Hasif Priyambudi "Saat kau mengenal kasih sayang, kau juga menanggung resiko kebencian" Itachi :v

Perjanjian Linggarjati: Latar Belakang, Tokoh, Isi, Dampak

5 min read

perjanjian linggarjati

Perjanjian Lingarjati – Perjanjian linggarjati merupakan perundingan yang terjadi antara pihak Belanda dan Indonesia yang ditengai oleh pihak Inggris. Hasil dari perundingan yang terjadi di awal masa kemerdekaan tersebut menghasilkan sebuah kesepakatan yang dinamakan dengan Perjanjian Linggarjati.

Linggarjati atau Linggajati merupakan nama sebuah desa yang berada di antara kota Kuningan dan CIrebon serta di kaki gunung Ciremai. Tempat ini dipilih dengan alasan tempat ini netral bagi kedua belah pihak.

Perlu diketahui, pada saat itu negara Belanda serta sekutu menguasai Jakarta, sedangkan negara Indonesia menguasai bagian Yogyakarta. Tempat jalan perundingan Linggarjati sampai saat ini masih dijadikan sebagai museum yang dinamakan Museum Linggarjati.

 

Latar Belakang Perjanjian Linggarjati

perjanjian linggarjati

Setelah negara Indonesia memproklamasikan diri sebagai negara yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945. Serta sudah terlepas dari jajahan negara Jepang. Negara Belanda yang sebelumnya pernah menjajah negara Indonesia selama kurang lebih 350 tahun, ingin kembali menjajah negara Indonesia.

Awal mulanya pada tanggal 29 September 1945 pasukan sekutu beserta AFNEI datang ke negara Indonesia untuk melucuti tentara negara Jepang setelah kekalahan negara tersebut dalam perang dunia ke II. Tapi kedatangan mereka sudah diboncengi oleh NICA (Netherlands-Indies Civil Administration). Hal tersebut kemudian memicu muncul kecurigaan dari pemerintah sekaligus rakyat Indonesia.

Mereka berpendapat jika negara Belanda ingin kembali menguasai negara Indonesia, sampai pada akhirnya berbagai pertempuran pun terjadi. Contohnya saja pertempuran yang terjadi pada tanggal 10 November di Surabaya, Medan Area, Pertempuran di Ambarawa, Merah putih di Manado dan yang lainnya.

Dikarenakan sering terjadi berbagai pertempuran yang merugikan kedua belah pihak dan beberapa alasan lainnya. Maka pihak Belanda dengan pihak Indonesia sepakat untuk melakukan kontak diplomasi pertama dalam sejarah kedua negara. Sedangkan pemerintah Inggris sebagai mediator penanggung jawab  berupaya dalam menangani konflik politik dan militer di Asia.

Diplomat negara Inggris pada saat itu bernama Sir Achibald CLark Kerr mengundang negara Indonesia dan negara Belanda untuk melakukan perundingan Hooge Veluwe. Kalian juga bisa membaca sejrah Perjanjian Hooge Veluwe untuk lebih rinci dalam memahaminya. Para pemimpin negara kemudian menyadari jika menyelesaikan konflik dengan pertempuran hanya akan memakan korban dari kedua belah pihak saja.

Tapi, perundingan yang sudah direncanakan gagal, karena negara Indonesia meminta ke negara Belanda supaya mengakui kedaulatan atas Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura. Tapi negara Belanda hanya akan mengakui Indonesia dari bagian Jawa dan Madura saja.

Kemudian di akhir bulan Agustus tahun 1846, pemerintah Inggris mengundang Lord Killearn ke negara Indonesia sebagai usaha dalam menyelesaikan perundingan antara Belanda dengan Indonesia. Pada tanggal 7 Oktober 1946 dilaksanakan perundungan antara Belanda dan Indonesia yang dipimpin oleh Lord Killearn yang dilaksanakan di Konsulat Jenderal Inggris di kota Jakarta.

Dalam perundingan awal, akhirnya menghasilkan kesepakatan untuk melakukan gecatan senjata pada tanggal 14 Oktober 1946 dan berencana kembali untuk melakukan perundingan lebih lanjut. Dan pada akhirnya perundingan ini dilakukan dengan sebutan Perjanjian Linggarjati yang akan nantinya dilaksanakan mulai pada tanggal 11 November 1946.

 

 

Tokoh – Tokoh Perjanjian Linggarjati

Ada beberapa tokoh penting yang telibat dalam perjanjian linggarjati, berikut ini adalah beberapa tokoh yang menandatangani perjanjian linggarjati, antara lain.

  • Pemerintah Belanda, Mendelegasikan Wim Schermerhon yang berperan sebagai ketua, H. J. van Mook, F. de Boer, Max van Pool.
  • Pemerintah Inggris, yang berperan sebagai mediator atau penengah diwakili oleh Lord Killearn.
  • Pemerintah Indonesia, mendelegasikan Sutan Syahrir yang berperan sebagai Ketua, A.K. Gani, Susanto Tirtoprojo, serta Mohammad Roem.
  • Saksi tamu, pada saat itu yang hadir sebagai saksi tamu, diantaranya adalah Amir Syarifudin, dr. Leimena, dr. Sudarsono, Ali Budiharjo, Presiden Soekarno, serta Mohammad Hatta.

Perjanjian ini kemudian ditandatangani pada sebuah upacara kenegaraan yang bertempat di Istana Negara Jakarta pada tabggal 25 Maret 1947. Berikut ini adalah info lengkap terkait dengan perwaiklan dari Indonesia yang datang dalam perjanjian linggarjati, antara lain.

 

1. Sutan Syahrir

Adalah ketua perwakilan dari perjanjian linggarjati yang lahir pada tanggal 5 Maret 1909 di kota Padang Panjang. Sutan Syahrir merupakan sosok pemuda yang sangat berintelektual, dan seorang revolusioner yang mempelopori tentang kemerdekaan Indonesia. Beliau juga seorang politikus dan menjadi perdana mentri pertama negara Indonesia. Beliau juga mnejabat sebagai Menteri dalam negeri dan Menteri Luar Negeri untuk Indonesia.

Baca Juga : Sejarah Perang Dunia II

 

2. Adnan Kapau Gani

Baliau lahir di Sumatera Barat pada tanggal 16 September 1905. Be;iau merupakan seorang Mayjen TNI yang disebut sebagai A. K. Gani. Selain sebagai mayjen TNI, ia juga merupakan seorang politisi dan juga dokter. Semasa hidupnua beliau juga sempat menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri pada masa Kabinet Amir Sjarifuddin I dan II.

 

3. Mohammad Roem

Beliau adalah seorang diplomat yang berasal dari Indonesia yang sangat disegani dan menjadi salah satu orang yang memimpin Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia dalah hal memperjuangkan kemerdekaan negara Indonesia.

Semasa hidupnya, beliau sempat menjabat sebagai Wakil Perdana Menteri, Menteri Luar Negeri dan terakhir menjabat sebagai menteri dalam Negeri. Baliau tidak hanya mewakili negara Indonesia dalam perjanjian Linggarjati, beliau juga turut menjadi perwakilan sekaligus inisiator dalam perjanjian Roem-Roijen pada waktu negara Indonesia ada pada masa revolusi.

 

4. Soesanto Tirtoprodjo

Ia merupakan perwakilan terakhir dalam perjanjian Linggarjati, beliau merupakan sosok yang pandai dalam bidang hukum. Semasa hidupnya, beliau sempat menjabat sebagai Menteri Kehakiman selama periode 6 kali masa kabatan dalam 6 (enam) kabinet yang berbeda-beda.

Baliau lahir pada tanggal 3 Maret 1900 di kota Surakarta dan memiliki background pendidikan dalam bidang hukum dan kuliah di Universitas Leiden, Belanda.

 

 

Isi Perjanjian Linggarjati

Perjanjian ini disahkan pada tanggal 25 Maret 1947 memiliki 17 pasal. Inti dari hasil perjanjian ini adalah sebagai berikut,

  • Belanda secara de facto mengakui jika wilayah Republik Indonesia meliputi Jawa, Sumatera, dan juga Madura.
  • Pihak Indonesia dengan pihak Belanda mencapai kata sepakat untuk membentuk negara Republik Indonesia Serikat atau yang disingkat sebagai (RIS) yang meliputi wilayah  Indonesia, Kalimantan dan Timur Besar sebelum pada tanggal 1 Januaru 1949.
  • Belanda diwajibkan meninggalkan wilayah RI paling lambat tanggal 1 Januaru 1949.
  • Dalam konteks RIS, pemerintah Indonesia harus tergabung di dalam Commonwealth atau persemakmuran Indonesia-Belanda dan Ratu Belanda sebagai kepalanya.

 

 

Dampak Perjanjian Linggarjati

Berikut ini adalah beberapa akibat yang disebabkan oleh adanya Perjanjian Linggarjati, antara lain.

 

1. Dampak Positif Perjanjian Linggarjati

Berikut ini adalah beberapa dampak positif perjanjian linggarjati, antara lain.

  • Posisi negara Indonesia semakin kiat di mata Internasional, dengan adanya pengakuan dari pihak Belanda kepada kemerdekaan Indonesia.
  • Belanda mengakui negara Indonesia memiliki kuasa atas tanah Jawa, Madura, dan Sumatera. Secara de facto, Indonesia menguasai atas wilayah tersebut.
  • Berakhirnya konflik antara Belanda dengan Indonesia.

 

2. Dampak Negatif Perjanjian Linggarjati

Berikut ini adalah beberapa dampak negatif atau kerugian dari perjanjian linggarjati, antara lain.

  • Wilayah kekuasaan negara Indonesia sangat kecil, karena hanya mencakup Pulau Jawa, Sumatera, dan Madura.
  • Perjanjian pada hakikatnya adalah memberikan waktu Belanda membangun kekuatan yang kemudian melakukan agresi militer.
  • Indonesia harus mengikuti persemakmuran antara Indo-Belanda.
  • Partai Nasional mengkritik pemerintah Indonesia karena dianggap lemah dalam mempertahankan kedualatan Republik Indonesia.

Baca Juga : Perang Diponegoro Lengkap

 

Nah, itulah sedikit penjelasan mengenai perjanjian linggarjati. Kita sebagai generasi muda seharusnya tidak melupakan sejarah negara Indonesia, jika ada kesalahan dalam artikel ini mohon untuk dimaafkan dan dimaklumi.

Hasif Priyambudi "Saat kau mengenal kasih sayang, kau juga menanggung resiko kebencian" Itachi :v

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

DarkLight