10+ Prinsip Ekonomi: Pengertian, Tujuan, Ciri-Ciri dan Contoh Prinsip Ekonomi

By Arwina Nur Dyah Utami -

Prinsip Ekonomi – Di dalam kehidupan sehari-hari tentang kegiatan ekonomi sudah sering kita jumpai setiap harinya. Misalnya seperti pada saat kita membeli makanan, membeli bahan sandang seperti baju, sepatu, sandal, dan masih banyak lagi kegiatan ekonomi lainnya.

Di dalam pelaksanaan hal-hal tersebut, terdapat prinsip-prinsip ekonomi yang biasanya sering dijadikan sebagai panduan dalam menjalankan suatu kegiatan ekonomi pada bidang produksi, distribusi serta konsumsi.

Terdapat banyak sekali kesamaan antara ekonomi dan rumah tangga. Persamaan di antara keduanya dapat dilihat berdasarkan dari apa saja barang yang dibuat, berapa unit yang diproduksi, dan siapa saja yang bekerja dalam hal tersebut, serta sumber daya apa saja yang telah digunakan.

Untuk menjalankan hal itu tentunya harus ada ada sesuatu yang dapat mengatur segalanya terkait dengan hal tersebut. Dalam hal ini tentunya ilmu ekonomi sangat penting untuk dapat melakukan kegiatan produksi dan pasar dengan baik serta dengan tepat.

Dalam hal ini terdapat pula prinsip prinsip dari ekonomi yang sering dijadikan sebagai landasan untuk dapat menjalankan kegiatan ekonomi dari ruang lingkup yang kecil sampai dengan ruang lingkup yang besar sekalipun.

Kemudian apa sebenarnya yang dimaksud dengan prinsip ekonomi sendiri? Apa saja jenis serta macam dari prinsip ekonomi? Apa tujuan dari prinsip ekonomi beserta ciri-ciri dari prinsip ekonomi? dan mengapa dalam melakukan tindakan ekonomi harus berpedoman pada prinsip ekonomi? Semuanya akan dijelaskan di dalam artikel ini secara lebih lengkap.

 

Pengertian Prinsip Ekonomi

Mungkin kalimat prinsip ekonomi sudah tidak asing lagi terdengar di telinga kalian, akan tetapi apakah kamu paham lebih jelas apa yang dimaksud dengan prinsip ekonomi itu sendiri? Nah, pengertian dari prinsip ekonomi adalah sebuah pedoman untuk dapat melakukan suatu tindakan ekonomi dengan menggunakan suatu pengorbanan tertentu agar dapat mendapatkan hasil secara lebih maksimal.

Terdapat pula yang telah menyebutkan pengertian prinsip ekonomi adalah salah satu usaha untuk bisa mendapatkan kekuasaan atas kebutuhan tertentu sengan melakukan pengorbanan sekecil mungkin. Dengan kata lain, pelaksanaan dari prinsip ekonomi memiliki tujuan supaya manusia dapat memenuhi kebutuhan ekonominya dengan cara yang lebih efektif dan juga efisien.

Jadi prinsip ekonomi adalah suatu kegiatan Dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk dapat memperoleh hasil tertentu. Atau dapat dikatakan juga dengan melakukan tindakan hukum tertentu dengan tujuan supaya dapat mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Pengertian dari prinsip ekonomi yang satu ini datanya sudah sangat memberikan penjelasan bahwa adanya prinsip ekonomi itu sangatlah penting bagi keberlangsungan dari suatu kegiatan ekonomi di dalam masyarakat.

 

 

Tujuan Prinsip Ekonomi

Untuk dapat melakukan kegiatan ekonomi agar berjalan dengan lancar sebagaimana mestinya tidak hanya menggunakan beberapa prinsip ekonomi saja. Akan tetapi, prinsip ekonomi yang diterapkan di dalam sebuah kegiatan ekonomi juga memiliki peranan yang sangat penting atau memiliki tujuan seperti yang akan dijelaskan di bawah ini.

  1. Untuk dapat memenuhi kebutuhan ekonomi secara lebih efektif dan efisien.
  2. Menggunakan serta memanfaatkan modal dan juga kemampuan yang dimiliki.
  3. Mencegah terjadinya suatu kegiatan konsumsi yang berlebihan yang mana hal tersebut dapat membuat pengeluaran menjadi lebih banyak.
  4. Memperkecil kemungkinan adanya kerugian yang diakibatkan dari kesalahan-kesalahan tertentu atau suatu hal al yang tidak terdapat di dalam rencana.
  5. Bertujuan untuk bisa mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin dan sebesar mungkin.

Tujuan dari prinsip ekonomi menjadi hal yang sangat penting. Tentu saja, berbagai jenis tujuan tersebut diperuntukkan bagi para produsen, distributor dan juga konsumen. tentunya setelah kamu memahami tujuan dari prinsip ekonomi pastinya kamu telah sadar bahwa adanya prinsip ekonomi sangatlah penting bagi kegiatan ekonomi di dalam masyarakat.

 

 

Ciri Ciri Prinsip Ekonomi

Dalam pelaksanaan kegiatan ekonomi, sebuah prinsip ekonomi juga memiliki ciri-ciri yang harus kamu pahami. agar dalam melakukan kegiatan ekonomi tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar, di bawah ini adalah beberapa ciri-ciri prinsip ekonomi yang perlu kamu ketahui, antara lain yaitu:

 

Bertindak Hemat Dalam Segala Hal

Dalam melakukan suatu kegiatan ekonomi, salah penting untuk selalu bertindak hemat dalam segala hal dan tidak terlalu mengeluarkan banyak uang untuk membeli kebutuhan yang seharusnya tidak terlalu penting. Dengan bertindak lebih hemat dan berhati-hati dalam membeli sesuatu maka hal tersebut dapat mengurangi pengeluaran serta menghindari terjadinya pemborosan, dengan membeli barang-barang yang penting dan dibutuhkan saja.

 

Bertindak Secara Ekonomis

Bertindak secara ekonomis dalam hal ini maksudnya adalah seseorang yang melakukan kegiatan ekonomi haruslah selalu menggunakan pemikiran yang cermat serta tindakan yang cermat pula dalam melaksanakan kegiatan ekonomi serta tentunya memiliki perencanaan yang lebih matang.

 

Bertindak Secara Rasional

Ciri-ciri dari prinsip ekonomi yang selanjutnya adalah bertindak secara rasional. Hal ini berarti bahwa pada saat seseorang akan melakukan suatu kegiatan ekonomi, maka orang tersebut harus menggunakan akal dan juga tindakan yang sehat. Tentunya untuk dapat mencapai tujuan dari prinsip ekonomi tidak berdasarkan dari emosi atau hawa nafsu seorang saja.

 

Bertindak Dengan Menggunakan Prinsip Cost dan Benefit

Ciri-ciri dari prinsip ekonomi yang selanjutnya yaitu bertindak dengan menggunakan prinsip cost dan benefit. Yang mana artinya itu pada saat seseorang yang sedang melakukan kegiatan ekonomi haruslah untuk selalu memperhitungkan biaya yang dikeluarkan olehnya. Tidak hanya cukup sampai di situ saja, akan tetapi seseorang juga harus memperhatikan dengan baik manfaat dari setiap kegiatan ekonomi yang dilakukan olehnya.

 

Membuat Sebuah Skala Prioritas

Dan ciri-ciri yang terakhir adalah membuat sebuah skala prioritas dalam kegiatan ekonomi. Di dalam melakukan sebuah kegiatan ekonomi diperlukan adanya skala prioritas Karena hal tersebut adalah hal yang utama agar kamu dapat membeli barang yang yang sekiranya sedang atau tidak dibutuhkan oleh kamu.

 

 

Prinsip Prinsip Ekonomi Beserta Contohnya

Seperti yang telah dijelaskan dan telah kita ketahui bahwa dalam menjalankan suatu kegiatan ekonomi, penerapan prinsip ekonomi sangatlah penting dalam kegiatan tersebut. Secara umum prinsip ekonomi dapat dibagi menjadi tiga jenis kegiatan yang berkaitan dengan tugasnya.

Dari ketiga jenis prinsip ekonomi tersebut antara lain adalah produksi (produsen), distribusi (distributor), dan konsumsi (konsumen). Sedangkan untuk lebih jelasnya mengenai pengertian dari ketiga jenis prinsip ekonomi tersebut berikut ini adalah penjelasannya.

 

Prinsip Ekonomi Dalam Kegiatan Produksi

kegiatan produksi adalah salah satu kegiatan yang paling penting dan paling utama dalam menjalankan suatu kegiatan ekonomi. Di dalam prinsip ekonomi itu sendiri, kegiatan produksi adalah dasar untuk dapat menghasilkan barang dan juga jasa yang sebanyak mungkin dengan menggunakan biaya produksi dan juga pengorbanan tertentu.

 

Contoh Prinsip Ekonomi Dalam Kegiatan Produksi:

Kemudian berikut ini adalah prinsip ekonomi yang ada di dalam kegiatan produksi. Contohnya antara lain sebagai berikut.

  • Menentukan harga jual dari produk yang nantinya akan dipasarkan supaya dapat menghasilkan keuntungan.
  • Menggunakan bahan baku yang paling baik dengan kualitas yang paling bagus pula, akan tetapi tetap mempertahankan harga harga yang murah dan terjangkau.
  • Membuka suatu tempat usaha yang dekat dengan lokasi si si dari bahan baku produk, tenaga kerja atau sumber daya manusia (SDM) dan juga lokasi pemasaran.
  • Menggunakan atau memakai tenaga kerja yang ahli di dalam bidangnya serta yang lebih terampil.
  • Menggunakan sumber daya yang lebih efisien.
  • Menentukan beberapa barang dan juga jasa yang nantinya akan dihasilkan.
  • Menggunakan alat dan juga mesin yang memiliki tingkat produktivitas tinggi, akan tetapi tetap dengan menggunakan biaya yang relatif lebih rendah.

 

Prinsip Ekonomi Dalam Kegiatan Distribusi

Hal ini cukup berbeda dengan prinsip ekonomi dalam kegiatan produksi, untuk ekonomi dalam bidang distribusi ini adalah sistem dan juga kegiatan dalam penyaluran barang ataupun jasa dari produsen kepada konsumen. Adanya kegiatan distribusi yang satu ini sangatlah penting untuk dapat memastikan barang atau jasa bisa sampai kepada konsumen.

Contoh Prinsip Ekonomi Dalam Kegiatan Distribusi:

Berikut ini adalah prinsip ekonomi yang ada di dalam bidang distribusi, antara lain adalah sebagai berikut.

  • Berusaha untuk dapat meningkatkan pelayanan serta kualitas bagi para konsumen supaya ya tetap selalu dipercaya oleh konsumen.
  • Membeli barang secara langsung dari produsen untuk dapat menekan harga, hal ini sangatlah penting untuk dapat menjual kembali barang supaya tetap memiliki harga yang lebih terjangkau.
  • Menyediakan dan juga menjual barang serta jasa yang sedang tren pada masa kini di kalangan masyarakat. karena dengan menjual barang yang kekinian akan dapat meningkatkan nilai penjualan.
  • Menentukan letak perusahaan yang baik dan juga tepat antara produsen dengan konsumen.
  • Menggunakan berbagai macam sarana distribusi dengan harga yang relatif murah supaya ya barang yang dijual dapat mempunyai harga yang lebih terjangkau.
  • Menyalurkan atau mengirim barang yang telah dipesan oleh konsumen secara tepat waktu.

Dalam menjalankan kegiatan distribusi pastinya tetap harus memperhatikan beberapa hal supaya kegiatan tersebut dapat dikirim atau disalurkan dengan baik dalam kegiatan ekonomi. Contoh diatas adalah contoh penerapan yang ada di dalam kegiatan ekonomi masyarakat.

 

Prinsip Ekonomi Dalam Kegiatan Konsumsi

Prinsip ekonomi tidak hanya terjadi di dalam kegiatan produksi dan distribusi saja, akan tetapi di dalam prinsip ekonomi juga terdapat kegiatan konsumsi. Dimana orang yang berperan di dalam kegiatan konsumsi disebut dengan nama konsumen.

Prinsip ekonomi yang terdapat di dalam kegiatan yang satu ini adalah upaya untuk bisa mendapatkan kepuasan yang sebesar-besarnya dari suatu barang ataupun jasa yang telah ah dilakukannya pengorbanan dan juga penggunaan anggaran tertentu. Dalam kegiatan konsumsi ini tentunya harus mengeluarkan biaya untuk bisa mendapatkan barang ataupun jasa yang dipesan.

Contoh Prinsip Ekonomi Dalam Kegiatan Konsumsi:

Untuk lebih memahami penerapan prinsip ekonomi yang ada di dalam kegiatan konsumsi, berikut ini adalah contoh dari penerapannya dalam masyarakat:

  • Memilih barang yang lebih awet dan juga tahan lama supaya tidak mudah rusak, yang mana hal tersebut akan membuat konsumen harus membeli barang baru lagi dan mengeluarkan biaya yang lebih besar.
  • Memilih barang yang bagus namun tetap memperhatikan harga harga dan kualitas yang baik.
  • Membeli dan juga membeli barang yang memiliki harga terjangkau dan relatif murah untuk dapat menghemat pengeluaran biaya.
  • Sebelum membeli barang atau jasa yang akan dipilih, pastikan kamu memilih kualitas barang yang terbaik dan telah terpercaya.
  • Membuat daftar barang yang dibutuhkan dan akan dibeli, supaya tidak lagi membeli barang yang tidak terlalu dibutuhkan dan hanya membuat pengeluaran menjadi lebih banyak.
  • Mengendalikan pengeluaran dengan memperhatikan dengan baik apa saja barang yang dibutuhkan dan harus pandai dalam mengelola pendapatan dan juga keperluan yang dibutuhkan.
  • lakukanlah kegiatan tawar-menawar supaya kamu dapat menaikkan harga barang yang akan dibeli. Biasanya untuk mendapatkan harga yang lebih murah dari harga aslinya kamu dapat menawar barang yang kamu butuhkan di pasar tradisional.

Kegiatan konsumsi termasuk kedalam kegiatan yang sangat penting, Karena tanpa adanya kegiatan konsumsi pastinya akan membuat barang yang diproduksi akan menjadi terbengkalai dan menumpuk. Apa artinya di dalam kegiatan ekonomi apapun, ketiga jenis yang telah dijelaskan diatas ikut andil di dalamnya.

 

 

10 Prinsip Ekonomi

Pada dasarnya prinsip ekonomi pada tiga aktivitas ekonomi, antara lain yaitu aktivitas produksi, distribusi, dan juga konsumsi. Berikut ini adalah 10 prinsip ekonomi beserta penjelasannya.

 

1. Setiap Orang Mengalami Trade Off

Saat kamu ingin melakukan atau mendapatkan sesuatu maka seseorang harus mengorbankan sesuatu yang lain. Trade off yang dihadapi oleh masyarakat adalah efisiensi, dalam hal ini berarti masyarakat mendapatkan hasil yang optimal dari sumber daya yang ada.

Contoh Trade Off:

Terdapat seorang karyawan kantor yang ingin berangkat bekerja, Dan dia mempunyai dua pilihan untuk berangkat ke kantornya dengan menggunakan motor atau menggunakan angkutan umum.

Jika karyawan tersebut memilih menggunakan motor maka dia akan mengeluarkan biaya kurang lebih Rp. 8.000,- untuk mengisi bensin motornya. Akan tetapi apabila karyawan tersebut menggunakan angkutan umum, dia harus mengeluarkan biaya sekitar Rp. 10.000,-.

Yang mana apabila karyawan itu menggunakan motor tentunya akan lebih banyak keuntungan, selain dengan menggunakan motor waktu yang digunakan lebih cepat untuk sampai ke kantor, biaya yang dikeluarkan juga apabila dihitung-hitung lebih hemat.

Sedangkan jika menggunakan angkutan umum terdapat keuntungan yaitu kamu tidak mudah lelah saat di perjalanan dan apabila terjadi macet.

 

2. Mengorbankan Biaya Untuk Mendapatkan Sesuatu

Opportunity cost atau yang biasa disebut dengan Biaya peluang adalah seseorang harus memilih salah satu pilihan dari adanya beberapa pilihan yang ada. Dan tentunya kita mengeluarkan biaya untuk bisa mendapatkan barang yang kita inginkan.

Contoh Opportunity Cost:

Rizki adalah seorang mahasiswa yang berkuliah di universitas negeri Yogyakarta, sedangkan dia adalah orang asli Semarang. Rizky dihadapkan dengan dua pilihan yaitu mengikuti kegiatan seminar yang ada di kampusnya atau pulang kampung untuk bertemu sanak saudara. Jika Rizki memilih untuk pulang kampung, Rizki akan bahagia dan senang karena dapat melepas rindu kepada para sanak saudaranya.

Akan tetapi, Rizky harus mengeluarkan biaya untuk perjalanan pulang kurang lebih Rp. 50.000,-. Sedangkan jika Rizki mengikuti seminar yang ada di kampusnya, maka ia akan mendapatkan ilmu pengetahuan baru dan mendapatkan teman baru. Dan biaya yang dikeluarkan oleh Rizki untuk mengikuti seminar yaitu Rp. 25.000,-.

Misalkan dalam situasi seperti ini Riski membentuk pulang ke Semarang, maka dalam 10 prinsip ekonomi Mankiw pilihan dari Rizki dianggap sebagai trade off yaitu memilih untuk pulang ke Semarang, karena pilihan tersebut telah dikorbankan demi mengikuti kegiatan seminar yang ada di kampus.

Sedangkan yang dimaksud dengan opportunity cost dalam 10 prinsip ekonomi mankiw adalah biaya yang dikeluarkan oleh Rizky untuk pulang ke Semarang termasuk kesenangan yang didapatkan oleh Rizky karena bertemu dengan sanak saudara, karena pulang kampung adalah kesempatan yang hilang dari kedua pilihan tersebut.

 

3. Berpikir Secara Rasional

Seseorang yang berpikir secara rasional untuk mendapatkan keuntungan dan apa yang menjadi kerugian dari kesempatan yang telah dipilih. Margin disebut sebagai garis tepi atau batas, yang artinya adalah orang akan mempertimbangkan perubahan Marginal dan tidak akan melupakan bahwa setiap hal memiliki batas.

Contoh Berpikir Rasional:

Pak Danang adalah seorang pembisnis yang memiliki tabungan dengan jumlah yang banyak. tepung tersebut dihasilkan dari hasil kerja keras Pak Danang awal merintis perusahaan. Pak DanangĀ  memiliki perusahaan yang mengutamakan profit. Pak Danang sering mendapatkan profit yang cukup besar.

Pada suatu hari pak Danang dihadapkan pada dua pilihan untuk membeli mesin produksi yang baru untuk dapat meningkatkan produktivitas dari perusahaannya, kata menggunakan tabungannya untuk dapat berlibur bersama keluarga dan memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari keluarganya.

Pak Danang kemudian memilih untuk menggunakan tabungannya untuk membeli mesin produksi yang baru, atas bertujuan untuk dapat mendongkrak produktifitas perusahaan supaya mendapatkan profit yang lebih tinggi.

 

4. Tanggap Terhadap Insentif

Suatu insentif adalah suatu yang memiliki dua kemungkinan yaitu mendapatkan hadiah ataupun hukuman untuk dapat membujuk seseorang dalam bertindak. Dalam ilmu ekonomi, prinsip insentif adalah hal yang sangat krusial.

Pengetahuan mengenai insentif serta apa saja reaksi dari orang terhadap insentif tersebut sangat penting untuk dapat mengetahui kerja dan pergerakan pasar, serta bagi para pembuat kebijakan. Seseorang biasanya akan lebih aktif pada saat Iya mendapatkan keuntungan tambahan dari apa yang telah dikerjakan.

Contoh Tanggap Terhadap Insentif:

Biasanya pada saat menjelang lebaran harga daging sapi akan melonjak naik, sehingga terdapat banyak pula orang yang cenderung lebih memilih daging ayam jam untuk dibeli Karena harganya yang lebih murah. Sedangkan pada waktu yang sama ma daging sapi lebih banyak dari biasanya karena dia tahu bahwa dia akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak.

 

5. Perdagangan Menguntungkan Semua Pihak

Perdagangan yang dimaksud dalam konteks ini adalah apabila suatu pihak memiliki keunggulan dalam produksi suatu barang dibandingkan dengan barang yang lainnya maka itu akan disebut sebagai keunggulan, dan pihak kedua memiliki keunggulan yang lain, memiliki keunggulan produksi barang yang berbeda dengan pihak pertama sehingga pihak pertama melakukan konsentrasi terhadap barang yang di ungguli, serta sama halnya dengan pihak kedua, sehingga mereka mendapatkan keuntungan dari jual beli antar pihak pertama dan juga pihak kedua.

Contoh Menguntungkan Semua Pihak:

Suatu negara akan memproduksi suatu barang sesuai dengan kemampuan yang paling optimal yang dimilikinya semakin dengan menggunakan biaya produksi yang rendah, dengan kemampuan produksi yang tinggi dan berkualitas yang dimilikinya, setelah itu menjualnya ke negara lain yang tidak optimal produksinya atas barang tersebut.

Barang produksi yang tidak mampu dihasilkan secara optimal maka suatu negara tersebut akan membeli barang tersebut dari negara lain yang memiliki produksi lebih optimal.

 

6. Pasar Menjadi Sarana Terbaik Untuk Mengkoordinasikan Kegiatan Ekonomi

Pasar adalah suatu tempat terjadinya interaksi antara produsen dengan konsumen dalam melakukan tawar-menawar nilai atau harga dari suatu barang.

Produsen memiliki hak untuk dapat menentukan siapa saja yang akan dipekerjakan dan barang apa saja yang akan diproduksi, serta konsumen juga memiliki hak untuk membeli barang pada perusahaan mana dengan menggunakan biaya penghasilan yang mereka dapatkan.

Contoh Prinsip Sarana Koordinasi Kegiatan Ekonomi:

Terdapat perusahaan yang bergerak pada bidang teknologi, yang mana dia ingin membuat suatu inovasi baru dari produknya. Menentukan suatu bentuk inovasi baru akan dikerjakan, maka perusahaan tersebut harus selalu meneliti kondisi dari user experience sebelum mengadakan pengembangan yang lebih lanjut.

 

7. Pemerintah Mampu Meningkatkan Faktor Produksi

Intervensi pada bidang ekonomi biasanya dilakukan oleh pemerintah. Hal itu dilakukan melalui pasar, pemerintah untuk dapat membantu para pedagang di pasar, sehingga dapat menguntungkan dari kedua belah pihak antara penjual dan pembeli.

Karena hal tersebut, penjual dapat memaksimalkan penghasilan dengan cara menambahkan pemasukan dari barang atau produk yang dihasilkan sehingga yang lebih maksimal.

Contoh Peningkatan Faktor Produksi:

Banyaknya perusahaan yang gulung tikar karena terjadinya kegagalan dalam pasar. Dalam hal ini Pemerintah mampu untuk ikut campur tangan untuk menyelamatkan perusahaan tersebut dari kebangkrutan, akan membantu supaya produksi yang dilakukan lebih lancar.

Selain itu, yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah meminimalisir angka pengangguran dengan cara cara buy out, atau pengambilalihan sebuah perusahaan oleh pemerintah.

 

8. Standar Hidup Negara Bergantung Pada Kemampuan Dalam Memproduksi Barang dan Jasa

Sadar akan kehidupan dari suatu negara berbanding lurus dengan kemampuannya untuk dapat memproduksi barang dan juga jasa. Apabila kemampuannya dalam memproduksi barang atau jasa tinggi maka standard akan kehidupan dari negara sebut juga tergolong tinggi, serta sebaliknya.

Tingkat pertumbuhan produktivitas dari suatu negara akan dapat menentukan tingkat pertumbuhan dan juga pendapatan rata-rata dari warga negara tersebut.

Contoh Prinsip Standar Hidup Negara Melalui Kemampuan Produksi Barang dan Jasa:

Jepang termasuk kedalam negara maju dalam bidang teknologi. Namun, tidak hanya di dalam bidang teknologi saja Jepang juga maju pada bidang industri.

Negara Jepang memiliki kemampuan untuk dapat memproduksi barang yang memiliki kualitas dan kuantitas yang banyak, hal tersebut dikarenakan Jepang memiliki kemampuan yang tinggi dalam bidang teknologi.

 

9. Inflasi Terjadi Jika Pemerintah Mencetak Banyak Uang

Tingkat akan peredaran uang yang tinggi terjadi dikarenakan dari tingginya produksi akan uang tersebut, hal itu tentunya berdampak pada nilai akan uang yang menjadi turun. Nilai dari uang menurun maka harga barang akan naik pula.

Contoh Prinsip Regulasi Uang:

Hiperinflasi yang terjadi di Zimbabwe, yaitu terbitnya uang kertas sampai dengan jumlah 10 miliar.

Akan tetapi kini Zimbabwe, setelah menghadapi 3 kali devaluasi (penurunan nilai mata uang) sejak pada tahun 2006, maka dolar dari Zimbabwe menyatakan tidak berlaku lagi, sehingga sekarang ini yang berlaku pada negara Zimbabwe adalah mata uang internasional dari negara tersebut.

 

10. Masyarakat Menghadapi Trade Off Jangka Panjang Antara Inflasi dan Pengangguran

Keterkaitan antara inflasi dengan pengangguran digambarkan dengan kurva Phillips. Apabila semakin tinggi tingkat pengangguran maka akan semakin rendah pula laju inflasi. Di dalam kurva Phillips menjelaskan bahwa tingkat pengangguran yang lebih rendah akan selalu dapat dipantau dengan cara mendorong sedikit dari atas laju inflasi di negara tersebut.

Laju inflasi dapat diturunkan dengan cara membiarkan terjadinya kenaikan angka pengangguran atau yang bisa disebut dengan trade off antara inflasi dengan pengangguran.

 

Demikian penjelasan secara lengkap mengenai prinsip ekonomi, mulai dari pengertian, jenis prinsip ekonomi, ciri-ciri serta 10 prinsip ekonomi beserta contohnya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan bagi kamu. Terima kasih.

Arwina Nur Dyah Utami
Arwina Nur Dyah Utami
Penikmat musik dan senja, selamat membaca tulisan saya. Suka banget menulis dan baca novel.

Artikel Terkait

Bank Sentral
Bank Sentral
Oleh Mexi
Laporan Laba Rugi
Laporan Laba Rugi
Oleh Arwina Nur Dyah Utami
Etnosentrisme
Etnosentrisme
Oleh Mexi
Jurnal Umum
Jurnal Umum
Oleh Hanif Pramono
Pembangunan Ekonomi
Pembangunan Ekonomi
Oleh Mexi
Imperialisme: Pengertian, Penyebab, Tujuan, Macam, Akibat
Imperialisme: Pengertian, Penyebab, Tujuan, Macam, Akibat
Oleh Mexi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *