuk dapat memastikan bahwa tindakan tersebut tidak dapat terjadi, maka dua perwira Belanda dikirimkan dan memberikan peringatan ke wilayah Balikpapan untuk semua tentara dan juga warga sipil diancam akan dibunuh apabila Jepang tidak bisa menjaga sebuah otoritas di dalam sebuah pertambangan agar selalu tetap utuh.

Tanya Jawab

Kapan indonesia di jajah oleh belanda?

Pada tahun 1596 dengan Ekspedisi Cornelis de Houtman.

Kenapa belanda menjajah indonesia?

Untuk memperoleh rempah-rempah dan sumber daya alam lainya yang menjadi komoditas yang menjanjikan kala itu.

Berapa Lama Indonesia di jajah oleh belanda?

Inonesia di jajah oleh belanda selama 350 tahun, dimulai pada tahun 1596 hingga 1942.

Siapa tokoh pahlawan indonesia yang melawan Belanda langsung?

Pattimura, Tuanku Imam Bonjol, Pangeran Diponegoro, Pangeran Antasari, Raja Buleleng, Cut Nyak Dien,

Siapa saja tokoh penting di pihak belanda?

Beberapa gubernur jenderal belanda dan tokoh penting selama penjajahan belanda dari pihak belanda, Pieter Both, Jan Pieterszoon Coen, Herman Willem Daendels, Johannes Van Den Bosch.

Demikian penjelasan yang dapat pintarnesia sampaikan tentang sejarah penjajahan Belanda, dan penjelasan yang mencangkup hal yang berhubungan dengan masa penjajahan Belanda. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Apabila terdapat kesalahan atau kekurangan, mohon dimaafkan.


Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

 


Baca Lainya Tastynesia:
  1. Kue Balok
  2. Klepon
  3. Kue Pancong
  4. Kue Lumpur
  5. Bolu Kukus
  6. Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *