6+ Proses Pembekuan Darah dalam Tubuh: Lengkap

By

Pengertian Pembekuan Darah

Kalian tentu pernah dong jatuh dan mungkin sampai menyebabkan luka berdarah. Jika kalian perhatikan, dalam beberapa waktu darah yang tadinya mengalir dari luka tersebut perlahan mengering. Itulah yang dinamakan sebagai proses pembekuan darah atau koagulasi.

Pernahkah kalian mendengar hal tersebut? Pembekuan darah ini merupakan suatu mekanisme tubuh yang sangat penting untuk menghindari hilangnya darah dalam jumlah besar. Namun ada pula yang namanya gangguan pembekuan darah, suatu kelainan yang mana juga sangat berbahaya.

Hal ini merupakan suatu pengetahuan yang penting untuk kita ketahui. Maka dari itu, dalam kesempatan kali ini kita akan membahas seputar apa itu pembekuan darah, faktor, proses beserta kelainannya.

 

Pengertian Pembekuan Darah

Apa Itu Pembekuan DarahPembekuan darah adalah proses penggumpalan darah sehingga mengalami perubahan bentuk dari cair menjadi gel atau setengah padat. Hal ini lazim terjadi jika ada bagian tubuh kita yang terluka. Maka akan terjadi proses penggumpalan darah untuk mencegah darah terus mengalir.

Dapat disimpulkan bahwa ini merupakan mekanisme penting bagi tubuh manusia. Selama hal tersebut terjadi pada tempat yang benar. Apa maksudnya? Karena juga ada kelainan pembekuan darah terjadi di tempat yang tidak seharusnya, misal pada pembuluh Vena atau Arteri.

Ini merupakan suatu hal yang sangat berbahaya dan bahkan bisa beresiko kematian. Selain itu, penyumbatan pembuluh darah juga bisa mengakibatkan stroke dan serangan jantung.

Baca Juga: Proses Pembentukan Urine.

 

 

Unsur Pembekuan Darah

Unsur Faktor Pembekuan DarahAda beberapa unsur penting yang berperan dalam proses Koagulasi ini, antara lain :

 

1. Trombosit

Apa sih trombosit itu? Mungkin lebih dikenal dengan istilah keping darah merah. Yaitu suatu elemen dalam darah yang berbentuk layaknya sebuah cakram. Dalam proses pembekuan, ia berperan untuk memperlambat serta menghentikan pendarahan yang terjadi.

 

2. Faktor Koagulasi

Setidaknya ada 2 komponan darah yang terlibat dalam proses koagulasi, diantaranya :

a. Plasma Darah

Merupakan komponan darah yang berbentuk cairan, di dalamnya akan larut zat-zat bersamaan dengan air. Ia berfungsi untuk menjaga keseimbangan osmosis dalam darah kita. Sekitar 55% volume darah terdiri dari plasma darah.

 

b. Sel Darah

Kita mengenal beberapa jenis sel darah seperti sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit) dan keping darah (trombosit). Ia mengisi sekitar 40-50% dari volume darah.

 

 

Proses Terjadinya Pembekuan Darah

Proses Pembekuan DarahMungkin sekarang kalian menjadi sangat penasaran, bagaimana mekanisme tubuh hingga terjadinya koagulasi. Nah berikut ini adalah penjelasan sederhana proses pembekuan darah yang terjadi pada tubuh kita.

 

1. Pembuluh Darah Rusak

Ketika kita luka seperti jatuh atau tersayat, bisa menyebabkan pembuluh darah rusak. Maka hal tersebut akan mengakibatkan darah mengalir keluar tubuh.

 

2. Pembuluh Darah Menyempit

Apabila mengalami kerusakan, maka pembuluh darah bisa melakukan respon otomatis berupa penyempitan. Kondisi ini disebut sebagai blood vessel constriction, tujuannya untuk mengendalikan aliran darah ke bagian yang luka.

 

3. Sumbatan Platelet dan Trombosit

Ketika tubuh mendeteksi adanya luka, maka platelet akan aktif. Ia akan memberikan semacam sinyal kimia kepada sel tubuh lain yang dibutuhkan ke area luka.

Sementara itu, trombosit akan ikut bereaksi dengan menempel pada dinding di sekitar luka. Ia akan membentuk sumbatan untuk menutup bagian yang rusak demi menghentikan pendarahan.

 

4. Terbentuknya Helai Fibrin

Kemudian faktor koagulasi dalam darah akan mendorong protein untuk membentuk benang yang disebut sebagai fibrin. Ia berguna untuk memperkuat sumbatan pada area luka. Sehingga pembekuan pun menjadi lebih kuat dan tahan lama hingga luka sembuh sepenuhnya.

 

5. Penghentian Pembekuan

Apabila proses koagulasi telah cukup, maka protein-protein lain akan menghentikan prosesnya. Hal ini untuk mencetak proses pembekuan terjadi melebihi apa yang dibutuhkan oleh tubuh.

 

6. Pembuangan Sisa Sumbatan

Ketika area yang luka perlahan membaik dan sembuh, maka sumbatan tersebut tak akan diperlukan lagi. Sehingga fibrin pun akan mulai hancur, sementara trombosit dan sel lainnya akan kembali ke dalam darah.

Baca Juga : Perbedaan DNA dan RNA.

 

 

Penyakit Kelainan Pembekuan Darah

Kelainan Pembekuan DarahSeperti yang telah disinggung sebelumnya, pembekuan darah pada luka merupakan hal yang lazim dan bermanfaat. Namun proses koagulasi ini bisa juga terjadi pada bagian tubuh lainnya seperti pembuluh darah.

Dimana bagian tersebut bukanlah tempat yang tepat untuk terjadinya proses pembekuan darah. Alhasil tentu akan berakibat buruk pada tubuh dan menyebabkan penyakit atau bahkan kematian.

 

 

Jenis Kelainan Pembekuan Darah

Jenis Kelainan Pembekuan DarahAda beberapa macam kelainan pada proses koagulasi, sebagai berikut :

 

1. Hemofilia

Merupakan kelainan yang diakibatkan kurangnya faktor dalam proses pembekuan darah. Sehingga prosesnya tidak akan berjalan baik sebagaimana mestinya.

 

2. Kelainan Von Willebrand

Von willebrand sendiri merupakan salah satu faktor yang berperan penting dalam proses koagulasi. Namun pada beberapa individu, mereka memiliki kadar von willebrand yang dibawah normal. Sehingga proses penggumpalan darah tidak berjalan secara baik.

 

3. Defisiensi Faktor II, V, VII, X, XII

Ialah sebuah kelainan pada proses pembekuan darah karena adanya kekuarangan pada salah satu faktor yang dibutuhkan. Sehingga beresiko menyebabkan terjadinya pendarahan yang tidak normal.

 

 

Ciri-Ciri Kelainan Pembekuan Darah

Ciri Kelainan Pembekuan DarahSebenarnya antara satu orang dengan yang lainnya akan memiliki ciri yang berbeda. Hal ini tergantung dari jenis kelainan yang dideritanya. Berikut ini beberapa karakteristik umum yang sering dialami :

  • Secara tiba-tiba muncul memar pada salah satu bagian kulit.
  • Terjadi pendarahan yang tidak normal.
  • Sering mengalami mimisan pada hidung.
  • Mudah mengalami pendarahan bahkan pada luka kecil sekalipun.

 

 

Kesimpulan

Kesimpulan Pembekuan Darah AdalahJadi pembekuan darah atau koagulasi adalah proses penggumpalan darah sehingga terjadi perubahan dari bentuk cair ke gel atau setengah padat. Ini merupakan suatu hal yang lazim terjadi sebagai mekanisme tubuh untuk mencegah terjadinya pendarahan berlebih.

Namun pada beberapa orang juga terjadi yang namanya kelainan pembekuan darah. Dimana proses koagulasi terjadi pada bagian-bagian yang tidak seharusnya. Sehingga mengganggu kinerja tubuh dan bisa menyebabkan penyakit ataupun kematian.

Selain itu, beberapa orang juga memiliki kelainan berupa kurangnya faktor koagulasi yang dibutuhkan. Sehingga menyebabkan proses pembekuan darah tidak dapat berjalan normal sebagaimana mestinya.

 

Demikian pembahasan mengenai pengertian pembekuan darah, faktor unsur beserta proses terjadinya lengkap. Semoga apa yang dijelaskan diatas dapat memberikan ilmu yang bermanfaat bagi kita semua. Apabila ada kritik, saran atau pertanyaan bisa langsung berkomentar di bawah.

Danang Febriyandra Seorang yang suka dunia anime yang sangat akut, suka belajar hal baru.
Baca Lainya Tastynesia:
  1. Opor Ayam Kuning
  2. Dalgona Coffee
  3. Tongseng Sapi
  4. Rawon Daging Sapi
  5. Rendang Daging Sapi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *