√ Sejarah Perang Dunia I: Faktor dan Latar Belakang dan Penyebab

Perang Dunia I: Sejarah, Faktor-Faktor dan Latar Belakang Perang Dunia I

Perang Dunia I: Sejarah, Faktor-Faktor dan Latar Belakang Perang Dunia I

Sejarah Perang Dunia I – Sejak zaman dahulu, sudah tidak diasingkan lagi dengan istilah perang. Entah perang melawan penjajah, perang saudara, dan lain sebagainya. Perang dapat melibatkan antargolongan, antarsuku, antarnegara, bahkan antarblok di dunia ini. Kali ni Pintarnesia akan membahas tentang salah satu perang yang paling populer dari masa ke masa, yaitu Perang Dunia I.

Perang Dunia I memang sudah terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu, namun jejak jejak peninggalan perang dunia tersebut masih ada hingga saat ini. Untuk kalian yang ingin mengetahui tentang perang dunia satu maka pada artikel kali ini kita akan membahas sejarah perang dunia satu, oke langsung kita bahas di bawah ini.

 

Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia I

Ada beberapa faktor terjadinya perang dunia I, mulai dari faktor ultranasionalisme (Italia dan Jerman), terbentuknya aliansi dan oposisi, ekonomi-politik, dan terbunuhnya pangeran Austria Franz Ferdinand. Sebelum terjadinya perang, negara – negara eropa sedang memasuki era panas dimana di setiap negara pasti memiliki permasalahan dengan negara lain, sehingga negara yang bermasalah membentuk aliansi dan di pihak lainnya membentuk oposisi bagi aliansi tersebut. Faktor industri dan juga faktor wilayah kekuasaan juga menjadi faktor pendukung lainnya.

Faktor – Faktor Terjadinya Perang Dunia I

Persaingan politik dan ekonomi terutama antara Inggris dan Jerman ditandai dengan ketidakmauan Jerman tertinggal oleh Inggris yang pada saat itu Inggris sangat maju dalam bidang industri. Bidang industri pada kala itu sangat mempengaruhi kemajuan ekonomi negara di Eropa, terutama negara yang industrinya sangat maju.

Perlahan persaingan ekonomi antara Inggris dan Jerman meluas sehingga terjadi persaingan politik. Selain itu persaingan ekonomi industri yang membutuhkan bahan bahan mentah untuk pengolahannya membuat negara – negara imperialis berusaha menguasai wilayah lain untuk mendapatkannya.

Prancis saat itu dianggap sebagai salah satu negara kuat yang ada di Eropa, sedangkan Jerman masih dibawahnya. Sadar bahwa Jerman tak memiliki negara untuk di jajah, Jerman perlahan memprovokasi Prancis dengan mengakui wilayah Prancis yaitu sungai Rhein sebagai milik Jerman. Pada tahun 1870-an, Prancis dan Jerman terlibat perang dan dimenangkan oleh Jerman. Dalam perjanjian untuk perdamaian, Jerman memerintahkan Prancis untuk segera menyerahkan ElzasLotharigenigen dan harus mengganti rugi biaya perang yang telah dikeluarkan.

Setelah perdamaian disepakati dan perang telah usai, Jerman masih terus menekan Prancis dengan cara memblokade transportasi negara – negara yang ingin memproduksi barang di prancis. Jerman membeli barang barang mereka dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang Prancis tawarkan, sehingga membuat Prancis semakin berang, oleh karena itu Prancis melupakan sejenak permasalahannya dengan Inggris dan mengajaknya bekerja sama untuk melawan Jerman.

Dalam perkembangan nasionalisme dan juga ditambah persaingan ekonomi yang telah menjurus kearah politik, Negara – negara eropa mulai membangun kekuatan militernya masing masing guna mempersiapkan kekuatan bila ada tekanan dari negara lain atau menekan negara lain agar memenangkan persaingan. Frekuensi persaingan perlahan namun pasti semakin meningkat yang mengakibatkan terbentuknya aliansi antara negara – negara yang memiliki hubungan panas. Aliansi yang dibangun memiliki tujuan untuk mengamankan kedudukan serta mengimbangi ancaman aliansi militer pesaingnya.

Pada kisaran tahun 1882, Italia, Jerman Austria-Hongaria membentuk aliansi militer dengan nama Triple Alliance. Sebagai reaksi aliansi tersebut, Prancis, Rusia, Inggris membentuk Triple Entente sebagai aliansi tandingan, terbentuknya kedua aliansi tersebut mengakibatkan Eropa terbagi menjadi dua blok.

LBB pada saat itu tidak memiliki peran supranasional yang seharusnya di milikinya untuk dapat memerintah negara – negara anggota, tidak adanya peran peran supranasional tersebut bisa dilihat dari serangan Italia ke Etiopia pada tahun 1935. Hal seperti itu menunjukan terjadinya kesewenangan negara besar di dalam LBB untuk berbuat sesuka hati mereka atau berusaha menjajah megara kecil, selain itu LBB tidak memiliki wewenang yang begitu kuat untuk menghentikan dan menghukum, atau memerintah negara tersebut, yang mengakibatkan LBB tidak lagi dipercaya sebagai badan pencipta kedamaian.

Negara – negara aliansi perang dunia I memiliki kecurigaan terhadap oposisinya. Jerman dan italia yang memiliki paham ultranasionalisme (Nasional-Sosialis Jerman dan Fasisme Italia) mencurigai Uni Soviet. Kecurigaan tersebut mengakibatkan patahnya keyakinan perdamaian yang dibimbing LBB, sehingga timbullah persaingan untuk memperkuat bidang militer dan mempertahankan diri dari serangan.

Inggris, Amerika Serikat dan Prancis kemudian terlibat dengan kecurigaan tersebut dikarenakan mereka menganut paham demokrasi. Persaingan bidang militer tersebut menghasilkan persenjataan baru dari negara. Senjata senjata modern dari transportasi darat, udara, dan laut hingga senjata yang bisa memusnahkan secara masal telah dimiliki oleh setiap negara. Perang di era ini kemudian membentuk evolusi perang yang besar besaran dengan jumlah korban yang juga massive.

Pada tanggal 28 Juni 1914, pewaris tahta kerajaan Austria,yaitu Franz Ferdinand dibunuh oleh anggota teroris yang berasal dari Serbia, bernama Gavrillo Princip. Pada saat itu Franz Ferdinand sedang menyaksikan latihan perang pasukan Austria di Sarevejo, tepatnya di Bosnia. Gavrillo Princip menganggap latihan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap Serbia, dikarenakan latihan tersebut diadakan di Bosnia yang notabenenya adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia. Setelah peristiwa tersebut Austria memberi ultimatum kepada Serbia untuk menyerahkan Gavrillo Princip dalam waktu satu bulan untuk dihukum. Di dalam ultimatum tersebut juga berisi ancaman yang menyertakan Austria akan menyerang Serbia jika Ultimatum tersebut di abaikan. Serbia jelas melindungi warga negaranya sebagai bentuk harga diri, dan Serbia siap berperang dengan Austria dikerenakan Rusia telah berjanji akan membantu Serbia jika terjadi peperangan. Serbia mengacuhkan ultimatum tersebut dan melewati tenggat waktu satu bulan yang diberikan Austria, yang mengakibatkan perang yang terjadi pada tanggal 28 Juli 1914.

Baca Juga: Sejarah Perang Salib.

 

Sejarah Perang Dunia I

Perang antara Serbia dan Austria kemudian mengakibatkan beberapa sekutunya ikut bergabung, Serbia mendapatkan dukungan dari Rusia dan juga dari Prancis, sedangkan Jerman menyatakan perpihak kepada Austria dengan menyatakan perang dengan perancis. Kemudian pada tanggal 4 Agustus 1914 ketika Jerman berusaha menerobos Belgia untuk menyerang Prancis, negara ratu Elizabeth, Inggris memberikan dukungannya kepada Prancis dan Belgia dengan cara menyatakan perang dengan Jerman.

Dalam waktu hanya seminggu, lima negara besar terlibat perang Austria-Serbia lalu terjadilah perang besar besaran. Perang Austria-Serbia bisa dianggap sebagai alibi bagi dua aliansi yang berseteru untuk membalaskan dendamnya masing masing dan sebagai ajang penunjukan kekuatan.

Peperangan terbagi di dua front, yaitu barat dan juga timur. Jerman berperang dengan Prancis di front barat sedangkan Rusia di front timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan Prancis di fron barat sebelum merekan bertemu dan menghadapi Rusia di timur.

Pada tahun 1914 tepatnya bulan September, Jerman sudah mencapai sungai Marne dan mulai mengancam Paris, namun rencana tersebut gagal dikarenakan mereka mendapat perlawanan sengit dari Prancis, selain itu Jerman harus menghadapi Rusia yang menuju ke Prusia, dan akhirnya peperangan yang bersifat kilat berubah menjadi pasif. Pasukan militer dari semua belah pihak mengambil posisinya masing masing dalam parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara ke perbatasan Swiss.
Di saat perang mulai melambat , kedua belah pihak berusaha memperkuat diri masing masing di luar Eropa dengan cara memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Prancis menyerang daerah jajahan milik Jerman di Togoland, Afrika Timur dan Kamerun. Sedangkan di wilayah Asia pasifik, Jepang mengambil alih daerah jajahan Jerman yang ada di kepulauan Marshall, Karolina dan Mariana.

Untuk mematahkan blockade Inggris, pada tanggal 31 Januari 1917 Jerman melancarkan perang kapal selam besar besaran, yang mengakibatkan 5 kapal dagang dan penumpang milik Amerika Serikat di tenggelamkan Jerman pada tanggal Maret 1917, termasuk kapal Lustiana yang terlebih dahulu ditenggelamkan oleh Jerman pada tanggal 7 Mei 1915. Hal tersebut mengakibatkan Amerika yang sumula bersikap netral akhirnya menyatakan perang dengan Jerman pada tanggal 10 April 1917. Sementara itu di wilayah Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan kedamain. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya revolusi buruh yang berhasil menggulingkan kekuasaan Kaisar Nicolas II di bawah pimpinan Lenin dari kaum Bolshevi, hal tersebut merupakan salah satu langkah dari pemerintahan kaum Bolshevik untuk menarik diri dari Perang Dunia I dengan melakukan perjanjian Brest Litovsk pada tahun 1918 yang menguntungkan Triple Entente/Blok Sentral.

Sejak pasukan milik Amerika Serikat memasuki eropa Triple Entente berhasil memukul mundur pasukan Triple Alliance, akibatnya pada tahun 1918 bulan September Bulgaria mengajukan perdamaian dan satu perseteru negara yang bergabung dengan blok sentral mengalami kekalahan, sedangkan pasukan Blok Serikat mulai menduduki Serbia dan Macedonia sedangkan Inggris menduduki Yerusalem. Bersama dengan pasukan Arab, Inggris berhasil mendesak turki di bawah pimpinan Jendral Allesby dan berhasil merebut benteng pertahanan dari Aleppo sampai Baghdad. Turki sudah tidak sanggup menahan serangan dari Blok Serikat dan akhirnya Turki menandatangani Perjanjian Sevres pada tahun 1920. Sementara itu bangsa bangsa lain yaitu Polandia, Kroasia, Cekoslovakia, dan Slavia membebaskan diri dan membentuk negara merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh.

Pasukan Jerman berusaha mati – matian sambil mundur perlahan dengan menahan gempuran dari sekutu, semangat pasukan Jerman mulai memudar dan rakyat Jerman mengalami kelaparan. Sementara itu di dalam Jerman terjadi pemberontakan rakyat, gerakan orang komunis di kota Munchen berhasil menggulingkan kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah negara republik, akhirnya Jerman menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat – syarat yang ditentukan Blok Serikat pada tanggal 11 November 1918. Perang dunia I berakhir setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles pada tanggal 28 Juni 1919

Perang dunia sedikit membawa pengaruh pada dunia internasional, system Internasional, dan hubungan Internasional. Dalam hal tersebut Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat tetap menjadi aliansi dan ikut terlibat dalam pembangunan system internasional. Sedangkan italia dan Jerman sebagai negara ultranasionalis tetap berteman dalam hubungan internasional masing – masing negara yang menjadi domain kedua negara tersebut

 

Selesai sudah kita membahas tentang perang dunia I. Semoga dapat menambah wawasan kalian sekaligus lebih mendalami sejarah. Bila terdapat kesalahan kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.



Doa Sujud Sahwi: Bacaan, Tata Cara Sujud Sahwi + Penyebab

Doa Sujud Sahwi: Bacaan, Tata Cara Sujud Sahwi + Penyebab

Sejarah Perang Dunia I – Sejak zaman dahulu, sudah tidak diasingkan lagi dengan istilah perang. Entah perang melawan penjajah, perang saudara, dan lain sebagainya. Perang dapat melibatkan antargolongan, antarsuku, antarnegara, bahkan antarblok di dunia ini. Kali ni Pintarnesia akan membahas tentang salah satu perang yang paling populer dari masa ke masa, yaitu Perang Dunia I.

Perang Dunia I memang sudah terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu, namun jejak jejak peninggalan perang dunia tersebut masih ada hingga saat ini. Untuk kalian yang ingin mengetahui tentang perang dunia satu maka pada artikel kali ini kita akan membahas sejarah perang dunia satu, oke langsung kita bahas di bawah ini.

 

Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia I

Ada beberapa faktor terjadinya perang dunia I, mulai dari faktor ultranasionalisme (Italia dan Jerman), terbentuknya aliansi dan oposisi, ekonomi-politik, dan terbunuhnya pangeran Austria Franz Ferdinand. Sebelum terjadinya perang, negara – negara eropa sedang memasuki era panas dimana di setiap negara pasti memiliki permasalahan dengan negara lain, sehingga negara yang bermasalah membentuk aliansi dan di pihak lainnya membentuk oposisi bagi aliansi tersebut. Faktor industri dan juga faktor wilayah kekuasaan juga menjadi faktor pendukung lainnya.

Faktor – Faktor Terjadinya Perang Dunia I

Persaingan politik dan ekonomi terutama antara Inggris dan Jerman ditandai dengan ketidakmauan Jerman tertinggal oleh Inggris yang pada saat itu Inggris sangat maju dalam bidang industri. Bidang industri pada kala itu sangat mempengaruhi kemajuan ekonomi negara di Eropa, terutama negara yang industrinya sangat maju.

Perlahan persaingan ekonomi antara Inggris dan Jerman meluas sehingga terjadi persaingan politik. Selain itu persaingan ekonomi industri yang membutuhkan bahan bahan mentah untuk pengolahannya membuat negara – negara imperialis berusaha menguasai wilayah lain untuk mendapatkannya.

Prancis saat itu dianggap sebagai salah satu negara kuat yang ada di Eropa, sedangkan Jerman masih dibawahnya. Sadar bahwa Jerman tak memiliki negara untuk di jajah, Jerman perlahan memprovokasi Prancis dengan mengakui wilayah Prancis yaitu sungai Rhein sebagai milik Jerman. Pada tahun 1870-an, Prancis dan Jerman terlibat perang dan dimenangkan oleh Jerman. Dalam perjanjian untuk perdamaian, Jerman memerintahkan Prancis untuk segera menyerahkan ElzasLotharigenigen dan harus mengganti rugi biaya perang yang telah dikeluarkan.

Setelah perdamaian disepakati dan perang telah usai, Jerman masih terus menekan Prancis dengan cara memblokade transportasi negara – negara yang ingin memproduksi barang di prancis. Jerman membeli barang barang mereka dengan harga yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga yang Prancis tawarkan, sehingga membuat Prancis semakin berang, oleh karena itu Prancis melupakan sejenak permasalahannya dengan Inggris dan mengajaknya bekerja sama untuk melawan Jerman.

Dalam perkembangan nasionalisme dan juga ditambah persaingan ekonomi yang telah menjurus kearah politik, Negara – negara eropa mulai membangun kekuatan militernya masing masing guna mempersiapkan kekuatan bila ada tekanan dari negara lain atau menekan negara lain agar memenangkan persaingan. Frekuensi persaingan perlahan namun pasti semakin meningkat yang mengakibatkan terbentuknya aliansi antara negara – negara yang memiliki hubungan panas. Aliansi yang dibangun memiliki tujuan untuk mengamankan kedudukan serta mengimbangi ancaman aliansi militer pesaingnya.

Pada kisaran tahun 1882, Italia, Jerman Austria-Hongaria membentuk aliansi militer dengan nama Triple Alliance. Sebagai reaksi aliansi tersebut, Prancis, Rusia, Inggris membentuk Triple Entente sebagai aliansi tandingan, terbentuknya kedua aliansi tersebut mengakibatkan Eropa terbagi menjadi dua blok.

LBB pada saat itu tidak memiliki peran supranasional yang seharusnya di milikinya untuk dapat memerintah negara – negara anggota, tidak adanya peran peran supranasional tersebut bisa dilihat dari serangan Italia ke Etiopia pada tahun 1935. Hal seperti itu menunjukan terjadinya kesewenangan negara besar di dalam LBB untuk berbuat sesuka hati mereka atau berusaha menjajah megara kecil, selain itu LBB tidak memiliki wewenang yang begitu kuat untuk menghentikan dan menghukum, atau memerintah negara tersebut, yang mengakibatkan LBB tidak lagi dipercaya sebagai badan pencipta kedamaian.

Negara – negara aliansi perang dunia I memiliki kecurigaan terhadap oposisinya. Jerman dan italia yang memiliki paham ultranasionalisme (Nasional-Sosialis Jerman dan Fasisme Italia) mencurigai Uni Soviet. Kecurigaan tersebut mengakibatkan patahnya keyakinan perdamaian yang dibimbing LBB, sehingga timbullah persaingan untuk memperkuat bidang militer dan mempertahankan diri dari serangan.

Inggris, Amerika Serikat dan Prancis kemudian terlibat dengan kecurigaan tersebut dikarenakan mereka menganut paham demokrasi. Persaingan bidang militer tersebut menghasilkan persenjataan baru dari negara. Senjata senjata modern dari transportasi darat, udara, dan laut hingga senjata yang bisa memusnahkan secara masal telah dimiliki oleh setiap negara. Perang di era ini kemudian membentuk evolusi perang yang besar besaran dengan jumlah korban yang juga massive.

Pada tanggal 28 Juni 1914, pewaris tahta kerajaan Austria,yaitu Franz Ferdinand dibunuh oleh anggota teroris yang berasal dari Serbia, bernama Gavrillo Princip. Pada saat itu Franz Ferdinand sedang menyaksikan latihan perang pasukan Austria di Sarevejo, tepatnya di Bosnia. Gavrillo Princip menganggap latihan tersebut merupakan bentuk pelecehan terhadap Serbia, dikarenakan latihan tersebut diadakan di Bosnia yang notabenenya adalah negara sengketa antara Austria dan Serbia. Setelah peristiwa tersebut Austria memberi ultimatum kepada Serbia untuk menyerahkan Gavrillo Princip dalam waktu satu bulan untuk dihukum. Di dalam ultimatum tersebut juga berisi ancaman yang menyertakan Austria akan menyerang Serbia jika Ultimatum tersebut di abaikan. Serbia jelas melindungi warga negaranya sebagai bentuk harga diri, dan Serbia siap berperang dengan Austria dikerenakan Rusia telah berjanji akan membantu Serbia jika terjadi peperangan. Serbia mengacuhkan ultimatum tersebut dan melewati tenggat waktu satu bulan yang diberikan Austria, yang mengakibatkan perang yang terjadi pada tanggal 28 Juli 1914.

Baca Juga: Sejarah Perang Salib.

 

Sejarah Perang Dunia I

Perang antara Serbia dan Austria kemudian mengakibatkan beberapa sekutunya ikut bergabung, Serbia mendapatkan dukungan dari Rusia dan juga dari Prancis, sedangkan Jerman menyatakan perpihak kepada Austria dengan menyatakan perang dengan perancis. Kemudian pada tanggal 4 Agustus 1914 ketika Jerman berusaha menerobos Belgia untuk menyerang Prancis, negara ratu Elizabeth, Inggris memberikan dukungannya kepada Prancis dan Belgia dengan cara menyatakan perang dengan Jerman.

Dalam waktu hanya seminggu, lima negara besar terlibat perang Austria-Serbia lalu terjadilah perang besar besaran. Perang Austria-Serbia bisa dianggap sebagai alibi bagi dua aliansi yang berseteru untuk membalaskan dendamnya masing masing dan sebagai ajang penunjukan kekuatan.

Peperangan terbagi di dua front, yaitu barat dan juga timur. Jerman berperang dengan Prancis di front barat sedangkan Rusia di front timur. Jerman merencanakan untuk menghancurkan Prancis di fron barat sebelum merekan bertemu dan menghadapi Rusia di timur.

Pada tahun 1914 tepatnya bulan September, Jerman sudah mencapai sungai Marne dan mulai mengancam Paris, namun rencana tersebut gagal dikarenakan mereka mendapat perlawanan sengit dari Prancis, selain itu Jerman harus menghadapi Rusia yang menuju ke Prusia, dan akhirnya peperangan yang bersifat kilat berubah menjadi pasif. Pasukan militer dari semua belah pihak mengambil posisinya masing masing dalam parit perlindungan yang memanjang sejauh 78 km dari laut Utara ke perbatasan Swiss.
Di saat perang mulai melambat , kedua belah pihak berusaha memperkuat diri masing masing di luar Eropa dengan cara memperluas daerah jajahannya. Inggris dan Prancis menyerang daerah jajahan milik Jerman di Togoland, Afrika Timur dan Kamerun. Sedangkan di wilayah Asia pasifik, Jepang mengambil alih daerah jajahan Jerman yang ada di kepulauan Marshall, Karolina dan Mariana.

Untuk mematahkan blockade Inggris, pada tanggal 31 Januari 1917 Jerman melancarkan perang kapal selam besar besaran, yang mengakibatkan 5 kapal dagang dan penumpang milik Amerika Serikat di tenggelamkan Jerman pada tanggal Maret 1917, termasuk kapal Lustiana yang terlebih dahulu ditenggelamkan oleh Jerman pada tanggal 7 Mei 1915. Hal tersebut mengakibatkan Amerika yang sumula bersikap netral akhirnya menyatakan perang dengan Jerman pada tanggal 10 April 1917. Sementara itu di wilayah Rusia terjadi pergolakan dari kaum buruh yang menginginkan kedamain. Hal tersebut mengakibatkan terjadinya revolusi buruh yang berhasil menggulingkan kekuasaan Kaisar Nicolas II di bawah pimpinan Lenin dari kaum Bolshevi, hal tersebut merupakan salah satu langkah dari pemerintahan kaum Bolshevik untuk menarik diri dari Perang Dunia I dengan melakukan perjanjian Brest Litovsk pada tahun 1918 yang menguntungkan Triple Entente/Blok Sentral.

Sejak pasukan milik Amerika Serikat memasuki eropa Triple Entente berhasil memukul mundur pasukan Triple Alliance, akibatnya pada tahun 1918 bulan September Bulgaria mengajukan perdamaian dan satu perseteru negara yang bergabung dengan blok sentral mengalami kekalahan, sedangkan pasukan Blok Serikat mulai menduduki Serbia dan Macedonia sedangkan Inggris menduduki Yerusalem. Bersama dengan pasukan Arab, Inggris berhasil mendesak turki di bawah pimpinan Jendral Allesby dan berhasil merebut benteng pertahanan dari Aleppo sampai Baghdad. Turki sudah tidak sanggup menahan serangan dari Blok Serikat dan akhirnya Turki menandatangani Perjanjian Sevres pada tahun 1920. Sementara itu bangsa bangsa lain yaitu Polandia, Kroasia, Cekoslovakia, dan Slavia membebaskan diri dan membentuk negara merdeka setelah kekaisaran Austria-Hongaria runtuh.

Pasukan Jerman berusaha mati – matian sambil mundur perlahan dengan menahan gempuran dari sekutu, semangat pasukan Jerman mulai memudar dan rakyat Jerman mengalami kelaparan. Sementara itu di dalam Jerman terjadi pemberontakan rakyat, gerakan orang komunis di kota Munchen berhasil menggulingkan kekaisaran Wilhelm II sehingga terbentuklah negara republik, akhirnya Jerman menandatangani perjanjian gencatan senjata menurut syarat – syarat yang ditentukan Blok Serikat pada tanggal 11 November 1918. Perang dunia I berakhir setelah Jerman menandatangani Perjanjian Versailles pada tanggal 28 Juni 1919

Perang dunia sedikit membawa pengaruh pada dunia internasional, system Internasional, dan hubungan Internasional. Dalam hal tersebut Inggris, Prancis, dan Amerika Serikat tetap menjadi aliansi dan ikut terlibat dalam pembangunan system internasional. Sedangkan italia dan Jerman sebagai negara ultranasionalis tetap berteman dalam hubungan internasional masing – masing negara yang menjadi domain kedua negara tersebut

 

Selesai sudah kita membahas tentang perang dunia I. Semoga dapat menambah wawasan kalian sekaligus lebih mendalami sejarah. Bila terdapat kesalahan kata mohon dimaafkan dan dimaklumi.