Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

25 Penyebab Mimisan: Orang Dewasa, Anak & Remaja

11 min read

Penyebab Mimisan

Penyebab Mimisan – gejala yang mungkin hampir pernah dialami oleh semua orang setidaknya mungkin sekali dalam sumur hidup. Atau mungkin Jika kamu belum pernah mimisan pastinya sudah pernah melihat orang di sekeliling kamu yang mengalami mimisan, dan kamu mungkin berpendapat bahwa mimisan tersebut disebabkan karena kepanasan, atau hal-hal sepele ya mungkin menjadi pikiran kamu pada saat sedang mengalami mimisan.

Padahal selain itu tu mimisan juga ternyata disebabkan oleh beberapa hal mulai dari yang ringan sampai dengan kondisi yang serius. Mimisan juga dapat terjadi pada siapapun, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa. Berikut ini adalah beberapa penyebab mimisan dari anak-anak, remaja dan orang dewasa.

 

Pengertian Mimisan

mimisan

Pada saat terdapat darah yang keluar dari hidung kamu, maka kamu menjabat hal tersebut dengan mimisan atau au disebut juga dengan nama lain epistaksis. Akan tetapi secara umum apa yang dimaksud dengan mimisan? Mimisan adalah pendarahan yang berasal dari bagian dalam hidung.

Dan mimisan dapat terjadi kapanpun pada semua kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Pada saat kamu mengalami mimisan atau melihat orang di sekeliling kamu yang sedang mimisan mungkin kamu berpendapat bahwa mimisan adalah hal yang menakutkan dan juga berbahaya, akan tetapi secara umum mimisan merupakan gangguan kecil.

Mimisan atau yang biasa disebut dengan nama epistaksis terjadi pada saat pembuluh darah di dalam hidung pecah sehingga darah mengalir keluar melalui lubang hidung atau ke dalam tenggorokan. Tentunya cara ini berbeda ada tidak seperti ingus yang pada umumnya kental dan dapat mudah untuk dikendalikan, pada mimisan darah yang keluar akan terus menetes dan akan berhenti apabila sumber pendarahannya teratasi.

Apabila darah terus mengalir maka hal tersebut tentu akan menimbulkan rasa takut dan juga kekawatiran yang berlebih, apalagi terdapat penyebab mimisan pada orang dewasa yang cukup serius, seperti contohnya kanker atau hipertensis. Akan tetapi secara umum sebagian besar dari adanya mimisan disebabkan oleh adanya kondisi ringan yang tidak mengancam nyawa.

Mimisan cenderung lebih sering terjadi pada saat ketika cuaca panas, cuaca yang sangat dingin dan udara yang kering. Penulisan dapat terjadi pada semua kalangan usia, akan tetapi biasanya menyusun paling sering terjadi pada anak yang memiliki usia 2-10 tahun dan orang dewasa yang berusia 50-80 tahun.

 

 

Jenis-Jenis Mimisan

Mimisan dapat dibagi kedalam dua jenis berdasarkan dari mana pendarahan tersebut dikeluarkan atau berasal, yaitu anterior dan posterior.

 

1. Mimisan anterior

Pada mimisan anterior terjadi di lebih banyak dari semua mimisan atau sekitar 90%. Pendarahan yang dikeluarkan biasanya berasal dari pembuluh darah yang berada pada bagian paling depan dari hidung yang disebut dengan pleksus kieselbeach. Dalam penanganan mimisan ini dapat dikatakan mudah untuk diatasi, Baik itu dengan tindakan yang dapat dilakukan dirumah atau tindakan yang dilakukan oleh yang profesional seperti dokter.

 

2. Mimisan posterior

Pada mimisan ini cenderung lebih jarang terjadi dibandingkan dengan mimisan anterior. Pada mimisan posterior umumnya lebih banyak menyerang pada orang-orang yang sudah lanjut usia. Pendarahannya biasanya berasal dari arteri pada bagian belakang hidung. Pada mimisan posterior membutuhkan perawatan yang lebih rumit yaitu penanganan di rumah sakit dan manajemen oleh otolaryngologist atau spesialis THT (telinga, hidung dan tenggorokan).

 

 

Penyebab Mimisan

mimisan

Mimisan yang terjadi di kalangan masyarakat dapat disebabkan oleh berbagai hal mulai dari hal yang kecil sampai dengan hal yang berhubungan dengan kondisi kesehatan secara lebih serius. Lapisan hidung pada ada manusia terdiri dari banyak pembuluh darah kecil yang dapat dengan mudah pecah, sehingga sangat mudah pula untuk terjadinya pendarahan melalui hidung atau mimisan.

Berikut ini adalah berbagai macam penyebab mimisan mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa.

 

1. Udara yang Kering

Pada umumnya penyebab dari terjadinya mimisan yang paling sering adalah karena udara yang kering. Biasanya pada kondisi seperti ini lebih banyak terjadi pada iklim yang dingin pada saat banyak terjadi infeksi saluran pernapasan atas dan juga pada saat suhu serta kelembaban yang naik turun secara drastis.

Akan tetapi selain itu perubahan dari suhu lingkungan luar yang dingin yang masuk ke dalam rumah yang hangat dan kering akan dapat membuat hidung menjadi lebih rentan terhadap pendarahan.

Akan tetapi tidak hanya pada iklim dingin saja, mimisan juga dapat terjadi pada iklim yang panas dan kering dengan kelembaban rendah atau pada saat perubahan musim. Pada iklim tersebut dapat menyebabkan lapisan hidung menjadi kering sehingga retak dan mengeluarkan darah.

 

2. Mengalami Cedera Pada Hidung

Cedera pada hidung yang dilakukan tidak sengaja juga dapat membuat pembuluh darah yang berada di lubang hidung menjadi rusak dan akhirnya mengeluarkan darah. penyebab dari mimisan yang satu ini biasanya sering terjadi pada anak-anak saat menggaruk dan menggorok hidungnya.

Namun kejadian ini juga dapat menjadi penyebab mimisan bagi orang dewasa. Kebiasaan untuk menggaruk hidung yang gatal juga dapat membuat hidung orang dewasa menjadi terluka. Sehingga hal itu tanpa disadari dapat menyebabkan hidung mengeluarkan darah.

 

3. Hidung Terbentur atau Terpukul Benda Keras

terutama sering terjadi pada anak-anak yang mana pada area hidung anak-anak masih lemah, sehingga akan lebih berpotensi untuk mengalami mimisan pada saat terjadi benturan yang keras atau terkena pukulan yang cukup keras. Begitupun sebaliknya apabila hal ini terjadi pada orang dewasa yang mana hidung dari orang dewasa dapat dibilang lebih kuat atau normal, akan tetapi pada saat terbentur atau Terpukul benda keras maka pembuluh darah pada hidung orang dewasa juga akan pecah dan akhirnya mengeluarkan darah melalui lubang hidung.

 

4. Kelelahan

Tulisan dapat pula terjadi pada orang yang sedang mengalami kelelahan karena sebenarnya pembuluh darah yang relatif rendah. Saat seseorang sedang mengalami kelelahan maka pembuluh darah yang lemah akan mudah sekali tegang kemudian pecah. Yang berakibat darah keluar dari hidung dan tidak dapat untuk dikondisikan.

 

5. Kebiasaan Mengupil

Di setiap kepribadian manusia pasti semuanya pernah melakukan hal mengupil. yang mana hal tersebut dilakukan dengan tujuan untuk membuang kotoran yang berada di hidung. Akan tetapi kegiatan tersebut tanpa disadari juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan.

Pada saat jari kita masuk ke dalam hidung dan berpotensi untuk menimbulkan luka pada bagian dalam rongga hidung. Banyak atau tidaknya darah yang keluar dari dalam hidung tergantung dari seberapa parah luka yang terjadi.

 

6. Sinusitis (Infeksi Sinus)

Adanya peradangan yang terjadi pada area sinus akan dapat mempengaruhi pembuluh darah yang ada di dalamnya. Peradangan membuat area sekitar menjadi memerah, hal tersebut dikarenakan melebarnya pembuluh darah yang rentan sekali untuk pecah.

 

7. Penggunaan Obat Pengencer Darah

Terdapat berbagai obat pengencer darah seperti aspirin, Coumadin atau Jantoven (warfain), obat anti platelet plavix (clopidogrel bisulfate), dan obat anti inflamasi nonsteroid ternyata juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan pada seseorang.

obat pengencer darah akan mengubah kemampuan darah untuk menggumpal dan juga membeku. Akibatnya, pendarahan akan terjadi pada hidung yang sulit untuk dihentikan dan sampai keluarlah darah dari dalam hidung. Biasanya obat seperti ini digunakan oleh orang yang memiliki kondisi penyakit it yang resiko terhadap adanya pembekuan darah seperti kondisi jantung yaitu atrium fibrilasi.

 

8. Masalah Kesehatan Tertentu

Penyebab mimisan yang paling ditakuti adalah karena adanya masalah kesehatan tertentu. Apabila kamu mengalami mimisan yang tanpa disadari penyebabnya tersebut mungkin sebagai gejala atau tanda dari adanya penyakit hati, ginjal, terlalu mengkonsumsi alkohol yang berlebih, sampai dengan masalah kesehatan yang lainnya untuk melakukan pembekuan darah.

Masalah kesehatan yang pada umumnya sering terjadi di sebagai penyebab mimisan adalah hipertensi dan gagal jantung kongestif. Pakan pilek dan juga alergi dapat pula menjadi penyebab dari mimisan karena lapisan hidung yang mengalami iritasi.

 

9. Trauma Hidung

Hal ini tergantung dari berat atau ringannya trauma atau cidera yang pernah terjadi pada hidung, yang mana hal tersebut dapat membuat pembuluh darah yang berada di dalamnya menjadi pecah. Septum atau sekat pemisah antara rongga hidung kanan dan kiri dapat menjadi bergeser, bahkan dapat pula menyebabkan keretakan atau patah tulang.

 

10. Telangiectasia Hemoragik Herediter

Dalam beberapa kasus mimisan juga dapat disebabkan oleh gen yang biasanya diturunkan dalam keluarga. Kondisi langka seperti telangiectasia hemoragik herediter dapat mempengaruhi pembuluh darah. Gejala yang paling utama adalah mimisan secara berulang-ulang yang tampak muncul secara tiba-tiba dan akan menjadi lebih memburuk seiring berjalannya waktu.

 

11. Perubahan Hormon

Perubahan hormon biasanya adalah penyebab timbulnya mimisan yang sering terjadi pada ibu hamil. Sering terjadi mimisan secara tiba-tiba pada saat kondisi hamil biasanya bukanlah hal yang mengartikan secara berlebihan.

Hal tersebut disebabkan karena tingginya kadar hormon pada saat hamil, yang kemudian dapat meningkatkan aliran darah estrogen dan progesteron pada semua selaput lendir yang ada di dalam tubuh ibu hamil, termasuk pada hidung.

Selaput inilah yang kemudian akan membengkak dan kemudian melebar hingga menekan pembuluh darah yang ada di dalamnya. hal tersebut mengakibatkan pembuluh darah dapat saja pecah dan membuat hidung menjadi mimisan pada saat hamil.

 

12. Karsinoma Nasofaring

Kasih nama nasofaring adalah kanker yang terjadi pada nasofaring, yang mana itu terletak pada bagian atas faring (tenggorokan), di bagian belakang hidung. Karsinoma sel skuamosa atau squamous cell carcinoma (SCC) adalah jenis kanker yang paling umum terjadi pada daerah ini. SCC timbul dari jaringan lapisan hidung.

Mimisan yang terjadi secara berulang adalah gejala umum dari karsinoma nasofaring. Penyakit kanker ini tidak hanya menyebabkan mimisan, akan tetapi juga dapat menyebabkan ingus yang keluar selalu mengandung bercak darah.

Mimisan yang terjadi dikarenakan penyakit karsinoma nasofaring pada salah satu sisi hidung dan biasanya tidak menyebabkan pendarahan yang berat. sulit untuk dapat bisa mendeteksi penyakit karsinoma nasofaring pada tahap awal. Kok tersebut dikarenakan nasofaring tidak mudah untuk dikenali dan gejalanya hampir mirip dengan kondisi lain yang umum terjadi.

Penyakit kanker yang satu ini dapat menyebar hingga ke bagian lain melalui jaringan, aliran darah dan kebagian tulang, sistem limfa, hati (liver), dan paru-paru.

 

13. Leukemia

Penyebab sering terjadinya mimisan juga dapat menjadi gejala umum penyakit leukimia. Orang yang memiliki penyakit leukimia sering mengalami memar dan mudah untuk berdarah. leukemia adalah kanker sel darah putih yang dapat menghambat darah putih dalam melawan infeksi.

Pada saat seseorang mengalami penyakit leukimia, makan sumsum tulangnya tidak dapat memproduksi sel-sel darah merah yang cukup dan trombosit untuk memasok kebutuhan tubuh. Mimisan yang di akibatkan karena mengalami penyakit leukimia akan sulit untuk dihentikan, meskipun pendarahan yang terjadi biasanya tidak terlalu berat.

Selain mimisan dari mudah untuk pemarah serta berdarah, kemungkinan gejala leukemia yang lain dapat meliputi demam, nyeri tulang, berkeringat pada malam hari, merasa lemas, pembengkakan kelenjar getah bening, dan menurunnya berat badan tanpa adanya penyebab yang jelas.

 

14. Limfoma

Penyakit limfoma juga dapat menyebabkan seseorang mengalami mimisan. Limfoma berkembang pada limfosit (tipe sel darah putih) yang melawan infeksi. Limfosit yang abnormal dapat mengganggu sistem kekebalan tubuh. Hal tersebut akan mengurangi ketahanan terhadap faktor yang berbahaya yang berasal dari luar. Penyakit hodgkin lymphoma dan non hodgkin lymphoma (NHL) adalah dua jenis utama limfoma.

Karena kelenjar getah bening dan jaringan limfatik lainnya terjadi pada seluruh tubuh, rumah dapat pula muncul pada hampir semua bagian tubuh, termasuk bagian hidung atau sinus (bagian rongga hidung yang berisi udara di belakang tulang wajah). Pertumbuhan jaringan limfoid di hidung atau sinus dapat mengikis bagian dalam pembuluh darah yang mana hal tersebut dapat menyebabkan terjadinya mimisan.

 

15. Darah Tinggi

Secara umum mimisan bukanlah gejala atau akibat adanya dari tekanan darah tinggi. Akan tetapi meskipun jarang, tekanan darah tinggi yang parah juga dapat memper buruk atau memperpanjang pendarahan yang terjadi pada seseorang yang kemudian mengalami mimisan.

 

16. Tumor atau Kanker Hidung dan Paranasal

Jaringan tumor atau kanker memiliki struktur yang rapuh sehingga dapat dengan mudah untuk mengalami pendarahan. Apabila kanker ini terjadi di dan berada pada bagian dalam rongga hidung atau sinus paranasal, maka akan terjadi mimisan yang secara terus menerus dan berulang-ulang.

 

17. Penggunaan Aspirin

Salah satu penyebab lain terjadinya mimisan adalah penggunaan aspirin yang biasanya sering digunakan untuk mengatasi sakit kepala dan jumlahnya ringan, serta dapat pula untuk mengatasi masalah pembekuan darah pada jantung. Akan tetapi efek antiplatelet atau anti pembekuan darah yang dimiliki oleh aspirin terkadang dapat menimbulkan efek samping berupa pendarahan, salah satunya adalah mimisan.

 

18. Fase Kehamilan

Pada seorang ibu hamil mimisan dapat pula disebabkan karena fase kehamilan yang dapat menyebabkan pembuluh darah di hidung menjadi lebar, dan meningkatkan suplai darah pada hidung ibu hamil sehingga menyebabkan pembuluh darah di sekitar hidung menjadi mudah pecah, dan kemudian darah keluar melalui hidung yang mana hal itu disebut mimisan.

 

19. Infeksi sistemik

Penyakit infeksi sistemik dapat pula menyebabkan seseorang menjadi terkena mimisan, contohnya adalah penyakit demam berdarah (dengue hemorrhagic fever). Demam tifoid, influenza dan morbili juga dapat menyebabkan terjadinya mimisan.

Baca Juga : Zat Aditif Pada Makanan: Pengertian, Macam dan Dampak Zat Aditif

 

20. Kelainan Pembuluh Darah

Penyebab mimisan yang dikarenakan kelainan pembuluh darah seringkali adalah kelainan kongenital atau bawaan, dimana pembuluh darah lebih besar dari umumnya, lebih tipis dari umumnya, setelah jaringan ikat dan sel-selnya juga lebih sedikit.

 

21. Flu dan Alergi

biasanya flu dan alergi yang terjadi pada anak-anak dapat menimbulkan terjadinya mimisan. Karena pada saat sedang flu atau alergi akan menjadikan bagian dalam hidung menjadi membengkak dan mengalami iritasi, hal tersebutlah yang dapat memicu terjadinya pendarahan secara tiba-tiba pada hidung.

 

22. Paparan Bahan Kimia

Bahan kimia akan menyebabkan hidung menjadi iritasi sehingga tidak jarang akan mengeluarkan darah yang tidak dapat terkendali oleh hidung.

 

23. Membuang Ingus Terlalu Kencang

Apabila seseorang sedang mengalami pilek atau penyakit lain yang menyebabkan keluarnya ingus dari dalam hidung tentunya seseorang akan merasa risih terhadap hal tersebut, sehingga banyak di antaranya untuk mengeluarkan ingus secara lebih kencang yang mana hal tersebut tentunya akan berdampak pada mimisan. Karena adanya penarikan udara yang terlalu kencang menyebabkan darah ikut keluar dan tidak dapat terkendalikan.

Baca Juga : 20+ Jenis-Jenis Narkoba: Pengertian, Dampak Negatif, Efek Narkoba

 

24. Pasca Operasi

Terjadinya mimisan juga dapat disebabkan karena baru saja menjalani operasi dan kondisi tubuh masih belum stabil seperti pada umumnya.

 

25. Konsumsi Alkohol dan Obat-Obatan

Menggunakan obat-obatan, terutama yaitu obat yang cenderung mendengus, seperti kokain, dapat menyebabkan terjadinya mimisan. Serta minum minuman yang beralkohol secara berlebihan juga dapat menyebabkan mimisan karena alkohol dapat menggantikan pembekuan darah dan melebarkan pembuluh darah.

 

Demikian penjelasan mengenai penyebab mimisan mulai dari anak-anak, remaja, sampai orang dewasa. Apabila kamu mengalami mimisan secara berulang-ulang maka segera lakukan pemeriksaan kepada dokter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan kamu.

Arwina Nur Dyah Utami Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight